Claim Missing Document
Check
Articles

PENGALAMAN PASIEN GANGGUAN JIWA KETIKA DIBERIKAN TERAPI GUIDED IMAGERY Selvya Hesti Andriyani; Arum Pratiwi; Eka Mutya
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 2 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.978 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v2i2.311

Abstract

Pemahaman terkait pengalaman pasien gangguan jiwa setelah diberikan terapi guided imagery merupakan hal penting karena guided imagery adalah salah satu terpai modalitas yang dianjurkan untuk digunakan dalam membantu mengubah perilaku pasien gangguan jiwa yang maladptif menajdi adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi terkait pengalaman pasien gangguan jiwa ketika guided imagery diberikan. Penelitian ini merupakan penelitian qualitatif dengan menggunakan metode narrative inquiry. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Surakarta selama 2 bulan. Total sampel berjumlah 16 pasien gangguan jiwa yang belum pernah mendapatkan terapi guided imagery dan sample diambil menggunakan teknik non-probability sampling. Data diambil menggunakan wawancara mendalam dan observasi tehadap responden. Analisis tematik adalah jenis analisis yang digunakan untuk menganalisa data tersebut. Hasil dari identifikasi tema ditemukan 2 tema utama berkaitan dengan pengalaman pasien gangguan jiwa ketika diberikan terapi guided imagery. Tema tersebut ialah resiko kekerasan terhadap orang lain dan yang kedua ialah perasaan nyaman. Kata kunci: Pengalaman, gangguan jiwa, guided imagery THE EXPERIENCE OF MENTAL ILLNESS PATIENT USING GUIDED IMAGERY RELAXATION ABSTRACTUnderstanding the experience of mental illness patient after being given guided imagery is important because guided imagery is one of suggested modality therapy that used to change the behavior of mental patients who had maladaptive behavior to be adaptive. This research aim is to explore information related to experiences of mental patients when relaxation guide imagery is performed. The study was a qualitative method with narrative inquiry method. The researcher conducted the study at Surakarta mental hospital for two months. The samples were16 mental illness patient who has never received guided imagery therapy before and was taken by non-probability sampling. The data were taken by in-depth interview and observation toward the respondent. Thematic analysis was used to analyze the data. The results of the theme identification found two main themes related to the experience of patients with mental disorders when given guided imagery therapy. Those themes are Risk for other-directed Violence and Feeling Convenience. Keywords: Experience, mental illness, guided imagery
Description of Children's Anxiety with Post Traumatic Stress Disorder as the Impact of Natural Disasters Tornado Ulfah Nur Hanifah; Arum Pratiwi
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 3 No. 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.139 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v3i2.520

Abstract

Puron Village children who experience traumatic event of a tornado manifest variety of psychological and behavioral symptoms. The phenomenon that occurs in Puron Village children after whirlwind event children experience anxiety disorders, panic and fear of cloudy clouds and rainwater when it rains. This condition will get worse if not handled properly, therefore an early detection of anxiety with PTSD is needed as a result of tornado disaster. The aim is to identify post traumatic stress disorder incidents in children affected by a whirlwind in Puron Village, Sukoharjo Regency. The method used in this research is quantitative descriptive with a survey approach. Respondents numbered 30 children using the CPSS questionnaire in which the results of the CPSS questionnaire validity test were r count 0.949 and the realiability of r count >0.648 This study used Nonprobability sampling, namely quota sampling technique. The results of this study show a picture anxiety of children with PTSD as a result whirlwind disaster of at most 7 children (23.3%) experiencing severe PTSD, and 5 girls experiencing severe PTSD. The level anxiety of PTSD children victims whirlwind disaster suffered the most severe category PTSD by 23.3% with symptoms that arise namely symptoms of Re-Experiencing symptoms, avoidance and hyperarousal.
Gambaran Kelainan Cardiovascular pada Pasien Schizophrenia: Literature Review Agustina Ika Wulandari; Arum Pratiwi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.307-316

