Claim Missing Document
Check
Articles

MANADO WEDDING RESORT “ WATERSCAPE ARCHITECTURE “ Mandulangi, Lucky; Rondonuwu, Dwight M.; Rate, Johannes Van
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.10735

Abstract

ABSTRAK Manado Wedding Resort adalah sebuah wadah yang melayani akan kebutuhan saat akan melaksanakan pernikahan maupun setelah pernikahan.Wadah ini nantinya akan menjadi alternatif pemecah masalah bagi pasangan kekasih yang ingin menikah atau untuk liburan setelah pasca pernikahan.Waterscape Architecture merupakan tema yang diambil untuk meningkatkan kualitas perancangan. Tema ini berfungsi sebagai bentuk pemanfaatan air pada arsitektur. Air dapat menciptakan suasana beragam yang berpengaruh pada perasaan dan suasana hati manusia baik itu dari efek visual maupun efek suara. Kota Manado sebagai kota yang dominan kaya akan unsur air memenuhi kriteria dalam penerapan tema, serta kota Manado sebagai kota pariwisata banyak menarik turis lokal dan interlokal menjadikan  kota Manado memiliki prospek lokasi yang tinggi dalam pembangunan resor. Kata kunci: Manado, Wedding, Resort, air
ANALISIS KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN MERAUKE Haurissa, Destela; Rondonuwu, Dwight M.; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Merauke merupakan wilayah dengan tingkat perkembangan yang cukup pesat karena merupakan kawasan strategis yang disebabkan keberadaanya pada perbatasan antar negara serta kondisi kawasan yang landai sehingga peninggkatan pembangunan sangat cepat. Distrik Merauke mengalami peningkatan jumlah penduduk yang cukup pesat dari tahun ketahun, peningkatan ini menyebabkan peningkatan akan kebutuhan lahan. Dalam upaya pengendalian pemanfaatan lahan di yang terbatas perlu dilakukan monitoring dan evaluasi agar dapat diperoleh kesesuaian pemanfaatan lahan yang sesuai dengan rencana pemanfaatan lahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan lahan pada bagian wilayah perkotaan Merauke serta menganalisis kesesuaian pemanfaatan lahan tahun 2019 terhadap rencana pemanfaatan lahan dalam Rencana Detail Tata Ruang kawasan Perkotaan Merauke Tahun 2017-2037. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil overlay menggunakan GIS antara peta pemanfaatan lahan eksisting tahun 2019 dan peta perencanaan pemanfaatan lahan pada RDTR Kawasan Perkotaan Merauke Tahun 2017-2037, maka diperoleh peta kesesuaian pemanfaatan lahan. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh identifikasi pemanfaatan lahan pada kawasan perkotaan Merauke diperoleh pemanfaatan lahan dengan zona ruang terbuka hijau merupakan kawasan dengan luasan terbesar yaitu seluas 2878,86 ha atau 41,02% dari luas kawasan perkotaan Merauke. Sedangkan kesesuaian pemanfaatan lahan diperoleh kesesuaian pemanfatan lahan kawasan perkotaan Merauke dengan kriteria sesuai  seluas 5001,90 ha atau 73,39%, kriteria belum sesuai seluas 1553,31 ha atau 22,79%  sedangkan kriteria tidak sesuai 260,21 ha atau 3,82%  dari luas kawasan perkotaan Merauke.Kata Kunci : Lahan, Pemanfaatan Lahan, Kesesuaian Lahan, RDTR
PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN KOTA BITUNG Sakul, Fianna G.; Tilaar, Sonny; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37069

Abstract

The development of an area can provide various kinds of influence on people's lives. Basically, the development of settlements in both urban and rural areas is to realize livable, safe, comfortable, peaceful and prosperous urban and rural conditions, but if the settlements are not properly facilitated or the settlement facilities are not functioning properly or if the settlements are located around industrial areas as well as economic and service centers, it can affect the quality of a settlement.. However, from the various positive influences obtained from industry, there are also negative influences such as the effect on the quality of settlements because in addition to producing various products and various manufactured objects, industrial activities can also produce air and noise pollution caused by industrial production equipment and tools. -Industrial transportation means entering and leaving the industry. Bitung City is one of the industrial cities in North Sulawesi Province which is divided into various types of industries, but most of them are located very close to residential areas which allow the residential area to receive various influences from all activities in the surrounding industry. The purpose of this study is to identify the condition of settlements in urban villages that are close to industry, and to analyze the influence of industrial activities on the quality of settlements in areas close to industry in Bitung City. The analytical method used is the path analysis method by taking data from a questionnaire. Then the results of the correlation test show that there is a relationship between industrial activities on the quality of settlements and the results of the regression test show that if there is an increase in the quality of industrial activities, it will affect the value of the quality of settlements positively.
STASIUN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) TERPADU DI MANADO: Arsitektur Eco – Tech Agnes V. Basuki; Dwight M. Rondonuwu; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota-kota besar, kemacetan merupakan permasalahan yang seringkali terjadi. Meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan di Manado tidak diimbangi dengan ketersediaan jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Banyaknya jumlah penduduk berpengaruh pada peningkatan jumlah kebutuhan penggunaan jasa transportasi, khususnya transportasi umum. Meningkatnya beban pada sistem transportasi ini menuntut adanya suatu solusi. Oleh karena itu, stasiun LRT (Light Rail Transit) dihadirkan sebagai solusi untuk mengurangi masalah kemacetan di Manado. Metode perancangan yang digunakan adalah Teori Horst Rittel, pengembangan varietas-reduksi varietas. Digunakan juga 3 pendekatan perancangan antara lain pendekatan tipologis, pendekatan lokasional, dan pendekatan tematik. Stasiun LRT pada umumnya menggunakan teknologi canggih dan cenderung memiliki desain futuristik. Oleh karena itu, diimplementasikan tema Arsitektur Eco Tech yang berfokus pada arsitektur dengan teknologi yang berwawasan lingkungan dengan menggabungkan antara teknologi canggih dengan konsep ramah lingkungan dalam penerapannya pada desain stasiun LRT Terpadu. Kata Kunci : Stasiun, Light Rail Transit (LRT), Terpadu, Arsitektur Eco Tech
GEDUNG KONVENSI DI KAWASAN PENTECOSTAL CENTRE GPdI SULUT MANADO: Manifestasi Konsep Spiritual Glory Dalam Arsitektur Kristanya C. E. Tendean; Dwight M. Rondonuwu; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pentecostal Centre GPdI Sulut merupakan suatu kawasan pusat pelaksanaan kegiatan Jemaat Kristiani denominasi GPdI se- Sulawesi Utara. Dimana Kawasan ini difungsikan sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan-kegiatan akbar dari Gereja GPdI baik bersakala regional, nasional maupun internasional, di dalam kawasan ini juga terdapat kantor majelis daerah GPdI Sulut