Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Molekuler Regio Pre-S1, Pre-S2, dan S Isolat Virus Hepatitis B 09IDSKAB-3 Prasetyo, Angga Dwi; Prasetyo, Afiono Agung; Sari, Yulia
Nexus Biomedika Vol 2, No 1 (2013): Nexus Biomedika
Publisher : Nexus Biomedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.862 KB)

Abstract

Background: The Hepatitis B Virus (HBV) pre-S1, pre-S2, and S region are essentially known for virus infection and replication. Eight genotypes (A to H) and nine subtypes (adw2, adw4, ayw1, ayw2, ayw3, ayw4, adrq+, adrq-, and ayr) of HBV have been identified worldwide. The aim of this study was to analyze HBV genetic variation in pre-S1, pre-S2, and S region, and to determine genotype and subtype of 09IDSKAB-3 HBV isolate from Men Who Have Sex With Men community in Surakarta. Methods: 09IDSAKAB-3 HBV DNA extraction was used as a template for amplication of pre-S1, pre-S2, and S region. The sequence results were then aligned by Clustal W with all of reference sequences reported in GenBank/DDBJ/EMNL. Genetic variation in pre-S1, pre-S2, and S region were identified using MEGA 4.0. HBV genotype and subgenotype were identified by phylogenetic analysis. HBV subtype was deduced on the basis of the predicted amino acid sequences of HBsAg. Results: Based on BLAST search in GenBank, 09IDSKAB-3 isolate was classified into genotype B3. D27E variation was found in pre-S1 region, and there were not genetic variation in pre-S2 and S region. Phylogenetic tree showed that 09IDSKAB-3 isolate was classified into genotype B3. Based on the basis of predicted amino acid sequences of HBsAg, 09IDSKAB-3 isolate was classified into subtype adw2. Conclusions: Overall, only D27E variation was found in this study. 09IDSKAB-3 isolate was classified into genoytpe B3 and subtype adw2. The amino acid variations found in the present report need further study. Keywords: HBV, pre-S1 region, pre-S2 region, S region
A KAJIAN PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA ULAT PENGGULUNG ( Lamprosema indicata) PADA TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hipogeae L.): KAJIAN PESTISIDA NABATI TERHADAP HAMA ULAT PENGGULUNG ( Lamprosema indicata) PADA TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hipogeae L.) Angga Dwi Prasetyo; Sartono Joko Santoso; Siswadi Siswadi
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6263

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Pestisida Nabati terhadap Hama Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indicata) pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)  bertujuan untuk mengkaji pestisida nabati terhadap hama ulat penggulung daun (Lamprosema indicata) pada tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari  2021 sampai bulan  Mei 2021, di Ds. Sekarputih Kec. Widodaren Kab. Ngawi Jawa Timur, dengan ketinggian tempat 500 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 10 macam perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun perlakuannya yaitu P0, P1K1, P1K2, P1K3, P2K1, P2K2, P2K3, P3K1, P3K2, P3K3. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukan gejala serangan hama ulat penggulung daun (Lamprosema indicata) muncul merata pada umur 30 hari setelah tanam. Perlakuan pestisida nabati daun pepaya 52,5 ml/L (P2K3) mampu menekan intensitas serangan hama ulat penggulung daun dengan rata-rata yaitu 18,89, sehingga memberikan hasil yang optimal. Perlakuan pestisida nabati daun pepaya 52,5 ml/L (P2K3) pada tanaman kacang tanah memberikan hasil tertinggi pada jumlah polong dengan rata-rata 21,83 buah, berat polong kering per tanaman dengan rata-rata 37,17 gr, berat polong kering per petak 140,00 gr, berat biji kering per petak 135,67 gr dan berat 100 biji dengan rata-rata 54,33 gr.
Peran Dinas Tenaga Kerja Dalam Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berdasarkan Pasal 13 Ayat 2 huruf d Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 63 Tahun 2016 (Studi Pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto) Angga Dwi Prasetyo
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Oktober 2018
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angga Dwi Prasetyo, Dr. Istislam,S.H,M.Hum, Herlin Wijayati,S.H,M.H Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: anggadwiprasetyo10@gmail.com   Abstrak Pada skripsi ini penulis membahas tentang Peran Dinas Tenaga Kerja Dalam Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berdasarkan Pasal 13 Ayat 2 Huruf d Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 63 Tahun 2016 (Studi Pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto). Dimana dalam hal yang melatar belakangi penulis skripsi ini adalah permasalah yang timbul karena tingkat kecelakaan kerja yang tinggi dan banyak perusahaan industri yang lalai karena tidak memenuhi faktor - faktor untuk melindungi tenaga kerja dalam perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Berdasarkan hal ini rumusan masalah yaitu, Bagaimana peran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto dalam perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan pasal 13 ayat 2 huruf d Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 63 Tahun 2016 oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto? Serta Apa faktor penghambat dan solusi dalam perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Mojokerto? Dimana untuk menjawab permasalahan diatas ini, maka menggunakan jenis penelitian hukum yuridis empiris. Serta menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan Teknik Deskritif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pelaporan dan pengawasan masih kurang, dimana proses pengawasan yang tidak sesuai dengan jadwal. Untuk menunjang kinerja para pengawas ketenagakerjaan agar dapat berjalan lebih efektif maka solusinya dilakukan penambahan jumlah pegawai pengawasan. Kata Kunci: Peran, Dinas Tenaga Kerja, Perlindungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja. AbstractThis research studies the role of the Department of Labour over providing security and health cover according to Article 13 Paragraph 2 letter d of Regent Regulation of Mojokerto Number 63 of 2016. This research was initiated due to the increasing incidence of an accident at work and the fact that several companies fail to meet the requirement to provide security and health cover for labors. This research observes the role of the Department of Labour of the Regency of Mojokerto in giving security and health cover according to Article 13 Paragraph 2 letter D of Regent Regulation of Mojokerto Number 63 of 2016 by the Department of Labour in the Regency of Mojokerto? And what are the impeding factors and solutions regarding the provision of the security and health cover for workers in the Regency of Mojokerto? To give answers to the research problems mentioned, this research employed empirical- juridical legal research with a qualitative approach followed by descriptive analysis. The result reveals that there is a lack of supervision, in which the supervisory process taken has not been in line with the schedule. The solution is that more numbers of supervisory agencies are needed for more effective supervision. Keywords: role, Department of Labour, protection, security, and health cover for worker 
Analisis Molekuler Regio Pre-S1, Pre-S2, dan S Isolat Virus Hepatitis B 09IDSKAB-3 Angga Dwi Prasetyo; Afiono Agung Prasetyo; Yulia Sari
Nexus Biomedika Vol 2, No 1 (2013): Nexus Biomedika
Publisher : Nexus Biomedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.862 KB)

Abstract

Background: The Hepatitis B Virus (HBV) pre-S1, pre-S2, and S region are essentially known for virus infection and replication. Eight genotypes (A to H) and nine subtypes (adw2, adw4, ayw1, ayw2, ayw3, ayw4, adrq+, adrq-, and ayr) of HBV have been identified worldwide. The aim of this study was to analyze HBV genetic variation in pre-S1, pre-S2, and S region, and to determine genotype and subtype of 09IDSKAB-3 HBV isolate from Men Who Have Sex With Men community in Surakarta. Methods: 09IDSAKAB-3 HBV DNA extraction was used as a template for amplication of pre-S1, pre-S2, and S region. The sequence results were then aligned by Clustal W with all of reference sequences reported in GenBank/DDBJ/EMNL. Genetic variation in pre-S1, pre-S2, and S region were identified using MEGA 4.0. HBV genotype and subgenotype were identified by phylogenetic analysis. HBV subtype was deduced on the basis of the predicted amino acid sequences of HBsAg. Results: Based on BLAST search in GenBank, 09IDSKAB-3 isolate was classified into genotype B3. D27E variation was found in pre-S1 region, and there were not genetic variation in pre-S2 and S region. Phylogenetic tree showed that 09IDSKAB-3 isolate was classified into genotype B3. Based on the basis of predicted amino acid sequences of HBsAg, 09IDSKAB-3 isolate was classified into subtype adw2. Conclusions: Overall, only D27E variation was found in this study. 09IDSKAB-3 isolate was classified into genoytpe B3 and subtype adw2. The amino acid variations found in the present report need further study. Keywords: HBV, pre-S1 region, pre-S2 region, S region
Politik Hukum Perubahan Norma Perizinan dan Iklim Investasi Dalam Undang-Undang Cipta Kerja Menggunakan Metode Omnibus Law Angga Dwi Prasetyo; Abdul Rachmad Budiono; Shinta Hadiyantina
Media Iuris Vol. 5 No. 2 (2022): MEDIA IURIS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mi.v5i2.36165

