Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN KOPI PEPPERMINT PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEBAYA DI KECAMATAN KASUI, KABUPATEN WAY KANAN Maria Erna Kustyawati; Dewi Agustina Iryani; Samsul Rizal; Teguh Endaryanto
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5739

Abstract

Upaya untuk mempertahankan ikon Kopi Lampung sangat perlu dilakukan terus menerus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui diversifikasi menjadi produk kopi herbal. Produksi kopi herbal merupakan terobosan yang penting dilakukan untuk menghasilkan produk kopi bubuk dengan aroma dan cita rasa barvariasi dan mempunyai manfaat yang lebih baik bagi kesehatan. Diversifikasi produk kopi bubuk Herbal beraroma mint ini dapat digunakan sebagai solusi terhadap sumber pendapatan petani kopi maupun bagi industri olahan kopi yang belum menggembirakan khususnya di Kecamatan Kasui, Way Kanan. Kopi Way Kanan yang mempunyai ciri khas daerah yang telah berHaki terkait indikasi Geografis dengan nama Kopi Robusta Lampung sesuai nomor 000000026 tanggal pendaftaran 13 Mei 2014. Permasalahan akan muncul di setiap upaya inovasi produk baru. Permasalahan utama yang dihadapi petani industri olahan kopi dalam upaya memproduksi kopi bubuk herbal adalah cara mencampur kopi bubuk dengan senyawa herbal agar menghasilkan kopi bubuk dengan rasa herbal tertentu dan memiliki rasa dan aroma yang cocok bagi masyarakat peminum kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) melatih dan mendampingi mitra industri olahan kopi mulai dari pemilihan biji dan teknik sangrai yang baik (roasting), (2) memberikan pelatihan tentang teknik mencampur kopi bubuk dengan herbal, (3) teknik produksi dan pengemasan kopi herbal. Hasil dari kegiatan pelatihan ini meunjukkan bahwa sebanyak 70% peserta KWT telah mampu memproduksi kopi bubuk herbal aroma mint dan telah dapat menghasilkan produk kopi herbal siap jual dengan kemasan yang baik.
Study of The Formulation Jicama Flour (Pachyrhizus erosus) and Wheat Flour in Manufacturing Brownies Chips Herdiana, Novita; AS, Suharyono; Rizal, Samsul; Salsabila, Az Zahra Fithri
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 12 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2024.012.03.05

Abstract

Brownies chips are a snack made from brownies dough that is molded into thin squares and baked dry to produce chips that are easy to consume and last a long time. The aim of this research is to determine the formulation of jicama flour (Pachyrhizus erosus) and wheat flour which produces brownies chips with the best sensory properties. This research was structured in a Complete Randomized Block Design (RAKL) with six treatments and four replications. The formulation treatment of jicama flour and wheat flour consisted of 6 levels, namely T0 (0% : 100%), T1 (10% : 90%), T2 (20% : 80%), T3 (30% : 70%), T4 (40% : 60%), T5 (50% : 50%). Data were analyzed using the Bartlett test and Tuckey test, followed by analysis of variance (ANARA), and the Least Significant Difference (BNT) test at the 5% level. Based on the research results, brownies chips with a formulation of jicama flour and wheat flour that produces the best sensory results is the T4 treatment which has a sweet and distinctive chocolate taste,blackish brown color, crunchy and dense texture, and aromatic. typical brownies chips. The results of the chemical analysis of the brownies chips were water content 3.76%, ash content 2.34%, protein content 13.87%, fat content 25.61%, carbohydrate content 54.42%, crude fiber content 6.01%. and calorific value are 503,65 kcal per 100 grams
In vivo Evaluation of Saccharomyces-Modified Tempeh as Potential Prebiotic and Probiotic Food using Mus musculus as an Animal Model Maria Erna Kustyawati; Tegar Suryawan; Samsul Rizal; Esa Ghanim Fadhallah; Khairun Nisa Berawi
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.242

