Articles
Pengaruh Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap Kemampuan Koneksi Matematis berdasarkan Self Regulated Learning Siswa Sekolah Menengah Pertama
Ade Setiawarni;
Depriwana Rahmi;
Risnawati Risnawati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.228 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v2i3.7663
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta dilapangan yang menunjukkan masih terdapat siswa di SMP Negeri 1 Kampa yang belum optimal memiliki kemampuan koneksi matematis. Adapun hipotesis penelitian ini adalah untuk menyelidiki ada atau tidaknya terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan RME dengan siswa yang memperoleh pembelajaran tanpa pendekatan RME, mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memiliki Self Regulated Learning belajar tinggi, sedang, dan rendah dan ada atau tidak terdapat interaksi antara pendekatan RME dan Self Regulated Learning belajar siswa terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental dengan desain The Nonequivalent Postest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 1 Kampa tahun ajaran 2018/2019. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.1 dan VIII.2. Teknik analisis data yang digunakan untuk hipotesis pertama adalah Uji-t sedangkan untuk hipotesis kedua dan ketiga menggunakan anova dua arah. Hasil analisis data dengan menggunakan uji t menunjukkan nilai thitung= 3,470 > ttabel=2,006 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan RME dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pendekatan RME. Hasil analisis data dengan menggunakan uji anova dua arah untuk menunjukkan F(B)hitung=95,1 > F(B)tabel=3,19 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memiliki Self Regulated Learning belajar tinggi, sedang, dan rendah. Sedangkan F(A×B)hitung=-47,2 < F(A×B)tabel=3,19 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pendekatan RME dan Self Regulated Learning belajar siswa terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) terhadap Pemahaman Konsep Matematis ditinjau dari Pengetahuan Awal Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kampar Kiri Tengah
Irma Fitri;
Santi Agustin;
Depriwana Rahmi;
Depi Fitraini
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (707.663 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v2i2.1
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada tidaknya perbedaan Pemahaman Konsep matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional jika ditinjau dari Pengetahuan Awal siswa kelas VIII SMP N 1 Kampar Kiri Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen yang bertujuan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu dengan cara memberikan perlakuan pada salah satu kelas dan membandingkan hasilnya dengan salah satu kelas yang diberikan perlakuan yang berbeda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t untuk hipotesis 1 dan 2, uji korelasi untuk hipotesis 3, serta anova dua arah untuk hipotesis 4. Berdasarkan hasil analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SSCS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional; 2) Tidak Terdapat perbedaan pengetahuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol; 3) Terdapat kontribusi yang diberikan pengetahuan awal terhadap pemahaman konsep matematis; 4) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran SSCS yang ditinjau berdasarkan pengetahuan awal terhadap pemahaman konsep matematis siswa. Dengan demikian secara umum pembelajaran model SSCS berpengaruh terhadap Pemahaman Konsep Matematis yang ditinjau berdasarkan Pengetahuan Awal siswa SMP N 1 Kampar Kiri Tengah.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI SMA NEGERI 10 PEKANBARU
Nurzazili Nurzazili;
Ade Irma;
Depriwana Rahmi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v2i1.43
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan masih terbatasnya bahan ajar yang digunakan saat proses pembelajaran. Sebagai alternatif dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian dengan mengembangkan sebuah bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis dan mampu memfasilitasi kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Pekanbaru. Jenis data berupa data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas LKS yang dikembangkan tergolong dalam kategori sangat valid (85.17%) dan sangat praktis (87.72% untuk kelompok kecil dan 89.35% untuk kelompok besar). Sedangkan nilai sebesar 2,43 dan nilai pada taraf signifikan sebesar 1,99 maka atau 2,43 > 1,99, sehingga diterima dan ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa LKS matematika berbasis Problem Based learning ini telah valid, praktis dan dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Core Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Self-Confidence Siswa SMP/MTS
Desnani Ulfa;
Depriwana Rahmi;
Rena Revita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.106 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v3i2.124
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Ada atau tidak perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran CORE dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. 2) Ada atau tidak interaksi antara model pembelajaran CORE dan Self-Confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah The Nonequivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 1 Bangkinang Kota tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, Teknik analisis data yang digunakan untuk hipotesis pertama adalah uji-t sedangkan untuk hipotesis kedua menggunakan anova dua arah. Hasil analisis data dengan menggunakan uji-t menunjukkan nilai sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang tidak mengikuti model pembelajaran CORE. Hasil analisis data dengan menggunakan anova dua arah untuk menunjukkan interaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran CORE dan self confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengembangan Media Permainan Teka Teki Silang (TTS) Matematika Pada Materi Operasi Bilangan Bulat
Annisah Kurniati;
Depriwana Rahmi;
Suci Yuniati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1346
Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu media yang digunakan untuk pemantapan materi peserta didik pada materi operasi bilangan bulat adalah teka teki silang matematika. Mengembangkan media permainan teka teki silang matematika yang valid dan praktis merupakan tujuan dari penelitian ini. Subjek dalam uji coba penelitian yaitu peserta didik di TPA Nurul Yaqin kelas I sampai kelas VII disesuaikan dengan tingkatan pembagian materi operasi bilangan bulat. Penelitian pengembangan ini menggunakan prosedur Borg & Gall. Penelitian ini menghasilkan media Teka Teki Silang matematika dengan rata-rata tingkat validitas dari ahli materi dan ahli desain sebesar 97% yang dinyatakan sangat valid. Sedangkan tingkat praktikalitas media permainan teka teki silang Matematika dinyatakan kategori sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dengan persentase 94,3%. Berdasarkan perolehan persentasi menunjukkan bahwa media permainan teka teki silang matematika yang dikembangkan sangat layak digunakan dan memudahkan peserta didik dalam belajar matematika khususnya pada operasi bilangan bulat.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik
Yulpa Nur Arsy;
Depriwana Rahmi;
Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.092 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v5i2.15775
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki peserta didik ditinjau dari gaya belajar pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 9 peserta didik kelas IX B MTs Diniyah Puteri Pekanbaru yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi data yang terdiri dari teknik angket, teknik tes, dan teknik wawancara. Instrumen yang digunakan berupa lembaran angket gaya belajar, soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan pedoman wawancara. Pengolahan dan analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis seluruh peserta didik berada pada ketegori cukup. Kemampuan pemecahan masalah matematis subjek dengan gaya belajar visual berada pada kategori cukup, subjek dengan gaya belajar auditorial berada pada kategori kurang sekali, serta subjek dengan gaya belajar kinestetik berada pada kategori cukup.
