Claim Missing Document
Check
Articles

INTERPRETASI KHALAYAK TERHADAP KONSTRUKSI REALITAS DALAM ACARA PARODI POLITIK SENTILAN SENTILUN Karina Puspadiati; Turnomo Rahardjo; Much Yulianto; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.199 KB)

Abstract

Seiring dengan adanya kebebasan pers khususnya penyiaran di Indonesia, semakin banyak media yang memproduksi tayangan di televisi dengan berbagai konsep yang menarik. Talk show bertemakan parodi politik salah satunya yang kini menghiasi program di berbagai stasiun televisi di Indonesia. Masyarakat yang kini sudah mulai jenuh dengan kegiatan politik praktis, menjadikan acara parodi politik sebagai salah satu pilihan acara hiburan yang sekaligus memberikan pendidikan politik. Acara Sentilan Sentilun merupakan salah satu acara parodi politik yang dikemas dengan konsep teater yang membahas mengenai isu sosial politik di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pemaknaan khalayak terhadap konstruksi realitas dalam acara parodi politik Sentilan Sentilun. Berangkat dari persoalan tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi. Dalam pelaksanaannya, proses penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam secara tatap muka dengan empat informan. Khalayak yang menjadi informan dalam penelitian ini merupakan khalayak yang pernah menonton acara Sentilan Sentilun. Keempat informan tersebut memiliki tingkat pendidikan dan lingkungan sosial yang berbeda. Dalam wawancara tersebut informan sebagai penghasil makna menyampaikan interpretasi mereka masing-masing terkait dengan tayangan Sentilan Sentilunsecara beragam.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para informan memiliki kemampuan untuk memfilter diri dari apa yang disajikan oleh media massa. Para informan memiliki dasar sebagai khalayak aktif, mereka dapat memilih dan mengambil keputusan sesuai kehendaknya masing-masing dalam penggunaan media apa dan media mana yang diinginkannya. Dalam mengkonsumsi media didasari dengan alasan dan tujuan tertentu yaitu untuk mendapatkan pengetahuan mengenai isu sosial politik yang ada di Indonesia. Terdapat kesamaan pendapat dari para informan bahwa acara Sentilan Sentilun mampu menyampaikan informasi mengenai isu sosial politik yang selama ini terkesan kaku dan berat dengan penyampaian pesan yang lebih santai dan mudah dimengerti oleh khalayak.Kata kunci: parodi politik, Sentilan Sentilun dan konstruksi realitas.
HUBUNGAN TERPAAN IKLAN PROVIDER DI TELEVISI DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU IMITASI BAHASA IKLAN OLEH REMAJA Miftakhul Noor Alfiana; Sri Widowati Herieningsih; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.105 KB)

Abstract

Latar BelakangIklan dibuat agar konsumen kenal, ingat, dan percaya terhadap suatu produk sehinggamemiliki perasaan ingin seperti yang ditampilkan dalam iklan. Kemampuan persuasif iklanuntuk mempengaruhi persepsi khalayak, tercapai bila iklan tersebut mampu membangkitkanrasa suka terhadap produk yang ditawarkan. Walaupun demikian, daya tarik iklan di televisibelum tentu ditandai terjadinya transaksi pembelian produk yang ditawarkan, karena masihbanyak faktor yang diduga mempengaruhi persepsi akibat menonton iklan tersebut, diantaranyafaktor interaksi dengan teman sebaya. Dalam iklan terdapat bahasa-bahasa yang terkadangdianggap lucu, unik, ataupun khas sehingga kerap dibicarakan oleh remaja yang terkenaterpaan iklan. Oleh karena itu, jika remaja berinteraksi dengan teman sebayanya, dan dalaminteraksi tersebut membicarakan tentang iklan provider tertentu dan juga bahasa yangterkandung di dalam iklan, maka muncullah keinginan untuk meniru apa yang ada di iklan danapa yang diucapkan temannya yang menirukan bahasa iklan.Banyak pengiklan memandang televisi sebagai media yang paling efektif untukmenyampaikan pesan-pesan komersialnya. Salah satu keunggulannya adalah mampumenjangkau khalayak secara luas. Perkembangan kreativitas dalam iklan yang sangat pesatmenyebabkan munculnya banyak persaingan untuk membuat iklan yang lebih kreatif danefektif yang bisa diterima dan dipahami oleh khalayak, termasuk iklan provider. Iklan providerdalam perkembangannya senantiasa berisi