Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Deiksis Persona Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka Zafirah, Neza; Hanum, Irma Surayya; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i4.8626

Abstract

Deiksis adalah suatu kata yang referennya berubah-ubah atau tidak tetap. Dalam kehidupan sehari-hari, deiksis banyak digunakan dalam percakapan, surat kabar, dan karya sastra salah satunya adalah novel. Novel Tenggelamnya kapal Van Der Wijck karya Hamka ini memiliki 224 halaman. Dalam novel ini Hamka menceritakan kisah Zainuddin (tokoh dalam novel) dengan menggunakan beberapa jenis deiksis. Deiksis dapat diketahui maknanya jika diketahui pula siapa, di mana, dan kapan deiksis itu diucapkan. Jadi, pusat orientasi deiksis adalah penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis persona yang terdapat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penilitian kepustakaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat dialog yang terdapat dalam Novel Tenggelamnya kapal Van Der Wijck karya Hamka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan ekstralingual.Hasil dari penelitian ini ditemukan bentuk-bentuk deiksis yang digunakan dalam Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka antara lain deiksis persona pertama tunggal (aku, -ku, saya dan nya), deiksis persona pertama jamak (kami, dan kita), deiksis persona kedua tunggal (kau, anda, kamu, dan -mu), deiksis persona kedua jamak (kalian), deiksis persona ketiga tunggal (ia, dia, dan - nya), deiksis persona ketiga jamak (mereka). Ditemukan juga tiga fungsideiksis dalam penelitian ini, diantaranya, fungsi emotif, fungsi referensial, dan fungsi konatif. Secara keseluruhan hasil analisis dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka dapat disimpulkan bahwa bentuk deiksis persona tidak bergantung pada kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga. Berdasarkan referen yang diacunya, deiksis persona dapat dengan bebas memilih sebagai bentuk kata ganti persona ke berapa ia memosisikan keberadaanya dalam konteks. Dalam bahasa Indonesia penggunaan sistem deiksis persona merujuk pada penggunaan sistem bentuk kata ganti persona yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda- beda. Hal ini disebut dengan pembalikan deksis.Kata kunci : bentuk persona, deiksis persona, fungsi deiksis persona, novel. 
Reprsentasi Masalah Sosial dalam Game A Space For The Unbound Kajian Analisis Wacana A Teun Vand Dijk Sebastian, Awang Gandi; Purwanti, Purwanti; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i1.18521

Abstract

Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah menganalisis representasi masalah sosial dalam Game A Space For The Unbound. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan masalah-masalah sosial yang terdapat dalam game tersebut berdasarkan indikator dan kategori yang telah ditetapkan.Metode penelitan yang digunakan ialah metode kualitatif. Penelitian metode ini berfokus pada eksplorasi dan pemahaman makna di balik sejumlah individua tau kelompok orang terkait dengan masalah-masalah sosial. Pendekatan kualitatif secara umum digunakan untuk menyelidiki aspek-aspek kehidupan masyarakat, sejarah, perilaku, konsep, masalah sosial, dan topik-topik lainnya. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis wacana Teun A Van Dijk, untuk meneliti struktur teks, wacana kognisi, dan wacana konteks sosial, lalu dihubungkan dengan teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Game A Space For The Unbound merepresentasikan masalah-masalah sosial seperti pedagang yang nakal, perundungan, kekerasan dalam rumah tangga, dan premanisme yang kuat adanya relevansi masalah sosial yang ada di kehidupan sehari-hari.
EKSPLOITASI HUTAN DALAM KUMPULAN PUISI ANAK “POHON-POHON RAKSASA DI RIMBA NUSANTARA” KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN Hanum, Irma Surayya; Dahlan, Dahri; Liana, Riska Mey
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 8, No 1 (2022): CaLLs, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v8i1.8027

