Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SEMATA KABUPATEN SAMBAS Rahmawati, Nadia; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Wendari, Annisa; Kurniati, Vina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.2889-2893

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana ukuran bayi lebih pendek dibandingkan usianya akibat kekurangan gizi pada ibu dan anak. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan, sikap, perilaku dan dukungan ibu terhadap gizi pada bayi. Salah satu perilaku kesehatan yang membantu mencegah terjadinya stunting pada balita adalah dengan mensosialisasikan nutrisi yang baik terutama pada ibu hamil. Metode yang digunakan dengan ceramah dan diskusi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait nutrisi yang baik dalam upaya mencegah stunting. Selain nutrisi, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet fe (zat besi) agar terhindar dari anemia yang menjadi salah satu penyebab stunting. Sasaran dalam edukasi ini adalah 30 ibu-ibu hamil yang datang ke Posyandu. Hasil dari kuesioner yang diisi oleh ibu hamil sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebesar 20,67 mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang stunting. Bagi tenaga kesehatan, memberikan penyuluhan kesehatan adalah salah satu metode yang efisien untuk mencegah stunting pada anak. Agar mencapai hasil yang lebih maksimal, penyuluhan kesehatan sebaiknya dilakukan secara terus-menerus melalui ceramah yang informatif serta demonstrasi praktik pemberian makanan bergizi dan perawatan kesehatan ibu hamil. Dengan pendekatan ini, informasi penting dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, membantu meningkatkan kesadaran dan penerapan langkah-langkah pencegahan stunting.
EDUKASI PENYAKIT SKABIES-INFEKSI KULIT PADA PESERTA DIDIK PESANTREN ALMUBEROK MIFTAHUL ULUM SUI. AMBAWANG Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Maulana, M. Ali; Fujiana, Fitri; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Arisanti Yulianda, Nita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.141-146

Abstract

Skabies dan Penyakit Kulit lainnya kerap terjadi di lingkungan pendidikan berbasis asrama seperti salah satunya di pesantren. Pola ini dapat terjadi dikarenakan kebiasaan buruk perilaku dalam menjaga kebersihan diri. Penelitian ini berupaya dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik pesantren melalui pendidikan kesehatan berbasis audio-visual. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 48 orang dengan teknik quota sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 4,8, kemudian rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 5,8. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian video edukasi penyakit skabies-infeksi kulit lainnya terhadap tingkat pengetahuan peserta didik Pesantren Sui. Ambawang
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BULLYING DI PONDOK PESANTREN Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Arisanti Yulanda, Nita; Rahmawati, Nadia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4588-4592

Abstract

Perilaku bullyng merupakan perilaku yang memiliki dampak secara psikologis maupun dampak secara fisik. Perrilaku bullyng di sekolah berasrama yang jauh dari keluarga perlu mendapatkan kewaspadaan agar tidak terjadi, karena resiko yang ditimbulkan dapat lebih besar karena rendahnya control dari keluarga dan sepenuhnya berada pada sekolah. Maraknya kasus bullyng yang terjadi menyebabkan tim pengabdian kepada masyarakat membuat sebuah kegiatan dengan melakukan edukasi bullyng sebagai langkah dalam peningkatan pengetahauna pencegahan bullyng di sekolah berasrama atau dikenal dengan pondok pesantren. Hasil pengetahuan yang didapat peserta saat sebelum diberikan sebuah edukasi mendapatkan nilai rerata yaitu 57,86 setelah diberikan sebuah edukasi maka  nilai rerata meningkat menjadi 96.23. terdapat pengaruh yang efektif dalam pemberian edukasi guna meningkatkan pengetahuan pencegahan bulyng di pondok pesantren.
Improving Handwashing Behavior of School-Age Children Through a Game-Based Educational Program Fradianto, Ikbal; Andriyanto, Arief; Akbar, Nur; Yulanda, Nita Arisanti; Bahtiar, Bahtiar
ASEAN Journal of Community Engagement Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Handwashing plays an essential role in overcoming health problems. Washing hands is a straightforward exercise but will not be done if not adequately informed and drilled on it. School-age children are a vulnerable group relative to health problems, but at the same time, is an excellent group to be given appropriate education. Educating school- age children on the importance of washing their hands is critical to improving health behavior. This community-based research aims to increase school-age children’s handwashing knowledge, attitudes, and practices using a game-based educational program. As a result, there are improvements in the handwashing behavior of around a hundred children in Curug Village, Cimanggis Depok, Indonesia, after a twelve- month-long program. This suggests that through appropriate approaches for promoting healthy living behavior to the children, such as a game board, the project can be successful and sustainable.
Students' Knowledge Level on First Aid For Sports Injuries Aprizal, Wahyu; Fauzan, Suhaimi; Pramana, Yoga; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita
ProNers Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v10i2.94744

Abstract

Background: Sports injuries frequently occur among students during physical activities; however, many remain uninformed about proper first aid procedures, such as the RICE method (Rest, Ice, Compression, Elevation). Objective: This study aims to identify students' knowledge levels regarding first aid for sports injuries at SMA Negeri 7 Pontianak. Methods: This quantitative study employed a descriptive design using a survey method with a Guttman scale questionnaire. The sample consisted of 247 students from grades XI and XII at SMA Negeri 7 Pontianak. Results: The findings revealed that the majority of students possessed good knowledge (54.35%), adequate knowledge (43.5%), and insufficient knowledge (3.2%) regarding the RICE method. Although many students had not been directly exposed to the RICE method, they still demonstrated good knowledge, influenced by other factors such as curriculum or prior learning experiences. Conclusion: The majority of students demonstrated good knowledge regarding the RICE method.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MAKAN BUAH DAN SAYUR PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH PERBATASAN Ikbal Fradianto; Ervina Lili Neri; Mita Mita; R.A Gabby N.R; Lukmanul Hakim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2700-2705

Abstract

Perilaku makan buah dan sayur merupakan salah satu fokus kesehatan komunitas pada anak usia sekolah. Makan sayur dan buah juga merupakan program gerakan masyarakat hidup sehat atau yang dikenal dengan GERMAS. Perilaku makan buah dan sayur membutuhkan aspek pengetahuan yang tepat. Pengetahuan dapat ditingkatkan pemberian edukasi pendidikan kesehatan. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan dan sangat membutuhkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik, salah satu yang dapat menunjang hal tersebut adalah dengan makan buah dan sayur. Kegiatan ini dilakukan di daerah perbatasan antar negara Indonesia dan Malaysia, hal ini sangat penting guna menjamin terciptanya anak bangsa yang sehat dan selanjutnya dapat meningkatkan mutu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terkait makan buah dan sayur dengan edukasi Kesehatan. Hasil dari kegiatan ini terjadi pengetahuan pengetahuan dari sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi.
PEDULI ANEMIA DENGAN “GENRE LIMA” DI PONDOK PESANTREN KOTA PONTIANAK Mita Mita; Faisal kholid Fahdi; Ikbal Fradianto; Yoga Pramana; Tri Wahyuning Tyas; Gabriella Alphani; Erja Safhie Ega Nanda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4238-4245

Abstract

Anemia menjadi masalah utama Kesehatan pada wanita disemua kelompok usia, termasuk remaja. Remaja merupakan kompenen utama pembangunan Sumber daya manusia  suatu bangsa. rematri usia 10-18 tahun mempunyai resiko anemia paling tinggi. Remaja yang mengalami anemia akan mengalami penurunan imunitas, berkurangnya konsentrasi belajar dan prestasi belajar. Selain itu juga akan berdampak pada kebugaran fisik remaja dan produktifivitas remaja, Remaja yang mengalami anemia kan merasakan kehilangan selera makan, sulit untuk menfokuskan pikiran, dan gejala umum seperti letih, lesu, Lelah, lunglai dan lemah, serta wajah yang tampak pucat dan mata berkunang-kunang. WHO merekomendasikan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia. Upaya peningkatan pengetahuan anemia pada rematri dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan Oleh karena itu edukasi tentang anemia sangat penting diberikan remaja putri, pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan memberikan ceramah tatap muka dan video edukasi tentang, terjadi pengingkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi melalui video.
EDUKASI BAHAYA BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mita Mita; R.A, Gabby Novikadarti Rahma; Ikbal Fradianto; Ervina lili Neri; Suhaimi Fauzan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1664-1667

Abstract

Bullying menjadi masalah yang harus diperhatikan di bidang kesehatan di banyak negara, terutama kesehatan mental. Bullying merupakan masalah yang umunya terjadi pada anak-anak dan remaja dengan kejadian yang bervariasi di berbagai negara. Perilaku kekerasan seperti bullying sedang menjadi perbincangan hangat setiap kalangan di Indonesiaia. KPAI mencatat dari tahun 2011 sampai 2019 ada 37.381 pengaduan kekerasan terhadap anak. Untuk kasus bullying di dunia pendidikan maupun social media mencapainya 2.473 laporan dan terus meningkat sampai saat ini. 50% dari 25 siswa di antaranya pernah mengalami bullying secara fisik, dan lebih dari 50% pernah mengalami tindakan bullying nonfisik. tindakan bullying ini harus dicegah karena dapat berdampak negative untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek dapat menurunkan minat siswa untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah maupun kegiatan lain di sekolah. Dampak jangka Panjang siswa akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan baik dengan teman sebaya dan memiliki kecemasan terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya Oleh karena itu edukasi bahaya bullying sangat penting diberikan keapada anak sekolah, pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan memberikan ceramah tatap muka dan video edukasi terkait bullying, hasilnya menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan tentang bullying setelah di berikan edukasi.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PACARAN BERISIKO PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ikbal Fradianto; Zikri Alhalawi; Roland Lekatompessy; I Made Moh. Yanuar Saifudin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1069-1076

