Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN TINGKAT NOMOPHOBIA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK Miptaza, Dialika Putri; Putri, Triyana Harlia; Fradianto, Ikbal
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v7i1.94691

Abstract

ABSTRAK Nomophobia merupakan suatu ketakutan dan kecemasan berlebih yang dialami individu apabila tidak dapat mengakses layanannya. Kejadian nomophobia ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin dan usia, memiliki prestasi akademik yang tinggi, serta beberapa faktor lainnya seperti selfcontrol, fear of missing out, dan konsentrasi belajar. Faktor lain seperti kesepian juga diduga turut memberikan dampak pada timbulnya kejadian nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesepian dengan tingkat nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale version 3 dan kuesioner NMP-Q. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan didapatkan sebanyak 99 responden yang mengikuti penelitian ini. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami tingkat kesepian pada kategori sedang sebanyak 66 responden (66,7%) dan mengalami tingkat nomophobia pada kategori sedang sebanyak 66 responden (66,7%). Berdasarkan uji bivariat didapatkan nilai p-value = 0,000 dan r = 0,364 yang menunjukkan adanya hubungan positif, artinya semakin tinggi tingkat kesepian maka semakin tinggi tingkat nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Pontianak. Terdapat korelasi antara tingkat kesepian dengan tingkat nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Pontianak. Kata kunci: Hubungan, Kesepian, Nomophobia, Remaja, SMA
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DEFISIENSI BESI Andriani, Astrid Aisha; Maulana, M. Ali; Fradianto, Ikbal; Rahmawati, Nadia; S.U.A, Berthy
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v7i1.94706

Abstract

Background: Anemia is a critical health issue that demands urgent attention. In Indonesia, the prevalence of anemia soared to 72.3% in 2018 from 48.9% in 2013. Effective prevention of anemia requires widespread health education. Utilizing video and social media platforms is essential for reaching and educating a broader audience. Objective: A study aimed to assess the impact of health education on Instagram concerning the knowledge of iron deficiency anemia among adolescent girls. Method: This study involving 100 participants, utilized a pre-experimental design with pre-test and post-test assessments. Research instruments included health education videos, social media, and questionnaires. Analysis was conducted using the Wilcoxon test. Result: The results from the Wilcoxon test displayed a considerable increase in knowledge after the Instagram health education initiative. The results indicate a significant increase in knowledge after health education, with a p-value of less than 0.001.. This evidence underscores the positive influence of health education on Instagram in enhancing the understanding of iron deficiency anemia among adolescent girls.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA LUKA KAKI DIABETES YANG MENGALAMI INFEKSI: KAJIAN LITERATUR Suparwati, Suparwati; Fradianto, Ikbal
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i1.235

Abstract

Pendahuluan: Infeksi merupakan masalah yang disebabkan karena perkembangan mikroorganisme yang merugikan. Pada luka kaki diabetes infeksi disebabkan karena bakteri. Infeksi ini dapat mengakibatkan amputasi hingga kematian. Namun bakteri yang menginfeksi sangat beragam dan belum diketahui secara pasti bakteri yang paling banyak menginfeksi luka. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui bakteri terbanyak yang ditemukan pada luka kaki diabetes.Metode: Pencarian literatur dilakukan pada Pubmed, Sage, Semantic Scholar dan Google Scholar. Kata kunci pencarian yang digunakan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yaitu “Diabetic AND foot ulcers AND Infection AND Bacteria” Sedangkan dalam bahasa Indonesia “luka AND kaki diabetes AND infection AND bakteri”.Hasil: Didapatkan 6760 artikel dengan 1 1 studi yang dilakukan analisa. Hasil analisis tersebut didapatkan bakteri terbanyak yang menginfeksi luka kaki diabetes dari gram positif Staphylococcus .A dan dari gram negatif yakni Pseudomonas. A. Kesimpulan: Infeksi pada luka kaki diabetes baik itu karena gram positif maupun negatif mengakibatkan waktu penyembuhan luka menjadi lama. Bakteri terbanyak yang ditemukan pada luka kaki diabetes adalah Staphylococcus .A dan Pseudomonas. A.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Audiovisual terhadap Pengetahuan Siswa Terkait Pacaran Berisiko pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Saifudin, I Made Moh. Yanuar; Lekatompessy, Roland; Alhalawi, Zikri; Fradianto, Ikbal
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6668

Abstract

Perilaku pacaran berisiko di kalangan remaja awal merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi edukasi yang tepat dan menarik. Remaja pada usia ini cenderung menormalisasi perilaku tidak sehat dalam hubungan karena kurangnya informasi yang akurat dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan siswa terkait pacaran berisiko. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest dengan melibatkan 42 siswa SMP di Kota Pontianak sebagai partisipan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan pacaran berisiko dengan 10 item pertanyaan dikotomis. Intervensi berupa video edukasi berdurasi 3 menit yang dirancang berbasis teori pembelajaran multimedia dan teori kognitif sosial. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan secara statistik (p < 0.001), dengan rata-rata skor meningkat dari 64.05 menjadi 76.67 setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis audiovisual efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pacaran berisiko, serta dapat dijadikan strategi edukasi kesehatan yang relevan dan dapat diterapkan secara luas dalam konteks sekolah.
The Effect of Audiovisual Education about HIV/AIDS on HIV/AIDS Knowledge in Senior High School 1 Rasau Jaya Students AFIFAH FAUZIAH; Rahmawati, Nadia; Fradianto, Ikbal
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 03 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v18i03.6813

Abstract

Adolescents are vulnerable to various health risks, including HIV/AIDS. Kubu Raya Regency had a significant increase in HIV/AIDS cases, highlighting the need for health education. This study analyzes the effect of audiovisual education about HIV-AIDS on the HIV/AIDS knowledge in Senior High School 1 Rasau Jaya students. It was a pre-experiment with a one-group pre-test and a post-test design without using a control group. The population was 488 students of the 11th and 12th grades of Senior High School 1 Rasau Jaya, with a sample size of 60 students. Data collection was conducted offline by providing audiovisual education about HIV/AIDS and distributing questionnaires. The instrument for knowledge of HIV/AIDS used the 18-item HIV Knowledge Questionnaire (HIV-KQ-18). Data analysis used the Wilcoxon test. The respondents were 15-19 years old, male (63.3%), and 12th grade (51.7%). They had been exposed to information about HIV/AIDS (86.7%), the most common source of information being the internet (60.7%). The median pre-test knowledge score was 50.00, increasing to 77.70 in the post-test. The Wilcoxon test resulted in p=0.000 (p<0.05), indicating a difference in HIV/AIDS knowledge before and after audiovisual education about HIV/AIDS in students. Therefore, there was a significant effect of audiovisual education about HIV/AIDS on HIV/AIDS knowledge in students. In conclusion, Audiovisual education about HIV/AIDS affects HIV/AIDS knowledge in Senior High School 1 Rasau Jaya students. These findings underscore the importance of innovative educational approaches, like audiovisual media, in enhancing adolescents' understanding of HIV/AIDS.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PACARAN BERISIKO PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Fradianto, Ikbal; Alhalawi, Zikri; Lekatompessy, Roland; Moh. Yanuar Saifudin, I Made
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1069-1076

Abstract

Pacaran merupakan salah satu pintu masuk untuk melakukan perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu penting untuk melakukan edukasi pacaran berisiko pada remaja untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan mencegah terjadinya pacaran berisiko. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait pacarana berisiko. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah community engagement, dimana dilakukan mulai dari tahap orientasi, pelaksanaan hingga evaluasi. Alat yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah media video, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah edukasi berlangsung. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner berbentuk pilihan skala gutman. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan mengenai pacaran berisiko setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 70.00 menjadi 70.71 dan p-value sebesar 0.001. Dapat disimpulkan, intervensi pada PkM ini berpengaruh secara signifikan. untuk mencapai perubahan yang lebih mendalam, diperlukan program yang lebih intensif dan berkelanjutan, serta dukungan lingkungan yang dapat membantu remaja menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
The Effect of Health Education Using Poster Media on Mothers’ Knowledge Level About Toddler Malnutrition in the Working Area of Saigon Health Center, East Pontianak Anggi Lestari, Aprilia; Fradianto, Ikbal; Tafwidhah, Yuyun
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i11.1402

Abstract

Nutritional deficiencies in toddlers can lead to growth and development disturbances, one of which is the occurrence of malnutrition. One of the main factors contributing to malnutrition in toddlers is the lack of knowledge among mothers about the nutrition required for their children. To improve this knowledge, one of the efforts that can be made is through continuous counseling using educational media, such as posters that are visually designed to be appealing, thus being effective in the learning process. This study aims to determine the effect of health education using posters on mothers' knowledge about toddler malnutrition in the working area of Saigon Health Center in East Pontianak. This study uses a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of 45 respondents were selected using probability sampling with a cluster random sampling technique. Data analysis was conducted using the Paired sample t-test. The results showed that most of the respondents' children were aged ≤ 2 years (66.7%), with the highest level of maternal education being high school (42.2%), and the majority of respondents' ages ranged from 20 to 42 years, with an average age of 31.42 years. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.001, indicating a significant improvement in mothers' knowledge about toddler malnutrition after receiving health education using posters.
Scabies Among Adolescents in Islamic Religious Boarding Schools: A Descriptive Study Fradianto, Ikbal; Rahmawati, Nadia; Nurmainah, Nurmainah; Mita, Mita; Saifudin, I Made Moh. Yanuar
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3889

Abstract

Scabies is a common skin infestation caused by mite, posing significant health challenges, especially in densely populated environments like boarding schools. Objective: This study aimed to identify the incidence of scabies among adolescents in Islamic religious boarding schools in Pontianak, Indonesia. Methods: A quantitative descriptive design was employed, involving 220 students from an Islamic boarding school in Pontianak. Concecutive sampling was used to select participants. Data were collected using questionnaires on knowledge and attitudes about scabies, and observation sheets for environmental assessment. Descriptive statistics was performed. Results: The study found that 66.3% of respondents experienced low severity scabies symptoms, while 33.6% had high severity symptoms. The majority of respondents were female (55%), with a mean age of 13.6 years. Knowledge about scabies was generally low, with significant gaps in understanding symptoms, transmission, and prevention. Attitudes towards scabies prevention were also poor, with many students neglecting personal hygiene and environmental cleanliness. Conclusion: The high prevalence of scabies in the boarding school highlights the need for targeted interventions. Future research should focus on evaluating the effectiveness of these interventions to develop sustainable solutions for managing scabies in similar settings.
The Benefit of Films in Nursing Education: A Rapid Review Adiningsih, Berthy Sri Utami; Saifudin, I Made Moh. Yanuar; Fradianto, Ikbal
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4547

Abstract

Traditional teaching methods in health education often emphasize cognitive aspects. Cinemeducation is non-traditional learning method that using film that has been used recently in medical education to enhance psychosocial skills, but less explored in nursing education. This study aims to evaluate the benefits of using films as a learning tool, especially for nursing education. A rapid review methodology was employed following the PRISMA guidelines. The review covered papers published between 2018 and 2024, focusing on healthcare students particularly in nursing and medicine. Consensus App and ResearchGate databases were searched with terms “"film OR movie AND nursing education" and "cinemeducation OR cinenurducation". 91.792 studies were identified, six were included with two of them exclusively focus on nursing. All studies found that films increased students’ enthusiasm, promoting active learning and have considerably impact on development of psychosocial abilities such as professionalism, ethics and communication. Cognitive improvement also noticed, notably in comprehending complicated bioethical concepts and psychological circumtances. Cinenurducation is a valuable strategy to improve both cognitive and affective learning outcomes in nursing education. While promising, it should be combined with other teaching methods to optimize learning outcomes.
Multivariate Analysis of Factors Associated with Hemoglobin Levels among CKD Patients undergoing Hemodialysis Fauzan, Suhaimi; Martadi, Kharisma Aji; Fradianto, Ikbal; Maulana, Muhammad Ali; Herman, Herman
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 4 (2023): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i4.1545

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the silent killer diseases that often experience an increase in incidence every year. Common problem that often arises in someone with CKD is a decrease in hemoglobin levels. This study aims to identify and analyze factors related to hemoglobin levels among CKD patients undergoing hemodialysis. This was a correlational study with cross sectional approach. The study was conducted on March 21 – 31, 2022. The study population consisted of 90 CKD patients undergoing hemodialysis at Doctor Soedarso Regional General Hospital (as of January 2022). The samples involved 73 people who were selected using purposive sampling technique. The independent variables included age, gender, ethnicity, education, employment status, smoking history, creatinine and urea levels, while the dependent variable in this study was hemoglobin levels. Bivariate analysis in this study applied chi-square, Kendall’s, and independent sample t tests, while the multivariate test applied logistic regression. The analysis results obtained p values for age, employment status, smoking history, creatinine levels, and urea levels of 0.069 (OR=8.4), 0.418 (OR=2.4), 0.286 (OR=4.3), 0.000, and 0.323, respectively. It can be concluded that there was an effect of creatinine levels on changes in hemoglobin levels among CKD patients undergoing hemodialysis. Patients undergoing hemodialysis are recommended to control the amount and source of protein intake, adjust physical activity according to age and ability, and pay attention to the regular dialysis schedule
Co-Authors Adiningsih, Berthy Sri Utami Afifah Fauziah Akhmad, Arif Nur Andriani, Astrid Aisha Anggelisa Larasati Anggi Lestari, Aprilia Anggraini, Yuvita Apriyanti, Chindy Oulia Aprizal, Wahyu Arief Andriyanto Arief Andriyanto Arief Andriyanto, Arief Arif Nur Akhmad Arinanda, Rizki Putri Arisanti Yulianda, Nita Aulia Fradinta Bahtiar Bahtiar Budiharto , Ichsan Budiharto, Ichsan Dewi Amalia Dian Rahmi Djoko Priyono Djoko Priyono Djoko Priyono Erja Safhie Ega Nanda Ervina Lili Neri Fadilah, Rizki Faisal Kholid Fahdi Fauzan, Suhaimi Fitri Fujiana Fitri, Amira Melati Fitriangga, Agus Fitriasari, Andikawati Fujiana, Fitri Gabby Novikadarti Rahmah Gabriella Alphani Kharisma Aji Martadi Kurniati, Vina Kurniawan, Cahya Dwi Kuwanti, Elly Lekatompessy, Roland Lukmanul Hakim M. Ali Maulana M. Ali Maulana Martadi, Kharisma Aji Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Mentari, Delia Miptaza, Dialika Putri Mira Agusthia Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Murtilita, Murtilita Nadia Rahmawati Narullita, Dewi Nita Arisanti Yulianda Noviani, Nabila Fitri Nur Akbar, Nur Nurahayu, Nada Westy Nurmainah Nurmainah Oktama Fahmi Reza Oktaviani, Cindy Pratama, Natalia Mela Priyono, Djoko Rachmadiwansyah, Abang Muhammad Hafidz Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmaniza Rahmaniza Rahmat Putra Perdana Rahmawati, Nadia Ramaita, Ramaita S.U.A, Berthy Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sari, Lili Asrika Savitri, Richa Septiyandi, Rino Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Suparwati, Suparwati Syamsiar, Syamsiar Tafwidhah, Yuyun Tari Dwi Sundari K Tri Wahyuning Tyas Triyana Harlia Putri Ucok Budiman Vitaliana Chesar, Putri Reishi Vivianti Dewi Wendari, Annisa Yoga Pramana Yudistira Afconneri Yulanda, Nita Arisanti Zakariyya, Muhammad Zenita Indra Ramadhita Zikri Alhalawi