Claim Missing Document
Check
Articles

Pembinaan Etika Peserta Didik Melalui Pembelajaran Tematik-Integratif Di Sekolah Dasar Mutiani Mutiani; Sapriya Sapriya; Muhammad Rezky Noor Handy; Ersis Warmansyah Abbas; Jumriani Jumriani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.397

Abstract

Pendidikan etika bagi peserta didik di Sekolah Dasar dimaksudkan untuk memberikan penanaman nilai moralitas sejak dini. Peserta didik di Sekolah Dasar memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Demikian, adanya pendidikan etika diharapkan mampu membangun kepribadian anak yang mengedepankan norma-norma. Artikel ini bertujuan menelaah pendidikan etika bagi peserta didik dalam kerangka pembelajaran tematik-integratif di Sekolah Dasar. Studi literatur melalui pemanfaatan mesin pencarian melalui google scholar, pdf drive, dan e-perpusnas dilakukan untuk menguraikan pendidikan etika bagi peserta didik di Sekolah Dasar. Berdasarkan paparan dari artikel naskah konseptual pendidikan etika dimaknai sebagai pendidikan karakter terkait penanaman akhlak mulia (moralitas) bagi setiap orang. Etika bagi peserta didik di Sekolah Dasar melingkupi dimensi norma, dan perilaku sehari-hari. Adapun kaitan pendidikan etika dan pembelajaran tematik-integratif adalah integrasi kompetensi mata pelajaran ke dalam satu tema tertentu. Pembelajaran tematik-integratif di Sekolah Dasar mampu mengedepankan isu kontekstual sebagai proses pengalaman belajar di kelas. Demikian, peserta didik dapat mengelaborasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sehingga secara komprehensif bermanfaat bagi kehidupannya.
PENGUATAN NILAI NASIONALISME DALAM SEJARAH PERJUANGAN ALRI DIVISI IV KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS Muhammad Rezky Noor Handy; Diana Novita Sari; Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Herry Porda Nugroho Putro
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14803

Abstract

Penulisan dari artikel ini adalah mengulas sejarah perjuangan dari ALRI Divisi IV Kalimantan Selatan yang terdapat nilai-nilai nasionalisme yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan focus pada sejarah local Kalimantan Selatan selanjutnya dengan Metode dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Adapun tahapan analisis data; 1) reduksi data yang tidak sesuai dengan fokus penelitian, 2) penyajian data dalam bentuk deskriptif, dan 3) penarikan kesimpulan berdasarkan temuan penelitian sehingga menggambarkan hasil penelitian secara sistematis. Data-data yang diperoleh dari penelitian lapangan, wawancara, studi literature baik berupa artikel-artikel, buku sejarah local dan dokumen lainnya. ALRI Divisi IV Kalimantan yang dibentuk oleh pemerintah provinsi Kalimantan oleh P. M. Noor, melakukan perlawanan terhadap Belanda dan NICA pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang terbagi menjadi 3 fase, yaitu fase awal yaitu pembentukan, fase kedua yaitu perlawanan dan taktik melawan Belanda dan fase ketiga yaitu proklamasi 17 Mei 1949, Selanjutnya dari sejarah local perjuangan ALRI Divisi IV Kalimantan ini terdapat nilai-nilai nasionalisme seperti cinta tanah air, rela berkorban dan menghargai jasa para pahlawan, yang juga mampu di integrasikan kedalam materi ajar IPS kelas IX pada materi Masa Kemerdekaan Indonesia 1945-1950 pada sub-materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
CULTURAL ACCULTURATION OF CHINESE: ETNOGRAPHIC STUDY IN BANJARMASIN Muhammad Rezky Noor Handy; Mutiani Mutiani; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Jumriani Jumriani; Akhmad Munaya Rahman
JURNAL SOCIUS Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v10i1.9013

