Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN DUALBAND BANDPASS FILTER DENGAN METODE SQUARE OPEN LOOP RESONATOR PADA FREKUENSI 2100 MHz Agnes Yora Gracia Simatupang; Teguh Prakoso; Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.469 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.20.3.133-137

Abstract

Tapis (filter) merupakan komponen yang berperan penting dalam suatu sistem telekomunikasi. Tapis digunakan untuk menyeleksi frekuensi yang akan dilewatkan dalam melakukan telekomunikasi. Perkembangan sistem telekomunikasi membuat penggunaan band frekuensi yang semakin meluas, sehingga frekuensi yang digunakan juga frekuensi yang tinggi pula. Tapis dapat dirancang secara sederhana menggunakan lumped element yang terdiri dari kapasitor, resistor, dan juga induktor. Namun tapis ini mempunyai keterbatasan yaitu hanya dapat digunakan pada frekuensi rendah saja dan tidak efektif untuk frekuensi tinggi. Tapis yang dapat digunakan pada frekuensi tinggi dapat dirancang menggunakan mikrostrip. Bentuk-bentuk tapis mikrostrip pun beranekaragam, salah satunya adalah square open loop resonator. Penelitian ini akan membahas tentang perancangan tapis dualband dengan metode square open loop resonator pada frekuensi 2100 MHz menggunakan software CST Studio Suite 2016. Respon frekuensi yang dihasilkan oleh desain akhir dari tapis ini dapat meloloskan frekuensi pada rentang 1927 MHz-2175 MHz dan 3021 MHz – 3296 MHz. Nilai insertion loss yang dihasilkan sebesar 1,4283 dB pada band bawah dan return loss sebesar 19,707 dB pada band bawah.
PERANCANGAN ANTENA CLOVERLEAF UNTUK KOMUNIKASI UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) FREKUENSI 2,4 GHz Ibrahim Ibrahim; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.906 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.130-136

Abstract

Maneuver pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menyebabkan pancaran pola radiasi antena dan polarisasinya berubah. Antena cloverleaf memiliki polarisasi antena circular yang digunakan untuk mengatasi cross polarization yang terdapat pada polarisasi antena linier. Perancangan antena cloverleaf pada frekuensi 2,4 GHz yang dilakukan dengan studi parameter didapatkan parameter paling berpengaruh pada S11, VSWR dan gain adalah panjang kabel koaksial dan kemiringan elemen antena. Perkiraan jarak sistem komunikasi  menggunakan antena desain optimal adalah sejauh 1,66 km pada sudut elevasi 0º sedangkan posisi paling optimal untuk penempatan antena adalah pada posisi tengah pesawat dengan nilai VSWR 1,47 pada frekuensi 2,335 GHz dan bandwidth-nya 329 MHz. Hasil pengukuran antena cloverleaf desain optimal: S11 -48 dB dan VSWR 1:1,007  pada frekuensi 2,45 GHz, bandwidth 600 MHz pada VSWR ≤1:2, pola radiasi omnidirectional, polarisasi elips pada sudut phi 0° theta 90° dengan axial ratio 1,93, gain linear  3,29 dBil, dan  gain sirkular 5,38 dBic. Studi parameter terhadap desain awal antena memperbaiki nilai S11, VSWR, bandwidth dan gain, tetapi nilai axial ratio tidak sebaik desain awal. Pengujian pada kondisi line of sight pada jarak 810 meter menunjukan antena  yg diuji dapat bekerja dengan baik pada semua sudut pengujian, sedangkan antena linear komunikasinya terganggu.
ANALISIS TEKNOLOGI GPON UNTUK PERLUASAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) Abdul Hamid Alfauzi; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.542 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.1.8-14

