Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Biologi

PEMANTAUAN SATWA LIAR MENGGUNAKAN CAMERA TRAP DI GUNUNG UNGARAN JAWA TENGAH Mohammad Ilham Muhyidhin; Margareta Rahayuningsih; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; M. Nurul Huda Fadli Zaka
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Ungaran memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditetapkan sebagai Alliance for Zero Extinction (AZE) dan Important Bird Area (IBA). Fragmentasi dan penurunan luas hutan di Gunung Ungaran memberikan dampak buruk bagi keanekaragaman hayati, terutama satwa liar di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan satwa liar untuk mengetahui kondisi terkini sehingga dapat dilakukan perencanaan kegiatan konservasinya. Penelitian ini bertujuan memantau keberadaan satwa liar menggunakan camera trap di Gunung Ungaran. Kawasan Gunung Ungaran dibagi menjadi 29 Grid-cells dengan luas 2x2 km. Penelitian dilakukan di 3 stasiun pengamatan, yaitu Grid U9, U16, dan U22 dengan periode waktu pengambilan data mulai dari bulan Juli hingga Oktober tahun 2023. Hasil penelitian diperoleh 18 spesies dari 2 kelas, yaitu aves dan mamalia yang masuk dalam 10 Ordo dan 15 Famili. Pada kelas aves terdapat 2 spesies yang dilindungi berdasarkan PerMen LHK Republik Indonesia No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 dan 1 spesies dikategorikan endangered berdasarkan IUCN Red list. Kelas mamalia terdapat 4 spesies yang dilindungi berdasarkan PerMen LHK Republik Indonesia No. P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018, 1 spesies dikategorikan critically endangered dan 1 spesies dikategorikan endangered berdasarkan IUCN Red list, dan 1 spesies termasuk dalam Appendix I berdasarkan status perdagangan CITES
MODEL DISTRIBUSI TRENGGILING JAWA (Manis javanica, Desmarest,1822) DI GUNUNG UNGARAN, JAWA TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN MAXENT Mochamad Lutfi Mas’ud; Margareta Rahayuningsih; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; M Nurul Huda Fadli Zaka
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Ungaran memiliki kekayaan jenis satwa liar yang tinggi, dan beberapa spesies dilindungi IUCN dan CITES, salah satunya trenggiling Jawa. Trenggiling Jawa merupakan satwa liar yang dilindungi oleh P.106/MENLHK/2018, kategori Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN, serta masuk kedalam kategori Appendix I berdasarkan CITES. Tujuan penelitian ini menganalisis model distribusi trenggiling Jawa di Gunung Ungaran dengan menggunakan Maxent. Metode pada penelitian ini yaitu metode persebaran modeling Maxent yang menggabungkan titik keberadaan suatu spesies yang dihasilkan dari Camera trap dengan variabel lingkungan. Penelitian dilakukan di Gunung Ungaran, Jawa Tengah tepatnya di Hutan Merangan, Hutan Bukit Gentong, dan Hutan Gajahmungkur yang masuk kedalam grid U15,U16,U22,dan U23 yang dilaksanakan mulai dari Tahun 2021 - 2023. Sebanyak 5 titik koordinat camera trap digunakan sebagai data kehadiran, bersama dengan lima jenis variabel lingkungan yang digunakan yaitu Ketinggian, NDVI, Jarak dari desa, Jarak dari sungai,dan Kelerengan,. Hasil analisis pemodelan Maxent menunjukkan permodelan memiliki akurasi yang sangat baik dengan nilai AUC 0.911, kehadiran trenggiling Jawa tertinggi terdapat di daerah U16 (Hutan Gentong). Variabel lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kehadiran trenggiling Jawa yaitu Ketinggian dan NDVI.
KESESUAIAN MEDIA PIJAK TOKEK RUMAH DI DESA NGAREANAK KABUPATEN KENDAL Fauzan Hari Siswanto; Margareta Rahayuningsih; Ning Setiati; Nana Kariada Tri Martuti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gekko gecko sering disebut tokek rumah merupakan spesies tokek yang mengalami perubahan status dari nonapendiks CITES menjadi masuk daftar apendiks II. Populasi tokek rumah secara lokal belum banyak diketahui di wilayah persebarannya di Indonesia. Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dilakukan survei lapangan guna mendapatkan gambaran terkini. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian substrat tekstur permukaan media pijak tokek rumah (Gekko gecko) di Kabupaten Kendal. Kajian dilakukan melalui sebuah metode visual encounter survey dengan poin pengamatan adalah media pijak yang digunakan tokek rumah pada 204 bangunan rumah sebagai sampel. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa tokek rumah cenderung memilih habitat yang dekat dengan permukiman manusia, dengan media pijak ditemukan terbanyak pada perabotan kayu (14 individu), selanjutnya diikuti tembok berlapis cat (9 individu), sementara saluran pipa menjadi media pijak paling sedikit (1 individu).
