Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT PELATIHAN dan PEMENTASAN PADUAN SUARA Di KOTA MANADO - HARMONIZATION IN ARCHITECTURE Taihuttu, Abraham; Rondonuwu, Dwight M.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56073

Abstract

ABSTRAK Paduan suara adalah sebuah seni musik yang membutuhkan kerjasama dan kolaborasi antar individu untuk menciptakan harmoni yang indah dalam nyanyian. Kota Manado adalah salah satu kota dengan jumlah peminat paduan suara yang tinggi. Kurangnya fasilitas dan wadah untuk berlatih dan menampilkan paduan suara di Manado membuat para pelaku paduan suara tidak efektif untuk meningkatkan keterampilan dalam paduan suara. Pusat Pelatihan dan Pementasan Paduan Suara di Manado dirancang untuk menjadi wadah bagi masyarakat yang ada sebagai fasilitas pendukung berkembangnya paduan suara yang ada di Manado dan sekitarnya. Pusat Pelatihan dan Pementasan Paduan Suara ini diharapkan dapat bermanfaat untuk lebih berkembangnya paduan suara yang ada di Manado dan sekitarnya baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Harmonization in Architecture sebagai tema perancangan merupakan sebuah upaya untuk menciptakan harmoni antara arsitektur dan musik. Arsitektur dan musik memiliki peran yang saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Sebagaimana harmonisasi dalam musik dibutuhkan untuk menyeimbangkan hati dan suara maka harmonisasi dalam arsitektur yang mencakup elemen-elemen seperti bentuk, warna, tekstur, dan suara dicocokkan dan diterapkan secara harmonis untuk menciptakan suasana dan estetika objek arsitektur yang baik. Kata Kunci: Pusat Pelatihan, Pusat Pementasan, Paduan Suara, Hamonization in Architecture ABSTRACT Choir is an art of music that requires cooperation and collaboration between individuals to create beautiful harmony in singing. Manado City is one of the cities with a high number of choir enthusiasts. The lack of facilities and containers to practice and perform choirs in Manado makes choir performers ineffective in improving skills in choirs. The Choir Training and Performance Center in Manado is designed to be a forum for the existing community as a supporting facility for the development of choirs in Manado and its surroundings. This Choir Training and Performance Center is expected to be useful for the further development of choirs in Manado and its surroundings both in terms of quality and quantity. Harmonization in Architecture as a design theme is an effort to create harmony between architecture and music. Architecture and music have roles that complement and reinforce each other. Just as harmonization in music is needed to balance heart and sound, harmonization in architecture that includes elements such as shape, color, texture, and sound is matched and applied harmoniously to create a good atmosphere and aesthetics of architectural objects Keywords: Training Center, Performance Center, Choir, Hamonization in Architecture
Kajian Luasan Dan Sebaran Lahan Potensial Perumahan Kawasan Perkotaan Di Kabupaten Minahasa Utara [Studi Kasus: Kecamatan Kalawat, Airmadidi, Kauditan] Bokau, Devanya Deviani Ruth; Rondonuwu, Dwight M.; Mandey, Johansen C.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.57391

Abstract

Abstrak Kabupaten Minahasa Utara terletak pada jalur penghubung dua kota besar yang memiliki potensi terjadinya urbanisasi akibat letak geografisnya. Hal ini didukung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Utara tahun 2013-2033 yang menyatakan bahwa Kecamatan Kalawat, Kecamatan Airmadidi, dan Kecamatan Kauditan ditetapkan sebagai Kawasan Siap Bangun (KASIBA) dan Lingkungan Siap Bangun (LISIBA) yang diperuntukan untuk pembangunan perumahan berskala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung sebaran dan luasan yang dapat mencukupi sampai 20 tahun mendatang. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik overlay dengan bantuan aplikasi software ArcGIS, melakukan pembobotan sesuai dengan kriteria lahan peruntukan perumahan. Berdasarkan identifikasi dan analisis maka diperoleh sebaran dan luas lahan potensial pengembangan perumahan keseluruhan seluas 16.130 Ha. Hasil tersebut menunjukan kapasitas lahan untuk peruntukan perumahan di wilayah penelitian pada tahun 2044 masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang ada. Kata kunci: Daya Dukung, Lahan Potensial, Perumahan. Abstract North Minahasa Regency is located on the connecting route between two big cities that have the potential for urbanization due to its geographical location. This is supported in the 2013-2033 Regional Spatial Plan of North Minahasa Regency which states that Kalawat Sub-district, Airmadidi Sub-district, and Kauditan Sub-district are designated as Ready to Build Areas (KASIBA) and Ready to Build Neighborhoods (LISIBA) intended for large-scale housing development. This study aims to identify and calculate the distribution and area that can be sufficient for the next 20 years. The analysis method in this study uses overlay techniques with the help of ArcGIS software applications, weighting according to the criteria for housing allocation land. Based on the identification and analysis, the distribution and area of potential housing development land totals 16,130 hectares. These results show that the capacity of land for housing designation in the study area in 2044 is still inadequate to meet existing housing needs. Keyword: Supportability, Potential Land, Housing.
Analisis Karakteristik Kawasan Rawan Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Kota Bitung Syalom Fujaya, Fransiska; Sembel, Amanda S; Rondonuwu, Dwight M.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.59210

