Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Role of Wilayatul Hisbah in Enforcing Order on Juvenile Deviant Behavior: A Qualitative Study in Banda Aceh Munif, Aqil; Jarnawi, Jarnawi; NK, Mahdi
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (July - December)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v5i2.68230

Abstract

This study aims to describe the role of the Wilayatul Hisbah in regulating deviant activities among adolescents in the Blang Padang Field area of Banda Aceh and to identify the inhibiting factors in the implementation of such enforcement. Deviant activities in this context include behaviors that contradict Islamic sharia norms, such as promiscuity, violations of dress codes, and activities potentially leading to juvenile delinquency. This research employs a qualitative approach, with data collected through observations, in-depth interviews with Wilayatul Hisbah officers, community leaders, and adolescents in the area, as well as document analysis. The findings reveal that the Wilayatul Hisbah plays a strategic role as a sharia law enforcement body through routine patrols, guidance programs, and preventive measures. However, the effectiveness of these efforts is hindered by a shortage of personnel, limited operational budgets, and resistance from certain groups of adolescents. These findings underscore the importance of synergy among the Wilayatul Hisbah, families, educational institutions, and the wider community to foster a social environment that supports adolescent character development in accordance with Islamic values.
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS XII DI MADRASAH ALIYAH 3 PIDIE Akmili, Urfia; Jarnawi, Jarnawi; Azhari, Azhari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.6769

Abstract

ABSTRACT Negative student behaviors, such as tardiness, truancy,classroom disruptions, use of harsh language, and low learning motivation, remain a challenge at Madrasah Aliyah 3 Pidie and require systematic handling through individual counseling services. This study aims to describe the implementation of individual counseling services in addressing the negative behavior of class XII students and evaluate its effectiveness in changing student behavior. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with the principal, Guidance and Counseling (BK) teachers, and students, supported by documentation studies. The individual counseling process is carried out through stages of problem identification, exploration, intervention, follow-up planning, evaluation, and monitoring of progress. The results showed that individual counseling services are effective in reducing students' negative behavior. This is indicated by an increase in student discipline from 40% to 75% and a decrease in undisciplined behavior from 60% to 25%. These findings are in line with the client-centered counseling approach which emphasizes empathy, unconditional acceptance, and the counselor's authenticity in helping students understand and manage their behavior. This research confirms that individual counseling services not only function curatively, but also have a preventive and developmental role in shaping student character. ABSTRAK Perilaku negatif siswa, seperti keterlambatan, membolos, keributan di kelas, penggunaan bahasa kasar, serta rendahnya motivasi belajar, masih menjadi tantangan di Madrasah Aliyah 3 Pidie (MAN 3 Pidie) dan memerlukan penanganan yang sistematis melalui layanan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan konseling individu dalam menangani perilaku negatif pada siswa kelas XII, serta mengevaluasi efektifitasnya terhadap perubahan perilaku siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa kelas XII yang telah mengikuti layanan konseling individu, serta di dukung oleh studi dokumentasi. Proses layanan konseling individu di laksanakan meluli tahapan identifikasi masalah, eksplorasi, interfensi, perencanaan tindak lanjut, evaluasi, dan pemantauan perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu efektif dalam mengurangi perilaku negatif siswa. Hal ini di tunjukkan oleh peningkatan kedisiplinan siswa dari 40% menjadi 75% serta perubahan perilaku tidak disiplin dari 60% menjadi 25%. Temuan ini sejalan dengan pendekatan client-centered counsiling yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam membantu siswa memahami dan mengelola perilakunya. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan konseling individu tidak hanya berfokus secara kuratif, tetapi juga memiliki peran preventif dan developmental dalam membentuk karakter siswa.
SOSIALISASI PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI KECAKAPAN BERMEDIA SOSIAL DI GAMPONG LATONH, KABUPATEN NAGAN RAYA Nurarafah Nurarafah; Jarnawi; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dampak positifsekaligus negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak negatif yang semakin seringterjadi adalah cyberbullying, yaitu tindakan perundungan yang dilakukan melaluimedia digital. Cyberbullying dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, danemosional, khususnya pada remaja dan masyarakat yang belum memiliki kecakapanbermedia sosial yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat GampongLatonh, Kabupaten Nagan Raya, mengenai pencegahan cyberbullying melaluipenguatan kecakapan bermedia sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi,diskusi interaktif, dan penyampaian materi edukatif terkait etika bermedia sosial,jenis-jenis cyberbullying, serta langkah pencegahannya. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakatmengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial sertakemampuan mengenali dan mencegah perilaku cyberbullying. Kegiatan inidiharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang amandan sehat di tingkat gampong
SOSIALISASI PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI KECAKAPAN BERMEDIA SOSIAL DI GAMPONG LATONH, KABUPATEN NAGAN RAYA Nurarafah Nurarafah; Jarnawi; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Saweu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa dampak positifsekaligus negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak negatif yang semakin seringterjadi adalah cyberbullying, yaitu tindakan perundungan yang dilakukan melaluimedia digital. Cyberbullying dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, danemosional, khususnya pada remaja dan masyarakat yang belum memiliki kecakapanbermedia sosial yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat GampongLatonh, Kabupaten Nagan Raya, mengenai pencegahan cyberbullying melaluipenguatan kecakapan bermedia sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi,diskusi interaktif, dan penyampaian materi edukatif terkait etika bermedia sosial,jenis-jenis cyberbullying, serta langkah pencegahannya. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakatmengenai pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial sertakemampuan mengenali dan mencegah perilaku cyberbullying. Kegiatan inidiharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang amandan sehat di tingkat gampong
MEMAHAMI KESIAPAN MENTAL CALON PENGANTIN: STUDI KASUS EFEKTIVITAS PROGRAM BIMBINGAN PRANIKAH Jessica Amanda Putri; Jarnawi Jarnawi; Reza Muttaqin Reza Muttaqin
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Iktibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v3i1.116

