Claim Missing Document
Check
Articles

Etnobotani Tacca leontopetaloides (L.) O.Kuntze Sebagai Bahan Pangan di Pulau Madura dan Sekitarnya, Jawa Timur (Ethnobotany of Tacca leontopetaloides (L.) O. Kuntze as Food Material in Madura Island and Its Surrounding Areas, East Java) Siti Susiarti; Ninik Setyowati; Rugayah Rugayah
JURNAL PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v21i2.122

Abstract

Ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai bahan pokok yangsangat tinggi menyebabkan swasembada pangan akhir-akhir ini sulit dicapai. Oleh karenanya upaya diversifikasi bahan pangan perlu terus digalakkan. Tacca leontopetaloides (L) O. K. dipilih sebagai salah satu jenistanaman untuk penelitian diversifikasi bahan pangan pokok. Penelitian etnobotani tumbuhan Tacca leontopetaloides dilakukan di Pulau Madura dan sekitarnya dengan metode wawancara open-ended, observasi di lapangan, dan purposive sampling. Tumbuhan Tacca leontopetaloides ternyata masih belum banyak dikenal oleh masyarakat di Jawa Timur, demikian juga pemanfaatannya. Tumbuhan ini memiliki nama daerah yang berbeda di setiap lokasi penelitian, seperti di Madura dikenal dengan "Lorkong" dan "Oto'o", sedang di Jawa dikenal dengan "Kecondang". Masyarakat Sumenep telah memanfaatkan umbinya untuk pati atau tepung melalui proses tertentu. Pati tersebut digunakan sebagai bahan dasar untuk produk kudapan atau snack, misalnya: bubur, kue "Serpot", sebagai pengganti tepung terigu. Daunnya juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Di lokasi penelitian, jenis Tacca ini pada umumnya masih banyak tumbuh liar, namun di desa Langsar, Saronggi tumbuhan ini sudah dibudidayakan. kataLately, the highly dependence ofthe community on rice as staple food has caused difficulty in achieving food self-sufficiency. Therefore, diversificationof foodstuffsshould be encouraged. Taccaleontopetaloides(L.) O.Kuntzeis selectedas one ofthe species forfooddiversificationresearch. Ethno botanical study of Tacca leontopetaloides in this research is conducted in Madura Island and itssurrounding areas using open-ended interview methods, field observations and purposive sampling. Taccaleontopetaloides is still neither muchknown nor utilized by the local people in EastJava. The planthasdifferentlocal names in each region, such as "Lorkong" and "Oto'o" in Madura, and "Kecondang" in Java. In Sumenepdistrict, local people use tuber of the species to extract the starch using a certain process. The starch is utilized as a substitute for wheat flour, and widely usedas an ingredient for snacks, for example: porridge, cakes "Serpot". The leavesare alsousedaslivestock feed. In the research locations, the species is commonly grown in wild, but inthe Langsar village, Saronggi, this planth as been well cultivated. 
Isolasi Kandungan Senyawa Kimia dari Pakis Simpei (Cibotium barometz) serta Uji Bioaktivitas Antioksidan, Uji Toksisitas (BSLT) dan Antidiabetes Sri Hartati; Rugayah Rugayah; Titien Ng Praptosuwiryo
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 18, No 01 (2016)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.585 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v18i01.35

