Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyuluhan Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Pasca Banjir dan Pembagian Sembako pada Masyarakat di Desa Keutapang Zara, Noviana; Novalia, Vera; Zahara, Cut Ita; Muna, Zurratul; Dewi, Rahmia; Siregar, Sarah Rahmayani; Sayuti, Muhammad
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.15135

Abstract

Bencana banjir termasuk bencana terbesar di dunia. Data Guidelines for Reducing Flood Losses, United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana di dunia yang terkait dengan banjir dari tahun 1975-2001 semakin meningkat, 20 kejadian pada tahun 1975 meningkat menjadi 147 kejadian pada tahun 2001 dengan jumlah kematian paling tinggi pada tahun 1999 sebanyak ± 35.000 jiwa. Indonesia sendiri pada tahun 2021 terdapat 15.366 kasus banjir di Indonesia, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan   di Aceh sediri pada tahun 2021 telah terjadi 1.435 kasus banjir, yang tersebar di seluruh Wilayah Aceh. Aceh merupakan salah satu provinsi yang sangat rawan terjadi bencana alam, khususnya bencana banjir. Banjir memberikan berbagai macam dampak bagi masyarakat, diantaranya muncul berbagai macam penyakit infeksi menular pasca banjir seperti infeksi pernapasan akut, demam berdarah, malaria, diare, penyakit kulit, dan lainnya. Pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menular akibat banjir. Lhoksukon merupakan salah satu kabupaten yang ada di Aceh utara yang sering terkena dampak bencana banjir karena berada pada jenis tanah inceptisol, dengan tekstur tanah yang halus dan tidak jauh dari sungai Krueng Keureuto. Program pengabdian yang dilakukan berupa penjelasan mengenai penyakit-penyakit pasca banjir pada masyarakat di Desa Keutapang Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara dan cara melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Pada tahap pelaksanaan digunakan tiga metode yaitu metode ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab dan  metode kuis untuk menilai daya tangkap peserta. Kegiatan penyuluhan pada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit-penyakit pasca banjir yang paling sering dijumpai dan pencegahan yang harus dilakukan untuk memutuskan penularan penyakit.
Edukasi Terapi Non Farmakologi melalui Pola Makan Sehat Memasak Kurangi Diabetes Melitus di Desa Paloh Igeuh, Aceh Utara Yuziani, Yuziani; Siregar, Sarah Rahmayani; Muqsith, Al; Nabiilah, Anis En
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20938

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik jangka panjang yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penderita diabetes mellitus di Indonesia mengalami peningkatan, yaitu dari 6,9% pada tahun 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebab diabetes melitus (DM) adalah gaya hidup dan pola konsumsi yang kurang baik. Hal ini menunjukkan perlu adanya pengetahuan tentang pengurangan risiko diabetes mellitus pada masyarakat yaitu dengan mengubah poa makan. Masyarakat diberikan pemahaman dan pengarahan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum terjadi DM dan saat sudah menderita DM. Oleh karena itu, sosialisasi terhadap terapi non farmakologi melalui pola makan dan kadar gula penderita diabetes mellitus penting dilakukan sejak dini untuk memperkecil risiko lebih lanjut melalui pendidikan pola makan   di masyarakat. Pengabdian  masyarakat ini dilaksanakan di Desa Paloh Igeuh Kabupaten Aceh Utara melibatkan masyarakat dan mahasiswa. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan melalui metode ceramah, video, leaflet dan demonstrasi terkait pola makan. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah menambah pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan langkah- langkah pencegahan. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan pola makan dan kadar gula penderita diabetes mellitus bagi masyarakat desa tersebut.
Association Between Adverse Drug Reactions to Anti-Tuberculosis Drugs and Medication Adherence Among Pulmonary Tuberculosis Patients Sahputri, Juwita; Siregar, Sarah Rahmayani; Azhari, Teuku; Pulungan, Alyifia Yulia Maura
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.2 November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v11i2.26068

