Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP BURUH DI PELABUHAN PAOTERE Rahim, Fitri Ramadani; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13256

Abstract

Pelabuhan Paotere merupakan salah satu pelabuhan di Kota Makassar. Pelabuhan ini berfungsi untuk mengakomodir pelayaran lokal dari dan antar pulau maupun provinsi. Pelabuhan Paotere menjadi generator pembangkit kawasan sekitarnya, seperti kegiatan pelabuhan yang menarik masyarakat untuk berdagang, melakukan transaksi, lelang ikan, hingga bongkar muat barang dan lain sebagainya. Salah satu kegiatan yakni bongkar muat barang memiliki banyak potensi terjadinya kecelakaan kerja dari cedera ringan hingga kematian. Kajian ini berfokus pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap buruh yang mengangkut barang dari dermaga ke atas truk dan tidak menggunakan alat pelindung diri serta tidak memperdulikan aspek K3. Kondisi ini menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat terhadap keselamatan kerja pada proses bongkar muat barang. Dalam Undang Undang No 1 tahun 1970 diatur tentang keselamatan dan pencegahan kecelakaan dijelaskan bahwa perusahaan wajib melindungi keselamatan pekerja. Manfaat dari kajian ini adalah memberi pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan buruh dalam proses bongkar muat barang. Metode penelitian kualitatif diterapkan dengan berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, pengamatan langsung pada objek penelitian agar dapat menggambarkan fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat. Kecelakaan akibat kerja pada buruh dalam proses bongkar muat dapat diminimalisir dengan memberi railing atau pagar di samping tangga sehingga jika sewaktu waktu buruh kehilangan keseimbangan, mereka dapat berpegangan pada railing tersebut saat proses pengangkutan barang ke atas truk dan untuk menghindari cedera punggung saat mengangkat karung perlu diperhatikan teknik mengangkat barang agar proses bongkat muat berjalan dengan aman.
ANALISA KESADARAN MASYARAKAT TENTANG DAMPAK SAMPAH TERHADAP PENCEMARAN PANTAI LOSARI Jumadi, Jumadi; Timang, Novrian Yosua; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13282

Abstract

Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat Kota Makassar. Pantai Losari Makassar merupakan ikon Sulawesi Selatan. Sayangnya, keindahan bangunan di pesisir pantai tidak seindah pemandangan lautnya yang dikotori banyak sampah plastik yang mengapung di pinggir pantai, sehingga mengganggu masyarakat yang sedang berkunjung ke Pantai Losari. Masalah utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan sampah mereka, baik itu sampah plastik, botol minuman, maupun makanan atau jajanan yang terdapat di sekitaran Pantai Losari yang langsung sampahnya dibuang menuju area laut sehingga menimbulkan bau dan tercemarnya Pantai Losari sehingga mengganggu para masyarakat yang sedang berkunjung ke Pantai Losari. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan gambaran tentang seberapa besar kesadaran masyarakat tentang dampak dari sampah terhadap pencemaran lingkungan Pantai Losari. Pengumpulan data yang berkaitan dengan artikel ini meliputi metode data sekunder dimana sumber data diperoleh melalui jurnal, adapun metode primer yang digunakan penulis yaitu dari wawancara dan pengamatan. Sosialisasi kepada masyarakat sangat diperlukan karena kurangnya kesadaran masyarakat, maka haruslah di tingkatkan lagi sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah. Upaya sosialisai kepada masyarakat, gotong royong membersihkan sampah, kesadaran masyarakat hingga memasang kamera cctv, menempatkan petugas dilapangan untuk mengawasi para pengunjung dan para pedagang serta pemberian denda dengan tegas semoga dapat mengurangi dampak–dampak sampah yang mempengaruhi tercemarnya di pantai losari dan menambah tingkat kesadaran masyarakat, untuk itulah Pemerintah Kota Makassar berkewajiban memberikan sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat setempat tentang sesuai dengan Peraturan Daerah dan Undang Undang agar kawasan seperti Pantai Losari tetap indah.
FORMULASI ANALITIS GAYA GELOMBANG PADA HANGING BREAKWATER Paotonan, Chairul; Rahman, Sabaruddin; Umar, Hasdinar; Rachman, Taufiqur; Pairunan, Teguh; Kurniawan, Abdi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v4i1.19769

