Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Persepsi Siswa terhadap Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terintegrasi Tenun Adat Maluku Barat Daya Rumtutuly, Fransheine; MA, Ratnah Kurniati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai persepsi siswa sekolah dasar terhadap projek penguatan profil pelajar Pancasila terintegrasi tenun adat MBD. Partisipan penelitian ini terdiri adalah 15 siswa kelas VI SD Inpres Klis. Teknik analisis data penelitian terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Reduksi data melibatkan observasi langsung pelaksanaan projek Pancasila terintegrasi dengan tenun adat Maluku Barat Daya di sekolah. Wawancara mendalam juga dilakukan dengan siswa kelas VI SD Inpres Klis. Berdasarkan Penelitian di SD Inpres Klis dan hasil analisis tentang persepsi siswa terhadap Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terintegrasi Kain Tenun Adat maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V SD Inpres Klis mengalami peningkatan pemahaman, sikap positif terhadap projek tersebut dan dan keterampilan praktis. Siswa terampil memilah sampah, serta mengemasnya menjadi produk Ecobrik. Siswa juga memahami pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA DI KECAMATAN PULAU LAKOR Inuhan, Michael; Dahoklory, Andy S K; Lekitoo, John Nandito; Rupilele, Karolina; MA, Ratnah Kurniati; Sugiarto, Sigit
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.3.2.179-183

Abstract

One area in Southwest Maluku Regency that still maintains the culture of its people is Lakor District. Parts of culture that are still maintained today are Lakor weaving, traditional houses, lutur, traditional games, traditional dances, and others. On the other hand, mathematics learning in schools does not accommodate these diverse cultures. Ethnomathematics learning is a way of utilizing local culture as a means of introducing mathematical material. Ethnomathematics-based learning training activities with the help of Geogebra software were carried out with a percentage of 98.83%. Based on 10 indicators of implementation, this training activity is in the very good category and helps teachers make learning more creative and innovative
Pemanfaatan Sampah sebagai Media Pembelajaran di Pulau Kecil Perbatasan Kurniati, Ratnah; Lestari , Lestari; Sugiarto, Sigit; Alam, Asmirani; Inuhan, Michael; Sony, Edy; Kamaruddin, Sitti Fatimah; Suherman, Dian Rubiana
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i3.229

Abstract

Salah satu alternatif solusi meningkatkan minat belajar anak adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran. Namun sebagian besar guru masih beranggapan bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang mahal dan rumit. Olehnya itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan media pembelajaran pada mahasiswa calon guru dengan melakukan praktek penggunaan media tersebut pada anak-anak di desa Wakarleli, kab. Maluku Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Sabtu pukul 16.00-17.30 WIT selama 14 Oktober 2023 – 11 November 2023 ini mengajak sekitar 20 anak dari rentang usia beragam sebagai pengguna media pembelajaran. Diharapkan dengan penggunaan media pembelajaran yang beragam, minat belajar anak-anak dapat meningkat dan mahasiswa calon guru menjadi lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan barang yang ada. Barang bekas atau sampah yang dijadikan bahan utama pembuatan media pembelajaran pada kegiatan ini adalah daun kering, ranting, karton dan kertas bekas. Dari barang-barang bekas ini, mahasiswa membuat media pembelajaran berupa media pembuatan karya kreatif dengan daun dan ranting, media pengenalan huruf dan angka, serta media untuk mengukur kemampuan matematika. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui kegiatan ini berdampak positif baik bagi anak-anak di Desa Wakarleli maupun bagi mahasiswa sebagai pembuat media pembelajaran.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF KAIN TENUN MOA SEBAGAI BAHAN AJAR Madubun, Fenty Madelin; Inuhan, Michael; Lekitoo, John Nandito; MA, Ratnah Kurniati; Boanara, Arche Febry; Dadiara, Yuliyanti; Malwewa, Amelia Adaleda
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur etnomatematika yang terdapat pada motif kain tenun dari Desa Werwaru, Pulau Moa dan mengintegrasikan hasil eksplorasi tersebut dalam pembelajaran matematika. Desa Werwaru dipilih sebagai lokasi penelitian karena masyarakatnya masih mempertahankan tradisi menenun yang diwariskan secara turun-temurun. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif yang diperoleh melalui observasi terhadap pola dan struktur kain tenun, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang berkaitan dengan etnomatematika. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi  data,  penyajian  data,  dan penarikan  kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa motif kain tenun di Desa Werwaru, Pulau Moa mengandung berbagai bentuk geometri, antara lain segitiga, persegi, persegi panjang, jajargenjang, dan layang-layang, yang tersusun dalam pola berulang dan teratur. Bentuk-bentuk geometri tersebut dapat dijadikan konteks pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada materi pengenalan bangun datar, kesimetrian, dan pola. Temuan ini juga menegaskan bahwa pengintegrasian nilai budaya lokal dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan etnomatematika dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, menjadikan pembelajaran lebih konkret, kontekstual, dan bermakna.
Developing ethnomathematics-based digital quizzes with gamification on the blooket platform Kurniati MA, Ratnah; Inuhan, Michael; Lekitoo, John Nandito; Madubun, Fenty Madelin; Bonara, Arche Febry; Reiwuty, Jafrandi Jonsen; Sawo, Novania
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v11i2.27280

