Claim Missing Document
Check
Articles

Serum IGF-1 and short stature in adolescents with β-thalassemia major Monalisa Elizabeth; Eddy Fadlyana; Lelani Reniarti; Faisal Faisal; Hadyana Sukandar; Kusnandi Rusmil
Paediatrica Indonesiana Vol 58 No 4 (2018): July 2018
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.743 KB) | DOI: 10.14238/pi58.4.2018.151-8

Abstract

Background The prevalence of short stature in thalassemia patients ranges from 39.3 to 65%. The cause of short stature is complex and still up for debate. In Indonesia, data on the prevalence and risk factors of short stature in adolescents with thalassemia have been limited. Objective To assess for the prevalence and risk factors of short stature in adolescents with beta-thalassemia major. Methods This cross-sectional study was done from February to March 2017 at the Thalassemia Clinic at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. The baseline characteristics data of 80 adolescents with thalassemia aged 10-14 years were recorded. Short stature was assessed by height-for-age, (Z-score <-2SD) based on the 2007 WHO Reference Growth Chart. Mid-upper arm circumference was scored according to age and sex and serum IGF-1 was measured by ELISA method. Data analyses used were Chi-square, Fisher’s, and Mann-Whitney tests. Logistic regression model was used to further analyze for risk factors of short stature. Results Subjects were 40 males and 40 females, 81.2% of whom had short stature. The mean serum IGF-1 level was 32.2 (SD 26.38) ng/mL. The IGF-1 cut-off point by ROC curve was ≤38.51 ng/mL, with sensitivity of 64.4% and specificity of 86.7%. The risk factors of short stature were IGF-1 level ≤38.51 ng/mL (PR 40.66; 95%CI 4.37 to 377.58; P<0.001) and low family income (PR 19.76; 95%CI: 1.152 to 256.08; P=0.022). Conclusion IGF-1 level may be useful as a predictor of short stature in adolescent beta-thalassemia major patients.
Pengaruh Jenis Persalinan Bedah Sesar terhadap Kejadian Diare dan ISPA pada Bayi Nia Fararid Askar; Firman Fuad Wirakusumah; Maringan Diapari L.T; Hadi Susiarno; Kusnandi Rusmil; Dwi Agustian
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.56307

Abstract

Latar Belakang: Persalinan bedah sesar mempunyai risiko kegagalan pemberian ASI pada bayi karena durasi Inisiasi Menyusu Dini yang lebih singkat dan mobilisasi dini yang lebih lama daripada persalinan normal sehingga dapat mengakibatkan bayi rentan terhadap diare dan ISPA.Tujuan: Menganalisis pengaruh jenis persalinan bedah sesar dibandingkan dengan persalinan normal terhadap kejadian diare dan ISPA berdasarkan faktor: lama pemberian ASI Eksklusif, Inisiasi Menyusu Dini, mobilisasi dini, dan status imunisasi.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus-kontrol. Sebanyak 220 responden (110 responden pada kejadian diare dan 110 responden pada kejadian ISPA) didapat berdasarkan rumus studi analitik komparatif tidak berpasangan dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistik.Hasil: Uji regresi logistik pada ibu dengan persalinan bedah sesar terhadap kejadian diare pada bayi nilai OR= 0,178 (0,065-0,486), Ibu dengan persalinan bedah sesar terhadap kejadian ISPA pada bayi mempunyai nilai OR= 2,773 (1,058-7,269).Kesimpulan:  Persalinan bedah sesar dapat melindungi terhadap kejadian diare dan persalinan bedah sesar berisiko terhadap kejadian ISPA. Pemberian ASI Eksklusif dapat mencegah bayi dan balita dari kejadian diare dan ISPA.
Status gizi, asupan energi, dan serat sebagai faktor risiko kardiometabolik pada remaja pendek Siti Nur Fatimah; Ambrosius Purba; Kusnandi Rusmil; Gaga Irawan Nugraha
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.22682

Abstract

Background: Prevalence of stunted adolescents is important because related with the cardiometabolic risk factor. Control of risk factors reduces the comorbidity including body mass index (BMI) control. Improvement of environmental factors such as energy and fiber intake contribute to reducing disease risk. Objective: This study aimed to analyze the relationship of a stunted adolescent with BMI, energy and fiber intake. Method: This study used cross-sectional design. The subject consisted of early adolescents with 10 to 14 years old in Jatinangor district, West Java. Determination of short stature and BMI refers to the WHO Growth Chart 2005. Data collection by the measure of height, weight, BMI calculation, and interviewed food intake by 3x24 hour food recall and analyzed with Nutrisurvey program. Statistical analysis by Mann-Whitney U test. Results: A total of 212 participants (106 stunted and 106 non-stunted) were enrolled. The proportion of stunted girls is 58 (54,9%) and stunted boys 48 (45,1%). Average of BMI in stunted is 17,15 (2,59) kg/m2 and 18,38 (3,33) kg/m2 in non-stunted, energy intake is 1.488,83 (513,52)kcal in stunted and 1.704,32 (663,49) in non-stunted,  fiber intake is 4,36 (1,18) g in stunted and  4,53 (2,15) g in non stunted. There are significant differences in all variables between stunted and non-stunted with a p value for BMI 0,017, in energy intake 0,034 and fiber intake 0,032. BMI showed the correlation with disease risk. including cardiometabolic diseases in stunting. Energy intake and low fiber in growth age increase the risk of cardiometabolic diseases because in stunting have a low metabolic adaptation in protein synthesis and fat oxidation. Conclusion: The study shows there is a difference between BMI, energy intake and fiber in the stunted adolescent and non-stunted adolescent. Further research needs to analyze another risk fctor and intervention to improve nutrition status and metabolic condition.
Pengaruh Paparan Cahaya Matahari Pagi Terhadap Penurunan Berat Badan dan Body Fat Wanita Dewasa Muda Obesitas di Asrama Putri STIKES Medistra Indonesia Linda Kristiani Taleumbanua; Kusnandi Rusmil; Yuni Susanti Pratiwi; Farid Husin; Ieva Baniasih Akbar; Hadyana Sukandar
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.473 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i3.37

Abstract

Obesitas adalah penyakit yang berkontribusi terhadap komplikasi metabolik. Prevalensi obesitaspada wanita ditemukan lebih tinggi dari laki-laki dengan kecenderungan meningkat dari tahunke tahun. Dampak obesitas terhadap wanita telah banyak ditemukan, khususnya komplikasikehamilan dan persalinan serta janin yang dilahirkan. Untuk itu wanita didorong menurunkanberat badan pada masa pra-hamil. Beberapa penelitian menemukan ada hubungan kuat antarapaparan cahaya matahari pagi dengan penurunan berat badan dan lemak tubuh, sehingga cahayamatahari dapat menjadi salah satu bagian dari terapi kombinasi. Rancangan penelitian iniadalah quasi eksperimental pre dan post di asrama putri STIKES Medistra Indonesia. Subjekterdiri dari 16 mahasiswa obesitas. Intervensi yang diberikan adalah paparan cahaya mataharipagi 45 menit setiap hari selama 21 hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata 13.250 lux.Intensitas cahaya matahari diukur dengan lux meter. Berat badan dan body fat diukur dengantimbangan digital Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Data dianalisis dengan uji t, ujiMann-Whitney, dan uji Wilcoxon. Pengaruh paparan cahaya terhadap penurunan berat badandan body fat diperoleh dari persentase selisih hasil pengukuran sebelum dan sesudah intervensidilakukan. Pada kelompok perlakuan persentase penurunan berat badan sebesar 0,53% (p<0,05)dan penurunan body fat 1,02% (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah paparan cahayamatahari pagi terhadap wanita dewasa muda obesitas berpengaruh terhadap penurunan beratbadan, body fat dan nafsu makan.
Pengaruh Pijat Punggung dan Memerah ASI terhadap Produksi ASI pada Ibu Postpartum dengan Seksio Sesarea Retno Puji Astuti; Kusnandi Rusmil; Wiryawan Permadi; Johanes C Mose; Jusuf Sulaeman Effendi; Dewi M.D Herawati
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.007 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i1.7

Abstract

Produksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalampemberian ASI secara dini pada tindakan seksio sesarea. Pengaruh anestesi pada ibu pasca seksio sesarea menyebabkan terhambatnya pengeluaran hormon oksitosin. Perlu dilakukan stimulasi reflek oksitosin dengan pijat punggung dan memerah ASI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pijat punggung dan memerah ASI terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum dengan seksio sesarea. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan posttest only design with nonequivalent groups. Populasi penelitian ini adalah ibu Postpartum dengan seksio sesarea di RSIA Buah Hati Pamulang, Tangerang Selatan. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik non- random sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel 60 responden yang dibagi menjadi 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi-Square dan uji exact fisher. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pijat punggung dan memerah ASI terhadap produksi ASI pada ibu postpartum dengan seksio sesarea dengan nilai Number Needed to Treat (NNT) = 3,3 dan nilai RR sebesar 2,8 serta nilai p = 0,012 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan produksi ASI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Besarnya pengaruh pijat punggung dan memerah ASI berdasarkan karakteristik Ibu, ditinjau dari usia 20-34 tahun pada kelompok intervensi dengan produksi ASI yang lancar nilai p = 0,011. Paritas dengan multiparitas nilai p = 0,013. Pendidikan dengan tamat SMA nilai p = 0,016. Pekerjaan dengan status tidak bekerja nilai p = 0,023. Simpulan dalam penelitian ini adalahtindakan pijat punggung dan memerah ASI berpengaruh baik terhadap produksi ASI yang lancar pada ibu postpartum dengan seksio sesarea. Selain itu, usia 20 – 34 tahun, paritas dengan multiparitas, pendidikan tamat SMA dan ibu yang tidak bekerja berpengaruh baik pada produksi ASI yang lancar. Saran untuk bidan dapat melakukan pijat punggung dan memerah ASI pada ibu postpartum dengan seksio sesarea maupun spontan dalam meningkatkan produksi ASI
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Campak pada Balita di Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi Maria Ulfah; Bethy S. Hernowo; Farid Husin; Kusnandi Rusmil; Meita Dhamayanti; Johanes Cornellius Mose
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 2 (2015): Juni
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.992 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i2.25

