Claim Missing Document
Check
Articles

Science Creativity Assessment Instruments in the Merdeka Curriculum in Elementary Schools Rahyu Setiani; Rohmatus Syafi'ah; Setyo Hartanto; Ela Rolita Arifianti; Dwikoranto
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 8 No 2 (2024): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v8i2.2062

Abstract

This research is motivated by the alignment between the learning objectives of Natural Sciences (IPA) and the Merdeka curriculum, one of which is to develop student creativity. Therefore, it is necessary to prepare an assessment instrument that can measure student creativity, including creative thinking skills. This research aims to determine whether the assessment instrument to measure creative thinking skills is feasible to use or not. In this research, the approach employed is Research and Development (R&D). The development research method follows the Borg and Gall model. The data collection method uses a questionnaire that is given to validators. The validation sheet is the instrument used. Content validity is the method used for data analysis. The test instrument's validity was high, with Aiken's V score of 0.82, surpassing the 0.800 threshold for high validity. This makes the instrument reliable for assessing students' creative thinking skills. It is suitable for use in elementary schools to evaluate higher-order thinking and creativity. The implications are that the instrument can be applied in elementary schools to assess student learning outcomes at the level of higher-order thinking skills, particularly related to creativity. Guildford's indicators—Fluency, Flexibility, Originality, Elaboration, and Redefinition—offer a comprehensive creativity assessment. Fluency (3 questions) measures idea quantity. Flexibility (2 questions) assesses adaptability to different perspectives. Originality (5 questions) evaluates the uniqueness of ideas. Elaboration (3 questions) examines idea detail. Redefinition (2 questions) measures perspective shifts. All questions are valid, ensuring accurate and thorough creativity evaluation.
VALIDITAS SUPLEMEN BAHAN AJAR MATERI PHYS-FLUIDS DALAM MELATIHKAN KETERAMPILAN ANALITIS MAHASISWA Setiani, Rahyu; Syafi’ah, Rohmatus; Nugraha, Aldila Wanda; Utomo, Fajar Hendro; Dwikoranto, Dwikoranto
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.8398

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa fisika kerap dianggap sulit oleh mahasiswa karena memuat konsep konsep abstrak dan rumus matematika kompleks, termasuk materi fluida statis seperti prinsip Pascal, padahal pemahamannya sangat penting karena terkait fenomena nyata dan menuntut keterampilan berpikir analitis. Sumber belajar yang ada belum efektif melatihkan keterampilan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menguji validitas suplemen bahan ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) pada materi fluida statis prinsip Pascal yang dirancang untuk melatihkan keterampilan analitis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model Borg & Gall yang dipadatkan menjadi lima tahap, dengan fokus pada uji validitas isi oleh tiga ahli. Instrumen validasi mencakup empat aspek: isi, konstruksi, bahasa, serta keterkaitan PjBL dan keterampilan analitis. Hasil validasi menunjukkan bahwa suplemen berada pada kategori sangat valid, dengan skor rata rata 4,67 (isi), 4,22 (konstruksi), 4,67 (bahasa), dan 4,67 (PjBL & keterampilan analitis). Temuan ini menegaskan bahwa suplemen layak digunakan sebagai sumber belajar kontekstual untuk memperkuat keterampilan berpikir analitis mahasiswa dalam pembelajaran fisika abad ke 21.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGGALI IDE-IDE KREATIF KEWIRAUSAHAAN DI SD NEGERI 1 NGRANTI Nur Afwidah, Maria; Sujono, Imam; Setiani, Rahyu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30913

Abstract

This study examines the implementation of differentiated instruction based on local wisdom in fostering students' creative entrepreneurial ideas at SD Negeri 1 Ngranti. The research is motivated by the challenge of addressing diverse learning needs in the era of the Merdeka Curriculum, as well as the importance of cultivating entrepreneurial spirit through the utilization of local potential. The study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of such instruction. A qualitative case study design was employed, involving fifth-grade teachers and students as research subjects. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles & Huberman interactive model. The results indicate that planning was conducted in an innovative and adaptive manner through diagnostic assessment and the development of differentiated teaching modules integrating local wisdom. The implementation was dynamic and contextual, utilizing content, process, and product differentiation, local-based concrete media, and interactive guidance. The evaluation was holistic, encompassing both process and outcome assessments, accompanied by feedback and continuous reflection. In conclusion, this instructional approach provided relevant and personalized learning experiences, effectively enhancing students’ creativity, independence, and entrepreneurial mindset while simultaneously preserving the local potential of Ngranti Village in alignment with the Merdeka Curriculum.
ANALISIS MODEL RASCH: INSTRUMEN PENILAIAN PEMECAHAN MASALAH KREATIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Dwikoranto, Dwikoranto; Lintangesukmanjaya, R. T.; Setiani, Rahyu
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era industri 4.0 dan masyarakat society 5.0 telah menimbulkan persaingan global dalam pemecahan masalah dan kreativitas. Rendahnya capaian kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas di bidang pendidikan melemahkan daya saing di era global ini. Diperlukan inovasi dengan merancang prototipe pembelajaran dan evaluasi yang sesuai untuk mengetahui kualitas pemecahan masalah kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif melalui analisis keterampilan awal siswa. Peneliti mendesain instrumen penilaian pemecahan masalah kreatif yang valid dan reliabel kemudian diterapkan di kelas yang diteliti. Perlu dikembangkan instrumen soal esai berbasis pemecahan masalah dengan 4 tahapan pemecahan masalah: memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan melihat atau memeriksa kembali dengan mengacu pada 4 indikator berpikir kreatif: kelancaran, elaborasi, orisinalitas, dan fleksibilitas. Menggunakan analisis model Rash dengan subyek penelitian berjumlah 94 siswa di Jawa Timur. Hasil penelitian menemukan bahwa keterampilan berpikir kreatif dan pemecahan masalah siswa masih relatif rendah. Terdapat hubungan yang relevan dan signifikan antara keterampilan berpikir kreatif dengan keterampilan pemecahan masalah. Kedepannya, selain memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, inovasi instrumen penilaian pemecahan masalah kreatif ini juga dapat menjadi dasar pemilihan model pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam persaingan global.
Pengembangan “Magic Box” Siklus Air pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Maharani, Putri Cahaya; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10537

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendekripsikan proses pengembangan, kevalidan dan kepraktisan Magic Box siklus air pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Media Magic Box berisikan maket siklus air, materi, teka-teki silang, audio permasalahan dan nomor permasalahan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas 5 dengan lokasi di SD Negeri 7 Kampungdalem. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Menggunakan teknik analisis data deskriptif. Pengembangan Magic Box dilakukan dalam 5 tahapan yaitu analisis (analisis kebutuhan dan kinerja), desain (desain magic box), pengembangan (validasi ahli), implementasi (uji coba produk), dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukan Magic Box siklus air memperoleh presentase kevalidan media 96,36% dan kevalidan materi 96,60% dengan kategori “sangat valid”. Kepraktisan berdasarkan observasi pembelajaran memperoleh presentase 99,3%, dan respon peserta didik memperoleh presentase 89,8%, dengan kategori “sangat praktis”. Hasil penelitian menunjukan bahwa media Magic Box sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran tentang siklus air
Karakter Disiplin Peserta Didik pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Wordwall Kearifan Lokal Yunaeni, Herlin Samrotul; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter disiplin peserta didik pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall materi kearifan lokal kelas VI SD Negeri 7 Kampungdalem Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakter disiplin peserta didik pada pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall kearifan lokal melalui indikator: (1) Tepat waktu, FAZ dan ME menujukan selalu tepat waktu, GSD menunjukkan datang terlambat (2) Membiasakan mengikuti aturan, FAZ dan ME menjaga ketertiban serta mengikuti aturan diskusi dan penugasan, sedangkan GSD patuh pada aturan penugasan (3) Tertib berpakaian, FAZ dan ME selalu rapi dengan seragam lengkap, sementara GSD mengenakan seragam sesuai jadwal dengan atribut tidak lengkap dan (4) Menggunakan fasilitas dengan baik, FAZ, ME, dan GSD menggunakan Wordwall untuk penugasan, mematikan kipas, dan merapikan tempat duduk setelah pembelajaran. Karakter disiplin peserta didik beragam dengan sebagian besar peserta didik telah menunjukan disiplin dalam proses pembelajaran
Pengembangan Media Permainan Ludo Materi Tata Surya pada Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Prasetiyo, Gangga Yoyok; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10590

