This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Sinergi Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Journal AL-MUDARRIS Klinikal Sains (Jurnal Analis Kesehatan) VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Gorontalo Accounting Journal Journal on Education Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan Journal On Teacher Education (Jote) Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Tamaddun : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Journal of Educational Sciences Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Jurnal Pendidikan Dasar JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science Gema Kesehatan Jurnal Pendidikan Islam Surya : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Al-Lubab: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Islam Al-Hayat: Journal of Islamic Education Jurnal At-Tarbiyat : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Kendali Teknik dan Sains Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Ar-Fachruddin: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Sekolah Kawasan Berbasis Sistem Zonasi Dalam Pembentukan Karakter Di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Surabaya Muhammad Zainal Abidin; Asrori Asrori
TADARUS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.778 KB) | DOI: 10.30651/td.v7i1.1636

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana prosedur peneriman siswa disekolah kawasan berbasis zonasi di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya, implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya, dan peranan sekolah kawasan berbasis sistem zonasi dalam pembentukkan karakter siswa di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter di SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. implementasi pendidikan karakter dan peranan sekolah kawasan berbasis sistem zonasi dalam pembentukan karakter siswa SMP Negeri 15 Kedung Cowek Kenjeran Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode, wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data digunakan tiga alur dari Miles yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan PPDB di SMPN 15 belum maksimal, implementasi di SMPN 15 memiliki 5 metode yaitu mengajarkan, keteladanan, menentukan prioritas, praktis dan refleksi dan Peranan guru dalam mendidik peserta didik menjadi insan yang berkarakter baik sangat dibutuhkan. Penggunaan metode yang bervariasi dalam menciptakan suasana belajar agar tidak membosankan untuk menarik minat peserta didik serta mendekatkan diri kepada peserta didik memudahkan diri kepada peserta didik memudahkan para guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter baik. Kata Kunci : Sekolah Kawasan Berbasis Sistem Zonasi
Entrepreneurship Berbasis Experiential Learning Dalam Membentuk Kemandirian Santri Di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya Asrori Asrori; Romelah Romelah; Moh Nurhakim
TADARUS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.066 KB) | DOI: 10.30651/td.v10i1.9096

Abstract

Panti asuhan merupakan suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadiannya dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran secarah utuh tentang: mendekripsikan pengembangan entrepreneurship berbasis experiential learning dan mendeskripsikan bentuk kemandirian santri di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya. Hasil penelitian ini diantaranya: Pertama, pengembangan entrepreneurship berbasis experiential learning di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya, Pembelajaran yang berbasis pada pengalaman langsung kegiatannya di muali dari pra pengolahan, pengolahan, dan packing dalam membuat pupuk, aneka bahan kimia berupa sabun cuci, sabun cairan pembersi lantai, tiner termasuk juga budidaya ikan. Kedua, kemandirian santri Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya sebagai berikut: 1) mandiri dalam kebutuhan biologis, seperti: masak, makan, mencuci pakaian; 2) mandiri dalam membagi waktu seperti membersikan kamar, waktu belajar, waktu istirahat; 3) mandiri dalam mengatur keuangan sendiri seperti belanja; 4) mandiri memecahkan masalah pribadi seperti mengatur komunikasi yang baik antar sesama; dan 5) mandiri dalam melakukan usaha dan membuka lapangan kerja sendiri.
Implementasi Single Sex Education Dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas Xi Di Sma Muhammadiyah 10 Surabaya Anisa Nurul Jannah; Asrori Asrori
TADARUS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.661 KB) | DOI: 10.30651/td.v8i2.4286