Abstract

Pacaran merupakan salah satu pintu masuk untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu penting untuk melakukan edukasi pacaran berisiko pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan mencegah terjadinya pacaran berisiko. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait pacarana berisiko. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah community engagement, dimana dilakukan mulai dari tahap orientasi, pelaksanaan hingga evaluasi. Alat yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah media video, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah edukasi berlangsung. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner berbentuk pilihan skala gutman. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan mengenai pacaran berisiko setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 70.00 menjadi 70.71 dan p-value sebesar 0.001. Dapat disimpulkan, intervensi pada PkM ini berpengaruh secara signifikan. untuk mencapai perubahan yang lebih mendalam, diperlukan program yang lebih intensif dan berkelanjutan, serta dukungan lingkungan yang dapat membantu remaja menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
EXPERIENCES OF PEOPLE LIVING WITH HIV IN OBTAINING HEALTH INFORMATION : A PHENOMENOLOGICAL STUDY Nadia Rahmawati; Ikbal Fradianto; R.A Gabby Novikadarti Rahmah
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 1 (2026): VOLUME 10 ISSUE 1 APRIL 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss1/816

Abstract

People living with HIV (PLHIV) face a complex adaptation process after receiving an HIV diagnosis, particularly in understanding the disease and initiating antiretroviral therapy (ART). Health information plays a critical role in shaping self-acceptance, decision-making, and treatment adherence. This study aimed to explore the experiences of PLHIV in obtaining and interpreting health information. This study employed a descriptive qualitative design with a phenomenological approach. Twelve participants were purposively selected and were active members of a peer support group at Yayasan Pontianak Plus. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and observations. Data analysis was conducted using the Colaizzi method. The findings revealed that PLHIV obtain health information from various sources, including non-governmental organizations, peer communities, religious communities, books, social media, and healthcare professionals. Non-governmental organizations and peer communities emerged as the most dominant and meaningful sources because they provide both health education and emotional support. Healthcare professionals were also considered trusted sources of information, particularly regarding antiretroviral therapy. However, differences in participants’ experiences with the initial side effects of ART influenced how they interpreted the information they received. In conclusion, the experience of obtaining health information among PLHIV is multidimensional and shaped by interactions with multiple information sources. Collaborative and patient-centered educational approaches are needed to support treatment adherence and improve the quality of life of PLHIV.
Co-Authors Adiningsih, Berthy Sri Utami Afifah Fauziah Akhmad, Arif Nur Andriani, Astrid Aisha Anggelisa Larasati Anggi Lestari, Aprilia Anggraini, Yuvita Apriyanti, Chindy Oulia Aprizal, Wahyu Arief Andriyanto Arief Andriyanto Arief Andriyanto, Arief Arif Nur Akhmad Arinanda, Rizki Putri Arisanti Yulianda, Nita Aulia Fradinta Bahtiar Bahtiar Budiharto , Ichsan Budiharto, Ichsan Dewi Amalia Dian Rahmi Djoko Priyono Erja Safhie Ega Nanda Ervina Lili Neri Fadilah, Rizki Faisal Kholid Fahdi Fauzan, Suhaimi Fitri Fujiana Fitri, Amira Melati Fitriangga, Agus Fitriasari, Andikawati Gabby Novikadarti Rahmah Gabriella Alphani Kharisma Aji Martadi Kurniati, Vina Kurniawan, Cahya Dwi Kuwanti, Elly Lekatompessy, Roland Lukmanul Hakim M. Ali Maulana M. Ali Maulana Martadi, Kharisma Aji Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Mentari, Delia Miptaza, Dialika Putri Mira Agusthia Mita Mita Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Murtilita, Murtilita Nadia Rahmawati Nadia Rahmawati Narullita, Dewi Nita Arisanti Yulianda Noviani, Nabila Fitri Nur Akbar, Nur Nurahayu, Nada Westy Nurmainah Nurmainah Oktama Fahmi Reza Oktaviani, Cindy Pratama, Natalia Mela Priyono, Djoko Rachmadiwansyah, Abang Muhammad Hafidz Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmaniza Rahmaniza Rahmat Putra Perdana Rahmawati, Nadia Ramaita, Ramaita Roland Lekatompessy S.U.A, Berthy Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sari, Lili Asrika Savitri, Richa Septiyandi, Rino Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Suparwati, Suparwati Syamsiar, Syamsiar Tafwidhah, Yuyun Tari Dwi Sundari K Tri Wahyuning Tyas Triyana Harlia Putri Ucok Budiman Vitaliana Chesar, Putri Reishi Vivianti Dewi Wendari, Annisa Yoga Pramana Yudistira Afconneri Yulanda, Nita Arisanti Zakariyya, Muhammad Zenita Indra Ramadhita Zikri Alhalawi Zikri Alhalawi