Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

REKONSTRUKSI DAYA TARIK WISATA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SETANGGOR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dayana Putri; I Made Murdana; Lalu Mahsar; Sri Susanty; Ajuar Abdullah
Journal Of Responsible Tourism Vol 2 No 2: Nopember 2022
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.06 KB) | DOI: 10.47492/jrt.v2i2.2174

Abstract

Desa Wisata Setanggor merupak salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah yang dijadikan sebagai tempat destinasi pada tahun 2016. Penelitian terhadap Desa Wisata Setanggor bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daya tarik wisata kembali dengan mengetahui faktor internal (berupa kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (berupa peluang dan ancaman), serta mengkaji pengembangan Desa Wisata dan memberikan strategi rekonstruksi dalam mengembangkan Desa Wisata Setanggor. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data dengan kualitatif diskriptif dengan bantuan merumuskan strategi dan merancang program menggunakan matrik IFAS, EFAS dan matrik SWOT. Teknik pengumpulan data yang digunaan dengan observasi, wawancara, kusioner dan dokumentasi dengan penentuan informan penelitian menggunakan Porposive sampling dengan jumlah narasumber 5 orang.Hasil penelitian membuktikan bahwa potensi yang dapat di jadikan daya tarik wisata terlihat dari segi budaya, potensi alam, kearifan lokal dan religi. Berdasarkan hasil penelitian dari hasil pengisian kusioner dengan analisa IFAS dan EFAS terbuktikan bahwa memiliki nilai faktor internal 2,72 dan faktor eksternal 2,85 dalam posisi sedang, maka berada di strategi stability dan maintain dengan pemberian strategi dalam bentuk pengembangan produk dan penetrasi pasar. Kemudian dari perumusan hasil analisis SWOT memberikan lima strategi dan memiliki dua program prioritas yaitu menjalin kerjasama dengan biro usaha dan pengembangan kelembagaan Desa Wisata Setanggor.Pengembangan yang ada di Desa Wisata Setanggor sudah baik dengan adanya potensi yang dimilki dan di dukung oleh penyediaan amenitas yang baik bisa membangkitkan kembali dengan pemberian strategi rekonstruksi daya tarik wisata dalam pengembangan Desa Wisata Setanggor Kabupaten Lombok Tengah.
The Role of Pokdarwis in Developing Tourism at Impos Beach, Medana Village, Tanjung Subdistrict, North Lombok Regency Lalu Abdul Gani; I Ketut Bagiastra; Sri Susanty
Advances in Tourism Studies Vol. 1 No. 2 (2023): Advances in Tourism Studies
Publisher : Centre for Tourism Studies and Journal Publication of Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/ats.v1i2.13

Abstract

This research examines the role of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) in tourism development, focusing on Impos Beach in Medana Village, Tanjung District, North Lombok Regency. The study highlights the Pokdarwis Sejahtera as an informal institution formed by community members, playing a significant role in promoting Tourism Awareness and Sapta Pesona. The research aims to answer two key questions: (1) What is the role of Pokdarwis in tourism development at Impos Beach? (2) What are the supporting and inhibiting factors for Pokdarwis in tourism development at Impos Beach? Employing a qualitative descriptive approach, the study reveals that Pokdarwis Sejahtera serves as a government partner in tourism development, encourages community engagement and hospitality, and promotes Sapta Pesona. Supporting factors include community collaboration, equitable distribution of benefits, and willingness to work with Pokdarwis, while inhibiting factors involve limited capital, social jealousy, inadequate human resources, and tourists' low awareness of cleanliness
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA WISATA KARANG BAJO Moh Ari Rafandi; Sri Susanty; Agusman Agusman; Muharis Ali
Journal Of Responsible Tourism Vol 3 No 1: Juli 2023
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jrt.v3i1.2726

Abstract

In this study, researchers used descriptive qualitative methods. The data collected in this study were sourced from the results of interviews, and documentation from parties related to community empowerment in the Karang Bajo tourist village. Researchers used data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Of all the data that has been processed and analyzed of course get the results of the research. Empowerment in the Karang Bajo tourist village that has been carried out includes capital assistance in the form of assistance to woven fabric craftsmen and assistance for renovating traditional houses. Assistance for infrastructure development in the form of the construction of the Sebaya Tanta heritage hall and traditional houses, repairing the road to Sebaya Tanta and the area around the ancient mosque. Mentoring assistance on traditional schools from the Directorate of Belief in God Almighty, assistance from the Alliance of Indigenous Peoples of the Archipelago and Santiri related to tourism from the perspective of indigenous peoples and waste management, assistance from students of the Mataram High School of Tourism Real Work Lecture related to tourism and leadership management. Institutional strengthening with the establishment of the Gubug Karang Bajo-Bayan Traditional Institution Institution, other community empowerment institutions such as Karang Taruna, PKK, and Pokdarwis. The partnership activity carried out is to establish partners between the indigenous people of Karang Bajo with the Alliance of Indigenous Peoples of the Archipelago and Santiri related to tourism and the lives of indigenous peoples.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA BUAH KAKAO BERBASIS SOUVENIR DI DESA LEBAH SEMPAGA Radi Galib Samsuri; M. Nurihsan Haris; Dandi; Romaya, Romaya; Firdaus Al Anshory; Hardiawan Atmana Putra; Mitadi, Mitadi; Reza Rohaeli; Dewi Sinta; Yulistia Okmaini; Syifa Alya Rohana; Sri Susanty
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i3.7610