Abstract

Adanya lembaga pendidikan islam, dalam hal ini SMA Muhammadiyah 10Surabaya, yang telah menerapkan Single Sex Education sebagai salah satu caradalam membentuk karakter siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pembentukan karakter siswa di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya,untuk mengetahui implementasi Single Sex Education dalam pembentukankarakter siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, dan untukmengetahui kekurangan dan kelebihan implementasi Single SexEducation.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memahamifenomena tentang apa yang dialami oleh Subjek penelitian. Hasil penelitian tentang Implementasi Single Sex Education dalamPembentukan Karakter Siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya,menunjukkanbahwa 1. Pembentukan Karakter di SMA Muhammadiyah 10Surabaya dibentuk melalui berbagai strategi dan berbagai program:Pengembangandiri terdiri dari: Kegiatan Rutin, Kegiatan Spontan, dan Keteladanan,Pengintegrasian dalam mata pelajaran, Budaya Sekolah yang terdiri dari:Pengelompokan kelas melalui single sex, dan Ekstrakulikuler. 2. Implementasisingle sex dalam pembentukan karakter siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah10 Surabaya telah diterapkan sejak tahun ajaran 2017/2018 yakni memisahkankelas antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Hasil dari implementasitersebut terbentuk karakter dominan, yaitu karakter religius dan mandiri, karaktercukup dominan yaitu karakter jujur, disiplin, peduli lingkungan, peduli sosial dankarakter kurang dominan yaitu karakter cinta tanah air. 3.Kelebihan daripengelolaan kelas melalui single sex dalam pembentukan karakter, terbentukkarakter religius di dalam kehidupan sehari-hari siswa dimana siswa memilikibatasan dalam bergaul dengan lawan jenisnya, menghindari perbuatan zina, siswitidak menyerupai laki-laki dan sebaliknya siswa tidak menyerupai perempuan.Serta siswa menjadi mandiri karena tidak menggantungkan dirinya pada teman.Kekurangan dari pengelolaan kelas melalui single sex, yakni siswa laki-lakimaupun siswa perempuan sudah terbiasa sehari-hari dengan sesama jenis,sehingga berpeluang timbul sikap canggung atau kaku saat tampil di depan lawanjenis, butuh lebih banyak lagi penambahan sarana dan prasarana dan tenagapendidik, mengingat siswa siswi yang kelasnya dipisah dan menjadi dua kali lipat. Kata Kunci: Single Sex Education, Pembentukan Karakter, Religius.
Implementasi Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Perspektif Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Asrori Asrori
TADARUS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.773 KB) | DOI: 10.30651/td.v3i1.2150

Abstract

Abstrak This research is based on the phenomenon of the education and how the school role as an education organizing office can give the education service well. It encourages the government to do the improvement in Indonesia education system with education decentralittion policy was formed in “School Based management, that there are several functions done by a school independently, so that a school given otonomy to organize the school resources. Key Words: Implementation, Education Management, Perpective Index Society Satisfaction.
Rethingking Islam And Modernity: Menelaah Pemikiran Fathi Osman Tentang Pluralisme Dan Ham Asrori Asrori
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.076 KB) | DOI: 10.30651/ah.v7i2.10749

Abstract

Persoalan yang sering muncul  pada beberapa tahun terakhir adalah terkait dengan  pluralisme dan HAM  yang banyak dibicarakan, terutama kajian-kajian di Indonesia. Dampak dari perkembangan zaman di mana manusia dengan segala perbedaan pandangan dan pemikirannya menjadikan pluralisme dan HAM di tempatkan dalam posisi yang berbeda. Terkadang pluralisme dan HAM menjadikan konflik antar sesama umat yang ada di bumi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan pluralisme dan HAM, Kedua  mendeskripsikan masalah-masalah dunia (Konsep HAM dan Implementasinya). Hasil dari penelitian menjelaskan tema besar pemikiran Fathi Osman  di antaranya terkait dengan pluralisme dan HAM. Konsep pluralisme dikemukakan untuk memahamkan, bahwa perbedaan yang terjadi antara manusia tidak harus dimaknai sebagai  permusuhan dan saling klaim kebenaran antara satu dengan yang lain yang ujungnya berakibat pada konflik bahkan peperangan. Sedangkan konsep HAM ditawarkan sebagai “ruh” penghormatan dan pengakuan atas hak-hak individu maupun hak-hak minoritas yang tidak boleh dilanggar. Permasalah HAM di dunia memang sangat beragam, perbedaan pandangan, konsep, budaya dan geografis masyarakat dunia menjadikan HAM belum tuntas sampai sekarang. Namun demikian jika kita telusuri, ada dua masalah serius yang dihadapi dunia berkaitan dengan HAM, yaitu tentang issu-issu konseptual dan kendala implementasinya. Issu-issu konseptual adalah issu-issu mendasar yang berkaitan dengan konsep HAM dalam Deklarasi HAM tahun 1948.
Gerakan Sosial Keagamaan dan Pendidikan Awal Abad ke 20 Asrori Asrori; Rusman Rusman
Al Hikmah Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v8i1.13329

