Claim Missing Document
Check
Articles

TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM UJARAN KEBENCIAN PADA KOMENTAR SELEBGRAM RIO DAN KEKEYI: KAJIAN PRAGMATIK Wulandari, Frilia Dwi; Hanum, Irma Surayya; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.8390

Abstract

Penelitian ini menggunakan objek ujaran-ujaran kebencian pada komentar Selebgram Rio dan Kekeyi yang dianalisis menggunakan kajian pragmatik. Tujuan dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam ujaran kebencian pada komentar selebgram Rio dan Kekeyi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan empat bentuk tindak tutur ilokusi berupa asertif, direktif, komisif, dan ekspresif. Bentuk ilokusi merujuk pada pernyataan, nasihat, saran, serta umpatan dengan secara tidak langsung dan mengarah sindiran. Kemudian, ditemukan fungsi ilokusi kompetitif, kolaboratif, dan konfliktif. Fungsi ilokusi dengan tujuan sosial bersifat netral, menyatakan, dan menyumpahi. Bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi yang dituliskan oleh netizen untuk Rio dan Kekeyi dapat digolongkan sebagai pelanggaran dalam pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dikarenakan tuturan tersebut mengandung ujaran kebencian.
RASIONALITAS TINDAKAN SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KIRANA CINTA KARYA ANJAR ANASTASIA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Wahyuningsih, Diana; Hanum, Irma Surayya; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7142

Abstract

Rasionalitas salah satu tindakan manusia yang masuk akal dan dilakukan dengan keadaan yang sadar. Penelitian ini menggunakan novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia dan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik dan rasionalitas tindakan sosial tokoh utama di dalam novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia. Dalam penelitian ini membahas novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia karena tokoh utama dan tokoh lain mempunyai hubungan sosial, Rana sebagai tokoh utama yang peduli, membantu dan mementingkan kehidupan orang lain dibandingkan kehidupannya sendiri.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan, dengan penelitian pendekatan kualitatif deskriptif. Data dan sumber data didapatkan dari novel Kirana Cinta yang ditulis oleh Anjar Anastasia (2014). Data penelitian dikumpulkan dengan cara membaca dan mencatat kata atau kalimat yang berupa kutipan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan tokoh utama dalam novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia adalah Rana sebagai penyiar radio yang mempunyai tindakan sosial peduli dan mementingkan kehidupan orang lain dibandingkan kehidupan dirinya sendiri. Dalam tindakan Rana ditemukan Rasionalitas tindakan sosial ada empat aspek yang dalam novel berupa tindakan rasional instrumental yaitu dilakukan dengan pertimbangan dan pilihan yang sadar, tindakan rasional berorientasi nilai yaitu dipertimbangkan secara sadar untuk mencapai tujuan, tindakan tradisional  yaitu tindakan karena kebiasaan, tradisi dan adat istiadat dan tindakan afektif yaitu tindakan yang didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan yang sadar.Kata Kunci: rasionalitas, tindakan sosial, novel
MORALITAS PADA CERITA RAKYAT BULUNGAN (PUTRI LEMLAI SURI) DAN PASER (PUTRI PETUNG) KAJIAN SASTRA BANDINGAN Lahung, Kornelia Fransiska; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7144

