Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Bu'ulolo, Three Putri Nirmala; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Gulo, Hardikupatu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9865

Abstract

ABSTRACT The rapid development of educational technology demands innovative learning media that can enhance student engagement and learning outcomes. However, Biology instruction at SMA Negeri 1 Susua is still dominated by lecture-based methods and textbooks, resulting in low student participation and learning outcomes that have not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). This condition indicates a gap between the demands of 21st-century student-centered learning and the current teacher-centered instructional practices, highlighting the need for media that facilitate independent concept discovery. This study aimed to develop a Discovery Learning–based instructional video for Grade XI Biology and to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research subjects were 26 students of class XI-MIPA. The instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, and learning outcome tests, which were analyzed descriptively using a Likert scale and percentage techniques. The results showed that the developed video achieved a feasibility level of 82.29% (feasible) and a practicality level of 88.53% (very practical). The average learning outcome score reached 81.92 with a classical mastery level of 84.62%. Therefore, the Discovery Learning–based instructional video developed in this study is considered feasible, practical, and effective for Biology learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Susua masih didominasi metode ceramah dan buku paket sehingga partisipasi siswa rendah dan hasil belajar belum mencapai KKM. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga diperlukan media yang mendorong penemuan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Biologi kelas XI serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas XI-MIPA. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan persentase. Hasil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,29% (layak) dan uji kepraktisan sebesar 88,53% (sangat praktis). Nilai rata-rata hasil belajar mencapai 81,92 dengan ketuntasan klasikal 84,62%. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Biologi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI Telaumbanua, Berkat Iman; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Harefa, Agnes Renostini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9868

Abstract

ABSTRACT Low student engagement in the biology learning process often results in suboptimal learning outcomes, indicating the need for instructional models that can encourage student activeness and independence. This study aims to determine the effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes in Biology at SMA Negeri 1 Sawo. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of two classes, namely an experimental class that applied the Discovery Learning model and a control class that used conventional learning. The research instrument was a learning outcome test in the form of eight essay questions used to measure students’ conceptual understanding before and after the treatment. The results of data analysis showed that the calculated t-value of 5.964 was greater than the t-table value of 2.001 at a significance level of 0.05, indicating a significant effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes. These findings indicate that the implementation of Discovery Learning can enhance student engagement in the learning process and help students construct biological concepts more actively and independently. Therefore, the Discovery Learning model can serve as an effective and relevant instructional strategy to improve both the quality of the learning process and students’ biology learning outcomes at the secondary school level. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran biologi sering berdampak pada hasil belajar yang belum optimal, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Sawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk esai sebanyak delapan butir soal yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai t_hitung sebesar 5,964 lebih besar daripada t_tabel sebesar 2,001 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa membangun pemahaman konsep biologi secara lebih aktif dan mandiri. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar biologi di tingkat sekolah menengah.
Analisis Modul Ajar dalam Pembelajaran Biologi Pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Susua Laia, Mistariani; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Yaredi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dan kesesuaian isi komponen modul ajar dalam pembelajaran Biologi pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Susua. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap modul beberapa modul ajar yang digunakan di kelas X. Informan penelitian yaitu beberapa orang guru biologi kelas X di SMA Negeri 2 Susua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan komponen modul ajar telah mencapai nilai persentase 83%. Sementara itu, kesesuaian isi modul ajar dengan prinsip Kurikulum Merdeka hanya mencapai nilai persentase 64%. Sehingga dari keadaan tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar Biologi yang dianalisis telah cukup lengkap secara komponen, tetapi masih terdapat kelemahan dalam kesesuaian isi modul ajar dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 2 Tuhemberua Gea, Kristin Mintaria; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11297

Abstract

Untuk mencapai tujuan pendidikan maka pembelajaran harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk membantu perkembangan siswa dalam memperoleh tingkat kedewasaan, berpikir dan bertingkah laku yang benar, sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem salving. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem salving terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan tru eksperimen dengan desain randomized control-group pretest post tes design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Tuhemberua dan sampel penelitiannya adalah kelas VIII. Istrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa tes hasil belajar. Penelitian dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran kooperatif learning sedangkan di kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran problem salving. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran problem salving terhap hasil belajar peserta didik
Optimalisasi Kompetensi Guru melalui Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) di SMP Negeri 3 Sitolu’ori, Nias Utara Toroziduhu Waruwu; Novelina Andriani Zega; Hardikupatu Gulo; Agnes Renostini Harefa; Dasari Waruwu; Nofamataro Zebua; Ester Novi Kurnia Zebua
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v4i2.983