Abstract

Salah satu tipe pemecah gelombang yang potensial dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pantai dan pelabuhan adalah hanging breakwater. Pemecah gelombang ini relatif murah dibandingkan pemecah gelombang tumpukan batu. Dilihat dari sisi biaya, pemecah gelombang ini relatif murah. Namun perlu dilakukan kajian untuk mengetahui parameter yang berpengaruh terhadap besarnya gaya gelombang yang bekerja pada bangunan ini. Penelitian ini adalah penelusuran pustaka terkait untuk menyusun formula yang dapat digunakan untuk menghitung gaya gelombang secara analitis pada hanging breakwater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya gelombang yang bekerja pada hanging breakwater dipengaruhi oleh parameter gelombang dan parameter struktur. Semakin besar nilai Hi/D dan D/h, semakin besar nilai CG dan semakin besar nilai L/B untuk B konstan dan B/L untuk L konstan maka semakin kecil nilai CG.
EVALUASI PENGUJIAN HASIL WELDING PELAT DENGAN METODE CHALK TEST DAN AIR PRESSURE TEST Syaifullah, Muh; Jalil, Jalil; Rachman, Taufiqur
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.23946

Abstract

PT. Industri Kapal Indonesia merupakan galangan kapal terbesar di Indonesia timur, pembangunan galangan kapal yang besar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan negara akan kapal sebagai suatu negara maritim. Dalam melaksanakan kegiatannya, pekerjaan yang dapat dilakukan seperti pembangunan kapal baru dan pekerjaan reparasi kapal. Reparasi merupakan proses perbaikan sebagian benda yang sudah ada dan mengalami kerusakan atau perubahan bentuk yang tidak diinginkan. Pada proses reparasi kapal pengerjaan yang sering dilakukan yaitu pergantian pelat badan kapal, dimulai dengan replating, pemasangan dan pengelasan pelat yang diakhiri dengan pengujian hasil welding bertujuan untuk mengetahui bagian – bagian yang cacat dan mengalami kebocoran. Hasil pengelasan sangat sulit untuk mendeteksi kebocoran baik bagian dalam dan luar permukaan dengan menggunakan metode pengujian yang sederhana. Secara teknis, metode pengujian hasil welding guna mencari titik – titik kebocoran yang sangat kecil dan halus. Oleh karena itu dalam penelitian ini metode yang dapat dinilai yaitu dengan menggunakan metode Chalk Test dan Air Pressure Test. Dalam metode ini salah satu yang dapat digunakan untuk mencari titik – titik kebocoran pada hasil welding baik pada pembangunan kapal baru maupun pada saat reparasi.      
EVALUASI ASPEK TEKNIS PERSETUJUAN KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG LAUT (PKKPRL) SESUAI UNDANG-UNDANG NO. 6 TAHUN 2023 Fauzan, Dzaky; Rachman, Taufiqur; Fadly, Muhammad
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i2.32541

