Claim Missing Document
Check
Articles

PANTI ASUHAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA: Place Attachment dalam Arsitektur Pamela Fedoria; Dwight M. Rondonuwu; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin menyadari betapa penting dan banyaknya hal yang perlu diperhatikan dalam membesarkan anak. Tetapi tidak semua anak mendapatkan kesempatan didukung secara maksimal tumbuh-kembangnya sebab tidak ada keluarga yang mendukung. Panti asuhan dirancang di Desa Kaima, Minahasa Utara dengan luasan tapak 16.265 m2 yang masih dikelilingi alam untuk mendukung tumbuh- kembang anak. Tapak berkontur dengan KDB 60%, KDH 40%, dan KLB 80% ini ditempatkan 5 massa bangunan dengan bangunan paling tinggi berlantai 3 agar cukup menampung 200 anak. Tema place attachment bertujuan untuk menciptakan kesan rumah pada setiap anak asuh yang menghuni panti asuhan sehingga dapat menciptakan kenangan masa kecil yang indah. Pengimplementasian tema perancangan pada bangunan memanfaatkan warna. Desain selubung bangunan interaktif dengan material kayu berwarna untuk memacu sifat eksplorasi anak dan dilakukan perbedaan warna sebagai pengarah. Pemilihan bentuk massa bangunan dan ruang luar juga menyesuaikan dengan psikologis anak. Area bersosialisasi outdoor dibuat berbentuk lingkaran disertai dengan unsur edukasi. Panti asuhan juga menghadirkan plaza, jalan pedestrian, lapangan olahraga, dan ruang bermain outdoor pada ruang luarnya. Panti asuhan ini menggunakan penghawaan alami dengan sumber air bersih berasal dari PDAM menggunakan pompa. Bangunan seluruhnya menggunakan konstruksi beton bertulang dengan rangka atap baja ringan. Kata Kunci: Panti Asuhan, Place Attachment, Minahasa Utara
SCIENCE PARK TERUMBU KARANG DI LIKUPANG: Arsitektur Organik Thalia G. Pomantow; Dwight M. Rondonuwu; Judy O. Waani
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science Park Terumbu Karang di Likupang merupakan pusat penelitian dan pengembangan berbasis properti yang mengakomodasi dan meningkatkan pertumbuhan dalam hal ini pertumbuhan terumbu karang dengan berafiliasi dengan universitas atau badan penelitian pemerintah dan swasta berdasarkan pendekatan, dengan tata kelolanya dalam hal ini berpusat di daerah Likupang, Minahasa Utara. Fasilitas yang disediakan science park yaitu Laboratorium, ruang pemeliharaan Terumbu Karang, dek observasi dan lainnya dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan Terumbu karang secara langsung karena memiliki lokasi yang strategis dekat tempat perkembang biakan terumbu karang yang berlokasi di pantai Pulisan, Likupang Timur, Minahasa Utara. Fasilitas dan ruang yang disediakan science park ini mengutamakan dengan nuansa alami dengan memanfaatkan alam disekitarnya dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Organik yang diterapkan pada dalam beberapa prinsip seperti sirkulasi, bentuk bangunan, dan struktur bangunan. Keberadaan science park terumbu karang dapat mendorong pertumbuhan terumbu karang di Likupang, dengan meningkatnya populasi terumbu karang dapat meningkatkan pertumbuhan wisatawan negara dan mancanegara di Likupang untuk dapat menikmati keindahan dan keragaman biota laut yang ada. Untuk mendukung peningkatan wisatawan science park terumbu karang memiliki fasilitas rekreasi yang dapat dinikmati wisatawan yang berkunjung seperti aquarium, kolam interaktif, dan taman rekreasi pantai dimana wisatawan dapat bermain sambil belajar tentang terumbu karang dengan suasana alami yang dikelilingi pepohonan dan pantai yang indah. Kata Kunci: Science Park, Terumbu Karang, Arsitektur Organik, Likupang
RE-DESAIN PRESIDENT SHOPPING CENTER DI KOTA MANADO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Kulas, Bryan E.; Siregar, Frits O. P.; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 1 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i1.52659