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan layanan suara, video dan data, PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk menawarkan serat optik pada jaringan lokal fiber optic (JARLOKAF) yang disebut Fiber to the Home (FTTH). Teknologi yang digunakan adalah teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON). Penelitian ini membahas tentang teknologi GPON untuk perluasan jaringan FTTH di Perumahan Manggis. Penelitian ini dimulai dengan memilih lokasi yang ingin diperluas, lalu dilakukan survei lokasi untuk dijadikan dasar dalam melakukan desain jaringan, setelah desain sudah dibuat maka dilakukan pemilihan perangkat dan spesifikasi, lalu membuat simulasi jaringan menggunakan Optisystem. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rise time budget arah upstream sebesar 0,38 ns dan arah downstream sebesar 0,19 ns, nilai tersebut sudah sesuai kerena kurang dari 70% satu periode bit NRZ. Nilai link power budget sebesar 22,15 dB, sudah sesuai karena kurang dari standar yaitu 25 dB. Daya terima pada jarak terjauh untuk upstream sebesar -19,36 dBm dan downstream sebesar -20,91 sudah sesuai karena lebih dari standar yaitu -28 dBm. Nilai BER dan Q-factor untuk jarak terjauh arah upstream sebesar 8,28 x 10-19 dan 9,03 sedangkan arah downstream sebesar 4,40 x 10-46 dan 14,38 untuk panjang gelombang 1490 nm serta 2,81 x 10-47 dan 14,42 untuk panjang gelombang 1550 nm. Standar BER adalah lebih kecil dari 10-10 dan Q-factor lebih besar dari 6,3, sehingga hasil simulasi sudah sesuai standar. Dari hasil simulasi, jaringan yang dibuat sudah layak diterapkan karena sudah sesuai dengan standar (yang ditentukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan ITU-T).
Perancangan Band Pass Filter Mikrostrip Parallel Coupled Line pada Frekuensi 5,8 GHz Ifki Arifatul Utami; Teguh Prakoso; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v7i3.715-720

Abstract

Pita frekuensi 5,8 GHz (5725 – 5825 MHz) telah ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasika Republik Indonesia untuk layanan pita lebar nirkabel. Layanan Wireless Local Area Network (WLAN) juga menggunakan pita frekuensi ini. Sebagaimana layaknya sistem komunikasi nirkabel, perangkat keras pada pita frekuensi ini juga memerlukan tapis lolos rentang (band-pass filter, BPF) untuk memilih frekuensi serta menekan derau dan interferensi. Tugas Akhir ini merancang tapis mikrostrip parallel coupled line dengan tanggapan lolos rentang. Bahan yang digunakan adalah Rogers RO4350B (permitivitas relatif 3,66 pada frekuensi  8-40 GHz dan rugi-rugi dielektrik 0,0037 diukur pada frekuensi 10 GHz). Spesifikasi tapis diturunkan dari analisis terhadap datasheet tapis komersial yaitu lebar pita 100 MHz, nilai insertion loss <1 dB dan return loss ≥11 dB, orde tiga polynomial Chebyshev. Perangkat lunak yang digunakan adalah AWR Design Environment 10 untuk menentukan skematika rangkaian dan nilai komponen, serta simulator elektromagnetik CST Microwave Studio 2014 untuk verifikasi desain. Proses optimasi desain untuk mencapai spesifikasi dibantu dengan Design of Experiment (DOE). Hasil simulasi DOE diperoleh nilai komponen baru yaitu, W dan  masing-masing sebesar 1,61 mm dan 7,23 mm. Dengan nilai komponen baru tersebut diperoleh nilai insertion loss dan return loss masing-masing sebesar 1,51 dB dan 29,32 dB, dan lebar pita sebesar 67 MHz. 
PERANCANGAN ANTENA BOWTIE SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI DIGITAL PADA RENTANG FREKUENSI UHF (ULTRA HIGH FRQUENCY) Enggar Hindami Hadyan; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.333 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i4.1087-1094

Abstract

Antena bowtie adalah salah satu jenis dari antena dipole biconical karena antena bowtie merupakan bentuk lempeng dari antena biconical. Antena bowtie ini memiliki beberapa keunggulan antara lain berbentuk sederhana, berpita lebar dan mudah untuk dibuat. Antena bowtie memiliki lebar pita antara 17-40%. Untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tersebut, perlu memperhatikan beberapa parameter antena seperti pola radiasi, voltage standing wave ratio (VSWR), lebar pita dan |S11|. Frekuensi, gain serta cakupan antena juga merupakan parameter yang penting untuk antena bowtie. Namun hal yang paling berpengaruh bagi kinerja antena bowtie adalah bentuk, ukuran antena dan strukturnya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena bowtie dengan frekuensi resonansi pada frekuensi UHF 600 MHz. Antena bowtie yang difabrikasi memiliki ketebalan 0,3 mm, ukuran sisi elemen terpanjang sebesar 50 cm dengan besar sudut 120o. Jarak antara elemen sebesar 2 cm dan jarak antara elemen antena dengan reflektor adalah 12,5 cm. Antena hasil fabrikasi tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mendapatkan nilai VSWR dan besar daya penerimaannya serta antena juga diujikan sebagai penerima siaran televisi digital di Kota Semarang. Dari hasil pengujian didapatkan nilai VSWR antena sebesar 1,02 lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD14 dengan nilai VSWR 1,28. Lebar pita dari hasil pengujian sudah memenuhi teori besar lebar pita antena bowtie yaitu sebesar 24,8%. Hasil pengujian sebagai penerima siaran televisi digital untuk lima kanal, antena bowtie memiliki kinerja yang lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD14 dengan rerata nilai kekuatan sinyal sebesar 71% dan rerata nilai kualitas sinyal 77,4% dibandingkan dengan rerata nilai kekuatan dan kualitas sinyal PF Indoor HD sebesar 64,2% dan 70,4%. 
PERANCANGAN ANTENA SKEW-PLANAR UNTUK KOMUNIKASI UNMANNED AERIAL VEHICLE FREKUENSI 2,4 GHz Ardhian Ainul Yaqin; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.951 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i4.473-481