Abstract

Bimbingan Pra-Nikah yang masih belum benar-benar memahami tugasnya sebagai suami istri setelah menikah. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mengetahui proses pelaksanaan Bimbingan Pra-Nikah di kantor urusan agama (KUA). Kedua untuk mengetahui kemampuan Calon Pengantin dalam memahami materi Bimbingan Pra-Nikah di KUA. Ketiga untuk mengetahui apa saja faktor dukungan dan hambatan pelaksanaan Bimbingan Pra-Nikah di KUA Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Metedologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode dektiptif analisis. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan informan dalam penelitian ini, yaitu peserta Bimbingan Pra-Nikah. Subjek dari penelitian ini sebanyak 11 responden, terdiri dari satu orang Kepala KUA, dua orang penyuluh agama dan delapan orang Catin Bimbingan Pra-Nikah di KUA Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbingan Pra-Nikah sangat penting untuk dilaksanakan bagi para calon pengantin yang akan menikah. Bimbingan Pra-Nikah ini sangat memudahkan para peserta catin untuk mengetahui tugas-tugasnya berumah tangga. Bimbingan merupakan pemberian bantuan kepada seseorang atau kelompok dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam penyesuaian diri terhadap tuntunan hidup.
Peran Ustazah dalam Mengembangkan Coping Stres pada Santri Tahfiz Dayah Ummul Qura Kecamatan Tanah Jambo Aye Mahera, Ulfa; Zain, Arifin; Jarnawi, Jarnawi
Journal of Contemporary Islamic Counselling Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan Konseling Islam (PABKI) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/jcic.v6i1.1259

Abstract

Students of the Islamic memorization program at Ummul Qura Islamic boarding school experience various academic pressures that can lead to stress. This pressure arises when students experience difficulty memorizing, are unable to achieve memorization targets, and face dense learning activities in the Islamic boarding school environment. This condition requires students to have good stress coping skills in order to be able to manage the pressure experienced adaptively. In this context, the role of ustazah as educators and mentors is very important in helping students develop stress coping skills during the process of memorizing the Qur'an. This study aims to determine the forms of stress experienced by Islamic memorization students, the stress coping strategies used, and the role of ustazah in developing stress coping for students at Ummul Qura Islamic boarding school, Tanah Jambo Aye District, North Aceh Regency. The scope of the study focuses on the experiences of stress among Islamic memorization students and the role of ustazah in providing guidance, mentoring, and emotional and spiritual support. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of 2 ustazah and 6 Islamic memorization students selected through a purposive sampling technique. Data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students experience stress in the form of academic, emotional, physical, and behavioral pressure. To overcome this stress, students use problem-focused coping, emotion-focused coping, and spiritual coping strategies. In addition, the female teacher acts as a guide, motivator, and role model through a personal approach, emotional support, and reinforcement of spiritual values that help students manage stress and maintain emotional balance during the process of memorizing the Quran.
The Experiences of Adolescents in Building Self-Control in Huta III Nagori Manik Maraja, Sidamanik District, Simalungun Regency sekar asyfa ayuningtias; Jarnawi Jarnawi; Juli Andriyani
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 9, No 1 (2026):Vol. 9, No. 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v9i1.8003