Analisis Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau dari Kebiasaan Belajar
Essy Puspita Rahim;
Annisah Kurniati;
Depriwana Rahmi
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.454 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v5i3.16359
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa ditinjau dari kebiasaan belajar pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif metode deskriptif. Desain penelitian yang digunakan berupa studi kasus.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 21 Pekanbaru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket validasi instrumen, lembar angket kebiasaan belajar, tes kemampuan pemahaman konsep matematis, dan pedoman wawancara. Seluruh data kemudian dianalisis melalui 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan analisis data menyimpulkan bahwa kebiasaan belajar siswa kelas IX SMP Negeri 21 Pekanbaru berbeda-beda. Secara keseluruhan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berada pada kategori kurang sekali dengan persentase 45,8%. Siswa dengan kebiasaan belajar tinggi memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis pada kategori baik. Siswa dengan tingkat kebiasaan belajar sedang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis pada kategori cukup. Siswa dengan tingkat kebiasaan belajar rendah memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis pada kategori kurang sekali.
Analisis Newman’s Error Penyelesaian Soal pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Minat Belajar Siswa
Endang Sri Nofita;
Depriwana Rahmi;
Annisah Kurniati;
Yulpa Nur Arsy
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 5, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/juring.v5i4.15692
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Newman’s error ditinjau dari minat belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 9 orang siswa kelas IX6 MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Adapun instrumen yang digunakan adalah soal tes Newman’s error, angket minat belajar siswa dan pedoman wawancara. Selanjutnya seluruh data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dominan dilakukan siswa dengan minat belajar tinggi dalam menyelesaikan soal pada materi bangun ruang sisi datar meliputi kesalahan penulisan (encording error). Kesalahan yang dominan dilakukan siswa dengan minat belajar sedang dalam menyelesaikan soal pada materi bangun ruang sisi datar meliputi kesalahan keterampilan proses (process skill error) dan kesalahan penulisan (encoring error). Kesalahan yang dominan dilakukan siswa dengan minat belajar rendah dalam menyelesaikan soal pada materi bangun ruang sisi datar meliputi kesalahan membaca (reading error), kesalahan memahami (comprehension error), kesalahan transformasi (transformation error), kesalahan ketrampilan proses (process skill error) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encording error).
Gaya Belajar: Identifikasi dan Pengelompokan Mahasiswa
Annisah Kurniati;
Suci Yuniati;
Depriwana Rahmi;
Risnawati Risnawati
Suska Journal of mathematics Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v9i1.21512
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi gaya belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau. Gaya belajar mahasiswa penting diketahui oleh dosen yaitu untuk menentukan metode apa yang tepat dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika sebanyak 76 mahasiswa yang tediri dari tiga kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini yaitu mahasiswa memiliki kecenderungan gaya belajar campuran yaitu mahasiswa memiliki gaya belajar visual kinestetik
Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Solving Terintegrasi Nilai-nilai Keislaman dalam Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP/MTs
Siti Munawaroh;
Annisah Kurniati;
Depriwana Rahmi;
Suci Yuniati;
Ismail Mulia Hasibuan
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/juring.v6i2.18961
Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengembangkan dan menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis problem solving terintegrasi nilai-nilai keislaman yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif serta dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Annalysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Al-Muttaqin Pekanbaru. Objek penelitian ini adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis problem solving terintegrasi nilai-nilai keislaman. Teknik pengumpulan data berupa angket dan tes dengan instrumen penelitian berupa lembar angket yang telah divalidasi dan soal posttest yang telah diujicobakan sebelum digunakan. Jenis data yang digunakan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif dan inferensial kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, secara umum siswa mampu memecahkan permasalahan dengan benar mulai dari memahami, merencanakan sampai kepada menyimpulkan permasalahan. Berdasarkan uji validitas, LKS berbasis problem solving terintegrasi nilai-nilai keislaman dinyatakan sangat valid. Berdasarkan uji praktikalitas, LKS berbasis problem solving terintegrasi nilai-nilai keislaman termasuk kategori sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dan terbatas. Berdasarkan hasil uji efektivitas, LKS berbasis problem solving terintegrasi nilai-nilai keislaman termasuk kategori efektif berdasarkan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t dengan rata-rata hasil posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil posttest kelas kontrol. Dengan demikian, LKS berbasis problem solving terintegrasi nilai-nilai keislaman ini valid, praktis dan efektif serta dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis.