Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Life Science

KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI CAGAR ALAM ULOLANANG KECUBUNG KABUPATEN BATANG Sulistyani, Teguh Heny; Rahayuningsih, Margareta; Partaya, -
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di kawasan Cagar Alam (CA) Ulolanang Kecubung, Kabupaten Batang. Metode sampling dalam penelitian ini adalah metode garis transek di area hutan sekunder dan area padang rumput/semak CA Ulolanang Kecubung. Data pengamatan meliputi jenis kupu-kupu dan jumlah individu tiap jenis. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef (DMg), indeks kemerataan jenis (E) dan indeks Dominansi Simpson (D). Hasil pengamatan menunjukkan total kupu-kupu yang tercatat di kedua area adalah 121 jenis, terdiri dari lima familia Rhopalocera. Hasil analisis data menunjukkan bahwa area hutan sekunder secara umum memiliki nilai indeks keanekaragaman jenis Rhopalocera lebih tinggi (H’= 3,93) dibanding area padang rumput/semak (H’= 3,08). Familia kupu-kupu dengan jumlah jenis terbanyak di kedua area pengamatan adalah Nymphaldiae (54 jenis), sementara familia dengan jumlah individu terbanyak adalah Pieridae (461 individu).This research aimed to know the biodiversity of butterfly (Lepidoptera: Rhopalocera) of Ulolanang Kecubung Nature Preserve (NP) at Batang regency. Sampling method that used is line transect method in secondary forest and meadow areas of Ulolanang Kecubung NP. Monitoring data are include butterfly species and number of each species. Data is analyzed with Shanon-Wiener biodiversity index (H’), Margalef richness index (DMg), evenness index (E) and Simpson domination index (D). The result show that are recorded 121 butterfly  species that consist of five Rhopalocera families. Data analysis result showed that the biodiversity index of secondary forest area is higher (H’= 3,93) than meadow area (H’= 3,08). The butterfly family that has the greatest number of species in both areas is Nymphalidae (54 species), in the meantime the family which has the greatest number of butterfly individual is Pieridae (461 individual).
KEANEKARAGAMAN JENIS EKTOPARASIT BURUNG PARUH BENGKOK FAMILI PSITTACIDAE DI TAMAN MARGASATWA SEMARANG Bahtiar, Denny Herbianto; Susanti, R.; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengeksplorasi keanekaragaman jenis ektoparasit pada burung paruh bengkok Famili Psittacidae di Taman Margasatwa Semarang. Populasi dan sampel penelitian adalah ektoparasit yang ditemukan pada 3 jenis burung paruh bengkok. Penelitian dilakukan pada tanggal 23 September sampai 23 Oktober 2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggunakan light trap dan penyisiran bagian tubuh burung meliputi kepala, tubuh, sayap dan ekor. Hasil pengamatan didapatkan 7 jenis ektoparasit, terdiri atas ordo Diptera meliputi Pseudolynchia canariensis, Chrysomya megacephala, Aedes sp, Culex sp, Anopheles sp dan ordo Mallophaga meliputi Menopon sp, Gonicotes sp. Bagian ekor paling banyak ditemukan ektoparasit yaitu Menopon sp, Gonicotes sp dan Pseudolynchia Canariensis, sedangkan pada bagian kepala tidak ditemukan ektoparasit. Jenis burung Cacatua sulphurea yang banyak terserang ektoparasit, hal ini dikarenakan kebersihan dan pemeliharaan kandang yang kurang diperhatikan. Gangguan ektoparasit pada burung paruh bengkok menyebabkan bulu rontok dan iritasi pada kulit. Hal ini dapat membuat burung gelisah, lebih diam dan nafsu makan berkurang karena iritasi pada kulit. Lingkungan kandang burung yang dekat dengan kebun menyebabkan ektoparasit yang tertangkap Light trap adalah dari jenis nyamuk (Aedes sp, Culex sp dan Anopheles sp). The aim of this research was exploring the diversity of ectoparasites found on parrot bird from the Family of Psittacidae in Semarang Zoo. This study was conducted on 23 September 2013 – 23 October 2013. There were methods used deskriptif kualitatif in this study was wholebody screening include head, body, wings, tail and light trap. Based on the observation there were obtained 7 types of ectoparasites that consist Diptera ordo includes Pseudolynchia canariensis, Chrysomya megacephala, Aedes sp, Culex sp, Anopheles sp and Mallophaga ordo includes Menopon sp, Gonicotes sp. The tail was founded ectoparatises is Menopon sp, Gonicotes sp and Pseudolynchia Canariensis, no ectoparasite were found on head. The samples from C. sulphurea have been attacked by ectoparasite because the cleanness and cage maintenance was less concerned. These ectoparasites infection had caused leather fall and skin irritation. While the ectoparasites found on the cage which located around garden are caught by light trap and most of them are mosquitoes; Aedes sp, Culex sp dan Anopheles sp. Mosquitoes bites are the vectors of several diseases and it may disturb the bird in the night.
PERILAKU MAKAN JULANG EMAS (Rhyticeros undulatus) PADA SAAT BERSARANG DI GUNUNG UNGARAN JAWA TENGAH Dahlan, Jammalludin; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Julang Emas (Rhyticeros undulatus) merupakan salah satu jenis burung rangkong yang terdapat di Gunung Ungaran, Indonesia. Burung Julang Emas termasuk hewan yang dilindungi UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) telah mengkategorikan burung rangkong dalam daftar appendiks II. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengamati perilaku makan Julang Emas pada saat bersarang dan mengumpulkan data buah pakan di Gunung Ungaran. Data yang diambil adalah cara Julang Emas memberi makan ke dalam sarang, waktu dan jumlah kehadiran memberi makan, dan jenis buah pakan yang diberikan ke dalam sarang. Hasil penelitian menunjukan Julang Emas jantan memberi makan induk betina dengan cara memuntahkan satu per satu buah pakan, kemudian diposisikan pada ujung paruhnya dan mengoperkannya ke ujung paruh betina di dalam sarang. Julang Emas jantan cenderung memberi makan sebanyak 1–4 kali dalam sehari. Dalam sekali kedatangan, Julang jantan dapat mambawa buah pakan 2–48 buah di dalam kantung lehernya. Waktu yang paling sering digunakan Julang Emas memberi makan adalah antara pukul 15.00–16.00 WIB. Julang jantan mampu memberi makan dengan laju yang cukup tinggi (9–10 buah per menit). Jenis buah yang paling banyak dikonsumsi oleh Julang Emas di Gunung Ungaran adalah dari famili Lauraceae 10 jenis (34%), dan famili  Moraceae (Ficus) tujuh jenis (23%). Wreathed Hornbill (Rhyticeros undulatus) is one of hornbill spesies found in Mount Ungaran, Indonesia. Wreathed Hornbill is belong to protected animals Law No. 5 of 1990 on the Conservation of Natural Resources and Ecosystems. Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna And Flora (CITES) has categorized hornbill in the appendix II. The objective of the study was to observe the feeding behavior during the breeding season and collect fruit data Wreathed Hornbill on Mount Ungaran. The collected data is how Wreathed Hornbill feed into the nest, time and attendance feed to the nest, and the type of fruit that given to the nest.  The results showed the male Wreathed Hornbill feeding the female by regurgigated one fruit, then position it on tip of the bill and passed it to the female in the nest. The males tend to eat as many as 1-4 times a day. In one arrival, the male Hornbill can take 2-48 fruit in his esophagus. The most commonly time used by Wreathed Hornbill is between 03.00-04.00 PM. Male hornbill able to spend as much fruit 9-10 fruit per minute. Most fruit consumed by Wreathed Hornbill in Mount Ungaran is from the family Lauraceae 10 species (34%), and family Moraceae (Ficus) seven types (23%).
Keanekaragaman Spesies Ikan sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Sungai Kaligarang Kota Semarang Aprilliyani, Ela Puji; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47135