Abstract

ABSTRAK Pusat perbelanjaan / Shopping center merupakan aktivitas komersill yang direncanakan, dikembangkan, dimiliki dan dioperasikan dalam satu unit bisnis. Kota manado sempat mempunyai pusat perbelanjaan yang sempat popularrdi tahun 1990- an, yaitu President Shopping Center. Melihat kondisi bangunan saat ini, fasilitas utama atau pendukung, dan peruntukannya, President Shopping Center tidak lagi memenuhi syarat sebagai pusat perbelanjaan di kota Manado dannsekitarnya. Tujuan dari me- redesain President Shopping Center di Kota Manado merupakan mendesain ulang President Shopping Center menjadi lebih menarik dan aman dari yang ada saat ini dengannmemperhatikan kawasan sekitar. President Shopping Center dirancang Kembali dengan metoda pendekatan Arsitektur Hijau dengan konsep ruang terbuka hijau yang bisa membagikan rasa kenyamanan yang lebih dalam melaksanakan aktivitas berbelanja. Kata Kunci: Re-Desain, President Shopping Center, Manado, Arsitektur Hijau ABSTRACT Shopping center / Shopping center is a commercial activity that is planned, developed, owned and operated in one business unit. Manado City once had a shopping center that was popular in the 1990s, namely President Shopping Center. Looking at the current condition of the building, main or supporting facilities, and its designation, President Shopping Center no longer qualifies as a shopping center in the city of Manado and its surroundings The purpose of redesigning the President Shopping Center in Manado City is to redesign the President Shopping Center to be more attractive and safer than the current one by paying attention to the surrounding area. President Shopping Center is redesigned with a Green Architecture approach method with the concept of green open space that can share a sense of more comfort in carrying out shopping activities KeyWords: Re-Design, President Shopping Center, Manado, Green Architecture
PUSAT PELATIHAN dan PEMENTASAN PADUAN SUARA Di KOTA MANADO - HARMONIZATION IN ARCHITECTURE Taihuttu, Abraham; Rondonuwu, Dwight M.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56073

Abstract

ABSTRAK Paduan suara adalah sebuah seni musik yang membutuhkan kerjasama dan kolaborasi antar individu untuk menciptakan harmoni yang indah dalam nyanyian. Kota Manado adalah salah satu kota dengan jumlah peminat paduan suara yang tinggi. Kurangnya fasilitas dan wadah untuk berlatih dan menampilkan paduan suara di Manado membuat para pelaku paduan suara tidak efektif untuk meningkatkan keterampilan dalam paduan suara. Pusat Pelatihan dan Pementasan Paduan Suara di Manado dirancang untuk menjadi wadah bagi masyarakat yang ada sebagai fasilitas pendukung berkembangnya paduan suara yang ada di Manado dan sekitarnya. Pusat Pelatihan dan Pementasan Paduan Suara ini diharapkan dapat bermanfaat untuk lebih berkembangnya paduan suara yang ada di Manado dan sekitarnya baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Harmonization in Architecture sebagai tema perancangan merupakan sebuah upaya untuk menciptakan harmoni antara arsitektur dan musik. Arsitektur dan musik memiliki peran yang saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Sebagaimana harmonisasi dalam musik dibutuhkan untuk menyeimbangkan hati dan suara maka harmonisasi dalam arsitektur yang mencakup elemen-elemen seperti bentuk, warna, tekstur, dan suara dicocokkan dan diterapkan secara harmonis untuk menciptakan suasana dan estetika objek arsitektur yang baik. Kata Kunci: Pusat Pelatihan, Pusat Pementasan, Paduan Suara, Hamonization in Architecture ABSTRACT Choir is an art of music that requires cooperation and collaboration between individuals to create beautiful harmony in singing. Manado City is one of the cities with a high number of choir enthusiasts. The lack of facilities and containers to practice and perform choirs in Manado makes choir performers ineffective in improving skills in choirs. The Choir Training and Performance Center in Manado is designed to be a forum for the existing community as a supporting facility for the development of choirs in Manado and its surroundings. This Choir Training and Performance Center is expected to be useful for the further development of choirs in Manado and its surroundings both in terms of quality and quantity. Harmonization in Architecture as a design theme is an effort to create harmony between architecture and music. Architecture and music have roles that complement and reinforce each other. Just as harmonization in music is needed to balance heart and sound, harmonization in architecture that includes elements such as shape, color, texture, and sound is matched and applied harmoniously to create a good atmosphere and aesthetics of architectural objects Keywords: Training Center, Performance Center, Choir, Hamonization in Architecture
RE-DESAIN PRESIDENT SHOPPING CENTER DI KOTA MANADO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Kulas, Bryan E.; Siregar, Frits O. P.; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 1 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i1.52659