Abstract

Komunikasi antara ground station controller dan pesawat Unmanned aerial vehicle (UAV) dapat terganggu saat antena pemancar tidak mengarah dengan posisi yang tepat terhadap sudut terbang pesawat dengan adanya pointing error loss dan saat pesawat bermanuver menggunakan antena berpolarisasi linear dengan adanya polarization mismatch. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang antena skew-planar yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang memiliki polaradiasi omnidirectional dan polarisasi sirkular. Studi parameter dilakukan untuk mendapatkan desain antena yang optimal berdasarkan hasil simulasi menggunakan CST microwave studio 2015 dan diketahui bahwa parameter yang paling berpengaruh terhadap nilai s11, VSWR dan gain adalah panjang kabel koaksial dan kemiringan elemen antena. Perkiraan jarak sistem komunikasi  menggunakan antena desain optimal adalah sejauh 1,66 km pada sudut 90º. Hasil pengukuran antena skew-planar desain optimal : VSWR 1:1,05 dan S11 -31,6 dB pada frekuensi 2,44 GHz, bandwidth 640 MHz dengan S11 ≤ -10 dB, gain linear 1,9 dBil dan gain sirkular 4 dBic, polarisasi elips pada sudut phi 0° theta 90° dengan axial ratio 1,9 dan polaradiasi omnidirectional. Pengujian secara line-of-sight pada jarak 810 meter  menunjukan antena  skew-planar dapat bekerja dengan baik pada semua sudut pengujian, Pengujian tanpa line-of-sight menunjukan antena skew-planar dapat bekerja sampai dengan radius 454 meter.
ANALISIS PERBANDINGAN TEKNOLOGI GPON DAN XGPON UNTUK PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME Ian Amri Dinina; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.413 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i4.465-472)

Abstract

Fiber to the home (FTTH) merupakan infrastruktur jaringan serat optik yang dapat memberikan layanan suara, data, dan video. Penelitian ini membandingkan teknologi GPON dan XGPON dalam perancangan jaringan FTTH untuk menghasilkan rekomendasi teknologi manakah yang lebih tepat untuk diterapkan. Penelitian ini dimulai dengan melakukan peramalan jumlah pelanggan, merancang jaringan, menentukan perangkat dan spesifikasi, serta membuat simulasi jaringan menggunakan Optisystem. Berdasarkan hasil analisis, nilai rise time budget sistem untuk GPON adalah 0,19 ns downstream (syarat 0,28 ns) dan 0,38 ns upstream (syarat 0,56 ns), sedangkan untuk XGPON adalah 0,05 ns downstream (syarat 0,07 ns) dan 0,19 ns upstream (syarat 0,28 ns). Untuk ONT terjauh, link power budget yang diperoleh adalah 22,44 dB (syarat 25 dB). Daya terima hasil perhitungan adalah -19,44 dBm downstream dan -20,44 dBm upstream, sedangkan hasil simulasi adalah -19,78 dBm downstream dan -20,78 dBm upstream (syarat ≥-28 dBm). Q-factor minimal yang diperoleh adalah 9,01 (standar ≥6,3). BER maksimal hasil perhitungan adalah 1,03 x 10-19, sedangkan hasil simulasi adalah 8,63 x 10-20 (standar ≤10-10). Jadi, jaringan FTTH GPON maupun XGPON yang dirancang layak untuk diterapkan karena memenuhi standar yang ditetapkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan ITU-T.
PERANCANGAN ANTENA DUAL CIRCULAR LOOP SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI DIGITAL PADA RENTANG FREKUENSI UHF (ULTRA HIGH FREQUENCY) Hanardi Satrio; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.335 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i4.972-978