Abstract

Tuberculosis (TB) is a significant global public health issue, particularly in developing countries. Indonesia ranks second in the world in terms of TB burden. Adherence to anti-tuberculosis drug (ATD) regimens is crucial for effective TB treatment; however, side drug reactions often hinder adherence. This study examined the relationship between ATD-related side effects and medication adherence among pulmonary tuberculosis patients receiving treatment at the Pulmonary Clinic of RSUCM Aceh Utara. Employing a descriptive analytical design with a cross-sectional approach, we enrolled 74 patients through purposive sampling and collected data using questionnaires. The results showed that most patients experienced minor side effects (70.3%), with urine discoloration (97.3%), nausea (74.3%), and arthralgia (58.1%) being the most common. Patient medication adherence levels were classified as follows: 50% adherent, 29.7% moderately adherent, and 20.3% non-adherent. The chi-square analysis showed a significant statistical link between the side effects of ATD and patients' adherence to their medication regimen (p < 0.001). In conclusion, there is a significant relationship between ATD-related side effects and decreased medication adherence. Proactive management of these side effects and comprehensive patient education are essential. Keywords: anti-tuberculosis drugs; medication adherence; side effects
SOSIALISASI NEW NORMAL, DAMPAK COVID-19 DAN BAKTI SOSIAL; HADAPI NEW NORMAL DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN DIGITAL DI GAMPONG LHOKCUT, KECAMATAN SAWANG, KABUPATEN ACEH UTARA Vera Novalia; Sarah Rahmayani Siregar; Fathiah Fathiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:. Mewabahnya penyakit/virus corona (covid-19) mengakibatkan pembatasan interaksi sosial atau social distancing. Kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemic telah membatasi interaksi fisik antar masyarakat, sehingga banyak orang yang tidak bisa bekerja namun pemenuhan kebutuhan pokok tetap harus terpenuhi dan sistem belajar yang awalnya tatap muka secara langsung, kini berubah menjadi sistem pembelajaran daring/internet. Pelaksanaan pembelajaran daring sangat perlu disosialisasikan di era new normal karena mengingat masyarakatnya gampong lhokcut minim pengetahuan tentang penggunaan teknologi, keterbatasanan sarana dan prasarana, jaringan internet serta biaya penunjang teknologi dalam pembelajaran daring. Tujuan:Melakukan sosialisasi new normal bagi masyarakat di tengah pandemic Covid-19, supaya masyarakat gampong lhokcut mampu menyesuaikan diri dengan bahaya Covid-19 dengan mewajibkan protokol kesehatan ketat dan memberikan pengetahuan tentang penggunaan teknologi pembelajaran digital pada anak-anak usia sekolah terutama anak SD dan SMP mampu menjalani pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teknologi daring. Metode: Pelaksanaan program pengabdian ini dilaksanakan dengan beberapa urutan pelaksanaan sebagai berikut: Melakukan penyusunan protokol pengabdian, survei awal lokasi dan permasalahan target, pertemuan dengan geuchik dan perangkat desa, Penyuluhan mengenai pencegahan dan dampak yang ditimbulkan oleh corona serta solusinya terhadap masyarakat kelas ekonomi rendah, pelatihan pembuatan cairan desinfektan, sosialisasi pembelajaran digital/ daring, tecnical asistancy, monitoring dan evaluasi (monev) serta pelaporan. Monev, penyusunan laporan. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat pada gampong lhokcut diharapkan masyarakat mampu memahami dan menyadari bahwa bahaya covid-19 masih mengintai kehidupan kita, masyarakat diharapkan lebih patuh menerapkan protocol kesehatan dalam menjalani new normal. Orang tua dan anak usia sekolah dibekali ilmu penggunaan teknologi, sehingga mereka mampu menggunakan atau memanfaatkan teknologi dalam masa pembelajaran daring. Kata kunci: Pengabdian Masyarakat, Covid 19, Pembelajaran Digital, Gampong Lhokcut
Efektivitas Penyampaian Informasi Dan Pengetahuan COVID-19 di Universitas Malikussaleh Teuku Ilhami Surya Akbar; Sarah Rahmayani Siregar; Muhammad Sayuti; Cut Miftahul Jannah
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 71 No 2 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.71.2-2021-582

Abstract

Introduction: A communicative approach that is educative in nature is a strategy carried out by the Unimal Covid 19 task force in carrying out its duties. The communication media used so far are the use of unimal official social media accounts, websites, Instagram, Facebook, as well as dissemination of information through the assistant deans of student affairs in each study program to ensure the information to be conveyed can be conveyed. Method: The sampling technique used purposive sampling technique. This type of research is a descriptive study with a cross sectional survey design. The samples in this study were all active lecturers and students who filled out questionnaires through the Google Form application in July - December 2020. Result: The sample in this study amounted to 434 samples (58 lecturers and 376 students). The results showed that the information on COVID-19 was received quite effectively. This is indicated by the percentage of respondents' answers that 80,8% have received COVID-19 information and for the respondents' knowledge is good, which is shown by the percentage of respondents' answers, namely 87.5% who understand how to prevent and spread COVID-19. Conclusion: The percentage of receiving information and knowledge about COVID-19 by lecturers and students of Unimal is effective and good, this is indicated by 80,8% and 87.5% of respondents have received information and understand how to prevent COVID-19 at Unimal. This success is inseparable from the communication media used by the COVID-19 Task Force. Communication media is the main point that attracts the attention of every individual, especially in the process of disseminating information.
The Effects of Moringa oleifera on Blood IL-6 Levels: A Scoping Review Muhammad Husni Fansury Nasution; Sarah Rahmayani Siregar; Maulana Ikhsan; Rivhan Fauzan; Dwi Martha Nur Aditya; Putri Eka Sari; Anis En Nabiilah; Muhammad Khalid Mirza; Andi Saputra
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 08 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i08.3705

Abstract

Interleukin-6 (IL-6) is widely used as an inflammatory biomarker and has also become a therapeutic target in several inflammatory and malignant diseases. Moringa oleifera (MO) has been reported to possess anti-inflammatory activity, yet evidence regarding its effect on blood IL-6 levels remains limited. This scoping review analyzed available evidence on the effect of MO on blood IL-6 levels. The review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). A PubMed search was conducted using the keywords ((Moringa oleifera) AND (Interleukin-6 OR IL-6)) AND (blood), covering publications from January 2006 to January 2026. Nine studies met the inclusion criteria. All studies used animal experimental models, measured IL-6 in serum using ELISA, and applied randomized placebo-controlled designs. Most studies reported a significant reduction in blood IL-6 levels after MO intervention. The preparations included aqueous extracts, ethanol extracts, polyphenol extracts, n-butanol fractions, seed powder, and beta-sitosterol isolated from n-butanol seed extract. Overall, MO may have prophylactic potential for chronic inflammatory conditions characterized by elevated blood IL-6 levels; however, standardized preparations and human studies are still needed.
Gambaran Hasil Skrining Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) Pendonor di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Aceh Utara Periode 2017-2018 Teuku Ilhami Surya Akbar; Sarah Rahmayani Siregar; Riska Nadia Amris
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 70 No 6 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.70.6-2020-263

Abstract

Background: Blood transfusion is an important part of modern health services. When used properly, transfusion can save patient's life and improve health. Blood transfusion has risk of transmitted infectious diseases through blood transfusion (TTI) especially HIV / AIDS, Hepatitis C, Hepatitis B, and Syphilis, and Malaria, Dengue Fever (DHF) can only be done in endemic areas, as well as other transfusions which can be life threatening. Method: This was descriptive study with cross sectional approach and sampling techniques using secondary data with total population method. From the sample of 23,875 samples (12,305 (2017) and 11,573 (2018)), it was seen which results of TTI reactive from donor data to be included in finding research objects. Results: In 2017 HbSAg reactive TTI parameters 1.7%, Anti HCV 0.5%, HIV Ag / Ab 0.7%, and Treponema 4% and TTI reactive results in donors in 2018 HbSAg parameters 1.3%, Anti HCV 0.3%, HIV Ag / Ab 0.25% and Treponema 2.2%. Comparison of donor TTI screening results in Blood Center of North Aceh-Indonesia in the period 2017-2018 changes in the ratio of TTI reactive numbers in the HbSAg parameter of 0.4%, Anti HCV 0.2%, HIV Ag / Ab 0.45% and Treponema 1.8% in period 2018. Conclusion: Although the reactive rate in 2017 is relatively high, in 2018 the reactive TTI level shows a decline. This condition can be caused by two factors. ; (1) Implementation of donor selection was good with good data collection and documentation system. (2) The inspection method carried out affects the results of the existing inspection.