Abstract

Kelainan kardiovakular merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian dini di seluruh dunia, dan berkontribusi besar terhadap meningkatnya biaya perawatan kesehatan, bahkan dua sampai tiga kali lipat serta mengakibatkan penurunan harapan hidup pada pasien schizophrenia. Banyak sekali kelainan atau penyakit cardiovascular yang menyertai pasien schizophrenia. Ulasan artikel ini berfokus pada kelainan cardiovascular pada pasien schizophrenia. Tujuan literature review ini untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel-artikel terkait gambaran kelainan cardiovascular pada pasien schizophrenia. Penelitian ini menggunakan metode studi literature (literature review) dengan basis data utama dalam pencarian yaitu Pubmed, Elsevier, Google Schoolar dalam jangka waktu terbit tahun 2015-2021. Artikel yang di analisis dalam penelitian berjumlah 11 artikel. Hasil penelitian menunjukkan kematian pada kelainan cardiovaskular pada pasien schizophrenia sangat tinggi dibandingkan dengan populasi schizophrenia pada umumnya (tanpa ada komorbiditas penyakit kardiovaskular). Penyakit Jantung Koroner merupakan prevalensi tertinggi kelainan cardiovascular pada pasien schizophrenia. Pada pasien schizophrenia terdapat perubahan pada bentuk dan fungsi dari jantung atau sistem kardiovaskular. Perubahan tersebut disebabkan oleh faktor risiko dan diperparah oleh obat antipsikotik, serta pengobatan kardiovaskular yang dikesampingkan.
Gambaran Faktor yang Berhubungan dengan Kelainan Cardiovascular pada Pasien Schizophrenia: Literature Review Shelvy Setyawati; Arum Pratiwi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.2.2022.317-326

Abstract

Scizophrenia merupakan gangguan jiwa berat yang menjadi permasalahan di seluruh dunia. Salah satu masalah kesehatan fisik yang dialami oleh pasien skizophrenia yaitu penyakit cardiovascular. Cardiovascular Disease meningkatkan angka kematian pada pasien skizophrenia yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan efek samping dari penggunaan obat antipsikotik. Studi literature ini bertujuan untuk membuat ringkasan tentang gambaran faktor yang berhubungan dengan kelainan kardiovaskular pada pasien skizofrenia. Basis data utama dalam pencarian yaitu Pubmed, Science Direct, dan Google scholar diteliti untuk mendapatkan makalah asli terkait dengan faktor yang berhubungan dengan kelainan cardiovascular pada scizophrenia. Jumlah artikel yang didapatkan berdasarkan judul dalam literature review ini yaitu 50 artikel dan artikel yang digunakan yaitu 14 artikel dengan kata kunci faktor resiko, kardiovaskular, merokok, sindrom metabolik dan skizofrenia. Jangka waktu termasuk artikel yang diperoleh adalah dari tahun 2016 sampai 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan penyakit cardiovascular menyumbang resiko kematian pada pasien scizophrenia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sindrom metabolik dengan prevalensi lebih tinggi pada pasien scizophrenia dibandingkan kelompok umum, diet makanan dengan asupan kalori yang berlebihan, riwayat merokok bertahun-tahun, kurangnya aktifitas fisik atau aktifitas menetap, efek jangka panjang penggunaan antipsikotik dan faktor genetik. Terdapat prevalensi penyakit cardiovascular yang tinggi pada pasien scizophrenia. Kerjasama antar tenaga kesehatan diperlukan untuk melakukan perawatan yang optimal sebagai penanganan dalam pencegahan faktor-faktor yang dapat menyebabkan kelainan cardiovascular pada pasien scizophrenia.
A Time-Motion Study in Intensive Care Unit Using Direct Care Nursing Tool Arum Pratiwi; MH Dwi Nur Arif; Wisardoyo Wisardoyo; Abi Muhlisin; Dian Hudiyawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 2 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.522 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i2.1160

Abstract

In Nursing, direct care assessment is one of the significant components of nurse performance appraisal and workload identification. The study's purpose is to compare time-motion and the need for direct nursing action between junior and senior nurses in the intensive care unit. This study was conducted for three months in an intensive care unit for 30 nurses. Six investigators observed each nursing direct care action applied by the 34 nurses. Data were collected using the daily log form, then analyzed using descriptive statistics and inferential statistic was independent t test. 35 types of natural care nursing were observed from 30 nurses listed in a nursing daily log. The longest mean time is personal hygiene, with an average time of 14.33 minutes. The shortest average time is respiratory therapy using a nebulizer with a mean of 1.43 minutes. The minimum nursing hours per patient day is 365 minutes (6.08 hours), and the maximum time is 542 minutes (9.03 hours) per day. Direct care means the score is 495 minutes (7.82 hours per day). This study found no significant differences in spending times between senior and junior nurses with t = 0.038, p = 0.970. This study found that the direct nursing action in the intensive care unit is related to nurse workload; this requires the same time for each type of nursing action.
Pemberdayaan kader berbasis educational and community based program dalam upaya pencegahan penyakit jantung Dian Hudiyawati; Abi Muhlisin; Arum Pratiwi; Sulastri Sulastri; Kartinah Kartinah; Reni Kartika Sari; Intan Roesyati
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i3.10736