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi-puisi terpilih dalam buku kumpulan puisi Anak “Pohon-Pohon Raksasa di Rimba Nusantara” Karya Korrie Layun Rampan berfokus bahwa terdapat indikasi pohon-pohon yang menjadi topik dalam kumpulan puisi tersebut dicitrakan sebagai objek, misalnya kayu ulin yang bisa dijadikan bahan bangunan dan sebagainya. Hal-hal seperti itu berulang di puisi-puisi yang lain, sehingga penelitian ini sangat penting dilakukan. Terdapat hipotesis bahwa penyair berpotensi mengajarkan tindakan eksploitasi terhadap pohon kepada anak-anak  melalui kumpulan puisi anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data, dalam penelitian ini berupa teks kata, kalimat, dan sumber data berupa 3 (tiga) puisi yang berjudul “Meranti Bunga”, “Manggeris”, dan “Ulin”. Tiga puisi tersebut dianalisis dengan menggunakan teori puisi, diksi, citra, dan sastra anak.Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa objek yang menjadi topik dari ketiga puisi tertebut adalah representasi dari hutan. Bahkan bisa disebut pohon sebagai representasi alam. Sehingga menyebut nama pohon tertentu seperti meranti bunga, manggeris, dan ulin, hanyalah sebuah simbol untuk membicarakan situasi dan kondisi bagaimana eksploitasi hutan telah terjadi di alam hutan hujan tropis Kalimantan Timur. 
REPRESENTASI DAN IDENTITAS MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI Hanum, Irma Surayya; Triyoga, Anwar Ibrahim; Muttaqin, Khalifaturrohman
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13146

Abstract

Konflik yang disebabkan karena perbedaan budaya dapat menimbulkan adanya perpecahan, perbedaan budaya, mayoritas-minoritas, selain itu, budaya yang lahir dari kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang tidak suka membaca dan mempertimbangkan makna suatu berita atau memahami suatu isu dapat menimbulkan kasus provokasi. Padahal, negara selama ini kerap menggaungkan ampuhnya pendekatan multikulturalisme, yakni penghormatan dan akomodasi atas kebutuhan dan ekspresi dalam keragaman budaya. Dalam konteks Indonesia, negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, multikulturalisme menjadi suatu nilai yang penting untuk dipelajari dan dipahami. Salah satu bentuk pengungkapan multikulturalisme adalah melalui karya sastra berupa novel yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk representasi dan identitas multikulturalisme yang terdapat dalam novel. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data diperoleh berupa kutipan kalimat dialog, dan narasi yang bersumber pada novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan dasar teori representasi dan identitas budaya Stuart Hall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca dan mencatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Ronggeng Dukuh Paruk mampu menggambarkan keragaman budaya yang ada dalam masyarakat Jawa, melalui representasi dan identitas budaya dalam konteks mental dan bahasa. Masyarakat Jawa memberikan kebebasan kepada masyarakat Desa Dukuh Paruk untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka sendiri yang tampak dari karakter (mental) tokoh-tokoh dalam cerita sebagai representasi dan identitas budaya, serta penggunaan bahasa sehari-hari yang cabul dan kasar sebagai ekspresi mental warga desa Dukuh Paruk. Penyesuaian budaya dalam situasi tertentu juga tidak dapat dihindari, maka harus ditrima sebagai bentuk penjagaan hidup yang harmoni.
Strategi Kesantunan Berbahasa Pada Acara Roasting Kiky Saputri Official: Kajian Pragmatik Wahyuni, Eka Sri; Wahyuni, Ian; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.16829

Abstract

Roasting merupakan humor yang memiliki konsep mengolok-olok, mengkritik dan menyindir secara personal. Strategi kesantuna berbahasa akan memperkecil kemungkinan untuk penutur memperoleh ancaman terhadap mitra tuturnya. Penelitian ini membahas tentang bentuk dari strategi kesantunan yang digunakan  dan fungsi bahasa yang terdapat pada acara roasting dalam video Youtube. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh Kiky Saputri pada acara roasting dalam video Youtube channel Kiky Saputri official.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian ini yaitu berupa tuturan yang ditranskripsikan dari video Youtube, dengan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat kemudian teknik analisis data menggunakan metode padan.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk strategi kesantunan positif (positive politeness strategy) yang banyak sering digunakan dalam roasting seperti bentuk strategi melebih-lebihkan rasa ketertarikan, membuat mitra tutur lebih tertarik dan membuat lelucon agar mitra tutur tidak merasa terancam oleh roasting tersebut, sehinggan lebih dominan digunakan daripada strategi kesantunan negatif (negative politeness strategy). Fungsi kesantunan berbahasa dalam strategi kesantunan berbahasa pada acara roasting oleh Kiky Saputri di Youtube channel Kiky Saputri Official dalam playlist “Kiky Roasting!” meliputi: fungsi menyatakan (deklaratif), fungsi menanyakan (interogatif), fungsi menyuruh (imperatif) termasuk fungsi melarang dan menyetujui, fungsi meminta maaf dan fungsi mengkritik.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS PAKAI SEBAGAI ALAT MUSIK SEDERHANA PADA WORKSHOP MUSIK PERKUSI DI SMAN 2 SAMBOJA: Utilization of Used Eco-Friendly Materials as a Simple Music Instrument in Percussion Music Workshop at SMAN 2 Samboja Setyoko, Aris; Rahayu, Famala Eka Sanhadi; Hanum, Irma Surayya; Valiantien, Nita Maya; Musthofa, Dwi; Hilal, Hikmatul Fajar Syamsul
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i1.37

