Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Permainan Ludo Materi Tata Surya pada Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Prasetiyo, Gangga Yoyok; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10590

Abstract

Permainan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dalam aktivitasnya, sehingga permainan juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat permainan ludo yang dapat membantu peserta didik di kelas VI SDN 1 Trenceng mempelajari materi sistem tata surya. Melalui pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validitas dan analisis kepraktisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan ludo layak diterapkan dalam proses pembelajaran karena memenuhi standar sesuai dengan kriteria validitas dan kepraktisan. Dalam pengembangan, media permainan ludo memperoleh skor validitas rata-rata 4,75 yang dikategorikan sebagai “sangat valid” untuk materi dan 4,67 untuk media yang dikategorikan sebagai “sangat valid”. Penilaian kelayakan berdasarkan pengamatan pembelajaran yang dilakukan secara keseluruhan pada pertemuan pertama dan kedua memperoleh skor rata-rata 4,65 yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi permainan ludo sistem tata surya yang digunakan dengan model pembelajaran TGT layak digunakan dalam pembelajaran
Inovasi Media Flipbook Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Ekosistem Untuk Siswa Sekolah Dasar Desi Minatanti Dwi Pratiwi; Rahyu Setiani; Ajar Dirgantoro
Andragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/adrg.v5i2.2294

Abstract

This study aims to develop flipbook learning media based on Problem Based Learning (PBL) in the subject of Science on ecosystem material for fifth grade elementary school students to increase student motivation and learning activity. The research method used is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall model. Data collection techniques include observation, interviews, and questionnaires, with 37 students of Elementary School Cluster 3, Bandung District as research subjects. The validation results show that the media is categorized as very valid, with a score from material experts of 99.77% and media experts of 99.09%. The practicality of the media is shown from teacher observations with an average score of 94.64% (limited classes) and 92.85% (large classes), which are categorized as very practical. The effectiveness of the media is proven by the increase in learning outcomes through an average n-Gain of 0.76 (limited classes) and 0.804 (large classes), both in the high category. The results of the paired t-test show a significant difference between the pretest and posttest with a significance value of <0.001. Student responses to the media were also very positive, with an average of 94.28% (small class) and 95.71% (large class). Thus, this PBL-based flipbook proved valid, practical, and effective in improving student learning outcomes. The contribution of this research lies in providing an alternative interactive digital media based on PBL that can be integrated into science learning to encourage active student engagement and meaningful learning.
Efektivitas Perangkat Pembelajaran IPA SMP Berbasis Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa Rohmatus Syafi'ah; Rahyu Setiani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1636

Abstract

Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan sikap dan proses ilmiah dalam mempelajari kejadian alam secara empiris, rasional dan sistematis adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). IPA sangat penting untuk diajarkan dengan tujuan membekali peserta didik dalam kehidupan untuk memecahkan masalah secara ilmiah. Faktanya, di SMP Sunan Ampel dan SMP PGR 1 Tulungagung dalam pembelajaran IPA cenderung mengajarkan siswa untuk hafalan sehingga keterampilan proses sains siswa terabaikan. Perangkat pembelajaran yang dapat melatihkan keterampilan proses sains diperlukan untuk mensiasatinya. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi zat aditif dan zat adiktif yang efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains. Pengembangan mengacu pada model 4D proses eempat langkah yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan diseminasi. Pengembangan perangkat berupa modul ajar, LKPD, handout, dan instrumen tes keterampilan peoses sains. Instrumen yang digunakan berupa soal tes dalam bentuk essay sejumlah 10 soal dengan tiga indikator yaitu mengelompokkan, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Teknik analisis data untuk menilai efektivitas perangkat pembelajaran berupa analisis kuantitatif. Berdasarkan nilai rata-rata N-gain penelitian sebesar 0,63, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat melatihkan keterampilan proses sains siswa. Nilai ini termasuk dalam kategori sedang.
PENGARUH MODEL KOLABORASI ANTAR MAPEL TERHADAP MATHEMATICS CRITICAL THINKING SKILLS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY DAN PRIOR KNOWLEDGE BERBASIS AKM DI SMK NEGERI KABUPATEN TULUNGAGUNG Rohmayani, Putri; Setiani, Rahyu; Eva Trisnantari, Hikmah
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v5i2.2817

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  Pengaruh Model Kolaborasi antar Mapel terhadap Mathematics Critical Thinking Skills yang ditinjau dari Self Efficacy dan Prior Knowledge sehingga adanya interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel, Self-Efficacy, dan Prior Knowledge. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMKN 2 Boyolangu dan sampel yang digunakan adalah kelas Busana-1 dan Busana-3 dengan jumlah 70 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kan kuisioner. Analisis data meliputi uji kesetimbangan, uji normalitas, ui homogenitas, uji hipotesis dan uji komparasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Terdapat perbedaan MCTS dengan diterapkannya Model Kolaborasi Antar Mapel dimana  Fhitung=1.948,6>254,3. (2)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari self-efficacy  Fhitung=1.948,5>254,3. (3)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari PK Fhitung=603,552>19,50.  (4)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-4.872,529<254,3, (5)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-6.579,946<254,3. (6)Tidak terdapat pengaruh interaksi interaksi antara Self-Efficacy dan PK Fhitung=-3.294,342<19,50. (7)Terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel Self-Efficacy dan  PK Fhitung=-64,0002<91,50.
Pendampingan Pengembangan Soal IPA SMP Berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada Guru SMP Swasta di Tulungagung Setiani, Rahyu; Syafi'ah, Rohmatus
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i1.3772