sebagai tempat untuk mengkoordinasi pelayanan di daerah Sulawesi Utara. Kawasan ini diketahui sedang dikembangkan oleh MD GPdI Sulut yaitu dengan penambahan beberapa fasilitas seperti Sekolah SD-SMP-SMK Terpadu, Universitas, dan juga Permukiman Jemaat/Hamba Tuhan GPdI. Sejalan dengan perkembangan pelayanan GPdI yang ada juga dilihat dari fungsi Kawasan dan tujuan untuk melengkapi setiap fasilitas-fasilitas yang ada di dalam Kawasan, Maka kehadiran suatu fasilitas sebagai wadah yang dapat menampung dan menunjang segala kegiatan dengan skala yang besar seperti Gedung Konvensi sangat dibutuhkan pada Kawasan ini. Dengan Perancangan fasilitas Gedung Konvensi pada Kawasan maka dapat membantu pelaksanaan setiap kegiatan lebih terorganisir dan dapat mengembangkan kegitana pelayanan dari GPdI di Sulawesi Utara sebagai suatu Organisasi Gereja. Dalam Perancangan ini, proses dan metode desain yang digunakan mengacu pada Proses desain Generasi Kedua (Berciri argumentative) yang dikemukakan oleh Horst Rittel (1972), dengan menggunakan mekanisme Model proses desain argumentatif Pengembangan Pengembangan Varietas – Reduksi Varietas (Variety Generation – Variety Reduction) oleh Horst Rittel. Dimana metode ini bertujuan untuk memperoleh solusi dari identifikasi masalah yang ada dengan beberapa alternatif, untuk mencapai alternatif terbaik berdasarkan argumentasi mendalam, dalam aktivitas ini terdapat keterlibatan partisipan yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang menjadi dasar argumentasi. Perancangan Gedung Konvensi ini dinilai dapat merespon kebutuhan fasilitas yang ada dalam Kawasan Pentecostal Centre juga untuk mewadahi segala kegiatan pelayanan yang akan dilaksanakan oleh Gereja GPdI dilengkapi fasilitas yang memadai. Dengan dilakukan pemaksimalan program ruang dan penataan ruang khususnya untuk kegiatan utama yaitu kegiatan konvensi baik ber-skala kecil maupun ber-skala besar. Serta penataan lanskap Tapak dan Kawasan yang bertujuan menata ruang luar yang dapat difungsikan dengan baik dan sirkulasi yang mampu menunjang setiap fasilitas yang ada dalam Kawasan. Dengan mengangkat tema Manifestasi Konsep ‘Spiritual Glory’ dalam Arsitektur maka Gedung Konvensi di Kawasan dapat Menampilkan/Mengekspresikan suatu kosep spiritual yang mampu mempengaruhi keadaan batin manusia sesuai dengan tujuan makna yang ingin disampaikan yaitu untuk merepresentasi citra pengguna dan juga Gereja GPdI. Kata Kunci: Kawasan Pentecostal Centre, Gedung Konvensi, GPdI, Sulawesi Utara, Spiritual Glory.
ANALISIS RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR KOTA MANADO BERBASIS MITIGASI BENCANA Syafrida A. Kamal; Dwight M. Rondonuwu; Fela Warouw
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado terletak di wilayah pesisir pantai sehingga rentan akan fenomena alam dengan ciri geografisnya masing-masing. Pesisir Kota Manado juga rentan terhadap bencana, seperti kenaikan muka air laut yang terjadi di beberapa tahun terakhir dan juga kemungkinan dapat terjadi lagi bencana tsunami. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis karakteristik wilayah pesisir kota manado dan untuk mengetahui konsep rencana zonasi berbasis mitigasi bencana Tsunami dan kenaikan muka air laut di wilayah pesisir Kota Manado. Penelitian ini diolah melalui Analisis Spasial GIS untuk mengetahui karakteristik Kawasan pesisir, resiko bencana dan rencana zonasi berbasis mitigasi bencana. Dari analisis tersebut diusulkan 4 zona berbasis mitigasi bencana di wilayah pesisir Kota Manado, yaitu Zona Preservasi, Zona Konservasi, Zona Penyangga dan Zona Pemanfaatan. Kata Kunci: Karakteristik Wilayah Pesisir, Resiko Bencana, Mitigasi Bencana, Konsep Zonasi Berbasis Mitigasi Bencana
PUSAT REHABILITASI KENAKALAN REMAJA DI MANADO. Arsitektur Perilaku Stevenly A. Mamesah; Dwight M. Rondonuwu; Roosje J. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24618

