Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakterisasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder dari Bakteri yang Bersimbion dengan Ascidia gemmata Nuryanti Rumalolas; Rina Anita Mogea; Maria Massora
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.3874

Abstract

Isolation of secondary metabolites from bacteria that have a symbiont with Ascidians has been shown to have enormous potential. This study aims to identify the types of secondary metabolites in Bacillus sp. which has a symbiont with A. gemmata. The research was carried out using laboratory experimental methods by means of phytochemical screening. After testing, the results of the characterization of bacteria that lead to the genus Bacillus and the secondary metabolites contained are alkaloid compounds
Melampaui Stereotip Gender: Analisis Sikap terhadap Matematika dan Keuletan Siswa Falenthino Sampouw; Andi Fajeriani Wyrasti; Maryo Sopater Istia; Nuryanti Rumalolas; Awal Mulia Rejeki Tumanggor; Riris Indarwati; Yuliana Rumbrawer; Yakomina Sherli Krey
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28607

Abstract

Faktor afektif memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran matematika, namun kajian mengenai perbedaan gender pada aspek afektif masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gender dalam sikap terhadap matematika dan keuletan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Partisipan penelitian terdiri atas 120 siswa sekolah menengah pertama yang meliputi 60 siswa laki-laki dan 60 siswa perempuan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap terhadap matematika dan keuletan yang telah memenuhi kriteria reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, dan independent samples t-test yang dilengkapi dengan ukuran efek Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki rata-rata skor sikap terhadap matematika dan keuletan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan berdasarkan gender pada sikap terhadap matematika (p = 0,156) maupun keuletan (p = 0,187). Ukuran efek yang diperoleh juga berada pada kategori kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman afektif siswa dalam pembelajaran matematika cenderung relatif setara antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, pengembangan sikap positif dan keuletan perlu dilakukan secara inklusif tanpa membedakan gender.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA Marina Yosina Ainusi; Jeni Jeni; Nuryanti Rumalolas
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.11177

Abstract

The issue of low student engagement and learning achievement, particularly in the human movement system material, indicates that conventional learning approaches have not fully accommodated the need for active and meaningful learning. Departing from this condition, the present study was designed to examine the extent to which the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model can promote improvements in both student activity and learning outcomes within the targeted topic. Methodologically, this research adopts a Classroom Action Research (CAR) design conducted over two cycles. Each cycle comprises four interrelated stages: planning, implementation, observation, and reflection. The participants consisted of 9 students in Cycle I and 7 students in Cycle II; the decrease was due to the absence of 2 students, and therefore data analysis was limited to those who completed the entire learning sequence. Data were collected through activity observation sheets and learning outcome tests, and subsequently analyzed using a descriptive quantitative approach. The findings are notably encouraging. Students’ learning activity demonstrated a consistent upward trajectory: from 71.25% in the first meeting of Cycle I, increasing to 76.25% in the second meeting, and rising significantly to 87.5% in Cycle II. Equally remarkable, learning mastery experienced a dramatic increase from only 33.33% in Cycle I to 100% in Cycle II. Taken together, these results reinforce the argument that PBL is not merely a variation of instructional technique but a substantive approach capable of creating an active, collaborative, and genuinely student-centered learning environment. ABSTRAK Persoalan rendahnya keterlibatan dan capaian belajar peserta didik khususnya pada materi sistem gerak manusia mengisyaratkan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan belajar yang aktif dan bermakna. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat mendorong peningkatan aktivitas sekaligus hasil belajar peserta didik dalam pokok bahasan yang dimaksud. Secara metodologis, penelitian ini mengadopsi desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan yang saling berkaitan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun subjek yang terlibat berjumlah 9 peserta didik pada siklus I dan 7 peserta didik pada siklus II berkurangnya jumlah ini disebabkan oleh ketidakhadiran 2 peserta didik, sehingga analisis data hanya dilakukan terhadap mereka yang mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara penuh. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi aktivitas dan tes hasil belajar, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Temuan yang diperoleh cukup menggembirakan. Aktivitas belajar peserta didik menunjukkan trajektori peningkatan yang konsisten: dari 71,25% pada pertemuan pertama siklus I, naik menjadi 76,25% pada pertemuan kedua, dan melonjak signifikan hingga mencapai 87,5% pada siklus II. Tidak kalah mencolok, ketuntasan hasil belajar mengalami lonjakan yang sangat tajam dari hanya 33,33% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Keseluruhan capaian ini memperkuat argumen bahwa PBL bukan sekadar variasi metode mengajar, melainkan sebuah pendekatan yang secara substantif mampu menciptakan iklim pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan sungguh-sungguh berpusat pada peserta didik.
Sosialisasi minuman probiotik berbasis nanas sebagai pangan fungsional dalam mendukung edukasi kesehatan masyarakat: Community Outreach on Pineapple-Based Probiotic Beverage as a Functional Food to Support Public Health Education Idola D. Y. Nebore; Iwan Iwan; Nuryanti Rumalolas; Egi Purnama; Johanis P. Kilmaskossu; Jan H. Nunaki; Silvia H. K. Sirait; Jeni Jeni; Helena T. Tuririday; Aksamina M. Yohanita; Semuel S. Erari; Hengky L. Wambrauw; Suzan Hehamahwa; Naomi A. Awawata; Nirmanda Nirmanda; Stevia B. H. G. Wayoi; Enggi Palimbong; Andhika H. Abdilah; Aulia P. Rahayu
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i3.658