Abstract

Desa Lembah Sempage adalah salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Narmada yang memiliki potensi pengolahan kakao yang cukup signifikan. Permintaan global akan produk cokelat terus meningkat, dan ini menciptakan peluang ekonomi yang signifikan untuk petani kakao di Desa Lembah Sempage. Dalam rangka mengoptimalkan potensi pengolahan kakao di Desa Lebah Sempage, dibutuhkan upaya untuk memberikan pelatihan kepada petani dalam hal teknik budidaya yang lebih baik, pengolahan yang tepat, serta promosi produk-produk kakao dari desa ini di pasar lokal dan internasional. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi partisipatif KKN STP Mataram. Hasil kegiatan ini adalah berupa antusiasme masyarakat yang tinggi mulai dari penyambutan hingga keikutsertaan dalam semua kegitan yang diadakan selama KKN berlangsung. Serta Program kerja yang telah dirancang sebelumnya dapat terlaksana dengan baik dan lancer sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun pada saat pelaksanaannya terdapat beberapa kendala baik secara teknis maupun non-teknis, namun semuanya dapat dilalui dengan kerja sama tim yang baik dan bantuan Masyarakat Desa
Edukasi Tentang Penyalahgunaan Narkoba Pada Kalangan Remaja di SMPN I Kota Kendari Adius Kusnan; Sri Susanty; Arfiyan Sukmadi; Hajri, Waode Syahrani; Mubarak; Alifariki, La Ode
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v3i2.90

Abstract

Sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) sangat penting untuk menciptakan generasi bebas narkoba, dikarenakan siswa dan siswi SMP merupakan masa depan bangsa dan akan menentukan nasib bangsa dikemudian hari. Pemberian penyuluhan melalui materi ceramah adalah salah satu metode edukasi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya narkoba di kalangan generasi muda, khususnya siswa SMPN I Kendari. Pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan SMPN I Kota Kendari yang melibatkan 70 siswa dan guru yang telah dilaksanakan pada November 2023. Pengabdian ini berupa pemberian materi narkoba ke siswa dan guru sekolah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang klasifikasi, dampak, dan pencegahan narkoba di kalangan remaja.
FORMS OF COMMUNITY PARTICIPATION IN THE DEVELOPMENT OF THE TOURIST VILLAGE OF GENGGELANG, NORTH LOMBOK DISTRICT Intan, Intan Maharani Asmara; Sri Susanty
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 1 No 1 (2022): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.572 KB) | DOI: 10.29303/intour.v1i1.372

Abstract

The problems studied in this research are related to the development of the Genggelang Tourism Village, North Lombok Regency regarding the forms of participation carried out by the community. The research method used is descriptive with a qualitative approach conducted in Genggelang Tourism Village, North Lombok Regency. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation with informants including the Penjor Hamlet Pokdarwis, Kertaraharja Hamlet Pokdarwis, and Gangga Hamlet Pokdarwis. Data analysis uses Miles and Hubermen (1992) where data analysis is carried out interactively and takes place continuously until the data obtained becomes complete. The results of this study indicate that the form of community participation is divided into 4 forms of participation, namely the participation of money, property, labor, and skills. This form of community participation is carried out based on supporting and inhibiting factors in the Genggelang Tourism Village. supporting and inhibiting factors are divided into 3 hamlets. Where each of these hamlets has a tourist destination. So the form of community participation in Genggelang Tourism Village is also divided into each of the related hamlets. The information contained in this paper is expected to be able to assist in increasing community participation in the Genggelang Tourism Village, North Lombok Regency.
PELATIHAN PEMANDU WISATA OUTBOUND BAGI POKDARWIS LEBAH SEMPAGA, LOMBOK BARAT Ander Sriwi; Sri Susanty
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 1: Januari 2025 (In Press)
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i1.9584

