Claim Missing Document
Check
Articles

Digitalisasi Administrasi Pelaksanaan Tugas sebagai Peacekeepers di UNIFIL (United Interim Force in Lebanon) Giawa, Nurul Azhari; M.A.P., Nodi Marefanda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56542

Abstract

Digitalisasi administrasi merupakan langkah strategis dalam pelaksanaan tugas penjaga perdamaian di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Penelitian ini bertujuan mengkaji mekanisme sistem digitalisasi administrasi yang diterapkan oleh peacekeepers di UNIFIL serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan, koordinasi, dan pelaporan dalam operasi sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen resmi. Subjek penelitian terdiri dari personel peacekeepers dari berbagai kontingen yang terlibat langsung dalam proses administrasi di UNIFIL. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan dalam penerapan sistem digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan digitalisasi administrasi memberikan manfaat signifikan, termasuk percepatan pengolahan data, pengurangan kesalahan administratif, serta peningkatan akurasi dan transparansi pelaporan. Digitalisasi ini juga memfasilitasi koordinasi yang lebih baik antar kontingen, khususnya dalam berbagi informasi secara real-time. Namun, terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa wilayah operasional, hambatan adaptasi personel terhadap teknologi baru, dan risiko keamanan data yang membutuhkan perhatian khusus. Selain itu, perbedaan tingkat kemahiran teknologi antar kontingen menjadi kendala dalam keseragaman implementasi. Solusi yang diusulkan meliputi pelatihan intensif untuk meningkatkan literasi digital personel, penguatan infrastruktur teknologi informasi, dan penerapan kebijakan keamanan siber yang lebih ketat. Mekanisme evaluasi berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan sistem tetap relevan dengan kebutuhan operasional. Meskipun menghadapi tantangan, digitalisasi administrasi terbukti meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung tercapainya tujuan misi perdamaian secara lebih optimal. Perbaikan berkelanjutan, kolaborasi lintas kontingen, dan penyesuaian terhadap konteks operasional menjadi kunci keberhasilan implementasi digitalisasi ini, yang mendukung terciptanya perdamaian berkelanjutan di Lebanon Selatan.
Model Quadruple Helix : Optimalisasi Produksi Perikanan Tangkap Berbasis Blue Economy di Kabupaten Aceh Barat Omalia, Noka; Marefanda, Nodi
JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Kabupaten Aceh Barat memiliki garis pantai mencapai 50,55 km dan luas perairan lautnya mencapai 80,88 km2 menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu kawasan yang bergerak pada sektor perikanan tangkap di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Barat tepatnya di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat, Universitas Teuku Umar dan kawasan pesisir Kecamatan Samatiga dan Kecamatan Johan Pahlawan pada bulan Maret sampai Juni tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan quadruple helix dalam pengembangan produksi perikanan tangkap berbasis blue economy di Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan ialah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui tahapan penyajian data, reduksi data, verifikasi data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keempat unsur quadruple helix memiliki peranannya masing-masing dalam mengembangkan produksi perikanan tangkap di Kabupaten Aceh Barat. Ditinjau melalui blue economy, hasil kajian menunjukkan bahwa setiap unsur memiliki peranan dalam prinsip zero waste, inovasi dan adaptif, multiplier effect maupun inklusi sosial, akan tetapi peranan yang telah dijalankan tersebut masih belum optimal sehingga dibutuhkan kolaborasi antar unsur quadruple helix. 
The Effectiveness of Local Government Policies in Gayo Coffee Farmers' Welfare during the COVID-19 Pandemic Ikhsan Ikhsan; Nodi Marefanda; Cut Asmaul Husna; Vellayati Hajad; Herizal Herizal
Journal of Governance and Public Policy Vol. 11 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v11i1.18619

