Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Studi Kasus Gizi Kurang dan Stunting pada Anak Usia 34 Bulan di Desa Mamplam Puskesmas Nibong Azari, Ayu Pramita; Hasibuan, Aulia Arista; Zara, Noviana; Mardiati, Mardiati; Sahputri, Juwita; Surayya, Rahmi; Siregar, Sarah Rahmayani; Sari, Bungsu Keumala
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i6.8088

Abstract

Masalah gizi kurang dan stunting pada anak balita masih menjadi masalah gizi utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah gizi secara langsung disebabkan oleh asupan yang kurang dan penyakit infeksi. Di Indonesia, jumlah balita gizi buruk dan gizi kurang menurut Riskesdas 2018 masih sebesar 17,7%. Prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Riskesdas 2018 juga menunjukkan 30,8% balita menderita stunting dan 29,9% baduta pendek dan sangat pendek. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian buruk dan gizi kurang, dan stuntingbaik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 34 bulan di desa Mamplam tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 3 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi kurang dan stunting ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah didiagnosis, pasien yang edukasi, pemberian makanan tambahan dari puskesmas, melakukan pengamatan pertumbuhannya serta menganalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah.Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 9,2 kg dan TB 84,4 cm dan langsung dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan, pada kunjungan kedua tidak didapatkan pertambahan dari status gizi pasien. Setelah selang 2 minggu didapatkan pertambahan berat badan pasien menjadi 9,7 kg dengan tinggi badan yang masih sama. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi kurang dan stunting pada usia 34 bulan antara lain adalah pengetahuan dan pendidikan ibu, ekonomi keluarga, perilaku dan lingkungan.
Peran Keteraturan Makan dan Tingkat Ansietas dalam Kejadian Dispepsia Fungsional di SMAN 1 Lhokseumawe Sukma, Cahaya Jelita; Sayuti, Muhammad; Siregar, Sarah Rahmayani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.2948

Abstract

Dispepsia fungsional adalah masalah kesehatan yang sering dijumpai dokter dalam praktik sehari-hari. Berdasarkan data Ummur dan rekan pada tahun 2019, jumlah kejadian dispepsia di Indonesia mencapai 10 juta individu dan menempati peringkat kelima sebagai penyakit dengan jumlah pasien rawat inap terbanyak. Kurangnya keteraturan dalam pola makan dan kecemasan dapat menjadi penyebab terjadinya dispepsia fungsional. Siswa Sekolah Menengah Atas merupakan salah satu kelompok yang berisiko terkena dispepsia fungsional karena kurangnya perhatian terhadap keteraturan makan dan risiko gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keteraturan makan dan tingkat kecemasan dengan kejadian dispepsia fungsional pada siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 101 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Keteraturan makan dinilai menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, sedangkan tingkat kecemasan dinilai menggunakan DASS 42, dan dispepsia fungsional dievaluasi dengan kuesioner Rome Criteria IV. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara keteraturan makan dan tingkat kecemasan dengan kejadian dispepsia fungsional pada siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe tahun ajaran 2023/2024. Kata kunci : dispepsia fungsional, keteraturan makan, tingkat ansietas
Studi Kasus Stunting pada Anak Usia 18 Bulan di Desa Kayee Panyang Puskesmas Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Jannah, Jauza Raudhatul; Zara, Noviana; Mauliza, Mauliza; Surayya, Rahmi; Rizaldy, Muhammad Bayu; Siregar, Sarah Rahmayani; Fona, Tischa Rahayu; Al Muqsith, Al Muqsith; Fauzan, Ahmad; Syafridah, Anita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 6 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i6.10041

Abstract

Stunting adalah masalah nutrisi kronis yang disebabkan oleh multifaktorial dan terjadi pada lintas generasi. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Selama 20 tahun terakhir, penanganan masalah stunting sangat lambat. Masyarakat di Indonesia sering menganggap tubuh pendek atau tinggi merupakan keturunan. Penelitian membuktikan bahwa faktor keturunan hanya berkontribusi 15%, sementara faktor yang paling besar berkaitan dengan nutrisi, hormon pertumbuhan, dan infeksi berulang. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. F perempuan berusia 18 bulan di Desa Kayee Panyang Bayu tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. stunting ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi dan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi tentang stunting dan pemberian berupa nutrisi seperti PMT, susu, multivitamin untuk mempertahankan BB normal dan tumbuh kembang sesuai usia. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga, dan kurangnya promosi kesehatan.
Studi Kasus Stunting dan Underweight pada Anak Usia 48 Bulan di Gampoeng Rayeuk Naleung Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Zara, Noviana; Agiara, Lisna; Aragibinafika, Aragibinafika; Muzainy, Nurhafizah; Chairina, Nanda; Siregar, Sarah Rahmayani; Fona, Tischa Rahayu; Syafridah, Anita; Nasution, Muhammad Husni Fansury; Sari, Bungsu Keumala
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.10040