Abstract

Pendidikan Islam sudah berlangsung di Indonesia sejak lama. Dalam definisi yang agak longgar, pendidikan Islam bisa dikatakan sudah berlangsung sejak penetrasinya Islam ke teritorial ini. Hanya saja kegiatan pendidikan Islam baru dianggap fenomenal dan mendapat perhatian serius dari para historian pada fase jayanya kerajaan-kerajaan Islam Nusantara. Pada masa kerajaan-kerajaan Islam eksistensi dan maju mundurnya aktivitas pendidikan Islam sepenuhnya tergantung pada struktur dan perhatian yang diberikan kerajaan kepadanya.Lebih lanjut, dalam kenyataan di lapangan sangat terlihat jelas bahwa pendidikan Islam memperoleh support yang relatif baik dari para raja dan sultan muslim. Hal ini terbukti dengan jumlah saintis muslim dan literatur yang mereka tinggalkan sebagai khazanah klasik Islam Nusantara. Para saintis Nusantara bahkan diketahui telah membangun scientific network yang berwatak kosmopolitan, melibatkan pusat-pusat kegiatan ilmiah terkemuka di dunia Islam.Pada abad ke-20 –setelah melalui proses panjang pembusukan sistem kerajaan Islam Nusantara dan jatuhnya teritori ini ke bawah kolonialisme bangsa-bangsa Barat–watak pendidikan Islam Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan. Memudarnya kerajaan secara langsung menjadikan sistem pendidikan tradisional terdisolvasikan; lalu keadaan ini diperburuk pula oleh misi kolonialisme yang pada intinya tidak menghendaki majunya pendidikan Islam. Terdisolvasinya sistem politik dan lemahnya social system umat Islam memaksa umat Islam mengorganisasikan pendidikan dalam unit-unit dan bahkan sub-sub unit yang lebih kecil dari masyarakat Islam.Dengan kata lain, fragmentasi sosio-politik mengakibatkan fragmentasi sistem pendidikan. Salah satu aspek menarik dari totalitas proses ini adalah lahirnya sejumlah organisasi sosial keagamaan –Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, PERSIS, Al-Jam’iyatul Washliyah, Al-Irsyad, dan lain-lain– yang menjadikan pendidikan sebagai bagian yang signifikan dari programnya.Peranan dari organisasi-organisasi ini dalam menggagas, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan pendidikan Islam tidak saja telah berhasil memenuhi kebutuhan pendidikan umat Islam Indonesia, tetapi lebih dari itu juga telah memainkan peran yang lebih luas berdasarkan kondisi yang melingkupinya. Sejumlah penelitian telah dilakukan oleh para ahli berkenaan dengan berbagai organisasi ini.
HASIL PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL PADA SERUM SEGERA DIPERIKSA DAN DITUNDA 7 HARI PADA SUHU 2 - 8ºC: RESULTS OF TOTAL CHOLESTEROL EXAMINATION IN THE IMMEDIATE SERUM CHECKED AND DELAYED 7 DAYS AT TEMPERATURE 2-8ºC Karneli Karneli; Alfina Amelda; Asrori Asrori
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i2.1405