Abstract

Kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL) adalah kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang laut dengan rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi. KKPRL diwajibkan bagi setiap orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan pemanfaatan ruang laut di perairan pesisir, wilayah perairan, dan/atau wilayah yurisdiksi secara menetap di sebagian ruang laut. Semua bentuk pemanfaatan ruang laut memerlukan izin dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut. Dalam pelaksanan pengajuan PKKPRL, dokumen yang diajukan oleh pihak pelaku usaha tidak sesuai dengan harapan tim penilai dokumen sehingga siklus persetujuan dokumen membutuhkan waktu lama akibat adanya koreksi yang berulang. Makalah ini bertujuan untuk mensosialisasikan penyusunan dokumen pengajuan PKKPRL sesuai aspek teknis ketentuan UU No. 6 tahun 2023, sehingga akan mereduksi waktu pengajuan dokumen PKKPRL. Dalam pertimbangan kelayakan aspek teknis dokumen yang diajukan, tim penilai membuat data pembanding sebagai parameter penilaian dokumen pemanfaatan ruang laut dengan memberikan masukan/saran terkait peninjauan aspek teknis, sehingga dibutuhkan perbaikan dokumen sesuai persayaratan KKPRL. Hasil akhir pemeriksaan dokumen pengajuan, tim penilai memberikan rekomendasi surat penolakan ataupun penerbitan persetujuan KKPRL.
Socialization of Coastal and Marine Geohazard of Makassar City Coastal Tourism Area Rachman, Taufiqur; ., Juswan; Paroka, Daeng; Baeda, Achmad Yasir; Rahman, Sabaruddin; Paotonan, Chairul; Umar, Hasdinar; Alie, Muhammad Zubair Muis; ., Ashury; Husain, Firman; Assidiq, Fuad Mahfud
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Let us Collaborate for Community Issues
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v6i2.451

Abstract

Coastal and marine geohazard threats can occur in coastal tourism areas in Makassar City. Several coastal tourism sites in Makassar City are managed by the community, namely by the Tanjung Merdeka Community Empowerment Agency (LPM) and acts as a partner for socialisation activities. Tourism managers are still ignorant of the potential for coastal and marine geohazards, such as the lack of information on geohazard signs and the potential for accidents that lead to disasters for tourism visitors. Socialisation of coastal and marine geohazards in Makassar City's coastal tourism areas has been carried out with an increase in the average knowledge of participants by 45.3%. The increase in partner knowledge includes awareness, preparedness, and disaster response attitudes about coastal and marine geohazard phenomena in coastal tourism activities, which can ultimately encourage and realise partners as community-based tourism managers who implement early warning of disaster risk and occupational safety. Strengthening partners is realised by handing over coastal and ocean geohazard signs as an early warning of disasters that can occur at tourist sites.
Socialisation of the Blue Economy Concept in the Development of Coastal Tourism Areas in Makassar City Rachman, Taufiqur; ., Juswan; Paroka, Daeng; Muis Alie, Muhammad Zubair; Purnama, Bulan; ., Ardi
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Community Development
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i1.453

Abstract

Indonesia is one of 193 countries committed to the sustainable development goals (SDGs). In this new paradigm of sustainable Indonesian development, the maritime sector is a priority for future development with the concept of blue economy, which is a sustainable ocean economy that produces economic and social benefits with the assurance of long-term environmental sustainability. The focus of the blue economy with this maritime economic strategy makes coastal communities the centre of blue economy growth. Makassar City has a coastal tourism area located in Tanjung Merdeka Village, Tamalate District Makassar, and is managed community-based by Non-Governmental Organizations (NGO) of Tanjung Merdeka. To maintain the sustainability process of coastal tourism area management, it is necessary to understand the concept of blue economy according to the maritime development strategy. Socialisation of the concept of blue economy in the development of coastal tourism areas in Makassar City has been carried out and achieved an increase in knowledge and understanding of participants by 50%. Understanding the concept of sustainable coastal and marine resource management, as well as how to participate in facing the challenges of environmental degradation and climate change, will complement the role of Tanjung Merdeka NGO as a tourism manager with the concept of blue economy. Assessment of the application of the concept of blue economy in coastal tourism areas has been carried out and fulfils the concept of blue economy according to Pauli's theory (2010).
ESTIMASI WAKTU REPARASI KM. WILIS MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHODE Idsan, Muhammad Akhsal; Rachman, Taufiqur
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 7, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v7i2.41687

Abstract

Accurate time estimation is the key to the success of KM Wilis repair activities at PT Industri Kapal Indonesia (Persero). Delays in ship repair activities will be able to cause losses for shipowners in fulfilling shipping transport service schedules. This study aims to develop a reparation plan for KM. Wilis with critical path method in order to obtain the optimal duration of repair work. Based on the KM Wilis repair list, repair activities were identified into smaller components (work breakdown structure) to determine the relationship between preceding and preceded activities. The repair list is also used as a guideline for data analysis, which includes job descriptions, labour, duration, and work volume. Critical Path Method as a time management method is used to identify activities that are on the critical path. KM Wilis repair time estimation obtained a duration of 33 days with critical path activities including tug boat services, docking services, hull cleaning work with water jets, hull cleaning work with scrap, unloading skerm bush pintles and rudder leaf pens, dismantling of the lowered rudder leaf on the dock floor, making new left rudder leaves, reinstalling rudder leaves, undocking services, tug boat services and sea trials.
PENGUKURAN DAN UPAYA PENINGKATAN NILAI OEE MESIN SMC 2000 DST DI PT. XYZ DENGAN METODE PDCA Amperajaya, M. Derajat; Murdopo, Ragil; Erni, Nofi; Rachman, Taufiqur
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi botol plastik kemasan. Setiap bulan perusahaan  memproduksi jutaan botol plastik kemasan dengan berbagai bentuk dan warna. Permasalahan yang masih terjadi saat ini adalah ketidak-efektifan kinerja mesin. Perusahaan ini sudah mengimplementasikan Overall Equipment Effectivness, akan tetapi masih sebatas penyajian data saja. Seperti capaian rata rata nilai OEE di tahun 2017 dan 2018 adalah 69.40% yang merupakan nilai OEE dari 10 mesin Extrusion blow molding. Dari 10 mesin tersebut terdapat mesin SMC 2000 DST 3 yang mencapai nilai OEE nya paling rendah di antara yang lainnya, yaitu 57.95%. Di lakukan perhitungan OEE untuk Januari 2019 sampai November  2019  pada mesin SMC 2000 DST 3 dan hasilnya  nilai OEE nya adalah 59.70%. penyebab tidak idealnya nilai OEE mesin SMC 2000 DST 3 ini karena speed reduce lossess. Kemudian di lakukan analisis sebab akibat untuk mengetahui penyebab speed reduce lossess. Melalui brainstorming dengan para pihak terkait, dapat diperoleh potensi akar masalahnya dengan menggunakan Fishbone Diagram. Di ketahui 8 penyebab dari 4 faktor mesin , material , manusia dan metode. Selanjutnya di buat matrix critical to quality untuk menentukan rangking permasalahan. Didapatkanlah permasalahan paling dominan yaitu pendingin cetakan tidak bekerja maksimal karena diameter saluran berkurang tertutup kerak. Untuk itu di susunlah upaya perbaikan dan implementasinya menggunakan metode PDCA dengan mempertimbangkan jadwal produksi perusahaan. Dengan perhitungan diameter saluran telah dibersihkan dan telah kembali ke ukuran semula, maka cetakan tidak lagi mudah panas sehingga speed reduce losses dapat diturunkan dari 27,6% menjadi 6,92% Kata kunci : Overall Equipment Effectivness, Speed Reduce Lossess, Brainstorming, Fishbone Diagram,  PDCA , Critical to Quality.
Socialisation of Blue Beach Tourism Activity Area Based on Bathymetry Contour in Tanjung Merdeka Village, Tamalate District, Makassar City Rachman, Taufiqur; Juswan, Juswan; Alie, Muhammad Zubair Muis; Ashury, Ashury; Husain, Firman; Suyono, Suyono
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2024): Kolaborasi yang Kuat untuk Kekuatan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i2.546

