Claim Missing Document
Check
Articles

Beberapa Faktor yang Menyebabkan Kekambuhan Pasien Gangguan Jiwa Ganesa Gita Ayu Cahyani; Arum Pratiwi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.10129

Abstract

ABSTRACT  The recurrence rate in patients with mental disorders is very high, this is related to the increasing prevalence of mental disorders reported by national basic health research. It is important to conduct research related to the components associated with this increased prevalence. The purpose of this study was to determine several factors that cause recurrence in patients with mental disorders. This research is a quantitative type of research that uses a narrative descriptive design with a quota sampling technique. The research sample is 30 people. The data collection method used was a semi-structured open-ended questioner. The results showed that the description of the characteristics of the majority of respondents was female with an age range of 32-50 years and the highest level of education was Elementary School, totaling 10 people. Respondents cared for patients for a maximum of 5-10 years. As for the results of this study, several factors cause recurrence in patients with mental disorders due to the lack of timely administration of drugs that make patients prone to relapse. Conclusion: The cause of recurrence in people with mental disorders is caused by several factors. Future research can develop more in-depth research related to broader factors that can cause relapse in patients with mental disorders so that it is hoped that families can also understand these factors so that relapses experienced by patients can be reduced or even no recurrence Keyword: Mental Disorders, Relapse, Medication Adherence.  ABSTRAK  Angka kekambuhan pada pasien gangguan jiwa sangat tinggi, hal ini terkait dengan prevalensi jumalah gangguan jiwa yang semakin meningkat yang dilaporkan oleh riset kesehatan dasar nasional.  Penting untuk melakukan penelitian terkait komponen yang berhubungan dengan meningkatnya prevalensi ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beberapa faktor  yang menyebabkan kekambuhan pasien gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif yang menggunakakn desain deskriptif naratif dengan teknik quota sampling. Sampel penelitian berjumlah 30 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan semi strukture open-ended questioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran karakteristik responden mayoritas perempuan dengan rentang usia 32-50 tahun dan tingkat pendidikan paling banyak yaitu Sekolah Dasar yang berjumlah 10 orang. Responden merawat pasien paling lama 5-10 tahun. Adapun hasil dari penelitian ini, beberapa faktor yang menyebabkan kekambuhan pada pasien dengan gangguan jiwa karena kurang tepat waktu dalam memberikan obat sehingga membuat pasien mudah mengalami kekambuhan. Penyebab kekambuhan pada penderita gangguan jiwa disebabkan beberapa faktor. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian lebih luas terkait faktor yang dapat menyebabkan kekambuhan pada pasien dengan gangguan jiwa sehingga diharapkan keluarga juga dapat memahami faktor-fakor tersebut agar kekambuhan yang dialami pasien dapat menurun bahkan tidak terjadi kekambuhan. Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Kekambuhan, Kepatuhan Minum Obat
Efektivitas Terapi Musik sebagai Intervensi Mengontrol Halusinasi Pendengaran: Case Report An Nuuru, Hakim Rasyid; Pratiwi, Arum
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.297-304

Abstract

Peran perawat dalam terapi psikososial pada pasien gangguan jiwa sangat penting. Salah satu terapi psikososial yang digunakan pada pasien dengan halusinasi pendengaran adalah terapi musik. Terapi musik  kemungkinan bisa  menciptakan perubahan dalam perilaku dan suasana hati , mengurangi stres,  dan kecemasan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik dalam mengendalikan  kekambuhan pada pasien halusinasi dengar pada pasien gangguan jiwa. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre-experimental before after study. Responden  dalam penelitian ini berjumlah  5 dengan kriteria dewasa, menjalani rawat inap minimal 3 hari, dirawat di ruang sub-acute, dan mempunyai gejala halusinasi dengar. Intervensi yang dilakukan dengan memberikan terapi music klasik dengan durasi 15 menit setiap hari selama satu minggu. Hasil : hasil analisis didapatkan rerata pada kondisi pre test adalah 4.20 (0.837) dan rerata pada post test adalah 2.20 (0.447), hal tersebut menunjukan perbedaan rata-rata responden sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan selisih rata-rata sebesar 2.0 dengan tingkat kepercayaan 1.122-2.878. Hasil analisis P-value diperoleh nilai signifikansi 0.003 (<0.05). Kesimpulan : Intervensi berupa terapi musik yang diberikan kepada pasien dengan halusinasi pendengaran dapat secara efektif membantu mengontrol frekuensi halusinasi dengar.
Pelatihan kader dalam deteksi dini gangguan jiwa pada keluarga di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten sukoharjo Fitriani, Nurlaila; Pratiwi, Arum; Widodo, Arif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 1 No 2 (2022): JPMJ Vol 1 No 2 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.349 KB) | DOI: 10.47218/jpmj.v1i2.229

