Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF THE EFFECT OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (OSH) ON ROAD ASPHALT WORKERS IN PONTIANAK CITY Hasan, Ishak; Elvira, Elvira; Priadi, Eka; Nurhayati, Nurhayati; Widodo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v23i3.64474

Abstract

The implementation of infrastructure activities, whether in the form of building construction or road construction, always requires and involves a large number of workers, construction activity organizers, especially service providers or contractors who have a workforce of various levels directly related to the field, especially workers in the area are very vulnerable to occupational safety and Health, especially in road paving work in cities, where asphalted roads are roads with high and dense vehicle traffic. For this reason, the authors conducted an Analysis of the Effect of Occupational Safety and Health on Road Paving Workers in Pontianak City.All data must first be tested for data validity and reliability using the statistical program SPSS Version 26 to find out the analysis results. The data processing method uses quantitative methods. Then the Author will carry out a regression analysis so that it can be seen to what extent the influence of hazard and risk identification safety at work on occupational risk control, occupational safety, and health programs on road paving work in the city of Pontianak, as well as to find out the dominant factors that determine the value of occupational risk control.  
ANALISIS KESTABILAN LERENG AKIBAT FLUKTUASI MUKA AIR TANAH PADA RUAS JALAN SIMPANG PINTAS "“ SAYAN KABUPATEN MELAWI Frengky, Frengky; Rustamaji, R. M.; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i2.59202

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas dan memiliki beragam variasi topografi permukaan tanah disetiap daerahnya. Pembangunan jaringan jalan di Indonesia sering dikerjakan pada wilayah yang memiliki topografi yang curam. Hal ini membuat kemungkinan longsor pada lereng atau tebing yang berada di jaringan jalan. Wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat juga memiliki resiko terjadi longsor, khususnya di ruas jalan simpang pintas "“ Sayan. Pengaruh muka air tanah sangat berpotensi menurunkan faktor keamanan pada lereng karena tentunya air di dalam tanah memberikan beban yang lebih besar pada lereng dan juga mengurangi nilai momen penahan pada lereng, sehingga longsor biasanya terjadi ketika hujan atau pasca hujan lebat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dilakukan penelitian dan penulisan tesis ini adalah untuk menganalisis kestabilan lereng pada ruas Jalan Simpang Pintas "“ Sayan terhadap pengaruh perbedaan tinggi muka air tanah serta meninjau keefektifan perkuatan yang direncanakan dan menganalisis faktor keamanan menggunakan metode analisa program komputerisasi. Analisa yang digunakan dalam kajian ini yakni metode analisa program komputerisasi dengan program PLAXIS 8.6. Dari hasil analisa metode program komputerisasi, potongan lereng yang dikaji masih dalam kondisi aman. Semakin rendah muaka air tanah, semakin besar angka Faktor Keamanan lereng. Perkuatan lereng yang dipilih yaitu menggunakan dinding penahan tanah berupa bronjong adalah pilihan yang tepat, sebab berdasarkan hasil analisa perhitungan, material bronjong memenuhi nilai faktor keamanan, baik faktor keamanan eksternal maupun internal yang berupa faktor keamanan terhadap guling (overturning stability) dan faktor keamanan terhadap geser (sliding stability).
PENINGKATAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG DENGAN PERLAKUAN GEJALA ELEKTROKINETIK Firmansyah, -; Rustamaji, R.M.; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i1.42739

Abstract

Elektrokinetik adalah suatu   gelaja akibat dari medan   listrik melalui media porus.  Medan listrik dihubungkan dengan ditimbulkan    arus listrik searah (DC) secara langsung, yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki peningkatan tahanan friksi suatu model fondasi tiang pancang ditanah lunak dengan pengaruh perlakuan gejala elektrokinetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemancangan dilakukan dengan pengaruh gejala     elektrokinetik dengan kuat arus dan waktu tertentu, berturut-turut meningkatkan daya dukung tanah. Rata-rata peningkatan daya dukung tiang tunggal yaitu untuk waktu tunggu 3 hari sebesar284,679 kg, waktu tunggu 7 hari sebesar 348,443 kg, dan waktu tunggu 15 hari sebesar 380,918 kg.
PERGERAKAN HORIZONTAL TANAH YANG TERJADI AKIBAT PROSES PERCEPATAN KONSOLIDASI METODE VACUUM + PVD + PHD + PRELOADING PADA PEKERJAAN PERPANJANGAN RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL SUPADIO Junaidi, Lalu Muhamad; Priadi, Eka; Widodo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i1.50469

