Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Development of E-Booklet Based on Case Method on the subject of World War I and II Material for Advanced History Learning at SMA Negeri 18 Palembang Citra Ayu Virginia Pama; Sani Safitri
Historia Vol 14 No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.12492

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the use of e-booklet teaching materials in Advanced History subjects. This study is included in development research using direct observation techniques at the research location, namely SMA Negeri 18 Palembang, then questionnaires were distributed to 40 students in class XI F.8 as research subjects. E-booklets were developed using the Hannafin & Peck development model consisting of the needs analysis phase, design base, and development and implementation phases, each part of which is covered by evaluation and revision. The results of the study indicate that case method-based e-booklets are considered valid and effective for use in history learning. Validation by media, material, and language experts obtained a very valid category (89.7%), one-to-one and small group assessments obtained a very valid category (92.05%), the increase in post-test results was valid (88.8), along with the N-gain results reaching 0.82 which is included in the high or very effective category.
Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah SMA Muhammad Bagas Hidayatullah; M Rizki Hidayatullah; Shigah Maulidina; Sani Safitri; Rani oktaviani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15848

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model in improving high school students’ critical thinking skills, which are essential competencies in an era of information overload and demands for higher-order thinking. Conventional learning that remains teacher-centered often leads to low student engagement in the processes of analysis, evaluation, and argument construction. Through a qualitative method based on literature studies, this research analyzes empirical findings and theories that support the implementation of PjBL in the context of secondary education. The results show that PjBL is able to create more meaningful learning experiences through project activities that require students to identify problems, gather data, conduct in-depth analysis, collaborate, and present evidence-based solutions. This process not only strengthens critical thinking skills but also enhances students’ creativity, responsibility, and communication abilities. Although there are obstacles such as limited time, facilities, and the readiness of both teachers and students, institutional support and proper instructional planning can optimize its implementation.
Strategi Pembelajaran Sejarah Abad 21: Kajian Literatur Irfan Swanto Yusni; Wafa Kamila; Indah Ramadhani; Rani Oktapiani; Syarifuddin Syarifuddin; Sani Safitri
Educational Journal Vol. 1 No. 3 (2026): FEBRUARI-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p2tvmj03

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut strategi pembelajaran sejarah yang menggeser praktik konvensional menuju pembelajaran berpusat pada peserta didik, penguatan keterampilan berpikir historis, serta integrasi teknologi digital dan literasi sumber. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi, membandingkan, dan menganalisis strategi pembelajaran sejarah yang dibahas dalam jurnal ilmiah nasional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis (systematic literature review) terhadap studi-studi relevan. Hasil kajian menunjukkan konsistensi temuan bahwa model pembelajaran inovatif seperti problem-based learning, project-based learning, diskusi analitis, serta pemanfaatan arsip dan sumber daring berkontribusi pada peningkatan kemampuan analisis, interpretasi sumber, argumentasi historis, dan literasi digital siswa. Namun, implementasi masih dibatasi oleh kompetensi digital guru dan keterbatasan kemampuan evaluasi sumber oleh peserta didik. Implikasi praktisnya meliputi kebutuhan pelatihan guru, penyediaan infrastruktur digital, serta desain pembelajaran yang menekankan literasi sumber dan keterampilan historis
Training and Mentoring on the Development of AI Based Teaching Materials for Social Studies Teachers in Ogan Ilir Syarifuddin; Sani Safitri; Hudaidah; M. Reza Pahlevi; Tyas Fernanda; M. Taofik Kurrohman; Alif Bahtiar Pamulaan
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1287

Abstract

The training and mentoring program on developing AI based teaching materials in Ogan Ilir aims to enhance the competencies of Social Studies (IPS) teachers in creating innovative and relevant learning resources aligned with current educational technology developments. This program consists of outreach activities, training sessions, and two days of intensive mentoring designed to help teachers utilize artificial intelligence (AI) in designing and producing engaging and interactive digital teaching materials. As an initial step, participants took a pretest to measure their baseline understanding of AI applications in teaching material development. During the training, participants received materials through interactive sessions, group discussions, and hands on practice using various AI tools to create learning content. At the end of the program, a posttest was conducted to evaluate participants’ competency improvement, with the results showing a significant increase in their technopedagogical skills. The program continued with monitoring and evaluation activities to ensure the implementation of the training outcomes in each school. Overall, this activity strengthened the ability of Social Studies teachers to effectively integrate AI in developing teaching materials, thereby improving the quality of the learning process.
Karakteristik Ideal Bahan Ajar dalam Meningkatkan Keterlibatan dan Pemahaman Peserta Didik M. Zalva Zakira; Indah Wulandari; Herni Mandala Putri; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22096

