Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Anak Usia 5-6 Tahun melalui Model Pembelajaran Children Learning in Science Hidayat, Tina Oktaviany; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun melalui model pembelajaran children leraning in science. Keterampilan proses sains yang dilatihkan pada anak meliputi keterampilan mengamati, menduga, mengklasifikasikan, dan mengkomunikasikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peneliti. Subjek penelitian di TK Arrasyid pada kelompok anak usia 5-6 tahun berjumlah 13 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Pada pra tindakan keterampilan proses sains anak mencapai 35,57% dengan kriteria mulai berkembang, pada siklus I menjadi 58,68% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, dan pada akhir tindakan di siklus II meningkat menjadi 87,98% serta berada dalam kriteria berkembang sangat baik. Dengan demikian, model pembelajaran children learning in science dapat meningkatkan keterampilan proses sains anak.
Pengaruh Eksperimen Pencampuran Warna terhadap Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini Nurannisa, Nina; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh eksperimen pencampuran warna terhadap kemampuan berpikir logis anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design. Peneliti menggunakan alat ukur kemampuan berpikir logis pada 8 anak usia 5-6 tahun di Kampung Cihanjuang RW.002. hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen pencampuran warna memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir logis anak usia 5-tahun, rata-rata hasil Pretest sebelum perlakuan sebesar 3% dan menjadi 6% pada posttest sesudah perlakuan. Uji hipotesis menunjukan nilai (a) sebesar 0,011, yang lebih kecil dari 0,05, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan antara rata-rata hasil Pretest dan Posttest dalam kemampuan berpikir logis anak usia dini. Disimpulkan, kegiatan eksperimen pencampuran warna berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di Kampung Cihanjuang RW.002.
Peran Guru dalam Perkembangan Literasi Pada Anak Usia Dini Rahmah, Fadila; Huriyah, Fauziyah Syarifatul; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.6998

Abstract

Literasi merupakan suatu kemampuan dalam membaca dan menulis untuk memecahkan suatu masalah, memenuhi berbagai kebutuhan individu, mempelajari berbagai informasi baru dan menemukan berbagai kesenangan dalam bentuk kata yang tertulis. Berdasarkan hasil survei Central Connectucut State University (CCSU) pada tahun 2016, dalam World’s Most Literate Nations Ranked tentang pemeringkatan perilaku literasi dan sumber yang mendukung literasi pada 61 negara, menyatakan bahwa negara Indonesia berada pada urutan ke-60 “rendahnya minat literasi pada anak usia dini” jauh berada di bawah negara Malaysia dan Singapore. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui upaya apa saja yang dapat diimplementasikan oleh pendidik atau peran pendidik di sekolah dalam mengoptimalisasikan kemampuan literasi pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research yang mana subjek penelitian ini menelaah beberapa artikel yang relevan dan ditujukan untuk anak usia 4-6 tahun. Hasil dari penelitian ini yaitu peran pendidik dalam upaya mengembangkan kemampuan literasi pada anak usia dini dapat mengimplementasikan berbagai strategi atau metode dan media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi, diantaranya; penggunaan media big book; media kartu bergambar; mendongeng; media dadu literasi; media science book; dan media digital.
Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembelajaran Anak Usia Dini Apipah, Faza Tsamrotul; Qonita, Qonita; Mulyana, Edi Hendri
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7214

Abstract

Artikel bertujuan menggali berbagai upaya guru dalam menerapkan nilai Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada pembelajaran anak usia dini. Nilai sila pertama Pancasila ini merupakan nilai utama yang harus distimulasi sejak dini. Hal ini penting dilakukan agar anak dapat berperilaku sesuai dengan nilai Ketuhanan di masa dewasa kelak. Dalam menggali hal tersebut penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Desain penelitian berupa penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru di KOBER Al-Ittihad Tasikmalaya. Hasil penelitian bahwa berbagai upaya guru dalam menanamkan nilai Pancasila Ketuhanan pada anak usia dini dilakukan dengan beragam metode, media, dan pembiasaan. Metode yang digunakan berupa bernyanyi, storytelling, bermain, dan outing class. Media yang digunakan yaitu buku cerita, media gambar, video animasi, dan miniatur peraga. Pembiasaan yang dilakukan yaitu mengucap salam, berdoa, mengenalkan asmaul husna, surat, dan doa serta pembiasaan salat dhuha. Guru hendaknya lebih memperhatikan dalam menanamkan nilai Pancasila sehingga anak dapat terbiasa berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
Upaya Guru Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Pada Anak Usia Dini Nurhayati, Rika; Qonita, Qonita; Mulyana, Edi Hendri
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7213

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggali strategi guru dalam menanamkan karakter peduli lingkungan pada anak. Penanaman karakter peduli lingkungan sangat diharapkan menjadi upaya untuk melindungi lingkungan hidup sekitar kita, sehingga dengan menanamkan karakter peduli lingkungan pada anak diharapkan menjadi upaya untuk menjaga alam dan mencegah kerusakan lingkungan yang saat ini menjadi permasalahan yang krusial. Permasalahan lingkungan hidup saat ini memang menjadi permasalahan yang paling sering terjadi di Indonesia khususnya lingkungan sekitar kita. Dalam menggali hal tersebut, penulis menggunakan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus serta menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Partisipan pada penelitian ini adalah guru TK Negeri Pembina Tasikmalaya. Peneliti memilih lokasi penelitian tersebut karena TK Negeri Pembina memiliki lingkungan sekolah yang luas dan tanah yang subur sehingga dapat lebih menunjang untuk proses pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi positif terhadap pengembangan pendidikan lingkungan di sekolah, menunjukkan bahwa melalui pembiasaan dan keteladanan, karakter peduli lingkungan dapat ditanamkan efektif pada anak-anak sejak dini.
Dasar Kebutuhan Pengembangan Buku Panduan Permainan STEAM Berbasis Coding untuk Guru PAUD Anggraeni, Indri; Qonita, Qonita; Mulyana, Edi Hendri
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i2.7617

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan guru untuk terbiasa memanfaatkan teknologi. Selain itu, meninjau permasalahan mengenai kurangnya pemahaman guru dalam penerapan konsep pembelajaran STEAM dan kebutuhan panduan untuk pemanfaatan pembelajaran coding sebagai media digital untuk permainan STEAM. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi dan data mengenai dasar kebutuhan pengembangan buku panduan permainan STEAM berbasis coding untuk guru PAUD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) dengan model generic karya McKenney Reeves, namun tahapan yang dijelaskan peneliti hanya pada tahap identifikasi dan analisis masalah. Subjek penelitian yaitu empat orang guru dari lembaga PAUD yang berbeda di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data penelitian terdiri dari wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dasar kebutuhan pengembangan buku panduan permainan berbasis coding yaitu mudah dipahami, bahasa yang digunakan sederhana, langkah-langkah jelas, memiliki gambar yang jelas, penjelasan istilah yang kurang familiar agar petunjuk mudah dipahami, serta pemilihan topik pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sains yang tidak dapat dihadirkan di dalam kelas. Dengan demikian, data dan informasi akan dijadikan sebagai kebutuhan untuk merancang produk buku panduan permainan STEAM berbasis coding.
Upaya Guru dalam Mencapai Kematangan Kemampuan Sosial Emsoional Anak melalui Bermain Peran Solihah, Zahira Auladina; Qonita, Qonita; Mulyana, Edi Hendri
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v6i1.7232

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggali bagaimana upaya guru dalam mencapai kematangan perkembangan sosial emosional anak usia dini, melalui bermain peran. Kematangan perkembangan sosial emosional dibutuhkan dalam mempersiapkan anak untuk menjalankan pendidikan serta kehidupannya di masa mendatang. Hal tersebut penting dicapai sehingga, kemampuan anak dalam sosial emosional dapat mencapai kematangan sesuai yang dibutuhkan. Dalam menggali hal tersebut, metode yang digunakan penelitian ini ialah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Dengan perolehan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru di TK yang diteliti sebagai subjek. Hasil penelitian yang diperoleh selama penelitian ialah bahwa upaya guru yang dilakukan dalam mencapai kematangan perkembangan sosial emosional dapat mengalami peningkatan pada anak melalui bermain peran. Melalui bermain peran, anak mendapatkan kesempatan dalam belajar lebih berinteraksi, memahami emosi yang diamati, serta melatih kemampuan berkomunikasi serta berinteraksi. Dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam mencapai kematangan perkembangan sosial emosional melalui bermain peran dapat memperoleh peningkatan, ditentukan pada teknik yang digunakan guru dalam kegiatan bermain peran, meliputi dalam peran yang dipilih, keterlibatan anak dalam proses kegiatan bermain peran.
Analisis Kebutuhan Media Digital Interaktif dalam Pembelajaran STEAM untuk Memfasilitasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Anissa Salsabila, Siti Rahma; Rahman, Taopik; Qonita, Qonita
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v5i2.705

Abstract

This research is motivated by the suboptimal use of digital media in schools for learning. The purpose of this study is to analyze the need for developing interactive digital media in STEAM learning. This study uses the Educational Design Research (EDR) method with a qualitative approach, through observations and interviews with four early childhood education institutions in Tasikmalaya City. The results show that schools have not optimally utilized the digital media provided by the school. Media use in learning is 70% for YouTube videos, 15% for PPT, and 10% for quiz-based games. This is due to teachers' lack of understanding of digital media usage, so they cannot utilize it optimally. The results show that 90% of children are more focused and understand the material delivered through digital media. Therefore, digital media affects cognitive abilities, especially in the ability to understand concepts and materials. Based on the findings, it shows the potential to develop interactive digital media in STEAM learning for early childhood to facilitate cognitive developmen
Profesionalisme Guru TK: Ditinjau dari Aspek Gaji dan Motivasi Kerja di Kecamatan Tawang dan Cipedes Abdullah Napi Alas’ari, Aji; Hendri Mulyana, Edi; Qonita, Qonita
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v5i2.724

Abstract

This study addresses the scarcity of research on the professionalism of kindergarten teachers in relation to salary and work motivation, despite its substantial impact on the quality of early childhood education in Indonesia. Using a qualitative case study approach, the research involved six kindergarten teachers (n = 6) from Tawang and Cipedes sub-districts, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, direct observation, and document analysis, and analyzed thematically to identify recurring patterns and themes. Findings reveal that low salary remains a major barrier to improving teacher welfare and professionalism, whereas intrinsic work motivation—such as passion for teaching and commitment to children’s development—remains consistently high among participants. School-led initiatives, including professional training and non-financial rewards, positively influence teacher confidence and professional competence, yet do not fully address financial challenges. The study confirms the relevance of Herzberg’s two-factor theory, indicating that both salary (hygiene factor) and motivation (motivator factor) are critical for fostering professionalism in early childhood education. Ethical approval was obtained from relevant authorities, and informed consent was secured from all participants. The results offer theoretical insights into teacher professionalism and practical implications for policymakers and school leaders to design effective welfare policies and professional development programs
Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Loose Part Maulany, Fany; Rahman, Taopik; Qonita, Qonita
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v5i2.735

Abstract

Early childhood is a very important developmental stage in shaping children's character, thinking skills, and creativity, where children quickly respond to stimuli through learning experiences that are appropriate to their developmental stage. This study aims to improve the creativity of children aged 5–6 years through loose parts learning at Amal Sholeh Islamic Kindergarten in Tasikmalaya. The study used the Classroom Action Research (CAR) method model of Kemmis and McTaggart with four stages: Planning, Acting, Observing, and Reflecting. The research subjects were 17 children. Children's creativity was assessed based on five indicators: Fluency, Flexibility, Originality, Elaboration, and Sensitivity. The results of the study showed a significant increase in the planning and implementation of learning by teachers, as well as the development of children's creativity. In the pre-cycle stage, children's creativity abilities only achieved 15.8% (Undeveloped). In the first cycle, the teacher's ability in planning only got 78.5%, then the teacher's ability in implementation only got 52.7%. After improvement, in the second cycle, the teacher's ability in planning increased to 92.8%, for the teacher's ability in implementation also increased to 75%, then for the child's creativity ability increased to 51.1% (Developing According to Expectations). Until its peak in the third cycle, the teacher's ability in planning increased to 98.2%, and the teacher's ability in implementation increased to 94.4%, and for the child's creativity ability increased to 83.8% (Developing Very Well). This finding shows that loose part learning is effective in stimulating the creativity of early childhood and can be a strategy for stimulating the development of creativity at an early age, and can be an alternative innovation in learning that is fun and meaningful