p-Index From 2021 - 2026
6.074
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Agama Jurnal YIN YANG Jurnal INSANIA PENDIDIKAN VOKASI:TEORI DAN PRAKTIK LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Al-'Adalah Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal IPTEK Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JI@P) Mimbar Keadilan SHAHIH : Journal of Islamicate Multidisciplinary PEDAGOGY INDONESIAN JOURNAL OF CRIMINAL LAW STUDIES Panggung Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Hukum De Jure Humanistika : Jurnal Keislaman TAWADHU JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Lex Scientia Law Review AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra JPEKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen dan Keuangan TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Law Research Review Quarterly International Journal of Science, Engineering and Information Technology INVENTORY : Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Batulis Civil Law Review EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Jurnal Impresi Indonesia JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Journal of Comprehensive Science Jurnal Keilmuan dan Keislaman Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi J-Icon : Jurnal Komputer dan Informatika Social Science Academic Assyfa Journal of Islamic Studies International Journal of Economics Studies PAEDAGOGIE
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Mimbar Keadilan

KAJIAN HUKUM PIDANA INDONESIA ATAS PENYALAHGUNAAN ALAT BUKTI VISUM ET REPERTUM SEBAGAI SARANA UNTUK MELAKUKAN TINDAK PIDANA PEMERASAN Rohmat, Rohmat
Mimbar Keadilan Vol 13 No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Faculty of Law, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mk.v13i1.2667

Abstract

Visible evidence is a doctor's statement made in writing about medical results to humans who live or die, or parts or suspected parts of the human body, based on their knowledge and under oath for justice. The role of Visum et Repertum as one of the evidences in criminal cases concerning the human body. However, Visum et Repertum can be misused by some people to benefit themselves illegally, in other words, committing the crime of extortion. The problem in this paper is how the position of visum et repertum evidence in the study of the Indonesian Criminal Procedure Book, the strength of visum et repertum evidence and how the study of Indonesian criminal law against the evidence evidence visum et repertum is used as a means to commit extortion crimes. This type of research uses normative analysis research. The research material used is secondary material. Then the data collection method is carried out through literature studies, while the data analysis is done qualitatively. Based on the research results it can be concluded that Indonesian criminal law has not directly controlled it. It can be said that the strength of the Visum et Repertum evidence is only as a complementary instrument in the search for truth. Someone who intentionally uses post mortem for his own benefit illegally, then that person cannot be considered as a victim but other offenders related to witnesses. Based on the analysis of the criminal element in the monistic flow and the element of criminal responsibility in the dualistic flow, the perpetrators of this crime have fulfilled the dolus element. This means that someone already has intentional and intentional actions to get minor or severe injuries with a view to benefiting oneself illegally.Alat bukti visum merupakan pernyataan dokter yang dibuat secara tertulis mengenai hasil medis kepada manusia yang hidup atau mati, atau bagian atau diduga bagian tubuh manusia, berdasarkan pengetahuan mereka dan di bawah sumpah demi keadilan. Peran Visum et Repertum sebagai salah satu alat bukti dalam perkara pidana mengenai tubuh manusia. Namun, Visum et Repertum dapat disalahgunakan beberapa orang untuk menguntungkan diri sendiri secara tidak sah, dengan kata lain, melakukan tindak pidana pemerasan. Permasalahan dalam paper ini adalah bagaimana kedudukan alat bukti visum et repertum dalam kajian Kitab Hukum Acara Pidana Indonesia, kekuatan alat bukti visum et repertum dan bagaimana kajian hukum pidana Indonesia terhadap alat bukti visum et repertum yang digunakan sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana pemerasan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analisis normatif. Bahan penelitian yang digunakan yaitu bahan sekunder. Kemudian metode pengumpulan data dilakukan melalui melalui studi literatur, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hukum pidana Indonesia belum secara langsung mengendalikannya. Dapat dikatakan bahwa kekuatan alat bukti Visum et Repertum hanya sebagai instrumen pelengkap dalam pencarian kebenaran. Seseorang yang dengan sengaja menggunakan visum untuk kepentingan diri sendiri secara tidak sah, maka orang tersebut tidak dapat dianggap sebagai korban tetapi pelaku pelanggaran lain sehubungan dengan para saksi. Berdasarkan analisis unsur pidana dalam aliran monistik dan unsur tanggung jawab pidana dalam aliran dualistik, maka pelaku tindak pidana ini telah memenuhi unsur dolus. Ini berarti bahwa seseorang telah memiliki niat dan tindakan yang disengaja untuk mendapatkan cedera ringan atau parah dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri secara tidak sah.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah, Ishlahuddin Adeoye, Moses Adeleke Adi, Handaru Indrian Sasmito Agus Sutiyono Agustina Nurhayati Ahra, Muhammad Haikal Alfiyani, Lina Amang Fathurrohman, Amang Anwar, Syaeful Artwodini Muqtadiroh, Feby Ashtaputre, Shrirang AYU NINGSIH Choirudin, Choirudin Dadang S Anshori Dewi, Intan Karunia Djoko Prakosa Dyah Nugraheni, Prasasti Encep Kusumah Erwin Andrianto Fachry Abda El Rahman Fikriawan, Suad Firia Ferlania, Dianda Aryntya Flora Ramona Sigit Prakoeswa Ghiffari, Faisal Hendra Purwanto Henny Sri Astuty Hidayat Hidayat Hidayat, Ahmad Wahyu Holish, Amarru Muftie Ida Faridatul Hasanah Isah Cahyani Jamhari, Said Kholid Mawardi Kurniawan, Nurkholis Ma’arifah, Amaliya Miftahul Makhrudy, Khoirul Aman Malik, Muhammad Khoirul Mauridhi Hery Purnomo Miftahul Ulum Milda Istiqomah Mista, Hunaidah Mohamad Jamhari Muhammad Nanang Qosim Muhammad Yusuf Muhyidin, Yusuf Mulyono, Didik Muttaqin, Muhammad Rafi Noor Alis Setiyadi NORIDA CANDA SAKTI Nunung Sitaresmi Nurini Aprilianda Perdana, Muhammad Nabhan Putri, Nanda Anggelina Rara Novika Rahmadhini Rio Achmad Nugroho Rizqa Ahmadi, Rizqa Rizqi, Mohammad Fathur Rozak, Khozani Rufaidah, Anik Sair, Shrafat Ali Saputra, Rio Angga Sholeh, Idris Malikus Siti Zulaikhah Smith, Robert Brian Sri Nurhayati Sugiono, Didik Sulistyaningsih, Lilis Siti Sumaji, Muhammad Anis Susi Nurkholidah Suwarno Suwarno Syariefuddin, Iqbal Syarifudin, Iqbal Tamrin Fathoni Taufiqurrohman Taufiqurrohman Tri Rijanto Uzliawati , Lia Waspodo Tjipto Subroto Wei, David Chuah Cee Wibowo, Gita Vallenti Yahya, Layyina Elwirda Yakob, Asmirati Yayat Suharyat