Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENETAPAN KAWASAN ADAT KAMPUNG NAGA SEBAGAI AREA PRESERVASI ATAU ISOLASI DALAM UPAYA MENJAGA KEBERLANJUTAN ARSITEKTUR TRADISIONAL Tri Kusumawati; Ari Widyati Purwantiasning; Anisa Anisa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Naga merupakan salah satu kampung adat di Indonesia yang masih menjaga tradisi dan adat istiadat leluhurnya. Kearifan budaya lokal terlihat dari falsafah hidup yang selaras dengan alam. Perkembangan zaman dan teknologi tidak membuat Kampung Naga kehilangan identitasnya. Preservasi merupakan kegiatan pelestarian untuk menjaga agar kondisi yang ada tidak hilang ataupun berubah seiring dengan perkembangan zaman. Pada beberapa kampung adat dalam upaya mempertahankan tradisi leluhur, masyarakatnya cenderung mengisolasi diri dari budaya luar. Preservasi berupaya  agar isolasi yang dilakukan kawasan adat dalam menjaga keberlanjutan tradisi, budaya dan arsitektur tradisional.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan deduktif. Data yang terkumpul kemudian dianalisa untuk mendapatkan jawaban dari penelitian ini. Dari hasil analisa ditemukan bahwa Kampung Naga merupakan kawasan adat yang patut di preservasi. Isolasi pada kawasan adat Kampung Naga menjadi bagian dari preservasi itu sendiri. Isolasi yang dilakukan masyarakat adat Kampung Naga sebagai upaya dalam menjaga keberlanjutan tradisi leluhur
Pemahaman Metode Building Infill sebagai Penerapan Konsep KonservasiKawasan Bersejarah Melalui Studi Preseden Ari Widyati Purwantiasning; Muhammad Alwan Rosyadi; Yeptadian Sari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building infill adalah metode mendirikan bangunan dengan mengisi small gap pada wilayah yang sekelilingnya terdapat bangunan eksisting dan menitikberatkan pada keselarasan antara hasil rancangan dan lingkungan sekitar. Kawasan konservasi adalah satu area yang pada umumnya mencakup dalam batas-batas konsentrasi sifat yang signifikan yang dihubungkan oleh gaya arsitektur, perkembangan sejarah, atau peristiwa masa lalu. Konservasi kawasan bersejarah dengan menggunakan metode Building Infill merupakan hal yang tepat mengingat keduanya sama-sama menitikberatkan pada keselarasan lingkungan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk lebih memahami tentang bagaimana penerapan dari metode building infill sebagai salah satu upaya pelestarian bangunan bersejarah. Studi Preseden merupakan sarana terbaik dalam memahami metode Building Infill dengan menarik kesimpulan dari penerapan berbagai aspek yang menjadi poin utama dalam metode Building Infill. Poin utama yang dimaksud adalah seperti hubungan ketinggian bangunan, garis vertikal horizontal bangunan, tipologi atap hingga material bangunan yang digunakan. Sehingga dalam tulisan ini, kami memilih metode komparasi dari studi preseden merupakan metode yang paling tepat.
ANALISA KONSTRUKSI TAHAN GEMPA RUMAH TRADISIONAL SUKU BESEMAH DI KOTA PAGARALAM SUMATERA SELATAN Zelly Rinaldi; Ari Widyati Purwantiasning; Ratna Dewi Nur’aini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa umumnya datang ke daerah pegunungan atau di tempat tertentu pada dunia. Hal ini terjadi karena pergerakan lempeng bumi atau efek dari ledakan gunung. Pada saat ini, manusia sudah bisa membangun gedung yang memiliki ketahanan terhadap gempa. Dengan teknologi modern, semua masalah bisa dihadapi secara efektif. Di Sumatera Selatan, ada rumah-rumah tradisional Suku Besemah  yang memiliki ketahanan terhadap gempa. Rumah-rumah ini  telah berdiri selama lebih dari 400 tahun yang lalu. Pemikiran terhadap konstruksi yang unik dari orang-orang di masa lalu untuk membuatnya mampu bertahan terhadap gempa. Hal inilah yang memotivasi kami untuk melakukan penelitian pada rumah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang konstruksi tahan gempa yang ditemukan di bangunan tradisional dari Suku Besemah. Rumah Besemah ini secara memenuhi semua prinsip rumah kayu tahan gempa yang ada pada saat ini. Penelitian ini bisa menjadi referensi untuk siswa dalam menciptakan sebuah bangunan arsitektur yang inovatif, dan juga memperkenalkan budaya Besemah untuk masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deduktif Rasionalistik dan Deskriptif.