Abstract

Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja adalah suatu fasilitas yang menyediakan suatu sarana bagi para remaja yang memiliki masalah – masalah sosial di masyarakat dimana keadaan sosial di masyarakat terlebih pada kisaran umur remaja di Kota Manado sekarang menjadi suatu masalah yang perlu ditanggapai dan memerlukan suatu fasilitas yang memfasilitasi kegiatan rehabilitasi yang diperlukan bagi masyarakat. Tujuan perancangan Pusat Rehabilitasi Kenakalan Remaja ini adalah untuk mendesain suatu sarana bangunan yang dapat mengubah perilaku sosial para remaja di Kota Manado dengan desain – desain bangunan yang menerapkan konsep tema Arsitektur Perilaku. Dalam melaksanakan tahapan proses perancangan dimulai dari metode pengumpulan data berupa studi literatur dan studi komparasi, lalu dianalisis dan kemudian akan menghasilkan konsep perancangan. Tema yang digunakan sebagai pendekatan perancangan, ditransformasikan sehingga menjadi bentuk massa bangunan dengan proses feedback atau proses adanya suatu tanggapan balik dalam data- data yang diperiksa dan dianalisis sesuai dengan perancangan. Dengan demikian Pusat Rehabilitasi untuk para remaja di Kota Manado sebagai suatu solusi perancangan dalam menanggapi permasalahan sosial yang terjadi di kalangan remaja di Manado dengan hasil akhir penerapan tematik pada konsep dan menghasilkan gambar pra desain berupa siteplan, layout, denah bangunan, tampak bangunan, interior dan eksterior bangunan  yang menerapkan tema arsitektur perilaku pada desain bangunan. Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi, Kenakalan Remaja, Arsitektur Perilaku, Manado
SPORT CENTER DI MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Metafora Agrendi A. C. Wojongan; Dwight M. Rondonuwu; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25585

Abstract

Sport Center merupakan Fasilitas olahraga terpadu yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Di Kabupaten Minahasa Tenggara, fasilitas untuk menampung kegiatan olahraga belum  terfasilitasi dengan baik dan representatif. Menurunnya tingkat kenyaman dalam beberapa fasilitas olahraga menjadi alasan utama pengadaan  fasilitas olahraga terpadu di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan Perancangan objek ini adalah untuk menyediakan wadah yang representatif untuk menunjang kegiatan olahraga bagi masyarakat umum dan atlit baik untuk berlatih maupun untuk penyelenggaraan event – event olahraga dalam skala kabupaten.Proses perancangan  menggunakan metode perancangan menurut teori John Zeizel, dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta   pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya.. Bangunan disampaikan dengan tampilan Arsitektur Metafora  untuk memberikan kesan menonjol pada bentuk bangunan. Metafora diterapkan pada dua massa bangunan yaitu pada massa utama (sport hall) yang menggunakan bentukan kepala burung manguni sebagai simbol budaya di kabupaten Minahasa Tenggara dan menggunakan penggunaan metafora konkrit atau tangible metaphor dan aquatic center menggunakan bentukan sifat air yaitu gelombang yang diterapkan pada atap bangunan sebagai visualisasi metafora abstrak atau intangible metaphor.Kata Kunci :    Sport Center, Arsitektur Metafora, Kabupaten Minahasa Tenggara
OCEANARIUM di MANADO. Arsitektur Biomimetik Kriswanto W. Zachawerus; Dwight M. Rondonuwu; Octavianus H. A. Rogi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25586

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan hewan-hewan air laut yang ditempatkan dalam suatu Akuarium raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Kota Manado  merupakan kota dengan banyak potensi akan pariwisata dan dikenal sebagai daerah tujuan wisata di kawasan timur Indonesia, khususnya pulau Bunaken sudah lama dikenal dengan taman bawah lautnya yang sangat indah sehingga mendapat perhatian khusus dan menjadi salah satu misi pemerintah Kota Manado untuk mengembangkannya. karena dibutuhkannya begitu banyak biaya untuk mengunjungi dan melihat nya dan juga tidak bisa semua kalangan untuk bisa mengunjunginya. maka perlu dihadirkan objek Oceanarium ini untuk bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat kota Manado dan sekitarnya. Tujuannya Merancang sebuah Oceanarium di Manado dengan tema biomimetik yang nantinya bisa membangkitkan citra wisata kota Manado dan memiliki sarana rekreasi, sarana edukasi, dan sarana konservasi sehingga bisa dijadikan sebagai landmark wisata kota Manado. Tema Biomimetics Architecture adalah tema yang memiliki keterkaitan erat dengan makhluk hidup dan alam sehingga dirasa cocok untuk objek Oceanarium ini yang isinya juga berhubungan dengan makhluk hidup dan alam. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Biomimetics Architecture diterapkan pada rencana tapak kawasan Oceanarium yang mengambil bentuk dari makhluk hidup dan alam. Faktor yang berkontribusi terhadap tema ini  seperti bentukan dan suasana yang diterapkan pada massa bangunan dan ruang luar pada perancangan oceanarium sebagai penerapan tema Biomimetics Architecture. Kata kunci : Kota Manado, Oceanarium, Biomimetics Architecture 
HOTEL RESORT DI PULAU LEMBAH. Genius Loci Meytti Y. Sabarofek; Dwight M. Rondonuwu; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27808