Abstract

Kaligarang River Semarang City is one of the rivers with various activities around it. The purpose of this study was to analyze the quality of the waters of the Kaligarang River and the diversity of fish species as bio-indicators in the Kaligarang River, Semarang City. The method of this research was exploration by taking samples at five stations using a fishing net and fishing line. Fish obtained were identified species and counted the number of each species. Kaligarang waters quality is done by testing the parameters of temperature, pH, COD, current speed, and substrate base. The data obtained were analyzed by Margalef Wealth Index (Dmg), Shannon-Wiener diversity (H '), evenness index (E) and Simpson dominance index (C). Water quality measurements are carried out together when sampling. The results showed that there were five species of fish caught namely Oreochromis niloticus (nila), Cichlasoma labiatus (red devil), Barbodes schwanenfeldii (bader), Rasbora agryrataenia (wader), Pterygolichthys pardalis (sapu-sapu). The diversity index of fish species in the Semarang City Kaligarang River is below 3.5 (H '<3.5) and there is a predominant species, Oreochromis niloticus (nila) throughout the observation station. Water quality is within safe limits for temperature and pH parameters, while dissolved oxygen and COD parameters still below the limit Sungai Kaligarang Kota Semarang merupakan salah satu sungai dengan beragam aktivitas di sekitarnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas perairan Sungai Kaligarang dan keanekaragaman spesies ikan sebagai bioindikator di Sungai Kaligarang Kota Semarang. Metode dalam penelitian ini adalah eksplorasi dengan pengambilan sampel di lima stasiun menggunakan jala tebar dan alat pancing. Ikan yang diperoleh diidentifikasi jenis serta dihitung jumlah individunya. Kualitas perairan Kaligarang dilakukan dengan pengujian parameter suhu, pH, COD, kecepatan arus, dan substrat dasar. Data yang diperoleh dianalisis dengan indeks Kekayaan Jenis Margalef (Dmg), keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan (E) dan indeks dominansi Simpson (C). Pengukuran kualitas perairan dilakukan bersama saat pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang tertangkap ada lima spesies yaitu Oreochromis niloticus (nila), Cichlasoma labiatus (red devil), Barbodes schwanenfeldii (bader), Rasbora agryrataenia (wader), Pterygolichthys pardalis (sapu-sapu). Indeks keanekaragaman spesies ikan di Sungai Kaligarang Kota Semarang berada di bawah 3,5 (H’<3,5) dan terdapat spesies yang mendominasi yaitu Oreochromis niloticus (nila) di seluruh stasiun pengamatan. Kualitas perairan dalam ambang batas aman untuk parameter suhu dan pH, sedangkan parameter DO dan COD masih di bawah ambang batas
Kesesuaian Vegetasi untuk Taman Kota Semarang Tri Martuti, Nana Kariada; Rahayuningsih, Margareta; Alfirdani, Khoirunisa
Life Science Vol 10 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54444

