Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DESA WISATA DI DESA BUWUN SEJATI, NARMADA LOMBOK BARAT NTB Sri Susanty
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 1: Agustus 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i1.675

Abstract

Desa Buwun Sejati memiliki potensi wisata dengan keunggulan komparatif yang luar biasa sehingga mampu menarik jumlah wisatawan yang tinggi dengan pendapatan yang mulai dirasakan manfaatnya. Para pedagang kuliner mulai memenuhi di kedua tempat pemandaian Aik Nyet dan Bunut Ngengkang yg menjadi objek wisata primadona di sana. Namun cukup disayangkan, kapasitas SDM pengelola desa wisata masih sangat minim. Terutama pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mendampingi desa wisata oleh pengelola desa wisata Buwun Sejati. Berdasarkan survey awal yang dilakukan, ditemukan bahwa permasalahan kelembagaan yang di Buwun Sejati adalah menyangkut kapasitas kelembagaan pengelola desa wisata belum berjalan baik (anggota pokdarwis belum solid, keanggotan belum jelas, struktur organisasi Pokdarwis belum ada), strategi kepemimpinan, perencanaan program (AD/ART belum disusun dan program kerja baik program kerja jangka pendek maupun jangka panjang belum direncanakan dan dibuat), manajemen pelaksanaan, pengalokasian sumber daya pariwisata (alam, budaya, buatan), dan kemitraan dengan pentahelix. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Buwun Sejati ini mencakup 4 aktivitas yaitu; pemetaan Kebutuhan pelatihan dan pendampingan bagi Pokdarwis Buwun Sejati, FGD kelembagaan Pengelolaan desa wisata di Buwun sejati, Workshop dan pendampingan kelembagaan pengelola desa wisata, dan Penataan destinasi wisata Aik Nyet dan Bunut Ngengkang. Target dan luaran yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah terpublikasinya hasil pengabdian pada jurnal nasional yang terindeks dalam bentuk jurnal ilmiah dan laporan kegiatan.
PKMS “SADAR WISATA DAN SAPTA PESONA PADA MASYARAKAT DESA PANTAI INDUK GERUNG LOMBOK BARAT“ Sri Susanty; Ander Sriwi; Murianto, Murianto; Lalu Mahsar
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 8: Maret 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i8.743

Abstract

Community service programs on the promotion of Tourism Consciousness and ‘Sapta Pesona’ to the Pantai Induk Gerung West Lombok need to be carried out based on preliminary observations of the Mataram Tourism College community service team. Previously, this beach was a favorite tourist spot which was always busy with many tourists because it has a beach with beautiful natural views. but now, the beach is very quiet because of high coastal erosion and a dirty environment. Pokdarwis find it difficult to disseminate information to the public about tourism awareness programs and implement sapta pesona. The program is implemented using a lecture and discussion approach and problem mapping. This event, which was attended by 25 participants, looked enthusiastic during the counseling and problem mapping. This socialization program is very important for Pokdarwis and the local community as a basis for understanding tourism, so that it can foster high motivation and participation in tourism development at Pantai Induk.
The Effect Of Social Media Promotion And Word Of Mouth On The Decision To Visit The Attraction Of Tanjung Bias Beach, West Lombok Regency Lalu Masyhudi; Lalu Satria Utama; Ni Putu Ajeng Chelsania; Sri Susanty; Murianto Murianto; I Ketut Purwata
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol. 8 No. 1 (2024): 8 original research articles were authored/co-authored by 29 authors from 1 cou
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v8i1.1074

