Claim Missing Document
Check
Articles

KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN MINIMARKET DI SIMEULUE Triyanto, Triyanto; Jonsa, Alimas; Marefanda, Nodi; Abdillah, Ligar
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v4i1.10214

Abstract

Merebaknya minimarket bertaraf nasional bagi sebagian orang dianggap mengancam keberlangsungan para pedagang kecil di daerah. Tampilan yang elegan seolah memberikan prestise yang tinggi bagi para pelanggannya. Namun bukan berarti tidak ada cacatnya, banyak minimarket bertaraf nasional dengan konsep swalayan tersebut diduga banyak melakukan penipuan. Khususnya penipuan mengenai harga, harga yang dipajang di rak barang sering lebih rendah daripada harga barang yang ada di kasir. Masyarakat sering tertipu dengan harga-harga tersebut, namun setiap komplain dijawab dengan harga yang benar yang ada di kasir. Kemudian sebagian orang mengabaikan dan sebagian lagi mengembalikan ke dalam rak. Hal ini sangat berbeda dengan toko-toko kecil yang dikelola tidak menggunakan konsep swalayan. Bahkan harga sering dinego oleh pembeli, untuk mendapatkan harga yang lebih murah lagi meskipun selisihnya hanya sedikit. Bagaimana sesungguhnya kepuasan masyarakat dalam berbelanja di minimarket/swalayan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada setidaknya 5 (lima) indikator layanan minimarket/swalayan masih belum memuaskan dan harus diperbaiki dengan prioritas yang tinggi. Kemudian terdapat 7 (tujuh) indikator yang harus diperbaiki dengan prioritas rendah, 1 (satu) indikator layanan merupakan berlebihan, dan 8 (delapan) indikator layanan perlu dipertahankan. Mengenai perbedaan harga antara di rak dengan di kasir, merupakan layanan yang harus diperbaiki dengan prioritas yang tinggi. Harapan masyarakat agar pelayan memberikan harga di rak daripada di kasir, ternyata mengecewakan. Petugas selalu berpatokan dan memberikan harga di kasir daripada di rak. Namun yang mengagetkan, banyak masyarakat yang belum menyadari akan hal ini, masyarakat berpikir antara harga di rak dan di kasir sama.  
Jaring Pengaman Sosial: Analisis Anggaran Penanganan COVID-19 di Aceh Vellayati Hajad; Ikhsan Ikhsan; Nodi Marefanda
Journal of Governance and Social Policy Vol 2, No 2 (2021): DECEMBER 2021
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v2i2.23688

Abstract

This study discusses the budget for handlingCOVID-19 in Aceh Province with a Social Safety Net approach. Through this Social Safety Network approach, the Aceh Government has allocated a budget for handlingCOVID-19 is intended to be given to acehnese people who are directly affected from COVID-19. While the purpose of this study is to find out the extent of the success of the budget for handlingCOVID-19 is realized to the public to rise from the crisis during theCOVID-19 pandemic. This research is an exploratory descriptive qualitative method research to explain and dig up information about the budget for handlingCOVID-19 by answering various types of questions and problems that occur and are identified and analyzed based on the results of readings and interpretation data related to the research theme. The results showed that the budget for handlingCOVID-19 in Aceh Province in the Social Safety Net sector was already running and the affected Acehnese people had received social assistance provided by the Aceh Government. However, there needs to be supervision from the people of Aceh in order for transparency in the management of theCOVID-19 budget. In addition, in anticipation that the practice of corruption in handling theCOVID-19 budget in the Aceh Government environment can be prevented.
Politik Keamanan Lingkungan: Pengetahuan Lokal Dalam Perlindungan Populasi Bening Lobster Di Masyarakat Nelayan Aripin, Nurasma; Afriandi, Fadli; Marefanda, Nodi; Marlizar, Desi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.308-318