kalimat-kalimat kreatif atau jargon tertentu namuntak jarang jargon atau kalimat iklan sebuah produk menjadi tren dan kerap dipakai dalampercakapan sehari-hari. Kata-kata dalam iklan akhirnya berdampak mempengaruhi targetaudiencenya. Kata-kata tersebut awalnya tidak komersil, namun akhirnya menjadi satu bagiandari komunikasi anak muda setelah beberapa oknum masyarakat mulai terpengaruh, lalumereka pun menggunakan kata-kata tersebut untuk berinteraksi dengan sesamanya.Pilihan bahasa sebagai peristiwa sosial tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktorlinguistik, tetapi juga oleh faktor-faktor di luarnya. Pilihan bahasa erat terkait dengan situasisosial masyarakat pemakainya. Perbedaan usia, tingkat pendidikan, dan status sosial seseorangdapat mempengaruhi pilihan bahasanya ketika berbicara dengan orang lain. Demikian pulasituasi yang melatarbelakangi sebuah pembicaraan dapat mempengaruhi bagaimana sebuahbahasa akan dipergunakan. Pengaruh faktor-faktor sosial maupun situasional terhadap pilihanbahasa ini menimbulkan adanya variasi-variasi pilihan bahasa.Penggunaan bahasa dalam komunikasi bersifat berubah-ubah, tidak tetap, dan manasuka.Maraknya penggunaan bahasa iklan sebagai bahasa sehari-hari dalam konteks komunikasipopuler bisa dipahami sebagai ekspresi kaum remaja yang bersifat pragmatis untukmenciptakan situasi pergaulan yang lebih cair dan akrab. Banyak sekali kalimat iklan yangmenjadi populer dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja kata-kata„Galau‟ pada iklan IM3 versi anti galau, „Lo-Gue-End‟ pada iklan IM3 versi lo gue end, „LikeThis Yoo‟ pada iklan XL versi like this, “Aku Tak Punya Pulsa” pada iklan Kartu As versidrama gak punya pulsa, “Kim Aku Galau Tanpamu” pada iklan IM3 versi anti galau , “Janganditawar” pada iklan Axis versi kanjeng mami, “Hemat beb” pada iklan Axis versi pacarkelewat hemat (pelit), yang menjadi sangat populer semenjak kemunculannya di iklan. Katakatatersebut ditirukan oleh remaja dan terbawa dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnyamenjadi suatu alat untuk berinteraksi dengn sesamanya. Bahkan sebagian dari remaja tersebutmengaku menggunakan kata-kata dalam iklan itu untuk menghibur teman karena kata-katatersebut dianggap lucu, juga agar mereka dianggap keren oleh teman–temannya(Sumber:http://galih-seonega.blogspot.com/2012/04/komentar-mereka-remaja menirukaniklan.html diakses pada 20 Mei 2012).Terpaan media televisi dalam hal ini iklan provider di televisi secara tidak langsungmempengaruhi remaja untuk menirukan konten dalam iklan, termasuk bahasa,kalimat,ataupunjingle iklan. Di sisi lain, teman sebaya mereka juga menggunakan bahasa iklan dalampergaulannya sehari-hari. Disinilah penulis melihat permasalahan adanya hubungan antaraterpaan iklan provider di televisi dan interaksi teman sebaya dengan perilaku remaja menirubahasa iklan.II. Perumusan MasalahIklan bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk, atau membangkitkan kesadaran akanmerek (brand awareness), membujuk khalayak untuk membeli produk yang ditawarkan danmemberikan informasi (Sudiana, 1986:6). Iklan berfungsi untuk menyampaikan informasitentang suatu produk kepada masyarakat, namun yang terjadi bukan hanya iklan tersebut yangdapat mempengaruhi masyarakat untuk melakukan pembelian, tetapi bahasa dalam iklan jugaikut merasuk ke dalam benak masyarakat terutama kaum remaja yang menggunakannya untukberkomunikasi dengan sesamanya. Remaja merupakan suatu kelompok yang sedang mencari jatidiri, dan berada di dalam masa transisi dimana sangat mudah terpengaruh dengan lingkungansekitarnya. Salah satu yang mempengaruhi pola perilaku dari remaja ini adalah teman-temansebayanya. Melalui interaksi dengan teman sebayanya, mereka dengan mudah meniru bahasayang dimunculkan lewat sebuah iklan. Remaja sering melakukan kegiatan bersama-sama dalamkelompok teman sebaya, menghabiskan waktu bersama-sama sehingga kecenderungan untukmeniru apa yang dilakukan teman-temannya lebih besar, dalam hal ini adalah kecenderunganuntuk meniru bahasa iklan. Disinilah menarik untuk dikaji, bagaimanakah hubungan terpaaniklan provider dan interaksi teman sebaya dengan perilaku remaja mengimitasi bahasa iklandalam pergaulannya sehari-hari.III. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan iklan dan interaksi temansebaya dengan perilaku imitasi bahasa iklan oleh remaja.IV. Signifikansi Penelitian1. Signifikansi TeoritisSecara teoritis, diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangsih bagi disiplinilmu komunikasi yaitu mengenai perilaku imitasi remaja yang dipengaruhi oleh terpaan iklandi televisi dan interaksi dengan teman sebaya. Teori Efek Media Massa dan Teori Imitasidapat digunakan untuk menunjukkan adanya keterkaitan terpaan iklan di televisi denganperilaku menirukan bahasa iklan yang dilakukan oleh remaja. Teori Kelompok Rujukan(Peer Group) digunakan untuk menunjukan bahwa perilaku individu didasarkan pada sikapdan persepsi kelompok untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang bersangkutan.Dalam hal ini kelompok rujukan tersebut adalah teman sebaya. Penelitian ini diharapkandapat membuka jalan dan memberikan konstribusi bagi penelitian – penelitian lanjutandengan bidang kajian yang sejenis.2. Signifikansi PraktisSecara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa perilaku imitasibahasa iklan berhubungan dengan terpaan iklan dan interaksi teman sebaya.3. Signifikansi SosialSecara sosial, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi masyarakatterutama para remaja agar bisa memahami dan menyaring bahwa tidak semua yang munculdi televisi patut ditiru.V. Hipotesis1. Ada hubungan antara terpaan iklan provider di televisi dengan perilaku imitasi bahasaiklan yang dilakukan oleh remaja. Artinya, semakin tinggi intensitas terpaan iklan makasemakin tinggi pula perilaku imitasi bahasa iklan yang dilakukan oleh remaja.2. Ada hubungan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku imitasi bahasa iklan yangdilakukan oleh remaja. Artinya,semakin sering remaja berinteraksi dengan temansebayanya maka semakin tinggi perilaku imitasi bahasa iklan yang dilakukan olehremaja.3. Ada hubungan antara terpaan iklan provider dan interaksi teman sebaya dengan perilakuimitasi bahasa iklan. Artinya semakin tinggi terpaan iklan dan semakin tinggi interaksidengan teman sebaya maka semakin tinggi pula perilaku imitasi bahasa iklan yangdilakukan oleh remaja.Terpaan Iklan Providerdi TelevisiInteraksi Teman SebayaPerilaku ImitasiBahasa IklanVI. Tipe PenelitianTipe penelitian yang digunakan adalah eksplanatori yang bertujuan untuk mengetahui adanyahubungan antara terpaan iklan provider di televisi dan interaksi teman sebaya dengan perilakuimitasi bahasa iklan oleh remaja.VII. PopulasiPopulasi pada penelitian ini adalah remaja berusia 13-18 tahun yang bertempat tinggal di KotaSemarang yang berjumlah 101.495 (Sumber: Data Bappeda Kota Semarang tahun 2010). Berikutrincian data tersebut:Tabel 1.1 Banyaknya Penduduk Menurut Kelompok Usia 13-18 tahundi Kota Semarang Tahun 2010Kecamatan JumlahPenduduk Usia13-18 tahunMijen 5.988Gunungpati 5.676Banyumanik 8.046Gajah Mungkur 6.341Smg. Selatan 5.754Candisari 5.399Tembalang 7.293Pedurungan 7.161Genuk 5.900Gayamsari 4.562Smg. Timur 7.299Smg. Utara 6.203Smg. Tengah 7.175Smg. Barat 6.975Tugu 5.536Ngaliyan 6.890Total 102.248(Sumber: Bappeda Kota Semarang tahun 2010)VIII. SampelSampel dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di Kecamatan Banyumanikdan terkena terpaan iklan provider di televisi. Diambil Kecamatan Banyumanik karena diwilayah tersebut terdapat paling banyak remaja berusia 13-18 tahun dibandingkankecamatan lainnya.IX. Teknik Pengambilan SampelTeknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan multistagerandom sampling, yakni teknik yang menarik kluster tempat individu berada. Pengambilansampel pada kluster yang lebih kecil yaitu Kecamatan Banyumanik. Kecamatan Banyumanikmerupakan populasi pertama, terdapat beberapa kelurahan yaitu Pudakpayung, Gedawang,Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Sumurboto, Srondol Kulon,Tinjomoyo, Ngesrep. Lalu diambil satu kelurahan secara acak yaitu Kelurahan Sumurboto.Kelurahan Sumurboto memiliki 774 remaja (367 remaja putri dan 407 remaja putra) berusia13-18 tahun. Sehingga total sampel dihitung dengan rumus berikut:n = __ N___1+N.e²= ____774____1+774(0.1)²= 88,5  dibulatkan 89 orangKeterangan:n = Ukuran sampelN = Ukuran populasiE = Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan sampel yang dapat ditolerir,ditentukan sebesar 10%.Kelurahan Sumurboto memiliki 5 RW, kemudian diacak lagi diambil RW IV dimanadi dalam RW IV terdapat 11 RT. Lalu masing-masing akan diambil 8 sampel dari 10 RT dan9 sampel dari 1 RT sehingga berjumlah 89 sampel.X. Kesimpulan1. Terpaan iklan provider di televisi ternyata berhubungan terhadap perilaku imitasi bahasaiklan oleh remaja. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan melalui uji statistik dimanadiperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,313 dan probabilitas kesalahan (sig) sebesar0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terpaan iklan provider yang tinggi menjadikanperilaku imitasi bahasa iklan juga tinggi.2. Interaksi dengan teman sebaya berhubungan dengan perilaku imitasi bahasa iklan olehremaja. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan melalui uji statistik dimana diperolehhasil koefisien korelasi sebesar 0,319 dan probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,000.Hal ini menunjukkan bahwa tingginya interaksi teman sebaya menjadikan perilakuimitasi bahasa iklan tinggi, begitu pula sebaliknya.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara terpaan iklan provider ditelevisi (X1) dan interaksi teman sebaya (X2) dengan perilaku imitasi bahasa iklan (Y)yang dibuktikan dengan hasil koefisien konkordansi sebesar sebesar 0,77 dan nilaisignifikansi penelitian sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan ada hubungan yangsignifikan antara terpaan iklan dan interaksi dengan teman sebaya dengan perilakuimitasi bahasa iklan oleh remaja.DAFTAR PUSTAKAAl-Ghifari, Abu. 2003. Remaja Korban Mode. Bandung:Mujahid Pers.Deddy, Mulyana. 2001. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar.Bandung:Remaja Rosdakarya.Gerungan,Dr.W.A. 1996. Psikologi Sosial.Bandung:PT.Eresco.Hidayati, Arini. 1998. Televisi dan Perkembangan Sosial Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Ibrahim, Idi Subandy . 2007.Budaya Populer Sebagai Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra.Liliweri, Alo .1992. Dasar–Dasar Komunikasi Periklanan. Bandung: Citra Aditya Bakti.Liliweri, Alo. 2002. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya.Yogyakarta: LKiS PelangiAksara.McQuail.1996. Teori Komunikasi Massa:Suatu pengantar. Jakarta:Erlangga.Nurudin.2007.Pengantar Komunikasi Massa.Jakarta:PT.Grafindo Persada.Onong,Uchyana Effendi.1993.Ilmu,Teori,dan Filsafat Komunikasi.Bandung:Citra Aditya Bakti.Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi . Bandung:Remaja Rosdakarya.Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi: Ragam dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.Santoso, Singgih. 2005. Buku Latihan SPSS Statistik Non-Parametrik. Jakarta: Elex MediaKomputindo.Sudiana, Dendi.1986.Komunikasi Periklanan Cetak. Bandung : Remadja Karya.Susanti H., Esthi.1993. Anak Saya Jenius : Kumpulan Masalah Orang Tua dan Anak. Jakarta :Rasindo.WA.,Gerungan. 2004. Psikologi Sosial. Bandung:Rofika Aditama.Wirawan, Sarlito. 1992. Psikologi Lingkungan. Jakarta : Rasindo.Skripsi :Ade Azwida. (2007). Pemakaian Bahasa Gaul Pada Iklan Produk Komersial Televisi. Skripsi.Universitas Sumatera Utara.Nurul Fatimah. (2010). Hubungan Terpaan Iklan Produk Rokok di Televisi dan TingkatKonformitas Kelompok Sebaya terhadap Kecenderungan Perilaku Merokok. Skripsi. UniversitasDiponegoro.Sumber Internet :http://galih-seonega.blogspot.com/2012/04/komentar-mereka-remaja-menirukan-iklan.htmlartikel oleh Galik Laksono. Diakses pada 20 Mei 2012.http://synersid.blogspot.com/2012/04/tren-remaja-menirukan-iklan.html artikel oleh SMPN 3Tulungagung. Diakses pada 20 April 2012.http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=903&res=jpz diakses pada 20 April 2012.Sumber Koran atau Majalah :Cakram edisi September 2005. Bahasa Iklan dan Pengaruhnya, artikel oleh Sjahrial Djalil.Kompas edisi Kamis 20 Agustus 2009. Diperlukan Strategi Agar Dapat Merebut Hati KonsumenMelalui Iklan , artikel oleh Rosdianah Dewi.