Abstract

AbstractThe Job Creation Law passed and enacted in 2020 is a momentual result with the expectation that the Law will create jobs. But after the passage of the Job Creation Law with the use of the omnibus law method, it produced various responses and reactions from the community so that the community also among academics produced pros and cons to the Law. In addition, after the Uncang-Cipta Kerja Law was passed, it has had an impact on the elimination of industries included in the negative investment list, triggering an increase in foreign investment in Indonesia. Based on the description, a problem was formulated: what is the legal politics behind the change in licensing norms and the investment climate in the Job Creation Law using the omnibus law method. The research method used in the writing of this article is the use of legal normative research. The source of legal materials used includes 3 (three) types of legal materials, namely primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Legal data collection techniques use a literature research model that analyzes the legal data studied in the form of qualitative and descriptive content analysis. The results showed that the government’s efforts to reduce duplication of regulations through comprehensive legislation are expected to accelerate licensing.Keywords: Omnibus Law; UU Cipta Kerja; Licensing; Investment. AbstrakUndang-Undang Cipta Kerja yang disahkan dan diundangkan pada tahun 2020 merupakan suatu hasil momentual dengan harapan dari Undang-Undang tersebut ialah menciptakan lapangan kerja. Tetapi pasca pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja dengan penggunaan metode omnibus law tersebut menghasilkan berbagai tanggapan dan reaksi dari lapisan masyarakat sehingga masyarakat pun juga dikalangan akademisi menghasilkan pro kontra terhadap Undang-undang tersebut. Selain itu, pasca Undang-Undang Cipta Kerja disahkan telah berdampak pada penghapusan industri yang masuk dalam daftar negatif investasi sehingga memicu peningkatan investasi asing di Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, dirumuskan masalah: apa politik hukum dibalik perubahan norma perizinan dan iklim investasi dalam UU Cipta kerja menggunakan metode omnibus law. Metode penelitian yang dipakai pada penulisan artikel ini ialah penggunaan penelitian normatif hukum. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi 3 (tiga) jenis bahan hukum, yakni materi hukum primer, materi hukum sekunder, serta materi hukum tersier. Teknik pengumpulan data hukum menggunakan model penelitian kepustakaan yang menganalisis data hukum yang diteliti berupa analisis isi kualitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk mengurangi duplikasi regulasi melalui undang-undang yang komprehensif diharapkan dapat mempercepat perizinan.Kata Kunci: Omnibus Law; UU Cipta Kerja; Perizinan; Investasi.
Pengolahan Buah Mangrove Pedada (Sonneratta caseolaris) Sebagai Sirup di Kawasan Sukorejo, Gresik Dalillah Inas Salsabila; Aliffiya Machfidho; Rizma Alma Salsabila; Anggi Violita Anggraini; Angga Dwi Prasetyo; Abiyyu Anwar Rahmatullah; Noviana Harwiyah Ramadhani; Nisa’ Salma Shobiro; Djuztika Rahma Maharani; Ashfina ‘Ishmatul Husna
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2243.518 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.445