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat nelayan dalam menjaga keamanan lingkungan khususnya populasi lobster. Dalam tulisan ini difokuskan dengan memotret praktik-praktik yang dilakukan oleh masyarakat nelayan dalam melindungi keberadaan benih bening lobster (puerulus). Argumen utama dalam penelitian ini adalah dengan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat nelayan menciptakan ekosistem bening lobster yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan teori Ekologi Budaya dari Julian H. Steward. Teori ini menjelaskan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan menciptakan pengetahuan lokal sehingga menjalin hubungan mutualisme diantara keduanya. Data penelitian terdiri dari data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah, lembaga adat, nelayan, dan pelaku usaha lobster sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui jurnal ilmiah dan media massa online. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa praktik pengetahuan lokal yang berdampak dalam pelestarian bening lobster yaitu penangkapan bening lobster merupakan kegiatan degradasi progresif terhadap lobster, penjualan bening lobster tidak memiliki nilai instrinsik, pertumbuhan bening lobster lebih baik di alam daripada dipenangkaran, dan penggunaan alat tangkap tradisional dalam menangkap lobster.
METODE SMART : PENDAMPINGAN DESA ADAT PETANI BERBASIS PANCASILA GAMPONG BLANG GEUNANG KABUPATEN ACEH BARAT Mardhiah, Nellis; Marefanda, Nodi; Jonsa, Alimas; Macella, Agatha Debby Reiza; Syahputri, Venni Nella
Bakti Banua : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): BAKTI BANUA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/01k11072

Abstract

Kabupaten Aceh Barat merupakan sebagai wilayah kawasan pertanian padi yang menjadi salah satu mata pencaharian hidup masyarakat dalam kebutuhan sehari-hari. Wilayah ini kehidupan masyarakat masih dibawah garis kemiskinan. Ironisnya, pelaksanaan nilai integritas sosial budaya petani sudah memudar nilai sosial budaya, sehingga menagkibatkan gotong royong dalam tata kelola persawahan padi menjadi sirna. Oleh sebab itu,  pendampingan dan pembentukan karakterisktik masyarakat yang berjiwa pancasila terutama sila ke 4. Selain itu belum adanya lembaga adat sesuai dengan ketentuan Qanun Nomor 10 Tahun 2008 tentang lembaga adat Aceh. Tujuan dari Program pendampingan ini akan menrealisasi 3 program utama terwujud desa adat yang berintegritas, yaitu; edukasi nilai pancasila dalam semangat kekeluargaan dan monitoring tata kelola persawahan berbasis lembaga adat serta pelayanan konsultasi hasil panen yang beresiko. Metode kegiatan pengabdian ini melalui FGD, pembentukan, pelaksanaan, monitoring, pendampingan dan evaluasi sesuai dengan peraturan Keucik Gampong Blang Geunang yang terbentuk. Kegiatan pengabdian ini melibatkan pihak Dinas Pertanian, pemerintah wilayah kecamatan dan perangkat desa sebagai sasaran pendamping untuk penguatan keterlibatan dalam program desa adat berkarakter pancasila. Hasil dari pelaksanaan kegiatan disimpulkan bahawa gampong blang geunang akan dibentuk wadah komunikasi dengan penyuluh “Rakan Semagroe Pade”. Selain dari pada itu, hasil rekomendasi kegiatan FGD bahwa di Aceh Barat sangat perlu diperkuat lembaga adat keujreun blang melalui Qanun di wilayah aceh barat agar dapat menwujudkan sistem kebijakan ketahanan pangan dalam aspek pembangunan masyarakat tani yang berkelanjutan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Gampong Mandiri Di Gampong Suak Puntong Yulanda Arasih; Reva Dwi Insari; Nodi Marefanda
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 7: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community as one of the subsystems of a village must be involved in the development process in the village. The involvement starts from the development planning stage, implementation, to the supervision stage. This research is entitled "Community Participation in Realizing an Independent Gampong in Suak Puntong Village" with the formulation of the problem in this study, namely how the community in realizing an independent village through infrastructure development in Suak Puntong Village and the purpose of this research is to determine community participation in realizing an independent village in Suak Puntong Village. Suak Puntong Village. From the results of the study, it can be concluded that in principle, community participation in the development of village infrastructure is very influential on the passage of a village infrastructure development process, especially in Suak Puntong Village, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency, Development cannot run well, The level of community participation in Suak Village Puntong in the implementation of physical development is still considered low and the village government has made efforts and roles, such as inviting the community to participate in various village activities
Digitalisasi Administrasi Pelaksanaan Tugas sebagai Peacekeepers di UNIFIL (United Interim Force in Lebanon) Giawa, Nurul Azhari; M.A.P., Nodi Marefanda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56542

