Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Dukungan Keluarga, Penyuluhan, danKeterpaparan Informasi dengan Perilaku Gizi Seimbangpada Remaja rahayu, dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nqg68f53

Abstract

menuju dewasa dimana terjadi perubahan yang cepat tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga kognitif dan psikososial. Akan tetapi, perubahan gaya hidup dan pola makan serta masih sedikit remaja yang menerapkan perilaku gizi seimbang menyebabkan remaja rentan mengalami masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga, penyuluhan, dan keterpaparan informasi dengan perilaku gizi seimbang pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 127 siswa di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner google form. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh paling banyak responden berjenis kelamin perempuan (59,8%) dengan usia terbanyak yaitu 16 tahun (40,9%). Hanya 45,7% responden yang mendapat dukungan keluarga, sebanyak 48% responden yang terpapar informasi dengan baik, dan sebanyak 59,1% responden tidak mengikuti penyuluhan. Analisis uji Chi-Square dengan a=0,05 menunjukkan ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga (nilai p = 0,000), penyuluhan (nilai p = 0,009), dan keterpaparan informasi (nilai p = 0,003) dengan perilaku gizi seimbang
Peran Tenaga Kesehatan dan Keluarga dalamKehamilan Usia Remaja rahayu, dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zspccq88

Abstract

Penelitian ini fokus pada kehamilan usia remaja di Kabupaten Tanah Datar, dengan tujuan untuk memahami peran tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan pengetahuan remaja terhadap kejadian tersebut. Data dikumpulkan dari 215 remaja putri yang menikah, dengan 68 di antaranya sebagai sampel yang dipilih secara proporsional dari delapan jorong/desa di wilayah kerja Puskesmas Singgalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,9% dari responden mengalami kehamilan usia remaja. Sebanyak 52,9% menganggap peran tenaga kesehatan kurang terasa, 66,2% merasa kurang mendapat dukungan keluarga, dan 58,8% memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara peran tenaga kesehatan (p = 0,032), dukungan keluarga (p = 0,025), dan tingkat pengetahuan (p = 0,002) dengan kehamilan usia remaja. Temuan ini mengindikasikan bahwa tenaga kesehatan, keluarga, dan pengetahuan remaja memegang peranan penting dalam kejadian kehamilan usia remaja. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan memberikan penyuluhan kepada remaja dan keluarga mengenai risiko kehamilan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti perlunya peran aktif tenaga kesehatan dan keluarga dalam mendukung remaja untuk menghindari kehamilan usia remaja, melalui upaya penyuluhan yang lebih intensif dan pendekatan yang holistik
Pengaruh Orang Tua Terhadap Pemberian Gizi Pada Anak Balita Di indonesia zahra, zahratul rahmi; Nurdin, Ambia; Meylissa; Rahayu, Dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yh3jx545

Abstract

Fase terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah ketika masa bayi atau balita, karena pada masa itulah saat yang paling vital dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu di butuhkan pemahaman dalam mendidik anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan wadah yang mendidik anak dalam lingkup bermain untuk menstimulasi atau merangsang pada anak usia 0-6 tahun agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada pendidikan usia dini memperbolehkan anak-anak membawa bekal makanan yang akan mereka konsumsi sebelum melakukan kegiatan karena di lembaga tidak menyediakan kantin atau warung yang menjual makanan, oleh sebab itu beberapa orang tua membawakan anak-anak makanan, namun kesadaran untuk membawakan bekal yang seimbang masih kurang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pemenuhan gizi anak melalui Lunch Box (Bekal Makanan).
Pendidikan kesehatan tentang melitus pada keluarga rahayu, dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/y319ak34

Abstract

Diabtes Melitus (DM) is a disease characterized by blood glucose levels exceeding normal which is characterized by fasting and postprandial hyperglycemia, atherosclerosis and microangiopathic vascular disease. DM can be caused due to diet or genetic factors. Research conducted in Pahandut Palangka Raya Village showed a lack of family knowledge (67%) regarding DM can be a predisposing factor for the occurrence of DM in family members. Education is an effort to make people behave or adopt health behaviors by means of persuasion, persuasion, appeal, invitation, giving information, giving awareness and so on, through activities called education or health promotion. The method of implementing the activity is to use a health education strategy for families in Pahandut Palangka Raya. The activities carried out are by carrying out health education to families in Pahandut Palangka Raya. The activity is carried out with the lecture and question and answer method. The health education media used are LCD projectors and leaflets distributed to families. The material provided is about DM disease which includes understanding, causes, signs and symptoms, treatment, complications. During health education, the environment is conducive, the family enthusiastically listens to health education and actively asks when given opportunities for discussion. The results of the evaluation of health education show the family is able to mention and explain again about DM disease as described during health education. Community service activities carried out by lecturers, nurses and Ners professional students to families in Pahandut Palangka Raya can be declared successful. Through the evaluation results during health education, there is a positive response from the family and is also able to mention again about DM as described.
KEBIJAKAN HUKUM BERDASARKAN UU NO.18 TAHUN 2014 TENTANG KESEHATAN JIWA DAN KUHP Sapriana Rahayu; Nurdin, Ambia; Meylissa; Rahayu, Dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xz6asg44