Abstract

Desa Sukorejo merupakan salah satu daerah wilayah Gresik yang kaya akan sumberdaya alam. Desa Sukorejo sendiri terletak di dekat Teluk Lamong. Salah satu sumber daya alam pada Desa Sukorejo sendiri adalah adanya kawasan Mangrove. Potensi sumberdaya mangrove ini dapat dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan masyarakat, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan oleh warga desa secara maksimal karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat. Buah Pedada merupakan salah satu jenis buah mangrove yang ada di daerah Sukorejo. Buah Pedada dapat diolah untuk dijadikan produk yang bernilai jual. Salah satu pengolahannya yaitu dengan membuat sirup buah Pedada. Adanya pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta produktifitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam di daerahnya. Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah warga desa nantinya dapat mengelola potensi mangrove melalui buah Pedada menjadi produk yang bernilai jual sehingga dapat mendukung perekonomian masyarakat desa.
Implementasi Metode BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi) terhadap Motivasi Santri dalam Proses Belajar di TPQ Al-Fattah Desa Wironanggan Wiwin Mariyana; Angga Dwi Prasetyo
Transformatif : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v4i1.5535

Abstract

Education is a process to change attitudes and behavior to make humans kill through teaching and exercise, processes, and how to educate. Education is not only an activity organized at school, but education is also held outside schools such as education in the Qur’an education park. Along with the development of times in the world, there are many new problems and never thought about before. Moreover, regarding the problems of education of the Qur’an which is still minimal and often ruled out. One of them is motivation in learning to recite the Qur’an, a lack of strategy in the learning method that can affect the encouragement of students to learn so that making learning less effective and learning goals are not fully achieved. With the administration of the BCM (Play, Stories, Singing) which is in accordance with the conditions of students who are still children will be able to increase the motivation of students to study. This service aims to increase understanding of how to increase the motivation to learn of students through the BCM (Play, Stories, Singing) method in TPQ. The method used is PAR (Participatory Action Research) which is to jump and be involved directly in implementing TPQ activities. After being carried out with the BCM (Play, Stories, Singing) there is a change in the increasing motivation of students in studying recite the Qur’an.
Gambaran Swamedikasi Pada Mahasiswa di Indonesia Angga Dwi Prasetyo
Herbal Medicine Journal Vol 6 No 2 (2023): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58996/hmj.v6i2.79

Abstract

Self-medication can be interpreted as the treatment of all diseases that exist within oneself through simple medicines. Someone who uses self-medication when "diagnosing" a condition must be able to understand how to use drugs according to the patient's condition. People who carry out self-medication when "diagnosing" a disease, must be able to understand the benefits of the drug so that the drug used is proportional to the patient's condition. This literature review aims to find out what self-medication is like for students in Indonesia. The author uses the literature review study method, related to the description of self-medication in students in Indonesia from various journals, including international journals that have been published in 2016-2023 and are indexed on Google Schoolar. The results of the literature study show that health students have good knowledge and patterns of self-medication. The conclusion is that health students have better knowledge than non-health students because health students gain knowledge about self-medication during lectures.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT PESISIR TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KUALA LAMA Sakina T.A Harahap; Anggi Febrian; Angga Dwi Prasetyo; Ahmad Nur Hidayat; Nurly Fadila; Risky Andreansyah; Faiza Dia Amanda Br Harahap; Riris Aditya Sari; Keysha Danty; Romiza Arika
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.16679

Abstract

Di Indonesia masalah penyakit yang tidak kunjung menurun prevalensinya ialah penyakit hipertensi. Tidak hanya indonesia, negara negara yang berkembang lainnya ataupun negara yang maju penyakit hipertensi ini masih di kategorikan menjadi masalah yang berulang kali terjadi dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat pesisir terhadap kejadian hipertensi di Desa Kuala Lama. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara secara langsung yang dilaksanakan di Desa Kuala Lama, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk dapat menggambarkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan riwayat hipertensi dengan faktor keluarga (keturunan), perilaku merokok, dan juga pola tidur masyarakat pesisir di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin. Yang dimana faktor yang paling berpengaruh dengan terjadinya hipertensi adalah faktor keluarga yang memiliki riwayat penyakit hipertensi. Maka, kemungkinan besar keturunannya (anak) rentan akan mengalami penyakit hipertensi.
ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT NOMOR 111/PID.B/2021/PN.JKT.PST) Angga Dwi Prasetyo; Edy Supriyanto; M. Amin Saleh
DELEGASI Vol 2 No 1 (2022): DELEGASI JOURNAL
Publisher : Fakultas Hukum Universitas MPU Tantular

