Claim Missing Document
Check
Articles

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DI DESA MANGKUBUMI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS Dandi Novika; Regi Refian Garis; Arie Budiawan
Journal Education and Government Wiyata Vol 1 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v1i3.12

Abstract

Gaya Kepemimpinan yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan adalah Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Studi Kasus Kepemimpinan Kepala Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa dilakukan sepanjang penelitian berlangsung sejak pengumpulan data dimulai, analisis data dilangsungkan secara terus menerus hingga pembuatan laporan penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Gaya Kepemimpinan Kepala Desa belum sepenuhnya menunjukan Gaya Kepemimpinan, Hal itu dilihat dari Gaya Kepemimpinan seorang Kepala Desa yang seharusnya memimpin secara demokratis namun masih belum bisa mengembangkan potensi. Dilihat juga dari segi memotivasi para Perangkat Desa belum bisa terlaksana sepenuhnya, dapat dilihat juga dari SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada di Desa dimana belum ada pelatihan khusus untuk para Perangkat Desa dengan memfokuskan terhadap pembangunan non fisik yaitu pengelolaan digitalisasi sehingga Sistem Informasi Desa belum berjalan secara optimal. Gaya Kepemimpinan meliputi (1) pengaruh ideal, (2) motivasi yang menginfirasi, (3) rangsangan intelektual, (4) pertimbangan yang diadaptasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Pembangunan Di Desa Mangkubumi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari belum optimalnya 1 (satu) dari 4 (empat) dimensi diantaranya pada dimensi Gaya Kepemimpinan sebagai motivasi yang menginsfirasi belum terlaksana secara optimal. Gaya Kepemimpinan sebagai pengaruh ideal sudah terlaksana dengan baik, Gaya Kepemimpinan sebagai rangsangan intelektuan sudah terlaksana dengan baik, Gaya Kepemimpinan sebagai pertimbangan yang diadaptasi sudah terlaksana dengan baik.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI DAN JARINGAN OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN CIAMIS Nandang Firmansyah; Regi Refian Garis; Asep Nurdin Rosihan Anwar
Journal Education and Government Wiyata Vol 1 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v1i3.13

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan yaitu belum optimalnya Implementasi Kebijakan Tata Kelola keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis . Hal ini dapat dilihat dari indikator-indikator: terdapat beberapa permasalahan yaitu : Terdapatnya berita hoaks yang masih marak dan di terima oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Ciamis. Hal tersebut dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang menerima berita hoaks melalui media sosial. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis Dalam penyusunan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu bersumber dari data primer yang berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika serta Masyarakat, sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi pustaka baik berupa dokumen-dokumen, peraturan-peraturan, studi lapangan laporan hasil penelitian, buku-buku, internet, karangan ilmiah, dan bacaan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakaan yaitu melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa secara keseluruhan menganalisis Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis masih belum optimal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PEMBANGUNAN DESA Refian Garis, Regi
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v11i4.5866

Abstract

Pembangunan desa merupakan bagian strategis dari kebijakan publik nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas pemerintahan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam perspektif ilmu pemerintahan, keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh efektivitas implementasi kebijakan publik di tingkat grassroot, tempat kebijakan berinteraksi langsung dengan dinamika sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan publik dalam pembangunan desa melalui program tata kelola dan digitalisasi pariwisata, dengan menekankan peran pemerintah desa sebagai aktor pelaksana kebijakan, hambatan implementasi, serta efektivitas kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokus di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan informan utama perangkat desa, selama enam bulan. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan Smith (1973) yang meliputi dimensi idealized policy, target group, implementing organization, dan environmental factors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif kebijakan digitalisasi pariwisata telah selaras dengan tujuan pembangunan desa, namun dalam praktik masih ditemukan kesenjangan implementasi akibat keterbatasan kapasitas aparatur, rendahnya literasi digital masyarakat, serta faktor lingkungan yang belum sepenuhnya mendukung. Pemerintah desa terbukti memegang peran strategis sebagai aktor politik-administratif dalam mengarahkan implementasi kebijakan, meskipun efektivitas kebijakan sangat bergantung pada sinergi antaraktor dan konteks lokal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan digitalisasi pariwisata desa sebagai bagian integral dari analisis implementasi kebijakan publik dalam perspektif ilmu pemerintahan, sehingga memperkaya kajian mengenai peran pemerintah desa dalam pembangunan desa berbasis kebijakan.
Strategi Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Gen Z pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2024 Adam Rizky Santoso; Regi Refian Garis; Dini Yuliani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2728

Abstract

Strategi KPU dalam mendongkrak partisipasi Gen Z pada Pilkada Kabupaten Pangandaran 2024 dinilai kurang tepat, dan dari sinilah penelitian ini bermula. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan taktik yang digunakan KPU dalam mendongkrak partisipasi Gen Z pada Pilkada. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah telaah pustaka, penelitian lapangan (observasi dan wawancara), serta pencatatan. Setelah mengolah hasil temuan observasi dan wawancara dengan menggunakan metodologi analisis data kualitatif, penulis menarik simpulan untuk menjawab permasalahan penelitian. Temuan studi menunjukkan bahwa meskipun rencana Komisi Pemilihan Umum untuk meningkatkan partisipasi Gen Z telah dilaksanakan, namun masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini terlihat dari sepuluh indikator yang digunakan untuk mengukur kelima dimensi tersebut, lima di antaranya belum mampu meningkatkan keterlibatan publik. Banyak anggota Generasi Z masih belum menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah, meskipun KPU telah berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan fakta ini. Selain itu, meskipun KPU telah mengidentifikasi tempat pemungutan suara yang mudah diakses, beberapa anggota Generasi Z masih menghindari tempat pemungutan suara. Meskipun pemilih Gen Z juga telah dididik oleh KPU, masih sulit untuk membujuk mereka memperbarui informasi pemilih mereka. Meskipun KPU menekankan pentingnya kinerja masa lalu dalam membuat keputusan, para pelamar tidak dipilih berdasarkan hal ini. Lebih jauh, meskipun KPU menjelaskan secara gamblang tentang proses hak pilih, Gen Z masih belum begitu paham tentang cara menggunakan hak pilih mereka untuk memilih calon kepala daerah.
Peningkatan Kompetensi Digital Dan Kepariwisataan Kelompok Sadar Wisata Melalui Virtual Office Framework Berbasis Sustainable Tourism Di Desa Tanjungsari Regi Refian Garis; Irfan Nursetiawan; Maulana Sidiq; Muhammad Sultan; Ninis Dwi Rengganis; Suci Naya Andriani; Irgi Aura Aprilia; Galih Ridwan Syaori; Dian Nurdiana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2081

Abstract

Di era modern saat ini, teknologi dan digitalisasi telah menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi telah membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah, membuat hal-hal lebih transparan, lebih efisien, dan lebih cepat dalam berbagai sektor, seperti bisnis, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan. Pemerintah menjadi salah satu sektor yang wajib melek akan digital karena dengan hal tersebut maka akan berdampak baik pada sektor lainnya seperti sektor pariwisata. Desa Tanjungsari menjadi salah satu desa di Kabupaten Ciamis yang memiliki potensi wisata yang baik namun, masih belum dapat dikatakan baik dari segi digitalisasinya. Maka dengan demikian, kelompok PKM mengadakan kegiatan terkait “Peningkatan Kompetensi Digital Dan Kepariwisataan Kelompok Sadar Wisata Melalui Virtual Office Framework Berbasis Sustainable Tourism Di Desa Tanjungsari”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan kepariwisataan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Mekar di Desa Tanjungsari, Ciamis. Desa ini memiliki potensi wisata alam rintisan seperti Curug Panganten dan Leuwi Pamipiran, namun Pokdarwis menghadapi beberapa masalah. Permasalahan utamanya ialah rendahnya kompetensi digital anggota dalam promosi dan manajemen pariwisata, serta belum adanya sistem manajemen berbasis teknologi yang terstruktur. Selain itu, pemasaran objek wisata juga belum didukung oleh strategi komunikasi yang efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis. Dengan penerapan Virtual Office Framework, pengelolaan administrasi, komunikasi, dan promosi wisata menjadi lebih efisien dan profesional. Hal ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan sektor pariwisata desa dengan menarik lebih banyak wisatawan.
IMPLEMENTASI PERATURAN DESA NOMOR 9 TAHUN 2024 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SAGULING KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Akmal Farizan; Sirodjul Munir; Regi Refian Garis
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Nusantara Hasana Journal, June 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i1.2200

