Claim Missing Document
Check
Articles

MANADO TRANS STUDIO. PRINSIP KOMPOSISI DESAIN Varrah N. Kandow; Dwight M. Rondonuwu; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17083

Abstract

Kota Manado merupakan kota terbesar di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki perkembangan pesat di berbagai bidang, salah satunya di bidang pariwisata. Pariwisata di Kota Manado semakin mendapat perhatian dari pemerintah karena merupakan sektor yang strategis dalam hal peningkatan devisa daerah. Ada berbagai jenis pariwisata di Kota Manado tetapi didominasi oleh wisata pantai, dengan fenomena seperti ini maka membuka peluang untuk Trans Studio membuka cabang di Kota Manado. Jenis rekreasi yang terdapat pada Trans Studio ialah wahana-wahana permainan yang tidak hanya bersifat menghibur diri dari berbagai aktifitas bermain yang bersifat outdoor maupun indoor tetapi juga dapat menghadirkan suatu fasilitas rekreasi dan hiburan yang bersifat edukatif. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi serta penambahan jumlah pengunjung atau wisatawan di Kota Manado, maka membuat kebutuhan akan  suatu wadah yang dapat memfasilitasi kegiatan rekreasi dan hiburan di Kota Manado semakin meningkat. Sesuai karakteristik objek taman rekreasi dan hiburan tematik atau theme park maka tema perancangan yang dinilai dapat mencerminkan karakteristik objek adalah Komposisi Desain, dimana dengan menggunakan tema komposisi desain maka berbagai bentuk yang ada akan ditata sehingga dapat menghadirkan suatu  paduan atau susunan bentuk-bentuk yang bersifat rekreatif.  Kata kunci : Kota Manado, Rekreasi dan hiburan, Trans Studio, Komposisi Desain
PASAR AGRO DI MANADO. Arsitektur Organik Putriana A. Ndari; Dwight M. Rondonuwu; Sonny Tilaar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17471

Abstract

Ketersediaan fasilitas pasar di kota Manado baik dari segi fasilitas maupun arsitekturalnya  masih sangat kurang memenuhi standar.  Selain itu, wilayah di sekitar kota Manado memiliki hasil pertanian/perkebunan yang melimpah sehingga berbagai macam inovasi produk hasil olahan organik seperti makanan ringan/khas, kerajinan, bibit, pupuk, dsb. dipasarkan secara banyak sehingga dibutuhkan “Pasar Agro” yang berfungsi menyediakan hasil-hasil agro para petani serta olahan organiknya.  Tujuan dari perancangan ini ialah merancang Pasar Agro yang bersifat tradisional namun modern yang khusus menampung dan menyediakan hasil komoditas pertanian/perkebunan (agro) dengan pendekatan konsep “Arsitektur Organik”.  Metode  perancangan mengacu pada proses desain John Zeisel yang terdiri dari 2 fase yaitu fase 1 (menguraikan tahapan wawasan komprehensif) kemudian fase 2 (mengolah kumpulan-kumpulan data dari fase 1).  Berdasarkan analisis dihasilkan usulan-usulan konsep perancangan dengan menerapkan konsep “Arsitektur Organik” yang berupa gambar-gambar yaitu layout plan, site plan, denah, tampak massa, tampak tapak, potongan massa, potongan tapak, perspektif, dan detail struktur serta utilitas.Kata kunci : Pasar, agro, organik
MANADO UNDERSEA WEDDING HALL. Aquascape Architecture Vicky Torondek; Dwight M. Rondonuwu; Deddy Erdiono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17593

Abstract

Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam hidup sehingga perlu persiapan dan perencanaan yang matang sehingga semua keperluan pernikahan dapat dipenuhi. Ini berarti  memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkannya sehingga setiap kebutuhan pesta pernikahan mulai dari pre wedding, wedding, dan honeymoon dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Ada berbagai tempat di kota Manado saat ini yang menjadi tujuan untuk melangsungkan pernikahan seperti: M Icon, MCC, MGP, Nyiur Melambai Restauran dan lainnya. Tetapi dari berbagai tempat pernikahan yang ada di kota manado saat ini belum ada tempat pernikahan yang menawarkan fasilitas atau suasana pernikahan di dalam air yang dapat mewadahi upacara pernikahan dari pre wedding, wedding, dan honeymoon dalam satu tempat sehingga banyak waktu yang dibutuhkan dalam menyiapkan dan merayakan pesta pernikahan.Dalam desain  “Manado Undersea Wedding Hall”, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari masyarakat akan sebuah tempat pesta pernikahan yang menawarkan konsep baru, dan fasilitas yang dapat mewadahi upacara pernikahan mulai dari pre wedding, wedding, dan honeymoon, sehingga setiap calon pasangan dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam mengatur dan merayakan upacara pernikahan yang diinginkan. Dalam pendekatan Aquascape Architecture, desain “Manado Undersea Wedding Hall” akan didesain dengan konsep baru, dimana objek ini akan menawarkan view panorama bawah laut yaitu keindahan berbagai macam ikan dan keindahan terumpu karang bawah laut kota Manado.Kata Kunci : Pernikahan, Undersea Wedding Hall, Manado
MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA TERNATE. The Marriage of Old and New Andry A. Van Den Bokshouw; Dwight M. Rondonuwu; Roosje J. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20459

Abstract

Di Kota Ternate terdapat sebuah kota tua yang sekarang telah di jadikan sebuah Kawasan Konservasi Kebudayaan, lebih tepatnya di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate di Kelurahan Soa Sio Kecamatan Ternate Utara. Di kawasan tersebut dulunya menjadi titik central Kerajaan Kesultanan Ternate. Terdapat banyak sekali peninggalan sejarah Kesultanan Ternate di daerah tersebut, ditetapkanlah oleh Pemerintah Kota Ternate sebagai Kawasan Konservasi. Seiring berjalannya waktu timbulnya masalah - masalah seperti kurang diminati pengunjung yang datang dari luar Kota Ternate maupun dari dalam Kota Ternate, eksistensi Kawasan Konservasi sekarang kurang memberikan pengaruh terhadap tujuan pemerintah Kota Ternate “World Herritage City” dan berkurangnya unsur Kesultanan Ternate  dalam kawasan Konservasi.Tujuan dari perancangan Museum Kebudayaan di Kota Ternate adalah dengan Merancang Museum Kebudayaan dengan pendekatan tema The Marriage of Old and New agar bisa menghadirkan sebuah desain perancangan yang Unik dalam Kawasan Konservasi Daerah Kedaton Kesultanan Ternate agar dapat mendukung Pemerintah Kota Ternate untuk bisa mewujudkan Kota Ternate sebagai “World  Heritage City” dan juga Merancang Museum Kebudayaan yang berada dalam Kawasan Konservasi Daerah Kedaton Kesultanan Ternate di Kota Ternate dengan pendekatan The Marriage of Old and New. Perancangan Museum Kebudayaan di Kota Ternate menggunakan metode Proses Desain Generasi II dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta Pendekatan Analisa Tapak dan Lingkungan. The Marriage of Old and New adalah jenis desain perancangan yang mengkombinasikan intervensi arsitektural yang berasal dari arsitektural yang tua dengan intervensi arsitektural yang modern.Penerapan Konsep Perancangan menghasilkan dua unsur perancangan yaitu Ruang Dalam dan Ruang Luar yang di desain dengan transformasi dari kata “Kebudayaan” yaitu ‘bersahabat’ dengan alam dan ‘terbuka’ kepada sesama, yang merupakan ciri utama dari sifat Kebudayaan. Untuk bentuk bangunan sendiri di rancang dengan mengawinkan bentuk arsitektural lama yaitu Kedaton Kesultanan Ternate dengan bentuk arsitektural modern yaitu pengkajian-pengkajian tentang bentuk arsitektural modern serta pengguanan material-material. Ruang Dalam meliputi Lay Out Plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangunan dan Spot Interior. Sedangkan Ruang Luar meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Spot Eksterior serta Perspektif.Kata Kunci : Kota Ternate, Museum Kebudayaan, The Marriage of Old and New
OCEANARIUM DI MANADO. Waterscape Architecture Indtani Paramitha; Dwight M. Rondonuwu; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20829