Abstract

Desa Lebah Sempaga merupakan salah satu desa wisata yang baru dirintis di Kabupaten Lombok Barat. Desa ini mulai dikunjungi oleh wisatawan sejak objek wisata andalannya yaitu camping ground Goa Lawah mulai dirilis. Sejak itu, tiap minggu banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk berkemah. Sejak itu, pengelola desa wisata semakin semangat untuk membuka berbagai atraksi baru yang bisa menambah lama tinggal tamu dan ada aktivitas baru yang dilakukan wisatawan. Salah satu yang bisa ditawarkan adalah membuat paket wisata alternatif yang berupa paket wisata outbound. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan pemandu dalam memandu kegiatan outbound. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih pengelola desa wisata untuk menjadi pemandu wisata outbound yang profesional dan menguasai keterampilan memandu yang edukatif. Pengabdian masyarakat ini memiliki tiga tahapan yaitu sosialisasi dan persiapaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap sosialisasi dan persiapan, tim pengabdian masyarakat melakukan penyusunan materi yang akan disampaikan pada saat pelatihan berlangsung dan pemilihan narasumber. Tahapan Pelaksanaan terbagi menjadi dua yaitu pembelajaran ruang yang berada di camping ground Desa Lebah Sempaga dengan mendatangkan instruktur yang professional. Tahapan evaluasi menggunakan pretest dan post test tahapan untuk mengukur tingkat pemahaman atau penguasaan materi yang diterima oleh peserta. Adapun jumlah peserta yang hadir sebanyak 23 orang yang berasal kelompok Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Lebah Sempaga
PKMS PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PRODUK UMKM OLAHAN IKAN LELE DI DESA BATU KUMBUNG, LOMBOK BARAT Sri Susanty; Ander Sriwi; Lalu Masyhudi
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 1: Januari 2025 (In Press)
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i1.9585

Abstract

Dusun Pondok Buak memiliki potensi budidaya ikan air tawar. Hampir seluruh masyarakatnya bermata pencarian membudiya ikan air tawar (lele). Sehingga dusun ini dibranding menjadi kampung wisata mina yang memaksimalkan budidaya ikan air tawar sebagai atraksi wisata. Dusun Pondok Buak juga memiliki beberapa kuliner khas yang bahan utamanya yaitu Ikan Lele di antaranya : Abon, Pilus Kerupuk, dan Keripik Lele. Berdasarkan data yang diberikan oleh pihak Bumdes, data UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah) olahan Ikan Lele yang ada di wilayah Desa Batu Kumbung sejumlah 2 UMKM. Pemasaran dan ketidakkonsistenan para penggiat UMKM dalam mempromosikan produk oleh-oleh berbahan dasar Ikan Lele ini, khususnya dalam pemanfaatan pemasaran digital. Berdasarkan kendala tersebut solusi utama untuk mengatasinya adalah dengan menggencarkan pemasaran pariwisata khususnya untuk pemasaran digital. Oleh karena itu, solusi permasalahan yang ditawarkan adalah berupa pendampingan digital marketing bagi para pelaku UMKM olahan Lele di Desa Batu Kumbung. Aktivitas lain yang dapat dilakukan antara lain membuat konten untuk media sosial dan mendaftarkan produk di marketplace. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan untuk meningkatkan penjualan produk dengan menggunakan pemasaran digital sebagai salah satu upaya sehingga terjadi perbaikan ekonomi masyarakat desa. Adapun solusi yang ditawarkan berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM Olahan Ikan Lele adalah:melakukan sosialisasi tentang manfaat digital marketing, pelatihan pembuatan media promosi seperti pembuatan video pendek dan pengambilan gambar untuk konten promosi, dan pendampingan pembuatan akun marketplace di Trip Advisor, Shopee, dan Tokopedia. Adapun luaran yang akan dihasilkan berupa: meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM tentang digital marketing, tersedianya video pendek dan foto sebagai konten promosi di media social dengan narasi yang menarik dan tersedianya akun penjualan di marketplace
INOVASI DESA WISATA MENUJU ADWI (ANUGERAH DESA WISATA INDONESIA) Raihan Kamandanu; Kartika Sophiana Safitri; Baiq Zuhriana Rizki Safitri; Baiq Amelia Putri Muzhar; Amalia Karomah; Bayu Fitrohadi; Ika Septy Nurmala; Alyan Saputra; I Gede Pratama Jaya Putra Sesana; Yusuf Kardawi; Sri Susanty
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan ini disusun secara sistematis melalui lima tahapan utama: orientasi, penyampaian teori, praktik, refleksi, dan evaluasi. Peserta diberikan materi tentang prinsip-prinsip PBL, praktik langsung perancangan proyek, serta simulasi penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan presentasi proyek, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan materi oleh peserta. Pendekatan berbasis pengalaman langsung dan simulasi ini dirancang untuk memberikan dampak praktis bagi para guru dalam penerapan PBL di kelas mereka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan rata-rata skor kemampuan bahasa Inggris peserta dari 65 pada pre-test menjadi 85 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 30,8%. Pemahaman guru terhadap konsep PBL juga meningkat secara signifikan, dari 40% sebelum pelatihan menjadi 85% setelahnya. Selain itu, tingkat kepercayaan diri guru dalam menggunakan bahasa Inggris di kelas naik dari 50% menjadi 80%, mencerminkan dampak pelatihan terhadap kompetensi linguistik dan pedagogis peserta. Tingkat kepuasan peserta terhadap program ini juga sangat tinggi, dengan 90% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini relevan dan bermanfaat untuk kebutuhan profesional mereka. Keberhasilan program ini mencerminkan pentingnya pelatihan berbasis praktik langsung untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Pendekatan integratif yang menggabungkan penguasaan bahasa Inggris dengan PBL telah memberikan dampak positif, baik pada aspek pedagogis maupun pada penggunaan bahasa Inggris sebagai media pembelajaran. Guru yang mengikuti pelatihan ini merasa lebih siap untuk mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya dalam konteks global
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PRODUK UMKM OLAHAN IKAN LELE DI DESA BATU KUMBUNG, LOMBOK BARAT. Sri Susanty; Ander Sriwi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11373

Abstract

Desa Batu Kumbung adalah merupakan salah satu Desa di wilayah Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.Terletak pada suatu dataran rendah dengan luas wilayah : 1816 Ha. Desa Batu Kumbung berpotensi untuk budidaya holtikultura, perikanan, dan pariwisata. Desa Batu Kumbung secara administratif terdiri dari 11 Dusun. Salah satu dusun yang ada yaitu Dusun Pondok Buak. Dusun ini memiliki potensi budidaya ikan air tawar. Hampir seluruh masyarakatnya bermata pencarian membudiya ikan air tawar (lele) sehingga dusun ini dibranding menjadi kampung wisata mina yang memaksimalkan budidaya ikan air tawar sebagai atraksi wisata. juga menjadi sentra wisata edukasi yang terintegrasi mulai dari budidaya hingga pengelolaan produk kuliner dan ikan air tawar serta teknologi perikanan terpadu. Dusun Pondok Buak juga memiliki beberapa kuliner khas yang bahan utamanya yaitu Ikan Lele di antaranya : Abon, Pilus Kerupuk, dan Keripik Lele. Berdasarkan data yang diberikan oleh pihak Bumdes, data UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah) olahan Ikan Lele yang ada di wilayah Desa Batu Kumbung sejumlah 2 UMKM. yang telah memiliki nama usaha atau merek dagang dan telah mendapatkan sertifikat halal. Saat ini produk masih ditawarkan secara konvensional Produk olahan ini dititipkan di toko oleh-oleh di lokasi Pemandian Manggong. Penjualan produk masih sangat terbatas padahal produk sangat berlimpah. Terdapat beberapa kendala yang harus diatasi untuk menjual produk UMKM di Desa Batu Kumbung. Kendala tersebut antara lain yakni kendala pemasaran dan ketidakkonsistenan para penggiat UMKM dalam mempromosikan produk oleh-oleh berbahan dasar Ikan Lele ini, khususnya dalam pemanfaatan pemasaran digital. Berdasarkan kendala tersebut solusi utama untuk mengatasinya adalah dengan menggencarkan pemasaran pariwisata khususnya untuk pemasaran digital. Oleh karena itu, solusi permasalahan yang ditawarkan adalah berupa pendampingan digital marketing bagi para pelaku UMKM olahan Lele di Desa Batu Kumbung. Aktivitas lain yang dapat dilakukan antara lain membuat konten untuk media sosial dan mendaftarkan produk di marketplace. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan untuk meningkatkan penjualan produk dengan menggunakan pemasaran digital sebagai salah satu upaya sehingga terjadi perbaikan ekonomi masyarakat desa. Adapun solusi yang ditawarkan berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM Olahan Ikan Lele adalah:melakukan sosialisasi tentang manfaat digital marketing, pelatihan pembuatan media promosi seperti pembuatan video pendek dan pengambilan gambar untuk konten promosi, dan pendampingan pembuatan akun marketplace di Trip Advisor, Shopee, dan Tokopedia. Adapun luaran yang akan dihasilkan berupa: meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM tentang digital marketing, tersedianya video pendek dan foto sebagai konten promosi di media social dengan narasi yang menarik dan tersedianya akun penjualan di marketplace.