Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Conservation

PROFIL HABITAT JULANG EMAS (Aceros Undulatus) SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI DI GUNUNG UNGARAN, JAWA TENGAH Nugroho Edi K, Margareta Rahayuningsih
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whreathead hornbill (Aceros undulatus) found at Mount Ungaran that the Important Birds Areas (IBA) in Indonesia-set by Birdlife International. The purpose of this research is to examine the ecology of Wreathed Hornbill (Aceros undulatus) in Mount Ungaran, especially to analyze the vegetation and habitat profile as an effort to support their habitat conservation at Mount Ungaran.  Vegetation profile made from the vertical structure of vegetation canopy closure, by making use of plot size measuring 60 x 20 m. Measurements were taken to the standing of vegetation, canopy closure, direction of the canopy, height canopy, a former branch of the vegetation height, and stem diameter. The results show the diversity of vegetation in 4 (four) research station, Banyuwindu, Mount Gentong, Gadjah Mungkur and Watuondo found 46 species categories of tree , 17 species categories of tiang, 27 species  category of pancang, 19 species of seedlings and 27 species of undergrowth vegetation, most commonly tree found in Mount Ungaran is Ficus sp, Litsea sp (Wuru Kembang) and salam klontong. Based on the observations the tree used as nest of Wreathed Hornbill  is Salam Klontong and Litsea sp. While Ficus sp is a source of food for the hornbill, including Wreathed Hornbill. Keywods : Habitat profile, Wreathed Hornbill (Aceros undulatus), consevation  Julang emas (aceros undulatus) ditemukan di Gunung Ungaran yang merupakan Daerah Penting Burung (DPB) di Indonesia oleh Birdlife International. Tujuan penelitian adalah menguji ekologi julang emas (aceros undulates) di Gunung Ungaran, khususnya untuk menganalisis vegetasi dan profil habitat sebagai upaya untuk menunjang konservasi habitat di Gunung Ungaran. Profil vegetasi dibuat dengan struktur tutupan vertikal, dengan ukuran 60 X 20 m. Pengujian dilakukan dengan meneliti vegetasi tegakan, tutupan, penutupan kanopi, arah kanopi, kanopi tinggi, mantan cabang ketinggian vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan keragaman vegetasi di 4 (empat) stasiun penelitian, yakni Banyuwindu, Gunung Gentong, Gadjah Mungkur dan Watuondo menemukan 46 spesies kategori pohon, 17 jenis kategri tiang, 27 jenis kategori pancang, 19 jenis semai dan 27 spesies vegetasi lapis bawah. Pohon paling sering ditemukan di Gunung Ungaran adalah Ficus sp, Litsea sp (Wuru Kembang) dan salam klontong. Berdasarkan pengamatan pohon yang digunakan sebagai sarang julang adalah Salam klontong dan Litsea sp. Sementara Ficus sp merupakan sumber makanan bagi burung enggang, termasuk julang emas. Kata kunci: Profil habitat, julang emas, konservasi.  