Abstract

Kondisi tanah yang sangat lunak area Bandara Supadio,   pekerjaan perbaikan tanah yang berbatasan langsung dengan runway existing serta metode perbaikan tanah lunak yang menggunakan kombinasi Pre-fabricated Vertical Drain (PVD) + Pre-fabricated Horizontal Drain (PHD) + vacuum + preloading merupakan metode yang belum pernah diaplikasikan pada pekerjaan-pekerjaan diarea Bandara Supadio, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap dampak pergerakan horizontal yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya proses percepatan konsolidasi tersebut. Penelitian dilakukan terhadap dua modul yang berdekatan dengan kedalaman pemancangan PVD yang berbeda, yaitu modul-2 dari sta. 2+520 s/d 2+600 dengan kedalaman PVD 13 m dan modul-1A sta 2+520 s/d 2+460 dengan kedalaman PVD 10 m. Berdasarkan hasil penelitian dengan alat inclinometer diperoleh hasil bahwa proses percepatan konsolidasi dengan vacuum menyebabkan adanya pergerakan arah horizontal pada area sekitar dengan hasil yang berbeda antara kedua modul.
KAJIAN AKSESIBILITAS PADA INFRASTRUKTUR PERDESAAN DI KECAMATAN PURING KECANA KABUPATEN KAPUAS HULU Hermiyati, Rosita; Widodo, Slamet; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v21i1.59189

Abstract

 Penelitian ini dilakukan dikecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat pada 3 desa yaitu Desa Langau, Desa Sei Mawang dan Desa Sei. Dengan memperhatikan rekapitulasi hasil analisa serta analisa nilai aksesibilitas jalan masing-masing indikator yang mempengaruhinya maka dapat diketahui urutan Prioritas Nilai Aksesibilitas Infrastruktur Di Kecamatan Puring Kencana dimana Desa Langau memiliki nilai aksesibilitas tertinggi yaitu sebesar 14,1874, dilanjutkan ke urutan kedua berada di Desa Sungai Mawang dengan nilai aksesibilitas yaitu 13,2949, dan selanjutnya yang berada diurutan terakhir berada di Desa Sungai Antu dengan nilai aksesibilitas yaitu 9,1997. Sehingga dapat ditarik suatu hasil akhir bahwa infrastruktur yang memiliki nilai aksesibilitas terbesar adalah Desa Sungai Mawang. Sehingga apabila pemerintah setempat ingin memperbaiki infrastruktur desa yang ada maka Desa Sungai Mawang merupakan desa yang menjadi prioritas utama, yang artinya dengan perbandingan keadaan infrastruktur sebelum dan sesudah perbaikan maka infrastruktur Desa Sungai Mawang akan memberikan manfaat yang besar bagi pengguna infrastruktur tersebut, apabila infrastruktur tersebut ditingkatkan.
PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DAS KAPUAS KOTA SEKADAU KABUPATEN SEKADAU Anwar, Rosihan; Priadi, Eka; Faisal, Ahmad
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.9 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.20649