Abstract

Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang pada balita. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari. Hal tersebut membuat stunting menjadi salah satu fokus pada target perbaikan gizi di dunia sampai tahun 2025. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. R laki-laki berusia 48 bulan di Gampoeng Rayeuk Naleung tahun 2023. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis stunting dan gizi kurang ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan pemantauan pada anak dan keluarga. Studi ini juga menganalisis faktor-faktor yang menjadi permasalahan penyebab terjadinya masalah gizi pada An.R dengan pendekatan fish bone. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting dan gizi krang pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pendidikan orang tua yang rendah, faktor ekonomi rendah, faktor biologis berkaitan dengan usia ibu saat melahirkan anak, faktor perilaku seperti pengetahuan dan penerapan terkait gizi dan PHBS yang kurang, kerentanan anak mengalami sakit batuk, pilek dan diare, serta pelayanan kesehatan.
Article Review : Sarcopenia Geriatric Syndrom Lubis, Ilfan Adi Putra; Siregar, Sarah Rahmayani; Sari, Putri Eka; Nasution, Muhammad Husni Fansury
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21505

Abstract

Sarkopenia merupakan suatu sindrom yang ditandai oleh kehilangan progresi massa otot dan kekuatan otot yang berkaitan dengan penuaan. Sarkopenia merupakan penentu utama risiko jatuh dan gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, yang sering kali menyebabkan kecacatan, hilangnya kemandirian, dan kematian. Penyebab sarkopenia diduga multifaktorial termasuk: faktor lingkungan, penyakit, aktivasi jalur inflamasi, disfungsi mitokondria, hilangnya sambungan neuromuskular, berkurangnya jumlah sel satelit dan perubahan kualitas fungsi hormonal. Diagnosis sarkopenia dikonfirmasi oleh adanya kuantitas atau kualitas otot yang rendah. Ketika kekuatan otot rendah, kuantitas/kualitas otot rendah dan kinerja fisik rendah semua terdeteksi, maka sarkopenia dianggap parah. Pendekatan nonfarmakologis meliputi latihan ketahanan dan nutrisi yang adekuat. Beberapa pendekatan diet seperti asupan protein, vitamin D, nutrisi antioksidan, dan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang adekuat telah terbukti memiliki efek positif terhadap sarkopenia. Saat ini, belum ada obat khusus yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk pengobatan sarkopenia. Namun, beberapa agen, termasuk hormon pertumbuhan, steroid anabolik atau androgenik, modulator reseptor androgenik selektif, agen anabolik protein, stimulan nafsu makan, inhibitor miostatin, obat pengaktif reseptor II, penghambat reseptor β, inhibitor enzim pengubah angiotensin, dan aktivator troponin, direkomendasikan dan telah terbukti memiliki efikasi yang bervariasi.
Investigating the Effects of Combined Pegagan and Snakehead Fish Extracts on BDNF Levels in Rats: Implications for Neuroprotective Therapy Siregar, Sarah Rahmayani; Surura, Hedya Nadhrati; Lubis, Ilfan Adi Putra; Bukhari, Al
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.1 Mei 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v11i1.21507

Abstract

One of the most common health problems in the elderly is dementia. People living with dementia were found to have smaller hippocampal volumes and low serum BDNF levels. BDNF increases synaptogenesis, and plays a role in neurogenesis.  It is believed that the decrease in BDNF levels can be prevented by the dietary intake of plants, including gotu kola (Centella asiatica) and snakehead fish (Channa striata). Gotu kola contains  terpenoids and flavonoids, while snakehead fish contains arginine and glutathione. This study aims to examine the combination of water extracts of gotu kola and snakehead fish  as neuroprotector agent. This research was truly experimental; experimental animals (n=35) were divided into seven groups, five animals each with the following treatment: K0: normal control; K-: distilled water 10 mg/kgBW/day; P1: snakehead fish extract 300 mg/kgbb/day; P2: gotu kola extract 300 mg/kgbb/day; P3-P5: combination of gotu kola and snakehead fish at doses of 100/300, 300/300 and 600/300 mg/kgbb/day. The extract is given orally once a day along with induction at K-, P1-P5 with D-galactose (150 mg/kgbb/day) subcutaneously for six weeks. Then, BDNF gene expression was examined in brain tissue using the Real-Time PCR method. Data were analyzed using the One Way Anova test. The results of this study showed that the greatest BDNF gene expression was found in P3 (2.8). This study concluded that a neuroprotective effect based on BDNF gene expression was found in the combination of gotu kola and snakehead fish extracts at a dose of 100/300 mg/kg bb/day
IN SILICO STUDY OF ACTIVE COMPOUNDS IN Halosi (Bidens pilosa) AS ANDROGEN INHIBITORS IN PROSTATE CANCER Harahap, Armansyah Maulana; Priawan, Indra; Siregar, Sarah Rahmayani
Current Biochemistry Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.12.1.1

Abstract

Prostate cancer is a disease that affects men's prostate gland cells and can spread to other parts of the body, mostly bones and lymph nodes. It is the third most common type of cancer in men in Indonesia and the second most common type of cancer in men worldwide. Ini adalah studi in silico tentang aktivitas chemical compounds in the leaves of the halosi plant (Bidens pilosa) to inhibit the Androgen receptor (1E3G) in the treatment of prostate cancer. Androgen receptor (AR) is a receptor protein that plays an important role in the development of prostate cancer cells. Molecular docking method using Chemdraw 3D, AutoDockTools 1.5.6., BIOVIA Discovery Studio 2021, and Ligandscout were used to conduct tests. Hasil menunjukkan bahwa bahan Bidens pilosa memiliki rendahnya ∆G free bond energy sebesar -10.26 KKal/mol and interaction with with several amino acid residues similar to Oxymetholone, a natural ligand. Therefore, it can be concluded that andrographolid compounds from halosi plant are the most able to inhibit Andorgen receptors
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Risiko Gagal Jantung melalui Kegiatan Penyuluhan Fauzan, Rivhan; Zahrina; Siregar, Sarah Rahmayani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23542

Abstract

Gagal jantung kongestif merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi di Indonesia. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor resiko, gejala awal dan pencegahan gagal jantung menjadi tantangan besar dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai resiko gagal jantung melalui penyuluhan kesehatan yang edukatif dan interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama lintas sector antara institusi Pendidikan, tenaga Kesehatan di puskesmas dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi oleh dokter spesialis, diskusi interaktif, tanya jawab, pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat memberikan respon positif terhadap penyuluhan dan menyatakan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini gagal jantung, dan pengelolaan faktor resiko. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyakit jantung. Kata Kunci: gagal jantung, kardiovaskular, penyuluhan
Edukasi Farmakologi Terapan: Pembuatan Oralit Mandiri dan Deteksi Dini DBD dengan Uji Torniquet pada Santri di MTs Syamsudduha Aceh Utara Yuziani, Yuziani; Sofia, Rizka; Sawitri, Harvina; Maulina, Meutia; Mellaratna, Wizar Putri; Siregar, Sarah Rahmayani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.24076

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian utama, terutama di wilayah-wilayah endemis. Salah satu upaya strategis untuk menurunkan angka keparahan kasus DBD adalah melalui deteksi dini dan penanganan awal berbasis edukasi farmakologi terapan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembuatan oralit mandiri sebagai langkah awal penanganan dehidrasi, serta penerapan uji tourniquet sebagai metode sederhana untuk deteksi dini DBD. Kegiatan dilaksanakan di MtsS Syamsudduha Aceh Utara dalam bentuk edukasi interaktif yang mencakup ceramah, demonstrasi pembuatan oralit, dan pelatihan praktik uji tourniquet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi langsung terhadap keterampilan praktik peserta. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40,76% berdasarkan hasil perbandingan pre-test dan post-test. Selain itu, sebagian besar peserta mampu melakukan uji tourniquet secara tepat sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh WHO. Evaluasi keterampilan juga menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil membuat oralit mandiri dengan benar. Edukasi farmakologi terapan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap DBD dan kemampuan penanganan awal dehidrasi. Intervensi semacam ini sangat relevan untuk diterapkan di komunitas, terutama di daerah endemis. Kata Kunci: Farmakologi terapan, oralit mandiri, DBD, uji tourniquet, edukasi masyarakat
Potensi Pegagan (Centella asiatica) terhadap Fungsi Kognitif Lanjut Usia Siregar, Sarah Rahmayani; Widyawati, Tri; Ichwan, M
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.9 No.1 Mei 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v9i1.10772

Abstract

Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang semakin meningkat dapat menambah beban ekonomi negara jika lansia memiliki masalah gangguan kognitif akibat proses penuaan. Stres oksidatif menyebabkan kerusakan neuron pada lansia. Centella asiatica adalah salah satu tanaman herbal yang banyak dikaji efek neuroprotektifnya. Tujuan dari telaah singkat ini untuk menyajikan semua bukti mengenai manfaat C.asiatica terhadap fungsi kognitif lansia. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scince Direct, Google Scholar dan Springer Link pada topik pengaruh C.asiatica terhadap fungsi kognitif. Bukti dan informasi yang diperoleh disajikan dalam bentuk narasi. Hasil telaah menunjukkan penelitian eksperimental mengenai efek C.asiatica terhadap fungsi kognitif telah dilaporkan.Berdasarkan bukti yang ada, C.asiatica berpotensi sebagai neuroprotektor, antioksidan dan antiinflamantori karena mengandung banyak senyawa bioaktif seperti triterpenoid dan flavonoid.  Kesimpulannya bahwa C.asiatica dapat meningkatkan fungsi kognitif.