Abstract

Background: Lipid profile examination that is often done in a laboratory is an examination of total cholesterol, which can be done by using a serum specimen. Although it is highly recommended to do a direct serum check, there are a number of reasons for delaying the examination, such as a broken device, or a power outage that makes the examination must be postponed. Serum that is not immediately checked can be stored. Storage of specimens is one of the pre-analytic stages, which has a significant risk of error in a laboratory examination. Objectives: This study aims to determine the comparison of the results of total cholesterol in serum which is immediately checked and postponed for 7 days at a temperature of 2-8ºC. Methods: This research was an experimental study with one group pre and posttest design. The population of this study were all Level 1 and 2 Students of Health Analyst Department of Health Ministry of Health, Palembang in 2020, totaling 150 people. The sample of this study was serum from 30 respondents taken by simple random sampling. Total cholesterol levels were checked using the Biosystem bts-350. Results: From the Shapiro Wilk data normality test obtained data with normal distribution. Data analysis continued with t dependent test, p = 0.403 was obtained, it means that p> α (0.05), which means there was no difference in the results of the examination of total cholesterol levels in serum that was immediately examined and stored for 7 days at a temperature of 2-8ºC. Conclusion: It can be concluded that there is no significant difference in the results of the examination of total cholesterol levels in serum that are immediately examined and stored for 7 days at a temperature of 2-8ºC.
EFFECT OF COUNSELLING GUIDANCE IN IMPROVING PROCESS OF STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN MTS NEGERI I BOJONEGORO Asrori Asrori
TAMADDUN : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Vol 20 No 1 (2019): Tamaddun Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tamaddun.v20i1.1304

Abstract

Quality education is one that integrates several fields of activity in synergy namely administrative, instructional and guidance and counselling. This research aimed to transform the knowledge into the education system integrally. The type of research used is field research (field resources) with a quantitative approach. In this research, there were two variables, namely Guidance and Counselling as independent variables, and student achievement as a dependent variable. The researcher conducted a study in MTs Negeri I Bojonegoro and the researchers selected grade 7 students as population, and assigned 10% of them as samples. Techniques in sampling in the form of random sampling. The source of this research data obtained by the method of observation, interview, questionnaire and documentation. The results of this research showed that counselling and guidance services affect the process of improving student achievement. This is based on the questionnaire score data that has been calculated with the product moment formula that results in a correlation index value (rxy) of 0.681. This result proved larger than the value at the significance level of 5% of 0.361 and 1% of 0.463. The results of this study indicate that there is influence between Counselling Guidance on the process of improving student achievement in MTs Negeri I Bojonegoro.
The Function of Class Management in The Improving Effectiveness of Learning Aqidah in MTs Al-Hidayah Betoyokauman Gresik Asrori Asrori
Studia Religia : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sr.v3i2.3950