Abstract

Campak (measles) merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan salah satu Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Penyakit campak menjadi penyebab kematian pada Balita (bayi lima tahun). Jumlah kematian akibat campak pada Balita didunia sebanyak 158.000 kasus pertahun dan 95% dari kejadian penyakit campak tersebut berada di negara berkembang seperti Indonesia. Cakupan imunisasi campak di Jawa Barat sangat tinggi, namun kejadian penyakit campak pada Balita juga tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit campak pada Balita di Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan terhadap 122 Balita pada periode Februari–April 2015, dibagi dalam 2 kelompok, 61 orang kelompok kasus (Balita dengan riwayat sakit campak) dan 61 orang kelompok kontrol (Balita sehat). Analisis data menggunakan uji kai kuadrat dan uji regresi logistik ganda dengan tingkat kemaknaan (p<0,05), dan analisis PAR (population attributable risk). Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan secara signifikan adalah pendidikan ibu (p=0,000), pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,011), penghasilan (p=0,001), umur Balita saat imunisasi (p=0,000), status gizi Balita (p=0,000), ventilasi (p=0,002), pengetahuan tenaga medis (p=0,003), dan kelengkapan cold chain (p=0,000), sedangkan umur ibu, pekerjaan ibu, kepadatan hunian tidak berhubungan (p>0,05). Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian penyakit campak pada Balita berdasarkan analisis multivariabel adalah umur Balita saat imunisasi (OR = 9,492 ;95% CI = 3,017– 29,866). Simpulan faktor pendidikan ibu, faktor pengetahuan ibu, faktor sikap ibu, faktor penghasilan, faktor umur Balita saat imunisasi, faktor status gizi Balita, faktor ventilasi,  faktor pengetahuan tenaga medis dan faktor kelengkap an cold chain merupakan faktor yang memengaruhi terhadap kejadian campak, sedangkan faktor umur ibu, pekerjaan ibu dan kepadatan hunian tidak mendukung meningkatkan risiko terkena penyakit campak pada Balita. Perlu dilakukan upaya perbaikan terhadap faktor-faktor yang tidak mendukung terhadap keberhasilan imunisasi campak
Pengaruh Pelatihan Safe Injection Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Bidan Desa Dalam Pelaksanaan Imunisasi Di Kabupaten Magetan Nana Usnawati; Dwi Prasetyo; Elsa Setiawati; Farid Husin; Kusnandi Rusmil; Meita Dhamayanti
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.777 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.85

Abstract

Anak merupakan potensi utama bagi masa depan bangsa. Konvensi hak anak menyatakan bahwa anak berhak memperoleh kesehatan dan kesejahteraan dasar, salah satunya adalah imunisasi. Cakupan imunisasi di kabupaten Magetan sudah baik, tetapi seiring dengan meningkatnya cakupan, terjadi peningkatan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Bidan mempunyai peran penting dan strategis dalam pelaksanaan imunisasi. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan safe injection bidan dalam pelaksanaan imunisasi masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan adalah memberikan pelatihan. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh pelatihan safe injection terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan bidan desa dalam pelaksanaan imunisasi.Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiments pre post test with control design yang dilakukan pada 60 bidan (kelompok perlakuan 30 bidan dan kelompok kontrol 30 bidan), yang diambil secara proporsional. Pelatihan safe injection pelaksanaan imunisasi dilakukan pada kelompok perlakuan. Pengetahuan dan sikap diukur mengunakan kuesioner. Keterampilan diukur menggunakan daftar tilik. Analisis data menggunakan uji t, uji Mann Whitney, uji Wilcoxon dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan safe injection terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan bidan desa dalam pelaksanaan imunisasi (p<0,05). Peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan pengetahuan (22,23%), sikap (10,7%), dan keterampilan imunisasi BCG, DPT-HB, campak (50,73%; 46,10%; 53,87%). Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan pengetahuan (0,6%), sikap (1,87%), dan keterampilan imunisasi BCG, DPT-HB, campak (9,67%; 9,60%; 12,37%).
Hubungan Status Pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI terhadap Stunting Anak Usia 1-2 Tahun di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Tahun 2015 Heni Haryani; Yuni Susanti Pratiwi; Kusnandi Rusmil; Meita Dhamayanti; Farid Husin; Firman F Wiranatakusumah
Jurnal Medika Cendikia Vol 3 No 02 (2016): JURNAL MEDIKA CENDIKIA
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition in which a child’s height or length is less than two deviation standard based on the 2006 World Health Organization’s growth chart. In Indonesia, most of stunting is caused by chronic malnutrition. Children of age 1-2 years old are vulnerable to malnutrition because at this age most of them start to be weaned and introduced to complementary food. The study aims to find the correlation between breasfeeding and complementary food with stunting among 1-2 year old children at Cisolok District, Sukabumi Regency, 2015. The Study was observasional-analytical, a case-control study, carried out from January 1 – February 28, 2016. Subjects were selected with consecutive sampling, including 1-2 year old children with stunting along with their mothers residing at Cisolok District, Sukabumi Regency. Data on the lengths of children were taken by the researcher in the local Integrated Service Post (Indonesia, Posyandu), and there was also a questionnaire of breastfeeding history and an SQ-FFQ filled out by nutritionists directly at the subjects’s houses. The data were analyzed with chi square, fisher’s exact, and linear regression tests with the level of significanceor (p<0.05). The results show that out of 108 subjects, there were 36 cases and 72 controls. The exclusive brestfeeding, breastfeeding after six months old, age at first introduction to compelentary food, and energy intake did not correlate with stunting (p>0.05). The protein intake correlated with stunting (p=0.009) with weak correlation coefficients (r=0.284). In conclusions, there was not correlation between breastfeeding (exclusive breastfeeding and breastfeeding after six months old), the age at first introduction to compelentary food, and energy intake with stunting among 1-2 year old children at Cisolok District, Sukabumi Regency, 2015. There was correlation between protein intake with stunting among 1-2 year old children at Cisolok District, Sukabumi Regency, 2015.
Edukasi kesehatan imunisasi Measles Rubella menggunakan video animasi dan pesan teks melalui WhatsApp Yunita Andriani; Kusnandi Rusmil; Ieva Baniasih Akbar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.576 KB) | DOI: 10.22146/bkm.52501

