Articles
Hubungan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan dengan Kulitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik
Vitaliana Chesar, Putri Reishi;
Fauzan, Suhaimi;
Fradianto, Ikbal
Madago Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33860/mnj.v5i2.3807
Fluid restriction is an important part of the management of chronic kidney disease (CKD) patients to control the body's fluid balance, including both intake and excretion. Proper implementation of fluid restriction is essential to prevent further complications and improve the quality of life for CKD patients. Therefore, this study aims to examine the relationship between adherence to fluid restriction and the quality of life of CKD patients at Dr. Soedarso Hospital, Pontianak. Thin study to determine correlation between adherence to restriction fluid intake and quality of life in patients with chronic kidney disease at Dr. Soedarso Pontianak. This study employed a quantitative design with a cross-sectional correlation analysis approach. The sample consisted of 92 CKD patients selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires regarding adherence to fluid restriction and the quality of life of the patients. The hypothesis test used the Spearman rank correlation test with a significance level of ρ-value < 0.05. Most of the respondents were of productive age (88%), with the majority being male (52%). Nearly half of the respondents had a higher education level (40.2%). The results showed that the majority of respondents had a fairly good quality of life (81.3%) and demonstrated good adherence to fluid restriction. A significant relationship was found between adherence to fluid restriction and the quality of life of CKD patients at Dr. Soedarso Hospital, Pontianak, with a ρ-value < 0.05 and a correlation coefficient of 0.620. This relationship indicates a strong and positive association, meaning that the better the adherence to fluid restriction, the better the quality of life of the patients.
EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SEMATA KABUPATEN SAMBAS
Rahmawati, Nadia;
Fradianto, Ikbal;
Mita, Mita;
Wendari, Annisa;
Kurniati, Vina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v7i8.2889-2893
Stunting merupakan suatu kondisi dimana ukuran bayi lebih pendek dibandingkan usianya akibat kekurangan gizi pada ibu dan anak. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan, sikap, perilaku dan dukungan ibu terhadap gizi pada bayi. Salah satu perilaku kesehatan yang membantu mencegah terjadinya stunting pada balita adalah dengan mensosialisasikan nutrisi yang baik terutama pada ibu hamil. Metode yang digunakan dengan ceramah dan diskusi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait nutrisi yang baik dalam upaya mencegah stunting. Selain nutrisi, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet fe (zat besi) agar terhindar dari anemia yang menjadi salah satu penyebab stunting. Sasaran dalam edukasi ini adalah 30 ibu-ibu hamil yang datang ke Posyandu. Hasil dari kuesioner yang diisi oleh ibu hamil sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebesar 20,67 mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang stunting. Bagi tenaga kesehatan, memberikan penyuluhan kesehatan adalah salah satu metode yang efisien untuk mencegah stunting pada anak. Agar mencapai hasil yang lebih maksimal, penyuluhan kesehatan sebaiknya dilakukan secara terus-menerus melalui ceramah yang informatif serta demonstrasi praktik pemberian makanan bergizi dan perawatan kesehatan ibu hamil. Dengan pendekatan ini, informasi penting dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, membantu meningkatkan kesadaran dan penerapan langkah-langkah pencegahan stunting.
Knowledge about Type Diabetes Mellitus : A Descriptive Study in Mujahidin High School Pontianak
Oktaviani, Cindy;
Rahmah, Gabby Novikadarti;
Fradianto, Ikbal
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 14 No. 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/cmsnj.v14i1.59280
Introduction: Technological developments and exposure to social media content that promote unhealthy foods have contributed to an increase in cases of type 2 diabetes mellitus,especially among children and adolescents. Although no specific data is currently available regarding the incidence of type 2 diabetes mellitus in adolescents in Indonesia, there has been a significant rise in the prevalence of overweight adolescents. This study aims to describe the level of knowledge about type 2 diabetes mellitus among adolescents at SMA Mujahidin Pontianak. Methods: This research employs a quantitative approach with descriptive research methods. The sampling technique used is stratified random sampling, involving a total of 245 students from grades X and XI at SMA Mujahidin Pontianak. The instrument used in this research was the DKQ-24 questionnaire, which was administered to the respondents. Data were analyzed using univariate analysis. Results: The findings indicated that 76.7% (188 respondents) had a moderate level of knowledge about type 2 diabetes mellitus, 17.6% (46 respondents) had a low level of knowledge, and 15.7% (11 respondents) demonstrated a high level of knowledge. Conclusion: The majority of students at SMA Mujahidin Pontianak possess a moderate level of knowledge about type 2 diabetes mellitus. The study recommends that schools collaborate with healthcare professionals or health organizations to create informative materials,such as posters about type 2 diabetes mellitus, and to strengthen the school health program (UKS) to enhance students' knowledge and awareness.