Abstract

Saccharomyces-modified tempeh (SM tempeh), which is produced by adding Saccharomyces cerevisiae during soybean fermentation, is considered to have the potential as a source of prebiotics. The research aims to determine the prebiotic activity score (PAS) of SM tempeh extract against the probiotics S. cerevisiae and Lactobacillus casei, as well as to evaluate the resistance of S. cerevisiae and Escherichia coli in the intestines of mice fed tempeh. The PAS evaluation was carried out using a factorial complete randomized block design with three replications and one-way ANOVA for data analysis followed by the least significant difference test (5%). Meanwhile, microbial survivability was carried out in vivo using male Mus musculus strain mice fed standard feed, and standard feed with tempeh extract supplementation. The results showed that the supplemetation of either SM or commercial tempeh extract to the growth media significantly affected on the microbial load of S. cerevisiae, L. casei and E. coli, but the concentrations of tempeh extract had no significant effect. Apart from that, the concentrations of tempeh extract had no effect on the PAS of S. cerevisiae and L. casei, meaning that it was able to promote the growth of probiotics in the amount added to the media in the range of 2–10%. In addition, the feeding type had a significant effect on the survival of S. cerevisiae and E. coli in the intestines. S. cerevisiae carried on SM tempeh was detected surviving in the mice intestine at a rate of 6.12 log CFU/g, indicating that the tempeh was a probiotic food. Most likely SM tempeh is a synbiotic food.
Extraction and Activity Test of Antibacterial Compounds from Limberry Leaves (Triphasia Trifolia) Against Vibrio Sp. Novita Herdiana; Yosua Musada Sagala; Samsul Rizal; Maria Erna Kustyawati
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.244

Abstract

Limberry (Triphasia trifolia) is one of traditional medicinal plants whereas its leaves are known for various uses, one of which is as an antibacterial agent. The most common bacteria found in marine waters is Vibrio sp. This work seeks to distinguish antibacterial compounds inside the ethanol extract of limberry leaves and assess its repressive effect on Vibrio sp. The research was conducted with three repetitions and five different concentration levels: D1 (5%), D2 (10%), D3 (15%), D4 (20%), and D5 (25%). The observational data were analyzed using a completely randomized design (CRD) analysis of variance, followed by the least significant difference (LSD) test at a 5% significance level. Phytochemical screening revealed that the ethanol extract of limberry leaves contained antibacterial compounds namely flavonoids, tannins, steroids, alkaloids, and phenolics. UV-Vis spectrophotometry analysis indicated that the ethanol extract of limberry leaves had absorption at wavelengths of 202, 211, 228, 253, 270, and 323 nm. FTIR analysis showed that the ethanol extract of limberry leaves contained some functional groups, i.e., O–H, C–H alkanes, C–H alkenes C≡N, C=O, C=C, C–O esters, and C–O ethers. The inhibitory test also demonstrated that the ethanol extract of limberry leaves could inhibit the growth of Vibrio sp., with inhibition zone diameters formed at each concentration of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25% being 7.280, 7.640, 7.713, 8.027, and 8.070 mm, respectively.
PELATIHAN PEMBUATAN KOPI PEPPERMINT PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEBAYA DI KECAMATAN KASUI, KABUPATEN WAY KANAN Kustyawati, Maria Erna; Iryani, Dewi Agustina; Rizal, Samsul; Endaryanto, Teguh
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5739

Abstract

Upaya untuk mempertahankan ikon Kopi Lampung sangat perlu dilakukan terus menerus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui diversifikasi menjadi produk kopi herbal. Produksi kopi herbal merupakan terobosan yang penting dilakukan untuk menghasilkan produk kopi bubuk dengan aroma dan cita rasa barvariasi dan mempunyai manfaat yang lebih baik bagi kesehatan. Diversifikasi produk kopi bubuk Herbal beraroma mint ini dapat digunakan sebagai solusi terhadap sumber pendapatan petani kopi maupun bagi industri olahan kopi yang belum menggembirakan khususnya di Kecamatan Kasui, Way Kanan. Kopi Way Kanan yang mempunyai ciri khas daerah yang telah berHaki terkait indikasi Geografis dengan nama Kopi Robusta Lampung sesuai nomor 000000026 tanggal pendaftaran 13 Mei 2014. Permasalahan akan muncul di setiap upaya inovasi produk baru. Permasalahan utama yang dihadapi petani industri olahan kopi dalam upaya memproduksi kopi bubuk herbal adalah cara mencampur kopi bubuk dengan senyawa herbal agar menghasilkan kopi bubuk dengan rasa herbal tertentu dan memiliki rasa dan aroma yang cocok bagi masyarakat peminum kopi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) melatih dan mendampingi mitra industri olahan kopi mulai dari pemilihan biji dan teknik sangrai yang baik (roasting), (2) memberikan pelatihan tentang teknik mencampur kopi bubuk dengan herbal, (3) teknik produksi dan pengemasan kopi herbal. Hasil dari kegiatan pelatihan ini meunjukkan bahwa sebanyak 70% peserta KWT telah mampu memproduksi kopi bubuk herbal aroma mint dan telah dapat menghasilkan produk kopi herbal siap jual dengan kemasan yang baik.
APLIKASI TEKNOLOGI FERMENTASI NATA DECOCO UNTUK MEMANFAATKAN LIMBAH AIR KELAPA DI DESA BUNUT PESAWARAN Kustyawati, Maria Erna; Rizal, Samsul; Suharyono, Suharyono; Nawansih, Otik
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6985

Abstract

Kelapa merupakan komoditas penting yang produksinya melimpah di desa Bunut Kecamatan Way Ratai Kab Pesawaran , dengan hasil panen 480 ribu buah per bulan dan menghasilkan 48 ribu kg kopra, serta limbah air kelapa 12,900 L. Alih teknologi fermentasi limbah air kelapa sebagai salah satu solusi yang dapat diterapkan kepada wanita tani. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membuat Nata de Coco melalui teknik fermentasi tradisional karena dapat menggunakan peralatan rumah tangga, kultur starter mudah diperoleh dan murah serta higienitas produk dapat dilakukan dengan pemanasan api. Alih teknologi nata de Coco dapat membantu menambah penghasilan keluarga dan membangun kebersamaan masyarakat desa. Metode penerapan teknologi dengan penyuluhan dan pelatihan yang didahului dengan mengukur kemampuan kognitif peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan alih teknologi fermentasi Nata de Coco secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif peserta. Sebesar 42,5% peserta nilai terendah menurun menjadi 10% setelah pelatihan. Kesimpulan adalah bahwa kelompok wanita tani dapat membuat nata deCoco sebagai alih teknologi fermentasi tradisional pemanfaatan limbah air kelapa. Kemampuan membuat nata deCoco diperoleh melalui penyuluhan dan pelatihan. 
Penyuluhan dan Pelatihan Diversifikasi “Olahan Bengkuang” Di KPT (Komunitas Perempuan Teluk) Kec. Teluk Betung Barat, Bandar Lampung herdiana, novita; Suharyono, Suharyono; Erna, Maria; Rizal, Samsul
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10502

Abstract

Bengkuang merupakan golongan umbi-umbian yang dapat dikonsumsi dan memiliki banyak manfaat. Tingginya produksi bengkuang saat panen raya, menyebabkan tidak semua hasilnya dapat diserap oleh pasar dan dipastikan harga jual bengkuang akan anjlok (Sari, 2019). Pemanfaatan bengkuang harus dimaksimalkan supaya dapat memperpanjang masa simpan dan menghindari turunnya harga saat panen raya yang menyebabkan kerugian pada petani. Penggunaan tepung bengkuang diharapkan dapat meningkatkan kandungan serat dan menarik konsumen untuk mengonsumsi serta menjadikan snack brownies chips ini sebagai alternatif camilan bagi Masyarakat khususnya kelompok Wanita Tani Kenanga Teluk Betung Bandar Lampung terdiri dari kaum ibu –ibu yang kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dimana rata – rata latar belakang pendidikan rata-rata hanya tamatan SMP dan SMA namun, ada juga yang Sarjana.  Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KPT (Komunitas Perempuan Teluk) Kec. Teluk Betung Barat, Bandar Lampung mengenai keamanan pangan, pembuatan Brownies chips, sanitasi dan higiene analisis usaha pembuatan diversifikasi produk olahan bengkuang yaitu Brownies chips. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : Universitas lampung, yaitu sebagai sarana untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya memberikan sumbangan bagi pelaksanaan pembangunan sedangkan untuk KPT (Komunitas Perempuan Teluk) Kec. Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, yaitu sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dalam membuat diversifikasi produk olahan bengkuang (Brownies chips).
FORMULASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP MUTU SENSORI, FISIK, DAN KIMIA CUPCAKE Viani, Tri Okta; Rizal, Samsul; Nurdjanah, Siti; Nawansih, Otik
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7191

