Claim Missing Document
Check
Articles

MULTICULTURALISM ON EFL STUDENTS’ SELECTED POEMS IN FACULTY OF CULTURAL STUDY MULAWARMAN UNIVERSITY Alamsyah, Alamsyah; Prafitri, Wilma; Hanum, Irma Surayya; Azzura4, Nazhwa
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13139

Abstract

Indonesia sebagai bangsa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki berbagai suku bangsa yang terwujud dalam keragaman budaya dan Bahasa namun tetap dapat hidup berdampingan dan saling menghormati. Sastra multikultural adalah karya sastra yang mencerminkan interaksi dua atau lebih budaya, termasuk perbedaan suku,ras,adat istiadat,budaya dan agama. Penelitian ini mengkaji sastra multikultural sebagai objek kajian yang signifikan dan strategis dalam menjawab permasalahan bangsa. Artikel ini mengkaji unsur-unsur multicultural yang digambarkan dalam puisi-puisi pilihan yang ditulis oleh mahasiswa sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya. Pendekatan analisis isi diadopsi untuk memahami realitas dalam teks sastra multicultural dalam puisi-puisi terpilih. Penelitian ini menggunakan paradigma deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Menurut Klaus (2004), analisis isi berfokus pada referensi data yang valid dari segi isi. Namun,dengan menganalisis unsur-unsur multicultural dalam puisi-puisi pilihan yang ditulis oleh mahasiswa sastra Inggris,dapat digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Mulawarman tentang keberadaan multikulturalisme di Ibukota Nusantara. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk refleksi diri,mengevaluasi Tindakan dan keputusan yang akan diambil seseorang dan sebagai bentuk antisipasi diri dari melakukan hal-hal yang menimbulkan perpecahan karena perbedaan suku,budaya,agama dan ras.
MAKNA MITOS CERITA BURUNG ENGGANG DI KALIMANTAN TIMUR Hanum, Irma Surayya; Dahlan, Dahri
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.596 KB) | DOI: 10.30872/calls.v4i1.1276

Abstract

This research will analyze the folklore of East Borneo in the form of myth about the hornbill descended down by Dayak Kenyah people associated with its relevance to the development of nation character. The theory used is the theory of 'layers of social reality'. The theory will reveal five layers of meaning contained in a system or symbol contained in culture and tradition. Starting from the meaning of layers of empirical meaning, to the meaning of the layer of world view at the level of ideas that store local wisdom. These findings will be formulated in the form of recommendations to specific parties, for example for the preparation of curriculum, especially local content subjects at the school level, and or for East Kalimantan Literature courses at the university level.
CALABAI DAN BISSU SUKU BUGIS: REPRESENTASI GENDER DALAM NOVEL CALABAI KARYA PEPI AL-BAYQUNIE Rokhmansyah, Alfian; Hanum, Irma Surayya; Dahlan, Dahri
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 4, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.56 KB) | DOI: 10.30872/calls.v4i2.1645

Abstract

This study aims to describe the life of calabai and bissu, as well as the views of the people depicted in the Calabai novel by Pepi Al-Bayqunie. This research is library research with a qualitative approach. Data analysis was carried out through several stages, namely the data classification stage, data analysis, and the conclusion of the analysis results. The results of this study indicate that calabai and bissu are gender variations other than men and women in Bugis culture as illustrated in the Calabai novel by Pepi Al-Bayqunie. Calabai who was described by the author in the novel was a Calabai who had privileges and finally he became a bissu. In relation to the existence of calabai and bissu as illustrated in the novel, it turns out that there is a rejection from the group who consider these two gender variations to be incompatible with human nature. The existence of calabai is a problem because it is contrary to the social construction that already exists in the community. However, unlike calabai, the existence of bissu is considered more respectable because it plays an important role in Bugis culture.
Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel 49 Hari Kisah Penantang Gelombang Karya Nuril Basri : Kajian Psikoanalisis Carl Jung Rahman, Fadkur; Nugroho, Bayu Aji; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i4.22272