Hubungan Antara Terpaan Promosi Aplikasi My Blue Bird dan Citra Merek dengan Minat Konsumen untuk Menggunakan My Blue Bird sebagai Sarana Transportasi Fatia Maharani; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.854 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini menjadikan munculnya berbagai bentuk usaha yang semakin lama semakin berubah. Salah satunya ialah industri jasa transportasi yang semakin tahun semakin berkembang. PT. Blue Bird Tbk. menghadirkan My Blue Bird sebagai bentuk layanan jasa transportasi online yang di dalamnya juga sudah menggunakan sistem moderen berupa pembayaran transaksi non tunai serta beberapa fitur yang mendukung dalam pemesanan easy ride. Guna memaksimalkan penggunaan jasa layanan transportasi online, My Blue Bird menggunakan strategi komunikasi pemasaran salah satunya dengan melakukan promosi penjualan berupa diskon di berbagai merchant yang dilaksanakan untuk meningkatkan frekuensi penggunaan My Blue Bird. Selain promosi, citra merek yang dipersepsikan oleh konsumen juga dapat mempengaruhi perilaku minat konsumen terhadap produk perusahaan khususnya jasa transportasi. Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan Blue Bird ditemukan adanya penurunan pendapatan di tahun 2016 yang menjadikan Blue Bird harus mecari solusi agar bisa bertahan di industri transportasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positive antara terpaan promosi aplikasi My Blue Bird dan citra merek dengan minat konsumen untuk menggunakan My Blue Bird sebagai sarana transportasi. Teori yang digunakan adalah Teori Advertising Exposure dan Teori Cognitive Response. Populasi penelitian adalah warga di Semarang yang berusia 17-30 tahun yang telah terterpa promosi aplikasi My Blue Bird. Sedangkan sampel penelitian yang diambil yaitu sebanyak 50 konsumen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis korelasi Kendall’s Tau-b, menunjukkan hasil bahwa: Pertama, terdapat hubungan positive antara terpaan promosi aplikasi My Blue Bird dengan minat konsumen untuk menggunakan My Blue Bird sebagai sarana transportasi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,530. Hal ini menunjukkan keeratan hubungan yang kuat, dengan arah hubungan yang positif. Semakin tinggi terpaan promosi penjualan, maka semakin tinggi minat penggunakan produk My Blue Bird oleh konsumen. Kedua, terdapat hubungan positive antara citra merek dengan minat konsumen untuk menggunakan My Blue Bird sebagai sarana transportasi, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,620. Hal ini menunjukkan keeratan hubungan yang kuat, dengan arah hubungan yang positif. Semakin tinggi citra merek My Blue Bird, maka semakin tinggi minat untuk menggunakan produk My Blue Bird oleh konsumen, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pihak Blue Bird untuk lebih memperhatikan publikasi media lini komunikasi (baliho, twitter, facebook, youtube & instagram) yang digunakan dalam memberikan informasi. Selain itu disarankan juga untuk memberikan keterlibatan konsumen dalam kegiatan strategi promosi berbentuk creative campaign dan edukasi mengenai keamanan dan keselamatan berkendara serta mempertimbangkan harga sebagai faktor penting, agar citra My Blue Bird semakin baik dan konsumen menjadi tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut.
ANALISIS ISI TINGKAT KEBERIMBANGAN BERITA RUBRIK NEWS DAN SHOWBIZ YANG DISAJIKAN DALAM PORTAL BERITA LINE TODAY Tiara Astra Parahita; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.966 KB)

Abstract

The digitalization of media has simplified the process of consuming news by society. One example of digitalization of media is LINE Today which provides access to information for society through news feed. LINE Today as news aggregator compiles various news content from several news portals. Ideally, LINE Today is supposed to apply gatekeeping which include validation level, accuracy, and news balancing. However LINE Today is frequently found to abandon validity of news source and balancing news to provide news as soon as possible. Thus this research aims to find news balance level in LINE Today as news aggregator by using descriptive quantitative analysis and probability sampling purposive technique. The number of sample as many as 50 news article are obtained from LINE Today which consist of five online news portal. They are Suara.com, Kompas.com, VIVA.co.id, Liputan6.com and Kumparan.com. This study found that news contents in LINE Today apply news balance at different levels. News balance is applied gradually in the news updates. Furthermore, observation of Ahmad Dhani’s hate speech verdict coverage in LINE Today is found biased. The result found that only slant element is applied in the news from total three element of news balance level. This is proven by using one-sided news coverage (source bias) which show in selection of opposing and supporting sources portion in the news.
Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian Individu dalam Komunikasi Antarbudaya (Kasus Pelajar SMA Papua di Semarang) Fransiska Indria Widiasari; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.395 KB)

Abstract

Interaksi antara pendatang dengan host culture sering memunculkan kecemasan dan ketidakpastian. Kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya akan muncul ketika kedua pihak menyadari adanya perbedaan pada budaya masing-masing. Strategi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya antara pelajar Papua dengan host culture merupakan tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data diperoleh . melalui wawancara mendalam dengan lima orang pelajar Papua dan tiga orang hostculture. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Pengurangan Kecemasan dan Ketidakpastian dan Teori Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian Komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya sekaligus mengetahui strategi pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian komunikasi yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya terjadi ketika pertama kali berinteraksi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor perbedaan bahasa, rasa minder dari pelajar Papua dan kurangnya informasi terkait dengan lingkungan baru yang menjadi tempat menetap juga menjadi penyebab munculnya kecemasan dan ketidakpastian ketika berinteraksi dengan hostculture. Interaksi yang terjalin pertama kali lebih sering dimulai oleh hostculture. Komunikasi yang terjalin diantara pelajar Papua dengan hostculture cukup baik namun pelajar Papua masih belum dapat membaur dengan lingkungan yang baru. Pelajar Papua dan hostculture menunjukkan bahwa ketika berkomunikasi antarbudaya harus mampu membuka diri untuk dapat menerima informasi baru dan memiliki kesadaran dalam komunikasi antarbudaya sehingga rasa cemas dan tidak pasti yang muncul ketika berinteraksi mampu dikelola dengan baik dan terjalin komunikasi yang efektif antara kedua budaya tersebut dan dapat meminimalisir konflik yang akan terjadi. Pengalaman dalam mengelola kecemasan dan ketidakpastian komunikasi antarbudaya dapat membantu masyarakat untuk dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan dan budaya baru.
Memahami Manajemen Konflik dalam Perkawinan Beda Bangsa Yobelta Kristi Ayuningtyas; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan budaya dalam diri pasangan perkawinan beda bangsa bisa memicu timbulnya konflik di dalam rumah tangga. Pasangan perlu melakukan manajemen konflik yang efektif agar menghasilkan keluaran konflik yang menguntungkan kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan memahami manajemen konflik yang dilakukan pasangan perkawinan beda bangsa di dalam rumah tangga. Teori yang digunakan yaitu Teori Gaya Manajemen Konflik oleh R. R. Blake dan J. Mouton dalam konteks hubungan antar pribadi, serta Teori Negosiasi Muka oleh Stella Ting-Toomey. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa objek konflik dalam perkawinan beda bangsa tidak hanya yang berkaitan dengan urusan domestik rumah tangga seperti jadwal kegiatan pekerjaan pasangan dan tanggung jawab mengurus anak, objek konflik juga bersumber dari perbedaan budaya seperti dalam hal bahasa, gaya berkomunikasi, serta cara mendidik anak yang tidak sama. Lalu gaya manajemen konflik yang digunakan oleh pasangan dalam penelitian ini yaitu, gaya manajemen konflik kompromi dan menghindar. Informan dengan budaya individualistik memandang muka diri (self face) lebih penting sehingga upaya pemeliharaan muka dilakukan ketika menghadapi konflik. Informan dengan budaya kolektivistik, sementara itu, lebih cenderung melakukan upaya penyelamatan muka untuk melindungi dan memperbaiki muka diri dan muka lain (other face).
KECENDERUNGAN AGENDA PEMBERITAAN TRIBUN TIMUR TERKAIT ISU BUDAYA UANG PANAI Muh. Medriansyah Putra Kartika; Turnomo Rahardjo
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country that has a variety of cultures. Various tribes in Indonesia still maintain their customs or habits, one of which is the custom of marriage. Marriage customs in Indonesia have their own processions and what is discussed this time is the Bugis-Makassar marriage custom known as the Panai Money. However, the phenomenon of panai money has now become a polemic among young people, especially since several media reported on marriages whose nominal bills are quite high, ranging from hundreds of millions to billions of rupiah. This study aims to find out and describe how the trend of the news agenda in Tribun-Timur is in reporting the culture of panai'. The method used is quantitative content analysis in order to analyze the tendency of the East Tribune in reporting the issue of panai culture which is analyzed based on the Agenda Setting Theory. The results of the research show that the Tribun-Timur reporting agenda on the issue of Uang Panai' culture mostly uses a straight news reporting style and tends to be informative and the tone of the news also tends to be positive.
Komunikasi "Penyesuaian Diri Kembali" Pekerja Migran Perempuan yang Kembali ke Daerah Asal Turnomo Rahardjo; Hapsari Dwiningtyas; Tandiyo Pradekso
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 5 (2018): Juli 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5271.131 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i5.308

Abstract

The problems of female migrant workers in foreign countries cannot be separated from the discourse of gender inequality. The social construction of women affects the working condition and employers’ treatment of female migrant workers while they are working abroad. The primary aim of this research is describing the re-entry process of female migrant workers when they return to their home country. The main theories used in this research are the U curve model and the W curve model. This research primarily related to the study of the cultural transition of minority groups (female migrant workers) by employing the phenomenology research method. The research finding shows a model of messaging strategies based on Curve W theory. The result also indicates that the social position of women and the cultural communication experiences of women migrant workers influence their capability in re-adapting. Emotional support from their significant others is essential to help the female migrant workers in going through the various stages of reentry cultural shocked so that they will be able to re-adapt. This study constructs a communication model that can be used as a guide for government agencies and NGOs working in helping female migrant workers who were experiencing reverse cultural shock. The communication models that emerge from this research are linear re-adaptation model, recovery model, and quitting model.
PENGELOLAAN IDENTITAS DALAM RELASI ROMANTIK PENYANDANG DISABILITAS DAN NON DISABILITAS Aurisa Hangesti Putri; Agus Naryoso; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas dalam lingkungan masyarakat masih sering mendapatkan stigma negatif. Adanya stigma negatif ini pada akhirnya membuat non penyandang disabilitas memiliki keengganan dan kecanggungan dalam berinteraksi bersama penyandang disabilitas. Perbedaan identitas antara non penyandang disabilitas dan penyandang disabilitas berpotensi menimbulkan hambatan ketika berhubungan. Meskipun begitu namun masih ditemukan adanya non penyandang disabilitas yang sukses untuk menjalin hubungan romantis bersama dengan penyandang disabilitas hingga dapat mempertahankan pernikahan selama bertahun tahun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat memahami bagaimana pengalaman non penyandang disabilitas yang menjalin hubungan romantis bahkan hingga melangsungkan pernikahan bersama dengan penyandang disabilitas. Teori yang digunakan adalah Teori Negosiasi Identitas dengan menggunakan teknik pengumpulan data in depth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan adanya pandangan negatif dari masyarakat dan keluarga terkait dengan keputusan non penyandang disabilitas untuk menjalin hubungan romantic dengan penyandang disabilitas. Proses yang dilakukan untuk dapat mengelola identitas dalam hubungan berjalan alami seiring berjalannya waktu dengan ditunjang oleh 3 kemampuan interkultural yang terdiri dari pengetahuan, mindfulness, dan skill negosiasi. Keberhasilan pengelolaan identitas dalam hubungan ditandai dengan adanya perasaan dipahami, dihormati, dan dihargai oleh masing-masing individu dalam hubungan romantis.
Kredibilitas Tokoh Ulama Dalam Mengedukasi Masyarakat Bukittinggi Tentang Bahaya Covid-19 Amelia Monica; Agus Naryoso; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kredibilitas tokoh ulama dimata masyarakat Bukittinggi sebagai sumber informasi dalam edukasi bahaya Covid19. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini didukung oleh source credibility theory serta teori kompetensi komunikasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari empat orang jamaah yang berdomisili di Bukittinggi yang pernah mengikuti kajian terkait bahaya Covid-19. Komunikasi dakwah yang dilakukan oleh beberapa oknum ulama di tengah wabah Covid-19 ini ada yang di luar out of role mereka, hal ini ditunjukkan dengan adanya dari mereka yang tidak menunjukkan dukungan nya terhadap kebijakan pemerintah untuk selalu menerapkan protocol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah kesehatan maupun WHO demi keselamatan umat. Melalui penelitian ini di temukan bahwa kredibilitas ulama sebagai corong komunikasi mempunyai penilaian masing-masing dimata jamaah. Menurut para informan, ulama yang mereka ikuti sebagai komunikator dakwah yang membahas bahaya Covid-19 menjelaskan dalil Alqur’an dan hadist Rasullah maupun sahabat terkait wabah ini. Tidak hanya itu ulama juga menyampaikan bahwa wabah yang terjadi sekarang ini (Covid-19) bukan hanya terjadi sekarang saja, tetapi juga pernah terjadi pada zaman Rasullah yang disebut dengan wabah Thaun. Penyampaian ulama juga menyesuaikan dengan budaya setempat hal ini agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh jamaah nya. Logika dalam berdakwah yang dibangun pun juga didukung dengan data-data dari pemerintah setempat serta penelitian-penelitian tentang bahaya Covid-19 yang pernah dilakukan. Hasil penelitian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tokoh ulama yang kredibel akan membuah kepercayaan komunikan untuk mengikuti anjuran yang disampaikan, hal ini mempengaruhi keberhasilan dalam berpidato.