Abstract

Cupcake daun kelor pada penelitian ini adalah cupcake yang berbahan baku tepung terigu dengan penambahan tepung daun kelor.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung daun kelor dan tepung terigu terhadap mutu sensori, fisik, dan kimia cupcake mendekati SNI 01-4309-1996 tentang standar mutu kue basah.  Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan menggunakan faktor tunggal yang terdiri dari 6 taraf formulasi tepung daun kelor dan tepung terigu yaitu P0 (0%:100%), P1 (5%:90%), P2 (10%:90%), P3 (15%:75%), P4 (20%:80%), dan P5 (25% :75%).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi tepung daun kelor dan tepung terigu terbaik ditemukan pada perlakuan P1 (5%:95%) yang menghasilkan cupcake dengan kadar air sebesar 23,50%, kadar lemak sebesar 16,93%, kadar protein sebesar 16,35%, kadar karbohidrat sebesar 27,37%, kadar abu sebesar 1,35%, kadar serat kasar sebesar 5,40%, warna agak hijau, tekstur lembut, aroma tidak langu khas kelor, aftertaste yang tidak pahit, dan penerimaan keseluruhan yang disukai oleh panelis
PENGARUH PENAMBAHAN DAUN MINT (Mentha piperita L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI TEH CELUP DAUN KELOR (Moringa oleifera) Murhadi, Murhadi; Eriska, Sovia; Nur, Muhammad; Rizal, Samsul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8151

Abstract

This study aims to determine the effect of the addition of mint leaves and stevia leaves and their interactions on the sensory characteristics of Moringa leaf tea bags. This study was arranged in a complete randomized block design (CRBD) with two factors in 2 replications. The first factor was the concentration of mint leaves in this study, namely 0%, 2%, 4% and 6%. The second factor is the concentration of stevia leaves 0%, 2%, 4% and 6%. The data obtained were analyzed for variance and further analyzed with the Orthogonal Polynomial test at the 5% level. Moringa leaves, mint leaves and stevia leaves were dried at 50℃ for 20 hours. The three ingredients were ground in a blender, sieved, mixed according to treatment and put in 2 grams of tea bags. The best research results were obtained in the combination of 4% mint leaves and 4% stevia leaves with a taste value of 4.028, aroma of 3.983 (likes), color 4.000 (likes) and an overall acceptance score of 4.133 (likes) with a moisture content of 6.475% and an ash content of 7.246%.
FORMULASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) DAN SARI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORI PERMEN JELLY Formulation of Red Ginger (Zingiber officinale var. rubrum) Extract and Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Juice on the Chemical and Sensory Properties of Jelly Candy Wildan Nur, Aditya; Astuti, Sussi; Kustyawati, Maria Erna; Rizal, Samsul
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i1.8850