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kebijakan hukum bagi pelaku yang melakukan tindak kekerasan/bullying/penindasan/penyiksaan terhadap orang dengan gangguan jiwa berdasarkan UU No. 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa Dan KUHP, dan akibat hukum kebijakan hukum bagi pelaku yang melakukan tindak kekerasan/bullying/penindasan/penyiksaan terhadap orang dengan gangguan jiwa berdasarkan UU No. 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa Dan KUHP. Metode yang dipergunakan adalah penelitian hukum normatif. Sumber data terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier.. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan hukum bagi pelaku yang melakukan tindak kekerasan/bullying/penindasan/penyiksaan terhadap orang dengan gangguan jiwa berdasarkan UU No. 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa Dan KUHP ini masih belum ada sanksi yang tegas mengatur hal tersebut, akan tetapi, dalam pelaksanaan penegak hukum masih merujuk pada kitab undangundang hukum pidana.
GAMBARAN PENCAPAIAN PROGRAM IMUNISASI YANG ADA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR DUA PIDIE JAYA TAHUN 2022 M. Akil Rizkullah; Nurdin, Ambia; Rahayu, Dian; Khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bv4sxd05

Abstract

Imunisasi adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan memberikan “vaksin” sehingga terjadi imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut. Vaksin adalah jenis bakteri atau virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan guna merangsang sistem imun dengan membentuk zat antibodi di dalam tubuh.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Penelitian dilakukan bulan oktober hingga Desember 2022 di Puskesmas Bandar Dua Pidie Jaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala ruangan program imunisasi serta mencari data capaian target SPM yang ada di Puskesmas Bandar Dua. Aspek yang diteliti adalah standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, organisasi bagian, sumber dana, struktur organisasi, dan capaian target, dll. Program yang tidak mencapai target adalah Imunisasi BCG,POLIO1, Imunisasi DPT-HB-HIB1-POLIO2, Imunisasi DPT-HB-HIB3-POLIO4,  Imunisasi Campak ( MR), Imunisasi BIAS Campak, dan Imunisasi BIAS DT/TD. Sedangkan program yang mencapai target dalam 3 bulan ini hanya Imunisasi HBo.
Pengaruh Orang Tua Terhadap Pemberian Gizi Pada Anak Balita Di Indonesia Rahmi, Zahratul; Nurdin, Ambia; Khairuman, Khairuman; Rahayu, Dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/jtka0f69

Abstract

Fase terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah ketika masa bayi atau balita, karena pada masa itulah saat yang paling vital dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu di butuhkan pemahaman dalam mendidik anak usia dini. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan wadah yang mendidik anak dalam lingkup bermain untuk menstimulasi atau merangsang pada anak usia 0-6 tahun agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada pendidikan usia dini memperbolehkan anak-anak membawa bekal makanan yang akan mereka konsumsi sebelum melakukan kegiatan karena di lembaga tidak menyediakan kantin atau warung yang menjual makanan, oleh sebab itu beberapa orang tua membawakan anak-anak makanan, namun kesadaran untuk membawakan bekal yang seimbang masih kurang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pemenuhan gizi anak melalui Lunch Box (Bekal Makanan)
Efektifitas Pemberian Edukasi Dengan Menggunakan Metode Penyuluhan Mengenai Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Terhadap Pengetahuan Ibu Di Gampong Kuta Krueng Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya Hayati, Dalima; Nurdin, Ambia; Rahayu, Dian; Khairuman, Khairuman; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/g1r1wm17

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan perilaku yang dilakukan dengan mengikuti peraturan yang berkaitan dengan kesehatan diri. Tujuan utama dari pola hidup bersih dan sehat yaitu untuk meningkatkan kesehatan melalui proses penyadaran warga secara bertahap dalam memahamiproses hidup bersih, penjelasan tersebut menggambarkan kedudukan pribadi dalam menjaga perilaku hidup bersih dan sehat tiap hari. Penelitian ini menggunakan desain pra expriemental jenis one group pretest, posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah ibi-ibu di desa kuta krueng Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk meneliti tentang pengaruh pemberian penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat terhadap peningkatan pengetahuan ibu-ibu Desa Kuta Krueng Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya. Jumlah Sempel yang diambil sebanyak 20 ibu-ibu.Di ketahui bahwa kebanyakan responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 20  responden dengan persentase 100%, sedangkan usia kebanyakan berusia 25-30 tahun sebanyak 13 responden dengan persentase 65%. Tingkat pengetahuan ibu-ibu sebelum diberikan penyuluhan terbanyak adalah kategori sedang 12 orang (60%). Tingkat pengetahuan ibu-ibu sesudah diberikan penyuluhan terbanyak adalah kategori tinggi 18 orang (90%).Rata tingkat pengetahuan ibu-ibu sebelum diberikan penyuluhan yaitu 13,47 dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 16,74. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil positif dari proses penyuluhan yang dilakukan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan PerilakuHidup Bersih Dan Sehat Untuk Meningkatkan KualitasKesehatan Masyarakat Nurdin, Ambia; Adillah Salma, Cut Yasifa; Rahayu, Dian; Khairuman, Khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rm6mtz03