Abstract

Digital transformation in education requires teachers to be capable of integrating technology into the learning process. However, in reality, the utilization of digital media in schools remains suboptimal, particularly in the use of Augmented Reality (AR)-based learning media. This study aims to analyze the optimization of teachers’ competencies through AR-based learning media training at SMP Negeri 3 Sitolu’ori. The study employed a quantitative descriptive approach with a hands-on practice-based training design. The research subjects consisted of 19 teachers from various subject areas selected using purposive sampling techniques. Data were collected through observations, questionnaires, interviews, and documentation, and were analyzed using descriptive statistics and interactive analysis. The results showed that all research instruments were valid and highly reliable, with Cronbach’s Alpha values of 0.973 and 0.981. Most teachers demonstrated positive perceptions toward the use of AR media, with 87% categorized as good and very good. The training was also considered effective in improving teachers’ readiness, understanding, and confidence in developing technology-based learning. The findings indicate that AR media has significant potential to support interactive and innovative learning, although its implementation still faces challenges related to limited devices and the technical abilities of some teachers.
Analysis of the Effectiveness of Using AI-Generated Instructional Videos through Problem-Based Learning Model on Reconstruction of Fundamental Science Concepts Harefa, Edward; Zega, Novelina Andriani
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 10 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v10i1.3602

Abstract

The use of artificial intelligence (AI) has grown in elementary schools, but insufficient is known about the practical consequences of this technology, particularly as it pertains to the acquisition of scientific knowledge. Given that pre-service elementary teachers necessitate the cultivation of skills in intricate scientific ideas within problem-based learning (PBL) settings, there is an increasing demand for creative, technology-enhanced instructional resources. This study examines the influence of AI-generated instructional videos, created in accordance with recognized instructional design principles, on task performance, self-efficacy, and learning outcomes in pre-service elementary teachers. The present study utilized a within-subjects design with 186 participants, incorporating pretest, post-test, and transfer evaluations to measure the transferability and durability of learning. Substantial improvements were found from pre- to post-training, including a significant gain in self-efficacy (t(185)=7.12, p<0.001, d=1.04) and learning performance (e.g., immediate post-test t(185)=8.45, p<0.001). However, ANCOVA results indicated no significant advantage of the preview feature, such as in the delayed post-test (F(1,184)=0.65, p=.42) and transfer test (F(1,184)=0.18, p=.67). The results indicate that educational videos produced by artificial intelligence can substantially enhance knowledge transfer, retention, and self-efficacy, qualifying them as valuable resources for elementary teacher education in the field of elementary education.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Pemahaman Konsep IPA Siswa di SMP Swasta Masyarakat Damai Paskalius Halawa; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega; Yaredi Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5705

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menuntut siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memahami konsep secara mendalam melalui aktivitas ilmiah dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Namun, hasil observasi di SMP Swasta Masyarakat Damai menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA siswa masih rendah, ditandai dengan nilai rata-rata hasil belajar di bawah KKM, partisipasi belajar yang pasif, serta kurangnya kemampuan mengaplikasikan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas VII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas VII-A yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa tes objektif untuk mengukur pemahaman konsep IPA. Analisis data meliputi perhitungan skor pemahaman konsep dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa. Rata-rata nilai pre-test sebesar 59,53 meningkat menjadi 75,62 pada post-test. Persentase kategori “baik” meningkat dari 40,62% menjadi 87,50% dan muncul kategori “sangat baik” sebesar 3,12%. Nilai N-Gain sebesar 0,38 termasuk dalam kategori efektivitas sedang. Selain itu, peningkatan terjadi pada semua indikator pemahaman konsep, yaitu menjelaskan, menerapkan, mengelompokkan, dan merepresentasikan konsep IPA. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA melalui aktivitas kolaboratif, interaksi kelompok, dan tanggung jawab individu dalam menguasai materi. Dengan demikian, model Jigsaw dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.
Peran dan Strategi Guru Untuk Menghadapi Tantangan Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o Frengki Finsensius Gulo; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5706

