Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Guru PAUD tentang Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam Pembelajaran STEM Putri, Dini Andriyani; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24875

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya pemahaman dan integrasi komponen Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran di tingkat PAUD menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk mendukung pembelajaran STEM yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pandangan guru PAUD mengenai penerapan TPACK dalam pembelajaran STEM. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden penelitian melibatkan 63 guru PAUD di wilayah penelitian Berdasarkan hasil analisis data, persepsi guru PAUD tentang TPACK dalam pembelajaran STEM yang terdiri dari tujuh komponen menunjukkan bahwa persepsi tertinggi berada pada Content Knowledge (CK) dengan rata-rata sebesar 36,5 (22%), sedangkan persepsi terendah berada pada Technological Pedagogical Knowledge (TPK) dengan rata-rata sebesar 15,8 (9,6%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru PAUD tentang TPACK dalam pembelajaran STEM dikategorikan baik. Kategori ini ditentukan berdasarkan hasil analisis data dari komponen-komponen TPACK dan penyebaran angket kepada guru PAUD di Kecamatan Cipedes
VIDEO BEKAL MAKAN TRANDING, UPAYA MENGURANGI ANGKA STUNTING Apriliani, Silvi; Sianturi, Risbon; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
Journal of Childhood Education, Development and Parenting Vol 2 No 1 (2024): Vol. 2 No. 1 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/bocil.v2i1.1200

Abstract

Abstract Stunting is a condition where children lack proper nutrition and nutritional intake. Lack of understanding from various parties causes high levels of stunting, even from the smallest scope, namely parents who do not provide quality nutrition which is considered very fatal. Video creations for school lunches which have been trending recently are an answer to overcome this problem. This qualitative study aims to find out how effective the trending school lunch video is in having a good impact on the understanding of parents and teachers in providing quality and interesting food supplies, of course. This research compares two schools, which implement the provision of bergzi school meals, with schools that do not implement this process due to a lack of information or digital literacy regarding circulating videos. The collected data was analyzed using the "T Test" where the analysis process was carried out by looking at the differences between the two groups. The results of this research show that the trending school lunch videos have an impact on parents in serving similar food supplies based on nutritional fulfillment and creativity in serving food which can attract children's attention. This effort will run well if there is active collaboration between teachers and parents at school in implementing nutritious food supplies to reduce stunting rates. Keyword: School lunchcreation video, reduction efforts, stunting ABSTRAK Stunting merupakan kondisi dimana, anak kurang akan asupan gizi dan nutrisi dengan baik. Kurangnya pemahaman dari berbagai pihak menyebabkan tingginya angka stunting, bahkan dari lingkup terkecil yakni orang tua tidak mampu memberikan asupan yang berkualitas dan dianggap sangat fatal. Video kreasi bekal sekolah yang belakangan ini tranding menjadi suatu jawaban untuk mengatasi hal tersebut. Studi kualitatif ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas video bekal makanan sekolah yang tranding, yang memberikan dampak yang baik terhadap pemahaman orang tua dan guru dalam memberikan bekal makan yang berkuaitas dan menarik tentunya. Penelitian ini membandingkan dua sekolah, dimana yang menerapkan pemberian bekal makan sekolah bergzi, dengan sekolah yang tidak menerapkan proses tersebut dikarenakan, kurangnya informasi atau literasi digital akan video yang beredar. Data yang terkumpul dianalisis dengan “Uji T” dimana proses analisis dilaksanakan dengan melihat perbedaan anatara dua kelompok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa video bekal makan sekolah yang tranding memberikan dampak kepada orang tua dalam menyajikan bekal makanan yang didasarkan pada pemenuhan gizi dan kreatifitas dalam menyajikan makanan dimana hal tersebut dapat menarik perhatian anak. Upaya tersebut akan berjalan dengan baik apabila adanya kolaborasi aktif anatar guru dan orang tua di sekolah dalam menerapkan bekal makanan bergizi dalam mengurangi angka stunting. Kata Kunci: Video kreasi bekal sekolah, upaya mengurangi, stunting.
Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun di TK Joy Kids National Plus Tasikmalaya Nurhayati, Rika; Qonita, Qonita; Hendri Mulyana, Edi
Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025): Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/arraihanah.v5i2.706

Abstract

This study aims to describe the level of creativity among children aged 5–6 years at TK Joy Kids National Plus Tasikmalaya, based on four main aspects: fluency, flexibility, originality, and elaboration. A quantitative descriptive method was used, involving 20 children as participants. The results showed that most children were at a moderate level of creativity, with notable strengths in generating many ideas (fluency) and coming up with unique ideas (originality). However, the ability to think from different perspectives (flexibility) varied among children, and the skill of developing ideas in more detail (elaboration) was still in progress. Based on these findings, it is recommended that learning strategies be adjusted to each child's needs and that the learning environment be made more stimulating to help develop their creativity more effectively. The implication of this study is the need to develop more flexible, contextual, and child-centered learning strategies to support the equal development and enhancement of all aspects of creativity—particularly flexibility and elaboration—while also acknowledging the limitation in generalizability, as the research was conducted at a single institution
Penerapan Program untuk Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di TK An-Nur Kecamatan Sindangkasih Mahendriana, Silva Ihza Putri; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i2.1933

Abstract

Penanaman program untu penerapan karakter peduli lingkungan pada peserta didik anak usia dini diharapkan dapat menjadi upaya yang efektif untuk menumbuhkan jiwa sadar lingkungan ketika anak tumbuh dewasa. Maka dari itu sangat penting bagi seseorang untuk mampu menerapkan karakter peduli lingkungan dalam dirinya.. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan program untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di TK An-Nur Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis serta bagaimana faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu 1) Penerapan program untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di TK An-Nur Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis dilakukan dengan program bercocok tanam yang sesuai dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan Projek Pengutan Profil Pelajar Pacasila (P5) dan pembiasaan merawat lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya; 2) Faktor pendukung penerapan program untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di TK An-Nur Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis yaitu terdapatnya fasilitas yang menunjang, program-program yang terintegrasi dengan penerapan karakter peduli lingkungan, Pembinaan guru dan orang tua oleh tenaga ahli dan penerapan reward serta Punishment bagi peserta didik; 3) Faktor penghambat penerapan program untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di TK An-Nur Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis yaitu orang tua terlalu mengendalikan peserta didik sehingga mereka tidak sepenuhnya melepas peserta didik untuk mandiri dalam program penerapan karakter peduli lingkungan.
Implementasi Projek Profil Pelajar Pancasila Berbasis Kurikulum Merdeka dalam Dimensi Cinta Tanah Airku Nurhidayanti, Manda; Mulyadi, Sima; Qonita, Qonita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i2.2318

Abstract

Artikel ini membahas implementasi Kurikulum Merdeka dengan fokus pada pembelajaran Profil Pelajar Pancasila (P5) di TK Negeri Pembina, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek berupa siswa, kepala sekolah serta guru PAUD, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sekolah telah berhasil mengadopsi Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2023/2024 sebagai pengganti Kurikulum 2013. Implementasi ini bertujuan untuk meningkatkan karakter cinta tanah air pada anak usia dini melalui pendekatan cerita dan permainan, kegiatan seni dan kreativitas, serta pengalaman langsung dalam kegiatan kebangsaan mmultikultural. Guru berperan sebagai model teladan dalam menanamkan nilai-nilai pancasila dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap budaya dan sejarah bangsa. Artikel ini juga menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam membangun fondasi karakter bangsa yang kuat melalui pengajaran yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan anak. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan karakter cinta tanah air di sekolah-sekolah Indonesia.
PENGGUNAAN MEDIA HYDROPONIC VEGETABLE BOX DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SAINTIFIK ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA MIFTAHUL HUDA Tahya, Yuanita; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i3.6564

Abstract

This research is motivated by the importance of developing scientific skills from an early age, where learning requires concrete media to facilitate the process of observing, asking questions, and experimenting. The focus of this study is to analyze the effectiveness of using the Hydroponic Vegetable Box media in developing scientific skills in children aged 5-6 years at RA Miftahul Huda. As a crucial step, this study used a descriptive quantitative method. The sample consisted of 12 children, and data were collected through observations using scientific skills instruments before (pretest) and after (posttest) the media implementation. The main findings showed a significant increase in children's scientific skills after the intervention. The average scientific skills score increased from 8.00 in the pretest to 15.33 in the posttest, with the most prominent increase seen in the observing and experimenting aspects. In conclusion, the use of the Hydroponic Vegetable Box media has proven effective in developing scientific skills in early childhood. The realistic and interactive learning experience through this media successfully stimulates children's curiosity and exploration abilities, making it a recommended tool for meaningful science learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan keterampilan saintifik sejak usia dini, di mana pembelajaran memerlukan media konkret untuk memfasilitasi proses mengamati, menanya, dan mencoba. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Hydroponic Vegetable Box dalam mengembangkan keterampilan saintifik pada anak usia 5-6 tahun di RA Miftahul Huda. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel terdiri dari 12 anak, dan data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen keterampilan saintifik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) implementasi media. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan saintifik anak setelah intervensi. Rata-rata skor keterampilan saintifik meningkat dari 8,00 pada pretest menjadi 15,33 pada posttest, dengan peningkatan paling menonjol terlihat pada aspek mengamati dan mencoba. Kesimpulannya, penggunaan media Hydroponic Vegetable Box terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan saintifik anak usia dini. Pengalaman belajar yang nyata dan interaktif melalui media ini berhasil merangsang rasa ingin tahu dan kemampuan eksplorasi anak, menjadikannya alat yang direkomendasikan untuk pembelajaran sains yang bermakna.
EARLY DETECTION OF CHILD DEVELOPMENT AND GROWTH AGES 3-72 MONTHS IN CIHIDEUNG, TASIKMALAYA CITY Irawan, Gusthine Almeera; Nabila, Alfika; Anis, Nur; Annisa, Maulida Nur; Saputri, Ririn Oktaviani; Qonita, Qonita
HEARTY Vol 13 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i5.20464