Abstract

This study aims to discuss whether local government policies affected the coffee farmers’ welfare during the COVID-19 pandemic. Gayo coffee is a superior commodity that supports the economy of almost 90% of Central Aceh people, so coffee-related policies greatly determine their welfare. The COVID-19 pandemic, on the other hand, has influenced the coffee business globally, which has caused difficulties for farmers selling coffee at a reasonable price, and this condition has affected the Gayo coffee farmers, who have been export-oriented. This study used a qualitative method with a case study approach. The informants in this study consisted of 8 people. Data was collected through interviews and documentation, and then the data was analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the government of Central Aceh fostered coffee cultivation for farmers, helped open export markets to prevent and protect Gayo coffee farmers from the impact of COVID-19, and assisted business capital. Hence, government policies of Central Aceh have not been able to achieve Gayo coffee farmers’ welfare as seen from the shallow targets and goals made.
PERANAN BAPPEDA KABUPATEN SIMEULUE DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH KABUPATEN (RKPK) TAHUN 2021 Riski, Riski Riski; Marefanda, Nodi; Siregar, Eva Anzani
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 7, No 1 (2021): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v7i1.5281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Bappeda Kabupaten Simeulue dalam proses penyusunan RKPK Simeulue Tahun 2021, serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi penyusunan RKPK Simeulue Tahun 2021. Penelitian ini berlokasi di Bappeda Kabupaten Simeulue, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan informan Kepala Bappeda, Sekretaris Bappeda, Kabid, Kasubbid, dan staf Bidang P2EPD Bappeda Kabupaten Simeulue. Sedangkan data sekunder diperoleh peneliti dari analisis dokumen RKPK Simeulue Tahun 2021, serta melalui studi pustaka yang bersumber dari artikel online, tesis online, dan Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan perencanaan tahunan yang dilakukan Pemerintah Pusat atau Daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bappeda Kabupaten Simeulue dalam menjalankan peranannya sebagai penyusun RKPK Simeulue Tahun 2021 belum terlaksana dengan cukup baik, Terjadi keterlambatan penetapan Peraturan Bupati Simeulue Tentang RKPK Simeulue Tahun 2021, ±1 (satu) bulan lamanya, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penghambat yaitu adanya mutasi dan rotasi pegawai di Bappeda Kabupaten Simeulue, belum tersedianya data perencanaan secara menyeluruh, kurangnya sumber daya manusia, adanya perubahan Permendagri No 13 Tahun 2006 ke Permendagri No 90 Tahun 2019 kemudian disempurnakan lagi ke Kepmendagri No 050-3708 Tahun 2020.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MASYARAKAT DESA SUAK PUNTONG Insari, Reva Dwi; Arasih, Yulanda; Marefanda, Nodi
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 8, No 1 (2022): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v8i1.5971

Abstract

Penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembangunan pendidikan desa berkualitas merupakan salah satu tujuan SDGs yang ke empat, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang adil dan inklusif serta memberikan kesempatan dan dorongan bagi semua kalangan untuk dapat terus belajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  strategi yang dilakukan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat desa Suak Puntong untuk mewujudkan tujuan dari SDGs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (penggabungan data), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian lebih menekankan pada maksud serta tujuan yang akan dicapai. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kualitas pendidikan di desa Suak Puntong masih  tergolong rendah hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya minat dari anak-anak untuk melanjutkan pendidikan serta kurangnya dorongan dari orang tua untuk memotivasi anaknya. Disamping itu, upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan belum optimal dikarenakan masih ditemukan beberapa kendala dan kekurangan, sehingga desa Suak Puntong belum mampu untuk mencapai tujuan dari SDGs yakni pembangunan pendidikan desa berkualitas.
Songsong Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) 2024: Upaya Penguatan Literasi Politik bagi Pemilih Pemula di Takengon, Aceh Tengah Latif, Ikhwan Rahmatika; Afriandi, Fadli; Saputra, Ilham Mirza; Marefanda, Nodi; Marlizar, Desi; Sari, Nurhalista; Iqbal Aziz, Chairul; Fahlevi, Reza; Alqarni, Wais; Akbar, Arif
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i1.4523

Abstract

Political literacy refers to the ability of individuals to understand political systems, processes, and information to actively participate in political decision-making. For first-time voters, political literacy is crucial as it forms the foundation for making rational choices, particularly in the 2024 regional elections (Pilkada). This community engagement initiative aims to enhance the level of political literacy among first-time voters through socialization, political literacy education, and comprehension tests covering four key indicators: understanding the political system, knowledge of the Pilkada process, critical evaluation of political information, and participation in Pilkada. The study employed a Google Form-based questionnaire distributed to 40 respondents from 11th and 12th-grade students in both science (IPA) and social sciences (IPS) streams. The analysis results revealed that the average comprehension level of respondents ranged between 70% and 85%, with minor variations across indicators and groups. Respondents demonstrated strong understanding in the "Knowledge of the Pilkada Process" indicator but showed the need for improvement in "Critical Evaluation of Political Information." These findings underscore the importance of strengthening political literacy, particularly in combating misinformation that becomes prevalent ahead of elections. By improving political literacy, first-time voters are expected to become agents of change who promote healthier democracy through active and critical political participation.
Institutional Collaboration in the Governance and Development of Mangrove Forest Ecotourism in Langsa City, Aceh Saputra, Akmal; Masrizal, Masrizal; Marefanda, Nodi; Turrahmi, Hanifah; Maisyura, Maisyura; Hidayat, Amri Wahid
Journal of Social and Policy Issues Vol. 5 No. 2 (2025): April-June
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v5i2.411

Abstract

The development of mangrove forest tourism in Langsa City requires cooperation from various stakeholders. The phenomenon of tourist destinations in the era of globalization continues to grow and advance, giving rise to creative and innovative ideas that make these tourist attractions unique and attractive to visitors. This study investigates the cooperative initiatives in the management and promotion of mangrove forest ecotourism in Langsa City, Aceh. This study seeks to clarify how stakeholder collaboration might promote the growth and improvement of mangrove forest ecotourism. The collaboration among institutions is the principal strength in the progression of ecotourism, where support from all stakeholders is essential for the development process to proceed as expected. This study utilizes a qualitative technique, including data collection methods like observation, in-depth interviews, and documentation. The research findings indicate that collaboration among various stakeholders, including the mangrove forest manager PT. PEKOLA (a regional enterprise), the local government (particularly the Youth, Sports, and Tourism Office), universities, customary institutions (such as village heads and the Aceh Customary Council), and banking, has been successfully established. Each stakeholder is essential in the governance and development of mangrove ecotourism, whether as policymakers, implementers, or advocates for mangrove forest conservation.
Evaluasi Program Pendataan Nasional Menuju Indonesia Digital 2045 Ichtiar, Akbar; Marefanda, Nodi
Sanger Journal: Social, Administration and Government Review Vol. 3 No. 1 (2025): Sanger Journal: Social, Administration and Government Review
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sanger.v3i1.6447

Abstract

This research aims to evaluate the policy implementation of the One Data Marine and Fisheries Program “(Satu Data-KP)” and its relevance to the efforts towards realizing Digital Indonesia 2045. This study employs a qualitative method with a descriptive approach and was conducted in Aceh Province. Data collection utilized observation, interviews, documentation, and audiovisual records. The collected data were subsequently analyzed using methods of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research critically assesses the program's level of Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Equity, Responsiveness, and Appropriateness. The findings indicate that, in terms of data collection, the program has had a positive impact on decision-making and enhanced service efficiency. However, the program still presents fundamental shortcomings, such as the limited scope of digital transformation being undertaken and the minimal effort to enhance community readiness toward an inclusive, empowering, and sustainable Digital Indonesia.
Politik Keamanan Lingkungan: Pengetahuan Lokal Dalam Perlindungan Populasi Bening Lobster Di Masyarakat Nelayan Aripin, Nurasma; Afriandi, Fadli; Marefanda, Nodi; Marlizar, Desi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.308-318