Abstract

Kedatangan dari orang Cina ke Indonesia termasuk ke Banjarmasin hingga sekarang membaur sekaligus juga mempertahankan kebudayaan mereka sampai sekarang dengan akukturasi kebudayaan antara orang Tionghoa dengan Banjar sendiri hingga sekarang. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Hubermen dengan cara reduksi data, display data dan kesimpulan/verifikasi. Proses akulturasi kebudayaan orang Tionghoa di Banjarmasin dan menetap di wilayah yang sekarang bernama Pacinan sudah sejak lama dan budaya-budaya Tionghoa Pacinan Banjarmasin bertahan hingga sekarang yang didapatkan oleh peneliti antara lain Religi seperti perayaan Imlek, Cheng Beng, Tiong Kuan, Tarian Barongsai, sistem mata pencaharian hidup, bahasa dan lainnya.The arrival of the Chinese to Indonesia, including to Banjarmasin until now, has blended and at the same time preserved their culture until now with the cultural structure between the Chinese people and the Banjar itself until now. This research uses a research method using a qualitative approach to data collection through observation, interviews, and documentation studies. Data were analyzed using Miles and Hubermen models by data reduction, data display, and conclusion/verification. The process of acculturation of Chinese culture in Banjarmasin and settled in the area now called Pacinan has been a long time and Chinese culture of Banjarmasin Pacinan survives until now obtained by researchers including religions such as Chinese New Year Celebration or Imlek, Cheng Beng, Tiong Kuan, Barongsai dance, economic system livelihood, language and more.
SIKAP REMAJA BERCADAR TERHADAP STIGMA MASYARAKAT M. Ridha Ilhami; Ziyadatul Husna; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Rusmaniah Rusmaniah; Muhammad Rezky Noor Handy
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.7858

Abstract

Menutup aurat merupakan sebuah kewajiban bagi setiap perempuan muslim. Cara mereka mentup aurat satu diantaranya dengan menggunakan cadar. Adanya stigma yang melekat terhadap perempuan bercadar di Indonesia tentu menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Hal tersebut termasuk bagi remaja yang bercadar. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap yang diambil para remaja bercadar akibat stigma dari masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer berasal dari santriwati di Pondok Pesantren al-Batul Desa Sinar Bulan Kecamatan Satui, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai sikap para wanita bercadar akibat stigma yaitu para remaja wanita bercadar tidak menanggapi dan menghiraukan masyarakat yang memberikan stigma tersebut. Bahkan para remaja bercadar tetap bersikap baik kepada masyarakat sekitar dan mendo’akan kebaikan untuk mereka. Para wanita bercadar di pondok pesantren al-Batul memulai untuk mengenakan cadar sejak masuk pondok dan ada juga yang sebelum masuk pondok sudah mengenakan cadar. Hampir semua wanita bercadar yang menjadi subjek penelitian telah disetujui oleh pihak keluarga untuk mengenakan cadar. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwa stigma yang diberikan oleh masyarakat terhadap wanita bercadar itu tidak memengaruhi sikap mereka terhadap masyarakat, bahkan mereka mendoakan masyarakat tersebut.
Changes in the Behavior of the Riverside Community of Banua Anyar Village towards River Management Policies Marlia Marlia; Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Rezky Noor Handy; Bambang Subiyakto; M. Ridha Ilhami
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 4, No 1 (2022): THE KALIMANTAN SOCIAL STUDIES JOURNAL, OCT 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v4i1.5617

Abstract

Seiring perkembangan zaman mengakibatkan terjadinya perubahan pada kebiasaan hidup masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Adanya kebijakan pemerintah daerah Kota Banjarmasin tentang pengelolaan terhadap sungai sehingga masyarakat beradaptasi dan melakukan perubahan pada perilaku sehari-hari. Kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan keberadaan sungai dapat berdampak buruk terutama pencemaran terhadap kualitas air sungai akibat perilaku dan kebiasaan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan adaptasi dan perubahan perilaku masyarakat bantaran sungai Martapura Kelurahan Banua Anyar terhadap kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin tentang pengelolaan sungai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pada hasil temuan di lapangan sehingga tergambar jelas hasil penelitian. Hasil penelitian adanya adaptasi dari perubahan perilaku pada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Martapura Kelurahan Banua Anyar terkait dengan perubahan perilaku membuang sampah dan limbah rumah tangga, perubahan pada penggunaan jamban apung yang saat ini sudah menggunakan WC, serta adanya kegiatan pengelolaan sungai dengan melakukan penghijauan menanam pohon di pinggir sungai.
The Spirit of Nationalism of the Banjar People on the Proclamation of 17th May 1949 Diana Novita Sari; Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Rezky Noor Handy; Ismi Rajiani; Bambang Subiyakto
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 4, No 1 (2022): THE KALIMANTAN SOCIAL STUDIES JOURNAL, OCT 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v4i1.4970

Abstract

Sejarah perjuangan ALRI Divisi IV sendiri merupakan gambaran perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam menunjukkan kesetiaan kepada NKRI dari para pejuang di Kalimantan. sejarah perjuangan ALRI Divisi IV yang dipimpin oleh Hassan Basry memproklamirkan bahwa Kalimantan ada wilayah Republik Indonesia pada 17 mei 1949. Tujuan penulisan artikel ini adalah memaparkan bagaimana kesadaran nasionalisme masyarakat Banjar pada peristiwa Proklamasi 17 Mei 1949. Artikel adalah penelitian studi kepustakaan dengan mengkaji sumber-sumber artikel jurnal, buku-buku sejarah dan sumber terkait dengan Peristiwa Proklamasi 17 Mei 1949 dengan Analisa dari sumber-sumber terkait yang ditarik kesimpulan mengenai topik yang dibahas. Hasil dari artikel ini adalah Perjuangan ALRI Divisi IV Kalimantan yang dipimpin oleh Hassan Basry yang bermarkas di wilayah Kandangan melakukan perlawanan sengit kepada pihak NICA Belanda. Pada tahun 1949, Ketika wilayah perjuangan dari ALRI Divisi IV bertambah luas di Kalimantan Selatan. Karena mereka mengaku sebagai alat pemerintah Republik Indonesia maka para pejuang atau gerilyawan ini berinisiatif melakukan rapat dan hingga pada peristiwa Proklamasi 17 Mei 1949 di desa Mandapai Hulu Sungai Selatan, yang telah mendorong meningkatnya semangat perjuangan pada jiwa masyarakat Banjar, yang dimana masyarakat Banjar sendiri berjuang dan sudah merasa menjadi bagian dari Republik Indonesia bukan menjadi wilayah boneka Belanda.
Economic Activities at Grocery Stalls along the Riverbank Communities on Banua Anyar Yulia Yulia; Mahmudah Hasanah; Muhammad Rezky Noor Handy; Ersis Warmansyah Abbas; Ismi Rajiani
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 4, No 1 (2022): THE KALIMANTAN SOCIAL STUDIES JOURNAL, OCT 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v4i1.5619

Abstract

Warung kelontong merupakan sebuah usaha mikro yang banyak dilakoni masyarakat bantaran sungai kelurahan Banua Anyar. Warung kelontong sebagai tempat pendistribusian barang berupa kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat sekitar. Harga barang dagangan yang melambung tinggi dengan keterbatasan modal serta barang yang langka menghambat terjadinya kegiatan pendistribusian barang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi pada warung kelontong. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan waktu. Penyajian data dalam bentuk deskripsi serta dilengkapi gambar. Hasil penelitian terdapat aktivitas ekonomi pada warung kelontong masyarakat bantaran sungai kelurahan Banua Anyar yaitu kegiatan produksi terjadi pada warung kelontong yang menyediakan barang yang diproduksi sendiri untuk dijual kepada masyarakat sekitar. Kegiatan distribusi terjadi setiap hari, barang yang ada di warung kelontong didistribusikan kepada masyarakat sekitar warung kelontong, pembeli dari luar kelurahan yang melewati warung kelontong dan pengunjung yang berada di kelurahan Banua Anyar. Konsumsi banyak dilakukan oleh masyarakat bantaran sungai kelurahan Banua Anyar. Masyarakat bantaran sungai menjadi konsumen tetap di warung kelontong masyarakat bantaran sungai kelurahan Banua Anyar.
The Role of Banjar Women in Improving the Family Economy on the River Banks of Banua Anyar Village Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Rezky Noor Handy; Ismi Rajiani; Rusmaniah Rusmaniah; Mutiani Mutiani
The Innovation of Social Studies Journal Vol 4, No 1 (2022): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v4i1.6364

