Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP SANTRI DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Nurarafah Nurarafah; Jarnawi; Arnita; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence against children and adolescents is a serious problem that can occur in various environments, including religious-based educational institutions. Santri, as a vulnerable age group, need adequate understanding of the forms, impacts, and prevention efforts of sexual violence. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students at Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh regarding the prevention of sexual violence through socialisation and education activities. The methods used include counseling, interactive discussions, and question and answer sessions with students. The results of the activity showed an increase in the santri's understanding of the types of sexual violence, how to protect themselves, and the importance of reporting to trusted parties. This activity is expected to be a preventive measure in creating a safe, comfortable, and fair dayah environment for all santri
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP SANTRI DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH Nurarafah Nurarafah; Jarnawi; Arnita; Husni
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence against children and adolescents is a serious problem that can occur in various environments, including religious-based educational institutions. Santri, as a vulnerable age group, need adequate understanding of the forms, impacts, and prevention efforts of sexual violence. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students at Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh regarding the prevention of sexual violence through socialisation and education activities. The methods used include counseling, interactive discussions, and question and answer sessions with students. The results of the activity showed an increase in the santri's understanding of the types of sexual violence, how to protect themselves, and the importance of reporting to trusted parties. This activity is expected to be a preventive measure in creating a safe, comfortable, and fair dayah environment for all santri
Pola Asuh Authoritarian Terhadap Perilaku Oppositional Defiant Disorder Menurut Pandangan Islami (Studi Gampong Ateuk Anggok Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar) Maisarah, Maisarah; Jarnawi; Indra, Syaiful
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v8i2.34621

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pola asuh otoritarian terhadap perilaku Oppositional Defiant Disorder (ODD) dalam perspektif Islami, Perilaku ini muncul sebagai ekspresi dari kondisi batin dan biasanya tampak dalam sikap, ucapan, maupun tindakan sehari-hari, yang didasarkan pada fenomena meningkatnya perilaku emosional anak seperti membangkang, mudah marah, dan sulit dikendalikan, Perilaku emosional yang tidak terkontrol dan berlangsung terus-menerus dapat mengarah pada gangguan seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD), salah satu penyebabnya pola asuh orang tua, khususnya pola asuh otoritarian. Pola asuh otoriter merupakan bentuk pengasuhan yang menekankan pada kontrol dan pengawasan ketat dari orang tua, dengan tujuan agar anak bersikap tunduk dan patuh terhadap aturan. Dalam pola ini, orang tua cenderung bersikap memaksa, keras, dan kaku, serta menetapkan berbagai aturan yang harus dipatuhi tanpa mempertimbangkan perasaan maupun kebutuhan anak. Ketika anak bertindak tidak sesuai dengan harapan, orang tua biasanya merespons dengan emosi atau kemarahan. Oleh karena itu, pola asuh otoriter kerap dipandang berpotensi menghambat perkembangan emosional dan sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, dengan Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun sumber data  diperoleh  dari  Al-Qur’an,  hadis,  literatur ilmiah dan  hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pola asuh otoritarian dapat memunculkan perilaku ODD pada anak, seperti sikap membangkang, agresif, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Faktor penyebab penerapan pola asuh ini meliputi kurangnya pengetahuan orang tua tentang pola asuh alternatif, pengalaman masa lalu, tekanan sosial budaya, serta kondisi psikologis dan ekonomi keluarga. Dalam perspektif Islam, pola asuh yang ideal tidak hanya menekankan pada kedisiplinan, tetapi juga harus  disertai dengan kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, serta pembiasaan nilai- nilai keimanan dan akhlak. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh otoritarian yang tidak diimbangi dengan pendekatan emosional dan nilai-nilai Islami dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, diperlukan pola asuh yang seimbang antara ketegasan dan kasih sayang untuk mencegah munculnya perilaku ODD serta membentuk karakter anak yang lebih baik. Kata Kunci: Pola Asuh Otoritarian, Oppositional Defiant Disorder (ODD), Perilaku Anak.
Integration of Multicultural Counseling Theories, Community Assets and Intercultural Communication in Empowering Coastal Children Jarnawi; Fairus; Arif Ramdan Sulaeman; Fakhri; Nursaady Ibrahim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8501

Abstract

Empowering coastal children is a complex developmental challenge requiring strategies that address psychological, social, and cultural dimensions within maritime communities. This systematic literature review examined how multicultural counseling, community asset development, and intercultural communication can enhance empowerment strategies. A systematic screening of academic databases over ten years yielded ten relevant studies from an initial 306 articles using strict inclusion criteria. Analysis identified convergence across three key dimensions: culturally sensitive pedagogical approaches, mobilization of community assets through linking resources and raising awareness of local capabilities, and universal communication patterns that transcend cultural boundaries. The integrative model highlighted the effectiveness of peer-led programs and experiential learning in promoting empowerment. Findings indicate that combining multicultural counseling principles, strategic community resource use, and intercultural communication creates a robust framework for coastal children’s development. This approach ensures cultural responsiveness while maintaining universal developmental principles, providing practical, evidence-based guidance for holistic empowerment interventions in diverse maritime settings. Keywords: coastal child empowerment, multicultural counseling, community assets
Peran media play therapy oleh relawan dalam pemulihan psikologis pada anak korban banjir di gampong lubok pusaka Muhammad Fikri Murdana; Jarnawi Jarnawi; Juli Andriyani
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran relawan dalam pemanfaatan play therapy serta dampaknya terhadap pemulihan psikologis anak korban banjir di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap relawan, anak-anak, serta orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan memiliki peran multidimensional sebagai fasilitator, pendamping psikologis, dan motivator dalam pelaksanaan play therapy. Kegiatan bermain yang dirancang secara terstruktur dan adaptif mampu menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan pengalaman traumatisnya. Dampak dari intervensi ini ditandai dengan menurunnya gejala kecemasan, meningkatnya stabilitas emosi, serta berkembangnya kembali kemampuan interaksi sosial anak. Anak yang sebelumnya menunjukkan perilaku menarik diri, ketakutan berlebih, dan kesulitan mengekspresikan emosi secara bertahap menjadi lebih ceria, komunikatif, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa play therapy merupakan pendekatan efektif dalam intervensi psikososial pascabencana serta memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis kebencanaan melalui optimalisasi peran relawan.