Abstract

Red ginger and red dragon fruit can be used as raw materials for making jelly candy. This research aims to obtain a formulation of red ginger extract and red dragon fruit juice which produces jelly candy with the best chemical and sensory properties. The research was structured in a Complete Randomized Block Design (RAKL) with a single factor and four replications. The comparison treatment of red ginger extract and red dragon fruit juice consisted of four levels, namely 80%:20%(J1), 75%:25%(J2), 70%:30%(J3), 65%:35%(J4), 60%:40%(J5), and 55%:45%(J6). The data were analyzed for homogeneity using the Bartlett test and additional data using the Tuckey test, then the data were analyzed for variance to determine the effect between treatments. If there is a significant effect, the data is analyzed further with the Least Significant Difference Test (LSD) at the 5% level. The results showed that the J6 treatment jelly candy (55% red ginger extract and 45% red dragon fruit juice) was the best treatment which produced a texture score of 3.76 (like), taste score 3.59 (like), aroma score 3.66 (like), and a color score of 4.18 (red), water content of 16.81%, total dissolved solids of 37.80obrix, ash content of 1.97%, reducing sugar content of 8.05%, and activity antioxidants of 34.1% with IC50 of 2478.48 ppm.
Co-Authors A. S. SUHARYONO A. S. SUHARYONO Ahmad Fitri, Ahmad Ahmad Sapta Zuidar Ahmad Sapta Zuidar Akbar Tashawwufy, Nabil Anjelia Putri AS, suharyono Asep Mulyana Asep Sukohar ATRI MELATININGSIH Atri Melatiningsih AURA SABRINA DEWANTI Ayuningtyas, Salsafira Bayu Wicaksana, Bayu Cahyani, Atika Dwi Cherly Silvia Ericha Dewi Agustina Iryani Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina DEWI SARTIKA Diah Pangastuti Rahayu DITA ARTHA RISTIANI Dyah Koesoemawardani Dyah Koesoemawardani ERDI SUROSO Erdi Suroso Erdi Suroso Eriska, Sovia Esa Ghanim Fadhallah Esa Susanti FATIMAH FATIMAH Febriati, Nurullia Fibra Nuariny Fibra Nurainy Fibra Nurainy Hadi, Jessica Puteri Octavia Harun Al Rasyid Herdiana, Novita Indraningtyas, Lathifa Isnani, Tuti Julfi Restu Amelia Julfi Restu Amelia, Julfi Restu Kania Widyastuti Khairun Nisa Berawi LIA DAHLIANI PRATIWI MARIA ERNA KUSTYAWATI MARIA ERNA KUSTYAWATI MARIA ERNA KUSTYAWATI MARIA ERNA KUSTYAWATI Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Marniza Marniza Melatiningsih, Atri Melza Fitriani Merliyanisa Merliyanisa Moralita Tauhid Muhamad Kurniadi MUHAMAMAD AMIN Muhammad Irfan Affandi Muhammad Nur Muhammad Nur Faza Taqiyyuddin MUKAROMAH EKA NURLITA Murhadi Murhadi MURHADI MURHADI Murhadi Murhadi Mutiara Jayanti, Rienda Nafsiah, Ibdatin Nida Rianda Nabila Novita Herdiana Oktabriyana, Tiara Otik Nawansih Otik Nawansih Radix Suhardjo Rahmah, Amelia Kurnia RAHMAT HIDAYAT Raisa Amalia Riva Trimillenia Putri Rukmini Susilowati Safitri, Bella Intan Ayu Salsabila, Az Zahra Fithri Samsu Udayana Nurdin Samsu Udayana Nurdin Samsu Udayana Nurdin Sasmita, Cindy Siti Nurdjanah Siti Nurdjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Setyani Subeki Subeki Suharyono A S Suharyono A.S Suharyono A.S Suharyono AS Suharyono AS Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono SUHARYONO SUHARYONO Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono, A. S. Suhestry, Aprillia Dyah Susilawati Susilawati SUSSI ASTUTI SUSSI ASTUTI Sussi Astuti Sussi Astuti Syafita, Anggi Syamsiana, Annisa Tanto Pratondo Utomo Tegar Suryawan Teguh Endaryanto Tirza Hanum Udin Hasanudin Umami Ekarisa Viani, Tri Okta VIRDA AULIA SUYARTO VIRDA AULIA SUYARTO Wahyu Nugraha Widaputri, Silaturahmi Wildan Nur, Aditya Winanti, Diki Danar Tri Wisnu Satyajaya YEREMIA BAGUS NUGROHO Yosua Musada Sagala Yudiantoro Yudiantoro