EKSPLORASI ARSITEKTUR SEBAGAI SALAH SATU METODE DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR MAHASISWA AKTIF DI JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Ari Widyati Purwantiasning
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada kata-kata bijak yang mengatakan bahwa seorang arsitek tidak akan berkembang imajinasinyajika hanya mengurung diri dalam kehampaan ruangnya sendiri. Maksudnya di sini adalah bahwaseorang  arsitek  harus  mampu  berpetualang  baik  secara  fisik  maupun  secara  non  fisik  yaituimajinasinya. Salah satu usaha dalam  memperluas wawasan dan wacana dalam  mengembangkandaya  imajinasi,  kreatifitas  maupun  kemampuan  berinovasi  seorang  calon  arsitek  dalam  hal  inimahasiswa arsitektur, adalah dengan menjelajahi berbagai tempat dan daerah baik di dalam negerimaupun luar negeri. Tempat-tempat inilah yang akan menjadi tambahan ilmu pengetahuan maup unwawasan  bagi  calon  arsitek  khususnya  mahasiswa  arsitektur  Jurusan  Arsitektur  Fakultas  TeknikUniversitas  Muhammadiyah  Jakarta  (FT-UMJ). Dalam  melaksanakan  kegiatan  Tri  DharmaPerguruan  Tinggi  di  mana  salah  satunya  adalah  Proses  Belajar  Mengajar  yang  tentunya  didalamnya harus terdapat dua komponen yang saling menunjang yaitu mahasiswa dan dosen. Keduakomponen ini tentunya tidak berdiri sendiri, namun saling mengisi satu sama lain. Saat ini dosenatau staf pengajar tidak lagi berfungsi hanya sebagai pengajar yang aktif memberikan bahan ajarsecara  satu  arah,  namun  dosen  juga  berfungsi  sebagai  fasilitator  dalam  mengarahkan  mahasiswadalam  menerima  bahan  ajar  yang  diberikan.  Terkadang  justru  dosen  juga  belajar  banyak  darimahasiswa  yang  memiliki  wawasan  lebih  luas  dari  dosennya.  Pada  ilmu  arsitektur,  berbagaimetode belajar dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang konkrit antara teori dengan duniapraktisi.  Untuk  mengembangkan  ilmu  dan  wawasan,  dosen  dan  mahasiswa  tidak  hanya  terdiampasif melakukan proses belajar mengajar di dalam kelas saja. Beberapa metode digunakan untukmencapai pemahaman konkrit tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti bermaksud mengkaji bahwametode  dalam  proses  belajar  mengajar  mahasiswa  aktif  tidak  harus  dilakukan  di  dalam  kelas.Bahwa sebuah kegiatan belajar di luar ruangan seperti eksplorasi arsitektur akan menjadi salah satualternatif metode yang tepat dalam memperluas wawasan, pemikiran dan ilmu pengetahuan yangkonkrit dapat dilihat secara langsung hasilnya.