Abstract

ABSTRAK Pusat perbelanjaan / Shopping center merupakan aktivitas komersill yang direncanakan, dikembangkan, dimiliki dan dioperasikan dalam satu unit bisnis. Kota manado sempat mempunyai pusat perbelanjaan yang sempat popularrdi tahun 1990- an, yaitu President Shopping Center. Melihat kondisi bangunan saat ini, fasilitas utama atau pendukung, dan peruntukannya, President Shopping Center tidak lagi memenuhi syarat sebagai pusat perbelanjaan di kota Manado dannsekitarnya. Tujuan dari me- redesain President Shopping Center di Kota Manado merupakan mendesain ulang President Shopping Center menjadi lebih menarik dan aman dari yang ada saat ini dengannmemperhatikan kawasan sekitar. President Shopping Center dirancang Kembali dengan metoda pendekatan Arsitektur Hijau dengan konsep ruang terbuka hijau yang bisa membagikan rasa kenyamanan yang lebih dalam melaksanakan aktivitas berbelanja. Kata Kunci: Re-Desain, President Shopping Center, Manado, Arsitektur Hijau ABSTRACT Shopping center / Shopping center is a commercial activity that is planned, developed, owned and operated in one business unit. Manado City once had a shopping center that was popular in the 1990s, namely President Shopping Center. Looking at the current condition of the building, main or supporting facilities, and its designation, President Shopping Center no longer qualifies as a shopping center in the city of Manado and its surroundings The purpose of redesigning the President Shopping Center in Manado City is to redesign the President Shopping Center to be more attractive and safer than the current one by paying attention to the surrounding area. President Shopping Center is redesigned with a Green Architecture approach method with the concept of green open space that can share a sense of more comfort in carrying out shopping activities KeyWords: Re-Design, President Shopping Center, Manado, Green Architecture
PUSAT PELATIHAN dan PEMENTASAN PADUAN SUARA Di KOTA MANADO - HARMONIZATION IN ARCHITECTURE Taihuttu, Abraham; Rondonuwu, Dwight M.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56073