Abstract

Digitalisasi administrasi merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas penjaga perdamaian di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Penelitian ini bertujuan mengkaji mekanisme sistem digitalisasi administrasi yang diterapkan oleh peacekeepers di UNIFIL serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan, koordinasi, dan pelaporan dalam operasi sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen resmi. Subjek penelitian terdiri dari personel peacekeepers dari berbagai kontingen yang terlibat langsung dalam proses administrasi di UNIFIL. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan dalam penerapan sistem digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan digitalisasi administrasi memberikan manfaat signifikan, termasuk percepatan pengolahan data, pengurangan kesalahan administratif, serta peningkatan akurasi dan transparansi pelaporan. Digitalisasi ini juga memfasilitasi koordinasi yang lebih baik antar kontingen, khususnya dalam berbagi informasi secara real-time. Namun, terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah operasional, hambatan adaptasi personel terhadap teknologi baru, dan risiko keamanan data yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, perbedaan tingkat kemahiran teknologi antar kontingen menjadi kendala dalam keseragaman implementasi. Solusi yang diusulkan meliputi pelatihan intensif untuk meningkatkan literasi digital personel, penguatan infrastruktur teknologi informasi, dan penerapan kebijakan keamanan siber yang lebih ketat. Mekanisme evaluasi berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan sistem tetap relevan dengan kebutuhan operasional. Meskipun menghadapi tantangan, digitalisasi administrasi terbukti meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung tercapainya tujuan misi perdamaian secara lebih optimal. Perbaikan berkelanjutan, kolaborasi lintas kontingen, dan penyesuaian terhadap konteks operasional menjadi kunci keberhasilan implementasi digitalisasi ini, yang mendukung terciptanya perdamaian berkelanjutan di Lebanon Selatan.
Model Quadruple Helix : Optimalisasi Produksi Perikanan Tangkap Berbasis Blue Economy di Kabupaten Aceh Barat Omalia, Noka; Marefanda, Nodi
JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Kabupaten Aceh Barat memiliki garis pantai mencapai 50,55 km dan luas perairan lautnya mencapai 80,88 km2 menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu kawasan yang bergerak pada sektor perikanan tangkap di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Barat tepatnya di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat, Universitas Teuku Umar dan kawasan pesisir Kecamatan Samatiga dan Kecamatan Johan Pahlawan pada bulan Maret sampai Juni tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan quadruple helix dalam pengembangan produksi perikanan tangkap berbasis blue economy di Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan ialah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui tahapan penyajian data, reduksi data, verifikasi data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keempat unsur quadruple helix memiliki peranannya masing-masing dalam mengembangkan produksi perikanan tangkap di Kabupaten Aceh Barat. Ditinjau melalui blue economy, hasil kajian menunjukkan bahwa setiap unsur memiliki peranan dalam prinsip zero waste, inovasi dan adaptif, multiplier effect maupun inklusi sosial, akan tetapi peranan yang telah dijalankan tersebut masih belum optimal sehingga dibutuhkan kolaborasi antar unsur quadruple helix. 
PERANAN BAPPEDA KABUPATEN SIMEULUE DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH KABUPATEN (RKPK) TAHUN 2021 Riski, Riski Riski; Marefanda, Nodi; Siregar, Eva Anzani
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 7, No 1 (2021): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v7i1.5281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Bappeda Kabupaten Simeulue dalam proses penyusunan RKPK Simeulue Tahun 2021, serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi penyusunan RKPK Simeulue Tahun 2021. Penelitian ini berlokasi di Bappeda Kabupaten Simeulue, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan Kepala Bappeda, Sekretaris Bappeda, Kabid, Kasubbid, dan staf Bidang P2EPD Bappeda Kabupaten Simeulue. Sedangkan data sekunder diperoleh peneliti dari analisis dokumen RKPK Simeulue Tahun 2021, serta melalui studi pustaka yang bersumber dari artikel online, tesis online, dan Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan perencanaan tahunan yang dilakukan Pemerintah Pusat atau Daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bappeda Kabupaten Simeulue dalam menjalankan peranannya sebagai penyusun RKPK Simeulue Tahun 2021 belum terlaksana dengan cukup baik, Terjadi keterlambatan penetapan Peraturan Bupati Simeulue Tentang RKPK Simeulue Tahun 2021, ±1 (satu) bulan lamanya, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat yaitu adanya mutasi dan rotasi pegawai di Bappeda Kabupaten Simeulue, belum tersedianya data perencanaan secara menyeluruh, kurangnya sumber daya manusia, adanya perubahan Permendagri No 13 Tahun 2006 ke Permendagri No 90 Tahun 2019 kemudian disempurnakan lagi ke Kepmendagri No 050-3708 Tahun 2020.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MASYARAKAT DESA SUAK PUNTONG Insari, Reva Dwi; Arasih, Yulanda; Marefanda, Nodi
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 8, No 1 (2022): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v8i1.5971