Abstract

Most science teachers, especially in private junior high schools in Tulungagung, have not implemented AKM-based assessments due to their limitations on the concept of AKM, resulting in difficulties in preparing AKM-based science questions. This community service activity is a real response to these needs with the aim that teachers can understand the concept of AKM and design questions that are by competency standards, especially in science learning. The stages of this Community Service Programme (PkM) include preparation, implementation, evaluation, and reporting. Preparation was carried out with an initial survey to identify the problems and needs of partners, the formation of the PkM team, and coordination between the PkM team and partners for programme planning. Implementation involved 11 junior high school science teachers from 8 private schools in Tulungagung, with activities consisting of explanation of concepts and practice of making questions. Evaluation was carried out by comparing the condition of partners before and after the activity, followed by an accountability report and scientific publication. Although the mentoring activities in the preparation of AKM questions have not achieved 100% success, some results can be noted. As many as 45% of participants were able to develop literacy-based junior high school science AKM questions. However, 55% of other participants still experienced difficulties in preparing AKM questions, both literacy and numeracy, due to the limited time for mentoring. In terms of enthusiasm, the mentoring activities can be said to be successful because 100% of the participants showed high enthusiasm and actively participated in the activities. They also actively sent their work results in the form of the preparation of AKM-based junior high school science questions, showing their readiness to apply these concepts in classroom learning.
Teachers' Perception of Digitization of Mathematics Learning at Madrasah Aliyah Muhammadiyah Watulimo Trenggalek Widodo, Luthfi; Setiani, Rahyu; Dirgantoro, Ajar
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 9, No. 2: November 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.9.2.438-455

Abstract

Digitization of learning as a form of innovation requires adaptation and acceptance from teachers. Teacher perception is a key factor in determining the success of this innovation's implementation in schools. This study aims to describe the implementation of digitization in mathematics learning and teachers' perceptions of digitization in learning at Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Watulimo Trenggalek. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and tested for validity through triangulation. The results of the study show that the digitization of mathematics learning at MAM Watulimo has been applied comprehensively across the planning, implementation, and evaluation stages of learning. The number of classes supports this implementation in line with standards, the availability of digital devices, adequate madrasah facilities, and teacher collaboration. Teachers' perceptions of the digitization of mathematics learning are generally positive. Teachers assessed that this innovation offers relative advantages, such as increased efficiency, easier access to materials, and a variety of learning methods. In terms of compatibility, teachers feel that digitalization aligns with professional values and the needs of today's students. However, there is still a negative perception of the complexity, especially regarding the constraints of using technology by teachers who are not familiar with digital devices.Keywords: Digitalization, Mathematics Learning, Teacher Perception
KEPRAKTISAN MEDIA FLIPBOOK BERBASIS INQUIRY LEARNING BERBANTUAN YOUTUBE & CROSSWORD UNTUK SISWA KELAS VII SMP Firdausy, Laina Chamelia; Setiani, Rahyu
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.7639

Abstract

Flipbook is one of the interesting, efficient, and effective learning media to be used in science learning. The development of inquiry learning-based flipbooks is expected to make students more active in teaching and learning activities. This research is motivated by the lack of learning media that can be used in science learning. The purpose of this study was to describe the flipbook development process and to produce a flipbook that is valid and practical for use in learning. The method used in this research is ADDIE model development research. The instruments used in this research are material expert validity questionnaires, media expert validity questionnaires, and flipbook practicality observation sheets. The subjects of this study were students of class VII A SMPN 3 Kedungwaru. The results of the material expert validation showed a percentage score of 87.8% with a very valid category, while the results of the media expert validation showed a percentage score of 83.63 with a very valid category. Practicality observation results with an average amount of 88% with a very practical category. So it can be concluded that inquiry learning-based flipbook media can be used as science learning media for class VII. ABSTRAKFlipbook merupakan salah satu media pembelajaran yang menarik, efisien, serta efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPA. Pengembangan flipbook berbasis inquiry learning diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan flipbook dan untuk menghasilkan flipbook yang valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model ADDIE. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angket kevalidan ahli materi, angket kevalidan ahli media, serta lembar observasi kepraktisan flipbook. Subjek penelitian ini peserta didik kelas VII A SMPN 3 Kedungwaru. Hasil validasi ahli materi menunjukkan Presentase skor Sebesar 87,8 % dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil validasi ahli media menunjukkan presentase skor sebesar 83,63 dengan kategori sangat valid. Hasil observasi kepraktisan dengan jumlah rata-rata sebesar 88% dengan kategori sangat praktis. Sehingga dapat di simpulkan bahwa media flipbook berbasis inquiry learning dapat di gunakan sebagai media pembelajaran IPA kelas VII.  
Pengembangan Media Interaktif Berdiferensiasi PaSiBaTer untuk Menguatkan Karakter Kepedulian Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Purnamasari, Yuli; Trisnantari, Hikmah Eva; Setiani, Rahyu
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v11i3.23527

Abstract

Pancasila Education learning practices have not been able to form character and accommodate the learning needs of all students. Technology optimisation is needed to support learning. Through differentiated interactive media PaSiBaTer, an acronym for pairing cards, watching videos, reading reading materials and applying Pancasila values is expected to improve the caring character of grade V students. This type of development research (R & D) adopts the steps of Borg and Gall. The research stages include: 1) needs analysis and planning; 2) media development, validation, revision; 3) implementation with small group and field trials; 4) measuring effectiveness. Media expert validation for display 82.5; video 84.7; reading material 84.7 with very valid criteria. Material expert validation score 97.5 with very valid criteria. The results of learning observations show the criteria for media practicality are very high. The effectiveness of the media is proven by the results of the SPSS 29 t-test, student character observation data before and after using the media with a significance value of <0.001. There is a significant difference between before and after the use of media to improve students' caring character.