Abstract

AbstrakKota Bitung merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir pantai Sulawesi Utara. Dengan kondisi geografis ini menjadikan Kota Bitung memiliki potensi untuk terkena dampak bencana tsunami. Hal ini didukung dalam rencana tata ruang wilayah Kota Bitung tahun 2013-2033 yang menyebutkan beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Madidir, Kecamatan Girian, Kecamatan Ranowulu, Kecamatan Lembeh Selatan dan Kecamatan Lembeh Utara sebagai kawasan rawan bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung sebaran karakteristik kawasan rawan bencana tsunami di wilayah pesisir Kota Bitung. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik spasial dengan menggunakan aplikasi software arcgis. Berdasarkan identifikasi dan analisis maka diperoleh karakteristik yang teridentifikasi kawasan rentan bencana tsunami di wilayah pesisir didominasi oleh dataran rendah yang meliputi seluruh wilayah penelitian di sepanjang pesisir pantai dengan luas sebaran 7388, 39 Ha dan kawasan berbukit serta gunung yang meliputi kelurahan yang ada di Kecamatan Lembeh Utara, Lembeh Selatan, Madidir, dan Ranowulu dengan luas sebaran 565,56 Ha. Hasil tersebut menunjukkan karakteristik di wilayah penelitian terdiri dari dataran rendah dan kawasan perbukitan.Kata Kunci : Karakteristik; Tsunami; Wilayah Pesisir AbstrakBitung City is one of the cities located on the coast of North Sulawesi. Due to this geographical condition, Bitung City has the potential to be impacted by tsunami disasters. This is supported by the Bitung City spatial plan for 2013-2033, which identifies several sub-districts in Madidir District, Girian District, Ranowulu District, South Lembeh District, and North Lembeh District as tsunami hazard zones. This study aims to identify and calculate the distribution of tsunami hazard-prone areas in the coastal regions of Bitung City. The analytical method used in this study involves spatial techniques using ArcGIS software. Based on the identification and analysis, it was found that the characteristics of the tsunami hazard-prone areas in the coastal regions are predominantly lowland areas, covering the entire study area along the coastline with a distribution area of 7388.39 hectares. Additionally, hilly and mountainous areas, including sub-districts in North Lembeh, South Lembeh, Madidir, and Ranowulu Districts, cover a distribution area of 565.56 hectares. These results indicate that the study area is characterized by both lowland and hilly areas.Keyword : Characteristics; Tsunami; Coastal Region
PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN KOTA BITUNG Sakul, Fianna G.; Tilaar, Sonny; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37069

Abstract

The development of an area can provide various kinds of influence on people's lives. Basically, the development of settlements in both urban and rural areas is to realize livable, safe, comfortable, peaceful and prosperous urban and rural conditions, but if the settlements are not properly facilitated or the settlement facilities are not functioning properly or if the settlements are located around industrial areas as well as economic and service centers, it can affect the quality of a settlement.. However, from the various positive influences obtained from industry, there are also negative influences such as the effect on the quality of settlements because in addition to producing various products and various manufactured objects, industrial activities can also produce air and noise pollution caused by industrial production equipment and tools. -Industrial transportation means entering and leaving the industry. Bitung City is one of the industrial cities in North Sulawesi Province which is divided into various types of industries, but most of them are located very close to residential areas which allow the residential area to receive various influences from all activities in the surrounding industry. The purpose of this study is to identify the condition of settlements in urban villages that are close to industry, and to analyze the influence of industrial activities on the quality of settlements in areas close to industry in Bitung City. The analytical method used is the path analysis method by taking data from a questionnaire. Then the results of the correlation test show that there is a relationship between industrial activities on the quality of settlements and the results of the regression test show that if there is an increase in the quality of industrial activities, it will affect the value of the quality of settlements positively.
PEDESTRIAN MALL DI STADION MAESA TONDANO (SIMBIOSIS MUTUALISME) Tumbelaka, Stevanus Vailen; Makarau, Vicky H.; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17082