Abstract

Kota Sekadau yang merupakan Ibukota Kabupaten Sekadau adalah kota yang terletak di tepian sungai besar yaitu   Sungai Kapuas dan Sungai Sekadau dimana kondisi hidrologisnya sangat dipengaruhi oleh tofografi kota yang sangat datar di utara dan barat serta bergelombang hingga perbukitan di bagian timur dan selatan. Belasan anak sungai yang mengalir di wilayah Kota Sekadau sebagian besar bermuara ke Sungai Kapuas dimana ditepian sungai tersebut sering terjadi bencana longsor, yang   dapat merusak infrastruktur   seperti jalan, jembatan dan rumah-rumah penduduk. Lokasi Rawan bencana longsor yang akan diteliti hanya pada lima desa di tepian sungai pada DAS Kapuas Kota Sekadau khususnya : Desa Seraras, Desa Merapi , Desa Seberang Kapuas, Desa Tanjung dan Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir yang menurut BPBD Kabupaten Sekadau pernah mengalami bencana tanah longsor. Penentuan daerah kerawanan tanah longsor dilakukan berdasarkan beberapa parameter yaitu : kemiringan lereng, penutupan lahan, erodibilitas tanah, curah hujan, lokasi longsor dan faktor keamanan. Masing-masing parameter tersebut dilakukan pembobotan atau pemberian nilai yang mempunyai pengaruh terhadap terjadinya tanah longsor, semakin besar nilai bobot yang diberikan artinya semakin memiliki kepekaan terhadap terjadinya tanah longsor. Berdasarkan pembobotan tersebut lokasi rawan longsor dibagi menjadi empat kategori yaitu ; sangat rawan, rawan, cukup rawan dan tidak rawan. Yang termasuk dalam Lokasi Sangat Rawan (Katagori Pertama ) adalah lokasi pada tepian sungai di   Desa Seraras dengan panjang sekitar 250,877 meter, lokasi pada tepian sungai di Desa Seberang Kapuas dengan panjang sekitar 549,970 meter, lokasi sebagian besar tepian sungai di Desa Mungguk dengan panjang sekitar 1338,920 meter, lokasi pada tepian sungai di Desa Merapi ( Dusun Merapi 1, 2 dan 3) dengan panjang sekitar 2198,09 meter, lokasi sebagian besar tepian sungai di Desa Tanjung dengan panjang sekitar 1765,690 meter. Untuk Lokasi Rawan (Kategori Kedua) adalah lokasi pada tepian sungai di   Desa Seraras dengan panjang sekitar 970,078 meter, lokasi sebagian kecil tepian sungai di Desa Seberang Kapuas dengan panjang sekitar 435,61 meter, lokasi sebagian kecil tepian sungai di Desa Mungguk dengan panjang sekitar 146,34 meter, lokasi pada tepian sungai di Desa Merapi ( Dusun Merapi 1, 2 dan 3) dengan panjang sekitar 1493,49 meter. Yang termasuk dalam Lokasi Cukup Rawan (Kategori Tiga ) adalah lokasi pada tepian sungai di Desa Merapi ( Dusun Merapi   2) dengan panjang sekitar 416,54 meter.   Kata kunci : Pemetaan , kerawanan longsor, kemiringan lereng, penutupan lahan, erodibilitas tanah, curah hujan, lokasi longsor , faktor keamanan
Failure Study of Concrete Pile Structures on Riverbanks in Singkawang Raihan, Nabila Nur; Priadi, Eka; Rustamaji, Rustamaji
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i1.86536

Abstract

Urban infrastructure development often faces geotechnical challenges, especially around rivers, where concrete piles are used to reinforce riverbanks. The stability of concrete piles is highly dependent on proper planning, construction, and maintenance, which is influenced by the quality of materials, construction methods, and environmental conditions. This study aims to determine the value of embedment depth (D) in concrete piles under normal conditions and when bearing embankment loads. The research was conducted on sheet piles on both sides of the river between Jalan Alianyang and Jalan Tani, Singkawang. Primary data used were the field and laboratory test results, including testing the physical and mechanical properties of the soil, while secondary data were obtained from the Regional Development Planning Agency (BAPEDDA). The results showed that the 8.577 m long sheet pile had an embedment depth (D) value of 4.917 m under normal conditions. However, the sheet pile collapsed when it withstood the embankment load of 65.374 kN/m ² due to dredging using an excavator. Based on the analysis, the sheet pile that can withstand the load requires a length of 12.555 m with an embedment depth (D) of 8.895 m.
ANALYSIS OF SLOPE STABILITY DUE TO ILLEGAL GOLD MINING IN BENGKAYANG REGENCY Saputra, Andrianus; Priadi, Eka; Rustamaji, Rustamaji
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i1.76179

Abstract

Illegal gold mining is extracting gold without a formal license from the government or competent authority. It presents a significant environmental and geological challenge in Bengkayang Regency, Indonesia. This practice, carried out without proper authorization or adherence to safety regulations, is recognized as a significant cause of slope instability in the area.This study analyzes slope stability from unlicensed gold mining in Kinande Village, Bengkayang Regency. It uses manual Fellenius calculations and Geo Studio/Geo Slope 2023 software to determine the Safety Factor (SF) for potential landslides, assuming circular landslide planes are unaffected by earthquakes.Laboratory tests revealed varying soil types and properties at these points, impacting shear strength and slope stability. Loamy soils exhibit high cohesion but low internal friction, making them susceptible to instability. Sandy soils lack cohesion and rely on particle friction. Shear strength parameters like cohesion (c) and internal friction angle (φ) are critical in assessing slope stability. The study employed the Fellenius method and Geo Studio 2023 software to analyze slope stability, with safety factor (SF) results indicating potential hazards. Mining in plain areas showed favorable SF values (1.5), suggesting activity safety. Conversely, mining in mountainous and watercourse areas exhibited lower SF values (1.5), indicating instability and safety risks. Recommendations include stratified mining practices to maintain stable slopes and ensure miner safety. This research contributes to understanding geohazards and proposes measures for enhanced safety, environmental sustainability, and regulatory governance in mining areas. Understanding and analyzing these factors are crucial for the stability and safety of geotechnical projects, ensuring balanced shear stress and shear strength for slope stability.
KAJIAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PERKOTAAN KETAPANG BERBASIS TATA RUANG (Studi Kasus Kawasan Kumuh Nelayan Delta Pawan Harsusani, -; Priadi, Eka; Elvira, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.228 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.26973

Abstract

Penataan dan penanganan lingkungan permukiman kumuh kota meliputi perencanaan sarana hunian, prasarana dan sarana lingkungan serta utilitas umum yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan perumahan perkotaan yang besrsih, indah, harmonis dan ramah.  Kajian yang akan diterapkan dalam penataan permukiman yang berlokasi di Kota Ketapang Kecamatan Delta Pawan Khususnya Kelurahan Sampit, adalah Pengembangan Permukiman Perkotaan kawasan kumuh nelayan yang tertata rapi dan indah serta layak huni di lingkungan permukiman kelas masyarakat berpenghasilan rendah seperti nelayan yang mana sesuai dengan kebijakan kebijakan tata ruang. Dengan merancang pengembangan permukiman yang ideal dan layak huni serta ramah terhadap lingkungan diharapkan dapat mengurangi tingkat hunian kekumuhan, semerautan, pencemaran lingkungan, polusi udara, limbah masyarakat dan pemanasan global yang sekarang ini menjadi masalah di dunia. Untuk konsep tatanan kawasan pada zoning kawasan daerah sarana dan prasarana di tempatkan ditengah - tengah kawasan perumahan. Dalam perancangan sistem sirkulasi kawasan kumuh nelayan, memisahkan antara sirkulasi jalan buat kendaraan roda 2 (dua) baik sepeda dan pejalan kaki akan di bangun diantara rumah penduduk dengan sungai beserta dermaga tambahan kapal nelayan. Dengan memberikan akses pejalan kaki yang khusus di setiap sepanjang tepian sungai, maka para pejalan kaki akan merasakan aman dan nyaman, selain itu juga dapat digunakan sebagai tempat berolahraga. Pada kajian perkembangan pemukiman ini menggunakan konsep waterfront city. Waterfront city dapat berperan mengendalikan suasana sehingga mempengaruhi kenyamanan bagi manusia, seperti pengontrol suh, angin,   serta kelembaban suatu kawasan.  Kata kunci :   Tata Ruang, kumuh, dan aksesbilitas.
KAPASITAS DAYA DUKUNG PROTOTIPE PONDASI TIANG AKIBAT DARI PENGARUH GEJALA ELEKTROOSMOSIS Edy, Edy; Rustamaji, R.M.; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i1.44540

Abstract

Pertumbuhan pembangunan memaksa kebutuhan akan ruang untuk infrastruktur semakin meningkat, tetapi seperti diketahui bahwa tanah di daerah Pontianak memiliki nilai daya dukung yang relatif kecil sehingga salah satu solusi untuk meningkatkan daya dukung tanah tersebut adalah dengan stabilisasi tanah. Ada beberapa metode stabilisasi tanah lunak, yaitu metode stabilisasi kimia, metode hidrolis (dewatering), metode grouting, dan banyak lagi metode lainnya. Metode lain yang tidak umum digunakan adalah metode yang memanfaatkan gejala-gejala elektrokinetik. Metode stabilisasi tanah secara hidrolis ini diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan yang dihadapi terkait daya dukung tanah yang kurang baik di Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tiang dengan perlakuan elektrokinetik dan tiang tanpa perlakuan elektrokinetik. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode elektrokinetik berhasil memberikan peningkatan daya dukung dikarenakan gejala-gejala elektrokinetik berupa gejala elektroosmosis, elektromigrasi, elektroforesis, dan streaming potensial selama proses perlakuan elektrokinetik yang menimbulkan pengaruh sementasi, koagulasi, dan akhirnya meningkatkan tegangan efektif tanah dan juga dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan daya dukung dengan perlakuan elektrokinetik dapat memberikan hasil yang lebih maksimal ketika menggunakan kuat arus yang lebih besar ketimbang menggunakan perlakuan elektrokinetik dengan waktu tunggu yang lebih lama.
Co-Authors - Aprianto - Bashori - Firmansyah - Herwin - Mislan - Sutrisno -, Sopian A’an, Andreas Abu Bakar Alwi Abubakar Alwi Ade Iwan Kurniawan, Ade Iwan Ahmad Faisal Ahmad Faisal Ahmad Sadri Ahmad, Faisal Al Anshori, Rifki Alfiansyah, Indra Alkautsar Saputra Alyani, Alifa Innasa Andi, Uray Ferry Andria, Tya ANDRIANUS SAPUTRA Apriani, Fastiwi Aprianto - Aprianto . Aprianto, - Aprianto, . Apriyanto ., Apriyanto Apriyanto, - Ardhana, Praditya Ardi, Rosihan Ashari, Fahmi Nur Asriyardi, Ibnu Aswandi . Aswandi, - Atikah, Dewi Ayu Aprillia Azami, Fikri Irfanil Budhi Purwoko, Budhi Chairul Huda, Chairul Chakim, Abdul Chari Asroy Hasibuan Dennery ., Dennery Desi Alfianti Eduard Asna Padagi, Eduard Asna Edy Edy Efan Hidayat Elvira Elvira Elvira, - Fajar Andhika Fauzi, Harfian Fendy Oktavianto Firmalisa Maulina, Firmalisa Fitri Imansyah Fitria, Lia frengky, frengky Grossbia, Danny Gunarto, Danang Gusti Aisamuddin Gusti Zulkifli Mulki Harbin Simbolon Harsusani, - Heni Pujiastuti Herwani . Irfiansyah . Ishak Hasan Iskandar, Victor Otto Ivan sujana Ivan Sujana Jaka, - Jhon Ulik Siahaan Junaidi, Lalu Muhamad Juniardi, Fitri Kahfi, Muhammad Ashhabul Kameistu, Ponsianus Karo-Karo, Ilham Kharisma Dewi Khrisna Catur Wibawa Komala Erwan Kurniadi, Gabriel Roy Leonova, Leonova Mansyur M, Mansyur Maryono, Ady Meliyani, Winda Melza Hirsafitri Muhammad Nur Ilham Muharram, Dian Murad, Murad Murwanto, Yohanes Naim, . Natal Gloria Leo Rencus Purba Noveicalistus H Djanggu Novita, Arisia Nurhayati Nurhayati P. S, Albert Allowenda Pamungkas, Arie Perdana, Aryadika Putra Prastiya, Chandra Puji Febry Mindartin Putri, Famelga Clea R M Rustamaji R. M. Rustamaji R. M. Rustamaji, R. M. R.M. Rustamaji Rahmahwati, Ratih Raihan, Nabila Nur Ratna Herawatiningsih Ridho, Abdul Haris Rifaldi, Muhammad Arif Rivaldy, Arya Robie Asta Rosihan Anwar, Rosihan Rosita Hermiyati Rustamadji . RUSTAMAJI RUSTAMAJI Rustamaji, - Rustamaji, R.M Rustamaji, R.M. Rustamaji, Raden Mas Rustamaji2, R. M. Sahabung, Elvinanda Putra Sandan, Michael Abong Saputra, Nanda Zulna Septianto, Septianto Sherly Kurnia Silvia Uslianti Simorangkir, August Patria Sinambela, David Michael Siregar, Yustika Handayani Sitompul, Irwan Tridayanto Slamet Widodo Suhendi, Redi Sujana, Ivan - Sukaryanto . Supianto, Agus Sutria Hartiwi Sutrisna, Dedy Tri Wahyudi Utomo, Kiki Prio Utomo, Marsudi Vivi Bachtiar Wahyu Adi Tama A Wulan Hidayah Zanjabil, Ananda Anggiat Zulkipli ., Zulkipli