Abstract

Setiap manusia pasti menginginkan hidup yang sejahtera, kebutuhan hidup terpenuhi sehingga bisa hidup dengan bahagia. Tetapi yang terjadi pada era sekarang ini masih banyak keluarga-keluarga yang belum bisa merasakan hidup sejahtera dengan kebutuhan hidup yang tercukupi karena pendapatan keluarga atau suami yang rendah, salah satu peran paling dominan adalah ibu rumah tangga, pada saat ini ibu rumah tangga tidak  hanya berperan  menjadi ibu rumah tangga yang mengurus pekerjaan rumah tetapi banyak  ibu rumah tangga yang berkerja untuk membantu perekonomian keluarga, sehingga tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan peran perempuan Banjar di bantaran sungai dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan terlebih dahulu melakukan observasi dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam untuk mengetahui peran peran perempuan Banjar di bantaran sungai Martapura Kelurahan Banua Anyar dalam meningkatkan ekonomi keluarga, Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perempuan Banjar yang bertempat tinggal di bantaran sungai Martapura dalam meningkatkan perekonomian keluarga mereka adalah dengan berbagai kegiatan ekonomi khususnya sektor informal dalam pemenuhan kebutuhan primer sehari-hari, bentuk-bentuk dari usaha informal yang mereka lakukan antara lain berdagang kelontongan, berjualan sembako, warung makan dan minum seperti warung wadai pagi ataupun warung kopi, dan UMKM seperti kelompok usaha kerupuk ikan haruan dan udang. Sehingga dengan kegiatan usaha-usaha tersebut turut serta membantu dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Social Interaction of Riverside Communities on River Utilization in Banua Anyar Village Herry Porda Nugroho Putro; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; M. Ridha Ilhami; Muhammad Rezky Noor Handy; Siti Zulfah
The Innovation of Social Studies Journal Vol 4, No 1 (2022): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v4i1.6363

Abstract

Sungai merupakan sumber utama bagi kehidupan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan, yang mana air tersebut dimanfaatkan dalam kehidupan dan aktivitas mereka sehari-hari. Pola prilaku manusia yang buruk terhadap sungai akan menimbulkan beberapa masalah. Masalah yang sering muncul terkait dengan sungai yaitu banjir dan pencemaran sungai. Seperti yang terjadi di banua anyara sungai yang ada disana tercemar dengan zat minyak yang muncul dari pakan ikan yang diternakkan disungai tersebut. Adapun permasalahan yang dikaji pada artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana “Interaksi Sosial Masyarakat Bantaran Sungai Terhadap Pemanfaatan Sungai Kelurahan Banua Anyar” pada bagian ini dilakukan pengkajian mengenai konsep dan teori yang digunakan sesuai dengan kondisi dilapangan yaitu di Kelurahan Banua Anyar. Masyarakat yang berada di bantaran sungai  secara tidak langsung memiliki ciri bersosial dan beraktivitas  yang berbeda dengan masyarakat yang bermukim dikota, ciri besosial yang dilakukan oleh masyarakat sekitar tidak pernah lepas dari keterkaitan dengan sungai.
Economic Activities at TPI Banjar Raya as Learning Resources on Social Studies Muhammad Rifani; Ersis Warmansyah Abbas; Mutiani Mutiani; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Muhammad Rezky Noor Handy
The Innovation of Social Studies Journal Vol 4, No 1 (2022): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v4i1.5375