Abstract

Pelayanan kesehatan pada ODGJ berat sesuai standar bagi psikotik akut/Skizofrenia meliputi pemeriksaan kesehatan jiwa yang meliputi pemeriksaan status mental dan wawancara, edukasi kepatuhan minum obat dan rujukan jika diperlukan. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo menginformasikan kepada penulis jumlah orang yang menderita gangguan jiwa pada tahun 2019 cukup besar yaitu sebanyak 2230 kasus penderita gangguan jiwa. Dari data Puskesmas Ngadirejo, pada tahun 2019 sebanyak 138 penderita gangguan jiwa (profil Kesehatan Kab. Sukoharjo, 2019) Hal ini merupakan sebuah permasalahan keluarga apabila pasien sering mengalami kekambuhan berulang. Deteksi dini kesehatan jiwa merupakan bentuk intervensi untuk keluarga maupun klien yang merupakan bagian dari terapi psikososial. Tujuan dari program ini adalah menambah pengetahuan tentang gangguan jiwa pada kader sehingga diharapkan kader dapat turut serta dalam mendeteksi, merujuk dan mengunjungi orang dengan gangguan jiwa yang pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkan fungsi keluarga. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan di kelurahan ngadirejo kartasura dengan melibatkan perawat penanggung jawab Kesehatan jiwa, para kader dan stakeholder berupa pihak dari LSM yang terlibat dan juga pihak dari rumah sakit jiwa daerah arief zainudin Surakarta.
The Relationship of Farmers Characteristics and Perception of the Occupational Health and Safety (OHS) Application in Farming Activities in Wonosalam District, Jombang Regency, East Java Farid, Abdul; Pratiwi, Arum; Fitri, Aan Dwi Auliya
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 2 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.096 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v7i2.26974

Abstract

The majority of residents of Wonosalam Subdistrict are farmers who are at high risk of having health problems due to interactions with hazardous materials, such as pesticides. The implementation of occupational safety and health (K3) which is still low triggers the occurrence of accidents and diseases in farmers that have an impact on performance degradation so that it can cause losses. The aim of this study to find out the relationship between farmers 'characteristics and farmers' perceptions in the application of K3 in Wonosalam District, Jombang Regency by using descriptive quantitative methods. Observation variables include age, level of education, training, length of farming, income, land status and land area on perceptions of OHS application. The data used are primary data obtained from 98 farmers using a questionnaire. Analysis of the data used in this study is thecorrelation analysis Spearman Rank. The results showed that the characteristics of farmers associated with farmers' perceptions in applying OSH were the level of education and training. While the characteristics of farmers who are not related to the perception of farmers in the application of OSH are age, length of farming, income, land status and land area.
Penggunaan Berbagai Macam Biopestisida Pada Tindakan Preventif Dan Kuratif Terhadap Ulat Daun (Plutella xylostella) Pada Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa subsp chinensis) P, Lita Hardyati; Hamyana, Hamyana; Pratiwi, Arum
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.576 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.426