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan karakteristik dan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Moro’o. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan guru yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang berorientasi pada kredibilitas temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai perencana pembelajaran, fasilitator, inovator, evaluator, serta penghubung antara kurikulum dan realitas lokal. Guru mampu menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), mengembangkan pengalaman belajar yang kontekstual, serta mengintegrasikan lingkungan sosial dan budaya ke dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar menjadi lebih relevan, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesenjangan kemampuan peserta didik, variasi pemahaman terhadap modul ajar dan proyek, serta penyesuaian terhadap paradigma pembelajaran baru yang memberi ruang lebih besar pada kemandirian siswa. Dalam menghadapi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi adaptif berupa Project Based Learning, Inkuiri Terbimbing, diferensiasi pembelajaran, hingga evaluasi autentik, disertai peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pemanfaatan platform digital. Strategi ini memungkinkan guru menyesuaikan praktik pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah, sehingga Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan secara lebih optimal.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Di Kelas V UPTD SD Negeri 070986 Ononamolo 1 Lot Anggelika Kristiani Bate'e; Eka Periaman Zai; Indah Wijaya Lase; Novelina Andriani Zega
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik di kelas V UPTD SD Negeri 070986 Ononamolo 1 Lot pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi tersebut disebabkan dari penggunaan model pembelajaran yang masih bersifat konvesioanal dan kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick serta meningkatkan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya model pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD SD Negeri 070986 Ononamolo 1 Lot, dengan subjek penelitian peserta didik kelas V semester II tahun 2025/2026 yang berjumlah 20 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan desain dalam model penelitian menggunakan model Kemmis dan Taggart dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I, rata-rata hasil lembar observasi guru 67,49% sedangkan rata-rata lembar observasi peserta didik sebesar 60,62%. Rata-rata hasil belajar peserta didik 66,9 dengan persentase ketuntasan 55%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, dengan hasil rata-rata lembar observasi guru 91,66% sedangkan rata-rata lembar observasi peserta didik sebesar 91,24%. Hasil belajar peserta didik juga meningkat dengan rata-rata hasil belajar 86,5 dengan persentase ketuntasan mencapai 85%. Dari hasil penelitian di atas, maka implementasi model pembelajaran kooperatif tipe talking stick efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V UPTD SD Negeri 070986 Ononamolo 1 Lot.
Analisis Penggunaan Alat Peraga Pada Pembelajaran IPA di SMK Negeri 1 Hiliduho Firman Jaya Zalukhu; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7104