Abstract

Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Salah satu strategi untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih yang dimulai dari tingkat keluarga atau rumah tangga, lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Metode pelaksanaan adalah dengan (1) penyuluhan tentang praktek PHBS di tingkat rumah tangga, (2) penyuluhan tentang PHBS di tingkat institusi pendidikan, (3) praktek cuci tangan yang benar pada murid sekolah, dan (4) pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat desa Posi-posi berjumlah 84 rumah tangga dan 60 murid SD Inpres Posi-posi. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan rumah tangga dan murid SD tentang PHBS dan seluruh murid telah mampu untuk mencuci tangan dengan benar
Relevansi Gizi dan Kesehatan Untuk Pencegahan Stunting Khairuman, Khairuman; Nomira, Syarifah Rozati; Rahayu, Dian; Nurdin, Ambia
Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/nybbwz80

Abstract

Gizi, terdiri dari makronutrien dan mikronutrien,memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh, memastikan pertumbuhan yang optimal, dan meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program-program seperti Stranas Stunting dan Germas untuk mengatasi tantangan serius terkait masalah gizi. Faktor-faktor seperti ekonomi, sosial, budaya, akses terhadap makanan, dan kesehatan memengaruhi status gizi, menuntut pendekatan menyeluruh. Koordinasi antar sektor, keterbatasan sumber daya, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan utama dalam upaya mengatasi permasalahan gizi. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan tujuan untuk menyelidiki peran penting gizi dalam kesehatan manusia, dengan fokus pada aspek-aspek kompleks seperti stunting, wasting, underweight, obesitas, dan anemia gizi besi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya keseimbangan gizi, tidak hanya dalam kuantitas makanan tetapi juga kualitasnya. Berbagai zat gizi, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral, memiliki peran unik dalam menjalankan fungsi biologis tubuh. Saran penulis mencakup pengetahuan kebutuhan tubuh, penggunaan metode perhitungan gizi, dan kesadaran terhadap pentingnya gizi dalam menjaga daya tahan tubuh, mencegah penyakit kronis, dan mendukung kesehatan mental guna menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Co-Authors Achmad Afandi, Achmad Adillah Salma, Cut Yasifa Adriansyah, Muhammad Ali Afrida, Nurul Aina, Raudatul Antonius Totok Priyadi Arlianti, Nopa Arysva, Saskia Asmariana, Yully Asnawi Abdullah A’la, Nurul Bakti, Imam Rangga Basri Aramico, Basri Budi Yanto, Budi Diana Diana Lestari, Diana Dinen, Kiki Asrifa Ellianufara, Ellianufara Fajarimah, Suci Fasha, Ulya Fatana, Fajar Adi fausi, ahma Fidhyallah, Nadya Fadillah Fitria, Ully Hamisah, Irma Hayati, Dalima Hazizah, Risyma Nur Henny Sanulita Hijjah, Nurul Hikmah, Masilafatul Husna, M. Zainul Husna, Raihatul IBON, MAIBON Irama, Asep Ismawati Ismawati Izza, Maudatul jannah, fazzira rhaudatul Khairuman Khairuman, Khairuman Khesya Nayla Puspita Sari Ponda Liani, Asti M. Akil Rizkullah Mahendra, Rizal Maolida, Roza maulita, risna Melani, Tasya Meylissa Mhd Hidayattullah Mudawali, Fazlil Muhammad Adil, Muhammad Mutiara, Rama Muzhar, Fahmil Naidah, Naidah Najikhah, Nur Nasution, Yandi Nazillah, Ulfa Nofita, Nofita Nomira, Syarifah Rozati Nurdin , Ambia Nurdin, Ambia Nurhalisa, Siti Nurrohmah, Adela Citra Nurwahyuni Oktavia, Maria Yasri Pertiwi Pertiwi Prastika, Netty Dyan Putri, Rosalia Putri, Sofia Marisya Quratuainisa, Quratuainisa Rahayu, Sapriani Rahmawati, Neni Rahmi, Zahratul Ramadhana, Phossy Vionica Reza Kurnia Roni Faslah Safitri, Erna Salmalia, Salmalia Sapriana Rahayu Saputra, Ridotriyan Saswita, Rahma Sayuti, Yessika Amelia Setiani, Eva Arum Sholahuddin, Abdurrahman Solikhun Solikhun, Solikhun Sormin, Rizky Kairunnisa Suci Suci, Suci Susanto, Ratno Utami, Sri Cahyati Wijayanti, Fisca zahra, zahratul rahmi