Abstract

Antena dual circular loop merupakan pengembangan dari antena loop lingkaran dengan tambahan beberapa elemen. Antena loop memiliki beberapa keunggulan yaitu berbentuk sederhana, mudah untuk dibuat, berpita lebar, gain yang relatif tinggi, memiliki polarisasi dan Front-to-Back Ratio (FBR) yang rendah. Parameter penting antena yang perlu diperhatikan seperti Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), frekuensi resonansi, frekuensi operasi, return loss, lebar pita, gain dan pola radiasi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena dual circular loop dengan frekuensi resonansi 620,8 MHz. Fabrikasi antena berjari-jari 7,5 cm menggunakan aluminium pejal dengan ketebalan 10 mm. Berdasarkan optimasi pada CST Studio Suite 2011, pemilihan celah feed point 2 cm, panjang feed point 5 cm, ukuran reflektor 15 cm x 30 cm, dan jarak antena dengan reflektor 27 cm. Hasil pengujian antena dual circular loop didapatkan nilai VSWR sebesar 1,02 lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD 14 yang menghasilkan nilai VSWR 1,28. Pengolahan data uji didapatkan frekuensi resonansi 530 MHz dan 610 MHz, frekuensi operasi 480 MHz – 710 MHz, lebar pita 230 MHz, gain 7,05 dB, dan pola radiasi directional. Hasil pengujian sebagai penerima siaran televisi digital, kinerja antena dual circular loop lebih baik daripada antena pembanding PF Indoor HD 14 dan PF200 Indoor.
PERANCANGAN JARINGAN AKSES FIBER TO THE HOME PERUMAHAN HARMONY RESIDENCE JANGLI MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING Nicholas Audric Adriel; Teguh Prakoso; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.587 KB) | DOI: 10.14710/transient.v8i2.136-143

Abstract

Fiber To The Home (FTTH) merupakan infrastruktur jaringan akses yang menghubungkan pusat penyedia layanan telekomunikasi dengan rumah pengguna layanan menggunakan media transmisi serat optik. Perancangan jaringan akses FTTH saat ini masih memiliki kendala berupa penentuan lokasi penempatan Optical Distribution Point (ODP) secara manual tanpa metode sistematis, serta tidak terdapat daftar keanggotaan rumah calon pelanggan untuk suatu ODP berdasarkan jarak terdekat. Penggunaan algoritma K-Means Clustering pada perancangan jaringan akses FTTH untuk mengelompokkan rumah calon pelanggan menjadi beberapa kelompok sejumlah K berdasarkan jarak rumah terhadap ODP terdekat dapat menjadi solusi terhadap kendala tersebut. Perancangan tersebut dilakukan di Perumahan Harmony Residence Jangli Semarang. Hasil yang diperoleh yaitu penggunaan algoritma K-Means Clustering dengan nilai K=4 merupakan perancangan yang paling tepat untuk diimplementasikan berdasarkan okupasi ODP, koreksi lokasi penempatan ODP, panjang kabel serat optik maksimal, link power budget, serta biaya implementasi. Nilai tertinggi link power budget yang diperoleh yaitu 23,85 dB dan telah memenuhi ketentuan link power budget dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. sebesar ≤ 25 dB. Perancangan tersebut juga memiliki kelebihan berupa persentase okupasi ODP yang lebih tinggi dan biaya implementasi yang lebih murah jika dibandingkan dengan perancangan manual.
ANALISIS JARINGAN FTTH (FIBER TO THE HOME) BERTEKNOLOGI GPON (GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK) Brilian Dermawan; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.856 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.1.30-37