Abstract

This study aims to determine the effect of promotion through social media and word of Mouth on visiting decisions with the control variables of attractiveness and facilities. The data collection technique used a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Based on the simultaneous hypothesis testing, the four independent variables have a significant effect on the decision to visit tourists to Tanjung Bias Beach. Partially, word of mouth (X2) has a positive and significant effect on the decision to visit tourists, this can be seen from the t-count value of 5.816, greater than the t-table value of 1.995. Social media promotion (X1), Attraction (X3) and Facilities (X4), and show that the result of the multiple linear determination coefficient (R2) is 0.648, or 65%. This means that the degree of influence of the independent variable (X) on the variable (Y) is 65%.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN AGROWISATA ANGGUR DAN KURMA DI DESA SAMBIK BANGKOL, KABUPATEN LOMBOK UTARA, NTB Sri Susanty; Ander Sriwi; Murianto Murianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sambik Bangkol yang terletak di Kabupaten Lombok Utara NTB merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, khususnya agrowisata. Agrowisata merupakan sebuah aktivitas, usaha atau bisnis yang dikombinasikan dengan elemen pokok pertanian dan pariwisata serta menyediakan sebuah pengalaman kepada para pengunjungnya yang nantinya akan mendorong aktivitas ekonomi dan berdampak pada usaha tani dan pendapatan masyarakat desa setempat. Perpaduan antara pertanian dan pariwisata dapat memberikan nilai tambah pada produk pertanian karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat dalam rangka peningkatan pendapatan yang berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Manfaat ekonomi dari keberadaan agrowisata ini baru dirasakan oleh pemilik lahan, belum melibatkan banyak masyarakat. Masyarakat dan Pemerintah Desa belum melihat ini sebagai potensi wisata yang harus dikembangkan secara optimal. Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan dalam sistem tata kelola yang optimal, kapasitas sumber daya manusia yang kurang memadai, serta pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan dan pemasaran produk.  Pada aspek managemen organisasiTata kelola terlihat bahwak elembagaan masih lemah, tidak adanya kerangka formal manajemen pengelola agrowisata. SDM lokal minim kapasitas, ditemukan  keterbatasan pelatihan manajemen agrowisata, pemahaman pengelolaan organisasi yang terbatas,  dan kompetensi pelayanan wisata. Kurangnya teknologi modern, dimana pemasaran digital belum optimal. Digital marketing sangat memudahkan konsumen dan produsen berinteraksi dengan jangkauan khalayak yang lebih luas dengan biaya promosi yang minimal. Promosi konvensional yang menjadikan eksposure dan daya saing produk agrowisata belum maksimal. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan agrowisata anggur dan kurma melalui tiga pendekatan utama: perbaikan sistem tata kelola kelembagaan dan manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha dan promosi digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan Desa Sambik Bangkol dapat mengembangkan potensi agrowisatanya secara berkelanjutan dan menjadi contoh model desa wisata pertanian berbasis komoditas unggulan di wilayah Lombok Utara. Adapun luaran dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah (1) terbentuknya panduan dalam tata kelola organisasi mitra. (2) meningkatnya pemahaman mitra terkait managemen hospitality, agrowisata, dan pelayanan wisata. (3) terciptanya web dan fitur sosial media lainnya untuk pemasaran digital. (4) peningkatan pendapatan masyarakat. (5) terpublikasinya hasil kegiatan dalam bentuk artikel jurnal nasional ber ISSN dan video kegiatan
INOVASI PEMBELAJARAN DARING DALAM MERDEKA BELAJAR Sri Susanty
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.289

