Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Thyroid Storm (Krisis Tiroid) pada Pasien Hipertiroid et causa Graves Disease dengan Kehamilan Debbyousha, Maulina; Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur; Zara, Noviana; Pohan, Adli Kurniawan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21549

Abstract

Graves Disease (GD) adalah salah satu penyebab utama dari hipertiroidisme dengan persentase hingga 80% dari kasus hipertiroid. Graves Disease paling sering dialami oleh perempuan usia 20 hingga 50 tahun. Penyebab utama dari GD adalah autoimun, yaitu kondisi dimana sel imun menyerang tiroid sehingga merangsang peningkatan produksi hormon tiroid dengan efek samping membesarnya kelenjar tiroid. Pada kasus ini pasien perempuan usia 30 tahun dikonsulkan dari bagian Obstetri  dengan diagnosis G5A4P0 ke bagian Penyakit Dalam dengan keluhan utama tampak benjolan pada kedua sisi leher. Pasien mengeluhkan adanya benjolan pada leher sejak 6 bulan yang lalu, tidak nyeri, tidak mengganggu jalan napas ataupun menelan, serta membesar perlahan tanpa disadari. Keluhan lainnya adalah jantung berdebar-debar, cemas, sering berkeringat, lemas, mudah lelah, mata terasa nyeri dan terlihat semakin menonjol keluar. Pada pemeriksaan fisik inspeksi tampak adanya pembesaran tiroid bilateral, simetris kiri dan kanan serta bergerak saat refleks menelan. Pada palpasi tidak dijumpai adanya nyeri tekan pada benjolan yang mana konsistensi tiroid kenyal, permukaan rata dan ukuran ± 6 cm. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dimana didapatkan hasil berupa penurunan haemoglobin 10.5 g/dL, disertai peningkatan FT4 >100 ng/dL dan penurunan TSH <0.05 IU/mL. Pemeriksaan penunjang lainnya berupa EKG berupa sinus takikardi. Pada pasien ini diberikan penatalaksanaan nonfarmakologi berupa bedrest, diet makan biasa 1500 kkal/hari, pemberian nutrisi parenteral, serta tatalaksana farmakologi pada pasien berupa cairan asering 20tpm, injeksi ceftriaxone 1gr/12 jam, dexamethasone 2.5 mg/12 jam, ranitidine 50 mg/12 jam, PTU serta propanolol. Pasien dengan keluhan dan pemeriksaan tersebut didiagnosis dengan  hipertiroid ec graves disease dan krisis tiroid.
An Overview of Antibiotic Use, Length of Stay, and Amputation Incidents in Diabetic Foot Patients at Cut Meutia Regional Hospital Debbyousha, Maulina; Bayu Rizaldy, Muhammad; Syifa, Siti
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.1 Mei 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic foot ulcer is a condition of ulceration on the skin surface associated with neuropathy and angiopathy in the lower extremities. Improperly treatment for diabetic foot resulting significant functional and financial consequences for the patient. The purpose of study was to determine and assess an Overview of Antibiotic Use, Length of Stay and Amputation Incidents in Diabetic Foot Patients at Cut Meutia Regional Hospital. This type of research is descriptive research using a purposive sampling method with a cross-sectional approach with a sample size of 55 people using the Slovin formula. Data were processed using the univariate method with the results in the form of characteristics of patients are middle age 45-59 years (42.5%), the most patients were male (57.5%) and the majority of patients were housewives (36.3%). The most common description of antibiotic usage is combination antibiotics (71.3%) with the majority is a combination of cephalosporin and metronidazole (48.8%). The most commonly prescribed single antibiotics are cephalosporins (25%). Meanwhile, the length of stay was <7 days (55%) and the majority of patients did not experience amputation (76.3%). The conclusion of this study was the majority of patients were men, middle age 45-59 years, the majority of occupations were housewives, The use of antibiotics was dominated by a combination of cephalosporins with metronidazole and the single antibiotic used was a cephalosporin, the length of stay was <7 days, and the patients did not experience amputation. Keywords: diabetic ulcer, antibiotics, combination therapy, complication
Edukasi Pola Hidup Sehat dan Bugar di Bulan Suci Ramadhan Bagi Mahasiswa dan Anak Kos Menggunakan Panduan Gizi Seimbang Fardian, Nur; Maulina Debbyousha; Nora Maulina; Meutia Maulina; Rahmi Inayati; Baluqia Iskandar Putri; Adi Rizka; Cut Khairunnisa
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15259326