ANALISIS JEJAK MAMALIA DI GUNUNG UNGARAN JAWA TENGAH Krissantia Serlin Anjarlina; Margareta Rahayuningsih; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; M Nurul Huda Fadli Zaka
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran mamalia pada kawasan konservasi sangat penting untuk mendukung ekosistem terutama di Gunung Ungaran. Informasi kekayaan jenis mamalia di kawasan ini masih belum banyak diketahui, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis jejak mamalia yang ditemukan di Gunung Ungaran Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksplorasi, pengamatan dilakukan dengan cara menjelajahi kawasan grid berukuran 2x2 km tepatnya pada 4 stasiun pengamatan yaitu, grid U9; U15; U16; U22; U23, serta mendata dan menganalisis temuan jejak mamalia. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 jenis jejak yang telah teridentifikasi. Berdasarkan analisis jejak, jenis mamalia yang teridentifikasi sebanyak 5 spesies (6 famili), yaitu (1)tapak kaki (footprint); (2)kotoran (feses); (3)cakaran; (4)gesekan; dan (5)bekas makan. Jenis mamalia yang teridentifikasi berdasarkan analisis jejak terdapat 5 spesies dari 6 famili, yaitu: babi hutan (Sus scrofa Linnaeus, 1758), kijang muncak (Muntiacus muntjak Zimmermann, 1780), musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus Pallas, 1777), Landak jawa (Hystrix javanica F. Cuvier, 1823), trenggiling jawa (Manis javanica Dermarest, 1822), dan famili felidae. Jenis jejak mamalia paling banyak ditemui pada grid U16 yang merupakan daerah ekoton yaitu pertemuan antaran habitat hutan sekunder dan perkebunan yang memungkinkan terjadinya efek tepi (edge effects). Pada grid U16 menyediakan sumber pakan yang melimpah serta terdapat koridor satwa yang digunakan mamalia untuk berpindah dari habitat ke habitat lain yang terisolasi.
PERILAKU HARIAN JULANG EMAS (RHYTICEROS UNDULATUS) DI TAMAN BURUNG JAGAT SATWA NUSANTARA, TMII Dhyaksa, R. Nana Anindita; Rahayuningsih, Margareta; Utami, Nur Rahayu; Basyuri, Ade
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Julang Emas (Rhyticeros undulatus) merupakan burung rangkong penyebar biji penting dalam ekosistem hutan, namun populasinya menurun akibat deforestasi dan perburuan sehingga berstatus rentan (Vulnerable) menurut IUCN. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku harian Julang Emas di Taman Burung Jagat Satwa, TMII dengan mempertimbangkan faktor abiotik lingkungan. Penelitian dilakukan selama dua bulan melalui observasi perilaku dengan metode scan sampling dan ad libitum, disertai pencatatan parameter lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas dominan adalah vokalisasi (64,25%), bertengger (12,49%), dan terbang (11,54%). Aktivitas tersebut dipengaruhi oleh kondisi aviary dengan suhu 27–32°C, kelembapan 66–85%, dan intensitas cahaya 3.000–11.000 lux yang masih sesuai toleransi spesies. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku harian Julang Emas di Taman Burung Jagat Satwa merefleksikan adaptasi terhadap kondisi aviary yang mendukung, meskipun pengayaan lingkungan tetap diperlukan agar ekspresi perilaku alaminya lebih optimal.