Abstract

Materi pembelajaran merupakan elemen esensial dalam proses pendidikan yang memiliki peran krusial untuk meningkatkan partisipasi dan penguasaan materi oleh siswa. Studi ini menganalisis ciri-ciri optimal materi pembelajaran yang mampu memaksimalkan efektivitas proses belajar mengajar. Pendekatan studi pustaka diterapkan untuk menelaah berbagai teori, kegunaan, dan ciri-ciri materi pembelajaran berdasarkan pandangan para pakar dan temuan riset yang relevan. Temuan kajian mengindikasikan bahwa materi pembelajaran yang optimal memiliki ciri-ciri pokok yakni dapat dipelajari secara mandiri, memuat konten yang lengkap, berdiri sendiri, dapat beradaptasi, serta mudah digunakan. Materi pembelajaran yang tersusun dengan tepat tidak semata-mata berperan sebagai sarana penyaluran pengetahuan, melainkan juga sebagai instrumen yang mampu mendorong siswa menjadi lebih proaktif, inovatif, dan otonom dalam aktivitas belajar. Keterkaitan antara materi pembelajaran dengan partisipasi dan penguasaan siswa memiliki sifat resiprokal, di mana materi pembelajaran yang memikat, kontekstual, dan dinamis mampu menumbuhkan partisipasi siswa yang optimal, yang kemudian memberikan dampak konstruktif terhadap pendalaman pemahaman konseptual. Kajian ini menyarankan supaya para pengajar senantiasa melakukan inovasi dalam merancang materi pembelajaran dengan memerhatikan dimensi visual, penggunaan bahasa, relevansi dengan realitas siswa, dan penggabungan teknologi guna mewujudkan pembelajaran yang produktif, menggembirakan, dan substansial.
Peran Guru Abad 21 dalam Menerapkan Model Pembelajaran Sejarah Inovatif dan Berorientasi pada Student-Centred Ragil Pangestu; Aqilah Fakhriyati Auliya; Siti Nurbaya; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i1.2283

Abstract

Artikel ini mengkaji peran guru abad ke-21 dalam merancang kurikulum sejarah yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Fokus bahasan mencakup kemampuan guru merancang strategi aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan literasi historis masa kini. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sejarah bergantung pada kreativitas guru dalam memfasilitasi eksplorasi sumber, aktivitas analitis, serta pemecahan masalah kontekstual. Artikel ini menegaskan bahwa transformasi peran guru dan penguatan kompetensi pedagogis merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Penerapan Ilmu Sosial Berbasis IPTEK di Kalangan Remaja Wafa Kamila; Syarfira; Irfan Swanto Yusni; Sani Safitri
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3w99qg70

Abstract

Artikel ini membahas penerapan ilmu sosial berbasis IPTEK di kalangan remaja serta dampaknya terhadap pola belajar dan kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menganalisis berbagai referensi terkait implementasi IPTEK dalam pembelajaran ilmu sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi berperan penting dalam meningkatkan akses terhadap materi pembelajaran, metode pengajaran interaktif, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis di kalangan remaja. Namun, tantangan seperti penyalahgunaan media sosial, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta ada kesenjangan akses terhadap teknologi, yang mana menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi penerapan yang inovatif dan melalui suatu bukti supaya dapat memaksimalkan manfaat IPTEK dalam ilmu sosial, seperti penguatan kelembagaan pendidikan, kolaborasi antar lembaga, serta inovasi dalam metode pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan IPTEK dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk kalangan remaja yang adaptif dan bisa berfikir kritis dalam menghadapi tantangan global.
Inovasi Perencanaan Pembelajaran Sejarah di Era Digital: Peluang dan Tantangan bagi Guru Sejarah Mutiara Raya Savitri; Hardiyawansyah; Rosa Yunita Sihombing; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/9hxbky44

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ekonomi daerah dengan menekankan peran Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap praktik perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sejarah, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik melalui media digital yang lebih interaktif dan variatif. Penelitian ini mengkaji inovasi perencanaan pembelajaran sejarah di era digital dengan menyoroti peluang yang dapat dimanfaatkan guru serta tantangan yang perlu diatasi agar pembelajaran berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Pendekatan digital menghadirkan kesempatan bagi guru untuk memperluas metode pengajaran melalui penggunaan teknologi yang mampu menghadirkan visualisasi peristiwa sejarah, mendorong kolaborasi, dan memperkaya sumber belajar berbasis digital. Namun, perubahan ini juga menghadirkan berbagai hambatan, seperti rendahnya literasi digital peserta didik, kesenjangan akses infrastruktur teknologi, validitas sumber digital yang beragam, serta meningkatnya beban kerja guru dalam menyusun dan mengelola materi digital. Analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi faktor utama dalam keberhasilan implementasi pembelajaran digital. Peningkatan kompetensi guru, penyediaan infrastruktur pendukung, serta penguatan kemampuan literasi digital peserta didik menjadi prasyarat penting agar inovasi pembelajaran sejarah di era digital dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap upaya penguatan pembelajaran sejarah yang lebih kreatif, kritis, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Pengaruh Alam terhadap Perkembangan Peradaban Yunani Dwi Tria Ayunda Sari; Chusnul Khotimah; Wahyu Arditika; Sani Safitri; M. Taofik Kurrohman
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i3.7837

Abstract

Ancient Greece is one of the civilizations that had a significant impact on the advancement of global civilization. The way of life of the Greek people was influenced by these natural conditions in the fields of economy, society, and culture. The aim of this study is to examine how the natural environment and geographical location of Greece influenced the evolution of Greek civilization, the formation of its social character, and the process of Greek expansion throughout the Mediterranean. This research uses qualitative methodology and literature review methodology. Data on the history of Greek civilization and the geographical conditions of the Greek region were collected from various literary sources, including novels, scientific journals, research articles, and academic documents. After that, a descriptive-analytical method was used to study the data by observing, comparing, and analyzing various expert opinions on the relationship between the evolution of Greek society and the natural conditions. The research results indicate that the topography of Greece, dominated by mountains and with little fertile land, encouraged its inhabitants to make sailing and trade their main means of survival. Due to Greece's proximity to the Mediterranean Sea, trade, communication, and cultural exchange with other parts of the world were facilitated by the sea. The independence of the Greek people, their openness to external influences, and their strong spirit of exploration were all shaped by these natural conditions.