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Salah satu penyebab tingginya prevalensi penyakit jantung adalah gaya hidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Upaya pencegahan faktor risiko penyakit jantung telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di setiap desa. Permasalahan mitra (Desa Gedongan di wilayah Puskesmas Baki Sukoharjo) yaitu masih terbatasnya kegiatan pencegahan penyakit jantung berupa pengendalian hipertensi pada lansia. Kegiatan pencegahan lain belum dilaksanakan seperti upaya pengendalian merokok, perubahan pola hidup sehat melalui pemenuhan zat gizi, aktivitas, manajemen stres. Hal ini belum dilakukan karena keterbatasan kemampuan kader untuk memberikan edukasi tersebut sehingga kegiatan kader masih sangat bergantung pada Puskesmas. Melihat permasalah dan pentingnya peningkatan kemampuan kader terkait pencegahan penyakit jantung maka Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bermaksud untuk memberikan pendampingan pelatihan pencegahan penyakit jantung pada kader agar kader dapat menjadi pelopor kesehatan atau role model serta dapat membentuk masyarakat yang peduli terhadap kesehatan jantung. Kata Kunci: pemberdayaan kader, penyakit tidak menular, penyakit jantung, preventif
Peningkatan Pengetahuan Tentang Kategori Pasien Gangguan Jiwa Pada Perawat Melalui Metode Simulasi Arum Pratiwi; Juli Muhamad Kartiko; Devita Maharani; Nurlaila Fitriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengkatagorian pasien dengan metode simulasi terhadap tingkat pengetahuan perawat di rumah sakit jiwa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah preeksperimental before after study. Jumlah sampel yang terlibat 68 perawat dengan kriteria minimal berlatar belakang sarjana dan sudah bekerja satu tahun. Kuesioner tingkat pengetahun berjumlah 20 item dengan rentang jawaban satu dan dua yang kesimpulan akhirnya menggunakan tiga area presentil yaitu baik, cukup dan kurang. Kuesioner diberikan pada responden sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan ceramah dan simulasi yaitu praktik bersama mengkatagorikan pasien berdasar kasus gangguan jiwa. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon. Hasil penelitian ini menemukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sebelum pelatihan 31,3 dan sesudah pelatihan 72,1; Selanjutnya uji perbedaan tingkat pengetahuan mempunyai probability -7,281 dengan nilai siknifikansi 0,001 yang bisa disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah intervensi; oleh karena itu disarankan bahwa dalam pelatihan di bidang keperawatan selain ceramah sebaiknya dikombinasi dengan metode simulasi.
Peningkatan Kemampuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di SMP Negeri 1 Miri dengan Metode Simulasi Arief Wahyudi Jadmiko; Wiwin Winarti; Chandra Triwahyud; Arum Pratiwi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.183 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.207

Abstract

ABSTRACTInjuries caused by accidents in children have increased. The most frequent place to cause an accident that is at home and school environment. Children are vulnerable to accident, high curiosity and the inability of children to analyze risks in every activity is a frequent cause of accidents. Improper first aid causes worsening injuries and death threats. An effort needs to be made to improve the ability of lay people in providing theoretical first aid, skill and confidence level. This activity aims to improve the ability of theoretical, skill and level of confidence in conducting the management of first aid in an accident. The method that is done is by using the method of simulation and evaluation learning with pretest and posttest method. The result of this activity is simulation method have positive impact to knowledge, skill and level of self confidence of participant in helping casualty by accident. This is known from the acquisition of theoretical value and the prakek of the participants at the postest level compared with the pretest valueKeywords: first aid in accident, simulation, injury, child ABSTRAKCedera yang disebabkan oleh kecelakaan pada anak mengalami peningkatan. Tempat yang paling sering menyebabkan terjadinya kecelakaan yaitu dirumah dan dilingkungan sekolah. Anak merupakan usia yang rentan dengan kejadian kecelakaan, keingintahuan yang tinggi dan ketidakmampuan anak dalam menganalisa resiko dalam setiap aktifitasnya merupakan hal yang sering menyebabkan kecelakaan. Pertolongan pertama yang tidak sesuai menyebabkan bertambah parahnya cedera yang terjadi dan ancaman kematian. Perlu suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan penolong awam dalam memberikan pertolongan pertama secara teoritik, skill dan tingkat kepercayaan diri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ssecara teoritik, skill dan kesadaran/ tingkat kepercayaan diri dalam melakukan penatalaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi dan evaluasi dengan metode pretest dan posttest. Adapun hasil dari kegiatan ini yaitu metode simulasi mempunyai dampak positif terhadap pengetahuan, skill dan tingkat kepecayaan diri peserta dalam menolong korban dengan kecelakaan. Hal ini diketahui dari hasil perolehan nilai teori dan prakek peserta saat postest yang dibandingkan dengan nilai pretest.Kata Kunci: pertolongan pertama pada kecelakaan, simulasi, cedera, anak
A Time-Motion Study in Intensive Care Unit Using Direct Care Nursing Tool Arum Pratiwi; MH Dwi Nur Arif; Wisardoyo Wisardoyo; Abi Muhlisin; Dian Hudiyawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 2 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.522 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i2.1160