Abstract

Tanaman sawi pakcoy merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Desa Wonorejo, Lawang. Plutella xylostella adalah salah satu hama utama tanaman ini. Larva merusak tanaman saat umur 2 minggu sampai 4 minggu, dengan memakan permukaan bawah daun tanaman sampai pada kerusakan berat sehingga tanaman tidak dapat tumbuh optimal ataupun dijual penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai biopestisida pada tindakan preventif dan kuratif terhadap P.xylostella telah dilakukan dari bulan april samapi juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah berbagai bipestisida P1= umbi gadung, P2= daun mimba, P3= daun pepaya, P4= daun sirsak. Faktor kedua adalah sisem tindakan T1= tindakan preventif dan T2= tindakan kuratif. Masing-masing dengan 5 kali ulangan. Parameter pada tindakan preventif adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun terserang , kemunculan hama, bobot basah per perlakuan dan bobot basah per satuan tanaman. Parameter pada tindakan kuratif adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun rusak, perkembangan hama, bobot basah per perlakuan dan bobot basah per satuan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pestisida nabati umbi gadung dengan dosis optimum 15ml/liter berpengaruh terhadap kemunculan ulat daun pada tindakan preventif dan perkembangan hama pada tindakan kuratif. Dari masing-masing sistem tindakan berpengaruh terhadap produksi tanaman sawi pakcoy. Penggunaan pestisida nabati umbi gadung dosis optimum 15ml/liter pada tindakan preventif memberikan pengaruh terbaik. Kata kunci— Biopestisida, Kuratif, Pakcoy, Plutella xylostella, Preventif
Penggunaan Ekstrak Daun Kirinyuh Dan Lama Perendaman Untuk Memperpanjang Masa Simpan Cabai Rawit Wulandari, Niken Yuni; Suryadi, Tatang; Pratiwi, Arum
AGRIEKSTENSIA Vol 18 No 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.933 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.429

Abstract

Ekstrak daun kirinyuh dapat dimanfaattkan untuk mempertahankan kesegaran produk sayuran karena mengandung senyawa steroid yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan pada produk hortikultura terutama sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kirinyuh pada cabai rawit dan lama perendaman yang terbaik untuk memperpanjang masa simpan cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium TPHP Politeknik Pembangunan Pertanian Malang pada bulan April - Mei 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama perlakuan konsentrasi ekstrak daun kirinyuh I0 = 0%, I1= 25%, I2 = 50%, I3 = 75%, I4 = 100% dan faktor yang kedua faktor lama perendaman J0 = 1 detik, J1 = 10 menit, J2 = 20 menit, J3 = 30, J4 = 40 menit. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan dilakukan sebanyak 5 kali pada parameter warna, kesegaran dan tekstur cabai rawit yang telah diberikan perlakuan yaitu pada 5 HSP, 8 HSP, 12 HSP, 15 H SP, dan 19 HSP. Hasil penelitian memenunjukkan konsentrasi ekstrak daun kirinyuh 25% berpengaruh untuk mempertahankan warna buah cabai rawit, namun lama perendaman tidak berpengaruh pada warna buah cabai rawit, sedangkan untuk mempertahankan kesegaran dan tekstur dibutuhkan konsentrasi sebesar 25% dan perendaman selama 20 menit. Kata kunci— Daun kirinyuh, lama perendaman, cabai rawit, masa simpan, pengawetan.
The effect of batik occupational therapy on reducing hallucination symptoms in schizophrenia patients Akbar, Faliza Aidul; Pratiwi, Arum
Science Midwifery Vol 12 No 6 (2025): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i6.1818

Abstract

Hallucinations are the main symptom in patients with schizophrenia. Based on several studies found that most patients with schizophrenia experience hallucinations. One of the modality therapies to reduce hallucinations in patients with schizophrenia is occupational therapy. This study aims to determine the effect of batik occupational therapy on reducing signs of hallucination symptoms. This type of research is descriptive with a before after study approach. The sample of this study amounted to five patients with adult patient criteria, treated at least the fifth day, hearing voices and cooperative. The data analysis used is the paired t test. The results of the analysis showed that the average percentage of the five subjects after being given batik occupational therapy was a score of 3.6 (45%) from an average score of 4.4 (55%) to a score of 5 (100%), and there was a difference in auditory hallucinations between pretest and posttest scores in schizophrenia patients with a t of -3.930 and a P value of 0.002. The conclusion of this study is that batik occupational therapy can successfully reduce the symptoms of auditory hallucinations.
Psychosocial therapy model to reduce anxiety levels in hemodialysis patients Ariyanto, Fajar; Pratiwi, Arum; Hudiyawati, Dian
MEDISAINS Vol 22, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v22i3.23788

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) is a global health issue that significantly impacts the quality of life of patients undergoing hemodialysis. Anxiety is one of the common psychological challenges faced by these patients. While various studies have addressed psychological and social interventions, most have focused on only one aspect, such as family support or psychological therapy, without considering the biological, social, and spiritual needs simultaneously. No research has integrated all these dimensions into a holistic approach.Purpose: This study aims to develop and evaluate a holistic nursing management model that combines all of these aspects to reduce anxiety levels for hemodialysis patients.Methods: This study used a mixed-method approach with an action research design. It was conducted at the Klaten Islamic Hospital. The population in the study was patients undergoing hemodialysis; as many as 15 patients participated in this study. The holistic nursing module was tested in five sessions, each lasting 15-30 minutes. Anxiety levels were measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) before and after the intervention.Results: The study's results showed that the average level of anxiety in patients before the intervention was 35.13±3.22; after the intervention, it decreased to 24.87±1.68 (p<0.001).Conclusion: The application of the holistic nursing management model effectively reduced anxiety levels in hemodialysis patients.
Dampak terapi handicraft ‘meronce’ terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran Alfianti, Ade Leta; Pratiwi, Arum
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.771

Abstract

Background: Hallucinations are a typical symptom of schizophrenia characterized by impaired sensory perception, so that sufferers will feel unreal sensations. One therapy to reduce the frequency of hallucinations is distraction by doing handicraft stringing activities, namely handicraft activities carried out by stringing or arranging materials, such as beads, seeds, or other materials using rope or thread. Purpose: To determine the effect of handicraft stringing therapy on reducing the frequency of auditory hallucinations. Method: Pre-experimental research with a before-after study design, the number of samples used was 5 patients selected through observation and interviews. The sample inclusion criteria were aged 20-59 years, hospitalized for at least 3 days in the sub-acute room, and experiencing auditory hallucinations and being cooperative. Patients were given therapy in the form of making meronce handicrafts for 3 days in 1 week with a duration of 30 minutes. Results: All patients were male, Muslim, the patient's education was elementary school to high school graduates, 3 patients were married, and 2 patients were single and worked as farmers, laborers, students, and unemployed. Paired sample test analysis, the average frequency of pre-test hallucinations was 31.60 and post-test was 23.00 with an average difference of 8.6 and a confidence level between 6.717-10.483. Conclusion: Handicraft bead therapy applied to patients with auditory hallucinations effectively helps reduce the frequency and control the recurrence of hallucinations.   Keywords: Craft Therapy; Hallucination; Hearing; Stringing; Schizophrenia.   Pendahuluan: Halusinasi adalah gejala khas skizofrenia yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori, sehingga penderita akan merasakan sensasi yang tidak nyata. Salah satu terapi untuk menurunkan frekuensi halusinasi adalah distraksi dengan cara melakukan kegiatan handicraft meronce, yaitu kegiatan kerajinan tangan yang dilakukan dengan menyusun atau merangkai bahan-bahan, seperti manik-manik, biji-bijian, atau bahan lainnya menggunakan seutas tali atau benang. Tujuan: Untuk mengetahui dampak terapi handicraf meronce terhadap penurunan frekuensi halusinasi pendengaran. Metode: Penelitian pre-experimental dengan desain before-after study, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 5 pasien dipilih melalui observasi dan wawancara. Kriteria inklusi sampel yaitu berusia 20-59 tahun, menjalani rawat inap minimal 3 hari di ruang subacute, dan mengalami halusinasi pendengaran dan kooperatif. Pasien diberikan terapi berupa membuat kerajinan tangan meronce selama 3 hari dalam 1 minggu dengan durasi 30 menit. Hasil: Seluruh pasien berjenis kelamin laki-laki, beragama islam, pendidikan pasien tamatan SD hingga SMA,  3 pasien berstatus menikah, dan 2 pasien lajang serta bekerja sebagai petani, buruh, pelajar dan tidak bekerja. Analisis paired sample test, rata-rata frekuensi halusinasi pre-test adalah 31.60 dan post-test adalah 23.00 dengan selisih rata-rata sebesar 8.6 dan tingkat kepercayaan antara 6.717-10.483. Simpulan: Terapi handicraft meronce yang diterapkan pada pasien dengan halusinasi pendengaran secara efektif membantu menurunkan frekuensi dan mengendalikan kekambuhan halusinasi.   Kata Kunci: Halusinasi; Meronce; Pendengaran; Skizofrenia; Terapi Handicraft.
Peningkatan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Jantung: A Narrative Review Article Nursita, Hemi; Pratiwi, Arum
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i1.11916