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERKARAKTER DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Tsabit Azinar Ahmad, Dewi Liesnoor Setyawati Margareta Rahayuningsih
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research develops teaching material of environmental education character based in Semarang State University. This research used research and development approach and used qualitative and quantitative data analysis. Qualitative analyses have done by observation, interview, and focus group discussion, field note, and document analysis. T test used to analyze quantitative data.  Result of study based on questionnaire for environmental education lecturers shown that 48% argued subject material was inadequate to internalize character of conservation. This study also shown subject material of environmental education has several weaknesses in seven conservation pillars. Based on quasi experimental approach used one shot case study, it conclude t count are 4,45; t table for df 44 and α = 5% are 1,68. Based on student assessment, there were several excesses in new teaching material. Student argued new teaching material has several excesses in lay out, content, structure, and language uses. Keywords: environmental education character based, development, subject material    Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan bahan ajar Pendidikan Lingkungan Hidup berkarakter di Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) dan data dianalisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara, lokakarya (FGD), pencatatan (field-note), dan dokumen dianalisis secara kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil angket penilaian dosen-dosen PLH terhadap buku teks selama ini sebesar 46,86% menunjukkan bahwa buku ajar PLH dalam kategori tidak memadai dalam mewujudkan karakter konservasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa buku ajar masih memiliki kelemahan dalam hal nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tujuh pilar konservasi. Berdasarkan efektivitas draf buku ajar terbaru dengan quasi eksperimen menggunakan desain one shot case study diperoleh nilai thitung adalah 4,45 dan nilai ttabel untuk dk 44 dan α = 5% adalah 1,68. Berdasarkan penilaian mahasiswa, ada beberapa nilai tambah dalam buku ajar yang baru.  Mahasiswa menganggap buku ajar yang baru memiliki keunggulan dari segi tampilan, isi, struktur, dan bahasa yang digunakan. Kata Kunci: PLH berkarakter, pengembangan, bahan ajar  
PENGEMBANGAN KEBUN WISATA PENDIDIKAN (KWP) UNNES MELALUI BIOEDUENTERPREUNERSHIP Rahayuningsih, Margareta; Abdullah, Moh.; N., Vitradesi; Arif, Samsul
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational garden of Semarang State University has an area of about two hectares and developed since 2001. Initial management focuses on developing Jelajah Alam Sekitar (JAS) (exploring environment around). The potential of Unnes basically can be used as inventory for the campus environment, and therefore could be used as branding of Conservation University through creative and innovative products with the concept of empowerment. The purpose of this activity is the development and sustainability of the program in Educational Gardens of Unnes through Biodeduenterpreneurship. IbIKK Development of Educational Gardens of Unnes as Conservation University branding through the Bioeduenterpreunership has formed a business unit under the name "Omah Keboen Unnes", draw up a business plan , develop tour packages, education and training, and has been able to improve the infrastructure and services by adding completeness of equipment and facility improvements. With the promotion that is conducted recently, a business unit Omah Keboen Unnes in 2014 has been able to attract consumers with details of 15 people follow the package “Ketan” (Paket Tulang Daung [Package of Bone Leaf]), 100 people follow package JAS to know the biodiversity in KWP, 200 students attend the package outbound and also 60 training plant nursery. Kebun Wisata Pendidikan Unnes (Universitas Negeri Semarang) memiliki luas sekitar dua hektar dan dikembangkan sejak tahun 2001. Awal pengelolaan lebih fokus untuk mengembangkan pendidikan jelajah alam sekitar (JAS). Potensi yang dimiliki Unnes tersebut pada dasarnya dapat dijadikan sebagai inventaris bagi lingkungan kampus dan selanjutnya dapat dijadikan sebagai branding Universitas Konservasi melalui produk kreatif dan inovatif dengan konsep pemberdayaan. Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan dan keberlanjutan program di Kebun Wisata Pendidikan Unnes melalui Biodeduenterpreneurship. IbIKK Pengembangan Kebun Wisata Pendidikan Unnes sebagai Branding Universitas Konservasi melalui program Bioeduenterpreunership telah membentuk unit usaha dengan nama “Omah Keboen Unnes”, menyusun business plan yang terperinci, mengembangkan paket-paket wisata, pendidikan dan pelatihan, serta telah dapat meningkatkan prasarana dan layanan dengan menambah kelengkapan peralatan dan pembenahan fasilitas. Dengan promosi yang belum lama dilakukan, unit usaha Omah Keboen Unnes pada tahun 2014 telah mampu menarik konsumen dengan rincian 15 orang mengikuti paket Ketan (Paket Tulang Daun), 100 orang mengikuti paket JAS untuk mengenal keanekaragaman hayati di KWP, 200 siswa mengikuti paket outbond dan juga 60 orang mengikuti pelatihan pembibitan tanaman. 