Abstract

Early childhood is a critical period of rapid development encompassing physical, cognitive, emotional, social, and sensory functions. This study aims to provide an overview of the growth and development of children aged 3 to 72 months in the Cihideung District, Tasikmalaya City. A descriptive qualitative approach with an observational design was employed. The study involved 30 children selected based on age criteria and parental consent. Data collection techniques included direct observation, anthropometric measurements, completion of the Pre-Screening Developmental Questionnaire (KPSP), and visual and auditory function assessments for children aged 4 to 6 years. The results indicate that most children were developing in accordance with their expected developmental milestones. A small proportion of children required further attention to ensure optimal development. In terms of growth, the majority of children demonstrated good nutritional status, although a few cases of height or weight not aligning with standard references were observed. Sensory assessments revealed that some children experienced difficulties with vision or hearing. These findings highlight the importance of regular early detection efforts and the active involvement of both families and professionals.
PENGIMPLEMENTASIAN MODEL PEMBELAJARAN SENTRA UNTUK MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Resi, Resi Wulansari; Rahman, Taopik; Purwati, Purwati; Qonita, Qonita
Jurnal Golden Age Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu perbuatan yang mendidik dan ditujukan untuk generasi penerus. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk melatih perbaikan diri individu secara terus menerus dan melatih keterampilan pribadi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.  Penerapan pendekatan yang tepat dan disesuaikan dengan potensi anak menciptakan lingkungan yang optimal untuk pendidikan karakter Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah model pembelajaran Sentra atau BCCT. Model sentral merupakan model pendidikan yang didasarkan pada konsep bermain sebagai jalur untuk mendidik. Sentra merupakan wadah abstrak dimana guru menyediakan banyak rangkaian kegiatan untuk anak-anak bermain dan BCCT (Beyond Center and Circle Time) adalah salah satu pendekatannya belajar melalui pusat dan lingkaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan karakter anak usia dini melalui model pembelajaran sentra dan penelitian ini menggunakan metode studi literatur dari artikel yang telah diterbitkan oleh peneliti terdahulu.
Peran dan strategi orang tua dalam keterampilan berbahasa anak usia dini Wulansari, Resi; Huriyah, Fauziah Syarifatul; Mulyana, Edi Hendri; Qonita, Qonita
Jurnal Golden Age Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini mengacu pada masa perkembangan ialah individu mulai dari lahir hingga usia kurang lebih 8 tahun. Tahap ini termasuk tahap kritis dimana anak-anak mengalami pertumbuhan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang sangat pesat dan signifikan. Pada masa ini, pengalaman dan interaksi berperan penting dalam membentuk landasan tumbuh kembang anak. Keterampilan berbahasa anak meliputi kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis. Hal ini termasuk penggunaan kata-kata, pemahaman tata bahasa dan keterampilan komunikasi yang efektif. Perkembangan kemampuan berbahasa pada anak dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, interaksi dengan orang dewasa dan rangsangan linguistik yang dialaminya sejak kecil. Peran orang tua mencakup serangkaian tanggung jawab dan fungsi yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kesejahteraan anak. Hal ini meliputi pemberian kasih sayang, bimbingan, penyediaan kebutuhan dasar, dukungan emosional, serta pengembangan nilai dan perilaku positif. Orang tua juga bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perkembangan anak secara optimal. Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui seberapa penting peran orang tua dalam perkembangan keterampilan berbahasa anak usia dini dan mengetahui strategi yang dapat dilakukan orang tua dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang mana peneliti menganalisis artikel ataupun sumber lain yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu dan hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan keterampilan berbahasa anak dan peran orang tua berpengaruh juga terhadapap penambahan kosakata yang di dapatkan oleh anak dengan melakukan strategi yang pertama melakukan komunikasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari dan yang melakukan aktivitas-aktivitas yang aktif seperti bercerita bersama anak.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Mubarok, Rahmi Aini; Qonita, Qonita; Loita, Aini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model project based learning dalam pengembangan keterampilan kognitif pada anak usia dini. Model project based learning menekankan pembelajaran melalui tindakan nyata dan relevan dengan kehidupan siswa. Model ini mengintegrasikan prinsip konstruktivis, pemecahan masalah, inkuiri, dan studi terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau kepustakaan yang terdiri dari artikel dan buku-buku yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model project based learning efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa keterbatasan, termasuk variasi dalam implementasi, keterbatasan sumber daya, dan subjektivitas penilaian. Untuk mengatasi keterbatasan ini, diperlukan pelatihan guru yang memadai, dukungan yang kuat dari sekolah dan orang tua, serta evaluasi yang berkelanjutan. Temuan ini mendukung penggunaan model project based learning sebagai model yang efektif untuk pengembangan kognitif anak dan memberikan rekomendasi praktis untuk implementasi yang lebih baik di masa depan.