Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNG SITOLI SELATAN Laia, Aldin Putra Jaya; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9773

Abstract

teaching materials that have not yet encouraged students to think critically and solve problems independently in science learning at UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. This condition indicates the need for more innovative teaching materials that promote active student involvement in the learning process. This study aims to develop an inquiry-based module on the topic of the human circulatory system for eighth-grade junior high school students and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness. The study employed a research and development method using the 4-D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed module obtained a very high level of validity from experts, a very high level of practicality based on student trials, and an effectiveness level that indicated improvement in student learning outcomes. These findings indicate that the inquiry-based module can support more active learning and help students better understand the concept of the human circulatory system. Therefore, the developed inquiry-based module is considered feasible, practical, and effective to be used as a teaching material in science learning for eighth-grade junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri pada materi sistem peredaran darah manusia kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, respons peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat layak dari para ahli, tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan uji coba kepada peserta didik, serta tingkat efektivitas yang menunjukkan peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri dapat mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan membantu peserta didik memahami konsep sistem peredaran darah manusia secara lebih baik. Dengan demikian, modul berbasis inkuiri yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas VIII SMP.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KREATIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN IPA KELAS VIII SMP NEGERI 1 HILIDUHO Zebua, Yohana Krida Intan Warni; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Yaredi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9774

Abstract

ABSTRACT Science learning at SMP Negeri 1 Hiliduho is still predominantly teacher-centered, resulting in limited student participation and the underdevelopment of students' creativity. This condition indicates the need for an instructional model that can encourage active participation and interaction among students. This study aims to determine the effect of the Jigsaw cooperative learning model on the creativity of eighth-grade students in science learning. The research employed a quasi-experimental method with a nonequivalent posttest-only control group design. The sample consisted of 28 students in the experimental class and 25 students in the control class selected through purposive sampling. The research instrument was a creativity test that had met validity and reliability criteria. Data were collected through tests and documentation and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and an independent t-test. The results showed that the average posttest score of the experimental class was higher than that of the control class, and the difference was statistically significant. These findings indicate that the implementation of the Jigsaw cooperative learning model can enhance student interaction, increase active participation, and develop students' creative thinking skills in science learning. Therefore, the Jigsaw cooperative learning model has an effect on improving students' creativity. ABSTRAK Pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Hiliduho masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam proses belajar relatif rendah dan kreativitas siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong partisipasi aktif dan interaksi antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kreativitas siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa pada kelas eksperimen dan 25 siswa pada kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kreativitas yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dan perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan interaksi, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap peningkatan kreativitas siswa.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO'OA Hulu, Mistariani Putri; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9823

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ scientific literacy, particularly in the aspects of concept application and scientific reasoning, indicates a gap between the demands of the Merdeka Curriculum and teacher-centered instructional practices at SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. The use of interactive digital media has not been optimized, highlighting the need for more contextual and participatory learning innovations. This study aims to analyze the effect of E-module implementation on improving students’ scientific literacy. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class (using E-modules) and a control class (conventional learning). Data were collected through valid and reliable scientific literacy tests and questionnaires and analyzed using an Independent Samples t-test (α = 0.05). The results revealed a significant difference (Sig. < 0.05), with the experimental class achieving higher mean scores. These findings confirm that E-modules effectively enhance scientific literacy and provide empirical support for strengthening digital learning implementation within the Merdeka Curriculum at the junior secondary level. ABSTRAK Rendahnya literasi sains peserta didik, khususnya pada aspek penerapan konsep dan penalaran ilmiah, menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Pemanfaatan media digital interaktif belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan E-modul terhadap peningkatan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen (menggunakan E-modul) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes dan angket literasi sains yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-test (α = 0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05) dengan rata-rata literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa E-modul efektif meningkatkan literasi sains dan memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat SMP.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Bu'ulolo, Three Putri Nirmala; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Gulo, Hardikupatu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9865

Abstract

ABSTRACT The rapid development of educational technology demands innovative learning media that can enhance student engagement and learning outcomes. However, Biology instruction at SMA Negeri 1 Susua is still dominated by lecture-based methods and textbooks, resulting in low student participation and learning outcomes that have not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). This condition indicates a gap between the demands of 21st-century student-centered learning and the current teacher-centered instructional practices, highlighting the need for media that facilitate independent concept discovery. This study aimed to develop a Discovery Learning–based instructional video for Grade XI Biology and to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research subjects were 26 students of class XI-MIPA. The instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, and learning outcome tests, which were analyzed descriptively using a Likert scale and percentage techniques. The results showed that the developed video achieved a feasibility level of 82.29% (feasible) and a practicality level of 88.53% (very practical). The average learning outcome score reached 81.92 with a classical mastery level of 84.62%. Therefore, the Discovery Learning–based instructional video developed in this study is considered feasible, practical, and effective for Biology learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Susua masih didominasi metode ceramah dan buku paket sehingga partisipasi siswa rendah dan hasil belajar belum mencapai KKM. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga diperlukan media yang mendorong penemuan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Biologi kelas XI serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas XI-MIPA. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan persentase. Hasil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,29% (layak) dan uji kepraktisan sebesar 88,53% (sangat praktis). Nilai rata-rata hasil belajar mencapai 81,92 dengan ketuntasan klasikal 84,62%. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Biologi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI Telaumbanua, Berkat Iman; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Harefa, Agnes Renostini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9868

Abstract

ABSTRACT Low student engagement in the biology learning process often results in suboptimal learning outcomes, indicating the need for instructional models that can encourage student activeness and independence. This study aims to determine the effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes in Biology at SMA Negeri 1 Sawo. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of two classes, namely an experimental class that applied the Discovery Learning model and a control class that used conventional learning. The research instrument was a learning outcome test in the form of eight essay questions used to measure students’ conceptual understanding before and after the treatment. The results of data analysis showed that the calculated t-value of 5.964 was greater than the t-table value of 2.001 at a significance level of 0.05, indicating a significant effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes. These findings indicate that the implementation of Discovery Learning can enhance student engagement in the learning process and help students construct biological concepts more actively and independently. Therefore, the Discovery Learning model can serve as an effective and relevant instructional strategy to improve both the quality of the learning process and students’ biology learning outcomes at the secondary school level. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran biologi sering berdampak pada hasil belajar yang belum optimal, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Sawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk esai sebanyak delapan butir soal yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai t_hitung sebesar 5,964 lebih besar daripada t_tabel sebesar 2,001 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa membangun pemahaman konsep biologi secara lebih aktif dan mandiri. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar biologi di tingkat sekolah menengah.
Analisis Modul Ajar dalam Pembelajaran Biologi Pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Susua Laia, Mistariani; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Yaredi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dan kesesuaian isi komponen modul ajar dalam pembelajaran Biologi pada Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Susua. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap modul beberapa modul ajar yang digunakan di kelas X. Informan penelitian yaitu beberapa orang guru biologi kelas X di SMA Negeri 2 Susua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan komponen modul ajar telah mencapai nilai persentase 83%. Sementara itu, kesesuaian isi modul ajar dengan prinsip Kurikulum Merdeka hanya mencapai nilai persentase 64%. Sehingga dari keadaan tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar Biologi yang dianalisis telah cukup lengkap secara komponen, tetapi masih terdapat kelemahan dalam kesesuaian isi modul ajar dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Co-Authors Asni Junita Zega Baeha, Anggun Marfirah Bate’e, Riston Iman Bu'ulolo, Three Putri Nirmala Daeli, Dirikan Hati Dalifati Ziliwu Dedi Susanti Mendrofa Desman Telaumbanua Desman Telaumbanua Dohona, Siska Tri Sintia Elsaria Zendrato EMANUEL ZEBUA Frengki Finsensius Gulo Gea, Deswan Gea, Fifitriani Gea, Juwita Kristiani Gea, Kristin Mintaria Gea, Sehati GEA, SEPI FITA SARI Gea, Yusmori Isra Gulo, Denika Gulo, Desta Mawati Gulo, Fantasi Iman Gulo, Jovial Vince Hasrat Gulo, Joycellin Gabriela Gulo, Margaret Mesra Wati GULO, NESTIN WANTALENTA Gulo, Piderman GULO, REMILIANTI Halawa, Desheriasti Halawa, Erik Arisman Halawa, Kadini Kurniawati Halawa, Meiman Halawa, Tektonius Halawa, Wa’adil Hardikupatu Gulo Hardikupatu Gulo HAREFA , AGNES RENOSTINI Harefa, Agnes Renostini Harefa, Alirwan Forniat Harefa, Angel Renostini Harefa, Enjel Otniat Putri Harefa, Gita Claresta Evelyn Harefa, Jenni Putri Harefa, Kasih Putri Harefa, Lindawati Harefa, Winndy Adian Sari Hartanilah Zalukhu Hia, Efori Hia, Jun Mestika Fati Hulu, Adil Hati Hulu, Debi Rebeka Hulu, Kharisman Hulu, Lisna Dewita Hulu, Mistariani Putri HULU, TRIS DESNIAT NATALIA Hulu, Yoren Oktariani Ibefati Zai Kharisman Alfandi Laoli Lafau, Arni Lahagu, Albertus Lahagu, Analisi Lahagu, Aperius Lahagu, Jelinus Lahagu, Kensi Agnes Sofyanti LAIA, AGUSTINA MARNATA Laia, Aldin Putra Jaya Laia, Mistariani Laia, Samilinda Laoly , Li Isatri Lase, Cindri Lase, Destalena Libertini Lase, Imelda Sofiana Lase, Lilis Febrika Putri Lase, Nofeberius Lase, Setiawan Lase, Suci Hati Lawolo, Riniat Maruhawa, Ismi Andani Masalena Harefa Mei Putra Telaumbanua Mendrofa, Desinurani Miseri Cordias Zega Moriani Tafonao Natalia Kristiani Lase Natalia Kristiani Lase, Natalia Kristiani Nathanael Sitanggang Nazara, Agustiaman Nazara, Melvan Nastuti Nazara, Sudieli Ndraha, Fita Kritiani Ndruru, Trisnawati Nikolas Folfin Daeli Noperiusman Gea Orderzil Orderzil Paskalius Halawa ROHMAT POLINUS ZILIWU Sokhizaro Hulu SUDARMAN ZEBUA Sudiria Harefa Telaumbanua, Angeli Valentina Telaumbanua, Berkat Iman Telaumbanua, Faustus Telaumbanua, Jun Mardin Telaumbanua, Titi Krisnawati Telaumbanua, Yovita Florentina Waruwu, Antorius Waruwu, Astri Purna Wati Waruwu, Jernih Puspita Sari Waruwu, Linda Fatmawati Waruwu, Sela Marselina Waruwu, Toroziduhu Waruwu, Yaredi Waruwu, Yuri Yaredi Waruwu Yertamina Waruwu Zai, Masleni Zai, Mitra Semestriani Zalukhu, Agneris Zebua, Abertina Zebua, Dela Krisno Zebua, Fitri Arni Zebua, Putri Berlian Zebua, Yohana Krida Intan Warni ZEGA, BOY RICARDO Zega, Listen Arahan Zega, Melda Yanti Zega, Otanius Zega, Perlindungan