Abstract

Fullfilling of Green Open Spaces through the arrangement of urban parks. Vegetation is an important element of urban parks. The incompatibility of the vegetation can reduce the function of the urban parks. The aim of this research is to analyse the suitability of vegetation in urban parks in Semarang. This research used exploration method. The results of key performance index analysis, show that the suitability of vegetation in urban parks of Semarang ranges from 56.25% to 84.3%. Assessment of vegetation’s suitabilities is influenced by physical characteristics, such as canopy, roots, color of flower, and others. The functions of vegetation such as shade plants, absorbent pollutants, increasing aesthetic value, spacing and composition of vegetation also can affect the suitability of vegetation in urban parks. The vegetation’s suitabilities in urban parks in Semarang can be categorized as compatible, compatible enough, and not compatible. Pemenuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui penataan taman kota. Vegetasi merupakan elemen penting penyusun taman kota. Ketidaksesuaian vegetasi penyusun taman dapat menyebabkan berkurangnya fungsi taman kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian vegetasi yang ada di taman kota Semarang. Metode yang digunakan adalah eksplorasi. Hasil analisis key performance index menunjukkan kesesuaian vegetasi di taman kota Semarang berkisar antara 56,25% sampai dengan 84,3%. Penilaian terhadap kesesuaian vegetasi dipengaruhi oleh ciri fisik, seperti tajuk, perakaran, warna bunga dan lainnya. Fungsi dari tanaman seperti sebagai tanaman peneduh, penyerap polutan, penambah nilai estetika, arak tanam dan pengkomposisian tanaman dalam taman juga mempengaruhi kesesuaian vegetasi pada taman. Kesesuaian vegetasi di taman kota Semarang dapat dikategorikan sesuai, cukup sesuai dan kurang sesuai..
Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen) Mahsunah, Nuryana; Ubadillah, Rosichon; Rahayuningsih, Margareta; Priyono, Bambang
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65185

Abstract

Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.
Inovasi Pemeliharaan Masal (Mass Rearing) Corcyra cephalonica (Lepidoptera : Pyralidae) untuk Pakan Alternatif Burung Walet Aerodramus fuciphagus (Apodiformis : Apodidae) Damayanti, Nur; Ubaidillah, Rosichon; Priyono, Bambang; Rahayuningsih, Margareta
Life Science Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i2.65240