Abstract

ABSTRACT  The utilization of functional foods based on local resources is an important strategy to support community health improvement. Pineapple has strong potential to be developed into a probiotic beverage through a simple fermentation process. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of pineapple-based probiotic beverages as functional foods supporting health education. The program was conducted through socialization and health education during the Universitas Papua Education Exhibition on 27 October–2 November 2025, involving 100 participants consisting of students, lecturers, teachers, and the general public. Activities included material presentation, introduction to fermented pineapple beverage (tepache), demonstration of the production process, and distribution of educational leaflets, followed by evaluation using participant response questionnaires. The results showed a very high level of perceived usefulness (89.50%), indicating increased knowledge, interest, and awareness regarding the use of pineapple as a probiotic beverage. It can be concluded that this activity was effective in improving community health literacy and has potential to support the sustainable development of local functional foods. Keywords: Functional food; Health education; Pineapple; Probiotics; Tepache ABSTRAK   Pemanfaatan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu strategi untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Nanas berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku minuman probiotik melalui proses fermentasi sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai minuman probiotik berbasis nanas sebagai pangan fungsional pendukung edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada Pameran Pendidikan Universitas Papua tanggal 27 Oktober–2 November 2025 dengan melibatkan 100 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, dan masyarakat umum. Kegiatan meliputi penyampaian materi, pengenalan minuman fermentasi nanas (tepache), demonstrasi pembuatan, serta pembagian leaflet, yang dievaluasi melalui angket respon peserta. Hasil menunjukkan tingkat kebermanfaatan yang sangat tinggi (89,50%), mencerminkan peningkatan pengetahuan, minat, dan kesadaran peserta terhadap pemanfaatan nanas sebagai minuman probiotik. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta berpotensi mendukung pengembangan pangan fungsional lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Edukasi kesehatan; Nanas; Pangan fungsional, Probiotik; Tepache
Co-Authors Aksamina M. Yohanita Alce I. Noya Andhika H. Abdilah Andi Fajeriani Wyrasti Andoyo Supriyantono Anita, Agustina APRIYANI, RAHMA Aristaningsih, Arfi Aulia P. Rahayu Awal Mulia Rejeki Tumanggor Ayomi, Carnela Barahima Abbas Damopolii, Insar Daud Bano Dewi, Novira F. K. Dwi Budi Santoso Dwiranti, Febriza Egi Purnama Enggi Palimbong Erari, Semuel Erari, Semuel S. Erary, Semuel Sander Frengky Krey George Yarangga Hanafi, Ririn I. A. A. Helena T. Tuririday Hendri I. Iwan Idola D. Y. Nebore Iwan Iwan Iwan Iwan Jan H. Nunaki Jan Hendriek Nunaki Jeni Jeni Jeni Jeni Johanis P. Kilmaskossu Kambu, Anastasya Y. Kilmaskossu, Johanis P. Krey, Keliopas Luarwan, Jakob R. Manihuruk, Dina L. D. Maria Massora Marina Yosina Ainusi Martha Kayadoe Maryo Sopater Istia Moeljono, Soetjipto Mujasam Mujasam Naomi A. Awawata Nasir, Nur Indah Ririn Fitriani Nebore, Idola Nebore, Idola D. Y. Nebore, Idola Dian Nirmanda Nirmanda Nouke L. Mawikere Novri Youla Kandowangko Paulus Boli Pramudita, Windi Purba, Gandi YS Purnama, Egi Rahman, Sari Rahayu Rawati Panjaitan Rein M. R. Ruimassa Resilay, Edelina M. Rimosan, Muhammad F. B. R. Rimosan, Muhammad Farits Bramasta Rio Rina A. Mogea Rina Anita Mogea Riris Indarwati Roni Bawole Rosely, Meilin S. Y. Rumatan, Saidah Sampouw, Falenthino Sangkek, Norce T. Sawor, Yohanes S. Semuel S. Erari Semuel Sander Erari Silvia H. K. Sirait Simatupang, Rintar Agus Sirait, Silvia Hanna Kusuma Sonya F. Nauw Stevia B. H. G. Wayoi Suzan Hehamahwa Syafrudin Raharjo Tagi, Fiktor Tiblola, Zali Natalia Trisiwi Wahyu Widayati Tuhuleruw, Felisita F. Tuririday, Helena T. Tuririday, Helena Trivona Wabia, Hosin Wambrauw, Hengky L. Wanaha, Falentina G. Yafed Syufi Yakomina Sherli Krey Yohanita, Aksamina M. Yuanike Kabera, Yuanike Yuliana Rumbrawer Zarima Wibawati