Co-Authors Abdullah, Muh Abdullah, Muh. Abdullah, Muhammad Adam Satya Praba Nugroho, Adam Satya Praba Aditya Marianti Agus Ananto Widodo, Agus Ananto Ahmad Fauzi Alfirdani, Khoirunisa Alfred Irambona Alighiri, Dante Amalia Zaida Amin Retnoningsih Amir - Hamidy AMIR HAMIDY Amir Hamidy Anakita, Cantika Salya Manikawening Andin Irsadi Andreas Priyono Budi Prasetyo Ani Handayani Annisa Dwi Lestari Annisa Lintang Malinda, Annisa Lintang Aprilliyani, Ela Puji Arief Yulianto Arifin, Moch. Samsul Arifin, Samsul Asiyatun, Siti Astuti, Eni Dwi Awal - Riyanto Bahtiar, Denny Herbianto Bambang Priyono Bambang Priyono Bambang Priyono Basyuri, Ade Bayu Dwi Hadmoko Bayu, Bagus Adi Budiansyah, Dadan Bunyamin Bunyamin Chasnah ., Chasnah Chasnah Chasnah, Chasnah Chrystanto Chrystanto Chrystanto, Chrystanto Dahlan, Jammalludin Damayanti, Nur Darning Rakhmawati, Darning Desyakawa Huril'in Dhita Prasisca Mutiatari Dhyaksa, R. Nana Anindita DIMAS WICAKSONO Dwi Budi Santoso Dwi Setyorini Eko Sulistyadi Enni Suwarsi Enni Suwarsi Rahayu Erna Muktisari, Erna Erna Noor Savitri, Erna Noor Evi Susilawati F Putut Marin HB, F Putut Marin F. Shoufika Hilyana Fajar Adi Purnomo Fajar Adi Purnomo Fauzan Hari Siswanto Fernando, Rio Agustian Gilang Fidia Fibriana Firman Heru Kurniawan Hafizhasando, Ramajid Hasoloan, Rudolf Johanes Herlina, Rokhiyani Herni Purnamasari, Herni Husodo, Martanto Setyo I Gusti Bagus Wiksuana Indah Puspita Sari, Indah Puspita Indradewa, Rhian Joko Saefan Karsinah Karsinah - Krissantia Serlin Anjarlina Kusniana, Kusniana Kusniana, Kusniana L. Handayani Lia Retnaningsih, Lia M Nurul Huda Fadli Zaka M. Abdullah M. Nurul Huda Fadli Zaka M.S. Arifin Maharadatunkamsi Maharadatunkamsi Mahsunah, Nuryana Margunani, Margunani Mariani, Aditya Marianti, Adity Marini . Martien Herna Susanti Maulina Dewi, Tisrin Meilina, Fitria Meviana, Dliya Laela Eka Mochamad Lutfi Mas’ud Moh. Khoiruddin Mohammad Ilham Muhyidhin Mualimaturrochmah, Mualimaturrochmah Muhammad Abdullah Muhammad Adam Khatamy Muhammad Iqbal Muhammad, Fathurrahman Murti, Wisnu Bayu Mutiatari, Dhita Prasisca N, Vitradesi Nana Kariada Tri Martuti Nana Kariada Trimartuti Nanik Setyowati Ngabiyanto - Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nur Rahayu Utami Nurul Azmi Nurul Inayah Parmin - Partaya, - Prayogo, Gogo Puji Winarti Purnomo, Andri Widi R. Susanti Ratna Oqtafiana Ratna Oqtafiana, Ratna Retno Sri Iswari Revandi, Yanuar Rini, Nur Widya Riyono, Riyono ROSICHON UBAIDILLAH S Martono S, Christine Nadya Sahrir, Dede Cahyati Saiful Ridlo Samsul Arif Satya Budi Nugraha Savitri, Annisa Aulia Selawati Nur Wahidah Setyo Yuwono Sidik, Muhammad Alfan Sigit Saptono Sigit Wiantoro Siti Asiyatun Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Harnina Bintari Siti Marpuah, Siti Solichin Solichin Sri Ngabekti Sri Sukaesih Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sudaryati Sudaryati Sudirman Sugandi, Muhamad Kurnia Sulistyani, Teguh Heny Suminar, Suminar Sumitra, Mamit Suwarti Suwarti Tamara Lu'lu Dian Afifa Tisrin Maulina Dewi, Tisrin Maulina Trimartuti, Nana Kariada Tsabit Azinar Ahmad Ubadillah, Rosichon Utami, Nur Rahayu Vitradesi N., Vitradesi Vitradesie Noekent, Vitradesie Wahid Akhsin Budi Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wandah Wibawanto Weda Andini Sari Widi Widayat widowati widowati Widya Hary Cahyati Widyanigrum, Dewi Widyanigrum, Dewi Winda Rahmawati Winda Rahmawati Wisnu Bayu Murti Wisnu Bayu MURTI Woro Sumarni Yoris Adi Maretta Zaida, Amalia Zaka, M. Nurul Huda Fadli Zulfah Zulfah