PERSEBARAN DAN KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DALAM MENDUKUNG KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KAMPUS SEKARAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Rahayuningsih, Margareta; Abdullah, Muhammad
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the distribution and diversity of herpetofauna in  Semarang State University needs to be done. This relates to developed of biodiversity conservation program in Semarang State University. The objective of the research was to analyze the distribution and diversity of herpetofauna in Semarang State University. The study was conducted in June to October 2010. The data of herpetofauna were collected by Visual Encounter Survey (VES). Time of observation made in the morning (8:00 to 11:00 am) and nigh time (19:00 to 23:00 pm). Data were analyzed using margaleft index for the Species Richness Index, Shannon Diversity Index (H ) for species diversity and Index of Equitability or Evenness Simpsons to determine the proportion of the abundance species. The results showed that 20 species of herpetofauna(9 familiesand 3 order) were found in Semarang State University. The Species richness Index (DMg) was 3.98, Diversity Index was 3,84, and Eveness Index was 1,28. The most of species that we found are the member of Family Ranidae, Bufonidae, and Gekkonidae.Penelitian tentang distribusi dan keanekaragaman  herpetofauna di Universitas Negeri Semarang perlu dilakukan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan program konservasi keanekaragaman hayati di Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi dan keanekaragaman herpetofauna di Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hinggaOktober 2010. Data herpetofauna dikumpulkan oleh Visual Encounter Survey (VES). Waktu pengamatan dilakukan pada pagi hari (8.00 sampai 11.00 pagi) dan dekat waktu (pukul 19.00 sampai 23.00 malam). Data dianalisis menggunakan indeks Margaleft untuk Indeks Kekayaan Spesies, Shannon Indeks Keanekaragaman (H) untuk keanekaragaman spesies dan Indeks Pemerataan atau Kemerataan Simpsons untukmenentukan proporsi dari spesies yang kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 spesies herpetofauna(9 famili dan 3 ordo) ditemukan di Universitas Negeri Semarang. Indeks Kekayaan Spesies (DMG) adalah 3,98, Indeks keanekaragaman 3,84, dan Indeks Eveness adalah 1,28. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah anggota famili Ranidae, Bufonidae, dan Gekkonidae.
KEANEKARAGAMAN JENIS AVIFAUNA DI CAGAR ALAM KELING II/III KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Chrystanto, Chrystanto; Asiyatun, Siti; Rahayuningsih, Margareta
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nature Reserve (CA) Keling II / III is one of the nature reserves in Central Java which is impaired due to the local community use; therefore, the area does not function as it was initially planned. The aim of this study was to find out the diversity of avifauna or group of birds as information to determine management plans in that region. The observation method of Bird-watching applied point count and the data obtained were analyzed using the Shannon Wiener diversity index. The results showed 23 species of birds are found. They were from 6 orders and 14 families. A total of six listed were protected species as it was mentioned in government regulation No. 7 Year 1999 on the preservation of flora and fauna as well as the Law No. 5 Year 1990, namely Javan Kingfisher (Halcyon Cyanoventris), Collared Kingfisher (Halcyon Chloris), Javan Pond Heron (Ardeola Speciosa), Cattle Egrets (Bubulcus Ibis), Little Egret (Egretta Garzetta), And Olive-Backed Sunbird (Cinnyris Jugular). The Diversity Index (Shannon Wiener) in the region was 2.68.Keywords: Nature Reserves Keling II / III, Avifauna, Diversity Cagar Alam (CA) Keling II/III merupakan salah satu cagar alam di jawa Tengah yang mengalami gangguan akibat pemanfaatan masyarakat sekitar, sehingga kawasan tersebut tidak berfungsi sebagaimana awal penunjukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman avifauna atau kelompok burung sebagai informasi untuk menentukan rencana pengelolaan di kawasan tersebut. Metode pengamatan burung di lapangan menggunakan point count. Data pengamatan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil pengamatan menunjukkan ditemukan 23 spesies burung dari 6 ordo dan 14 family. Sebanyak enam spesies yang ditemukan tercatat dilindungi dalam peraturan pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa serta UU No 5 Tahun 1990 antara lain Halcyon cyanoventris (cekakak jawa), Cekakak sungai (Halcyon chloris) Blekok sawah (Ardeola speciosa), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kuntul kecil (Egretta garzetta), dan Cinnyris jugularis (burungmadu sriganti). Indeks Keanekaragaman (Shannon Wiener) di kawasan tersebut sebesar 2,68.Kata kunci : Cagar Alam Keling II/III, Avifauna, Keanekaragaman 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERKARAKTER DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Tsabit Azinar Ahmad, Dewi Liesnoor Setyawati Margareta Rahayuningsih
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2692