Abstract

Permainan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dalam aktivitasnya, sehingga permainan juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat permainan ludo yang dapat membantu peserta didik di kelas VI SDN 1 Trenceng mempelajari materi sistem tata surya. Melalui pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validitas dan analisis kepraktisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan ludo layak diterapkan dalam proses pembelajaran karena memenuhi standar sesuai dengan kriteria validitas dan kepraktisan. Dalam pengembangan, media permainan ludo memperoleh skor validitas rata-rata 4,75 yang dikategorikan sebagai “sangat valid” untuk materi dan 4,67 untuk media yang dikategorikan sebagai “sangat valid”. Penilaian kelayakan berdasarkan pengamatan pembelajaran yang dilakukan secara keseluruhan pada pertemuan pertama dan kedua memperoleh skor rata-rata 4,65 yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi permainan ludo sistem tata surya yang digunakan dengan model pembelajaran TGT layak digunakan dalam pembelajaran
Implementasi Media Ajar Roda Baca untuk Proses Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas 1 SDS Wahidiyah : Desa Tugu Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung Asma Hanny Thohiroh; Yasip Yasip; Rahyu Setiani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v4i3.6504

Abstract

This study aims to describe the early reading skills of first-grade students at Wahidiyah Elementary School in Tugu Village, Sendang District, Tulungagung Regency. This study uses a qualitative approach with a model adapted from John Creswell. The research subjects consisted of five students selected purposively. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The focus of the study was directed at five indicators of early reading, namely: letter recognition, syllable recognition, combining letters into words, reading words, and reading simple sentences. The results of the study showed that the use of the reading wheel teaching media had a positive impact on improving students' early reading skills. Students appeared enthusiastic about participating in reading learning activities with the reading wheel media. The activity of spinning the wheel, arranging letters, and reading the results of the rotation became a fun learning tool and motivated them to be more active. This process helped students recognize letters and put words together gradually, although the achievement of each student's early reading skills varied. The reading wheel teaching media was proven to create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The conclusion of this study is that the reading wheel media is effective for use in early reading learning in first-grade elementary schools. Researchers recommend that teachers develop and utilize similar innovative teaching media to support students' early literacy skills.
Pengembangan “Magic Box” Siklus Air pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Maharani, Putri Cahaya; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10537

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendekripsikan proses pengembangan, kevalidan dan kepraktisan Magic Box siklus air pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Media Magic Box berisikan maket siklus air, materi, teka-teki silang, audio permasalahan dan nomor permasalahan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas 5 dengan lokasi di SD Negeri 7 Kampungdalem. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Menggunakan teknik analisis data deskriptif. Pengembangan Magic Box dilakukan dalam 5 tahapan yaitu analisis (analisis kebutuhan dan kinerja), desain (desain magic box), pengembangan (validasi ahli), implementasi (uji coba produk), dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukan Magic Box siklus air memperoleh presentase kevalidan media 96,36% dan kevalidan materi 96,60% dengan kategori “sangat valid”. Kepraktisan berdasarkan observasi pembelajaran memperoleh presentase 99,3%, dan respon peserta didik memperoleh presentase 89,8%, dengan kategori “sangat praktis”. Hasil penelitian menunjukan bahwa media Magic Box sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran tentang siklus air
Karakter Disiplin Peserta Didik pada Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Wordwall Kearifan Lokal Yunaeni, Herlin Samrotul; Setiani, Rahyu
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter disiplin peserta didik pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall materi kearifan lokal kelas VI SD Negeri 7 Kampungdalem Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakter disiplin peserta didik pada pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Wordwall kearifan lokal melalui indikator: (1) Tepat waktu, FAZ dan ME menujukan selalu tepat waktu, GSD menunjukkan datang terlambat (2) Membiasakan mengikuti aturan, FAZ dan ME menjaga ketertiban serta mengikuti aturan diskusi dan penugasan, sedangkan GSD patuh pada aturan penugasan (3) Tertib berpakaian, FAZ dan ME selalu rapi dengan seragam lengkap, sementara GSD mengenakan seragam sesuai jadwal dengan atribut tidak lengkap dan (4) Menggunakan fasilitas dengan baik, FAZ, ME, dan GSD menggunakan Wordwall untuk penugasan, mematikan kipas, dan merapikan tempat duduk setelah pembelajaran. Karakter disiplin peserta didik beragam dengan sebagian besar peserta didik telah menunjukan disiplin dalam proses pembelajaran