Kajian Konsep Arsitektur Maskulin pada Museum Zhuhai, China Priambudi Dwi Prasetyo; Ari Widyati Purwantiasning
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur yang era kaitannya dengan sifat maskulin karena campur tangan para ahli di era modern. Eksistensinya yang sempat menjadi berkurang karena Gerakan feminism dalam arsitektur yang sempat mengambil perhatian penggiat arsitektur. maka dari itu untuk menghadirkan kembali wwasan mengenai konsep arsitektur maskulin maka penelitian ini dilakukan. Dalam metode ini sangat bertumpu dengan data literatur karena kondisi saat ini yang tidapat dapat melakukan kunjungan langsung ke lokasi studi kasus. Studi kasus yang menjadi pilihan adalah museum Zhuhai di Beijing, China. Dalam pengumpulan data tentunya mengacu kepada prinsip-prinsip arsitektur maskulin. Prinsip-prinsip tersebut meliputi kesan natural pada elemen, pemilihan warna, ornament bergaya industrial, serta penggunaan material baja. Beberapa prinsip tersebut selanjutnya diidentifikasi pada elemenelemen arsitektur yang dirasa mampu menampilkan kesan arsitektur maskulin pada bangunan museum ini. Hasil dari identifikasi tersebut membuktikan bahwa setiap prinsip tersebut mampu dihadirkan dengan cukup baik, selain itu, kita juga mendapati tentang strategi implementasi yang dirasa optimal untuk menghadirkan kesan arsitektur maskulin pada sebuah bangunan museum, dengan tetap menghadirkan sesuatu yang inovatif namun tetap memiliki ciri khasnya tersendiri.
STRATEGI PENERAPAN KONSEP ADAPTIVE RE-USE PADA BANGUNAN TUA STUDI KASUS: GEDUNG PT P.P.I (EX. KANTOR PT TJIPTA NIAGA) DI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA Retdia Sofiana; Ari Widyati Purwantiasning Widyati Purwantiasning; Anisa Anisa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, pembangunan gedung-gedung baru di Jakarta sangatlah pesat. Hal ini mengakibatkanbeberapa bagian di sudut Jakarta menjadi terlupakan dan seolah-olah dibiarkan lapuk. Pelapukanbangunan  ini  umumnya  terjadi  pada  bangunan-bangunan  tua  bersejarah  yang  sudah  tidakdifungsikan  lagi  sebagaimana  mestinya.  Maka  dari  itu  diperlukan  suatu  gerakan  pelestariankawasan  bersejarah  dengan  langkah  revitalisasi  maupun  konservasi  di  suatu  kota bersejarahumumnya dan Jakarta khususnya. Karena kawasan bersejarah dapat menjadi identitas sebuah kotayang memiliki  peranan  penting  dalam  pertumbuhan  kota  yang  terbentuk  oleh  suatu  peradabanbudaya.Salah satu solusi yang tepat dalam menghidupkan kembali suatu kawasan bersejarah adalah denganlangkah membuat suatu fungsi baru dari fungsi lama pada bangunan-bangunan tersebut. Langkahini dikenal dengan istilah adaptive re-use yang kemudian disandingkan dengan konsep konservasi.Bahkan beberapa negara di dunia, sudah cukup lama menggunakan adaptive re-use sebagai upayamenyelamatkan aset bersejarah dan dapat dikategorikan berhasil. Tetapi tidak selamanya langkahini  mudah  dilaksanakan,  karena  pada  umumnya  akan  muncul  kendala  yang  menyebabkanhilangnya  nilai-nilai  sejarah.  Hal  ini  dapat  terjadi  jika  keaslian  dari  bentuk  bangunan  sengajadihilangkan atau mendapatkan respon negatif dari pihak luar.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN HUNIAN VERTIKAL (STUDI KASUS KAMPUNG ADMIRALTY SINGAPURA) Yudi Kurnia; Ari Widyati Purwantiasning
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan terutama di kota-kota besar. Singapura merupakan negara yang maju dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Pertumbuhan penduduk selain dikarenakan oleh penduduk asli setempat juga disebabkan oleh imigran yang datang ke kota tersebut. Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yang mana metode ini merupakan salah satu jenis metode yang mempunyai tujuan untuk menyajikan gambaran-gambaran secara lengkap dan mendetail mengenai tingkah laku atau perilaku sosial.  Tujuannya untuk memahami dan mendeskripsikan konsep arsitektur bioklimatik  serta penerapan konsep arsitektur bioklimatik pada bangunan hunian vertikal. Hasil penelitian yang didapat berupa penjelasan kesesuaian bangunan Kampung Admiralty dengan konsep arsitektur bioklimatik.