Abstract

The purpose of this research develops teaching material of environmental education character based in Semarang State University. This research used research and development approach and used qualitative and quantitative data analysis. Qualitative analyses have done by observation, interview, and focus group discussion, field note, and document analysis. T test used to analyze quantitative data.  Result of study based on questionnaire for environmental education lecturers shown that 48% argued subject material was inadequate to internalize character of conservation. This study also shown subject material of environmental education has several weaknesses in seven conservation pillars. Based on quasi experimental approach used one shot case study, it conclude t count are 4,45; t table for df 44 and α = 5% are 1,68. Based on student assessment, there were several excesses in new teaching material. Student argued new teaching material has several excesses in lay out, content, structure, and language uses. Keywords: environmental education character based, development, subject material    Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan bahan ajar Pendidikan Lingkungan Hidup berkarakter di Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) dan data dianalisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara, lokakarya (FGD), pencatatan (field-note), dan dokumen dianalisis secara kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil angket penilaian dosen-dosen PLH terhadap buku teks selama ini sebesar 46,86% menunjukkan bahwa buku ajar PLH dalam kategori tidak memadai dalam mewujudkan karakter konservasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa buku ajar masih memiliki kelemahan dalam hal nilai-nilai karakter yang sesuai dengan tujuh pilar konservasi. Berdasarkan efektivitas draf buku ajar terbaru dengan quasi eksperimen menggunakan desain one shot case study diperoleh nilai thitung adalah 4,45 dan nilai ttabel untuk dk 44 dan α = 5% adalah 1,68. Berdasarkan penilaian mahasiswa, ada beberapa nilai tambah dalam buku ajar yang baru.  Mahasiswa menganggap buku ajar yang baru memiliki keunggulan dari segi tampilan, isi, struktur, dan bahasa yang digunakan. Kata Kunci: PLH berkarakter, pengembangan, bahan ajar  
PENGEMBANGAN KEBUN WISATA PENDIDIKAN (KWP) UNNES MELALUI BIOEDUENTERPREUNERSHIP Rahayuningsih, Margareta; Abdullah, Muh; Arifin, Samsul; N, Vitradesi
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11768

Abstract

Educational garden of Semarang State University has an area of about two hectares and developed since 2001. Initial management focuses on developing Jelajah Alam Sekitar (JAS) (exploring environment around). The potential of Unnes basically can be used as inventory for the campus environment, and therefore could be used as branding of Conservation University through creative and innovative products with the concept of empowerment. The purpose of this activity is the development and sustainability of the program in Educational Gardens of Unnes through Biodeduenterpreneurship. IbIKK Development of Educational Gardens of Unnes as Conservation University branding through the Bioeduenterpreunership has formed a business unit under the name "Omah Keboen Unnes", draw up a business plan , develop tour packages, education and training, and has been able to improve the infrastructure and services by adding completeness of equipment and facility improvements. With the promotion that is conducted recently, a business unit Omah Keboen Unnes in 2014 has been able to attract consumers with details of 15 people follow the package “Ketan” (Paket Tulang Daung [Package of Bone Leaf]), 100 people follow package JAS to know the biodiversity in KWP, 200 students attend the package outbound and also 60 training plant nursery. Kebun Wisata Pendidikan Unnes (Universitas Negeri Semarang) memiliki luas sekitar dua hektar dan dikembangkan sejak tahun 2001. Awal pengelolaan lebih fokus untuk mengembangkan pendidikan jelajah alam sekitar (JAS). Potensi yang dimiliki Unnes tersebut pada dasarnya dapat dijadikan sebagai inventaris bagi lingkungan kampus dan selanjutnya dapat dijadikan sebagai branding Universitas Konservasi melalui produk kreatif dan inovatif dengan konsep pemberdayaan. Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan dan keberlanjutan program di Kebun Wisata Pendidikan Unnes melalui Biodeduenterpreneurship. IbIKK Pengembangan Kebun Wisata Pendidikan Unnes sebagai Branding Universitas Konservasi melalui program Bioeduenterpreunership telah membentuk unit usaha dengan nama “Omah Keboen Unnes”, menyusun business plan yang terperinci, mengembangkan paket-paket wisata, pendidikan dan pelatihan, serta telah dapat meningkatkan prasarana dan layanan dengan menambah kelengkapan peralatan dan pembenahan fasilitas. Dengan promosi yang belum lama dilakukan, unit usaha Omah Keboen Unnes pada tahun 2014 telah mampu menarik konsumen dengan rincian 15 orang mengikuti paket Ketan (Paket Tulang Daun), 100 orang mengikuti paket JAS untuk mengenal keanekaragaman hayati di KWP, 200 siswa mengikuti paket outbond dan juga 60 orang mengikuti pelatihan pembibitan tanaman. 
PERSEBARAN DAN KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DALAM MENDUKUNG KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KAMPUS SEKARAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Rahayuningsih, Margareta; Abdullah, Muhammad
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2059

Abstract

Research on the distribution and diversity of herpetofauna in  Semarang State University needs to be done. This relates to developed of biodiversity conservation program in Semarang State University. The objective of the research was to analyze the distribution and diversity of herpetofauna in Semarang State University. The study was conducted in June to October 2010. The data of herpetofauna were collected by Visual Encounter Survey (VES). Time of observation made in the morning (8:00 to 11:00 am) and nigh time (19:00 to 23:00 pm). Data were analyzed using margaleft index for the Species Richness Index, Shannon Diversity Index (H ') for species diversity and Index of Equitability or Evenness Simpsons to determine the proportion of the abundance species. The results showed that 20 species of herpetofauna(9 familiesand 3 order) were found in Semarang State University. The Species richness Index (DMg) was 3.98, Diversity Index was 3,84, and Eveness Index was 1,28. The most of species that we found are the member of Family Ranidae, Bufonidae, and Gekkonidae.Penelitian tentang distribusi dan keanekaragaman  herpetofauna di Universitas Negeri Semarang perlu dilakukan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan program konservasi keanekaragaman hayati di Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi dan keanekaragaman herpetofauna di Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hinggaOktober 2010. Data herpetofauna dikumpulkan oleh Visual Encounter Survey (VES). Waktu pengamatan dilakukan pada pagi hari (8.00 sampai 11.00 pagi) dan dekat waktu (pukul 19.00 sampai 23.00 malam). Data dianalisis menggunakan indeks Margaleft untuk Indeks Kekayaan Spesies, Shannon Indeks Keanekaragaman (H') untuk keanekaragaman spesies dan Indeks Pemerataan atau Kemerataan Simpsons untukmenentukan proporsi dari spesies yang kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 spesies herpetofauna(9 famili dan 3 ordo) ditemukan di Universitas Negeri Semarang. Indeks Kekayaan Spesies (DMG) adalah 3,98, Indeks keanekaragaman 3,84, dan Indeks Eveness adalah 1,28. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah anggota famili Ranidae, Bufonidae, dan Gekkonidae.
SEKOLAH MUHAMMADIYAH KOTA SEMARANG MENUJU GREENSCHOOL Rahayuningsih, Margareta; Utami, Nur Rahayu
Indonesian Journal of Conservation Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v6i1.12528

Abstract

Salah satu misi Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah adalah mengembangkan pendidikan lingkungan hidup guna membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di seluruh tingkatan dan lini organisasi sehingga Muhammadiyah menjadi pioner dalam gerakan lingkungan. Tim pengabdian UNNES bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Muhammadiyah Kota Semarang melakukan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan kesadaran dan karakter cinta lingkungan di sekolah Muhammadiyah Kota Semarang melalui sosialisasi dan pendampingan kiat-kiat dan strategi menuju sekolah hijau. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengoptimalkan peran sekolah Muhammadiyah dalam penyelamatan lingkungan menuju sekolah hijau melalui sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan ini diawali dengan persiapan anggotan tim, melakukan koordinasi dengan pihak Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Kota Semarang dan Dikdasmen Muhammadiyah Kota Semarang, perijinan. Disepakati sekolah yang dilibatkan adalah SD 15, SMP 9, SMA 2, dan SMK 2. Dalam pelaksanaan workshop sebagai narasumber adalah tim pengabdian UNNES, dari Majelis LH PP Muhhamadiyah Bapak Ir. Agus Hadiarto, MT, dan dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Propinsi Jateng Drs. Sentot Widodo, M.Si. Pada hari pertama workshop diisi materi mengenai Materi Umum Lingkungan Hidup dan kiat-kiat menjadi sekolah hijau, hari kedua diisi materi Bagaimana menyiapkan Sekolah Adiwiyata, dan visitasi langsung ke SD Muhammadiyah Pedurungan sebagai sekolah percontohan, untuk memberikan saran dan masukkan apabila akan mengajukan diri menjadi sekolah Adiwiyata. SD Muhammadiyah sudah menyatakan diri untuk siap menjadi percontohan sekolah hijau dan sudah mulai berbenah. Disamping itu Majelis Lingkungan Hidup dan Drs. Sentot Widodo, MT yang berpengalaman sebagai juri Adiwiyata tingkat Propinsi juga siap untuk melakukan pendampingan. Dari kegiatan ini beberapa sekolah Muhammadiyah sangat antusias untuk mempersiapkan sekolahnya, hal ini diitunjukkan dari pertanyaan yang muncul dan diskusi dalam kegiatan tersebut.