Abstract

ABSTRAK Paduan suara adalah sebuah seni musik yang membutuhkan kerjasama dan kolaborasi antar individu untuk menciptakan harmoni yang indah dalam nyanyian. Kota Manado adalah salah satu kota dengan jumlah peminat paduan suara yang tinggi. Kurangnya fasilitas dan wadah untuk berlatih dan menampilkan paduan suara di Manado membuat para pelaku paduan suara tidak efektif untuk meningkatkan keterampilan dalam paduan suara. Pusat Pelatihan dan Pementasan Paduan Suara di Manado dirancang untuk menjadi wadah bagi masyarakat yang ada sebagai fasilitas pendukung berkembangnya paduan suara yang ada di Manado dan sekitarnya. Pusat Pelatihan dan Pementasan Paduan Suara ini diharapkan dapat bermanfaat untuk lebih berkembangnya paduan suara yang ada di Manado dan sekitarnya baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Harmonization in Architecture sebagai tema perancangan merupakan sebuah upaya untuk menciptakan harmoni antara arsitektur dan musik. Arsitektur dan musik memiliki peran yang saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Sebagaimana harmonisasi dalam musik dibutuhkan untuk menyeimbangkan hati dan suara maka harmonisasi dalam arsitektur yang mencakup elemen-elemen seperti bentuk, warna, tekstur, dan suara dicocokkan dan diterapkan secara harmonis untuk menciptakan suasana dan estetika objek arsitektur yang baik. Kata Kunci: Pusat Pelatihan, Pusat Pementasan, Paduan Suara, Hamonization in Architecture ABSTRACT Choir is an art of music that requires cooperation and collaboration between individuals to create beautiful harmony in singing. Manado City is one of the cities with a high number of choir enthusiasts. The lack of facilities and containers to practice and perform choirs in Manado makes choir performers ineffective in improving skills in choirs. The Choir Training and Performance Center in Manado is designed to be a forum for the existing community as a supporting facility for the development of choirs in Manado and its surroundings. This Choir Training and Performance Center is expected to be useful for the further development of choirs in Manado and its surroundings both in terms of quality and quantity. Harmonization in Architecture as a design theme is an effort to create harmony between architecture and music. Architecture and music have roles that complement and reinforce each other. Just as harmonization in music is needed to balance heart and sound, harmonization in architecture that includes elements such as shape, color, texture, and sound is matched and applied harmoniously to create a good atmosphere and aesthetics of architectural objects Keywords: Training Center, Performance Center, Choir, Hamonization in Architecture
Kajian Luasan Dan Sebaran Lahan Potensial Perumahan Kawasan Perkotaan Di Kabupaten Minahasa Utara [Studi Kasus: Kecamatan Kalawat, Airmadidi, Kauditan] Bokau, Devanya Deviani Ruth; Rondonuwu, Dwight M.; Mandey, Johansen C.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.57391

Abstract

Abstrak Kabupaten Minahasa Utara terletak pada jalur penghubung dua kota besar yang memiliki potensi terjadinya urbanisasi akibat letak geografisnya. Hal ini didukung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Utara tahun 2013-2033 yang menyatakan bahwa Kecamatan Kalawat, Kecamatan Airmadidi, dan Kecamatan Kauditan ditetapkan sebagai Kawasan Siap Bangun (KASIBA) dan Lingkungan Siap Bangun (LISIBA) yang diperuntukan untuk pembangunan perumahan berskala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung sebaran dan luasan yang dapat mencukupi sampai 20 tahun mendatang. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik overlay dengan bantuan aplikasi software ArcGIS, melakukan pembobotan sesuai dengan kriteria lahan peruntukan perumahan. Berdasarkan identifikasi dan analisis maka diperoleh sebaran dan luas lahan potensial pengembangan perumahan keseluruhan seluas 16.130 Ha. Hasil tersebut menunjukan kapasitas lahan untuk peruntukan perumahan di wilayah penelitian pada tahun 2044 masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang ada. Kata kunci: Daya Dukung, Lahan Potensial, Perumahan. Abstract North Minahasa Regency is located on the connecting route between two big cities that have the potential for urbanization due to its geographical location. This is supported in the 2013-2033 Regional Spatial Plan of North Minahasa Regency which states that Kalawat Sub-district, Airmadidi Sub-district, and Kauditan Sub-district are designated as Ready to Build Areas (KASIBA) and Ready to Build Neighborhoods (LISIBA) intended for large-scale housing development. This study aims to identify and calculate the distribution and area that can be sufficient for the next 20 years. The analysis method in this study uses overlay techniques with the help of ArcGIS software applications, weighting according to the criteria for housing allocation land. Based on the identification and analysis, the distribution and area of potential housing development land totals 16,130 hectares. These results show that the capacity of land for housing designation in the study area in 2044 is still inadequate to meet existing housing needs. Keyword: Supportability, Potential Land, Housing.
Analisis Karakteristik Kawasan Rawan Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Kota Bitung Syalom Fujaya, Fransiska; Sembel, Amanda S; Rondonuwu, Dwight M.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.59210