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui struktur faktual yang terdapat dalam ceritaPutri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung (2) mengetahui nilai-moral yang terdapat dalamcerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung (3) mengetahui perbandingan nilai moralyang terdapat dalam cerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data dalampenelitian ini berupa data tertulis: kata, kalimat, atau kutipan yang terdapat dalam keduacerita. Sumber data dalam penelitian ini adalah didapatkan dari buku kumpulan ceritarakyat daerah Kalimantan Timur yang ditulis oleh Moh. Noor (1980) dan buku kumpulancerita rakyat Paser dan Berau yang ditulis oleh Syahiddin (2013). Analisis data dilakukandengan membaca kedua cerita kemudian menganalisis perbandingan yaitu persamaan danperbedaan secara struktur faktual dan nilai moral pada cerita Putri Lemlai Suri dan ceritaPutri Petung. Hasil dalam penelitian yang ditemukan pada struktur faktual yaitu (1)penokohan yaitu (A) Kuwanyi, Istri, Jauwiru, Lemlai Suri, Seekor Anjing: cerita PutriLemlai Suri (B) Perana, Itak, Putri Petung, Seekor Kerbau: cerita Putri Petung (2) aluryang digunakan dalam cerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung ialah alur maju (3)latar tempat dalam cerita Putri Lemlai Suri (Kabupaten Bulungan) dan cerita Putri Petung(Kabupaten Paser). yang ditemukan pada nilai moral yaitu (1) Moralitas hubunganmanusia dengan Tuhan. Dalam cerita rakyat Putri Lemlai Suri dan cerita rakyat PutriPetung yaitu bertanggung jawab, mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati, dan berbakti.(2) Moralitas hubungan manusia dengan masyarakat. Dalam cerita rakyat Putri LemlaiSuri dan cerita rakyat Putri Petung yaitu manusia akan mendapatkan apa yang sudahdilakukan. (3) Moralitas hubungan manusia dengan diri sendiri. Dalam cerita rakyat PutriLemlai Suri dan cerita rakyat Putri Petung yaitu saling menolong, tanpa pamrih, tidakserakahKata kunci: cerita rakyar, nilai moral, sastra bandingan
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU BIMBINGAN KONSELING DI SMA NEGERI 2 SAMARINDA (KAJIAN PRAGMATIK) Mawardiani, Ainun; Mulawarman, Widyatmike Gede; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6149

Abstract

Tindak tutur guru dalam interaksi belajar mengajar menarik untuk diteliti karena dapat berpengaruh terhadap tindakan dan keteladanan siswa. Tindak tutur dalam interaksi saat bimbingan konseling dapat dimanfaatkan sebagai pengajaran pragmatik. Dalam proses komunikasi dengan siswa, guru BK, akan mengutamakan tata krama yang khas, yaitu menggunakan tindak tutur direktif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis, fungsi, dan strategi kesantunan tindak tutur direktif yang digunakan guru BK di SMA Negeri 2 Samarinda. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan dipaparkan dalam metode deskriptif. Data berupa tuturan yang digunakan guru bimbingan konseling (BK) saat berinteraksi dengan siswa. Adapun sumber data adalah dua guru bimbingan konseling di SMA Negeri 2 Samarinda. Menggunakan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap yang dikombinasikan dengan teknik rekam dan catat, selanjutnya analisis data menggunakan metode padan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur direktif yang digunakan guru BK yaitu (a) permintaan, (b) pertanyaan, (c) perintah, (d) larangan, (e) pemberian izin, dan (f) nasihat. Sedangkan fungsi dari tiap jenis tindak tutur direktif tersebut, yaitu (a) permintaan: meminta; (b) pertanyaan: bertanya, menginterogasi, meminta, menginterogasi dan menyarankan, serta bertanya dan menekan; (c) perintah: mengajak, menyetujui, menekan, menghendaki, menginstruksikan, mensyaratkan, mengatur dan menekan, serta menyarankan dan mengatur; (d) larangan: melarang dan menasehati; (e) pemberian izin: mensyaratkan dan membolehkan; dan (f) nasihat: mengarahkan; membolehkan; menginstruksikan dan membolehkan; menasehati dan melarang; mengarahkan dan menyarankan; menasehati dan menyarankan; mengarahkan dan menginstruksikan; membolehkan, mengarahkan, dan menginstruksikan; menasihati, membolehkan, dan bertanya;  membolehkan, melarang, dan menyarankan; serta menyarankan, mengonseling, dan menasehati. Adapun kesantunan tindak tutur direktif guru BK terdapat dua strategi, yaitu kesantunan positif dan negatif.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL RE: KARYA MAMAN SUHERMAN Lirung, Novita Tia; Hanum, Irma Surayya; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i1.5274

Abstract

ABSTRAKNovel sebagai salah satu bentuk cerminan kehidupan manusia yang di dalamnya tertulis tuturan dialog antar tokoh. Pemahaman pembaca terhadap novel pada umumnya sebagai bahan bacaan, hiburan, atau informasi, sehingga bentuk dan fungsi tuturan yang terdapat di dalam novel kurang menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam novel Re: karya Maman Suherman. Merupakan jenis penelitian kepustakaan, pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kalimat dialog antar tokoh, dan sumber data berdasarkan pada sebuah novel berjudul Re: karya Maman Suherman. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis padan ekstralingual. Temuan bentuk dan fungsi tuturan dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi. Hasil dari penelitian dalam novel Re: karya Maman Suherman ditemukan bentuk tindak tutur langsung, tindak tutur tidak langsung, tindak tutur langsung literal, dan tindak tutur langsung tidak literal. Fungsi tindak tutur asertif yang berfungsi untuk menyatakan. Direktif yang berfungsi untuk memesan, memerintah, memohon, dan menasihati. Ekspresif yang berfungsi untuk berterima kasih, meminta maaf, menyalahkan, dan memuji. Komisif yang berfungsi untuk berjanji, bersumpah, dan menawarkan sesuatu. Deklaratif yang berfungsi untuk memberi nama. Simpulan dalam penelitian ini ditemukan bentuk tindak tutur langsung, tindak tutur tidak langsung, tindak tutur langsung literal, dan tindak tutur langsung tidak literal. Fungsi tindak tutur yaitu: menyatakan, memesan, memerintah, memohon, menasihati, berterima kasih, meminta maaf, menyalahkan, memuji, berjanji, bersumpah, menawarkan seseuatu, dan memberi nama.Kata kunci: novel Re:, tindak tutur ilokusi ABSTRACTNovels are a form of reflection of human life in which dialogue stories between characters are written. Readers' understanding of novels is generally used as reading material, entertainment, or information, so that the form and function of the speech contained in the novel is less of a concern. The purpose of this research is to describe the form and function of illocutionary speech acts in Maman Suherman's Re: novel. Is a type of library research, this research approach is descriptive qualitative. The data in this study are in the form of quotations from dialogue sentences between characters, and the data source is based on a novel entitled Re: by Maman Suherman. Data collection techniques used reading and note-taking techniques. The data analysis technique used extralingual equivalent analysis. The findings of speech form and function were analyzed using illocutionary speech act theory. The results of research in the novel Re: by Maman Suherman found direct speech acts, indirect speech acts, literal direct speech acts, and non-literal direct speech acts. The function of assertive speech acts is to express. A directive whose function is to order, command, beg, and advise. Expressive functions to thank, apologize, blame, and praise. Commissive whose function is to promise, swear, and offer something. Declarative that serves to give names. The conclusions in this research are found in the form of direct speech acts, indirect speech acts, direct literal speech acts, and non-literal direct speech acts. The functions of speech acts are: to state, order, command, beg, advise, thank, apologize, blame, praise, promise, swear, offer something, and give a name.Keywords: novel Re :, illocutionary speech acts
ADJEKTIVA BAHASA DAYAK BENUAQ DI KAMPUNG LAMBING KECAMATAN MUARA LAWA KABUPATEN KUTAI BARAT Pey, Adeliana Chein; Hanum, Irma Surayya; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.8360

Abstract

. This study aims to (1) describe the adjective form of the Dayak Benuaq language in Lambing Village, Muara Lawa District, West Kutai Regency, (2) describe the function of the Benuaq Dayak language adjective in Lambing Village, Muara Lawa District, West Kutai Regency. This type of research is field research. The data in this study is in the form of speech. Sources of data in this study, namely the utterances spoken by three informants. The data collection technique used was observation technique, refer to conversational engagement, note-taking and tapping techniques. The technique of analyzing qualitative descriptive data is by using the distributional method. The results of this study based on the form found that there are two parts, namely, monomorphemic adjectives and polymorphemic adjectives. Based on the function of the adjective, it was found that there are three parts, namely the attributive function is a delimiter in a noun phrase where the noun can be the subject, object, and complement, the predicative function is a predicate or complementary function in a clause, and the adverbial function or description is not a core element. in a sentence.
RESPONS PEMBACA NOVEL MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI KAJIAN RESEPSI SASTRA Liana, Riska Mey; Hanum, Irma Surayya; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i4.6615