Abstract

In Nursing, direct care assessment is one of the significant components of nurse performance appraisal and workload identification. The study's purpose is to compare time-motion and the need for direct nursing action between junior and senior nurses in the intensive care unit. This study was conducted for three months in an intensive care unit for 30 nurses. Six investigators observed each nursing direct care action applied by the 34 nurses. Data were collected using the daily log form, then analyzed using descriptive statistics and inferential statistic was independent t test. 35 types of natural care nursing were observed from 30 nurses listed in a nursing daily log. The longest mean time is personal hygiene, with an average time of 14.33 minutes. The shortest average time is respiratory therapy using a nebulizer with a mean of 1.43 minutes. The minimum nursing hours per patient day is 365 minutes (6.08 hours), and the maximum time is 542 minutes (9.03 hours) per day. Direct care means the score is 495 minutes (7.82 hours per day). This study found no significant differences in spending times between senior and junior nurses with t = 0.038, p = 0.970. This study found that the direct nursing action in the intensive care unit is related to nurse workload; this requires the same time for each type of nursing action.
Penatalaksanaan Okupasi Terapi DalamAktivitas Menggunakan Beha Dengan Konsep Bobath Pada Pasien Stroke Hemiparesis Sinistra Di Klinik Sasana Husada E. R. N, Hidayati,; Pratiwi, Arum; Aliya, Rita
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke is brain attack due to vascular injury that can damage the brain permanently because of neurologist disorder. The purpose of this intervention is to improve patient's ability to wear bras according to Occupation Therapy's view. The method that will be used to improve the patient ability who suffer from function disorder, movement, and control due to the lesion in the central nerve system is Bobath Concept. By giving eight times intervention, it can be seen that there is improvement postural control and less pain in the shoulder area when it moved. The result of this shows that there is no improvement yet in patient ability wearing bra because of fracture experienced by the patient.
Co-Authors Abi Muhlisin Agus Sudaryanto Agustina Ika Wulandari Akbar, Faliza Aidul Alfianti, Ade Leta Aliya, Rita Ambarwati, Okki Chandra An Nuuru, Hakim Rasyid Ana Oktarisa Andriyani, Selvya Hesti Arief Wahyudi Jadmiko Arif Widodo Ariyanto, Fajar Athallah, Ilham Iqbal Budi Kristanto Devita Maharani Dian Hudiyawati Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dwi Ari, Purwaningtyas Lisa E. R. N, Hidayati, Eka Mutya Eka Nurhayati Enita Dewi Farid, Abdul Fitri, Aan Dwi Auliya Ganesa Gita Ayu Cahyani Hamyana Hari Kusnanto Hastara Dewi, Kenwi Hastono, Heru Puji Hemi Nursita Hudiawati, Dian Intan Roesyati Juli Muhamad Kartiko Kartiko, Juli Muhamad Kartinah Laksono Trisnantoro Lidiana, Exda Hanung maharani, arlin oktavika Maharani, Devita MH Dwi Nur Arif Muhammad Afandi Mulyono Mulyono Noor Alis Setiyadi Nugroho, Agustaria Budi Nugroho, Rino Ardhian Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani nurmalasari, khani Nursita, Hemi P, Lita Hardyati Panggah Widodo Parjiyana Parjiyana Parjiyana Parjiyana, Parjiyana Putra, Adam Zegy Herlambang Raden Mohamad Herdian Bhakti Reni Kartika Sari Riswaka Sudjaswadi Rita Tri Subekti Rochmad - S. Sugiharto Sahuri Teguh kurniawan, Sahuri Teguh Saikhu, M. Saraswati, Kristanti Indah Selvya Hesti Andriyani Selvya Hesti Andriyani Setyorini, Fitri Ariani Shelvy Setyawati Sri Lestari Sri Mulyani Suasa Sugiharto Sujiyanti, Sujiyanti Sukotjo, Ivanda Andinar Sulastri Suryadi, Tatang Susilowati, Arlyn Dewi Syamsul Arifin Ulfah Nur Hanifah Umi Budi Rahayu Wahyudi, Chandra Tri Winarti, Wiwin Wisardoyo Wisardoyo Wiyoga, Aryasatya Cahya Wulandari, Niken Yuni Yuli Novitasari