Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Kebijakan Kurikulum Merdeka terhadap Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Fitriani, Nurul Huda; Astuti, Nadya; Tampubolon, Flora Agustina; Handayani, Noor Fazariah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3498

Abstract

Minat baca siswa adalah kecenderungan atau ketertarikan yang dimiliki seorang siswa terhadap aktivitas membaca, mencakup minat, antusiasme, dan motivasi untuk membaca buku, artikel, cerita, atau materi bacaan lainnya. Pada kegiatan literasi yang rutin dilaksanakan di Sekolah Dasar, masih banyak siswa menunjukkan minat yang kurang terhadap kegiatan literasi. Beberapa dari mereka terlihat lebih asik bermain bersama teman-teman mereka daripada memperhatikan bacaan yang ada. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik kebijakan Kurikulum Merdeka; seberapa baik minat baca siswa siswa, dan; seberapa besar pengaruh kebijakan Kurikulum Merdeka terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar dan minat baca siswa di SDN 5 Komet Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas II, IV dan V di SDN 5 Komet Banjarbaru yang sudah menerapkan kebijakan kurikulum merdeka belajar di kelasnya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah probability sampling sebanyak 47 siswa. Uji coba tes dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan SPSS ver. 25 for windows. Alat penggali data yang digunakan adalah wawancara dan angket. Analisis data yang digunakan adalah uji t. Berdasarkan hasil analisis data maka Implementasi kurikulum merdeka sebesar 58,30% (cukup), Minat baca siswa 60,66% (baik), dan; pengaruh kebijakan Kurikulum Merdeka terhadap minat baca siswa di SDN 5 Komet Kota Banjarbaru yang sebesar 5,6%, didapat nilai thitung sebesar 4.202 > ttabel sebesar 2.0141 yang Ha diterima H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kurikulum merdeka (X) berpengaruh terhadap minat baca siswa (Y).
Blockchain Technology for Enhancing Transparency and Accountability in Educational Administration Chevi Herli Sumerli A; Adam Mudinillah; Bouyea Jonathan; Nurul Giswi Karomah; Noor Fazariah Handayani
Journal of Social Science Utilizing Technology Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jssut.v2i4.1779

Abstract

Background. Educational institutions face increasing demands for transparency and accountability in their administrative processes. Traditional systems often lack the necessary security, efficiency, and transparency to meet these demands, leading to issues such as fraud, mismanagement, and mistrust. Blockchain technology, known for its decentralized and immutable nature, has emerged as a promising solution to address these challenges within educational administration. Purpose. This research aims to explore the potential of blockchain technology in enhancing transparency and accountability in educational administration. The study focuses on how blockchain can improve data integrity, reduce administrative costs, and streamline processes in educational institutions. Method. A qualitative approach was adopted, involving case studies of institutions that have implemented blockchain-based solutions for administrative purposes. Data was collected through interviews with administrators, technology experts, and stakeholders to assess the impact of blockchain technology on transparency and accountability. Results. The findings indicate that blockchain significantly improves data security and traceability, ensuring that records are tamper-proof and easily auditable. It also reduces administrative overhead by automating processes and streamlining communication between stakeholders. Furthermore, blockchain enhances stakeholder trust through transparent and decentralized decision-making. Conclusion. Blockchain technology holds great promise for revolutionizing educational administration by providing a secure, transparent, and efficient system. Future research should focus on addressing scalability challenges and exploring broader applications of blockchain in educational settings.