Abstract

This study describes the development of an ethnomathematics-based digital quiz combined with a cultural context that was developed by applying the 4D methods of instruction (Define, Design, Develop, Disseminate). Focusing on the concept of number patterns, the quiz integrates local cultural elements from 3T regions such as weaving motifs, ceremonial structures, and traditional rituals to enhance relevance and engagement. The quiz items were designed to suit the Blooket platform, emphasizing short narratives, age-appropriate cognitive levels, and engaging gamification features that promote active learning. Validation results confirmed that the quiz items were content-valid, instructionally effective, and practical for classroom use. Limited trials demonstrated that the media significantly increased student motivation and engagement, particularly when mathematical concepts were presented through culturally familiar formats. Feedback from teachers and students indicated that the quiz holds promise as an inclusive and adaptive formative assessment tool, responsive to the realities of education in remote areas. The study recommends expanding the media to include a broader range of mathematical topics and cultural representations from across Indonesia. Integration with complementary learning resources such as thematic modules or game-based activity sheets, may further enhance its function as both an evaluation tool and a medium for independent, enjoyable learning. To ensure successful implementation, targeted teacher training in gamification strategies is essential, especially in schools with limited digital access.
Co-Authors Aitiawisima, Rahel Alam, Asmirani Andy Sunder Keer Dahoklory Arnold Ismael Kewilaa Asmirani Alam Asmirani Alam Asriani Hasan Barnabas Gairtua Boanara, Arche Febry Bonara, Arche Bonara, Arche F Bonara, Arche Febry Cristianti Costafina Kilikily Dadiara, Yuliyanti Debi Nyawikuhy Dian Rubiana Suherman Dian Rubiana Suherman Dian Rubiana Suherman Dolaitery, Demianus Adrian Dolewikou, Rina Dorci Loimalitna Edy Sony Engrith G Leunupun Gebiana Hgairtety Hardiyanti Hardiyanti Hisyam Ihsan Imnana, Putri Fransina Ingelia Maupula Inggrid Welerubun Inuhan, Michael Jecklin M. Lainsamputty Johansz, Dovila John Nandito Lekitoo Jois Damarce Tahanora Juwaher Makatita Kamaruddin, Sitti Fatimah Kanety, Dolfinus H Kastera, Maljhon Killay, Timothina Kwuwulay, Hermina Lekipiou, Jen Merlinda Lekitoo, John Nandito Lelloltery, Yakomina Lestari Lestari , Lestari Lestari Lestari Lestari Lestari Lestari Lestari Lico, Gideon J. Madubun, Fenty Madelin Malwewa, Amelia Adaleda Mauday, Fandy Mehmorliay, Bastian Meikudy, Piterson Micael Ririhena Miru, Juandi Monjel, Astin Nanulaita, Martina Nur, Ismail M. Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah NURWAHIDAH NURWAHIDAH Pooroe, Deby Febiana Porloy, Christi Poseratu, Stevyanus Rarutioka, Krismendo Rehyara, Magdalena Reiwuty, Jafrandi J. Reiwuty, Jafrandi Jonsen Romrainy, Salomina Rupilele, Karolina Rupillele, Karolina Ruslan Ruslan Sairtory, Difia Sairudy, Albertus Samadara, Aditia Sawo, Novania Sigit Sugiarto Sigit Sugiarto Sitti Fatimah Kamaruddin Sitti Fatimah Kamaruddin Solmeda, Wisye Marina Sugian Nurwijaya Suherman, Dian Rubiana Taihuttu, Sisilia Marcelina Tantaru, Fernando Tiwery, Dian Sartin Warsoy, Leonara Welmintje Mataheru