Abstract

Kota Tondano adalah ibu kota Kabupaten Minahasa  yang terletak di tepi Danau Tondano dan memiliki suhu yang cukup sejuk. Tondano memiliki banyak peluang dalam upaya pengembangan daerah di bidang perdagangan, industri, pariwisata dan olahraga.Dilihat dari kondisi kota Tondano saat ini, belum adanya wadah yang dapat memenuhi kebutuhan berbelanja dan rekreasi masyarakat, salah satunya adalah perdagangan retail yang dikemas dalam bentuk Pedestrian Mall.Untuk menciptakan suatu pusat perbelanjaan dengan konsep Pedestrian Mall, dibutuhkan lokasi strategis dan faktor-faktor yang dapat memaksimalkan peran Mall dalam satu kota. Maka, digunakan tema “Arsitektur Simbiosis Mutualisme”. Salah satu objek yang memiliki peluang untuk memberikan keuntungan lebih pada Pedestrian Mall di Tondano adalah Stadion Sepak Bola Maesa. Melalui tema tersebut, Pedestrian Mall dan Stadion Maesa yaitu dua objek yang berbeda akan rancang dalam satu kawasan yang saling menguntungkan. Kata kunci : Kota Tondano, Pedestrian Mall, Stadion Sepak Bola, Arsitektur Simbiosis Mutualisme
MANADO TRANS STUDIO. PRINSIP KOMPOSISI DESAIN Kandow, Varrah N.; Rondonuwu, Dwight M.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17083

Abstract

Kota Manado merupakan kota terbesar di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki perkembangan pesat di berbagai bidang, salah satunya di bidang pariwisata. Pariwisata di Kota Manado semakin mendapat perhatian dari pemerintah karena merupakan sektor yang strategis dalam hal peningkatan devisa daerah. Ada berbagai jenis pariwisata di Kota Manado tetapi didominasi oleh wisata pantai, dengan fenomena seperti ini maka membuka peluang untuk Trans Studio membuka cabang di Kota Manado. Jenis rekreasi yang terdapat pada Trans Studio ialah wahana-wahana permainan yang tidak hanya bersifat menghibur diri dari berbagai aktifitas bermain yang bersifat outdoor maupun indoor tetapi juga dapat menghadirkan suatu fasilitas rekreasi dan hiburan yang bersifat edukatif. Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi serta penambahan jumlah pengunjung atau wisatawan di Kota Manado, maka membuat kebutuhan akan  suatu wadah yang dapat memfasilitasi kegiatan rekreasi dan hiburan di Kota Manado semakin meningkat. Sesuai karakteristik objek taman rekreasi dan hiburan tematik atau theme park maka tema perancangan yang dinilai dapat mencerminkan karakteristik objek adalah Komposisi Desain, dimana dengan menggunakan tema komposisi desain maka berbagai bentuk yang ada akan ditata sehingga dapat menghadirkan suatu  paduan atau susunan bentuk-bentuk yang bersifat rekreatif.  Kata kunci : Kota Manado, Rekreasi dan hiburan, Trans Studio, Komposisi Desain
PASAR AGRO DI MANADO. Arsitektur Organik Ndari, Putriana A.; Rondonuwu, Dwight M.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17471

Abstract

Ketersediaan fasilitas pasar di kota Manado baik dari segi fasilitas maupun arsitekturalnya  masih sangat kurang memenuhi standar.  Selain itu, wilayah di sekitar kota Manado memiliki hasil pertanian/perkebunan yang melimpah sehingga berbagai macam inovasi produk hasil olahan organik seperti makanan ringan/khas, kerajinan, bibit, pupuk, dsb. dipasarkan secara banyak sehingga dibutuhkan “Pasar Agro” yang berfungsi menyediakan hasil-hasil agro para petani serta olahan organiknya.  Tujuan dari perancangan ini ialah merancang Pasar Agro yang bersifat tradisional namun modern yang khusus menampung dan menyediakan hasil komoditas pertanian/perkebunan (agro) dengan pendekatan konsep “Arsitektur Organik”.  Metode  perancangan mengacu pada proses desain John Zeisel yang terdiri dari 2 fase yaitu fase 1 (menguraikan tahapan wawasan komprehensif) kemudian fase 2 (mengolah kumpulan-kumpulan data dari fase 1).  Berdasarkan analisis dihasilkan usulan-usulan konsep perancangan dengan menerapkan konsep “Arsitektur Organik” yang berupa gambar-gambar yaitu layout plan, site plan, denah, tampak massa, tampak tapak, potongan massa, potongan tapak, perspektif, dan detail struktur serta utilitas.Kata kunci : Pasar, agro, organik
MANADO UNDERSEA WEDDING HALL. Aquascape Architecture Torondek, Vicky; Rondonuwu, Dwight M.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17593

Abstract

Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam hidup sehingga perlu persiapan dan perencanaan yang matang sehingga semua keperluan pernikahan dapat dipenuhi. Ini berarti  memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkannya sehingga setiap kebutuhan pesta pernikahan mulai dari pre wedding, wedding, dan honeymoon dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Ada berbagai tempat di kota Manado saat ini yang menjadi tujuan untuk melangsungkan pernikahan seperti: M Icon, MCC, MGP, Nyiur Melambai Restauran dan lainnya. Tetapi dari berbagai tempat pernikahan yang ada di kota manado saat ini belum ada tempat pernikahan yang menawarkan fasilitas atau suasana pernikahan di dalam air yang dapat mewadahi upacara pernikahan dari pre wedding, wedding, dan honeymoon dalam satu tempat sehingga banyak waktu yang dibutuhkan dalam menyiapkan dan merayakan pesta pernikahan.Dalam desain  “Manado Undersea Wedding Hall”, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari masyarakat akan sebuah tempat pesta pernikahan yang menawarkan konsep baru, dan fasilitas yang dapat mewadahi upacara pernikahan mulai dari pre wedding, wedding, dan honeymoon, sehingga setiap calon pasangan dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam mengatur dan merayakan upacara pernikahan yang diinginkan. Dalam pendekatan Aquascape Architecture, desain “Manado Undersea Wedding Hall” akan didesain dengan konsep baru, dimana objek ini akan menawarkan view panorama bawah laut yaitu keindahan berbagai macam ikan dan keindahan terumpu karang bawah laut kota Manado.Kata Kunci : Pernikahan, Undersea Wedding Hall, Manado
MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA TERNATE. The Marriage of Old and New Van Den Bokshouw, Andry A.; Rondonuwu, Dwight M.; Poluan, Roosje J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20459

Abstract

Di Kota Ternate terdapat sebuah kota tua yang sekarang telah di jadikan sebuah Kawasan Konservasi Kebudayaan, lebih tepatnya di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate di Kelurahan Soa Sio Kecamatan Ternate Utara. Di kawasan tersebut dulunya menjadi titik central Kerajaan Kesultanan Ternate. Terdapat banyak sekali peninggalan sejarah Kesultanan Ternate di daerah tersebut, ditetapkanlah oleh Pemerintah Kota Ternate sebagai Kawasan Konservasi. Seiring berjalannya waktu timbulnya masalah - masalah seperti kurang diminati pengunjung yang datang dari luar Kota Ternate maupun dari dalam Kota Ternate, eksistensi Kawasan Konservasi sekarang kurang memberikan pengaruh terhadap tujuan pemerintah Kota Ternate “World Herritage City” dan berkurangnya unsur Kesultanan Ternate  dalam kawasan Konservasi.Tujuan dari perancangan Museum Kebudayaan di Kota Ternate adalah dengan Merancang Museum Kebudayaan dengan pendekatan tema The Marriage of Old and New agar bisa menghadirkan sebuah desain perancangan yang Unik dalam Kawasan Konservasi Daerah Kedaton Kesultanan Ternate agar dapat mendukung Pemerintah Kota Ternate untuk bisa mewujudkan Kota Ternate sebagai “World  Heritage City” dan juga Merancang Museum Kebudayaan yang berada dalam Kawasan Konservasi Daerah Kedaton Kesultanan Ternate di Kota Ternate dengan pendekatan The Marriage of Old and New. Perancangan Museum Kebudayaan di Kota Ternate menggunakan metode Proses Desain Generasi II dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta Pendekatan Analisa Tapak dan Lingkungan. The Marriage of Old and New adalah jenis desain perancangan yang mengkombinasikan intervensi arsitektural yang berasal dari arsitektural yang tua dengan intervensi arsitektural yang modern.Penerapan Konsep Perancangan menghasilkan dua unsur perancangan yaitu Ruang Dalam dan Ruang Luar yang di desain dengan transformasi dari kata “Kebudayaan” yaitu ‘bersahabat’ dengan alam dan ‘terbuka’ kepada sesama, yang merupakan ciri utama dari sifat Kebudayaan. Untuk bentuk bangunan sendiri di rancang dengan mengawinkan bentuk arsitektural lama yaitu Kedaton Kesultanan Ternate dengan bentuk arsitektural modern yaitu pengkajian-pengkajian tentang bentuk arsitektural modern serta pengguanan material-material. Ruang Dalam meliputi Lay Out Plan, Denah Bangunan, Utilitas Bangunan, Potongan Bangunan dan Spot Interior. Sedangkan Ruang Luar meliputi Site Plan, Tampak Bangunan, Tampak Site, Spot Eksterior serta Perspektif.Kata Kunci : Kota Ternate, Museum Kebudayaan, The Marriage of Old and New
OCEANARIUM DI MANADO. Waterscape Architecture Paramitha, Indtani; Rondonuwu, Dwight M.; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20829