Abstract

Keberadaan pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap berbagai sendi kehidupan manusia yang meliputi aspek kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, juga terhadap sector pendidikan. Pembelajaran yang dilakukan secara daring ini menuntut perguruan tinggi untuk melakukan transformasi teknologi pembelajaran dalam waktu yang pendek. Penerapan pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik itu dari penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik sendiri. Faktanya tidak semua dosen berkesempatan mengikuti pelatihan e-learning yang diselenggarakan sebelumnya karena jumlah peserta yang mengikuti pelatihan terbatas. Oleh karena itu, berbagai inovasi pendidikan harus dilakukan dengan memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap dapat berjalan efektif meskipun dilakukan di rumah.Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang inovasi pembelajaran dalan merdeka belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dimana data diperoleh secara primer dan sekunder. Pengumpulan data lebih dominan melalui studi pustaka dan observasi yang dialkukan terhadap perilaku mahasiswa dan dosen yang melakukan proses pembelajaran pada masa pandemic ini. Untuk memastikan pembelajaran menjadi menyenangkan, penuh makna, membangkitkan kreativitas, daya kritis, dan mampu membuat mahasiswa mandiri tentu bukan perkara mudah. Kejelian dosen dalam membuat desain dan metode yang mampu memikat mahasiswa untuk terus bersemangat belajar menjadi hal yang patut diperhatikan. Kreatifitas mahasiswa juga dituntut dalam mengatasi perbagai persoalan seperti keterbatasan kuota dan signal. Model pembelajaran yang kolaboratif, inovatif dan eksperimental salah satu model pembelajaran dalam belajar merdeka adalah pembelajaran berbasis project atau project based learning. Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Peserta didik secara konstruktif melakukan pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan. Adapun manajemen pembelajaran project based leaning di Masa Pandemi Covid yaitu: tetapkan manajemen waktu, persiapkan teknologi yang dibutuhkan, belajarlah dengan serius, dan jaga komunikasi dengan pengajar dan teman kelas.
KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PARIWISATA DI KAWASAN LINGKAR GUNUNG RINJANI LOMBOK NTB Sri Susanty; Lalu Yulendra
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.673

Abstract

Perkembangan pariwisata memberikan variasi pekerjaan bagi perempuan selain menekuni pekerjaan tradisional sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami bekerja di sawah maupun ladang. Keberadaan pariwisata di Lingkar Gunung Rinjani membuka peluang usaha bagi masyarakat local khususnya para perempuan. Masalah database tentang keterlibatan tenaga kerja perempuan masih menjadi kendala utama di NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mendata dan mengidentifikasi keterlibatan perempuan di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani khususnya di Desa Sembalun dan Desa Senaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini membahas keterlibatan perempuan dalam pariwisata di Kawasan Lingkar Gunung Rinjani Lombok NTB yang berlokasi di jalur pendakian Desa Sembalun dan Desa Senaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa Sembalun sebanyak 10 orang. Mereka terlibat dalam usaha penginapan (40%), camping ground (10%), souvenir (10%), kuliner (20%), women guide (10%), dan agrowisata (10%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 23-32 (50%), sudah menikah (90%), status pekerjaan sebagai pengelola (90%), lama tinggal lebih dari 35 tahun (40%), lama bekerja 1-2 tahun (30%) dan 3-4 tahun (30%), pendidikan terakhir SMA (60%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.4.000.000-Rp.6.000.000 per bulan. Perempuan yang bekerja pada sector pariwisata di Desa senaru sebanyak 27 orang. Mereka terlibat dalam usaha pemandu wisata (74%), kuliner (12%), laundry (7%), dan industry kreatif (7%). Partisipasi perempuan berdasarkan karakteristiknya yang paling dominan yaitu: perempuan dengan rentang usia usia 18-27 (67%), sudah menikah (74%), status pekerjaan sebagai karyawan (85%), lama tinggal antara 15-24 tahun (57%), lama bekerja 1-2 tahun (41%), pendidikan terakhir SMA (67%), dan pendapatan per bulan rentang Rp.1.000.000-Rp.3.000.000 per bulan. Dalam melaksanakan perannya sebagai seorang pekerja, mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti lemahnya pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan profesi mereka, keterbatasan dalam modal usaha, dan lemahnya jiwa wirausaha. Adapun saran yang diberikan yaitu (1) penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang belum menggali secara maksimal keterlibatan perempuan dalam industry pariwisata, sehingga perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memperkaya data keterlibatan perempuan. (2) Untuk meningkatkan keterlibatan pekerja perempuan, maka perlu memberikan pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan kapasitas individu dan kelompok, stimulus modal usaha, dan mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat.