Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KONSELING KESEHATAN MENTAL: SOLUSI MODERN UNTUK MEMBANTU INDIVIDU BERTAUBAT Muttaqin, Reza; Fauziah, Mira; Zalikha, Zalikha; Jarnawi, Jarnawi
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 3 No 1 (2023): CONS-IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v4i2.1024

Abstract

Research shows that repentance can help individuals overcome various mental health problems, such as anxiety, depression, and guilt. Mental health counseling can play an important role in increasing awareness of repentance and assisting individuals in the process of repentance. Purpose of the Study This study aims to understand the role of mental health counseling in increasing awareness of repentance in Islam. This study uses a library research method by reviewing literature related to repentance, mental health, and counseling in the context of Islam. The data sources used include books, scientific journals, and scientific articles. The results of the study indicate that repentance and mental health have a close relationship. Repentance can help individuals achieve optimal mental health, and mental health counseling can assist individuals in the process of repentance. Mental health counseling can help individuals by: Assessing the individual's psychological condition, providing appropriate counseling and guidance services, helping individuals understand the root of their problems, increasing individual self-awareness, developing individual coping skills, strengthening individual faith, helping individuals to make a repentance plan. Conclusion, repentance and mental health counseling are two important elements in achieving optimal mental and spiritual health. By combining the two, individuals can find solutions to the psychological problems they face and live a more positive and meaningful life
The Role of Wilayatul Hisbah in Enforcing Order on Juvenile Deviant Behavior: A Qualitative Study in Banda Aceh Munif, Aqil; Jarnawi, Jarnawi; NK, Mahdi
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (July - December)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v5i2.68230

Abstract

This study aims to describe the role of the Wilayatul Hisbah in regulating deviant activities among adolescents in the Blang Padang Field area of Banda Aceh and to identify the inhibiting factors in the implementation of such enforcement. Deviant activities in this context include behaviors that contradict Islamic sharia norms, such as promiscuity, violations of dress codes, and activities potentially leading to juvenile delinquency. This research employs a qualitative approach, with data collected through observations, in-depth interviews with Wilayatul Hisbah officers, community leaders, and adolescents in the area, as well as document analysis. The findings reveal that the Wilayatul Hisbah plays a strategic role as a sharia law enforcement body through routine patrols, guidance programs, and preventive measures. However, the effectiveness of these efforts is hindered by a shortage of personnel, limited operational budgets, and resistance from certain groups of adolescents. These findings underscore the importance of synergy among the Wilayatul Hisbah, families, educational institutions, and the wider community to foster a social environment that supports adolescent character development in accordance with Islamic values.
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS XII DI MADRASAH ALIYAH 3 PIDIE Akmili, Urfia; Jarnawi, Jarnawi; Azhari, Azhari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.6769

Abstract

ABSTRACT Negative student behaviors, such as tardiness, truancy,classroom disruptions, use of harsh language, and low learning motivation, remain a challenge at Madrasah Aliyah 3 Pidie and require systematic handling through individual counseling services. This study aims to describe the implementation of individual counseling services in addressing the negative behavior of class XII students and evaluate its effectiveness in changing student behavior. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with the principal, Guidance and Counseling (BK) teachers, and students, supported by documentation studies. The individual counseling process is carried out through stages of problem identification, exploration, intervention, follow-up planning, evaluation, and monitoring of progress. The results showed that individual counseling services are effective in reducing students' negative behavior. This is indicated by an increase in student discipline from 40% to 75% and a decrease in undisciplined behavior from 60% to 25%. These findings are in line with the client-centered counseling approach which emphasizes empathy, unconditional acceptance, and the counselor's authenticity in helping students understand and manage their behavior. This research confirms that individual counseling services not only function curatively, but also have a preventive and developmental role in shaping student character. ABSTRAK Perilaku negatif siswa, seperti keterlambatan, membolos, keributan di kelas, penggunaan bahasa kasar, serta rendahnya motivasi belajar, masih menjadi tantangan di Madrasah Aliyah 3 Pidie (MAN 3 Pidie) dan memerlukan penanganan yang sistematis melalui layanan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan konseling individu dalam menangani perilaku negatif pada siswa kelas XII, serta mengevaluasi efektifitasnya terhadap perubahan perilaku siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa kelas XII yang telah mengikuti layanan konseling individu, serta di dukung oleh studi dokumentasi. Proses layanan konseling individu di laksanakan meluli tahapan identifikasi masalah, eksplorasi, interfensi, perencanaan tindak lanjut, evaluasi, dan pemantauan perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu efektif dalam mengurangi perilaku negatif siswa. Hal ini di tunjukkan oleh peningkatan kedisiplinan siswa dari 40% menjadi 75% serta perubahan perilaku tidak disiplin dari 60% menjadi 25%. Temuan ini sejalan dengan pendekatan client-centered counsiling yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam membantu siswa memahami dan mengelola perilakunya. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan konseling individu tidak hanya berfokus secara kuratif, tetapi juga memiliki peran preventif dan developmental dalam membentuk karakter siswa.
SOSIALISASI PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI KECAKAPAN BERMEDIA SOSIAL DI GAMPONG LATONH, KABUPATEN NAGAN RAYA Nurarafah Nurarafah; Jarnawi; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dampak positifsekaligus negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak negatif yang semakin seringterjadi adalah cyberbullying, yaitu tindakan perundungan yang dilakukan melaluimedia digital. Cyberbullying dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, danemosional, khususnya pada remaja dan masyarakat yang belum memiliki kecakapanbermedia sosial yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat GampongLatonh, Kabupaten Nagan Raya, mengenai pencegahan cyberbullying melaluipenguatan kecakapan bermedia sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi,diskusi interaktif, dan penyampaian materi edukatif terkait etika bermedia sosial,jenis-jenis cyberbullying, serta langkah pencegahannya. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakatmengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial sertakemampuan mengenali dan mencegah perilaku cyberbullying. Kegiatan inidiharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang amandan sehat di tingkat gampong
SOSIALISASI PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI KECAKAPAN BERMEDIA SOSIAL DI GAMPONG LATONH, KABUPATEN NAGAN RAYA Nurarafah Nurarafah; Jarnawi; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dampak positifsekaligus negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak negatif yang semakin seringterjadi adalah cyberbullying, yaitu tindakan perundungan yang dilakukan melaluimedia digital. Cyberbullying dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, danemosional, khususnya pada remaja dan masyarakat yang belum memiliki kecakapanbermedia sosial yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat GampongLatonh, Kabupaten Nagan Raya, mengenai pencegahan cyberbullying melaluipenguatan kecakapan bermedia sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi,diskusi interaktif, dan penyampaian materi edukatif terkait etika bermedia sosial,jenis-jenis cyberbullying, serta langkah pencegahannya. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakatmengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial sertakemampuan mengenali dan mencegah perilaku cyberbullying. Kegiatan inidiharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang amandan sehat di tingkat gampong
MEMAHAMI KESIAPAN MENTAL CALON PENGANTIN: STUDI KASUS EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRANIKAH Jessica Amanda Putri; Jarnawi Jarnawi; Reza Muttaqin Reza Muttaqin
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Iktibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i1.116

Abstract

Bimbingan Pra-Nikah yang masih belum benar-benar memahami tugasnya sebagai suami istri setelah menikah. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mengetahui proses pelaksanaan Bimbingan Pra-Nikah di kantor urusan agama (KUA). Kedua untuk mengetahui kemampuan Calon Pengantin dalam memahami materi Bimbingan Pra-Nikah di KUA. Ketiga untuk mengetahui apa saja faktor dukungan dan hambatan pelaksanaan Bimbingan Pra-Nikah di KUA Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Metedologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode dektiptif analisis. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan informan dalam penelitian ini, yaitu peserta Bimbingan Pra-Nikah. Subjek dari penelitian ini sebanyak 11 responden, terdiri dari satu orang Kepala KUA, dua orang penyuluh agama dan delapan orang Catin Bimbingan Pra-Nikah di KUA Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbingan Pra-Nikah sangat penting untuk dilaksanakan bagi para calon pengantin yang akan menikah. Bimbingan Pra-Nikah ini sangat memudahkan para peserta catin untuk mengetahui tugas-tugasnya berumah tangga. Bimbingan merupakan pemberian bantuan kepada seseorang atau kelompok dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam penyesuaian diri terhadap tuntunan hidup.
Pola Asuh Authoritarian Terhadap Perilaku Oppositional Defiant Disorder Menurut Pandangan Islami (Studi Gampong Ateuk Anggok Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar) Maisarah Maisarah; Jarnawi; Syaiful Indra
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/4m0sha64

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pola asuh otoritarian terhadap perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD) dalam perspektif Islami, Perilaku ini muncul sebagai ekspresi dari kondisi batin dan biasanya tampak dalam sikap, ucapan, maupun tindakan sehari-hari, yang didasarkan pada fenomena meningkatnya perilaku emosional anak seperti membangkang, mudah marah, dan sulit dikendalikan, Perilaku emosional yang tidak terkontrol dan berlangsung terus-menerus dapat mengarah pada gangguan seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD), salah satu penyebabnya pola asuh orang tua, khususnya pola asuh otoritarian. Pola asuh otoriter merupakan bentuk pengasuhan yang menekankan pada kontrol dan pengawasan ketat dari orang tua, dengan tujuan agar anak bersikap tunduk dan patuh terhadap aturan. Dalam pola ini, orang tua cenderung bersikap memaksa, keras, dan kaku, serta menetapkan berbagai aturan yang harus dipatuhi tanpa mempertimbangkan perasaan maupun kebutuhan anak. Ketika anak bertindak tidak sesuai dengan harapan, orang tua biasanya merespons dengan emosi atau kemarahan. Oleh karena itu, pola asuh otoriter kerap dipandang berpotensi menghambat perkembangan emosional dan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, dengan Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber data  diperoleh  dari  Al-Qur’an,  hadis,  literatur ilmiah dan  hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola asuh otoritarian dapat memunculkan perilaku ODD pada anak, seperti sikap membangkang, agresif, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Faktor penyebab penerapan pola asuh ini meliputi kurangnya pengetahuan orang tua tentang pola asuh alternatif, pengalaman masa lalu, tekanan sosial budaya, serta kondisi psikologis dan ekonomi keluarga. Dalam perspektif Islam, pola asuh yang ideal tidak hanya menekankan pada kedisiplinan, tetapi juga harus  disertai dengan kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, serta pembiasaan nilai- nilai keimanan dan akhlak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh otoritarian yang tidak diimbangi dengan pendekatan emosional dan nilai-nilai Islami dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, diperlukan pola asuh yang seimbang antara ketegasan dan kasih sayang untuk mencegah munculnya perilaku ODD serta membentuk karakter anak yang lebih baik. Kata Kunci: Pola Asuh Otoritarian, Oppositional Defiant Disorder (ODD), Perilaku Anak.
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP SANTRI DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Nurarafah, Nurarafah; Jarnawi; Arnita; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence against children and adolescents is a serious problem that can occur in various environments, including religious-based educational institutions. Santri, as a vulnerable age group, need adequate understanding of the forms, impacts, and prevention efforts of sexual violence. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students at Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh regarding the prevention of sexual violence through socialisation and education activities. The methods used include counseling, interactive discussions, and question and answer sessions with students. The results of the activity showed an increase in the santri's understanding of the types of sexual violence, how to protect themselves, and the importance of reporting to trusted parties. This activity is expected to be a preventive measure in creating a safe, comfortable, and fair dayah environment for all santri
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP SANTRI DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Nurarafah, Nurarafah; Jarnawi; Arnita; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence against children and adolescents is a serious problem that can occur in various environments, including religious-based educational institutions. Santri, as a vulnerable age group, need adequate understanding of the forms, impacts, and prevention efforts of sexual violence. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students at Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh regarding the prevention of sexual violence through socialisation and education activities. The methods used include counseling, interactive discussions, and question and answer sessions with students. The results of the activity showed an increase in the santri's understanding of the types of sexual violence, how to protect themselves, and the importance of reporting to trusted parties. This activity is expected to be a preventive measure in creating a safe, comfortable, and fair dayah environment for all santri
PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU AL-FITYAN SCHOOL ACEH TERHADAP PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING MAHASISWA Nufus, Zakiyyatun; Jarnawi, Jarnawi; Andriyani, Juli
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1256

Abstract

Kehadiran mahasiswa praktikum lapangan bimbingan dan konseling islam di SMPIT Al-Fityan School Aceh diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya dinamika pelaksanaan layanan konseling disekolah  melalui peningkatan antusiasme siswa. Namun, terdapat kesenjangan yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat keterbukaan siswa, yang ditandai dengan sikap tertutup dan pasif siswa selama sesi konseling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa SMPIT Al-Fityan School Aceh terhadap mahasiswa praktikum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  deskrpitif. Subjek penelitian adalah siswa yang menerima praktikum layanan konseling, penentuan subjek dilakukan melalui teknik non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik utama yaitu, wawancara semi tersrtuktur, dan dokumentasi. Analisis data manggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan konseling bersifat beragam dan dipengaruhi oleh kualitas interaksi awal serta penguasaan keterampilan attending mahasiswa. Layanan konseling memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman diri, pengendalian emosi, dan kemampuan pemecahan masalah, namun keterbukaan siswa masih rendah karena kurangnya kehangatan hubungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi melalui penguatan keterampilan attending, peningkatan kedekatan interpersonal, penggunaan komunikasi yang adaptif, refleksi melalui supervisi serta pembekalan yang sistematis sebelum praktik lapangan.