Abstract

The success of teaching in the sense of achieving teaching objectives, it really depends on the ability of the class. Classes that can create situations to enable students to learn well are a starting point for teaching success. And students can learn well in a normal atmosphere without pressure and in conditions that are stimulating to learn. They need guidance and assistance to understand teaching materials in various learning activities. In learning activities, students need something that allows them to communicate well with the teacher, with friends and with the surrounding environment. This type of research used in this research is a case study. In this case, explaining that a case study is a research conducted on a unified system. This unit can be like a program, activity, event, or group of individuals who are bound by a certain place, time or bond. In short, a case study is a research that is directed to collect data, take meaning, gain understanding of the case. From the results of the author's research at MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik regarding "the function of classroom management in improving the effectiveness of Islamic religious education learning" are: the steps of implementing classroom management in MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik are as follows: Increasing self-awareness as a teacher and educator. Selection of appropriate learning methods and media. Giving a reprimand / question for students who violate the classroom rules. Pay attention to all student behavior while in class when receiving lessons. Group students who have problems learning difficulties in Islamic religious education and students who have problems. Mengenai classroom management functions to improve the effectiveness of learning in MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik is very important to be noticed by a teacher, especially teachers of Islamic religious education. There are four functions of the teacher as the class manager as follows: Planning this is to arrange a program to be achieved by the teacher in improving the effectiveness of learning in MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik. Organizing this is grouping students in the teaching and learning process in the classroom in order to achieve predetermined educational goals. Like the Aqidah  teacher at MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik when teaching using methods, for example the demonstration method. To lead this is the teacher can guide, encourage the behavior of students in MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik so that they will be ready to realize their learning goals. Supervise, by supervising the teacher as the manager can pay attention to the behavior of students in MTs Al-Hidayah Betoyo Kauman Gresik so as to achieve the stated learning goals.   Keywords: Classroom Management Functions, Effectiveness of Aqidah Learning
PERAN KOMISARIS INDEPENDEN DALAM MEMODERASI DETERMINAN PENGUNGKAPAN MODAL INTELEKTUAL Sofi Amanatun Khasanah; Asrori Asrori
Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi Vol 13 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.781 KB) | DOI: 10.21009/wahana.13.021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel ukuran perusahaan dan tingkat modal intelektual terhadap pengungkapan modal intelektual dengan komisaris independen sebagai variabel moderating. Populasi dalam penelitian ini yaitu 42 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 102 unit analisis yang menjadi objek penelitian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi moderasi dengan uji nilai selisih mutlak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan modal intelektual. Tingkat modal intelektual tidak berpengaruh terhadap pengungkapan modal intelektual. Komisaris independen memoderasi secara signifikan pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan modal intelektual namun dengan arah negatif dan memoderasi secara positif signifikan tingkat modal intelektual terhadap pengungkapan modal intelektual. Simpulan dari penelitian ini yaitu pengungkapan modal intelektual dipengaruhi oleh ukuran perusahaan dan tidak dipengaruhi oleh tingkat modal intelektual. Komisaris independen mampu memoderasi pengaruh ukuran perusahaan dan tingkat modal intelektual terhadap pengungkapan modal intelektual.
Co-Authors Abbas Lumbilsa Abd Hamid Abdi Nafi Asshidiqi Abdul Haris Abdul Mutholib Abdunrorma Samaalee Abizard Rafli Asrafzani Agus Tinus Alfina Amelda Alia Sifa Ikrima Amrozi Amrozi Andry Ferdian Anisa Nurul Jannah Antonius Totok Priyadi Arifin, Shokhibul Asep Abdurrohman, Asep Abdurrohman Assyifa Khoerrunisah Bakhruddin, Mukhammad Djainul Ismanto Endang Purwaningsih Erwin Edyansyah Erwin Edyansyah Euis Kurniawati Fajar Bakti Kurniawan Fareezee Rattanayium Febriani Suci Islamiati Gamal Abdul Nasir Zakaria Ghadah Al Murshidi Ghofari Sulton Habib Hadri Kusuma Hafshah Safrindra F Handayani Handayani Hanif Rasyidu Hanna Widygea Marbella Harjuna Wisam Wirayudha Harun Rasyid Hayumuti Hayumuti Hazizul, Hazizul Ifni Hirnayatul Perada Lema Iis Afriayani94 Ika Puspitasari Ismaidah Khoirunisaa Ismail Marzuki, Ismail Marzuki Isomudin Isomudin Junaina Bintang Novita Karneli Karneli Karneli Karneli Karolina, Venny Khozin Khozin Kipty Aviatri Marta M. Nurul Humaidi Manal Hendawi Maria Desinta Marinu Waruwu Masudi, Maulana Miftachul Huda Moch. Charis Hidayat Moh Nur Hakim Moh. Ramadhani Rakhmatulloh Muchammad Muwafa Azmi Muhammad Arfan Mu’ammar Muhammad Askarullah Tsabit Muhammad Habibi Muhammad Hambal Shafwan Muhammad Zainal Abidin Muharramah, Muharramah Muslimah, Kiki Cahya Nofi Maria Krisnawati Nurhayati Nurhayati Plasida, Yustina PURWANTI PURWANTI Resti Nur Lailia Qodriani Rizul, Hantika Januyah Romelah Romelah Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Saiful Anwar Sofi Amanatun Khasanah Sudarat Phan-ae Surasit Singkhala Syam, Aldo Redho Syarifatul Mutaqorribain Sylvia Puspa Windrawati Tati Sumiati Terence Lovat Tobroni Tobroni Tobroni Tobroni Tomo Djudin Usman Radiana Wahyu Aliffah Salsabilla Yulianus Wina Krisna Alfreda Yusneli Yusneli