Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Antibacterial Potential of Red Betel Leaf (Piper crocatum) Extract for Women’s Reproductive Health Pakpahan, Amkani Angelita; Bazura, Hughes; Susanto, Rafli; Hutabarat, Theresia Saurina Febriadella; Manda, Yutha N; Pratiwi, Nanda
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7286

Abstract

This study looks at how red betel (Piper crocatum) extract can help keep women's reproductive health in good condition using natural methods. The research used a descriptive qualitative approach, mainly by looking at existing scientific articles and data from journals and databases between 2015 and 2025. The focus was on finding out which active ingredients are in red betel, how they fight bacteria, and why they might be useful in preventing infections in the female reproductive system. The research shows that red betel has compounds like flavonoids, alkaloids, tannins, and phenolics that work together to stop harmful bacteria from growing, especially Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. These compounds fight bacteria in several ways, such as breaking down the bacterial cell walls, stopping important enzymes from working, and messing up the bacteria's energy processes. Studies also show that using red betel in the form of a decoction can help reduce symptoms like vaginal discharge while keeping the good bacteria in the vagina balanced. Compared to man-made antiseptics, red betel has similar antibacterial effects but causes less irritation and is less likely to lead to bacteria becoming resistant. This makes it a promising option for a safe and eco-friendly natural alternative in feminine hygiene and women's health care. More research is needed to find the best way to extract these compounds and to test their effectiveness through proper clinical studies.
Hubungan Asupan MSG dan Makanan Cepat Saji terhadap Fungsi Hormon serta Gangguan Sistem Reproduksi pada Mahasiswa Fauziah, Ennita; Nura S, Alfi; Salsabilah, Talita; Denisa, Rifka; Damaiyani, Damaiyani; Pratiwi, Nanda
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7242

Abstract

Perubahan pola konsumsi mahasiswa di era modern menyebabkan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan bahan tambahan seperti monosodium glutamat (MSG) yang berdampak pada fungsi hormon dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara asupan MSG dan makanan cepat saji terhadap fungsi hormon serta gangguan sistem reproduksi mahasiswa. Metode yang digunakan ialah studi literatur deskriptif kualitatif dengan menganalisis berbagai hasil penelitian dari jurnal nasional dan internasional lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil kajian, konsumsi MSG berlebih dapat memicu stres oksidatif yang mengganggu sumbu hipotalamus–hipofisis–gonad (HHG), menurunkan kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron, serta mengganggu siklus menstruasi dan kualitas sperma. Makanan cepat saji yang tinggi lemak, gula, dan garam berkontribusi terhadap resistensi insulin dan ketidakseimbangan metabolik yang berdampak pada gangguan hormon seks. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat menyebabkan dismenore, penurunan kesuburan, dan disfungsi hormonal jangka panjang. Sebagai solusi, mahasiswa disarankan untuk mengurangi konsumsi MSG dan makanan cepat saji, meningkatkan asupan makanan bergizi seimbang yang kaya antioksidan seperti buah dan sayuran, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga teratur dan manajemen stres guna menjaga fungsi hormon dan sistem reproduksi tetap optimal.