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat nelayan dalam menjaga keamanan lingkungan khususnya populasi lobster. Dalam tulisan ini difokuskan dengan memotret praktik-praktik yang dilakukan oleh masyarakat nelayan dalam melindungi keberadaan benih bening lobster (puerulus). Argumen utama dalam penelitian ini adalah dengan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat nelayan menciptakan ekosistem bening lobster yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan teori Ekologi Budaya dari Julian H. Steward. Teori ini menjelaskan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan menciptakan pengetahuan lokal sehingga menjalin hubungan mutualisme diantara keduanya. Data penelitian terdiri dari data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah, lembaga adat, nelayan, dan pelaku usaha lobster sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui jurnal ilmiah dan media massa online. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa praktik pengetahuan lokal yang berdampak dalam pelestarian bening lobster yaitu penangkapan bening lobster merupakan kegiatan degradasi progresif terhadap lobster, penjualan bening lobster tidak memiliki nilai instrinsik, pertumbuhan bening lobster lebih baik di alam daripada dipenangkaran, dan penggunaan alat tangkap tradisional dalam menangkap lobster.
Poverty and the Curse of Natural Resources in Indonesia Vellayati Hajad; Ikhsan Ikhsan; Herizal Herizal; Ikhwan Rahmatika Latif; Nodi Marefanda
Journal of Contemporary Governance and Public Policy Vol. 4 No. 1 (2023): (April 2023)
Publisher : Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kontemporer, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46507/jcgpp.v4i1.92

Abstract

This study aims to determine how a country's abundant natural resource wealth can be utilised to bolster its economy and alleviate poverty. This study focuses on the use of natural resources to expedite development. This investigation makes use of a library-based qualitative research strategy. Data was gathered by conducting a Scopus search for natural resources-related journal articles using titles, keywords, and abstracts as metadata search references, and then analysing the results with the VOSviewer tool. We used VOSviewer to determine how many articles had been published on natural resources and discovered that a country's natural resources exceed its economic development. The purpose of utilising VOSviewer is to use it as a resource to conduct precise content analysis based on the researcher's name, publication year, researcher productivity, and natural resource research trends. This analysis was conducted for the purpose of examining the author's collaboration in the natural resources and poverty fields. The results indicate that natural resource-rich regions do not guarantee increased economic growth or reductions in poverty. Poverty in Indonesia is a complex issue, despite the fact that a number of developing nations have been successful in implementing improvements in national production and income and in reflecting the level of well-being among the country's population. The conclusion demonstrates that the resource curse in Indonesia is a result of poor resource management, which causes poverty. The influence of the resource curse on government social spending emphasises the significance of government accountability and transparency in relation to natural resource wealth.
Co-Authors Afrizal Tjoetra Agatha Debby Reiza Macella Agus Pratama Agussalim Agussalim Ahmad Harakan Akbar, Arif Akmal Saputra Alimas Jonsa Alqarni, Wais Amri Wahid Hidayat Amru Alba Apri Rotin Djusfi Arasih, Yulanda Arfriani Maifizar AYU WULANDARI Balqis Fahira Ninggrum Chairul Iqbal Aziz Cut Annisa Fitriati Cut Asmaul Husna Cut Irna Liyana Desi Marlizar Desi Maulida Desi Maulida Fadli Afriandi Fidhia Aruni Fitriati, Cut Annisa Giawa, Nurul Azhari Herizal Herizal Herizal Herizal Herizal Herizal Herizal Hidayatun Mawaddah Hijraton Nazira Ichtiar, Akbar Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iis Haryani Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhwan Rahmatika Latif Ilham Mirza Saputra Indah Puspita Sari Insari, Reva Dwi Irsadi Aristora Iwan Doa Sempena JURAIDA, IRMA Lestari, Rachmatika Lestari, Yeni Sri Ligar Abdillah M. Akbar Ichtiar Maisyura, Maisyura Masrizal Masrizal Masrizal Meg Jasadi Muaf Muzakkir Muzakkir Neli Ria Rifanda Nellis Mardhiah Nila Trisna Nofrizal Nofrizal Nurasma Aripin Nurkhalis Nurkhalis Nurkhalis Nurkhalis Nurkhalis Nurkhalis Nurul Badria Ulfa Omalia, Noka Rafit Yusriandi rahma husna yana Rahmah Husna Yana Reci Muliani Reva Dwi Insari Reza Fahlevi Riski, Riski Riski Risna Dewi Rudi Kurniawan Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Sari, Nurhalista Siregar, Eva Anzani Siti Rahmah Muzdalifah Siti rahmah muzdalifah Sudarman Sudarman Syahputri, Venni Nella Syarah Audia Tata Riandi Triyanto Triyanto Triyanto Turrahmi, Hanifah Vellayati Hajad Veni Nella Syahputri, Veni Nella Yulanda Arasih