Abstract

Waste management is essential for maintaining a clean and healthy environment. The village of Saguling has enacted Village Regulation No. 9 of 2024 on Waste Management. However, in its implementation, the Saguling Village Government has faced obstacles such as a lack of budget and land for the construction of a temporary waste disposal site, as well as low public awareness regarding waste management. This study aims to analyze the extent to which the implementation of Village Regulation No. 9 of 2024 on Waste Management in Saguling Village has been carried out. The research method used is qualitative descriptive, employing data collection techniques such as interviews, observation, and documentation, followed by data analysis techniques including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results indicate that the implementation of Village Regulation No. 9 of 2024 on Waste Management in Saguling Village has not yet been optimal. This is evident from the numerous indicators that remain suboptimal and technically hinder the Village Government in implementing waste management policies in Saguling Village. Despite facing obstacles in its implementation, the Saguling Village Government continues to work toward the successful implementation of waste management through public appeals, outreach, and engagement with the community.
Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Cerdas melalui Budidaya Maggot Berbasis Komunitas di Desa Dewasari, Kabupaten Ciamis Erlan Suwarlan; Irfan Nursetiawan; Ii Sujai; Regi Refian Garis; Aditiyawarman; Afishah Alias
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v5i2.1128

Abstract

The primary challenge faced by the community in Dewasari Village, Ciamis Regency, is the ineffective management of household organic waste, along with limited knowledge and skills in converting organic waste into value-added products. This community service program aimed to strengthen community capacity in developing smart environmental management through community-based Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation. The program was implemented through educational sessions, practical training on BSF maggot cultivation, community mentoring, and learning evaluation using a participatory approach involving the village government, community groups, and local youth. The results showed significant improvements in participants' knowledge and practical skills in managing organic waste, cultivating BSF maggots independently, and utilizing the harvested maggots as alternative livestock feed and an additional source of household income. The program also increased community awareness of the importance of sustainable and environmentally friendly waste management. Therefore, community-based BSF maggot cultivation can serve as an innovative solution for promoting smart, productive, and sustainable environmental management while strengthening community economic empowerment and improving household livelihoods in Dewasari Village.
PERAN AKTOR UTAMA DALAM KEBIJAKAN PUBLIK DI TINGKAT LOKAL: TINJAUAN LITERATUR TENTANG RELASI PEMERINTAH, MASYARAKAT, DAN ELITE LOKAL DALAM PEMBANGUNAN DESA Regi Refian Garis
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.24066

Abstract

Peran aktor dalam kebijakan publik di tingkat lokal merupakan elemen kunci yang menentukan efektivitas implementasi kebijakan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konfigurasi, dominasi, dan relasi antar aktor kebijakan publik di tingkat desa dengan menekankan pada peran pemerintah desa sebagai aktor utama serta interaksinya dengan masyarakat dan lingkungan kebijakan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis berbasis kajian empiris implementasi kebijakan pembangunan desa dan digitalisasi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki posisi dominan sebagai aktor politik-administratif, namun keberhasilan kebijakan sangat ditentukan oleh sinergi antaraktor dalam kerangka governance. Penelitian ini menawarkan model konseptual “Collaborative-Contextual Policy Actor Model” yang menekankan hubungan dinamis antara aktor utama, aktor pendukung, dan faktor lingkungan dalam implementasi kebijakan publik di tingkat lokal. Kata kunci: aktor kebijakan, governance, implementasi kebijakan, pemerintahan desa
Co-Authors Aan Anwar Sihabudin Adam Rizky Santoso Adelia Riani Putri Aditiyawarman Afishah Alias Agita, Syara Agus Nurulsyam Suparman Ahmad Fauzi Abdillah Ai Nurmalasari Ai Rahma Navily Akmal Farizan Andi Wardani Andini Andini Arie Budiawan Arie Budiawan Asep Abdul Rohman ASEP NURDIN ROSIHAN ANWAR Asep Nurdin Rosihan Anwar Asep Nurwanda Dadan Gunawan Dandi Novika Dea Nurgiawan Dede Abdul Rozak Dede Abdul Rozak, Dede Abdul Dede Agus Norma Rohiman Diah Suciati Dian Nurdiana Dian Rudiana Dini Yuliani Dini Yuliani Dio Alip Fadilla Edvar Alif Adz Dziqry Edvard Alif Adz Dzikry Effendi, Safaranita Nur Ela Nurlaela Eman Sulaeman Endah Vestikowati Endah, Kiki Engkus Kusmana Erlan Suwarlan Fariz, Bilqis Nabil febriani, fika Febrianti, Adinda Ratna Galih Ridwan Syaori Garvera, R. Rindu Garvera, Rindu Gina Mardiana Hana Lidia Rahmasari Hana Setyaningsih Hilya Auliya Ida Noviyanti Ida Parida Ii Sujai Iim Rahmatilah Ikhtia Faizatuz Zahrah Irfan Nursetiawan Irfan Nursetiawan Irgi Aura Aprilia Isep Saepul Muzaki Kasman Kasman Kasman Kasman Kurniasih Kusuma, Aldi Wijaya Liesdiana Yane Sujani Linda Desfirani Lutfiyyah, Lulu Maha Shania Tara Gusmoi Maman Suryaman Maulana , Sofyan Fikri Maulana Sidiq Maya Rahmawati Mayunda, Sisi Mel Asni Melinda Putri Meriyani, Mira Mico Ariel Wahyu Purnomo Moch. Rizal Arifin Muhamad Ilham Firdaus Muhamad Nur Salim Muhamad Sopyan Muhammad Dzulfan G Muhammad Sultan Muhammad Sultan Muzaki, Isep Saepul Nandang Firmansyah Neti Sunarti Neti Sunarti Nida Nurpadilah Nina Gartina Ninis Dwi Rengganis Nunung, Adypia Nurfaidah, Hasna Nurhidayat, Ipan Nurmalasari, Ai Nurul Amaliyah Nurwanda , Asep Otong Husni Taufiq Paisal Topan Nugraha Puji Astuti, Nungki Sururi Purnama Sari Purnamasari, Syara Putri, Isabella R. Rindu Garvera Rafiqa Yusrini Raihan Khairi Firdaus Repa Nurlaela Resti Nurwinawati Rifal Amalindi Rizky Assodik Rosihan Anwar, Asep Nurdin Rusli Rusti Oktavian Sabila Niqa Afuwwan Toha Sahadi Sahadi Sari, Mega Rena Sejati, Bagus Sulistio Septiana , Anggun Mustika Setiawan, Sendi Setyaningsih, Hana Sirodjul Munir Siti Nuraeniyah Jamalilail Siti Soleha Siti Soleha Soedjatmiko Soedjatmiko Sofarina, Qori Suci Naya Andriani Taufik, Otong Husni Tina Trisnia Tommy Bektania TOTO TOTO Windi Ayu Tiarani Wisnu Eko Yuniaryuda Yuniar Nurul Fazriyah Zakiyyah, Nurul