Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS MODEL RASCH: INSTRUMEN PENILAIAN PEMECAHAN MASALAH KREATIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Dwikoranto, Dwikoranto; Lintangesukmanjaya, R. T.; Setiani, Rahyu
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era industri 4.0 dan masyarakat society 5.0 telah menimbulkan persaingan global dalam pemecahan masalah dan kreativitas. Rendahnya capaian kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas di bidang pendidikan melemahkan daya saing di era global ini. Diperlukan inovasi dengan merancang prototipe pembelajaran dan evaluasi yang sesuai untuk mengetahui kualitas pemecahan masalah kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif melalui analisis keterampilan awal siswa. Peneliti mendesain instrumen penilaian pemecahan masalah kreatif yang valid dan reliabel kemudian diterapkan di kelas yang diteliti. Perlu dikembangkan instrumen soal esai berbasis pemecahan masalah dengan 4 tahapan pemecahan masalah: memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan melihat atau memeriksa kembali dengan mengacu pada 4 indikator berpikir kreatif: kelancaran, elaborasi, orisinalitas, dan fleksibilitas. Menggunakan analisis model Rash dengan subyek penelitian berjumlah 94 siswa di Jawa Timur. Hasil penelitian menemukan bahwa keterampilan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa masih relatif rendah. Terdapat hubungan yang relevan dan signifikan antara keterampilan berpikir kreatif dengan keterampilan pemecahan masalah. Kedepannya, selain memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, inovasi instrumen penilaian pemecahan masalah kreatif ini juga dapat menjadi dasar pemilihan model pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam persaingan global.
Pengembangan “Magic Box” Siklus Air pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Maharani, Putri Cahaya; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10537

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendekripsikan proses pengembangan, kevalidan dan kepraktisan Magic Box siklus air pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Media Magic Box berisikan maket siklus air, materi, teka-teki silang, audio permasalahan dan nomor permasalahan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas 5 dengan lokasi di SD Negeri 7 Kampungdalem. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Menggunakan teknik analisis data deskriptif. Pengembangan Magic Box dilakukan dalam 5 tahapan yaitu analisis (analisis kebutuhan dan kinerja), desain (desain magic box), pengembangan (validasi ahli), implementasi (uji coba produk), dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukan Magic Box siklus air memperoleh presentase kevalidan media 96,36% dan kevalidan materi 96,60% dengan kategori “sangat valid”. Kepraktisan berdasarkan observasi pembelajaran memperoleh presentase 99,3%, dan respon peserta didik memperoleh presentase 89,8%, dengan kategori “sangat praktis”. Hasil penelitian menunjukan bahwa media Magic Box sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran tentang siklus air
Karakter Disiplin Peserta Didik pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Wordwall Kearifan Lokal Yunaeni, Herlin Samrotul; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter disiplin peserta didik pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall materi kearifan lokal kelas VI SD Negeri 7 Kampungdalem Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakter disiplin peserta didik pada pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall kearifan lokal melalui indikator: (1) Tepat waktu, FAZ dan ME menujukan selalu tepat waktu, GSD menunjukkan datang terlambat (2) Membiasakan mengikuti aturan, FAZ dan ME menjaga ketertiban serta mengikuti aturan diskusi dan penugasan, sedangkan GSD patuh pada aturan penugasan (3) Tertib berpakaian, FAZ dan ME selalu rapi dengan seragam lengkap, sementara GSD mengenakan seragam sesuai jadwal dengan atribut tidak lengkap dan (4) Menggunakan fasilitas dengan baik, FAZ, ME, dan GSD menggunakan Wordwall untuk penugasan, mematikan kipas, dan merapikan tempat duduk setelah pembelajaran. Karakter disiplin peserta didik beragam dengan sebagian besar peserta didik telah menunjukan disiplin dalam proses pembelajaran
Pengembangan Media Permainan Ludo Materi Tata Surya pada Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Prasetiyo, Gangga Yoyok; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10590