Abstract

Swiftlets (Aerodramus fuciphagus) are small flying insectivorous birds and can make nests from their saliva. White swiftlets nests have very high economic value as food and are beneficial for health. Environmental factors are driving the emergence of feed innovation, namely mass rearing activities. The insects used in this study is the rice moth (Corcyra cephalonica). The purpose of this study is to analyze the innovation of mass rearing using bran, rice, and milled corn as feed media to influence the laying and life cycle of C. cephalonica. In this study using 3 feed media namely rice, bran, and milled corn using 4 treatments with different compositions 3 repetitions. The data analysis used in this study is a quantitative description. The data obtained were analyzed by statistical test Independent Sample t-Test. After being tested with statistically C. cephalonica egg production which had a significant difference, namely in treatments 2 (P2) with 3 (P3) and 4 (P4). The innovation of the feed media in treatment 2 had an effect on egg production, but the innovation of the three feed media had no effect on the life cycle of C. cephalonica, so the feed media that should be used as a feed innovation for Aerodramus fuciphagus is treatment 2, namely a combination of feed using corn (25%), bran (25%), and rice (50%) because they can produce more eggs than other treatments.
Co-Authors Abdullah, Muh Abdullah, Muh. Abdullah, Muhammad Adam Satya Praba Nugroho, Adam Satya Praba Aditya Marianti Agus Ananto Widodo, Agus Ananto Ahmad Fauzi Alfan Sidik, Muhammad Alfirdani, Khoirunisa Alfred Irambona Alighiri, Dante Amalia Zaida Amin Retnoningsih Amir - Hamidy AMIR HAMIDY Amir Hamidy Anakita, Cantika Salya Manikawening Andin Irsadi Andreas Priyono Budi Prasetyo Ani Handayani Annisa Lintang Malinda, Annisa Lintang Aprilliyani, Ela Puji Arief Yulianto Arifin, Moch. Samsul Arifin, Samsul Asiyatun, Siti Astuti, Eni Dwi Awal - Riyanto Bahtiar, Denny Herbianto Bambang Priyono Bambang Priyono Bambang Priyono Basyuri, Ade Bayu Dwi Hadmoko Bayu, Bagus Adi Budiansyah, Dadan Bunyamin Bunyamin Chasnah ., Chasnah Chasnah Chasnah, Chasnah Chrystanto Chrystanto Chrystanto, Chrystanto Dahlan, Jammalludin Damayanti, Nur Darning Rakhmawati, Darning Dhita Prasisca Mutiatari Dhyaksa, R. Nana Anindita DIMAS WICAKSONO Dwi Budi Santoso Dwi Setyorini Eko Sulistyadi Enni Suwarsi Enni Suwarsi Rahayu Erna Muktisari, Erna Erna Noor Savitri, Erna Noor Evi Susilawati F Putut Marin HB, F Putut Marin F. Shoufika Hilyana Fajar Adi Purnomo Fajar Adi Purnomo Fauzan Hari Siswanto Fernando, Rio Agustian Gilang Fidia Fibriana Firman Heru Kurniawan Hafizhasando, Ramajid Hasoloan, Rudolf Johanes Herlina, Rokhiyani Herni Purnamasari, Herni Husodo, Martanto Setyo I Gusti Bagus Wiksuana Indah Puspita Sari, Indah Puspita Indradewa, Rhian Joko Saefan Karsinah Krissantia Serlin Anjarlina Kusniana, Kusniana Kusniana, Kusniana L. Handayani Lia Retnaningsih, Lia M Nurul Huda Fadli Zaka M. Abdullah M. Nurul Huda Fadli Zaka M.S. Arifin Maharadatunkamsi Maharadatunkamsi Mahsunah, Nuryana Margunani, Margunani Mariani, Aditya Marianti, Adity Marini . Martien Herna Susanti Maulina Dewi, Tisrin Meilina, Fitria Meviana, Dliya Laela Eka Mochamad Lutfi Mas’ud Mohammad Ilham Muhyidhin Mualimaturrochmah, Mualimaturrochmah Muhammad Abdullah Muhammad Adam Khatamy Muhammad Iqbal Muhammad, Fathurrahman Murti, Wisnu Bayu Mutiatari, Dhita Prasisca N, Vitradesi Nana Kariada Tri Martuti Nana Kariada Trimartuti Nanik Setyowati Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nur Rahayu Utami Nurul Azmi Nurul Inayah Parmin - Partaya, - Prayogo, Gogo Puji Winarti Purnomo, Andri Widi R. Susanti Ratna Oqtafiana Ratna Oqtafiana, Ratna Retno Sri Iswari Rini, Nur Widya Riyono, Riyono ROSICHON UBAIDILLAH S Martono S, Christine Nadya Sahrir, Dede Cahyati Saiful Ridlo Samsul Arif Satya Budi Nugraha Savitri, Annisa Aulia Setyo Yuwono Sigit Saptono Sigit Wiantoro Siti Asiyatun Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Harnina Bintari Siti Marpuah, Siti Solichin Solichin Sri Ngabekti Sri Sukaesih Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sudaryati Sudaryati Sudirman Sugandi, Muhamad Kurnia Sulistyani, Teguh Heny Sumitra, Mamit Tisrin Maulina Dewi, Tisrin Maulina Trimartuti, Nana Kariada Ubadillah, Rosichon Utami, Nur Rahayu Vitradesi N., Vitradesi Vitradesie Noekent, Vitradesie Wahid Akhsin Budi Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wandah Wibawanto Weda Andini Sari Widi Widayat widowati widowati Widya Hary Cahyati Widyanigrum, Dewi Widyanigrum, Dewi Winda Rahmawati Winda Rahmawati Wisnu Bayu Murti Wisnu Bayu MURTI Woro Sumarni Yanuar Revandi Yoris Adi Maretta Zaida, Amalia Zaka, M. Nurul Huda Fadli Zulfah Zulfah