Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Aplikasi Elektronik Kartu Menuju Sehat (E-KMS SIKELA) Sistem Kesehatan Lansia di wilayah kerja Posyandu Rumbai Bukit Asep Marzuki; Bobi Handoko; Alfitri Yana Yunita
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v4i2.1827

Abstract

Rumbai Buki Health Center Health Cadres are spread across each posyandu work area. The cadres accommodate toddler and elderly posyandu. One very basic problem in the elderly is health, so efforts are needed to improve the health conditions of the elderly group. The existing posyandu cadres have an average education below high school. There are partner problems, namely the lack of ability to provide health services, such as poor communication skills, lack of knowledge about elderly health, lack of knowledge in screening the elderly Health Card, and lack of innovative activities from cadres. In addition, supporting equipment such as height meters, body weights, thermometers, sphygmomanometers, stethoscopes, and measuring devices for blood sugar, cholesterol, and uric acid levels are still very minimal. Problems in the field of information technology also exist, where recording of elderly health administration data is still done manually. The purpose of this PKM activity is to overcome problems in elderly posyandu cadre partners in Rumbai Bukit village, namely efforts to improve the health of the elderly through training and counselling to elderly cadres, counselling to the elderly, procurement of health support equipment, and designing information systems for computerized administrative management. The results of the service carried out showed that the elderly data totalled 52 people, consisting of 4 men and 48 women.
Sosialisasi Aplikasi Pencarian Layanan Fisioterapi berbasis Android di Desa Teratak Buluh Bobi Handoko; Alfitri Yana Yunita; Muhammad Firdaus
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i1.1586

Abstract

Keterbatasan akses informasi layanan fisioterapi masih menjadi permasalahan di wilayah pedesaan, termasuk Desa Teratak Buluh. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi Android sebagai sarana pencarian layanan fisioterapi yang terdekat dan terpercaya. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi penggunaan aplikasi, serta diskusi interaktif dengan peserta. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami fungsi aplikasi dan cara penggunaannya dengan baik serta menunjukkan minat dalam memanfaatkan teknologi mobile untuk kebutuhan kesehatan. Aplikasi dinilai mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan literasi digital kesehatan dan berpotensi memperluas akses layanan fisioterapi di wilayah pedesaan.
Model Integrasi Sistem Manajemen Radiologi Digital untuk Peningkatan Efisiensi dan Akurasi Pelayanan Diagnostik Bisra, Marido; Tonis, Marian; Handoko, Bobi
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 1 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i1.890

Abstract

The increasing complexity of diagnostic imaging services raises critical questions regarding how digital integration can improve the efficiency and accuracy of radiology management systems. Although digital technologies such as Radiology Information System and Picture Archiving and Communication System have been widely implemented, many healthcare institutions still experience fragmented workflows, reporting delays, and administrative errors. This study aimed to develop an integrated digital radiology management system model to optimize diagnostic service workflows. The research employed a system modeling and evaluation approach involving patient registration, image acquisition, reporting, and diagnostic information distribution processes. The results demonstrated that the implementation of the proposed integration model reduced patient registration time from 12 minutes to 5 minutes (58.3%), shortened image acquisition and transfer time from 18 minutes to 9 minutes (50.0%), and decreased report turnaround time from 45 minutes to 22 minutes (51.1%). Administrative error rates declined from 8.2% to 2.1%, while diagnostic report distribution accuracy increased from 89.4% to 98.7%. These findings indicate that digital system integration significantly enhances operational efficiency and diagnostic accuracy through structured data management and real-time information accessibility. This study concludes that the integration of digital radiology management systems represents a strategic solution for improving effective, accurate, and patient-centered diagnostic healthcare services
EFFORTS TO IMPROVE OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH AT THE PATIN SALAI BUSINESS IN KAMPAR DISTRICT Bobi Handoko; Abdul Zaky; Marian Tonis; T. Mohd. Yoshandi; Siti Ayu Hasibuan; Assy Artata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36344

Abstract

Kelompok usaha patin salai merupakan usaha pembuatan ikan salai di kampung patin Desa Koto Masjid yang dibina oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Usaha dan Produksi Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar. Dalam pembuatannya, ikan patin harus melalui 3 tahapan yaitu, pencucian, penjemuran dan pengasapan. Berdasarkan observasi yang dilakukan, para pekerja pada usaha ini masih memiliki kesadaran yang kurang dalam keselamatan dan kesehatan kerjanya. Selain itu juga adanya keterbatasan Alat Pelindung Diri dan tidak adanya APAR yang membuat kurangnya kesadaran dalam peningkatan keselamatan dan Kesehatan kerja. Pekerja dilokasi penyalaian ikan patin tidak pernah menggunakan Alat Pelindung Diri dalam bekerja. Selain itu, pekerja yang melakukan pengecekan pada ikan yang diasapi juga tidak menggunakan baju khusus untuk mencegah api menyambar pakaian mereka. Hal ini membuat pentingnya diadakan sosialisasi Upaya peningkatan keselamatan dan Kesehatan kerja di kampung patin tersebut. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melakukan soisalisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta melihat keberlanjutan program. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu rata-rata pemahaman pekerja tentang pentingnya keselamatan dan Kesehatan kerja meningkat. Pada kegiatan ini juga diberikan beberapa Alat Pelindung Diri yang bisa digunakan oleh pekerja usaha salai patin, serta diberikannya APAR untuk mencegah apabila terjadinya kebakaran
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT TULANG DENGAN TERAPI FISIK PADA ANAK USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RI KARYA WANITA Sherly Mutiara; Bobi Handoko; Gebyar Prima; Ernawati Ernawati; Sufiyanto Sufiyanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.53464

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan postur tubuh, massa tulang, dan kebiasaan hidup sehat. Berbagai faktor seperti penggunaan gawai berlebihan, pola duduk yang salah, kurang aktivitas fisik, serta rendahnya konsumsi kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit tulang pada usia muda. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait pencegahan penyakit tulang melalui edukasi kesehatan dan pelatihan terapi fisik sederhana. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan interaktif, demonstrasi latihan fisik, praktik peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman, dimana 85% peserta memahami pentingnya aktivitas fisik, 80% mampu mempraktikkan latihan postur dengan benar, dan 70% menunjukkan komitmen mengurangi kebiasaan buruk seperti postur duduk salah. Edukasi dan terapi fisik terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif. Program direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkala melalui kolaborasi puskesmas, sekolah, dan orang tua.
Pendampingan Wanita Usia Subur melalui Edukasi Imunisasi sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sherly Sherly; Wiwik Suryandartiwi; Bobi Handoko; Marido Bisra; Intan Aulia
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.2047

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Wanita Usia Subur (WUS) memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat sejak masa prakonsepsi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran WUS mengenai pencegahan stunting, termasuk melalui pengetahuan tentang pentingnya imunisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi imunisasi kepada WUS sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan stunting dan imunisasi, serta pengukuran antropometri meliputi Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Pincuran Gading, Balai BUMDes Koto Masjid Dusun III Kampung Patin XIII Koto Kampar dengan menggunakan media leaflet dan instrumen kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah WUS di wilayah pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, mayoritas peserta WUS memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sejumlah 20 orang (100%), selain itu, peserta mengetahui hasil pengukuran antropometri untuk menilai status gizi. Kesimpulannya, edukasi dan pendampingan yang terstruktur dan partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan serta kesadaran preventif WUS dalam upaya pencegahan stunting.