Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan antara Pemberian Edukasi Insulin terhadap Kontrol Glikemik Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Cut Meutia: The Relationship Between Insulin Education and Glycemic Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Cut Meutia General Hospital Syahla Faizasha; Maulina Debbyousha; Juwita Sahputri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10371

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Penatalaksanaan diabetes melitus salah satunya adalah dengan menggunakan insulin. Penyuntikan insulin yang tidak tepat dapat mempengaruhi kontrol glikemik pasien diabetes melitus tipe 2, oleh karena itu edukasi penting untuk diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara pemberian edukasi insulin terhadap kontrol glikemik pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSU Cut Meutia. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pre test dan post test design. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik responden mayoritas berumur 46-55 tahun, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki tingkat pendidikan menengah dengan lama menderita diabetes melitus mayoritas ? 5 tahun, dan jenis insulin yang digunakan mayoritas adalah insulin basal long acting. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pengguna insulin setelah edukasi yaitu dalam kategori baik dan mayoritas kontrol glikemik pasien berada pada kontrol glikemik yang tidak terkontrol. Bedasarkan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan pengetahuan sebelum diberikan edukasi, dengan kontrol glikemik adalah p value = 0,147 (>0,05), dan hubungan pengetahuan setelah diberikan edukasi, dengan kontrol glikemik adalah p value = 0,112 (>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pemberian edukasi insulin terhadap kontrol glikemik pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSU Cut Meutia.
Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Masalah Geriatri, Gangguan Elektrolit, dan Pneumonia pada Pasien Lansia Inna Dwi Raisa; Maulina Debbyousha
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2026): April: Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v3i2.3008

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a chronic metabolic disorder that frequently affects elderly patients and is often accompanied by multiple comorbidities. The increasing prevalence of diabetes in the aging population contributes to higher morbidity and mortality, especially when complicated by geriatric syndromes, electrolyte imbalances, and infections such as pneumonia. This study aims to present a case of type 2 diabetes mellitus in an elderly patient with associated geriatric problems, electrolyte disturbances, and pneumonia. The method used is a descriptive case report based on clinical findings, laboratory examinations, and radiological assessment. A 76-year-old male presented with generalized weakness, weight loss, decreased appetite, respiratory symptoms, and functional decline. Physical examination and laboratory findings revealed uncontrolled diabetes, electrolyte imbalance, hypoalbuminemia, and signs of infection. Chest radiography confirmed pneumonia. Management included pharmacological therapy such as antibiotics, fluid and electrolyte correction, and supportive care, along with non-pharmacological interventions including dietary regulation and monitoring. The findings highlight the complexity of managing elderly patients with multiple comorbid conditions, emphasizing the need for a comprehensive and multidisciplinary approach. Early detection and appropriate management are essential to improve clinical outcomes and prevent further complications in geriatric patients with diabetes mellitus.