Abstract

Novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari menarik untuk dijadikan objek penelitian karena novel ini memberikan pengetahuan tambahan dan penggambaran sejarah. Novel tersebut membuat remaja dapat belajar sejarah dan memetik nilai-nilai yang ada. Teori yang digunakan adalah teori resepsi sastra menurut Hans Robert Jauss. Kajian resepsi sastra dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis respons pembaca melalui unsur intrinsik pada novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ialah interpretasi responden terhadap novel dan sumber data ialah 18 siswa kelas XII Bahasa SMAN 4 Berau. Teknik pengumpulan data merupakan teknik wawancara, teknik catat, teknik rekam, dan transkripsi data tutur menjadi teks. Teknik analisis data menggunakan metode resepsi sinkronis secara eksperimental. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, respons pembaca terhadap novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari menunjukkan adanya tanggapan positif dan negatif. Mulai dari tokoh, latar, alur, tema, sudut pandang, dan nilai moral. Perbedaan tanggapan terhadap unsur intrinsik ini dikarenakan pemahaman setiap pembaca memiliki horizon harapan tersendiri dalam merespons cerita novel tersebut. Kedua,  kategori pembaca siswa kelas XII Bahasa SMAN Berau yang sesuai ialah actual reader, yaitu manusia yang benar-benar melaksanakan tindakan pembacaan. Ketiga, novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari layak untuk dibaca oleh anak dan remaja mulai dari usia operasional formal (11 atau 12 tahun ke atas). Responden beranggapan bahwa novel Mata di Tanah Melus merupakan novel yang bagus dan penuh dengan imajinatif sehingga responden dapat menikmati novel tersebut. 
REPRESENTASI MULTIKULTURALISME ANTAR ETNIS DI KOTA SAMARINDA MEWUJUDKAN HARMONISASI SOSIAL IBU KOTA NEGARA NUSANTARA Hanum, Irma Surayya; Nugroho, Bayu Aji; Gunawan, Sindy Alicia; Muttaqin, Khalifaturrahman
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 11, No 2 (2025): CaLLs, December 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v11i2.18980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi keragaman budaya pada masyarakat khususnya di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu dan untuk mengetahui hubungan antar etnis penduduk yang terjadi serta nilai-nilai yang berkembang dalam sudut pandang Multikulturalisme. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan pada masyarakat Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu yang dipilih secara proporsional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) representasi multikulturasime yang terjadi di kota Samarinda, khususnya di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu ditunjukkan dengan masyarakat yang terdiri dari beberapa etnis yang selalu mengedepankan dan mendalami makna harmoni serta kepedulian sosial yang tumbuh dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Capaian selanjutnya yaitu adanya sebuah implikasi didalamya, adanya perkembangan pola pikir masyarakat antar etnis di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu lebih menghargai keberagaman. (2) hubungan antar etnis sebagai penduduk di Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu yang direfleksikan dari interaksi sosial dan proses sosial terjadi dalam beberapa bentuk dan nilai-nilai yang berkembang di dalamnya merupakan representasi multikulturalisme untuk mewujudkan harmonisasi sosial menjelang didirikannya Ibu Kota Negara Nusantara.
ANALISIS NOVEL IBUKU TIDAK GILA KARYA ANGGIE D. WIDOWATI: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Pratama, Dentia Hady; Mursalim, Mursalim; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.398 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i4.2472