Abstract

The tourist activities at Blue Beach are divided into 3 categories: swimming, water rides and fishing. The implementation of activities in the water poses a risk to tourists, which has the potential to cause accidents and even fatalities. This is due to the lack of segregation of areas for the implementation of the three beach tourism activities, which makes it difficult for tour managers to monitor tourists. For this reason, tour managers will be equipped with knowledge on the importance of dividing beach tourism activity areas based on bathymetric contours and the use of warning flags as safety signs for beach tourism activities. This socialisation can increase the awareness of tourism managers of potential hazards and disasters in the tourist sites they manage, by completing early warning signs of potential hazards of beach tourism activities. This socialisation is done in partnership with community-based tourism managers, namely Non-Governmental Organizations (NGO) of Tanjung Merdeka. The increase in knowledge and understanding of the socialisation material among the participants was 44.9 points. The service activity safety sign products were submitted by the service team in the form of a Blue Beach tourism activity map based on bathymetry contours and beach safety warning flags as occupational safety and health-based signs in the Blue Beach tourism area.
Co-Authors ., Ardi ., Ashury A. Narayana Jufri, Muhammad Fauzan Achmad Yasir Baeda Adiputra, Ristiyanto Adnan, Septian Rahmat Alie, Muh. Zubair Alkhaer, Ilham Andini, Emanuela Tasya Andriadi, Andi M. Rezky Arafat, Andi Muhammad Alfian Arief Suwandi Arifki, Muhammad Alif Alim Arsyad Thaha, Muhammad Ashury - Ashury, Ashury Assidiq, Fuad Mahfud Awal, Muhammad Andika Samudera Ayu Novia Lestari, Putri Ayyub Ansyari B, Muhammad Bambang Soegijono Budhy Kurniawan Chairul Paotonan Cristofer Ewaldo Daeng Paroka Damayant, Riska dj, ashury Djamaluddin, Ashury Dundu, Denis Restuardi Eko Yusroni Emanuela Tasya Andini Ewaldo, Cristofer Fachry Abda El Rahman Faizin, Agus Fauzan, Dzaky Feby Z Octafani Firman Husain Firman Husain Fitriana Rezki Ganding Sitepu Habibi Palippui Haryo Dwito Armono Hasdinar Umar Idsan, Muhammad Akhsal Ikram, Andi Muhammad Indah Puspita Sari, Indah Puspita Iphov Kumala Sriwana Irfaniyanti, Irfaniyanti Irma Handayani, Irma Istianto B Rahardja Jalil, Jalil Jatikusumo, Amarilis Jesica Jepni D. A Jumadi Jumadi Juswan - Juswan . Juswan Sade Juswan, Juswan Kasba, Putri Sriwahyuni Kriyo Sambodho Kurniawan, Abdi M. Derajat Amperajaya M. Derajat Amperajaya Makmur, Irfan Maming, Muhammad Idhil Masri, Andi Muhammad Maulid Muhajirin Muhajirin Muhammad Fadly Muhammad Zubair M Alie Muhammad Zubair Muis Alie Muhammad Zubair Muis Alie, Muhammad Zubair Muhiddin, Amir H. Murdopo, Ragil Musfirah Cahya Fajrah Mustika, Andi Mega Nabila Noor Izmi Nasir, Andi Mega Mustika Nisa, Mu’minatung Nofi Erni Nofi Erni Nofi Erni Nofi Erni Noor Izmi, Nabila Nur, Fitrahwati Pairunan, Teguh Pata’dungan, Geby Phady, Adriani Prasetyo, Adil Farhan Purnama, Bulan Rachmi, Nur Rahim, Fitri Ramadani Rahmat, Nabila Ainun Nur Ramadhan Umar, Muhammad Fitrah Ramasari, Dian Reskiyanti, Reskiyanti Restuardi Dundu, Denis Rezki, Fitriana RILLA GANTINO Rina Anindita Rizky, Zakinah Roesfiansjah Rasjidin Sabaruddin Rahman Safitri Safitri Savhanta Tonapa, Royh Septian Rahmat Adnan Septian Rahmat Adnan Shirly Wunas Sitti Hijraini Nur Soeratno, Soeratno Sriwana, Nur Mutia Suci, Indah Melati Suleman, Siti Arifaini Suleman, Yuliani Suriamihardja, Dadang Suriamiharja, Dadang A. Suyono Suyono Syaifullah, Muh Syamsuri, A. M. Syamsuri, Andi Makbul Thaha, Arsyad Timang, Novrian Yosua Ujang Juwardi Utama, Muhammad Furqan Lizak Watunglawar, Darmiolla Natasia Widianingrum, Windi WPT, Ari Anggrani Yudha Pratama, Andi Zubair Muis Alie, Muhammad Zulfikar, Ananda Muhammad