Abstract

Hotel resort merupakan sarana berupa fasilitas untuk menginap bagi pengunjung yang berlibur di tempat-tempat wisata yang biasaanya berada di luar kota yang menawarkan pemandangan yang indah di sekitarnya. Kecamatan paudean lembeh selatan di  bitung memiliki karekterrustik wisata pesisir yang has dan banyak di minati turis lokas dan tusir asing. Namun sarana wisata  yang terdapat di pulau lemh masi sangat minim dan terbatas bahkan kurang representatif diliahat dari aspek arsitektyr. tujuan perancangan ini adalah merencanakan hotel resort yang representatif dengan pendekatan genius loci .metode perancangan mengacu pada teori John Zeizel dan menggunakan pendekatan tipologi,temati serta lokasi tapak. Sedangkan proses perancangan di mulai dari pengumpulan data, analisi, sintesis, dan konsep perancangan . adapun hasil perancangan berupa transformasi konsep  ke dalam perancangan arsitektur seperti siteplan,layout,denah,tapak,potongan,prespektif dan gambar tambahan lainnya... penerapan tema genius loci terdapat pada tampilan arsitektur atap,dinding luar interior, dan desdain ruang luar.  Kata Kunci: Hotel Resort, Genius Loci,Pulau Lembeh
Co-Authors - Suryono Aghita G. Maliatja, Aghita G. Agnes V. Basuki Agrendi A. C. Wojongan Akiang, Andriano B. Al Asy Ary, Muhammad Farid Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Amanda S. Sembel Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bokau, Devanya Deviani Ruth Christofel Jacob Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V Wuisang, Cynthia E.V Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Elisabet S. Pua Esli D. Takumansang Fela Warouw Fela Warouw Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hanny Poli Haurissa, Destela Herry Kapugu Hudha, Nurul Jefrey I. Kindangen Jessy A. Rumouw Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Judy O. Waani Kandow, Varrah N. Kolibu, Eunike T. Kolompoy, Gracia J. P. Kristanya C. E. Tendean Kriswanto W. Zachawerus Kulas, Bryan E. Lucky Mandulangi, Lucky Manege, Max Millian Meytti Y. Sabarofek Mokalu, Kezia Stefani Ndari, Putriana A. Nur, Ady I. A. Nussy, Juan E. Octavianus H. A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pamela Fedoria Pangaila, Andro A. Paramitha, Indtani Pierre H. Gosal Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Roosje J. Poluan Rorong, Yolanda O. Sakul, Fianna G. Sangkay, Visilia C. Sembel, Amanda S Sjeren A. Saroinsong Sonny Tilaar Steven Lintong Stevenly A. Mamesah Syafrida A. Kamal Syalom Fujaya, Fransiska Taihuttu, Abraham Teppie, Reza C. Thalia G. Pomantow Timothy T. Tumonggor Torondek, Vicky Trifena T. A. Tumundo Tumbelaka, Stevanus Vailen Van Den Bokshouw, Andry A. Vicky H. Makarau Wahab, Sitti Rahma Sy. Windy M. Mononimbar