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan hewan-hewan air laut yang ditempatkan dalam suatu Akuarium raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Kota Manado sebagai kota pariwisata mengalami peningkatan kujungan wisatawan  mancanegara dan domestik tiap tahunnya. Tujuan yang paling banyak diminati yaitu Taman Nasional Bunaken yang  memiliki biodiversitas kelautan  salah satu yang tertinggi di dunia. Namun untuk menikmati keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken wisatawan harus menyelam langsung untuk  menikmati keanekaragaman hayati laut tersebut. Sebuah gedung Oceanarium pada umumnya menuntut sebuah tempat dengan suasana yang berunsur air yang bersifat buatan dan dapat di terapkan dengan tema Waterscape Architecture. Tujuan dari perancangan Oceanarium ini untuk memudahkan wisatawan dalam menikmati kekayaan alam bawah laut Taman Nasional Bunaken tanpa harus menyelam, juga menjadi sarana pendidikan non-formal bagi masyarakat yang ingin mengenal kekayaan alam bawah laut Taman Nasianonal Bunaken lewat rancangan yang representatif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pilihan sarana rekreasi masyarakat dan menjadi objek utama pariwisata di Kota Manado. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterscape Architecture diterapkan pada site plan kawasan oceanarium yang mengambil bentuk alur air yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Faktor yang berkontribusi terhadap karakter air seperti pengaturan, perpindahan, penahan, pencahayaan, dan warna diterapkan pada massa bangunan dan ruang luar pada pernacangan oceanarium sebagai penerapan tema waterscape architecture.Kata kunci : Oceanarium, Kota Manado, Waterscape Architecture
KAMPUNG SUSUN DI MANADO. Social Design Muhammad Farid Al Asy Ary; Dwight M. Rondonuwu; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20837

Abstract

Kampung Susun adalah representasi dari hunian vertikal, rumah susun, atau kampung vertikal. Kata kampung disertakan karena fungsi bangunan yang mewadahi hunian warga serta seluruh aktifitas kampung. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan kawasan permukiman kumuh, terdapat 25 lokasi kumuh yang tersebar di Kota Manado. Dengan menerapkan tema Social Design pada perancangan Kampung Susun, bangunan akan fokus kepada faktor manusia dengan menitikberatkan pada konsep pembangunan berkelanjutan yaitu aspek lingkungan binaan yang ekonomis dengan pengembangan lingkungannya. Tujuan perancangan kampung susun adalah untuk merancang ruang layak huni bagi masyarakat dalam kawasan permukiman kumuh di Kota Manado khususnya di daerah yang termasuk prioritas pemerintah yaitu di sepanjang sungai das tondano dalam hal ini yaitu Kelurahan Komo Luar. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dilakukan dengan metode perancangan J.C Jones untuk mendapatkan kebutuhan pengguna sebagai kontrol dalam perencangan Kampung Susun. Semua informasi di analisa, lalu disintesiskan untuk menghasilkan konsep tertentu sesuai gagasan awal kemudian di evaluasi. Tahap evaluasi akan menjadi pijakan dalam optimalisasi perancangan. Hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, site plan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar lainnya. Tema Social Design diterapkan pada ruang – ruang public seperti koridor, taman - taman, dego – dego, fly over antar lingkungan, boulevard kuala, dll.Kata Kunci : Rumah Susun, hunian vertikal, kampung, social design.
DESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN AMURANG. Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure) Andro A. Pangaila; Dwight M. Rondonuwu; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21155