Abstract

Abstract: The community service program entitled "Improving students' soft skills using eco-friendly material" was implemented to dessiminate culture, literature and arts in society. Another objective of this program was to educate students to participate in protecting environment using cultural approach by creating simple musical instrument from used goods. It was proposed to improve students' hard and soft skills to face the tight rivalry in the future working world, as well. The program was implemented in the form of seminar and workshop where the speaker presents the material through lecturing, discussion, and demonstration. The results of the present program were the students understood the importance of protecting nature and environtment and improve their hard and soft skills by playing simple musical instruments they made from used bottles. Keywords: musical intelligence; eco-friendly materials; percussion; music workshop. Abstrak: Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema peningkatan soft skill siswa melalui penggunaan material eco-friendly dengan bentuk kegiatan seminar dan workshop pemanfaatan barang bekas pakai sebagai alat musik sederhana pada workshop musik perkusi di SMA N 2 Samboja bertujuan untuk mendesiminasikan ilmu pengetahuan budaya, sastra, dan seni di masyarakat. Tujuan berikutnya adalah memberikan edukasi kepada siswa-siswa dan lingkungan sekolah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan dan alam dengan pendekatan budaya, melalui pemanfaatan barang bekas pakai menjadi alat musik sederhana. Mengasah salah satu kecerdasan yang dimiliki manusia untuk meningkatkan hard skill dan soft skill siswa untuk menghadapi permasalahan ketatnya persaingan dunia kerja dimasa mendatang juga menjadi tujuan dari kegiatan ini. Penyampaian materi dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menampilkan para peserta berkecenderungan meningkatkan dan mengasah salah satu kecerdasannya untuk pengembangan hard skill maupun soft skill, serta meningkatkan kesadaran dalam menjaga alam dan lingkungan dalam bentuk penggunaan barang bekas pakai menjadi alat musik sederhana sebagai bentuk peningkatan kecerdasan musikal. Kata kunci: kecerdasan musikal; material eco-friendly; perkusi; workshop musik.
PENGGUNAAN BAHAN ECO-FRIENDLY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG MENYENANGKAN DI MTS AL-JIHAD SAMBOJA: Using Eco-Friendly Materials as the Media for Fun English Learning in MTs Al-Jihad Samboja Sanhadi Rahayu, Famala Eka; Setyoko, Aris; Valiantien, Nita Maya; Hanum, Irma Surayya; Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu; Musthofa, Dwi
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i1.55

Abstract

This community service program aims to improve students’ interests and attitudes toward English language learning and promote environmental awareness, especially in reusing plastic bottles to minimize microplastic trash. The community service program is a seminar with an interactive lecture method, a Games Tournament, and a project-based learning method. To measure students’ interest and attitude toward English language learning, they are requested to fill out the questionnaire before and after the activity to see how it changes. The questionnaire results showed a significant improvement in students’ interests and attitudes to English language learning, which is caused by environmental and psychological change. Students are believed to be more encouraging in the activity because they feel safe to express their idea in class after having their awareness of the learning process raised. Therefore, a fun circumstance and safe atmosphere are keys to success in learning English.
BAHASA FIGURATIF DALAM HIMPUNAN PUISI GAMBAR KESUNYIAN DI JENDELA KARYA SHINTA FEBRIANY: KAJIAN STILISTIKA Anwar, Miki; Hanum, Irma Surayya; purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8645