Abstract

Purpose: This study aimed to compare the effect of health education using animated video and text messages through WhatsApp on parental knowledge and attitude. Method: This study used a quasi-experimental design on two groups that consisted of 36 respondents in each group. The first group received animation videos about MR immunization, and the second group received text messages through WhatsApp. The instruments of this study consisted of a knowledge questionnaire and an attitude questionnaire. The study was conducted on parents who had an infant less than nine months old, had a smartphone and WhatsApp account. Results: The pretest-posttest scores show increased knowledge and attitude about MR immunization after educational animation video and text message intervention. Video animation had a higher mean of knowledge and attitude than text messages. Conclusion: Health education using animation videos through WhatsApp can improve parental knowledge and attitude higher than a text message.
Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2023 Mei Neni Sitaremi; Soedjatmiko Soedjatmiko; Hartono Gunardi; Nastiti Kaswandani; Setyo Handryastuti; Raihan Raihan; Cissy B Kartasasmita; Ismoedijanto Ismoedjianto; Kusnandi Rusmil; Zakiudin Munasir; Dwi Prasetyo; Gatot Irawan Sarosa; Hanifah Oswari; Dominicus Husada; Ari Prayitno; Martira Maddepunggeng; Sri Rejeki H Hadinegoro.
Sari Pediatri Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.1.2023.64-74

Abstract

Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara berkala mengevaluasi jadwal imunisasi untuk menyesuaikan dengan vaksin baru, program imunisasi Kemenkes, WHO position paper dan sumber-sumber lain. Di dalam jadwal imunisasi rekomendasi IDAI tahun 2023 ini ada beberapa tambahan antara lain vaksin dengue baru, dan keterangan tambahan beberapa vaksin lain. Untuk memudahkan dalam melaksanakannya dilampirkan juga tabel jadwal imunisasi tahun 2023. Untuk memahami dasar pertimbangan jadwal imunisasi dan perubahannya perlu mempelajari uraian di dalam artikel ini dan keterangan di bawah tabel tersebut untuk diterapkan ke dalam layanan imunisasi.
Co-Authors - Riyadi -, Burhan Alex Chairulfatah Alex Chairulfatah Ambrosius Purba Ambrosius Purba Amelia Harsanti Anggia Farrah Rizqiamuti, Anggia Farrah Arhana, Arhana Ari Prayitno Ari Prayitno, Ari Ariani Ariani Armijn Firman Azis, Muhammad Alamsyah Bethy S. Hernowo Burhan Burhan, Burhan Cissy B Kartasasmita Cissy B Kartasasmita Cissy B. Kartasasmita Cissy B. Kartasasmita Cissy B. Kartasasmita Dadang Hudaya Somasetia Deni K Sunjaya Dewi M.D Herawati Dewi Marhaeni Diah Herawati Dida Akhmad Gurnida Djajadiman Gatot Djelantik, I.G.G. Dominicus Husada Dwi Agustian Dwi Prasetyo Dwi Prasetyo Dwi Prasetyo Dwi Prasetyo Dwi Putra, Muhammad Gilang Dwirestuti, Ratna Dzulfikar DLH Eddy Fadlyana Eka Nurfitri, Eka Elizabeth, Monalisa Elsa Puji Setiawati Elsa Setiawati Erwina Sumartini Faisal Faisal Fanni Hanifa Farid Husin Farid Husin Farid Husin Ferriandis Harsono Firman F Wiranatakusumah Firman Fuad Wirakusumah Frisca Fazira Gaga Irawan Nugraha Gatot Irawan Sarosa Gatot Irawan Sarosa Gatot Irawan Sarosa, Gatot Irawan Gladys Gunawan Gurnida, Dida Gutama, Gutama Habibah, Minda Hadi Susiarno Hadyana Hadyana Hadyana Hadyana Hadyana Hadyana Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hanifah Oswari Hanifah Oswari Hartono Gunardi Hartono Gunardi Hasan Basri Heni Haryani Herry Garna Herry Herman Hindra Irawan Satari Ieva Baniasih Akbar Irvan Afriandi Ismoedijanto Ita Susanti Iwin Sumarman Iwin Suwarman Johanes C Mose Julistio TB Djais Julitasari Sundoro Jusuf Sulaeman Effendi Jusuf Sulaeman Effendi Kartasmita, Cissy B Kevin Gunawan Lelani Reniarti Lelani Reniarti Lina H Soemara Linda Kristiani Taleumbanua Maddepunggeng, Martira Mardiah, Behesti Zahra Maria Ulfah Maringan Diapari L.T Martira Maddepunggeng Mei Neni Sitaremi Mei Neni Sitaresmi Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Mutiara Rahmani Nana Usnawati Nanan Sekarwana Nastiti Kaswandani Nia Fararid Askar Nina Herlina Lubis Nita Arisanti Novila Sjafri Bachtiar Novilia S Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novilia Sjafri Bachtiar Novillia S Bachtiar Padmonodewo, Suminarti Ponpon Idjradinata Prasetya, Taufan Purboyo Solek Purboyo Solek R Dharmayanti Rachmat Gunadi Rachmat Gunadi Raihan Raihan Raihan Raihan, Raihan Ratih Eka Pujasari Retno Puji Astuti Rini Mulia Sari Rini Mulia Sari Rodman Tarigan Sahril, Indra Saptawati Bardosono Setyo Handryastuti Shelly Iskandar Siska Bradinda Putri Sudirman Siti Nur Fatimah Siti Nur Fatimah Sitorus, Rita Sjarif Hidajat Effendi Soedjatmiko Soedjatmiko Soedjatmiko Soenarjati Soedigo Adi Soenarjati Soedigo Adi Solek, Purboyo Sri Rejeki H Hadinegoro. Sri Rezeki Hadinegoro, Sri Rezeki Sri Rezeki S. Hadinegoro Sri Rezeki S. Hadinegoro, Sri Rezeki S. Sri Utami Suganda Tanuwidjaja Sunarjati Sudigdoadi Sunarjati Sudigdoadi Susiarno, Hadi Syafriyal Syafriyal, Syafriyal Syawitri P. Siregar Tatu Septiani Nurhikmah Tetty Yuniati Uni Gamayani, Uni Vanda Elfira Veranita Pandia Vita Murniati Tarawan Winarno, Gatot N.A Wiryawan Permadi Yogi Agustian Yuni Susanti Pratiwi Yuni Susanti Pratiwi Yunita Andriani Zakiuddin Munasir Zakiudin Munasir Zakiudin Munasir