Abstract

Oceanarium merupakan sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan hewan-hewan air laut yang ditempatkan dalam suatu Akuarium raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Kota Manado sebagai kota pariwisata mengalami peningkatan kujungan wisatawan  mancanegara dan domestik tiap tahunnya. Tujuan yang paling banyak diminati yaitu Taman Nasional Bunaken yang  memiliki biodiversitas kelautan  salah satu yang tertinggi di dunia. Namun untuk menikmati keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken wisatawan harus menyelam langsung untuk  menikmati keanekaragaman hayati laut tersebut. Sebuah gedung Oceanarium pada umumnya menuntut sebuah tempat dengan suasana yang berunsur air yang bersifat buatan dan dapat di terapkan dengan tema Waterscape Architecture. Tujuan dari perancangan Oceanarium ini untuk memudahkan wisatawan dalam menikmati kekayaan alam bawah laut Taman Nasional Bunaken tanpa harus menyelam, juga menjadi sarana pendidikan non-formal bagi masyarakat yang ingin mengenal kekayaan alam bawah laut Taman Nasianonal Bunaken lewat rancangan yang representatif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pilihan sarana rekreasi masyarakat dan menjadi objek utama pariwisata di Kota Manado. Pendekatan dalam proses perancangan ini melalui kajian tipologi objek, konsep tematik, dan pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya. Dimana tema Waterscape Architecture diterapkan pada site plan kawasan oceanarium yang mengambil bentuk alur air yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Faktor yang berkontribusi terhadap karakter air seperti pengaturan, perpindahan, penahan, pencahayaan, dan warna diterapkan pada massa bangunan dan ruang luar pada pernacangan oceanarium sebagai penerapan tema waterscape architecture.Kata kunci : Oceanarium, Kota Manado, Waterscape Architecture
Co-Authors - Suryono Aghita G. Maliatja, Aghita G. Agnes V. Basuki Agrendi A. C. Wojongan Akiang, Andriano B. Al Asy Ary, Muhammad Farid Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Amanda S. Sembel Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bokau, Devanya Deviani Ruth Christofel Jacob Claudia S. Punuh, Claudia S. Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia E.V Wuisang, Cynthia E.V Cynthia E.V. Wuisang Deddy Erdiono Elisabet S. Pua Esli D. Takumansang Fela Warouw Fela Warouw Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Hanny Poli Haurissa, Destela Herry Kapugu Hudha, Nurul Jefrey I. Kindangen Jessy A. Rumouw Johannes Van Rate Johansen C. Mandey Joseph Rengkung Judy O. Waani Judy O. Waani Kandow, Varrah N. Kolibu, Eunike T. Kolompoy, Gracia J. P. Kristanya C. E. Tendean Kriswanto W. Zachawerus Kulas, Bryan E. Lucky Mandulangi, Lucky Manege, Max Millian Meytti Y. Sabarofek Mokalu, Kezia Stefani Ndari, Putriana A. Nur, Ady I. A. Nussy, Juan E. Octavianus H. A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pamela Fedoria Pangaila, Andro A. Paramitha, Indtani Pierre H. Gosal Raymond Ch. Tarore Reny Syafriny Roosje J. Poluan Rorong, Yolanda O. Sakul, Fianna G. Sangkay, Visilia C. Sembel, Amanda S Sjeren A. Saroinsong Sonny Tilaar Steven Lintong Stevenly A. Mamesah Syafrida A. Kamal Syalom Fujaya, Fransiska Taihuttu, Abraham Teppie, Reza C. Thalia G. Pomantow Timothy T. Tumonggor Torondek, Vicky Trifena T. A. Tumundo Tumbelaka, Stevanus Vailen Van Den Bokshouw, Andry A. Vicky H. Makarau Wahab, Sitti Rahma Sy. Windy M. Mononimbar