Abstract

Manusia dalam mengutarakan perasaannya biasanya melakukannya dengan secara langsung dan tidak langsung. Kalimat langsung biasanya tulisan yang dituliskan sama persis dengan apa yang dikatakan penutur, sedangkan kalimat tidak langsung yakni tulisan yang diubah secara bahasa tetapi tentang mengandung makna atau maksud yang sama. Seseorang akan mengungkapkan perasaannya melalui tulisan atau menjadi sebuah karya sastra. Salah satu genre yang sering ditemui ialah puisi. Bahasa figuratif  adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi bahasa figuratif  pada puisi-puisi Shinta Febriany.Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun data penelitian berupa kata, frasa, atau kalimat, serta sumber data penelitian ini adalah himpunan puisi Gambar Kesunyian di Jendela. Teknik pengumpulan data baca, simak, bebas libat catat. Teknik analisis data menggunakan metode pilah unsur penentu.Hasil penelitian ditemukan bahasa figuratif menggunakan kajian stilistika berupa pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan, serta makna bahasa figuratif dan fungsi bahasa figuratif dalam kata, frasa, maupun baris atau kalimat. Analisis dimulai dengan mencari data-data dari 4 puisi yang telah dipilih, data yang teridentifikasi berupa data yang termasuk ke dalam bahasa figuratif, selanjutnya mengklasifikasikan berdasarkan bahasa figuratif, makna, dan fungsi. Bentuk bahasa figuratif digunakan menentukan jenis-jenis yang dominan digunakan penyair, makna bahasa figuratif bertujuan untuk mengetahui makna implisit yang terdapat pada setiap puisi, serta fungsi digunakan untuk membangkitkan nilai estetik dalam himpunan puisi Gambar Kesunyian di Jendela karya Shinta Febriany. Kata Kunci: himpunan puisi, bahasa figuratif, stilistika
Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci Rosyidah, Yuni Kholifatul; Hanum, Irma Surayya; Kiftiawati, Kiftiawati Kiftiawati
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8460

Abstract

Rosyidah, Yuni Kholifatul. 2022. Relasi Kuasa dalam Novel Gadis Pesisir Karya Nunuk Y. Kusmiana: Kajian Hegemoni Antonio Gramsci. Skrispi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman. Pembimbing I: Irma Surayya Hanum, S.S., M.Pd. Pembimbing II: Kiftiawati, S.S., M. Hum. Ketimpangan sosial merupakan permasalahan di Indonesia yang terjadi di beberapa wilayah dan tidak mudah untuk diselesaikan. Keadaan sosial tersebut dituangkan oleh penulis dalam karya sastra novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana yang menarik untuk dikaji karena banyak menggambarkan kehidupan sosial masyarakat khususnya di Jayapura. Tujuan penelitian ini adalah (1) menguraikan fakta cerita dalam novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana, (2) menguraikan relasi kuasa dalam novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana, dan (3) menguraikan bentuk kontra hegemoni yang terjadi dalam novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian adalah kata, frasa, dan kutipan kalimat yang merujuk pada sumber data berupa novel Gadis Pesisir karya Nunuk Y. Kusmiana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Proses selanjutnya adalah memberikan interpretasi dengan mempertimbangkan pendekatan yang digunakan. Teknik analisis data penelitian yang digunakan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kelas sosial terbagi atas masyarakat yang berintelektual tinggi dan masyarakat yang berintelektual rendah. Keuntungan dan kemudahan akses dengan mudah didapatkan oleh kelas yang berkuasa. Masyarakat yang berasal dari kelas bawah menerima secara suka rela terhadap kebijakan yang berlaku. Relasi kuasa yang ada menunjukkan adanya masyarakat yang dikategorikan sebagai hegemoni merosot (decadent). Bentuk kontra hegemoni juga tampak dalam perilaku beberapa tokoh. Akan tetapi, pemberontakan yang mereka lakukan tidak bisa berjalan dengan mulus karena banyaknya masyarakat yang pemikirannya telah terarahkan dengan peraturan di kampung tersebut.  Kata Kunci: hegemoni Antonio Gramsci, novel, relasi kuasa 
Perlawanan Tokoh Utama Perempuan terhadap Budaya Patriarki dalam Naskah Film Dua Garis Biru Karya Gina S. Noer Bachrin, Alifia Herika; Hanum, Irma Surayya; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i1.12720