Abstract

Cibotium barometz (L.) J. Sm. (Cibotiaceae) merupakan salah satu jenistumbuhan paku pohon komoditi ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggikarena kandungan kimianya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obattradisional maupun modern. Penelitian ini ditujukan pada isolasi kandungankimia dan evaluasi anti oksidan, antidiabetes dan toksisitas ekstrak rimpangdan bulu C. barometz terhadap larva udang Arthemia salina L. (BSLT). Hasiluji antiokoksidan ekstrak metanol bulu dan rimpang serta hasil fraksionasidengan menggunakan metoda radical scavenger DPPH (Diphenyl PicrylHidrazyl), bahwa fraksi etil asetat dan butanol menunjukkan aktivitasberturut-turut dengan IC50 27,53 dan 46,24 ppm dan ekstrak metanol rimpangdan ekstrak metanol bulu dinyatakan kurang aktif dengan IC50 183,43 dan126,10 ppm. Hasil uji toksisitas dengan metoda Brine Shrimp Lethality Test(BSLT) dinyatakan tidak toksik dan hasil uji anti diabetes dengan metoda α-glukosidase juga tidak aktif. Hasil isolasi senyawa kimia ekstrak rimpang danbulu C. barometz dengan metoda kromatografi kolom gravitasi dandiidentifikasi berdasarkan data-data spektra IR dan RMI proton dan karbonserta LC-MS, ekstrak n-heksana rimpang dan ekstrak metanol bulu C.barometz, diperoleh senyawa metil dodekanoat (A), ß-sitosterol (B), ß-sitosterol-O- glukopiranosida (C) dan 2,3,4,5,6-pentahidroksi sikloheksanasam karboksilat (D).
A NEW SPECIES OF MUK IA (CUCURBITACEAE) FROM SUMBA ISLAND, INDONESIA Mentari Putri Pratami; Tatik Chikmawati; Rugayah Rugayah
REINWARDTIA Vol 21, No 1 (2022): Reinwardtia
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/reinwardtia.v21i1.4374

Abstract

PRATAMI, M. P., CHIKMAWATI, T. & RUGAYAH. 2022. A new species of Mukia (Cucurbitaceae) from Sumba Island, Indonesia. Reinwardtia 21(1): 35‒40. — Mukia sumbensis Pratami is described and illustrated as well as compared with its closely related species M. maderaspatana (L.) M.Roem. and M. leiosperma (Wight & Arn.) Wight. It differs in its tendril size, stem diameter, petiole hairiness, midrib indumentum on upper leaf surface, as well as in shape, margin, and surface of seed. Anatomically the leaf of the new species has two palisade layers, unlike the other two species which have only one layer.
PENGENALAN BUNGA KRISAN POTONG DI DESA SUNGAI LANGKA KAB. PESAWARAN SEBAGAI KOMODITAS BARU DI DESA AGROWISATA Agustiansyah Agustiansyah; Rugayah Rugayah; Agus Karyanto; Tumiar Katarina Manik
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6507

Abstract

Tujuan Kegiatan ini adalah untuk mengenalkan komoditas baru yaitu bunga krisan potong kepada kelompok tani dan kelompok  wanita tani di Desa Sungai  Langka, Kec. Gedong Tatan, Kab. Pesawaran Lampung. Bunga krisan potong diharapkan dapat menjadi komoditas baru yang dapat diandalakan mengingat selama ini agrowisata di Sungai Langka mengandalkan komoditas tanaman tahunan seperti jeruk dan kopi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan demplot budidaya krisan potong di dalam rumah pelindung berukuran 5 m x 8 m yang terbuat dari rangka bambu dan atap plastik UV. Hasil akhir kegiatan ini adalah petani mulai mengenal budidaya krisan potong. Hasil penting lainnya adalah 100% anggota kelompok setuju bunga krisan dikembangkan sebagai komoditas baru di Desa Sungai Langka. 
PENGENALAN BUNGA KRISAN POTONG DI DESA SUNGAI LANGKA KAB. PESAWARAN SEBAGAI KOMODITAS BARU DI DESA AGROWISATA Agustiansyah Agustiansyah; Rugayah Rugayah; Agus Karyanto; Tumiar Katarina Manik
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6266

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan komoditas baru yaitu bunga krisan potong kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani di Desa Sungai Langka, Kec. Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung yang mengelola agrowisata. Bunga krisan potong ini diharapkan menjadi komoditas baru agrowisata yang dapat diandalkan, mengingat agrowisata di Sungai Langka mengandalkan komoditas tahunan seperti durian, jeruk, dan kopi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan demplot budidaya bunga krisan potong dalam rumah pelindung yang terbuat dari bambu dan atap plastik UV. Selain itu dilakukan juga ceramah dan diskusi tentang budidaya bunga krisan potong. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah petani mulai mengenal teknik budidaya krisan potong. Hasil penting lainnya adalah seluruh peserta setuju (100%) perlu adanya komoditas baru untuk dikembangkan dan setuju  (100%) bunga krisan potong dikembangkan di Desa Sungai Langka sebagai komoditas pendukung agrowisata.
NEW TAXA IN MALESIAN CUCURBITACEAE RUGAYAH RUGAYAH
REINWARDTIA Vol 11, No 3 (1998): Vol. 11 No. 3
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/reinwardtia.1998.934

Abstract

In the wide-spread cucurbitaceous SE Asian genus Trichosanthes 5 new Malesian taxa are described by Rugayah, viz Trichosanthes auriculata Rugayah, T. beccariana Cogn. subsp. pusilla Rugayah, T.montana Rugayah, T. pendula Rugayah, and T. rotundifolia Rugayah. The new monotypic genus Borneosicyos, with the sole species B.simplex de Wilde, endemic of Sabah, is described by de Wilde.
A NEW STATUS FOR DESMODIUM OVALIFOLIUM (PAPILIONACEAE) RUGAYAH RUGAYAH
REINWARDTIA Vol 10, No 3 (1987): vol. 10 No.3
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/reinwardtia.1987.275

Abstract

Based on differences in anatomical and morphological characters, the new combination Desmodium heterocarpon (L.) DC. subsp. heterocarpon var. ovalifolium (Wall, ex Prain) Rugayah is proposed to accommodate some specimens formerly included in D. heterocarpon var. heterocarpon,
VALIDATION OF TRICHOSANTHES KINABALUENSIS RUGAYAH (CUCURBITACEAE) RUGAYAH RUGAYAH
REINWARDTIA Vol 11, No 5 (2000): Vol. 11 No. 5
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/reinwardtia.2000.939

Abstract

In the revision of the cucurbitaceous genus Trichosanthes in Malesia by Rugayah & W.J.J.O. de Wilde (Reinwardtia 11(4): 262. 1999), the type of the proposed new species T. kinabaluensis Rugayah was erroneously indicated as consisting of two collections, viz. Chew, Corner & Stainton 2830 and De Wilde & Duyfjes SAN 139472. This latter appeared to be contrary to art. 37.3 of the International Code of Botanical Nomenclature (Tokyo Code, 1994), rendering the new species invalid. This species is validated below by indicating a single type. I am grateful to Dr. Dan H. Nicolson (US Washington), who kindly made me aware of the mistake.
A NEW SPECIES OF MURRAYA FROM CYCLOPS MOUNTAIN, PAPUA, INDONESIA INGGIT PUJI ASTUTI; RUGAYAH RUGAYAH
REINWARDTIA Vol 15, No 2 (2016): Vol.15 No.2
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/reinwardtia.2016.2944

Abstract

ASTUTI, I. P. & RUGAYAH. 2016. A new species of Murraya from Cyclops Mountain, Papua, Indonesia. Reinwardtia 15(2): 111 –114. — A living collection of Bogor Botanic Gardens, planted in plot XXIV.A.192-192a and originated from Kemiri Said Nature Reserve, Cyclops Mountain in Papua collected by Lugrayasa (LG 1352), is described and illustrated as a new species, namely Murraya cyclopensis Astuti & Rugayah. The species is closely related to Murraya paniculata (L.) Jack, in vegetative and flower structures, but differ in the presence of indumentum on twig, rachis and petiole, smaller size of flowers, red globose fruits, and orbicular seeds covered by densely short hairs and red aril.
CONSPECTUS OF TRICHOSANTHES (CUCURBITACEAE) IN MALESIA RUGAYAH RUGAYAH; W. J. J. O DE WILDE
REINWARDTIA Vol 11, No 4 (1999): Vol. 11 No. 4
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/reinwardtia.1999.935

Abstract

Trichosanthes (Cucurbitaceae) in Malesia comprises 5 sections with 39 species, here alphabetically arranged. Key to the sections, keys the species within the sections and eight regional keys are presented Twenty-five taxa are newly proposed: 1 section, 14 species, 1 sub species, 2 varieties and 7 forms.
Co-Authors , Agustiansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W adawiah adawiah, adawiah AGUNG SEDAYU Agus Karyanto Agus Karyanto Agustiansyah Agustiansyah Andalasari, Tri D Anggalia, Itha Anissa Fitri Ardanti, Ade Novia Ardian Ardian Arlina Theresa Manurung B. E. E. DUYFJES Bayu Widagdo, Muhammad Bedjo Sujanto, Bedjo BUDI SETIADI DARYONO Deby Arifiani, Deby Deka Delta Lita Desi Sapitri, Desi DEVI ALVITASARI Devi Alvitasari, Devi Dewi Andalasari Dewi Delliana DIAH SULISTIARINI Didit Okta Pribadi Dorly Dorly DWI HAPSORO Dwi Murti Puspitaningtyas, Dwi Murti Eka Fatmawati Tihurua Ermawati . Ermawati, . Febri Arif Cahyo Wibowo G. G. Hambali Galit Gatut Prakosa Ginting, Yohannes C. Ginting, Yohannes Cahya Hafid, Udjang Hayane Adeline Warganegara, Hayane Adeline Heryahya, Andang Hidayat Pujisiswanto Inggit Puji Astuti Inggit Puji Astuti Issirep Sumardi Kus Hendarto Kus Hendarto, Kus Laila Hanum Lukmi, Farida Lulut Dwi Sulistyaningsih Lutfia, Ulfah MARIA BINTANG Mentari Putri Pratami Moh. Ihsan Mohammad Fathi Royyani, Mohammad Fathi Motiq, Feria Wirana Muhammad Efendi, Muhammad Mulyati Rahayu Ninik Setyowati Ninik Setyowati Nugroho Tri Waskitho Nurdiati Al-Hamidy Nurrahmawati Nyimas Sa'diyah Paul Benyamin Timotiwu Pipit Anggraini Prasojo, Ibnu Purnomo Purnomo Putri, Rina Trihandayani Putri, Salsabila Sekar Rahayu, Widia Putri Rina Sri Kasiamdari Ristiani, Rina Rizkiana, Ita Rodiyati Azrianingsih Rosma Hasibuan Sa'diyah, Nyimas Sahroni, Deni Santosa Santosa Sembodo, Dad Septiana, Liska Mutiara Setyo Widagdo Siti Sunarti Siti Sunarti Siti Susiarti Siti Susiarti Sri Hartati Sudi Pramono . Suhardjono Suhardjono Suselawati, Dewi Susiarti, S Suskandini Ratih Suskandini Ratih Dirmawati Syafitri, Novalia TATIK CHIKMAWATI Titien Ng Praptosuwiryo Titien Ngatinem Praptosuwiryo Tri D Andalasari Tri Maryono Tumiar Katarina Manik Tutie Djarwaningsih, Tutie Ulfah Lutfia Ulumudin, Ade W. J. J. O DE WILDE W. J. J. O DE WILDE, W. J. J. O DE W. J. J. O. DE WILDE W. J. J. O. DE WILDE & B. E. E. DUYFJES - -, W. J. J. O. DE WILDE & B. E. E. DUYFJES - Widyastuti, R. A. Diana WISNU HANDOYO ARDI WISNU HANDOYO ARDI, WISNU HANDOYO Wiwid Noor Rakhmad Yohanes Cahya Ginting, Yohanes Cahya