Abstract

Permainan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dalam aktivitasnya, sehingga permainan juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat permainan ludo yang dapat membantu peserta didik di kelas VI SDN 1 Trenceng mempelajari materi sistem tata surya. Melalui pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validitas dan analisis kepraktisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan ludo layak diterapkan dalam proses pembelajaran karena memenuhi standar sesuai dengan kriteria validitas dan kepraktisan. Dalam pengembangan, media permainan ludo memperoleh skor validitas rata-rata 4,75 yang dikategorikan sebagai “sangat valid” untuk materi dan 4,67 untuk media yang dikategorikan sebagai “sangat valid”. Penilaian kelayakan berdasarkan pengamatan pembelajaran yang dilakukan secara keseluruhan pada pertemuan pertama dan kedua memperoleh skor rata-rata 4,65 yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi permainan ludo sistem tata surya yang digunakan dengan model pembelajaran TGT layak digunakan dalam pembelajaran
Implementasi Media Ajar Roda Baca untuk Proses Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas 1 SDS Wahidiyah : Desa Tugu Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung Asma Hanny Thohiroh; Yasip Yasip; Rahyu Setiani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i3.6504

Abstract

This study aims to describe the early reading skills of first-grade students at Wahidiyah Elementary School in Tugu Village, Sendang District, Tulungagung Regency. This study uses a qualitative approach with a model adapted from John Creswell. The research subjects consisted of five students selected purposively. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The focus of the study was directed at five indicators of early reading, namely: letter recognition, syllable recognition, combining letters into words, reading words, and reading simple sentences. The results of the study showed that the use of the reading wheel teaching media had a positive impact on improving students' early reading skills. Students appeared enthusiastic about participating in reading learning activities with the reading wheel media. The activity of spinning the wheel, arranging letters, and reading the results of the rotation became a fun learning tool and motivated them to be more active. This process helped students recognize letters and put words together gradually, although the achievement of each student's early reading skills varied. The reading wheel teaching media was proven to create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The conclusion of this study is that the reading wheel media is effective for use in early reading learning in first-grade elementary schools. Researchers recommend that teachers develop and utilize similar innovative teaching media to support students' early literacy skills.
Pengembangan “Magic Box” Siklus Air pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Maharani, Putri Cahaya; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10537

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendekripsikan proses pengembangan, kevalidan dan kepraktisan Magic Box siklus air pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Media Magic Box berisikan maket siklus air, materi, teka-teki silang, audio permasalahan dan nomor permasalahan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas 5 dengan lokasi di SD Negeri 7 Kampungdalem. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Menggunakan teknik analisis data deskriptif. Pengembangan Magic Box dilakukan dalam 5 tahapan yaitu analisis (analisis kebutuhan dan kinerja), desain (desain magic box), pengembangan (validasi ahli), implementasi (uji coba produk), dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukan Magic Box siklus air memperoleh presentase kevalidan media 96,36% dan kevalidan materi 96,60% dengan kategori “sangat valid”. Kepraktisan berdasarkan observasi pembelajaran memperoleh presentase 99,3%, dan respon peserta didik memperoleh presentase 89,8%, dengan kategori “sangat praktis”. Hasil penelitian menunjukan bahwa media Magic Box sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran tentang siklus air
Karakter Disiplin Peserta Didik pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Wordwall Kearifan Lokal Yunaeni, Herlin Samrotul; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter disiplin peserta didik pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall materi kearifan lokal kelas VI SD Negeri 7 Kampungdalem Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakter disiplin peserta didik pada pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall kearifan lokal melalui indikator: (1) Tepat waktu, FAZ dan ME menujukan selalu tepat waktu, GSD menunjukkan datang terlambat (2) Membiasakan mengikuti aturan, FAZ dan ME menjaga ketertiban serta mengikuti aturan diskusi dan penugasan, sedangkan GSD patuh pada aturan penugasan (3) Tertib berpakaian, FAZ dan ME selalu rapi dengan seragam lengkap, sementara GSD mengenakan seragam sesuai jadwal dengan atribut tidak lengkap dan (4) Menggunakan fasilitas dengan baik, FAZ, ME, dan GSD menggunakan Wordwall untuk penugasan, mematikan kipas, dan merapikan tempat duduk setelah pembelajaran. Karakter disiplin peserta didik beragam dengan sebagian besar peserta didik telah menunjukan disiplin dalam proses pembelajaran
Pengembangan Media Permainan Ludo Materi Tata Surya pada Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Prasetiyo, Gangga Yoyok; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10590

Abstract

Permainan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dalam aktivitasnya, sehingga permainan juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat permainan ludo yang dapat membantu peserta didik di kelas VI SDN 1 Trenceng mempelajari materi sistem tata surya. Melalui pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validitas dan analisis kepraktisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan ludo layak diterapkan dalam proses pembelajaran karena memenuhi standar sesuai dengan kriteria validitas dan kepraktisan. Dalam pengembangan, media permainan ludo memperoleh skor validitas rata-rata 4,75 yang dikategorikan sebagai “sangat valid” untuk materi dan 4,67 untuk media yang dikategorikan sebagai “sangat valid”. Penilaian kelayakan berdasarkan pengamatan pembelajaran yang dilakukan secara keseluruhan pada pertemuan pertama dan kedua memperoleh skor rata-rata 4,65 yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi permainan ludo sistem tata surya yang digunakan dengan model pembelajaran TGT layak digunakan dalam pembelajaran
Efektivitas Perangkat Pembelajaran IPA SMP Berbasis Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa Rohmatus Syafi'ah; Rahyu Setiani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1636

Abstract

Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan sikap dan proses ilmiah dalam mempelajari kejadian alam secara empiris, rasional dan sistematis adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). IPA sangat penting untuk diajarkan dengan tujuan membekali peserta didik dalam kehidupan untuk memecahkan masalah secara ilmiah. Faktanya, di SMP Sunan Ampel dan SMP PGR 1 Tulungagung dalam pembelajaran IPA cenderung mengajarkan siswa untuk hafalan sehingga keterampilan proses sains siswa terabaikan. Perangkat pembelajaran yang dapat melatihkan keterampilan proses sains diperlukan untuk mensiasatinya. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi zat aditif dan zat adiktif yang efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains. Pengembangan mengacu pada model 4D proses eempat langkah yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan diseminasi. Pengembangan perangkat berupa modul ajar, LKPD, handout, dan instrumen tes keterampilan peoses sains. Instrumen yang digunakan berupa soal tes dalam bentuk essay sejumlah 10 soal dengan tiga indikator yaitu mengelompokkan, menginterpretasi, dan menyimpulkan. Teknik analisis data untuk menilai efektivitas perangkat pembelajaran berupa analisis kuantitatif. Berdasarkan nilai rata-rata N-gain penelitian sebesar 0,63, perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat melatihkan keterampilan proses sains siswa. Nilai ini termasuk dalam kategori sedang.
PENGARUH MODEL KOLABORASI ANTAR MAPEL TERHADAP MATHEMATICS CRITICAL THINKING SKILLS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY DAN PRIOR KNOWLEDGE BERBASIS AKM DI SMK NEGERI KABUPATEN TULUNGAGUNG Rohmayani, Putri; Setiani, Rahyu; Eva Trisnantari, Hikmah
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v5i2.2817

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  Pengaruh Model Kolaborasi antar Mapel terhadap Mathematics Critical Thinking Skills yang ditinjau dari Self Efficacy dan Prior Knowledge sehingga adanya interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel, Self-Efficacy, dan Prior Knowledge. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMKN 2 Boyolangu dan sampel yang digunakan adalah kelas Busana-1 dan Busana-3 dengan jumlah 70 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kan kuisioner. Analisis data meliputi uji kesetimbangan, uji normalitas, ui homogenitas, uji hipotesis dan uji komparasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Terdapat perbedaan MCTS dengan diterapkannya Model Kolaborasi Antar Mapel dimana  Fhitung=1.948,6>254,3. (2)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari self-efficacy  Fhitung=1.948,5>254,3. (3)Terdapat perbedaan MCTS berbasis AKM ditinjau dari PK Fhitung=603,552>19,50.  (4)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-4.872,529<254,3, (5)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel dan Self-Efficacy Fhitung=-6.579,946<254,3. (6)Tidak terdapat pengaruh interaksi interaksi antara Self-Efficacy dan PK Fhitung=-3.294,342<19,50. (7)Terdapat pengaruh interaksi antara Model Kolaborasi Antar Mapel Self-Efficacy dan  PK Fhitung=-64,0002<91,50.