Abstract

AbstrakKota Bitung merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir pantai Sulawesi Utara. Dengan kondisi geografis ini menjadikan Kota Bitung memiliki potensi untuk terkena dampak bencana tsunami. Hal ini didukung dalam rencana tata ruang wilayah Kota Bitung tahun 2013-2033 yang menyebutkan beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Madidir, Kecamatan Girian, Kecamatan Ranowulu, Kecamatan Lembeh Selatan dan Kecamatan Lembeh Utara sebagai kawasan rawan bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung sebaran karakteristik kawasan rawan bencana tsunami di wilayah pesisir Kota Bitung. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik spasial dengan menggunakan aplikasi software arcgis. Berdasarkan identifikasi dan analisis maka diperoleh karakteristik yang teridentifikasi kawasan rentan bencana tsunami di wilayah pesisir didominasi oleh dataran rendah yang meliputi seluruh wilayah penelitian di sepanjang pesisir pantai dengan luas sebaran 7388, 39 Ha dan kawasan berbukit serta gunung yang meliputi kelurahan yang ada di Kecamatan Lembeh Utara, Lembeh Selatan, Madidir, dan Ranowulu dengan luas sebaran 565,56 Ha. Hasil tersebut menunjukkan karakteristik di wilayah penelitian terdiri dari dataran rendah dan kawasan perbukitan.Kata Kunci : Karakteristik; Tsunami; Wilayah Pesisir AbstrakBitung City is one of the cities located on the coast of North Sulawesi. Due to this geographical condition, Bitung City has the potential to be impacted by tsunami disasters. This is supported by the Bitung City spatial plan for 2013-2033, which identifies several sub-districts in Madidir District, Girian District, Ranowulu District, South Lembeh District, and North Lembeh District as tsunami hazard zones. This study aims to identify and calculate the distribution of tsunami hazard-prone areas in the coastal regions of Bitung City. The analytical method used in this study involves spatial techniques using ArcGIS software. Based on the identification and analysis, it was found that the characteristics of the tsunami hazard-prone areas in the coastal regions are predominantly lowland areas, covering the entire study area along the coastline with a distribution area of 7388.39 hectares. Additionally, hilly and mountainous areas, including sub-districts in North Lembeh, South Lembeh, Madidir, and Ranowulu Districts, cover a distribution area of 565.56 hectares. These results indicate that the study area is characterized by both lowland and hilly areas.Keyword : Characteristics; Tsunami; Coastal Region
PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN KOTA BITUNG Sakul, Fianna G.; Tilaar, Sonny; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37069

Abstract

The development of an area can provide various kinds of influence on people's lives. Basically, the development of settlements in both urban and rural areas is to realize livable, safe, comfortable, peaceful and prosperous urban and rural conditions, but if the settlements are not properly facilitated or the settlement facilities are not functioning properly or if the settlements are located around industrial areas as well as economic and service centers, it can affect the quality of a settlement.. However, from the various positive influences obtained from industry, there are also negative influences such as the effect on the quality of settlements because in addition to producing various products and various manufactured objects, industrial activities can also produce air and noise pollution caused by industrial production equipment and tools. -Industrial transportation means entering and leaving the industry. Bitung City is one of the industrial cities in North Sulawesi Province which is divided into various types of industries, but most of them are located very close to residential areas which allow the residential area to receive various influences from all activities in the surrounding industry. The purpose of this study is to identify the condition of settlements in urban villages that are close to industry, and to analyze the influence of industrial activities on the quality of settlements in areas close to industry in Bitung City. The analytical method used is the path analysis method by taking data from a questionnaire. Then the results of the correlation test show that there is a relationship between industrial activities on the quality of settlements and the results of the regression test show that if there is an increase in the quality of industrial activities, it will affect the value of the quality of settlements positively.