Abstract

This research is a qualitative descriptive study with a sociological literature study design. This study uses an objective approach. The data source in the study is the novel Ibuku Tidak Gila by Anggie D. Widowati. The data collection technique used is the technique of reading, understanding, and taking notes. Data analysis techniques use qualitative analysis consisting of identification, and interpretation. This study aims to describe the facts of social stories and facts in this study as well as analyze the aspects that occur in the novel, which in general this also occurs in the lives of the general public. In this scope, it will analyze with a sociological approach which aims to describe the contents of this novel. Based on the results of the analysis it can be concluded several things. The first fact of the story in the novel Ibuku Tidak Gila by Anggie D. Widowati consists of plot, character, setting, and theme. The flow in this novel is a forward and backward flow. The characters in this novel have good character and help. The character in this novel also has a main character and additional characters. Overall this story is based on the island of Java, namely Sragen, Jogjakarta, and Solo. In this novel there are problems that often occur in the community. The problem presented by the author is family conflict. This novel tells of a young man who experienced a dilemma in his family or love story. In the family problem, the biological mother has a mental disorder that must be treated in a mental hospital. Likewise, with the romance problems faced. Especially about the cause of his mother's madness, which his father had covered up for a long time. Which is where forcing the main character, Dewa, to find out and the reason why his biological mother has a mental disorder. Is the madness of his biological mother caused by his father who remarried or was there another problem with the cause of his mother's madness. The results of this study indicate that the balances related to the aspects of literary sociology in the novel Ibuku tidak Gila are as follows: (1) Facts of the Story, (2) Social Facts, and (3) Family Social Conditions Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan kajian sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian adalah novel Ibuku Tidak Gila karya Anggie D. Widowati. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca, memahami, dan mencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari identfikasi, dan interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita dan fakta sosial dalam penelitian ini juga menganalisa aspek-aspek terjadi dalam novel, yang pada umumnya hal ini juga terjadi pada kehidupan masyarakat umum. Dalam lingkup ini akan menganalisa dengan pendekatan sosiologi yang bertujuan untuk mendeskrpsikan isi novel ini. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama fakta cerita dalam novel Ibuku Tidak Gila karya Anggie D. Widowati terdiri dari alur, karakter, latar, dan tema. Alur dalam novel ini adalah alur maju dan mundur. Karakter dalam novel ini memiliki karakter baik dan penolong. Tokoh dalam novel ini juga memiliki tokoh utama dan tokoh tambahan. Secara keseluruhan cerita ini berlatarkan daerah pulau Jawa, yaitu Sragen, Jogjakarta, dan Solo. Dalam novel ini terdapat problematika yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Problematia yang disajikan pengarang adalah konflik keluarga. Novel ini mengkisahkan seorang pemuda yang mengalami dilema dalam keluarganya ataupun kisah asmaranya. Dalam masalah keluarga ibu kandungnya mengalami gangguan jiwa yang harus di rawat di rumah sakit jiwa. Begitu juga dengan masalah asmara yang di hadapinya. Terlebih tentang penyebab kegilaan ibunya telah ditutup-tutupi oleh ayahnya sejak lama. Yang di mana memaksa tokoh utama yaitu Dewa mencari tahu dan penyebab mengapa ibu kandungnya mengalami gangguan jiwa. Apakah kegilaan ibu kandungnya di sebabkan oleh ayahnya yang menikah lagi ataukah ada masalah lain dari penyebab kegilaan ibunya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek sosiologi sastra dalam novel Ibuku Tidak Gila adalah sebagai berikut: (1) fakta cerita, (2) fakta sosial, dan (3) keadaan sosial keluarga.
KETIDAKADILAN GENDER TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM NOVEL STAY WITH ME TONIGHT KARYA SOFI MELONI Hasmawati, Hasmawati; D., Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i3.2940

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketidakadilan gender di dalam sebuah karya sastra, yaitu novel berjudul Stay with Me Tonight Karya Sofi Meloni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data atau kutipan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian pertama, struktur faktual dalam novel Stay with Me Tonight Karya Sofi Meloni meliputi alur, tokoh dan penokohan, serta latar. Alur yang terdapat dalam novel ini adalah alur campuran. Tokoh-tokoh dalam novel ini adalah Ayu sebagai tokoh utama perempuan dan Benny Kurniawan sebagai tokoh utama laki-laki. Sedangkan tokoh tambahan yaitu ibu, Baron, Ditto, Yuana, dan Rio. Latar dalam novel ini sebagian besar berada di Jakarta. Kedua, ketidakadilan gender pada tokoh utama perempuan (Ayu) yaitu (1) marginalisasi dialami oleh Ayu digambarkan sebagai PSK. (2) subordinasi dialami Ayu yang dianggap tidak penting oleh Benny. (3) pandangan stereotipe dialami Ayu yang dipaksa untuk berdandan dan dianggap tidak penting hanya sebagai pemuas nafsu. (4) kekerasan yang dialami Ayu salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan adalah pelacuran, bentuk pelacuran yang dialami Ayu dijual oleh ayah tirinya di sebuah bar. (5) beban kerja yang dialami Ayu harus menanggung untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tokoh Ayu yang mengalami kesulitan ekonomi memaksa dirinya harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. ABSTRACT This research aimed to analyze gender injustice in a literary work, a novel entitled Stay with Me Tonight by Sofi Meloni. This research was qualitative research with the method of library research. This research used structural approach. The research used reading and note taking technique to obtain data and quote in this research. The firstresultof this research showed that factual structure in Stay with Me Tonight novel by Sofi Meloni includes plot, character and characterization and setting. The plot was mixed plot (combination between progressive and flashback plot). The characters were Ayu as main female character and Benny Kurniawan as main male character. There were also additional characters; Mother, Baron, Ditto, Yuana and Rio. Setting of this novel was mostly in Jakarta. Thesecond result of this research showed that there was gender injustice experienced my main female character (Ayu) which were: (1) marginalization experienced by Ayu as she was described as a prostitute. (2) subordination experienced by Ayu as she was considered not important by Benny. (3) stereotype experienced by Ayu as she was forced to put make and dress up and considered not important only as person to satisfy man’s lust. (4) violence experienced by Ayu to become a prostitute, the form of violence was she was sold by her step father in a bar. (5) Ayu had to be responsible to fulfill her needs, Ayu character experienced economic difficulties forcing her to have part time work to live.
Co-Authors Agustini, Aulia Alamsyah - Alfian Rokhmansyah Anna Wandira Anwar Ibrahim Triyoga Anwar, Miki Asriani, Nur Azzura4, Nazhwa Bachrin, Alifia Herika Bayu Aji Nugroho, Bayu Aji Citra Dewi Marinda D., Dahri Dahri Dahlan Dahri Dahlan, Dahri Desy, Winda Oktovina Eka Yusriansyah Endang Dwi Sulistyowati Enovia Sari Faishal, Muhammad Faris Agus Fatimah Fitra, Husnu Fitriani, Juwita Geleuk, Maria Benga H Hasmawati Hikmah, Radha Ayu Nur Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu Hilal, Hikmatul Fajar Syamsul IAN WAHYUNI Ita Rosita Khasri, M. Rodinal Khair Kiftiawati, Kiftiawati Kiftiawati Lahung, Kornelia Fransiska Lainah, Arhani Liana, Riska Mey Lirung, Novita Tia M.Bahri Arifin Marisa Saputri Mawardiani, Ainun Mira Santika Monica Monica, Monica Mubarok, Ahmad Munawaroh, Fatihatul Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Musthofa, Dwi Muttaqin, Khalifaturrahman Muttaqin, Khalifaturrohman Nita Maya Valiantien Norma Atika Sari Pey, Adeliana Chein Pratama, Dentia Hady PURWANTI PURWANTI Putra, Surya Adinata Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahman, Fadkur Renaldi, Vicky Rizki, Anisa Rosyani Marlina Rosyidah, Yuni Kholifatul Sari, Norma Atika sartika, Mira Sebastian, Awang Gandi Setyoko, Aris Sindy Alicia Gunawan Sofyan Hadi Suhar, Muhamad Surya Sili Susi Susanti Syamsul Rijal Syamsul Rijal Trianingsih, Arsidah Wahid Tawaqal Wahyuni, Eka Sri Wahyuni, Ian Wahyuningsih, Diana Wati, Usnia Widyatmike Gede Mulawarman Wilma Prafitri Wulandari, Frilia Dwi Yayuk Dwi Rahayu, Yayuk Dwi Yusak Hudiyono, Yusak Yusriansyah, Eka Zafirah, Neza