PENGEMBANGAN APLIKASI EARLY WARNING SYSTEM DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA KALIMANTAN BARAT
Yoga Pramana;
Ikbal Fradianto;
M. Ali Maulana;
Suhaimi Fauzan
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32660/jpk.v8i1.581
Kegawatdaruratan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang menuntut perlunya tindak cepat dari tenaga medis yang bekerja. Segala bentuk pelayanan kegawatdaruratan mengharuskan tenaga medis mengefisienkan waktu dalam proses memberikan asuhan keperawatan. Salah satu bentuk pelayanan kegawatdaruratan tersebut adalah adanya Early Warning System (EWS), merupakan suatu panduan yang dapat memudahkan perawat jaga dalam melakukan pengkajian kondisi kegawatdaruratan kondisi pasien terkini. Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan Early Warning System tentunya dapat membantu dalam meningkatkan efesiensi waktu dalam pelayanan keperawatan gawat darurat. Sehingga meminimalisir kondisi keparahan pada pasien dalam fase gawat darurat. Penelitian dan Pengembangan (Researh and Development) menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini berikutnya diterapkan dalam aplikasi mobile berbasis android. Berdasarkan hasil validasi ahli terkait aplikasi Early Warning System didapati nilai rata-rata validasi adalah 4,71 dan persentase sebesar 94,4% sehingga dapat dikatakan aplikasi Early Warning System sangat valid.
TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP EARLY WARNING SYSTEM (EWS)
Suhaimi Fauzan;
Yoga Pramana;
Ikbal Fradianto;
M. Ali Maulana
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32660/jpk.v8i2.618
Salah satu indikator pelayanan kesehatan di rumah sakit yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah angka kematian pasien. Metode dalam menangani peningkatan kasus kematian adalah dengan mendeteksi kegawatan pasien sedini mungkin, misalnya dengan menggunakan early warning score (EWS). Pentingnya bagi seorang tenaga kesehatan (perawat) untuk memahami proses pengkajian dan pelaksaan EWS. Dampak buruk yang dapat terjadi akibat kelalaian penilaian kondisi pasien yaitu semakin memburuk nya kondisi pasien. Fenomena ini menjadi perhatian khusus, terutama pihak manajemen rumah sakit agar mengupayakan optimalisasi kemampuan EWS pada tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan data cross sectional. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan perawat dengan skor 0-4 (11%), 5-9 (42%), 10-14 (42%), dan 15-20 (5%). Hasil uji statistik menunjukkan nulai p value sebesar 0,000 antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan dalam menjalani earlywarningscore. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menjalankan early warning score.
Perilaku Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Saigon
Rahmawati, Nadia;
Nurahayu, Nada Westy;
Perdana, Rahmat Putra;
Fradianto, Ikbal;
Mita, Mita;
Noviani, Nabila Fitri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18581
Ibu hamil berperan krusial dalam usaha pencegahan stunting, hal ini dikarenakan status gizi dan kesehatan ibu selama masa kehamilan berpengaruh signifikan pada pertumbuhan serta perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Saigon. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling insidental. Dari total populasi, diambil sampel sebanyak 72 responden ibu hamil yang melakukan kunjungan Antenatal Care. Data dikumpulkan dan dilakukan uji statistik. Hasil menunjukkan bahwa 50% responden memiliki perilaku yang baik dalam pencegahan stunting. Hasil uji bivariat menunjukkan usia >35 tahun, multigravida, ibu hamil yang bekerja, dan pendidikan perguruan tinggi berkaitan dengan adanya perilaku baik dalam pencegahan stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku ibu hamil yang baik dalam pencegahan stunting berada pada rentang usia >35 tahun, multigravida, ibu hamil yang bekerja, serta adanya tingkat pendidikan perguruan tinggi.
PENGARUH EDUKASI CUCI TANGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN SERUMPUN CAHAYA
Dewi Amalia;
Fradianto , Ikbal;
Murtilita, Murtilita;
Fahdi, Faisal Kholid
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jika.v6i2.2196
Latar Belakang: Pengetahuan merupakan salah satu dari beberapa unsur yang dapat mempengaruhi cuci tangan. Sangat penting bahwa setiap orang di masyarakat, terutama siswa dan siswi belajar dan memahami perlunya mencuci tangan sejak dini. Menggunakan media audio visual untuk mendidik masyarakat tentang hidup sehat, cuci tangan, dan topik lainnya adalah salah satu pendekatan untuk menyebarkan informasi. Tujan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi cuci tangan menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan santri di pondok pesantren serumpun cahaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini secara Non probability sampling dengan teknik Total sampling yang berjumlah 43 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rangk test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi cuci tangan pada tingkat pengetahuan 33 responden atau 76,7% memiliki pengetahuan yang baik, 9 responden atau 20,9% memiliki pengetahuan cukup, dan 1 responden atau 2,3% memiliki pengetahuan kurang. Sesudah diberikan edukasi cuci tangan pada tingkat pengetahuan memiliki pengetahuan baik setelah mendapatkan edukasi cuci tangan 40 orang atau (93,0%), sedangkan pengetahuan cukup hanya 3 orang atau (7,0%). Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank tes dengan nilai p 0.000 atau p-value 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi cuci tangan menggunakan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan santri di pondok pesantren serumpun cahaya.
HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN TINGKAT NOMOPHOBIA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK
Miptaza, Dialika Putri;
Putri, Triyana Harlia;
Fradianto, Ikbal
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/tjnpe.v7i1.94691
ABSTRAK Nomophobia merupakan suatu ketakutan dan kecemasan berlebih yang dialami individu apabila tidak dapat mengakses layanannya. Kejadian nomophobia ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin dan usia, memiliki prestasi akademik yang tinggi, serta beberapa faktor lainnya seperti selfcontrol, fear of missing out, dan konsentrasi belajar. Faktor lain seperti kesepian juga diduga turut memberikan dampak pada timbulnya kejadian nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesepian dengan tingkat nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale version 3 dan kuesioner NMP-Q. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan didapatkan sebanyak 99 responden yang mengikuti penelitian ini. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat dengan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami tingkat kesepian pada kategori sedang sebanyak 66 responden (66,7%) dan mengalami tingkat nomophobia pada kategori sedang sebanyak 66 responden (66,7%). Berdasarkan uji bivariat didapatkan nilai p-value = 0,000 dan r = 0,364 yang menunjukkan adanya hubungan positif, artinya semakin tinggi tingkat kesepian maka semakin tinggi tingkat nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Pontianak. Terdapat korelasi antara tingkat kesepian dengan tingkat nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Pontianak. Kata kunci: Hubungan, Kesepian, Nomophobia, Remaja, SMA
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DEFISIENSI BESI
Andriani, Astrid Aisha;
Maulana, M. Ali;
Fradianto, Ikbal;
Rahmawati, Nadia;
S.U.A, Berthy
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/tjnpe.v7i1.94706
Background: Anemia is a critical health issue that demands urgent attention. In Indonesia, the prevalence of anemia soared to 72.3% in 2018 from 48.9% in 2013. Effective prevention of anemia requires widespread health education. Utilizing video and social media platforms is essential for reaching and educating a broader audience. Objective: A study aimed to assess the impact of health education on Instagram concerning the knowledge of iron deficiency anemia among adolescent girls. Method: This study involving 100 participants, utilized a pre-experimental design with pre-test and post-test assessments. Research instruments included health education videos, social media, and questionnaires. Analysis was conducted using the Wilcoxon test. Result: The results from the Wilcoxon test displayed a considerable increase in knowledge after the Instagram health education initiative. The results indicate a significant increase in knowledge after health education, with a p-value of less than 0.001.. This evidence underscores the positive influence of health education on Instagram in enhancing the understanding of iron deficiency anemia among adolescent girls.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA LUKA KAKI DIABETES YANG MENGALAMI INFEKSI: KAJIAN LITERATUR
Suparwati, Suparwati;
Fradianto, Ikbal
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53345/bimiki.v10i1.235
Pendahuluan: Infeksi merupakan masalah yang disebabkan karena perkembangan mikroorganisme yang merugikan. Pada luka kaki diabetes infeksi disebabkan karena bakteri. Infeksi ini dapat mengakibatkan amputasi hingga kematian. Namun bakteri yang menginfeksi sangat beragam dan belum diketahui secara pasti bakteri yang paling banyak menginfeksi luka. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui bakteri terbanyak yang ditemukan pada luka kaki diabetes.Metode: Pencarian literatur dilakukan pada Pubmed, Sage, Semantic Scholar dan Google Scholar. Kata kunci pencarian yang digunakan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yaitu “Diabetic AND foot ulcers AND Infection AND Bacteria” Sedangkan dalam bahasa Indonesia “luka AND kaki diabetes AND infection AND bakteri”.Hasil: Didapatkan 6760 artikel dengan 1 1 studi yang dilakukan analisa. Hasil analisis tersebut didapatkan bakteri terbanyak yang menginfeksi luka kaki diabetes dari gram positif Staphylococcus .A dan dari gram negatif yakni Pseudomonas. A. Kesimpulan: Infeksi pada luka kaki diabetes baik itu karena gram positif maupun negatif mengakibatkan waktu penyembuhan luka menjadi lama. Bakteri terbanyak yang ditemukan pada luka kaki diabetes adalah Staphylococcus .A dan Pseudomonas. A.