Abstract

Terminal Penumpang Pelabuhan adalah fasilitas Pelabuhan didaratan. Terminal Penumpang Pelabuhan mewadahi aktifitas penumpang baik itu keberangakatan maupun kedatangan serta pengguna sebagai penjemput maupun pengantar. Kota Amurang sebagai Daerah Berkembang membutuhkan pengembangan dari segala sisi untuk kemajuan Daerah, salah satunya pengembangan Pelabuhan, pengembangan pelabuhan yang dimaksud yaitu  pengembangan Terminal Penumpang. Namun dalam Pengembangan Terminal Penumpang saat ini masih terdapat kukurangan dalam pengembangan fasilitas yang mampu menunjang aktivitas penumpang dan pengguna. Sehingga dibutuhkan Rancangan Desain Terminal Penumpang Amurang yang baru. Dengan menerapakan tema “Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)”. Optimalisasi Sistem struktur rangka ruang merupakan konsep dengan penekanan dan manipulasi pada element struktur sehingga menarik pengguna dan juga memberikan rasa aman dan nyaman. Tujuan dari perancangan Desain Terminal Penumpang Pelabuhan Amurang adalah untuk mewadahi aktifitas penumpang baik yang akan datang maupun berangkat dan pengguna antar – jemput dengan melengkapi fasilitas Terminal Penumpang pelabuhan Amurang, juga menarik minat kapal – kapal untuk bersandar Dan mimiliki prospek beberapa tahun kedepan. Pendekatan dalam perancangan melalui kajian tipologi objek, konsep tematik dan pendekatan pada analisa tapak dilakukan dengan metode perancangan proses desain generasi II. Dari hasil evaluasi ini diperoleh bentukan baru (Reimaging Representating) dan dievaluasi kembali sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Proses dilakukan berulang – ulang secara terus menerus (cylical/spiral) sampai pada keputusan untuk berhenti dalam perancangan (Decision To Stop Design). Penerapan konsep peracangan menghasilkan Implemetasi tema Struktur Rangka Ruang (Space Frame) diterapkan pada struktur atas (Upper Structure) dengan bentukan yang dinamis dan mengekspose Struktur Space Frame untuk menambah kesan kokoh, kuat dan bernilai estetika. Ruang Dalam Meliputi Layout Plan, Site plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangaunan Dan Interior. Untuk Ruang Luar Meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Eksterior Dan Perspektif.Kata Kunci : Terminal Penumpang Pelabuhan, Optimalisasi Sistem Struktur Rangka Ruang (Space Frame Structure)
RUMAH SAKIT KANKER ANAK DI MANADO. Healing Environment Reza C. Teppie; Dwight M. Rondonuwu; Roosje J. Poluan
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21252

Abstract

Rumah Sakit Kanker Anak merupakan fasilitas kesehatan yang khusus menangani anak-anak penderita kanker. Berdasarkan permasalahan yang ada di kota Manado, tingginya peningkatan jumlah anak-anak penderita penyakit kanker di Manado belum diimbangi dengan perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan yang khusus menangani penyakit kanker pada anak secara medis dan paliatif. Perancangan fasilitas Rumah Sakit Kanker Anak menerapkan tema Healing Environment yang  mendukung proses penyembuhan suatu penyakit dengan memperhatikan semua aspek-aspek positif lingkungan yang baik kepada anak-anak penderita kanker.Tujuan perancangan adalah untuk merancang fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan perawatan dan pengobatan yang maksimal bagi anak-anak penderita kanker, serta menyediakan suatu lingkungan rumah sakit yang mendukung pemulihan pasien secara psikologis. Metode yang digunakan dalam perancangan tersebut adalah Proses Desain Generasi II dengan pendekatan 3 aspek yaitu pendekatan tipologi objek, pendekatan analisa tapak dan lingkunagan, dan pendekatan tematik. Hasil dari proses perancangan berupa konsep rancangan yang dapat dilihat pada gambar-gambar seperti layout, site plan, denah, tampak, potongan, perpektif dan gambar lainnya.Penerapan tema Healing Environment akan banyak di terapkan pada ruang luar objek rancangan dan dapat dilihat pada konsep aplikasi tematik, serta konsep perancangan tapak dan ruang luar. Kata Kunci: Rumah Sakit Kanker Anak, Healing Environment.
PUSAT WISATA KULINER DI MANADO. Lokalitas Arsitektur Juan E. Nussy; Dwight M. Rondonuwu; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23673

Abstract

Pusat Wisata Kuliner adalah sebuah kawasan pariwisata pusat kuliner yang bisa memenuhi kebutuhan kuliner pengunjung dan wisatawan di kota Manado sekaligus tempat rekreasi dan refreshing dimana pengunjung dapat menikmati berbagai wisata kuliner yang mampu mencerminkan budaya dan ciri khas Kota Manado. Pusat Wisata Kuliner di Manado dirancang untuk menyempurnakan dan melengkapi berbagai kekurangan dari kawasan wisata kuliner yang sudah ada sebelumnya seperti kurangnya perancangan pada ruang luar yang mencakup tempat parkir, ruang terbuka hijau, view  menarik yang disesuaikan dengan fungsi dan prinsip arasitektural. Selain dalam hal ruang luar, perencangan ruang dalam juga menjadi perhatian perancangan tata ruang dan fungsi ruang guna untuk kenyamanan pengguna. Menggunakan konsep perancangan Lokalitas Arsitektur kawasan ini akan menonjolkan ciri khas Sulawesi Utara dalam desain bangunan serta ornament-ornament di dalamnya. Metode perancangan ini menggunakan metode proses desain Glass Box oleh J.C Jones dengan pendekatan perancangan terhadap 3 point utama yaitu, pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, utilitas dan gambar perspektif sesuai dengan konsep perancangan. Kata Kunci: Kota Manado, Pusat Wisata Kuliner, Lokalitas Arsitektur
PERANCANGAN MANADO CULINARY CENTER. Arsitektur Lansekap Gracia J. P. Kolompoy; Reny Syafriny; Dwight M. Rondonuwu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23688

Abstract

Manado Culinary Center adalah sebuah tempat dimana semua kegiatan kuliner dilakukan yang dipusatkan dalam suatu kawasan. Kota Manado sebagai kota pariwisata memiliki peningkatan wisatawan yang sangat pesat tiap tahunnya. Wisata kuliner tidak kalah menarik dengan sektor wisata lainnya karena kuliner pasti menjadi sebuah kebutuhan primer manusia sehingga kemanapun tujuan mereka berwisata, kuliner tetap menjadi bagian dari perjalanan wisata.Pada saat ini Kota Manado telah memiliki sejumlah tempat yang menjual makanan-makanan khas, sayangnya tempat-tempat tersebut kurang representatif. Maka dari itu dibutuhkan perencanaan dan perancangan Manado Culinary Center dengan penerapan konsep tema Arsitektur Lansekap yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi.Metode dalam proses perancangan ini melalui pendekatan tipologi fungsi , tematik, dan lokasi. Proses perancangannya berdasarkan dari pengumpulan data, analisis, dan pengkonsepan rancangan.Hasil dari perancangan ini merupakan layout, site plan, denah, tampak bangunan, tampak site, potongan (bangunan, site, orthogonal), perspektif, spot interior, spot eksterior, layout utilitas, detail utilitas, dan detail struktur. Dengan penerapan tema Arsitektur Lansekap yang mengambil dan mengangkat potensi-potensi lansekap pesisir pantai. Kata kunci: Manado Culinary Center, Arsitektur Lansekap