Abstract

Aktivitas TPI Banjar Raya kegiatan yang dilakukan pada malam hari dari pukul 19.00 WITA sampai 05.00 WITA. aktivitas ini meliputi dari bongkar muat ikan, buruh angkut, pembajaian, dan transaksi jual beli ikan. aktivitas ekonomi di TPI Banjar Raya dapat dilihat dari aktvitas masyarakat yang melakukan jual beli ikan. ikan yang didapatkan berasal dari distibutor kapal perikanan dan distributor yang menggunakan pick up, ikan yang dibawa merupakan hasil dari nelayan laut dari beberapa daerah diluar Banjarmasin untuk dijual kembali di TPI Banjar Raya. Setelah di distribusikan ke daerah Banjarmasin dan Palangkaraya yang dilakukan oleh distibutor daerah. Aktivitas tersebut di integrasikan sebagai sumber belajar IPS, pada saat ini pembelajaran di sekolah menggunakan pendekatan kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk digunakan sebagai sumber belajar. Salah satu pemanfaatan lingkungan sekitar yang dapat dijadikan sumber belajar ialah aktivitas masyarakat.
Co-Authors Abdurrahim Abdurrahim Ahmad Maulana Akhmad Maulana Akhmad Munaya Rahman Al Wahid, Muhammad Ridho Alfinuri, Novita Ananda Firda Afifah Apriza, Rahmat Athala, Muhammad Aufar Ayu Fajriyah Azizah, Intan Noor Bambang Subiyakto Bambang Subiyakto Bambang Subiyakto Deasy Arisanty Desy Fatimah Dhimas Pratama Nindya Putra Sari Diana Novita Sari Diana Novita Sari Dina Dina Ekka Norliana EMELIA EMELIA Erlina Wiyanarti Ersis Warmansyah Abbas Fathurrahman Fathurrahman Fitri Mardiani Gunawan, Doni Hapipah, Raina Hasanah, Mahmudah Helmi Akmal Hendry Alfiani Ari Sandi Herry Porda Nugroho Putro Herry Porda Nugroho Putro Heru Puji Winarso Hery Porda Nugroho Putro Hijjatul Alawiah Indra Maulana Indriana Wijayanti Ismi Rajiani Jumriani Jumriani Jumriani, Jumriani Karunia Puji Hastuti, Karunia Puji Kastina, Namira Regitha Laili, Nor M Faisal Mahmudah Hasanah Mahmudah Hasanah Marlia Marlia Martiya Istika Maulidah, Dina Mirza Noviani Muhammad Adhitya Hidayat Putra Muhammad Adhitya Hidayat Putra Muhammad Adhitya Hidayat Putra Muhammad Ilmi Muhammad Ilmiyanor Muhammad Muhaimin Muhammad Ridha Ilhami Muhammad Rifani Muhammad Risalan Uzhma Mutiani Mutiani Mutiani Mutiani Nadiatul Izmi Nadlatul Izmi Nona Ayuriszki Noor Hidayah Noorya Tasya Febrylia Witari Hadi Nor Azizah Nor Nazmi Norhayati Norhayati Nur Annisa Nur Azizah Nur'aini, Fatwa Nursahid Nursahid Nurul Azizah Nur’aini, Fatwa Parida Angriani Pradana, Herry Azhar Prawitasari, Melisa Puspita, Rizky Martha Cahya Putri Hana Pebriana Radjikan, Febrian Putra Anugrah Rahayu Rahayu Rahmia, Sovia Husni Raihanah Sari Ramadhani, Muhammad Aqiela Raudhatul Jannah Rezky Anisa Rhema Yuniar Rifa Afiva Firyal Riski Norseli Risna Putra Pradana Riswan Putra Azhari Riswan Riswan Rizal, Muhammad Khairul Rizky M. Shaleh Rusmaniah Rusmaniah Rusmaniah, Rusmaniah Sapriya Sapriya Saputera, Yuli Sari, Dhimas Pratama Nindya Putra Sari, Raihanah Savitri, Siti Nur Laila Setiawan, Rizky Sisca Nuur Fatimah Siti Nor Laila Savitri Siti Rizayani Siti Zulfah Siti Zulfah, Siti Subiyakto, Bambang Sumiati Sumiati Syafitri, Linda Hernika Syaharuddin Syarifuddin Syarifuddin Triyono, Sigit Winarso, Heru Puji Winata, Atikah Wisnu Subroto Yulia Yulia Yuliantri, Rhoma Dwi Aria Yustika Muliasari Ziyadatul Husna