Abstract

Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskuler yang mengakibatkan tingginya angka mortalitas, morbiditas, dan berdampak secara finansial. Pengalaman pasien gagal jantung menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan perawatan mandiri. Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh pasien merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting untuk meningkatkan motivasi bagi pasien selain informasi yang didapatkan dari pelayanaan kesehatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengambarkan perawatan diri yang dapat dilakukan pada pasien gagal jantung untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Kualitas hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, derajat NYHA, dan manajemen diri. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara perawatan diri dengan peningkatan kualitas hidup. Perawatan diri yang dapat dilakukan pada pasien gagal jantung antara lain teratur minum obat, olahraga secara rutin, dan menurunkan konsumsi garam dalam diet. Terdapat peningkatan kualitas hidup pada pasien gagal jantung yang melakukan perawatan diri secara mandiri. Pasien gagal jantung perlu diberikan metode perawatan diri yang beragam, agar kualitas hidup pasien gagal jantung dapat meningkat sehingga pasien memiliki harapan hidup yang lebih baik.
Co-Authors Abi Muhlisin Agus Sudaryanto Agustina Ika Wulandari Akbar, Faliza Aidul Alfianti, Ade Leta Aliya, Rita Ambarwati, Okki Chandra An Nuuru, Hakim Rasyid Ana Oktarisa Andriyani, Selvya Hesti Arief Wahyudi Jadmiko Arif Widodo Ariyanto, Fajar Athallah, Ilham Iqbal Budi Kristanto Devita Maharani Dian Hudiyawati Dina Mayasari Dina Mayasari, Dina Dwi Ari, Purwaningtyas Lisa E. R. N, Hidayati, Eka Mutya Eka Nurhayati Enita Dewi Farid, Abdul Fitri, Aan Dwi Auliya Ganesa Gita Ayu Cahyani Hamyana Hari Kusnanto Hastara Dewi, Kenwi Hastono, Heru Puji Hemi Nursita Hudiawati, Dian Intan Roesyati Juli Muhamad Kartiko Kartiko, Juli Muhamad Kartinah Laksono Trisnantoro Lidiana, Exda Hanung maharani, arlin oktavika Maharani, Devita MH Dwi Nur Arif Muhammad Afandi Mulyono Mulyono Noor Alis Setiyadi Nugroho, Agustaria Budi Nugroho, Rino Ardhian Nurlaila Fitriani Nurlaila Fitriani nurmalasari, khani Nursita, Hemi P, Lita Hardyati Panggah Widodo Parjiyana Parjiyana Parjiyana Parjiyana, Parjiyana Putra, Adam Zegy Herlambang Raden Mohamad Herdian Bhakti Reni Kartika Sari Riswaka Sudjaswadi Rita Tri Subekti Rochmad - S. Sugiharto Sahuri Teguh kurniawan, Sahuri Teguh Saikhu, M. Saraswati, Kristanti Indah Selvya Hesti Andriyani Selvya Hesti Andriyani Setyorini, Fitri Ariani Shelvy Setyawati Sri Lestari Sri Mulyani Suasa Sugiharto Sujiyanti, Sujiyanti Sukotjo, Ivanda Andinar Sulastri Suryadi, Tatang Susilowati, Arlyn Dewi Syamsul Arifin Ulfah Nur Hanifah Umi Budi Rahayu Wahyudi, Chandra Tri Winarti, Wiwin Wisardoyo Wisardoyo Wiyoga, Aryasatya Cahya Wulandari, Niken Yuni Yuli Novitasari