Abstract

Budaya dan tradisi masyarakat telah menormalisasi segala bentuk opresi terhadap perempuan, karena pemberlakuan budaya patriarki yang menganggap status laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Berdasarkan kenyataan ini, terciptalah gerakan feminisme sebagai upaya memperjuangkan keadilan gender, salah satunya termanifestasi dalam naskah film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer yang secara khusus menonjolkan perjuangan tokoh utama perempuan dalam menggaungkan keberadaannya lewat segala bentuk perlawanan terhadap budaya patriarki yang dialami di masyarakat. Penelitian kepustakaan ini membahas bentuk-bentuk budaya patriarki yang dialami tokoh utama perempuan dalam naskah film, serta caranya melawan setiap bentuk ketidakadilan gender lewat tinjauan feminisme dan pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui deskripsi naskah film, didapati hasil bahwa tokoh utama perempuan mengalami berbagai bentuk ketidakadilan akibat statusnya sebagai perempuan di masyarakat patriarki, berupa marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan verbal, hingga beban kerja berlebih. Namun, tokoh utama perempuan dalam naskah film secara aktif terlibat dalam mengatakan secara tegas pendapatnya tentang tiap keputusan yang dapat memengaruhi diri serta orang-orang sekitarnya. Pada akhirnya, perjuangan yang ia lakukan berhasil membebaskan dirinya dari kungkungan budaya patriarki dan mendeklarasikan dirinya sebagai individu yang konkret—diakui keberadaannya, mempunyai tujuan hidup, dan bebas menentukan jalan hidupnya sendiri._____________________________Society’s culture and tradition have normalized every kind of oppression to women, due to patriarch culture of making men’s status higher than women been applied. Based on this circumstances, feminist movement has been made as an attempt to stand up for gender equality, in which one has been manifested in Dua Garis Biru film script by Gina S. Noer that especially highlight female main lead struggles to echoing her existence by doing any kind of counterwork against the patriarch culture which people are projecting towards her. This literature research will uses feminism point of view and qualitative descriptive method to examine any kind of patriarch culture experienced by the female main lead in the film script, and how she fights against those gender inequality. Through the film script descriptions, the result showed that the female main lead has been experiencing several kinds of inequity in the society caused by her status as woman in the eye of patriarch, which are marginalization, subordination, stereotype, verbal violation, even excess workload. Hence the female main lead in the film script been actively involved in decisively spoke her own mind about every little decision which going to be impactful towards herself and others around her. At the end, her struggles which she had been through had liberated herself from the confinement of patriarch culture and she declared herself clearly as one actual human being—which her existence being acknowledged, having her own life purpose, and free to choose her choice in life.
Co-Authors Agustini, Aulia Alamsyah - Alfian Rokhmansyah Anna Wandira Anwar Ibrahim Triyoga Anwar, Miki Asriani, Nur Azzura4, Nazhwa Bachrin, Alifia Herika Bayu Aji Nugroho, Bayu Aji Citra Dewi Marinda D., Dahri Dahri Dahlan Dahri Dahlan, Dahri Desy, Winda Oktovina Eka Yusriansyah Endang Dwi Sulistyowati Enovia Sari Faishal, Muhammad Faris Agus Fatimah Fitra, Husnu Fitriani, Juwita Geleuk, Maria Benga H Hasmawati Hikmah, Radha Ayu Nur Hilal, Hikmatul Fajar Syamsu Hilal, Hikmatul Fajar Syamsul IAN WAHYUNI Ita Rosita Khasri, M. Rodinal Khair Kiftiawati, Kiftiawati Kiftiawati Lahung, Kornelia Fransiska Lainah, Arhani Liana, Riska Mey Lirung, Novita Tia M.Bahri Arifin Marisa Saputri Mawardiani, Ainun Mira Santika Monica Monica, Monica Mubarok, Ahmad Munawaroh, Fatihatul Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Mursalim Musthofa, Dwi Muttaqin, Khalifaturrahman Muttaqin, Khalifaturrohman Nita Maya Valiantien Norma Atika Sari Pey, Adeliana Chein Pratama, Dentia Hady PURWANTI PURWANTI Putra, Surya Adinata Rahayu, Famala Eka Sanhadi Rahman, Fadkur Renaldi, Vicky Rizki, Anisa Rosyani Marlina Rosyidah, Yuni Kholifatul Sari, Norma Atika sartika, Mira Sebastian, Awang Gandi Setyoko, Aris Sindy Alicia Gunawan Sofyan Hadi Suhar, Muhamad Surya Sili Susi Susanti Syamsul Rijal Syamsul Rijal Trianingsih, Arsidah Wahid Tawaqal Wahyuni, Eka Sri Wahyuni, Ian Wahyuningsih, Diana Wati, Usnia Widyatmike Gede Mulawarman Wilma Prafitri Wulandari, Frilia Dwi Yayuk Dwi Rahayu, Yayuk Dwi Yusak Hudiyono, Yusak Yusriansyah, Eka Zafirah, Neza