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hukum pidana Indonesia, keadaan mabuk menjadi faktor yang relevan dalam beberapa situasi hukum. Meskipun tidak dianggap sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan pidana, pengaruh mabuk mempengaruhi penilaian hukum terhadap tingkat kesalahan dan pemberian hukuman. Pertanggungjawaban terdakwa dalam keadaan mabuk tidak dihapuskan sepenuhnya, namun pengadilan dapat mempertimbangkan kondisi mabuk sebagai faktor mitigasi untuk mengurangi hukuman. Pihak penuntut umum harus membuktikan bahwa terdakwa melakukan tindakan pidana dalam keadaan mabuk dengan bukti yang relevan dan sah. Pertimbangan terhadap tanggung jawab terdakwa dalam keadaan mabuk penting dalam proses peradilan pidana. Kondisi mabuk dapat mempengaruhi penilaian pengadilan dalam menentukan hukuman. Pembelaan atas dasar mabuk dapat digunakan sebagai strategi hukum, tetapi terdakwa harus menyajikan bukti yang kuat. Pengadilan harus memperhatikan keadilan dan objektivitas serta memastikan putusan didasarkan pada fakta dan hukum yang berlaku. Contoh putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menetapkan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana "Penganiayaan yang mengakibatkan mati" dengan hukuman penjara selama 7 tahun. Putusan ini menekankan pentingnya pertimbangan hakim yang teliti dalam mencapai putusan yang adil dan sesuai hukum. Diharapkan putusan memberikan keadilan bagi korban dan efek jera bagi terdakwa serta masyarakat untuk mencegah tindakan kriminal di masa mendatang. Prinsip bahwa setiap orang dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan juga ditegaskan.
Co-Authors Abdul Rachmad Budiono Abiyyu Anwar Rahmatullah Adianti , Istiana Afiono Agung Prasetyo Afiono Agung Prasetyo Ahmad Nur Hidayat Aliffiya Machfidho Andri Soemitra Anggi Febrian Anggi Violita Anggraini Anna Pudianti Araafi, Alif Ashfina ‘Ishmatul Husna Ashifa, Mutiara Aulia Putri, Ghizka Bashit, Nurhadi Dalillah Inas Salsabila Dalimunthe, Ni’matul Ulya Dhanty, Keysha Febri Dini Vientianty Djuztika Rahma Maharani Edy Supriyanto Ella Asri Fauziah Fadila, Nurly Fahmiron Faiza Dia Amanda Br Harahap Faiza Dia Amanda Harahap Faris, Tengku Muhammad Ghizka aulia Putri Giranza, Virgian Harahap, Reni Agustina Hasibuan, Indah Doanita Indah Rizkiqa Keysha Danty Lauchan, Agil maritho LINA SUSANTI Lubis, Irwansyah Lubis, Riska Amelia M. Amin Saleh Maulidia Khairiah Mawaddah Sri Rezeki Mayumi Ershanda Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Irsyad Fadhil Muhammad Miftah Al-Qahtani Munthe, Ni’matul Ulya Neni Vesna Madjid Nisa’ Salma Shobiro Noviana Harwiyah Ramadhani Nuraini Nuraini Nuraini Nurbaiti Nurbaiti Nurbaiti Nurly Fadila Nurly Fadila Oesraini, Daffa Diba Oesrani, Daffa Dhiba Putra MS, Saidana Wahyudi Rassarandi, Farouki Dinda Riris Aditya Sari Riris Aditya Sari Riska Amelia Lubis Risky Andreansyah Risky Andreansyah Rizma Alma Salsabila Romiza Arika Ryan Hidayat Rafiola Sakina T.A Harahap Salsabila, Fatma Saragih, Devi Herdini Sartono Joko Santoso Sheillawany, Anggun Shinta Hadiyantina Siswadi Siswadi Siti Khadijah Soares, Balbino da Conceicao Sumardiyanto, B. Tamaulina Br Sembiring Tuti Anggraini Utami, Tri Niswati Wahyudi, Saidana Putra Wiwin Mariyana Wulandari, Nabila Yulia Sari Zahara, Mila