Abstract

Adolescence is a period filled with various challenges, during which individuals begin to build their identity and learn to regulate themselves. One of the crucial aspects that adolescents need to possess is the ability to exercise self-control, which includes regulating thoughts, emotions, and behaviors in accordance with the positive values surrounding them. This study aims to examine more deeply adolescents’ experiences in identifying weaknesses in self-control, strategies for building self-control, as well as supporting and inhibiting factors in the development of self-control. This study employed a qualitative approach with a phenomenological study design to obtain a holistic understanding of the participants’ subjective experiences. The participants consisted of six female adolescents aged 15–17 years who were selected through purposive sampling based on the self-control problems they experienced, including verbal aggressiveness, gadget addiction, withdrawal behavior, susceptibility to peer influence, unstable emotions, and high emotional reactivity. Data were collected through in-depth interviews and participatory observation. The data were analyzed using Colaizzi’s thematic analysis technique. The findings revealed three themes. The study showed that the experience of building self-control is a long process influenced by internal factors such as self-awareness and motivation, as well as external factors such as family support and the social environment.
PERSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU AL-FITYAN SCHOOL ACEH TERHADAP PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING MAHASISWA Zakiyyatun Nufus; Jarnawi Jarnawi; Juli Andriyani
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026): Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1256

Abstract

Kehadiran mahasiswa praktikum lapangan bimbingan dan konseling islam di SMPIT Al-Fityan School Aceh diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya dinamika pelaksanaan layanan konseling disekolah  melalui peningkatan antusiasme siswa. Namun, terdapat kesenjangan yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat keterbukaan siswa, yang ditandai dengan sikap tertutup dan pasif siswa selama sesi konseling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa SMPIT Al-Fityan School Aceh terhadap mahasiswa praktikum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  deskrpitif. Subjek penelitian adalah siswa yang menerima praktikum layanan konseling, penentuan subjek dilakukan melalui teknik non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik utama yaitu, wawancara semi tersrtuktur, dan dokumentasi. Analisis data manggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan konseling bersifat beragam dan dipengaruhi oleh kualitas interaksi awal serta penguasaan keterampilan attending mahasiswa. Layanan konseling memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman diri, pengendalian emosi, dan kemampuan pemecahan masalah, namun keterbukaan siswa masih rendah karena kurangnya kehangatan hubungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi melalui penguatan keterampilan attending, peningkatan kedekatan interpersonal, penggunaan komunikasi yang adaptif, refleksi melalui supervisi serta pembekalan yang sistematis sebelum praktik lapangan.
The Role of Officers from the Special Child Development Institution Class II Banda Aceh in Dealing with the Adjustment Problems of Juvenile Inmates Jarnawi Jarnawi; Saiful Indra; Arifin Zain; Putri Wulandari; Maturidi Maturidi
At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol. 11 No. 1 (2024): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : the Faculty of Education and Teacher Training of the Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/tarbawi.v11i1.8044

Abstract

Self-adjustment is difficult for correctional students (Andikpas) in the Special Development Institute for Children (LPKA). The life of Andikpas before entering LPKA is more directed towards freedom but in LPKA Andikpas are required to be able to follow the rules and must be able to adapt to their new environment. This study aims to determine the description of the problem of self-adjustment of Andikpas in LPKA Class II Banda Aceh and the role of LPKA Class II Banda Aceh Officers in overcoming the problem of self-adjustment of Andikpas. This research uses a qualitative method approach. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation techniques. The results of this study found that the problems felt and experienced by children in LPKA Banda Aceh are feelings of fear and anxiety, feelings of guilt, disappointment, and sadness because they are away from their families, difficulty accepting themselves, and lack of a sense of responsibility for themselves. So, to overcome these problems, LPKA officers provide services, guidance, supervision, and implementation of religious, educational, independence, and skills development programs for Andikpas at LPKA Class II Banda Aceh so that correctional students can better adjust to themselves and their community environment.
Principles of Good Faith in the Reimbursement of Expenses within Oil and Gas Revenue Sharing Agreements in Indonesia Nurarafah, Nurarafah; Kamello, Tan; Yahya, Azhari; Dahlan, Dahlan; Jarnawi, Jarnawi
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v9i1.14632

Abstract

This study seeks to examine and elucidate the significance of the principle of good faith within the national legal framework, as well as to develop norms pertaining to good faith in the context of operational cost recovery for production sharing contracts in Indonesia's oil and gas industry. This study utilizes a normative legal methodology alongside a legislative framework. The sources of data encompass essential legal materials, including legislation, journal articles, books, and pertinent research reports that contribute to the discourse. The analysis of the data is performed qualitatively through a juridical-philosophical lens, developing arguments rooted in legal philosophy, legal theory, and various legal principles. The findings reveal that the principle of good faith in the operational cost recovery of production sharing contracts in Indonesia is governed at each stage of the contract to safeguard the interests of disadvantaged parties. This regulation addresses the essential principle of good faith that all parties must adhere to in order to guarantee the equitable execution of rights and obligations. In the context of operational cost recovery for production sharing contracts in Indonesia, good faith is characterized by adherence to and compliance with audit results, reflecting a commitment to the proper execution of the business contract's terms. The operational cost recovery system is anticipated to serve as a reimbursement mechanism for expenses associated with oil and gas production.