Co-Authors ., Muchibuddin Abdul Malik, Aminullah Adhi Wiryawan, Yudho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Saputro, Topo Adinda, Sarah ADITYA FAHMI NURWAHID Adiyatma, Irfandhika Afri Setya, Rega Agus Naryoso Aisyah Monicaningsih Aisyah Nadhilah Arsyi Malik Aisyah Nur Iswahyudi, Farah Ajeng Gendari Sayang Aji Kurniawan Ade Purwanto Alif Hibatullah Alifati Hanifah Almanda Prinarenti, Aurelia Amelia Monica Amida Yusriana Andrio, Bimo Anindhita Puspasari Anjar Mukti Yuni Pamungkas, Anjar Mukti Annie Renata Siagian Annisa Widya Paramitha Annisa Zetta Afiatni Aprilla Agung Yunarto Arif Andhika, Wisnu Arlinda Nurul Nugraharini Asri Rachmah Mentari Asteria Agustin Asyhab Arno Wijaya Aurisa Hangesti Putri Avianto Aryo Wicaksono Ayu Lestari, Mega Ayu Permata Sari Ayudia Putri, Rakhma Azif, Zahra Bayu Hastinoto Prawirodigdo Bayu Widagdo, Muhammad Bening Shabilla Utami Bonaventura Paskaris Kusuma Aji Brillian Barro Vither Conny Brilliant Dwikananda, Kartika Dalil, Firas Dea Dwidinda Lutfi Desastri Ahda Ramadhan, Pimpi Destika Fajarsylva Anggraini Devi Pranasningtias Indriani DEWI IRAWATI Dhyah Shanti Nur Kartika Dimas Obwid Robertus Belarmino Malau Dinaharilala Olivia, Randrianarison Dini Tiara I Dipa Wirayatama Diva Sinar Rembulan Dizafia Zafira Mayyasya Djoko Setyabudi DONNA RADITA MERITSEBA DR Sunarto Dr. Sunarto Dra Taufik Spurihartini Dwi Amanda, Visca Dyah Woro Anggraeni Elbert Adinugraha Christianto, Anthony Elvina Ghozali Erva Maulita Eva Ratna Hari Putri Fariz Dewanto Fatia Maharani Fauzi, Aldi Febrian Aditya Putra Fitria Mahdiyyani, Anisah Fitria Purnama Sari Fransiska Indria Widiasari Gatikasari Mujiastuti Geta Ariesta Herdini Gilang Maher Pradana Gusti Purbo Darpitojati Handono Priambodo, Handono Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hasibuan, Anra Muliasih Sah Bakti Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Himawan, Hilmi Ika Adelia Iswari Ilham Prasetyo Indra Bagus Kurniawan Irfan Zuldi Isabela Laras Anindyo Isti Murfia Jenny Putri Avianti Jonathan Dio Sadewo Joyo NS Gono Joyo Nur Suryanto Gono Kania Azzahra Wibowo Kania Salsabila Putri Rachmadi Karina Puspadiati Kevin Purba Khurrosidah, Sela Kusuma, Ivana Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Rahmiaji Lucia Eka Pravitasari M Bayu Widagdo Maharani Easter Makarim, Nabil Marlia Rahma Diani Marshya Camillia Ariej Martha Caesarin Putri Yulinta Martina Aurelia Carissa Maulana Khalidin . Maulana Ocky Adhicondro Meidiza Firda Mapikawanti Miftakhul Noor Alfiana Mirtsa Zahara Hadi Monica Hayunindya Patria Paramesthi Much Yulianto Much. Yulianto MUCHAMAD MACHBUB LUTFI Muh. Medriansyah Putra Kartika Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Reza Mardiansyah Muhammad Syamsul Hidayat Mujahidah Amirotun Nisa Nadhila Prisca Anjani M Nadif Rizqulloh, Muhammad Nadila Opi Prathita Sari Naga Mulia, Wim Naomi Uli Quanti Siahaan Narayani Aberdeen, Avi Nastiti Laksmita Adi Nikolas Prima Ginting NIKOLAUS AGENG PRATHAMA NOVI ADI PUSPITANINGRUM Nur Rahmi, Faurina Nur Suryanto Gono, Joyo Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Surayya Ulfa Nurul Athira Yahya Nurul Hasfi Nurul Hikmah Octaviani, Averina Olina Hartani Muliani Gultom Osa Patra Rikastana Pandu Hidayat Paskah M Pakpahan Pratiwi, Silvi Primada Qurrota Ayun Puspita Dea Chantika Qonita Andini, Annisa Qury Aini R. Milwanda Nadika S. Restu Ayu Mumpuni, Restu Ayu Rezeki Amalia, Annisa Ricki Apriliono Rifki Nur Pratiwi Rindiana Kiswari Rizki Fajar Bagaskoro, Sektianto Rizki Kurnia Yuniasti ROBBIANTO ROBBIANTO Rosa Humaira, Almira Rossa Oktaviyani S Rouli Manalu Sabda Nugraha, Detrina Sahfitri, Dwina Salsabila Putri Wasesa, Meidyana Salshabila Putri Persada Sarah Indah Putri Sasaningtawang, Bening Saviera Maharani Doniyar Sefti Diona Sari Sessy Refi Sanina Shafa Amanda, Karina Shafira Inas Nurina Silas Hamenyimana Sony Kusuma Anugerah Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Devi Valentina Simamora Devi Valentina Simamora Sri Nofidiyahwati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Suryanto Gono, Joyo Nur Tandiyo Pradekso Tansha Nastiti, Talitha Taufik Suprihartini Taufik Suprihartini . Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Theresia Karo Karo Tiara Astra Parahita Tiara Ayu Raharjo Tri Yoga Adibtya Tama Trinata Anggarwati, Bunga Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro . Viviana Ardine Mutiara K F Wahyu Satria Utama, Wahyu Satria Widya Nur Hidayati Wiwid Noor Rakhmad Wuriani, Wuriani Yanuar Luqman Yenny Puspasari Yenny Puspitasari Yobelta Kristi Ayuningtyas Yoga Yuniadi Yolanda Audrey Yuanita Putri Melati Yuliana Harianja Yusriana, Amida