KEANEKARAGAMAN JENIS AVIFAUNA DI CAGAR ALAM KELING II/III KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Chrystanto, Chrystanto; Asiyatun, Siti; Rahayuningsih, Margareta
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3083

Abstract

Nature Reserve (CA) Keling II / III is one of the nature reserves in Central Java which is impaired due to the local community use; therefore, the area does not function as it was initially planned. The aim of this study was to find out the diversity of avifauna or group of birds as information to determine management plans in that region. The observation method of Bird-watching applied point count and the data obtained were analyzed using the Shannon Wiener diversity index. The results showed 23 species of birds are found. They were from 6 orders and 14 families. A total of six listed were protected species as it was mentioned in government regulation No. 7 Year 1999 on the preservation of flora and fauna as well as the Law No. 5 Year 1990, namely Javan Kingfisher (Halcyon Cyanoventris), Collared Kingfisher (Halcyon Chloris), Javan Pond Heron (Ardeola Speciosa), Cattle Egrets (Bubulcus Ibis), Little Egret (Egretta Garzetta), And Olive-Backed Sunbird (Cinnyris Jugular). The Diversity Index (Shannon Wiener) in the region was 2.68.Keywords: Nature Reserves Keling II / III, Avifauna, Diversity Cagar Alam (CA) Keling II/III merupakan salah satu cagar alam di jawa Tengah yang mengalami gangguan akibat pemanfaatan masyarakat sekitar, sehingga kawasan tersebut tidak berfungsi sebagaimana awal penunjukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman avifauna atau kelompok burung sebagai informasi untuk menentukan rencana pengelolaan di kawasan tersebut. Metode pengamatan burung di lapangan menggunakan point count. Data pengamatan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil pengamatan menunjukkan ditemukan 23 spesies burung dari 6 ordo dan 14 family. Sebanyak enam spesies yang ditemukan tercatat dilindungi dalam peraturan pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa serta UU No 5 Tahun 1990 antara lain Halcyon cyanoventris (cekakak jawa), Cekakak sungai (Halcyon chloris) Blekok sawah (Ardeola speciosa), Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Kuntul kecil (Egretta garzetta), dan Cinnyris jugularis (burungmadu sriganti). Indeks Keanekaragaman (Shannon Wiener) di kawasan tersebut sebesar 2,68.Kata kunci : Cagar Alam Keling II/III, Avifauna, Keanekaragaman 
Co-Authors Abdullah, Muh Abdullah, Muh. Abdullah, Muhammad Adam Satya Praba Nugroho, Adam Satya Praba Aditya Marianti Agus Ananto Widodo, Agus Ananto Ahmad Fauzi Alfirdani, Khoirunisa Alfred Irambona Alighiri, Dante Amalia Zaida Amin Retnoningsih Amir - Hamidy AMIR HAMIDY Amir Hamidy Anakita, Cantika Salya Manikawening Andin Irsadi Andreas Priyono Budi Prasetyo Ani Handayani Annisa Dwi Lestari Annisa Lintang Malinda, Annisa Lintang Aprilliyani, Ela Puji Arief Yulianto Arifin, Moch. Samsul Arifin, Samsul Asiyatun, Siti Astuti, Eni Dwi Awal - Riyanto Bahtiar, Denny