Abstract

Serat optik  merupakan media transmisi yang dapat menyalurkan informasi dengan kapasitas besar dan teknologinya disebut JARLOKAF (Jaringan Lokal Akses Fiber). Salah satu perkembangan JARLOKAF yaitu FTTH (Fiber To The Home). Pembangunan jaringan FTTH menggunakan teknologi GPON. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan analisis jaringan FFTH berteknologi GPON dengan parameter daya transmisi di Optical Line Terminal, daya receiver, redaman kabel serat optik, konektor, passive splitter, dan sambungan. Hal tersebut dilakukan dengan metode link power budget. Setelah itu dilakukan pengembangan jaringan FTTH dengan merancang jalur distribusi sebanyak tiga opsi dan menganalisis menggunakan metode link power budget  dan rise time budget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Meranti dengan 40 pelanggan terakhir memiliki Pr sensitivitas rata-rata uplink (downlink), yakni -23,8 dBm (-23,6 dBm) sehingga margin daya yang didapatkan adalah 4,1 dBm untuk uplink dan 4,3 dBm untuk downlink. Sedangkan pada perencanaan pengembangan jaringan Meranti didapatkan bahwa opsi kedua menjadi opsi yang terbaik dengan jarak total 5,422 km memiliki Pr sensitivitas terbesar, yakni -25,8 dBm untuk uplink dan -25,2 dBm untuk downlink sehingga margin daya yang didapatkan adalah 2,2 dBm untuk uplink dan 2,8 untuk downlink dan rise time total sebesar 0,258 ns untuk uplink dan 0,283 ns untuk downlink.
Co-Authors Abdul Hamid Alfauzi Achmad Hidayatno Adhi Nugraha Affandi, Muhammad Afif Afin M Nurtsani Aghus Sofwan Agnes Yora Gracia Simatupang Ahmad Riyandi Akbar Satria Wardhana, Akbar Satria Ananda, Refisa Andreansyah, Muhammad Iqbal Apriani, Zuliana Apriliani Nabila Anjani Apriliani, Rina Ardhian Ainul Yaqin Arif Munandar Arifianto, Eko arjang Badriyah, Ratu Baron Murianda Brilian Dermawan Brillianing Pratiwi Dachi, Anugerah Damayanti, Denti Agustina Darjat Darjat Dewi, Arkidianabela Anggara Donny Dharmawan Dwi Budi Srisulistiowati E. H. Hadyan E.H. Hadyan E.H. Hadyan, E.H. Hadyan Eko Arifianto Eko Arifianto Enang Rusyana Enggar Hindami Hadyan Erasma, Erasma Fitra Jaya Hadyan, E. H. Hanardi Satrio Hari Kurnia Safitri Heriani Heriani, Heriani Houtman Ian Amri Dinina Ibrahim Ibrahim Ifki Arifatul Utami Irawan D Sukawati Irawan Dharma Sukawati, Irawan Dharma Jatmiko E. Suseno Jatmiko E. Suseno Khoerul Fajri Lase, Sepandil Laras Liya Yusrina Sabila M. A. Riyadi M. Noor, N Shazwani M.A. Riyadi M.A. Riyadi, M.A. Riyadi Maulina, Murni Memet CASMAT Mertua Agung Durya, Ngurah Pandji Mochammad Facta Mohamad Yunus, Mohamad Muhamad Ridwan Fauzi, Muhamad Ridwan Mujib, Khusnil Munawar A Riyadi Munawar Agus Riyadi Murianti, Diana Mustari Mustari Muthia Nur Fajrina Muthouwali, Achmad Ngaqib N Shazwani M. Noor N. Shazwani M. Noor, N. Shazwani natanael pandapotan, natanael Ngah, Razali Ngah, Razali Nicholas Audric Adriel Novita Sari Harianja Nurliyah, Elly Siti Nursantoso, Teguh Oktavianto, Tedi Permanasari, Devi Rahma Dewi Hartati Razali Ngah Razali Ngah Razali Ngah Riyadi, M. A. Riyadi, Munawar Riyadi, Munawar Riyadi, Munawar A. Riyandi, Ahmad Rovandi, Harris Rustaman, Dede Sabila, Liya Yusrina Santoso, Imam Santoso, Muhammad Hery Sapto Budi Priyatno Setiawan, Budhy Siti Aisyah Siti Hadianti, Siti Sofwan, Aghus Soleh, Soleh Stefani Dian Hutami Sukiswo Sukiswo Sukiswo Sukiswo Sumardi . Suseno, Jatmiko E. Susilo Utomo Syafruddin Syuja Rizqullah Tanzila Azizi Rochim Tharek A. Rahman Ucu Rahayu Uli Wildan Nuryanto Utiarahman, Nurnaningsih Venus Khasanah Victor Pattiasina Winasis, Ganjar Yohandri Natan Yuli Christyono Yuli Christyono Yuliana, Rachma Yulistina Yulistina