Abstract

Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra yang mampu menggali kompleksitas kepribadian dan psikologi manusia secara mendalam, sehingga menarik untuk dikaji melalui pendekatan psikologi sastra. Salah satu teori yang relevan untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah psikoanalisis Carl Gustav Jung. Novel 49 Hari Kisah Penantang Gelombang merupakan objek yang berpotensi mengungkap struktur kepribadian tokoh-tokoh dalam cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama I, baik struktur kesadaran maupun ketidaksadaran dengan menggunakan psikoanalisis Carl Gustav Jung. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari kalimat dan paragraf yang terdapat dalam sumber data yaitu novel 49 Hari Kisah Penantang Gelombang karya Nuril Basri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan kajian psikoanalisis Carl Gustav Jung melalui langkah-langkah analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Struktur kesadaran tokoh Aku terdiri atas tipologi-tipologi kepribadian yang terbentuk dari sikap jiwa dan fungsi jiwa. Terdapat tujuh tipologi kepribadian pada tokoh Aku, yaitu: mind-introversion, mind-extroversion, feeling-introversion, feeling-extroversion, sensory introversion, sensory extroversion, dan introversion-intuition. Tipologi kepribadian yang paling aktif pada tokoh Aku adalah introversion-feeling. (2) Struktur alam bawah sadar tokoh Aku terdiri atas alam bawah sadar pribadi dan alam bawah sadar kolektif. Alam bawah sadar pribadi tokoh Aku muncul dalam bentuk kenangan-kenangan buruk yang pernah terjadi padanya. Alam bawah sadar kolektif tokoh Aku terbentuk karena adanya 5 arketipe, yaitu: persona, shadow, anima, dan self.
Respons Pembaca terhadap Tokoh Utama Wanita dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy ASF: Kajian Resepsi Sastra Trianingsih, Arsidah; Hanum, Irma Surayya; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i4.14322

Abstract

Literary works are created for enjoyment and as a means of authorship. Mommy ASF's novel "Layangan Putus" describes a strange problem in household life experienced by a woman as a wife and mother. The novel was very famous at the beginning of 2022 and has attracted much attention of Indonesian public in particular to the problems experienced by the main woman in the story, named Kinan. The study aims to describe the reader's response to the female protagonist in Mommy ASF's novel "Layangan Putus" through a literary reception study. This research is a kind of field research with a qualitative descriptive approach and using the Sinkrois reception method. The research data is a survey of readers from Eastern Kalimantan, in Samarinda Seberang district, with 20 respondents. The results of the interview were subsequently submitted and a summary withdrawal was made from the literary reception analysis. In this study the object used is the reader's response to the novel through the results of the interview.Based on the results of the research concluded the reaction of most of the respondents to the novel "Layangan Putus" by Mommy ASF assumed that the main character of the woman in the novel is inherent a strong, wise, self-sufficient and patient attachment in the face of the test. In the analysis of the attachment, the main characters of women belong to the round characters who have a good character, firm, religious, but have a soft weak side easy to frail in silence which makes her more likely to mimic complex life. It was revealed to readers as proof that readers succeeded in accepting, appreciating and giving statements of admiration for the main character of the woman in the novel "Layangan Putus" by Mommy ASF.
Bahasa dan kebenaran dalam diskursus digital: Perspektif validity claim Habermas Triyoga, Anwar Ibrahim; Hanum, Irma Surayya; Khasri, M. Rodinal Khair; Putra, Surya Adinata
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Issue "SESANTI 2025"
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i0.22724

Abstract

Penyebaran hoaks yang cepat melalui platform digital telah menjadi tantangan signifikan terhadap validitas kebenaran dalam diskursus daring. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat 1.923 konten hoaks sepanjang tahun 2024, dengan peningkatan yang menonjol selama periode pemilu. Survei nasional oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa 24,7% hoaks tersebut bersifat politis, yang menegaskan dominasi misinformasi politik di ranah digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bahasa dalam ruang digital memengaruhi konstruksi kebenaran dan validitas intersubjektif dengan merujuk pada teori klaim validitas Jürgen Habermas. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan artikel, yaitu dengan menelaah dan membandingkan sejumlah studi terdahulu mengenai komunikasi digital, hoaks, dan demokrasi deliberatif, sehingga diperoleh gambaran persamaan, perbedaan, serta kecenderungan temuan yang relevan. Analisis difokuskan pada bagaimana setiap artikel mengidentifikasi klaim kebenaran, validitas normatif, serta relevansi informasi dalam diskursus digital. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada variasi dalam pendekatan penelitian, mayoritas artikel menegaskan bahwa diskursus digital sering kali gagal memenuhi kondisi ideal komunikasi rasional Habermas akibat bias algoritmik dan keterbatasan keterbukaan. Hal ini berimplikasi pada melemahnya konsensus dan rasionalitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital kritis sangat penting untuk memungkinkan individu menilai klaim kebenaran secara lebih efektif, mengurangi penyebaran hoaks, serta meningkatkan validitas diskursus digital.
BANDINGAN NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT LUTUNG KASARUNG DAN SUNDARA KANDA Agustini, Aulia; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i1.5276

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menggunakan objek cerita rakyat Lutung Kasarung dan Sundara Kanda. Kedua cerita tersebut merupakan dua kisah yang berasal dari budaya Sunda dan India. Penggunaan objek yang memiliki budaya yang berbeda dapat memberikan hasil penelitian yang luas dalam perihal nilai budaya yang tergambar di dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan fakta cerita, nilai budaya, persamaan dan perbedaan nilai budaya di dalam cerita rakyat Lutung Kasarung dan Sundara Kanda. Data dan sumber data didapatkan dari buku cerita rakyat Lutung Kasarung dan Kitab Ramayana. Data penelitian dikumpulkan dengan cara membaca, dan mencatat kata atau  kalimat. Data  dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data dan simpulan. Digunakan pula teknik analisis hermeneutika Hasan Hanafi untuk menafsirkan data secara khusus dan rinci. Hasil dari bandingan yang dilakukan ditemukan keterkaitan kedua cerita rakyat berdasarkan nilai budaya. Nilai budaya yang didapat adalah berdasarkan nilai kerohanian yang berdasarkan dharma ajaran agama Hindu. Kedua cerita rakyat memiliki tema dan motif cerita yang sama. Sehingga, menimbulkan kemiripan fakta cerita dan juga kemiripan nilai budaya. Nilai budaya yang didapatkan, yakni (1) hubungan manusia dengan Tuhan, (2) hubungan manusia dengan makhluk lainnya, dan (3) hubungan manusia dengan alam. Perbandingan nilai budaya tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan nilai yang tidak berubah terhadap objek. Sehingga dari ketiga varian nilai budaya yang ada didapatkan perbedaan nilai budaya. Berdasarkan  bandingan nilai budaya cerita rakyat  Luntung Kasarung dan Cerita Rakyat Sundara Kanda maka ditemukan bahwa nilai budaya sunda dan india memiliki kemiripan.Kata kunci: bandingan, cerita rakyat luntung kasarung, cerita rakyat sundara kanda,  nilai budaya ABSTRACTThis research uses the object is folklore of Lutung Kasarung and Sundara Kanda. The two folklores are two stories originating from Sundanese and Indian. The use of objects that have different cultures can provide broad research results regarding cultural values depicted in literary works. This research  aims to describe the facts of the story, cultural values, similarities and differences in cultural values in the folklore of Lutung Kasarung and Sundara Kanda. Data and data sources were obtained from the folklore book of Lutung Kasarung and Ramayana Book. The research data were collected by reading and recording words or sentences. Data were analyzed using reduction techniques, data presentation and conclusions. Hasan Hanafi's hermeneutic analysis technique is also used to interpret the data specifically and in detail. The results of the comparisons were found to be related to the two folklores based on cultural values. The cultural values obtained are based on spiritual values based on the dharma teachings of Hinduism. Both folklores have the same theme and story motif. Thus, it raises similarities in story facts and also similarities in cultural values. The cultural values obtained are (1) human relations with god, (2) human relations with other creatures, and (3) human relations with nature. The comparison of cultural values is made based on the provisions of the unchanging value of the object. So that from the three variants of existing cultural values, there are differences in cultural values. Based on the comparison of the cultural values of the Luntung Kasarugn folklore and the Sundara Kanda folklore, it is found that the cultural values of Sundanese and Indian are similar.Keywords: comparison, lutung kasarung folklore, sundara kanda folklore, cultural values
MAJAS DALAM KUMPULAN CERPEN HIMNE BUNGA-BUNGA DI LADANG KARYA CLARA NG Rahayu, Yayuk Dwi; Sulistyowati, Endang Dwi; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i1.3034

Abstract

The study discusses the type of figure of speech and the function of figure of speech in collections of peerlike hymn hymns on Clara ng's field. As for the purpose of this study, to describe the type of majas and the function of figure of speech in clusters of flower hymns in Clara ng's field. The study is a kind of literature type, using a descriptive qualitative approach. The data in this study consists of words and sentences found in packets of flower hymns in Clara ng's field of short stories The flower hymns in the fields, happy birthday, a cidade maravilhosa, monsoon, beautiful eyes, the nostra senhora del rosario. The data-collection techniques in this study use both the punctuation and the logging techniques. The techniques of the data analysis used in this study use stilistica theory through data reduction, data presentation and drawing conclusions. This research produces several conclusions as follows: first there are various types of figure of speech; contention conflict, comparison force, affirmation cooperation, allusion management. The use of the most dominant figure of speech is the hyperbole type comparison and the repetition type confirmation affirmation. Second, the majas function used in the collection of short stories Bunga-Bunga Hymns in Clara Ng's Field; 1) concretizing or clarifying statements, 2) comparing things differently, 3) affirming or reinforcing statements, 4) refining expressions, 5) beautifying statements, 6) insinuating or criticizing a situation.
KARAKTERISTIK SASTRA ANAK DALAM ANTOLOGI CERPEN AKU RADIO BAGI MAMAKU KARYA ABINAYA GHINA JAMELA Fitra, Husnu; Hanum, Irma Surayya; Sari, Norma Atika
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5918

Abstract

Sastra anak mengacu kepada kehidupan cerita yang berhubungan dengan dunia yang dipahami anak-anak. Karakteristik sastra anak yang terdapat dalam antologi cerpen Aku Radio bagi Mamamku Karya Abinaya Ghina Jamela sangat menarik dan penting untuk diteliti karena telah memberikan gambaran tahapan perkembangan anak untuk menemukan karakter anak dalam sebuah karya sastra. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan struktur intrinsik dan gambaran tahapan perkembangan anak untuk menemukan karakteristik sastra anak dalam antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data melalui tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis struktur intrinsik terhadap antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku dapat disimpulkan bahwa tokoh Alinka sebagai narator merupakan tokoh yang mendominasi cerita dan menggerakkan cerita dari awal hingga akhir. Alur antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku sebagian besar menggunakan alur maju. Latar dalam antologi cerpen menggunakan latar-latar yang dapat dijangkau oleh nalar anak. Tema dalam antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku adalah tema-tema ringan yang dapat dijangkau oleh nalar. Analisis terhadap antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku menggunakan tahapan perkembangan anak ditemukan penerapan cerita dalam antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku tersebut sejalan dengan jangkauan pemahaman dunia anak, baik dari tahapan perkembangan intelektual, perkembangan moral, perkembangan emosional dan personal serta perkembangan bahasa. Antologi cerpen Aku Radio Bagi Mamaku merupakan bacaan yang direkomendasikan untuk anak pada usia 7-10 tahun atau anak pada tahap operasional konkret.
Solidaritas Sosial Dayak Bahau dalam Roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham Kajian Sosiologi Sastra Faishal, Muhammad Faris Agus; Hanum, Irma Surayya; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7875

Abstract

Solidaritas sosial adalah perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan, aturan, dan kepercayaan bersama. Solidaritas sosial dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas sosial organik dan mekanik. Perbedaan solidaritas sosial mekanik dan organik dapat dilihat dari sistem kerja, kepadatan dinamis, hukum refresif dan restitutif, normal dan patologis, serta keadilan.       Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat, dan sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat, data dianalisis menggunakan metode penafsiran melalui unsur intrinsik roman berdasarkan teori-teori solidaritas sosial Emile Durkheim.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Bahau di dalam roman Legenda Lubang Undan karya Johansyah Balham mempunyai bentuk solidaritas sosial mekanik, yaitu bersatu karena semua orang adalah generalis. Ikatan di antara orang-orang ialah karena mereka terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggung jawab yang mirip. Suku Bahau mempunyai (a) tanggung jawab yang mirip yaitu mata pencaharian mereka adalah berladang, berburu, dan mencari sumber daya alam di dalam hutan; (b) hukum refresif yaitu hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat; (d) mereka memiliki moralitas yang kuat mengenai baik dan tidak baik melalui panutan mereka dari seseorang yang disebut kepala adat; (e) keadilan yang dipersatukan karena memiliki pengalaman yang sama yaitu adanya upacara kematian yang diurus bersama-sama, pesta panen, dan juga upacara pernikahan. Solidaritas organik suku Bahau adalah (a) kepadatan dinamis, yaitu terjadinya peningkatan pertumbuhan penduduk dan munculnya pembagian kerja dalam masyarakat. 
Co-Authors Agustini, Aulia Alamsyah - Alfian Rokhmansyah Anna Wandira Anwar Ibrahim Triyoga Anwar, Miki Asriani, Nur Azzura4, Nazhwa Bachrin, Alifia Herika Bayu Aji Nugroho, Bayu Aji Citra Dewi Marinda D., Dahri Dahri Dahlan Dahri Dahlan, Dahri Desy, Winda Oktovina Eka Yusriansyah Endang Dwi Sulistyowati Enovia Sari Faishal, Muhammad Faris Agus Fatimah Fitra, Husnu Fitriani, Juwita Geleuk, Maria Benga H Hasmawati Hikmah, Radha Ayu Nur Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu Hilal, Hikmatul Fajar Syamsul IAN WAHYUNI Ita Rosita Khasri, M. Rodinal Khair Kiftiawati, Kiftiawati Kiftiawati Lahung, Kornelia Fransiska Lainah, Arhani Liana, Riska Mey Lirung, Novita Tia M.Bahri Arifin Marisa Saputri Mawardiani, Ainun Mira Santika Monica Monica, Monica Mubarok, Ahmad Munawaroh, Fatihatul Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Musthofa, Dwi Muttaqin, Khalifaturrahman Muttaqin, Khalifaturrohman Nita Maya Valiantien Norma Atika Sari Pey, Adeliana Chein Pratama, Dentia Hady PURWANTI PURWANTI Putra, Surya Adinata Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahman, Fadkur Renaldi, Vicky Rizki, Anisa Rosyani Marlina Rosyidah, Yuni Kholifatul Sari, Norma Atika sartika, Mira Sebastian, Awang Gandi Setyoko, Aris Sindy Alicia Gunawan Sofyan Hadi Suhar, Muhamad Surya Sili Susi Susanti Syamsul Rijal Syamsul Rijal Trianingsih, Arsidah Wahid Tawaqal Wahyuni, Eka Sri Wahyuni, Ian Wahyuningsih, Diana Wati, Usnia Widyatmike Gede Mulawarman Wilma Prafitri Wulandari, Frilia Dwi Yayuk Dwi Rahayu, Yayuk Dwi Yusak Hudiyono, Yusak Yusriansyah, Eka Zafirah, Neza