Herbianto Bambang Priyono Bambang Priyono Bambang Priyono Basyuri, Ade Bayu Dwi Hadmoko Bayu, Bagus Adi Budiansyah, Dadan Bunyamin Bunyamin Chasnah ., Chasnah Chasnah Chasnah, Chasnah Chrystanto Chrystanto Chrystanto, Chrystanto Dahlan, Jammalludin Damayanti, Nur Darning Rakhmawati, Darning Desyakawa Huril'in Dhita Prasisca Mutiatari Dhyaksa, R. Nana Anindita DIMAS WICAKSONO Dwi Budi Santoso Dwi Setyorini Eko Sulistyadi Enni Suwarsi Enni Suwarsi Rahayu Erna Muktisari, Erna Erna Noor Savitri, Erna Noor Evi Susilawati F Putut Marin HB, F Putut Marin F. Shoufika Hilyana Fajar Adi Purnomo Fajar Adi Purnomo Fauzan Hari Siswanto Fernando, Rio Agustian Gilang Fidia Fibriana Firman Heru Kurniawan Hafizhasando, Ramajid Hasoloan, Rudolf Johanes Herlina, Rokhiyani Herni Purnamasari, Herni Husodo, Martanto Setyo I Gusti Bagus Wiksuana Indah Puspita Sari, Indah Puspita Indradewa, Rhian Joko Saefan Karsinah Karsinah - Krissantia Serlin Anjarlina Kusniana, Kusniana Kusniana, Kusniana L. Handayani Lia Retnaningsih, Lia M Nurul Huda Fadli Zaka M. Abdullah M. Nurul Huda Fadli Zaka M.S. Arifin Maharadatunkamsi Maharadatunkamsi Mahsunah, Nuryana Margunani, Margunani Mariani, Aditya Marianti, Adity Marini . Martien Herna Susanti Maulina Dewi, Tisrin Meilina, Fitria Meviana, Dliya Laela Eka Mochamad Lutfi Mas’ud Moh. Khoiruddin Mohammad Ilham Muhyidhin Mualimaturrochmah, Mualimaturrochmah Muhammad Abdullah Muhammad Adam Khatamy Muhammad Iqbal Muhammad, Fathurrahman Murti, Wisnu Bayu Mutiatari, Dhita Prasisca N, Vitradesi Nana Kariada Tri Martuti Nana Kariada Trimartuti Nanik Setyowati Ngabiyanto - Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Ning Setiati Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nugroho Edi Kartijono Nur Rahayu Utami Nurul Azmi Nurul Inayah Parmin - Partaya, - Prayogo, Gogo Puji Winarti Purnomo, Andri Widi R. Susanti Ratna Oqtafiana Ratna Oqtafiana, Ratna Retno Sri Iswari Revandi, Yanuar Rini, Nur Widya Riyono, Riyono ROSICHON UBAIDILLAH S Martono S, Christine Nadya Sahrir, Dede Cahyati Saiful Ridlo Samsul Arif Satya Budi Nugraha Savitri, Annisa Aulia Selawati Nur Wahidah Setyo Yuwono Sidik, Muhammad Alfan Sigit Saptono Sigit Wiantoro Siti Asiyatun Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Harnina Bintari Siti Marpuah, Siti Solichin Solichin Sri Ngabekti Sri Sukaesih Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Sudaryati Sudaryati Sudirman Sugandi, Muhamad Kurnia Sulistyani, Teguh Heny Suminar, Suminar Sumitra, Mamit Suwarti Suwarti Tamara Lu'lu Dian Afifa Tisrin Maulina Dewi, Tisrin Maulina Trimartuti, Nana Kariada Tsabit Azinar Ahmad Ubadillah, Rosichon Utami, Nur Rahayu Vitradesi N., Vitradesi Vitradesie Noekent, Vitradesie Wahid Akhsin Budi Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wandah Wibawanto Weda Andini Sari Widi Widayat widowati widowati Widya Hary Cahyati Widyanigrum, Dewi Widyanigrum, Dewi Winda Rahmawati Winda Rahmawati Wisnu Bayu MURTI Wisnu Bayu Murti Woro Sumarni Yoris Adi Maretta Zaida, Amalia Zaka, M. Nurul Huda Fadli Zulfah Zulfah