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat sekolah menengah kejuruan memerlukan penggunaan media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memahami konsep secara konkret. Salah satu media yang dapat digunakan adalah alat peraga IPA, karena dapat memberikan pengalaman belajar melalui objek yang dapat diamati secara langsung. Namun, penggunaan alat peraga dalam pembelajaran perlu dianalisis untuk mengetahui pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Hiliduho. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat peraga IPA dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Hiliduho serta mengetahui manfaat penggunaannya terhadap pemahaman, minat, dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian terdiri atas guru IPA dan peserta didik yang terlibat dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran dengan menggunakan alat peraga, sedangkan wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman dan tanggapan informan terhadap penggunaan alat peraga IPA. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga IPA, khususnya torso, membantu guru dalam menjelaskan materi pembelajaran secara lebih konkret dan sistematis. Penggunaan alat peraga juga memudahkan peserta didik dalam memahami konsep yang sulit melalui pengamatan langsung terhadap objek yang dipelajari. Selain itu, penggunaan alat peraga mampu meningkatkan perhatian, minat, motivasi, dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa alat peraga IPA memiliki peran penting sebagai media pendukung pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, aktif, dan bermakna. Implikasi penelitian ini adalah perlunya optimalisasi penggunaan alat peraga oleh guru serta dukungan sekolah dalam menyediakan sarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan materi IPA.
Co-Authors Anggelika Kristiani Bate'e Asni Junita Zega Baeha, Anggun Marfirah Bate’e, Riston Iman Bu'ulolo, Three Putri Nirmala Daeli, Dirikan Hati Dalifati Ziliwu Dasari Waruwu Dedi Susanti Mendrofa Desman Telaumbanua Desman Telaumbanua Dohona, Siska Tri Sintia Edward Harefa Elsaria Zendrato EMANUEL ZEBUA Ester Novi Kurnia Zebua Firman Jaya Zalukhu Frengki Finsensius Gulo Gea, Deswan Gea, Fifitriani Gea, Juwita Kristiani Gea, Kristin Mintaria Gea, Sehati GEA, SEPI FITA SARI Gea, Yusmori Isra Gulo, Denika Gulo, Desta Mawati Gulo, Fantasi Iman Gulo, Jovial Vince Hasrat Gulo, Joycellin Gabriela Gulo, Margaret Mesra Wati GULO, NESTIN WANTALENTA Gulo, Piderman GULO, REMILIANTI Halawa, Desheriasti Halawa, Erik Arisman Halawa, Kadini Kurniawati Halawa, Meiman Halawa, Tektonius Halawa, Wa’adil Hardikupatu Gulo Hardikupatu Gulo HAREFA , AGNES RENOSTINI Harefa, Agnes Renostini Harefa, Alirwan Forniat Harefa, Angel Renostini Harefa, Enjel Otniat Putri Harefa, Gita Claresta Evelyn Harefa, Jenni Putri Harefa, Kasih Putri Harefa, Lindawati Harefa, Winndy Adian Sari Hartanilah Zalukhu Hia, Efori Hia, Jun Mestika Fati Hulu, Adil Hati Hulu, Debi Rebeka Hulu, Kharisman Hulu, Lisna Dewita Hulu, Mistariani Putri HULU, TRIS DESNIAT NATALIA Hulu, Yoren Oktariani Ibefati Zai Indah Wijaya Lase Kharisman Alfandi Laoli Lafau, Arni Lahagu, Albertus Lahagu, Analisi Lahagu, Aperius Lahagu, Jelinus Lahagu, Kensi Agnes Sofyanti LAIA, AGUSTINA MARNATA Laia, Aldin Putra Jaya Laia, Mistariani Laia, Samilinda Laoly , Li Isatri Lase, Cindri Lase, Destalena Libertini Lase, Imelda Sofiana Lase, Lilis Febrika Putri Lase, Nofeberius Lase, Setiawan Lase, Suci Hati Lawolo, Riniat Maruhawa, Ismi Andani Masalena Harefa Mei Putra Telaumbanua Mendrofa, Desinurani Miseri Cordias Zega Moriani Tafonao Natalia Kristiani Lase Natalia Kristiani Lase, Natalia Kristiani Nathanael Sitanggang Nazara, Agustiaman Nazara, Melvan Nastuti Nazara, Sudieli Ndraha, Fita Kritiani Ndruru, Trisnawati Nikolas Folfin Daeli Nofamataro Zebua Noperiusman Gea Orderzil Orderzil Paskalius Halawa ROHMAT POLINUS ZILIWU Sokhizaro Hulu SUDARMAN ZEBUA Sudiria Harefa Telaumbanua, Angeli Valentina Telaumbanua, Berkat Iman Telaumbanua, Faustus Telaumbanua, Jun Mardin Telaumbanua, Titi Krisnawati Telaumbanua, Yovita Florentina Waruwu, Antorius Waruwu, Astri Purna Wati Waruwu, Jernih Puspita Sari Waruwu, Linda Fatmawati Waruwu, Sela Marselina Waruwu, Toroziduhu Waruwu, Yaredi Waruwu, Yuri Yaredi Waruwu Yertamina Waruwu ZAI, EKA PERIAMAN Zai, Masleni Zai, Mitra Semestriani Zalukhu, Agneris Zebua, Abertina Zebua, Dela Krisno Zebua, Fitri Arni Zebua, Putri Berlian Zebua, Yohana Krida Intan Warni ZEGA, BOY RICARDO Zega, Listen Arahan Zega, Melda Yanti Zega, Otanius Zega, Perlindungan