Co-Authors Aditya Wicaksono Agam Didik Ramadhan AGAM DIDIK Ramadhan Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Yusuf Aisy, Karlina Rohadatul Al-Amin, Roby Alief Muzakkii Saliim Pertama Alreiga Referendiza Wiraprama Alreiga Referendiza Wiraprama, Alreiga Referendiza Andiani Imantaka Andik Krisdianto Andrea Gina Karima Angel Palastri Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggoro Cipto Ismoyo anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Shafa Kamila ari Hadi weepee ari Hadi weepee, ari Hadi Asa Aulia Asep Septian Ashadi Astriani Putri Wulandari Aulia Widya Chandra Aulia widya Chandra Bella Mareta Thania Buana, Muhammad Cakra Cahyo Abdi Rasid Cahyo Agung Nugroho Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dimas Bayu Bintoro Dinda Wahyuning Hati Dwi Andika Agusliyanto Erlangga, Agus EVI PUSPITASARI PUSPITASARI Fadwah Maghfurah Faiz Al Farisi Fajar, Putra Fajar, Putra Fajar Faridzal Faridzal Farrel Ghifari Fauzi Firdaus Ferdianto Yanu Suprihatin Finta Lissimia Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Firdaus, Lutpi Alfian Ghifari, Farrel Ghiffari Goldra Putra N Ghulam Akhmad Al Faqi Giriana, Dewinta Firda Halim Saputra Halimah, Hana Handri Saputra HANIFIANTO, RIFQI Hermawan, Adi Hibatullah, Helmi Bariq Hilman Fadhillah Himawan, Muchamad Taufiqur IBRAHIM, SHAFA ARMELIA Ilfaya Ilham Burhanudin Ilham Pane Ivan Junanda Izzat Fadhlur Rahman Junaedi Junaedi kartika dwi cahyanti Kintan Gumanti Artha Kurnia, Yudi kus yusron hanif Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Luqmanul Hakim Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi Meisanti, Meisanti Mohammad Baskoro Muhammad Akbar Rafsyanjani Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Cakra Buana Muhammad Faiz Akmal Muhammad Ibnu Fachry Muhammad Rizky Saputra Muhammad Syafrizal Faqih Muhammad, Nurhuda Ali Musthapha, Zainal Mustofa Sakhid Nasir Ali Ridho Nurhidayah Komala Nurhidayah Nurhidayah Komala Nurhidayah, Nurhidayah Komala Nursandi, Izwan Ariq Nusyawal, Muhammad Fikri Pane, Ilham paramita rusadi Pratama, Anggi Putra Priambudi Dwi Prasetyo Priambudi Dwi Prasetyo Purnama, Dinar Agung Putra Fajar PUTRI, ALIFVIA MALINDA Putri, Shely Pratiwi Sanjaya Rafsyanjani, Muhammad Akbar Ramadhan, Agam Didik Ratna Dewi Nur'aini Retdia Sofiana Rudy Thalib Rustama Fasda Bimaktumaru Saeful Bahri Saputra, Muhammad Rizky Sari Hibatunnisa Fadhilah Satrio Aji Nugroho Prasetya Satrio Wibowo Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin Septiawan, Wawan Setiawan, Sandy Shely Pratiwi Sanjaya Putri Sidabutar, Yuanita F D Sri Indriani Solehah Suranta Ginting Syah, Ervin Taufik Hidayat Thania, Bella Mareta Tiara Amelia Tiara, Naria Vidalia Tri Kusumawati Ully Irma Maulina Hanafiah Vivaldi Rizqi Hisyam Vivaldi Rizqi Hisyam Wafirul Aqli Wardany, Mutia Setya Wawan Gunawan Yandri, Sepli Yeptadian Sari Yeptadian Sari Yoyok - Agustina Yudi Kurnia Zelly Rinaldi