Abstract

Penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembangunan pendidikan desa berkualitas merupakan salah satu tujuan SDGs yang ke empat, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang adil dan inklusif serta memberikan kesempatan dan dorongan bagi semua kalangan untuk dapat terus belajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  strategi yang dilakukan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa Suak Puntong untuk mewujudkan tujuan dari SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (penggabungan data), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan pada maksud serta tujuan yang akan dicapai. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kualitas pendidikan di desa Suak Puntong masih  tergolong rendah hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya minat dari anak-anak untuk melanjutkan pendidikan serta kurangnya dorongan dari orang tua untuk memotivasi anaknya. Disamping itu, upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan belum optimal dikarenakan masih ditemukan beberapa kendala dan kekurangan, sehingga desa Suak Puntong belum mampu untuk mencapai tujuan dari SDGs yakni pembangunan pendidikan desa berkualitas.
Songsong Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) 2024: Upaya Penguatan Literasi Politik bagi Pemilih Pemula di Takengon, Aceh Tengah Latif, Ikhwan Rahmatika; Afriandi, Fadli; Saputra, Ilham Mirza; Marefanda, Nodi; Marlizar, Desi; Sari, Nurhalista; Iqbal Aziz, Chairul; Fahlevi, Reza; Alqarni, Wais; Akbar, Arif
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i1.4523

Abstract

Political literacy refers to the ability of individuals to understand political systems, processes, and information to actively participate in political decision-making. For first-time voters, political literacy is crucial as it forms the foundation for making rational choices, particularly in the 2024 regional elections (Pilkada). This community engagement initiative aims to enhance the level of political literacy among first-time voters through socialization, political literacy education, and comprehension tests covering four key indicators: understanding the political system, knowledge of the Pilkada process, critical evaluation of political information, and participation in Pilkada. The study employed a Google Form-based questionnaire distributed to 40 respondents from 11th and 12th-grade students in both science (IPA) and social sciences (IPS) streams. The analysis results revealed that the average comprehension level of respondents ranged between 70% and 85%, with minor variations across indicators and groups. Respondents demonstrated strong understanding in the "Knowledge of the Pilkada Process" indicator but showed the need for improvement in "Critical Evaluation of Political Information." These findings underscore the importance of strengthening political literacy, particularly in combating misinformation that becomes prevalent ahead of elections. By improving political literacy, first-time voters are expected to become agents of change who promote healthier democracy through active and critical political participation.