Abstract

Kehidupan sebagai mahasiswa dan tinggal jauh dari orang tua sering mengakibatkan banyak individu tidak memperhatikan pola hidup sehat. Individu cenderung tidak memperhatikan jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi, pola hidup dengan kebiasaan begadang juga banyak dipraktekkan oleh para mahasiswa. Terlebih saat bulan Ramadhan, setiap mahasiswa sering mengkonsumsi makanan yang dijual oleh penjaja makanan musiman yang belum jelas kadar nutrisi dan bebas dari kuman berbahaya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pola hidup sehat bagi mahasiswa yang hidup sebagai anak kos selama bulan puasa. Kegiatan ini dilakukan secara online dengan menggunakan zoom meeting dengan di hadiri oleh 75 peserta. Metode penyampaian edukasi menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pola hidup sehat saat bulan suci Ramadhan. Diharapkan setelah kegiatan ini peserta dapat melakukan praktik pola hidup sehat dalam kehidupanya sehari-hari, baik saat bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan terutama bagi mahasiswa yang tidak tinggal bersama orang tua atau anak kos.
Pengenalan Dan Pengelolaan Diabetes Melitus Dari Hulu Ke Hilir Pada Tenaga Kesehatan Pengelola Prolanis Maulina Debbyousha; Nur Fardian; Cut Khairunnisa; Noviana Zara; Mulyati Sri Rahayu
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16947449

Abstract

Peningkatan jumlah kasus diabetes setiap tahun merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan, tidak hanya bagi tenaga kesehatan yang bertugas di layanan sekunder namun juga di layanan primer. Layanan primer merupakan tonggak utama yang menjalankan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis). Tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan tata cara pengelolaan diabetes melitus pada tenaga kesehatan yang mengelola Prolanis di layanan primer. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Kota Lhokseumawe, dengan melibatkan tenaga kesehatan yang mengelola prolanis di tiga kabupaten kota yaitu: Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen dengan jumlah peserta sebanyak 150 peserta. Metode yang digunakan adalah focus group discussion (FGD) dan edukasi menggunakan materi edukatif yang mudah dipahami, sesi tanya jawab interaktif dan demonstrasi praktis tentang tatacara pengelolaan diabetes. Pelakasanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik pengelolaan diabetes oleh tenaga kesehatan di layanan primer.
Telemedicine: Between Opportunities, Expectations, and Challenges in Health Development in Remote Areas of Indonesia Cut Khairunnisa; Al Muqsith; Nur Fardian; Maulina Debbyousha; Shabrina Shabrina
International Journal of Law, Social Science, and Humanities Vol. 2 No. 2 (2025): IJLSH - July 2025
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/ijlsh.v2i2.258

Abstract

Current technological advancements have helped Indonesian society access healthcare services more easily than before. Telemedicine emerges as a crucial innovation to implement, offering a viable solution to bridge geographical gaps by enabling remote consultations and medical services. The purpose of this study is to identify Indonesia's opportunities, expectations, and challenges in providing healthcare services by utilizing telemedicine. This study is a literature review using a narrative descriptive approach. Data was collected through online searches from various sources, including dissertations, theses, scientific publications, and e-books. The analysis results revealed that the utilization of digital technology in providing healthcare services to the community offers significant opportunities to improve the efficiency and convenience of medical services, especially in remote areas. The presence of telemedicine also offers new hope to the community. However, the implementation of telemedicine still faces various challenges and obstacles, including legal regulations, digital infrastructure, technological literacy, and public trust in digital-based healthcare services.
Upaya Pengelolaan Skabies pada Anak 3 Tahun dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga Ayuna, Della Vega Nisha; Akbar, Muhammad Khalilul; Ikhsan, Maulana; Zara, Noviana; Dewi, Rahmia; Muna, Zurratul; Debbyousha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.9980

Abstract

Pasien An. S dibawa oleh orangtuanya datang ke Poli Anak Puskesmas Lhoksukon dengan keluhan gatal di seluruh tubuh sejak 1 bulan terakhir. Keluhan terutama di daerah sela-sela jari tangan, jari kaki serta di daerah selangkangan. Ibu Pasien menyampaikan anaknya mengeluh gatal yang dirasakan memberat saat dimalam hari. Ibu pasien mengatakan keluhan ini pertama kali muncul saat anak pertamanya pulang dari dayah saat libur sekolah. 2 minggu yang lalu pasien membawa anak pertamanya berobat ke puskesmas dengan keluhan yang sama sebelum ia balik ke Dayah (Pesantren). Saat ini pasien baru saja membawa An. S untuk berobat dengan keluhan yang juga sama. Hasil pemeriksaaan didapatkan HR : 87 x/i, RR : 18 x/i, Suhu: 36,5ï‚°C. Data primer diperoleh melalui alloanamnesa dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Intervensi yang dilakukan diantaranya adalah edukasi tentang penyebab skabies kepada keluarganya, edukasi sanitasi lingkungan dan kebersihan serta tatalaksana penyakit tersebut serta menjelaskan komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit pasien agar pasien keluarga pasien lebih menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan.
Upaya Pengelolaan Tinea Corporis pada Anak Usia 3 Tahun dan Underweight dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga Gusfanny, Dio; Surayya, Rahmi; Ikhsan, Maulana; Zara, Noviana; Debbyousha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10024

Abstract

Pasien laki-laki berusia 3 tahun 6 bulan mengeluhkan bercak kemerahan disertai gatal sejak 5 hari yang lalu. Pasien baru kali ini berobat di Puskemas terkait keluhan tersebut. Pasien di diagnosis sebagai Tinea Corporis. Terapi yang digunakan pada pasien yaitu cetirizine sirup 2x2,5 mg dan Miconazole cream yang dioleskan 2 kali sehari. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk mencegah perparahan Tinea corporis yang dapat meluas ke area tubuh yang lain serta menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat
Deteksi Dini Kejadian Shock Hipovolemia, What To Do Next? Pelatihan Tenaga Kesehatan RSUD Cut Meutia Millizia, Anna; Debbyousha, Maulina; Rizaldy, Muhammad Bayu; Moharry, Faiz Alwan; Pilson, Soni
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13387

Abstract

Pelayanan yang bermutu dan aman dilaksanakan pada semua pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penangan cepat dan tepat untuk mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas. Hal tersebut tentunya memerlukan pengetahuan yang mumpuni untuk dapat memberikan terapi yang tepat pada pasien. Pada keadaan syok hipovolemik kondisi pasien sangat buruk dengan tingkat mortalitas sangat tinggi. Apabila keadaan ini tidak ditangani segera maka akan menimbulkan kerusakan permanen dan bahkan kematian. Untuk itu pengetahuan perawat disetiap tempat/ruangan sangat dibutuhkan untuk mengenal keadaan syok hipovolemik sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Adapun metode yang digunakan dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang deteksi dini syok hipovolemik dan keterampilan dalam melakukan resusitasi cairan yang cepat dan tepat. Target dari pelaksanaan program pelatihan dan edukasi ini adalah Tersedianya tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan  yang baik tentang syok hipovolemik yang terlihat dari peningkatan nilai pre test dan post test. Selain itu, pengabdian ini juga diharapkan mampu untuk menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi di media cetak/elektronik dan jurnal pengabdian masyarakat.
Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien DM Tipe 2 Di RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Fetia, Mila; Debbyousha, Maulina; Nadira, Cut Sidrah
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3641

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah sekelompok penyakit metabolik kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang disebabkan oleh defek sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Salah satu komplikasi kronis dari diabetes melitus adalah kaki diabetik dengan faktor risikonya yaitu iskemik, neuropati, dan infeksi. Upaya pencegahan primer pada pengelolaan kaki diabetik merupakan salah satu strategi yang paling efektif untuk mencegah luka kaki secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap faktor risiko terjadinya kaki diabetik dan mengetahui perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini adalah desktiptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 91 pasien DM Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam dengan teknik Consecutive Sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner pengetahuan yang dikembangkan Harry Ilham Bastanta dan kuisioner Nottingham Assesment of Fungtional Footcare (NAAF) sebagai alat pengumpulat data. Hasil penelitian diperoleh mayoritas penderita diabetes berjenis kelamin wanita (57,1%), usia 55-64 tahun (37,4%), Ibu rumah tangga (40,7%), pendidikan SD (45,1%), lama menderita DM < 5 tahun (61,5%) dan ulkus grade 0 (83,5%) berdasarkan klasifikasi wagner. Gambaran karakteristik tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap faktor risiko terjadinya kaki diabetik termasuk kedalam kategori cukup baik (46,2%) dan sebagian besar responden memiliki perilaku perawatan kaki yang buruk (75,8%). Pengetahuan dan perilaku perawatan kaki yang buruk dapat terjadi karena kurangnya informasi terkait faktor risiko terjadinya kaki diabetik dan penatalaksanaannya. Pemberian edukasi terkait komplikasi diabetes melitus dan perawatan kaki penting dilakukan pada pasien DM untuk meningkatkan pemahaman mengenai komplikasi diabetes melitus salah satunya yaitu kaki diabetik dan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perawatan kaki yang tepat untuk mencegah terjadinya kaki diabetik.
Hubungan Profil Lipid Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Humaira, Siti; Nadira, Cut Sidrah; Debbyousha, Maulina
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3659

Abstract

Hipertensi merupakan masalah global. Data dari Dinas Kesehatan Aceh tahun 2018, hipertensi di Kota Lhokseumawe berada pada peringkat ke-4 dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, sementara pravelensi dislipidemia di Aceh mencapai 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat inap di RSUCM periode Januari 2023-Desember 2023. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji spearman. Hasil penelitian ini pada 51 pasien hipertensi, didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistol 165,25 mmHg dan tekanan darah diastol 96,22 mmHg. Rata-rata profil lipid kolestrol total 204,37 mg/dL, HDL 41,06 mg/dL, trigliserida 146,80 mg/dL. Dari hasil uji korelasi didapatkan kolestrol total dengan tekanan darah sistol diketahui bahwa nilai p value <0,05 dan koefisien korelasi (r) 0,368, didapatkan LDL dengan tekanan darah sistol nilai p value <0,05 dan nilai (r) 0,313, sementara tekanan darah diastol dengan kolestrol total dan LDL diperoleh nilai p value >0,05 yang artinya tidak memiliki hubungan. Hasil uji korelasi HDL dan trigliserida dengan tekanan darah sistol dan diastol diperoleh p value >0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kadar kolestrol total dan LDL dengan tekanan darah sistol, artinya setiap peningkatan kadar kolestrol total dan LDL akan diikuti dengan peningkatan tekanan darah sistol.